Wednesday, 25 June 2014

You'll Never Walk Alone : Menyehatkan Rasa

Pernah merasa bekerja sendirian dalam jamaah ini? Tenang, yang saya temukan tidak hanya satu atau dua orang, tapi lebih dari itu termasuk saya sendiri dulunya. Artinya kamu ga sendirian. Lalu, apakah ini perasaan yang benar? Pantaskah kita merasa seperti itu?

Di awal kepengurusan kita merasa begitu bersemangat uuntuk menjalankan roda organisasi agar departemen yang menaungi lebih baik dari kemarin. Ada keinginan besar untuk mencapai target yang kita buat. Ada hasrat besar untuk menjadikan departemen atau organisasi ini menjadi sesuatu yang bersinar. Ada sebuah mimpi dan cita - cita tinggi yang ingin kita wujudkan. Bukankah begitu?

Namun apa daya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Selalu ada aral, hambatan dan rintangan yang kerap kali muncul setiap saat. Sesuatu yang membuat kita menjadi tidak semangat, membuat kita marah, kecewa bahkan menitikkan air mata karenanya. Hey saya ga lagi nge lebay tapi inilah yang saya saksikan selama beberapa tahun terakhir bahkan hingga saat ini. Menyaksikan kumpulan orang - orang yang merasakan apa yang direncanakan ternyata tak sesuai dengan realisasinya. Ah, kadang perasaan itu bikin kita mau meledak ledak. Tak heran tak sedikit yang menangis di forum saat kekecewaan itu memuncak.

Tapi, tahukah kawan - kawan we never walk alone.

Saya pikir perasaan - perasaan merasa sendiri ini harus dihancurkan sesegera mungkin sebelum ia berhasil menghancurkan diri kita sendiri. Eitss jangan salah, di antara kita ada orang - orang yang menjadi saksi kehancuran itu. Di saat kekecewaan memuncak karena cenderung merasa berjuang sendiri lalu ditambah lagi dengan 'merasa' tak ada uluran tangan dari saudara yang lain, maka MUNDUR menjadi keputusan yang akut.

Oke sebelum perasaan itu menghancurkan dan membawa kita meninggalkan jamaah kita mari berpikir sejenak.

Sendiri itu hanya PERASAAN. Hanya sebuah rasa yang belum dipastikan kebenaran. Selama ini mungkin kita MERASA sendiri. Oh come on itu hanya rasa. Rasa, sesuatu yang memiliki arti yang berbeda untuk setiap orang. Hancurkan dan bangun sebuah akal sehat. Jawab pertanyaan - pertanyaan yang menyehatkan rasa.

Benarkah saya berjuang sendiri? Benarkah hanya saya yang hari ini berjuang di organisasi ini? Benarkah hanya saya yang memikirkan nasib organisasi ini? Benarkah hanya saya yang bertungkus lumus mengerjakan segala sesuatunya untuk keperluan kegiatan esok hari? Benarkah hanya saya yang berinfak paling banyak? Benarkah hanya saya yang ke sana kemari membangun jaringan demi organisasi ini? Benarkah hanya saya yang..........

Perjuangan memang butuh teman seperti Rasulullah SAW yang memiliki Abu Bakar ra. di sampingnya. Seperti Mush'ab bin Umair yang dipersaudarakan dengan Abdullah bin Ummi Maktum. Seperti Harun yang setia mendampingi Musa menghadapi Fir'aun. 

Tapi teman perjuangan tak harus selalu terlihat. Ia tak harus selalu berada di samping kita. Saat kita merasa sendiri dalam perjuangan ini, segeralah menyadari bahwa perjuangan kita belum ada apa - apanya. Apa yang kita lakukan hanya sesuatu yang kecil yang akan membuat kita malu untuk mengeluh dan berkata 'saya berjuang sendiri'.

Pikirkanlah bahwa di belahan bumi lainnya ada orang - orang yang juga sedang melakukan hal yang sama. Melakukan sesuatu dan terus bergerak untuk mewujudkan kemenangan Islam itu. Bukan hanya kita! Tantangan yang mereka hadapi lebih besar, lebih menakutkan. Bentrok yang mereka hadapi bukan hanya bentrokan ideologi tapi juga bentrokan fisik. SUdahkah tubuh kita terluka? Kita terlalu banci hanya karena hati kita yang terluka sedikit.

Berhentilah bersikap seolah - olah kita berjuang dan bekerja dalam dakwah ini sendirian. Buka cakrawala berpikir, bacalah kisah para pendahulu, bacalah kisah - kisah para pejuang niscaya engkau akan menitikkan air mata karenanya. Lapangkan dadamu menerima kondisi serba keterbatasan. Kondisi saudaramu yang mungkin hari ini masih terlalu dini untuk ikut berjuang bersamamu, kondisi mereka yang mungkin sedang berada di ambang kebingungan menentukan prioritas hidupnya. Kondisi mereka yang belum memahami hakikat dakwah yang telah kau pahami duluan.

Mungkin keyakinan kita masih belum kuat bahwa Allah sebenarnya telah menyediakan orang - orang yang siap untuk diajak bersama - sama. Mungkin kita yang kurang bersabar menemukan orang - orang tersebut.

Terkadang ketika merasa sendiri dalam perjuangan itu, berhati - hatilah, mungkin ada sebersit kesombongan dalam kalbu kita. Mungkin itu adalah bisikan para pendusta yang mengatakan bahwa 'saya sendiri'.

Jika saja saat itu Mursi merasa ia berjuang sendiri, telah lama ia menjual Mesir pada orang asing. Jika Erdogan merasa sendiri sudah lama ia menjadikan Turki teladan dalam dalam gerakan sekuler. Jika saat itu Rasulullah SAW merasa sendiri dalam perjuangannya setelah Abu Thalib dan istri tercinta dipanggil Allah, niscaya hari ini kita tak pernah mendengar Islam menjadi sebuah peradaban yang tinggi. Jika saja.... ah sudahlah

Tahu kenapa mereka seperti itu? Karena mereka punya Allah. Mereka meyakini dengan sepenuh jiwa dan raga bahwa Allah akan memberikan pertolongan. Mereka paham benar bahwa Allah tak akan pernah membuat para hambaNya kecewa.

Semoga bermanfaat!

Sunday, 15 June 2014

2008 - 2014

Banyak yang bilang saya menyia - nyiakan usia perkuliahan. Menggantinya dengan sesuatu yang tidak penting dan tak bermanfaat.

Ah siapa bilang? Belakangan saya mencoba menghitung apa yang sudah saya lalui dan kenapa hidup saya jadi seperti ini. Hahaha bukan mau bilang hidup saya berantakan dan memalukan karena kuliah yang belum selesai.

Menyelesaikan kuliah memang prioritas utama tapi ketika saya menjalani dua tahun ini, keutamaan itu menjadi bergeser. Menurut saya keutamaan tersebut adalah sesuatu yang umum.

Hehehe bukan bermaksud membela diri, tapi pernah dalam suatu waktu saya memang berpikir dan berniat untuk menunda kuliah selama satu tahun. Siapa sangka Allah mengaturnya sedemikian rupa.

Okeh kali ini saya mengajak teman untuk melihat apa yang saya lalui. Ga mau juga ga apa apa heheje.

Tahun 2008 awal hidup perkuliahan saya. Mengenal kampus dan organisasi serta orang orang di dalamnya. ..

Tahun 2009 pertama kalinya saya ditawari untuk membina anak sekolah di smansa. Ini lonjakan terbesar karena di sinilah saya belajar menjadi teladan, lebih berhati hati dan mulai belajar tentang hal hal prinsip.

Tahun 2010 begitu saya mengikuti DM2 perubahan besar itu dipaksakan terjadi. Saya mulai dipaksa membaca buku aneh dan dipaksa belajar menulis artikel, terlibat dalam kegiatan dan lain lain. Dari sini saya mulai belajar membangun jaringan.

Tahun 2011 amanah besar itu datang. Menjadi ketua BEM yang membuat saya lebih cengeng sekaligus kuat di sisi lain. Mencoba berpegang pada senior sambil belajar memimpin meski kesuksesan itu cuma mimpi. Di tahun ini saya mengenal mana musuh mana teman yang keduanya tak ada yang abadi. Mana mereka yang setia hingga akhir mana yang hanya pandai berbicara.

Tahun 2011 hingga 2012 bagi saya adalah tahun membuka diri pada berbagai jenis orang. Kesempatan belajar untuk mempelajari kondisi yang tak sesuai dengan buku. Ini juga tahun jalan jalan, tahun yang memberi saya peluang berada di daerah lain bersama mereka yang belum tersentuh tarbiyah.

Tahun 2013 di mana seharusnya saya lulus, saya menundanya. Saya putuskan untuk masuk dunia kerja dan belajar pada orang orang yang hanya berpikir tentang uang. Sholat? Tak ada dalam kamus. Hanya ada uang, kerja, wanita dan minuman keras.

Tahun 2013 hingga 2014 memberi saya warna baru. Politik. Mungkin belum seluruhnya. Tapi saya belajar strategi, memahami karakter qiyadah dan para kader tarbiyah. Belajar menjadi lebih berani. Jaringan yang saya bangun mulai meluas meski hanya tahap mengenal. Di tahun ini pula saya mulai memahami tentang kalimat "Jamaah ini adalah sekumpulan manusia, bukan malaikat".

Sekarang dengan berbagai hal yang telah dilewati skripsi adalah bagian yang belum rampung. Tak mengapa, saya sama sekali tidak menyesal menundanya. Apa yang harus disesalkan ketika Allah telah berikan begitu banyak nikmatNya.

Tahun ini semoga Allah mudahkan, saya juga butuh doa. Bukan pertanyaan “skripsinya gimana?”

Insya Allah

Macet


Di perjalanan menuju rumah seorang teman . Woew di simpang batu 6 antrian lampu merahnya panjang sekalee. Karena jam pulang kantor kali ya. Dua kali lampu merah baru bisa jalan.

Kuputusin ngambil jalan lewat kijang lama yang tembus ke Tanjung Unggat. Biasanya sih lebih cepat dan lancar tanpa harus berebut jalan sama pengendara lain.

Aku ambil sebelah kanan untuk antri lampu merah. Wihhh panas nya pake banget. Muka sebelah kanan kebakar. Mana yang sebelah kiri masih perih bekas cakaran dahsyat Kalisa, dua garis dan kali ini lebih dalam. Berbekas. Berasa kayak Kenshin Himura *lebay

Nah pas lagi nutupin pipi noleh deh ke kiri sambil liatin papan iklan yang gede gede itu.

Sambil pasang muka cuek sedunia merhatiin iklan satu persatu. Mungkin bapak bapak yang ada di mobil sebelah kiri di jalur lurus jadi salting. Dia pikir aku liatin dia kali ya. Ini yang geer siapa sih -_-

Beberapa detik kemudian, ciiit. Berhentilah seorang lelaki muda dengan motor agak gede. Hahahaha ini orang berhentinya pas banget di samping sampe aku bisa ngitung jumlah jenggotnya. Oalaaah!!! Reflek tangan yang tadinya di pipi langsung pindah ke stang dan noleh ke kanan. Eeeeh di sebelah juga ada yang sama, pake jenggot juga. Huahaha pengen ngakak tapi mesti nyadar karena lampu udah hijau

Pulangnya langsung bikin status di fb:
Bersabarlah dalam kemacetan, siapa tahu nemu jodoh di sana *modusss

*Cerita sebenar yang lebih baik diabaikan

Hidup Bahagia Tanpa Biaya

Beberapa hari yang lalu di salah satu tv swasta ada promosi selimut dan bantal yang berguna untuk membuat tidur lebih nyaman. Kelebihan lainnya alat alat ini akan meningkatkan hormon (lupa namanya, mungkin endokrin) yang mampu membuat pemakainya lebih bahagia.

Alat alat seperti ini sebenarnya akan menjadi barang yang tidak laku jika kita mau menerapkan apa yang Rasulullah ajarkan. Bukan menggurui hanya menyampaikan sedikit pendapat.

Tidur yang nyaman sudah Rasul ajarkan. Pertama sebaiknya diawali dengan berwudhu terlebih dahulu. Banyak yang nanya, kan bukan mau sholat. Lagian ntar juga batal.

Nah wudhu itu kan bukan cuma buat sholat. Substansi dari wudhu itu membersih dan mensucikan diri. Bikin seger dan jiwa lebih tenang. Kalo pun nanti batal ketika tidur, toh kita tidur dalam keadaan mensucikan diri.

Trus setelah wudhu sempatkan untuk sholat witir. Trus baru deh tidur. Eits jangan lupa baca doa dulu. Usahakan baca ayat kursi dan 3 surah pendek terakhir dalam Al Quran kemudian doa sebelum tidur.

Soal posisi Rasul juga ajarin. Dengan miring ke kanan. Kaki kanan berada di bawah kaki kiri. Insya Allah ga bakalan mimpi buruk dan tidurnya nyenyak.

Soal hormon bahagia dan sebagainya, kita punya obat murah meriah yang udah dipake selama 14 abad ini. Nama obatnya Al Quran.

Nah biar hidup lebih bahagia, sempetin deh baca Al Quran minimal satu lembar dalam sehari. Yang udah biasa 1 juz dalam sehari lebih bagus, mudah mudahan nular ke yang lain.

Gimana? Cara cara ini ga perlu mengeluarkan biaya besar kan? Bahkan hampir ga ada biaya sama sekali.

Selanjutnya tidur nyenyak, hati senang, keluarga juga bahagia melihat wajah cerah sepanjang hari. Oh ya cara di atas dijamin sehat insya Allah. Selamat memcoba


*Mohon koreksi jika ada kesalahan

Sunday, 8 June 2014

Sungguh Kami Akan Belajar Sabar Kepadamu

Innalillahi wa inna ilahi rojiuun

Dua hari terakhir kami kembali mendengar kabar kepergian orang - orang yang disayangi keluarganya. Dua hari yang lalu kudengar anak perempuan Aini yang belum genap berusia setahun meninggal dunia. Sedih pastinya. Pasangan muda ini harus rela ditinggal buah hatinya, Nadifa karena sakit, begitu yang kubaca di facebook. Semoga Allah berikan kesabaran bagi keduanya dan hubungannya senantiasa langgeng. Tak seperti yang selalu kutonton dalam drama mau pun film yang menggambarkan renggangnya hubungan pasangan yang kehilangan anaknya di masa muda. 

Berita kedua kami terima semalam sore. Kali ini dari keluarga Adi Susanto yang juga kader KAMMI, mahasiswa UMRAH Fakultas Teknik. Anak yang sering kali kubilang agak mirip Hatta dalam penampilan dan gayanya ini kehilangan abang dan keponakannya karena kecelakaan di Busung sore itu. 

Satu keluarga, seperti yang kubaca di BATAM TODAY sedang dalam perjalanan ke Tanjungpinang. Suami dan istri berserta ketiga putri mereka yang masing - masing berusia 6 tahun, 2,5 tahun dan 3 bulan. Dalam kecelakaan itu suami (Ishar Yanto) dan anaknya yang berusia 2,5 tahun meninggal dunia. Sementara istri dan dua anak yang lain saat aku menulis ini sedang dalam kondisi kritis dan sekarang berada di RS Awal Bros Batam.Semoga Allah jadikan matinya khusnul khotimah dan terhitung syahid di jalan-Nya.

Kematian adalah sesuatu yang telah Allah tuliskan di Lauhul Mahfudz, kita sebagai manusia hanya perlu ridho akan ketentuan yang telah Allah gariskan. Harap kami seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran dan ketabahan. Dan yang pasti akan selalu ada hikmah dibalik musibah yang menimpa manusia. 

Allah sudah perhitungkan bahwa mereka sanggup menunaikan ujian kali ini. Ujian yang belum tentu aku bisa melewatinya dengan baik. Sungguh kelak kami akan belajar sabar dari keluarga - keluarga ini. 

Allahummaghfirlahum warhamhum wa'afihi wa'fu'anhum

Wednesday, 4 June 2014

Jasad Berdarah Seorang Laki - laki

Hari Minggu saat aku akan ke pelabuhan Penyengat, aku melewati Jalan Kamboja. Jalan ini kukenal sebagai jalan yang bebas macet dan bisa kukebut hingga 50-60 km/jam karena ini di dalam kota. Beda kalo harus lewat Batu 5 bawah yang harus lebih sabar. Namun karena hari itu hujan turun cukup deras 40 km/jam sudah kurasa cukup meski dalam hati berdebar takut ketinggalan kapal menuju Pangkil. 

Sebelum tiba di persimpangan Kamboja menuju Bakar Batu, aku melihat beberapa orang berkerumun. Kerumunan itu menyebar tak hanya di satu titik. Kupikir mereka berteduh karena ketika itu bagi yang tak memiliki mantel, menerobos hujan bukanlah pilihan yang bagus. Aku sendiri harus menggigil kedinginan karena mantel yang tak cukup panjang sehingga kaus kakiku benar - benar basah. 

Betapa terkejutnya aku ketika laju motor kupelankan dan menoleh ke arah kanan di mana orang - orang sedang berkerumun. Di depan salah satu ruko yang tertutup itu ada sesosok mayat laki - laki yang tergeletak begitu saja. Bagian wajah dari dagu hingga lehernya berdarah. 

Sejauh yang kulihat di waktu yang sangat singkat itu, laki - laki tersebut tidak mengalami luka di bagian lainnya. Kurang yakin juga karena aku melihatnya dari jauh. Kulihat tak ada seorang pun yang berani mendekati mayat tersebut. Aku pun tak begitu yakin dia masih hidup atau tidak. 

Perkiraanku awalnya dia jatuh dari lantai atas, tapi tak mungkin karena jika demikian tenta bagian kepalanya yang berdarah. Mungkin saja dia adalah korban kecelakaan lalu lintas, tapi aku tak melihat kendaraan yang hancur, jika ia adalah pejalan kaki aku tak melihat ceceran darah lainnya. 

Di perjalanan aku memikirkan bahwa orang itu korban pembunuhan atau baru saja terlibat perkelahian. Bisa jadi ia sedang mabuk dan lain sebagainya. Pikiranku bermain menebak apa yang terjadi. 

Sayangnya hingga aku menulis hal ini aku belum mendapat informasi mengenai kejadian tersebut. Tak tahu juga harus bertanya pada siapa saja. 

Apa lelaki itu mati atau masih hidup hingga hari ini. Dan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. 




Friday, 30 May 2014

Ngeblog Merekam Jejak

Aku punya blog dari tahun 2007 tepatnya ketika usiaku 17 tahun, usia yang manis tapi kulewati dengan hal - hal biasa. Yah setidaknya hal biasa sebagai remaja tanpa menikmati kisah cinta di sekolah. Kupikir hari ini sudah terlalu mainstream bagi remaja untuk memaksakan diri merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta atau pacaran dengan orang yang mereka suka.

Di awal niat bikin blog cuma buat nyobain hal baru yang aku baca di majalah. Ketika itu banyak banget postingan tentang blogger.com


Trus karena keasyikan blog ini jadi tempat buat curhat atau memaki - maki sesuatu yang ga bisa aku lakukan di dunia nyata hahahha what a coward! Tapi semakin ke sini aku sedikit demi sedikit nyadar nih kalo nge blog ga cuma buat begituan. Nge blog adalah bagaimana cara kita ninggalin jejak sejarah kita sendiri.

Kata Anis Matta, jangan biarkan sejarah kita ditulis oleh orang lain. Yaa beda sih memahaminya.

Yang pasti pemahaman aku tentang nulis makin luas. Dulu ketika ikut mentoring kepenulisan sama Dacho dan teman - teman lain kami diarahkan untuk menulis di koran lokal maupun nasional jika mampu. Tujuannya sederhana, koran merupakan media massa yang menyentuh masyrakat hingga pelosok sekalipun sehingga pembentukan opini akan lebih mudah terbentuk

Well, dia benar dan kami melakukannya beberapa kali. Aku berusaha keras untuk membuat tulisan yang punya nilai. Mulai dari mempelajari undang - undang yang berhubungan dengan masalah, searching berita, cari pendapat tokoh dan mulai nyusun tulisan. Yaa beberapa tulisan pernah nangkring di koran lokal.

Nah semakin ke sini, intensitas kami ketemuan itu makin dikit. Aku udah mulai meninggalkan dunia jurnalistik yang dulu disorong - sorongkan sama Dacho. Ya, kupikir aku tak begitu cocok di dunia seperti itu karena duniaku adalah dunia yang penuh curhatan seperti ini.

Aku lebih menyukai menulis sebuah tulisan yang bebas tanpa harus memperhatikan EYD dan yang lainnya, tapi bukan berarti aku meninggalkan semuanya. Hanya saja sekarang aku lebih suka menulis di blog dengan tema bebas. Mungkin sekali - kali aku perlu kembali menulis yang serius untuk dikirimkan ke media hehehe

Bagaimanapun juga karena tulisan lah aku bisa berkenalan dengan orang - orang hebat. Jurnalistik itu sungguh dunia yang menyenangkan. Meski tak banyak yang kukenal tapi itu sudah sungguh membahagiakan.

Well, sekali lagi menulis adalah bagaimana cara kita meninggalkan jejak bukan?

Bayangkan jika nanti kita sudah mati dan ga ada lagi di dunia ini. Ini kan zamannya sosial media, hampir semua orang punya dan mereka udah bisa ninggalin jejaknya sendiri. Nah kita yang suka nulis tentu ga mungkin cuma ninggalin status - status gaje di sosmed kayak facebook, twitter dan lainnya kan. Aku pikir blog merupakan harta berharga yang bisa aku wariskan pada siapapun. Bukan dalam hal pengelolaannya tapi isinya.

Kupikir begini, ketika kita mati ada tiga hal yang akan tetap ngalir kepada seorang muslim yaitu ilmu yang bermanfaat, doa anak sholeh dan sedekah jariyah. Di antara tiga hal tersebut yang aku punya dan bisa lakukan cuma hal yang pertama yaitu ilmu yang bermanfaat.

Meski aku bukan orang yang berilmu - ilmu amat tapi sedikit ada ilmu hehehe karena itu aku menuliskan hal - hal yang mudah - mudahan bermanfaat bagi orang lain ketika membacanya. Dengan harapan mereka terinspirasi oleh kebaikan dalam tulisan dan mengamalkannya.

Yah semoga hal ini bernilai ibadah ya

Sunday, 18 May 2014

Reading is the Best Teacher

Reading is the best teacher, membaca adalah guru terbaik. Begitulah kira - kira jika diterjemahkan. Aku membaca tulisan itu di lampu merah di daerah Kantor Gubernur Kepulauan Riau.

Well, sekali lagi pemerintah mencoba menggalakkan orang - orang untuk rajin membaca buku melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri.

Sebenarnya engga kali ini aja aku liat spanduk begituan. Sebelumnya di simpang Senggarang juga ada dengan kalimat ajakan yang berbeda. Lupa dink

Kita ini masalahnya apa sih? Malas dan jarang baca gitu aja. Ada orang yang mengatakan dan menyalahkan kalo kejarangan dan kemalasan membaca itu gara - gara ga ada fasilitas yang memadai, yang keren dan sebagainya. Mereka ngimpiin punya perpustakaan super gede dengan ruangan yang nyaman full AC dan buku - buku yang menumbuhkan minat bacanya.

Hellloooowww kalo kamu ga suka dan emang malas membaca jangan salahin orang lain, apakah dia itu pemerintah atau yang lainnya. Oke di sisi lain aku setuju bahwa kita di Tanjungpinang khususnya emang masih kekurangan fasilitas yang berhubungan dengan buku. Apakah itu perpustakaan yang ga nyaman, buku yang ga lengkap, buku yang mahal dan lain sebagainya. Untuk soal beginian biar pemerintah menyelesaikan tugasnya, kita dukung programnya dan kasih kritik juga saran sebagai bahan perbaikan mereka.

Nah kembali ke kita deh

Anak - anak hari ini lebih doyan ngemong di depan internet berjam - jam ketimbang baca buku sambil nikmatin susu buatan ibu mereka. Yaaa ga bisa salahin mereka juga sih, namanya juga anak - anak, cuma bisa nyontoh apa yang mereka lihat.

Oleh karena itu tugas kita nih sebagai generasi kece supaya anak - anak doyan baca. Yaaa minimal adik, ponakan, sepupu di rumah.

Ada satu sesi dalam acara di Metro TV tentang membaca. Para orang tua khawatir karena anak - anaknya lebih seneng main gadget daripada baca buku. Acara ini menghadirkan Asma Nadia (wowww). Nah ada nih Asma Nadia cerita. Ada seorang ibu - ibu bertanya kenapa anaknya itu ga suka baca. Lalu oleh Asma Nadia balik nanya, "Mohon maaf, ibu baca buku ga?"

Hehehehe jelas banget kan kalo pengen anak - anak kita itu doyan baca ya dimulai dari ibunya dulu. Secara ibu itu orang yang paling banyak interaksinya sama anak - anak dibanding ayah.

Nah sekarang giliran kita nih. Kalo emang pengen anak - anak yang pinter n rajin baca, ya kitanya mesti suka dulu sama buku

Gitu aja deh nulisnya

Saturday, 10 May 2014

Mati Lampu? Wolessss!

Hai beb kamu sehat kan? Semoga udah pada shalat dan baca Quran semua ya ketika baca tulisan ini

Baidewei, akhir - akhir ini mati lampu udah mulai lagi di Tanjungpinang. Kadang dalam sehari bisa lebih dari 5 jam. Bikin kesel ya? Pasti hehehehe

Mati lampu itu emang merugikan masyarakat beb, mulai dari aktivitas yang terhambat apalagi yang emang bergantung sama listrik dan ga punya genset. Trus belum lagi barang - barang elektronik di rumah juga bakalan mudah rusak. Nyebelin? Iya. 

Ga jarang nih ketika mati lampu bergilir kayak begini banyak tuh bertebaran status di sosmed mulai dari bbm sampe path ngomelin dan ngumpatin PLN. Ahahahaha isinya macem macem. Tapi ga semuanya juga sih, ada beberapa status yang mencoba berlapang dada nerima takdir hehehe 

Yupsss mati lampu itu emang masalah yang belum selesai dari zaman dahulu kala bahkan ketika Tanjungpinang udah ganti kepala daerahnya. Masih belum kelar juga. Terbukti, hari ini kita masih ngerasain yang namanya mati lampu. 

Kabar - kabarnya sih mesin di PLN itu rusak (lagi). Hmmm engga tahu juga deh gimana ceritanya, yang jelas PLN udah minta maaf dua bulan yang lalu. Baca aja beritanya di sini. Wali Kota Tanjungpinang juga udah komunikasi langsung sama direkturnya. Yaaa kayaknya sih segala usaha udah dilakuin. 

Dan nasib kita masih begini - begini aja guys, mesti puas dengan pemadaman bergilir yang berjam - jam hehehhe

Nah kita sih cuma agak risih dan prihatin aja gitu ngebaca status teman - teman yang banyakan ngeluuh dan ngomel kalo mati lampu xixixixi.... 

Model kita tuh kayak pecundang sih, ngomel di sosmed doang tapi ga ada usaha buat ketemu sama direktur PLN nya hehhehee... Pernah nih kita lagi aksi damai di tepi laut buat Pemilu 2014 lalu, eh ada abang - abang deketin. Doi ngajakin kami yang jumlahnya waktu itu cukup banyak (untuk hitungan organisasi di Tanjungpinang itu udah banyak banget, apalagi itu baru kadernya aja belum lagi simpatisan hehehe) buat demo di PLN hahahahha 

Ini abang punya semangat provokasi tapi sayang engga punya massa :p 

Sebenarnya sih kalo mati lampu ya ga perlu ngomel - ngomel amat lah ya. Sesuatu itu bakalan asik kalo dinikmatin. Mati lampu itu juga nikmat loh, ambil positifnya aja. Bikin dada sesak tau kalo ngomel melulu

 Banyak banget kegiatan yang bisa kita lakuin pas mati lampu. Kalo emang lagi apes hapenya lowbat ya udah lah tidur aja. Kalo panas pake kipas sate. Suasana emang makin panas karena di samping kamu itu lagi ada banyak setan yang ngebisikin "Panas, panas, panas" hahahaha

Trus kita juga ngikutin bilang panas. Padahal nih kata si setan, "Elu belum tau aje di neraka panas nya lebih daripada beginian" Trus dia ngakak :D :D :D 

Kalo emang kita lagi ada kerjaan yang deadline trus mati lampu ya udahlaaah biarin aja tunggu sampe lampunya hidup lagi. Ngomel atau marah cuma bikin nambah masalah. Nikmatin, tinggalin meja kerja trus keluar, hirup udara segar dan pandangi tumbuhan hijau :-)

Yaaa terserah aja sih gimana mau menyikapi kondisi yang mati lampu kita cuma ngasih masukan. Dipake alhamdulillah, ga dipake aku rapopo hehehe ini juga ditulis biar lebih rileks

Terakhir, mari kita doain supaya PLN diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa untuk memberikan pelayanan terbaiknya buat kita - kita semua tanpa pandang dia pejabat atau bukan. Selalu tampil prima, ramah dan terjauhkan dari godaan korupsi berjamaah. Amiiiiiiin



Thursday, 8 May 2014

Jangan Nangis Lagi

google.com
Aaaaak meledak!!!

Hehehe kalo rapat emang suka begitu ya akhwat, termasuk aku sih xixixxiii

Semalam rapat Dauroh Quran di sekre, aku datang telat karena emang engga diundang aja sih. Sita Jumat ini mau berangkat ke Bekasi jadi aku diminta datang buat nanti gantiiin dia jadi MCR selama training. Okeh aja

Nah pas dateng rupanya rapat udah berlangsung alot hehehe kata Sita, panas nih kak. Kukira panas udaranya karena tempat akhwat emang panas banget. Ternyata suasana rapat juga panas. 

Ga tau gimana ceritanya pas giliran yang bicara dia meledak - ledak. Wiiihhh ngeri man. Daaaan akhirnya nangis :-) #pukpuk

Kayaknya sih berawal dari kata - kata Deni sama Wira yang setajam silet hehehe yaa biasalah namanya juga ikhwan. Dan biasa juga namanya kan akhwat. Intinya mempertanyakan kaderisasi aja sih. Karena doi ga tahan dan ngerasa dipojokin ya cuma bisa marah, sedih juga kali ya. 

Ngerasa udah kerja pontang panting ngurusin kaderisasi eh malah digituin. Sabar aja Dije xixixii semua masalah komunikasi yang gagal total hehehe benerin aja lagi

Kalo diinget -inget sih yaa wajar aja akhwat nangis. Aku juga pernah nangis loh sampe merajuk merajuk trus chattingan sampe ngeluarin kata - kata sampah. Hahahaha kalo inget itu ya lucu karena aku maki - makinya sama satu orang, tapi ga langsung ke orangnya. Biasanya chatting sama temen aku yang ikhwan gaje juga kayak aku ini hahaha

Nangis paling deres itu waktu rapat panitia DM2 di Batam. Beuuuhhh aku agak lupa sih kenapa harus nangis malam itu. Acaranya kan di Kanpora Batam. Setelah peserta bubar kami panitia rapat evaluasi sampe tengah malam -_-

Aku biasanya suka diem dulu kalo rapat ntar klo udah ga tahan ya baru ngomong trus kemarin itu sampe nangis. Habislah diejek sama Redha dan Kak Jamhur plus Dachroni n Kak Hendri. Ini orang mulutnya emang ga bisa ditahan terutama Redha. Aku kira ga akan ada yang lapor ke ketua kamda (Pak Noi) eeeeh di acara - acara berikutnya habis aku kena sindir "Kita sudah AB2, jangan cengeng!!!!" 

Berasa pengen masuk perut bumi -_____-

Tapi ya ga selamanya aku yang nangis atau dimarahin ada waktunya aku yang mencak - mencak hahaha rupanya ini diingat juga sama anak - anak itu. Cuma karena aku ini rada jadi akhwat yang ga jelas mereka cuma mesem mesem aja. Tapi kalo udah ketemu Kak Kimi, mereka diem hahahhaha

Ya sudahlah, namanya juga dinamika organisasi toh
Kalo ga begini ya ga ada yang bisa kita ceritain dan kita kenang. Lagian ini bahan pelajaran juga di dalam forum. 

Buat aku, semangat!!! Jangan nangis lagi ya :D :D :D

Wednesday, 7 May 2014

Juz Bergizi Setiap Hari

Assalamu'alaikum apa kabar teman - teman

Senang rasanya punya waktu untuk menuliskan hal ini... Bukan sok sibuk tapi memang idenya belum tersusun rapi. Kadang ada kata - kata yang tertulis di otak, tapi tak segera dituliskan ke kertas atau langsung ke laptop. Alhasil ide itu langsung menguap, mencarinya lagi bukan main susah sekali :) 

Kali ini ingin membagikan sedikit catatan tentang One Day One Juz kepada kawan - kawan semoga bermanfaat dan berminat untuk ikut bergabung. 

One Day One Juz yang baru saja dilaunching tanggal 4 Mei 2014 lalu di Mesjid Istiqlal Jakarta adalah salah satu komunitas kebaikan yang mendorong para pembaca Al Quran untuk membaca Al Quran 1 juz dalam 1 hari. Mereka yang bergabung di komunitas ini dibagi ke dalam grup - grup di mana jumlah anggota per grup adalah 30 orang. Setiap grup diharapkan khatam dalam satu hari, untuk itu setiap anggotanya bertugas membaca 1 juz agar bisa khatam di hari itu. 

Komunitas ini mungkin bagi sebagian orang baru muncul sekarang, namun telah jauh hari mereka yang sedang belajar menjadi muslim sejati telah menargetkan dirinya bersama teman - teman lain untuk menyelesaikan membaca Al Quran 1 juz dalam sehari. 

Sejarah ODOJ cukup panjang dan kamu bisa membacanya di link ini SEJARAH ODOJ yang dimulai dari penyebaran sms berisi keutamaan membaca Quran dan ajakan untuk membacanya 1 juz dalam sehari. Nah berawal dari puluhan orang sekarang ada ribuan. 

Beberapa waktu yang lalu ada memang pendapat yang mengatakan bahwa ini aktivitas bid'ah yang tidak pernah dilakukan Rasulullah. Tentu Rasul tak pernah melakukannya karena di zaman itu tidak ada aplikasi whatsapp seperti sekarang. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ini adalah suatu perbuatan riya yang nyata. Di lain waktu ada suara - suara tentang peraturan ODOJ yang memberatkan member.

Saya bukan ahli fikih, jadi silahkan baca lengkap pembahasan Ustadz Farid Nu'man Hasan di sini.

Tentu kita tak bisa menyamakan keadaan Rasulullah dengan kondisi hari ini, yang bisa kita samakan hanyalah subtansi kondisi tersebut. ODOJ adalah replika dari kegiatan saling mengingatkan dan bersabar dalam kebaikan. Ikut ODOJ itu juga butuh kesabaran. Sabar untuk membaca 1 juz dalam 1 hari, sabar menunggu anggota lain selesai membaca, sabar jika ada anggota yang jarang laporan, sabar jika hape jadi lowbat karena banyaknya notif yang masuk hehehe 

Kemudian, tuduhan riya. Ini sangat menyedihkan menuduh orang - orang yang sedang berlomba mencintai Al Quran. Jika alasannya adalah tentang keikhlasan, maka jangan pernah bertanya apakah amalan ini dilakukan dengan ikhlas atau tidak. Tak seorang pun tau kecuali dirinya sendiri dan Sang Pemilik Hati. 

Saya jadi ingat perkataan Pak Anies Baswedan tentang niat. Nilai saja tindakan atau perbuatan yang ia lakukan, jangan nilai niatnya. Betul. Kita tak akan pernah tau niat seseorang dalam melakukan suatu amal. Selagi baik dan tidak melanggar aturan, kenapa tidak. Apakah ada yang dirugikan? 

Lagipula tidak ada larangan memperlihatkan amal shalih. Allah memuji orang - orang yang melakukan amalan secara sembunyi dan terang - terangan. Artinya kedudukan keduanya sama, lalu mengapa harus mencela yang berbuat secara terang - terangan :) 

Manfaat One Day One Juz 

Secara pribadi  saya bergabung di ODOJ pada bulan November 2013 ketika suatu pagi seorang Ustadz menelpon untuk menawari bergabung di grup. Ketika itu grup yang saya masuki masih bercampur dengan ikhwan, jadi jika ada akhwat yang berhalangan karena haid juz nya menjadi rebutan hehehe

Tak lama setelah itu terjadi perapian grup dan kami pindah ke grup 209 bersama para akhwat dan ummahat lainnya yang sebagian besar berasal dari Tanjungpinang.

Alhamdulillah, saya yang sangat jarang untuk tilawah 1 juz dalam sehari mulai memaksakan diri hehhehee.. Memang tampaknya kebaikan itu harus dipaksa dulu ya dan insya Allah sudah terbiasa meski kadang selesainya sudah tengah malam, kadang lupa laporan dan kadang engga sampe tamat

Manfaat paling besar yang saya dapatkan ketika bergabung di ODOJ ini adalah ketika saya mencoba menjadi admin. Jadi saya dan beberapa teman mengajak para aktivis dakwah kampus untuk ikut gabung, alhamdulillah meski hampir sebagian besar tidak pakai whatsapp grup ini bisa saya kelola beberapa waktu.

Kemudian berbekal waktu yang senggang saya coba lagi untuk membentuk satu grup yang isinya teman - teman sekolah saya dulu. Meski tak sedikit yang menolak tapi banyak juga yang bergabung, jadilah grup ini isinya teman - teman saya dan teman - teman mereka ditambah beberapa kenalan dari facebook yang berminat gabung saat saya buat status tentang ODOJ.

Sekali lagi syukur kepada Allah SWT karena salah satu kelebihan jadi admin adalah saya jadi kenal dan lebih dekat meski belum seluruh anggota. Sayangnya karena ketidakmampuan saya sendiri grup ini harus saya lepaskan kepada admin baru dari ODOJ pusat, semoga teman - teman terkelola dengan baik lagi.

Grand Launching

Grand Launching ODOJ kemarin heboh juga. Saya dengar komunitas ini dapat rekor dunia, masya Allah luar biasa. Tema yang diangkat juga bagus "Membumikan Al Quran"

Ya saya pikir tema ini cocok karena hari ini Al Quran perlu untuk diakrabkan dengan penduduk bumi. Bukankah Al Quran sudah terlalu dianggap eksklusif? Membacanya di depan publik menjadikan pembacanya menjadi sorotan utama seolah - olah ini adalah hal yang aneh.

Membaca Al Quran itu harusnya menjadi sesuatu yang tidak begitu istimewa karena ini seharusnya adalah sebuah kebiasaan layaknya membaca buku. Mungkin letak keistimewaannya adalah efek yang kita dapatkan. Membaca Al Quran itu kegiatan para penduduk bumi tidak hanya muslim tapi juga non muslim.

Melalui ODOJ diharapkan waktu yang kita sediakan untuk berinteraksi langsung dengan Al Quran lebih diperbanyak. Bukankah itu baik?

Nah, selamat atas Grand Launching ODOJ yang spektakuler 4 Mei yang lalu semoga gerakan ini semakin meluas ke seluruh pelosok Indonesia. Bagi teman - teman yang ingin bergabung silahkan daftar ke onedayonejuz.org

Wassalamu'alaikum semoga bermanfaat :)



Friday, 2 May 2014

Manhaj Haraki, Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik Rasulullah

Akhir - akhir ini baca buku memang harus punya waktu khusus. Seperti kata Kak Ira Marby, nafsu beli buku kami lebih besar daripada nafsu untuk membacanya sampai tamat. Terbukti hingga hari ini hanya ada beberapa buku yang secara pribadi aku baca dari awal sampe akhir. 

Kalo buku - buku tipis ya wajar meski banyak juga yang belum kelar hahaha buku tebal yang baca sampe akhir tanpa ada satu huruf pun terlewat itu KAMMI dan Pergulatan Reformasi karangannya (lebih tepatnya tesisnya) Mahfudz Siddiq. Waah buku ini beneran bikin melek tentang sejarah KAMMI.

Beberapa hari belakangan aku baca Manhaj Haraki 1, belum pernah selesai baca karena kupikir membosankan karena tebal. Lagipula ini buku tentang strategi pergerakan dan perjuangan politiknya Rasulullah SAW, bagian dari Sirah Nabawiyah juga, cuma lebih fokus ke strategi gitu.

Ini salah satu buku yang masuk dalam deretan mantuba buat aktivis tarbiyah soalnya detil banget penjelasannya, lebih kontemporer. Pernah nih waktu kasusnya Ustadz Luthfi Hasan Ishaq ditangkap, eh rupanya ada di dalam buku ini. Kejadiannya persis sama.

Ketika menulis ini aku mencoba mencari lagi, tapi ga ketemu. Mungkin lupa judul atau di Manhaj Haraki 2, eh emangnya aku udah punya ya? Liat di rak buku kayaknya ga ada, dipinjemin ga mungkin. 

Jadi ditulis di dalamnya : 
Ada suatu saat para pimpinan ditangkap dengan tangan diborgol kemudian beritanya disebarkan ke seluruh penjuru negeri. Para wartawan sibuk mengambil gambar kemudian membuat berita tidak benar mengenai hal yang belum tentu kebenarannya.

Ini sungguh persis dengan apa yang dialami oleh Ustadz Luthfi. Insya Allah kalo ketemu halamannya aku share deh. 

Nah kata Akmal Sjafril nih, harusnya buku Manhaj Haraki jadi buku wajibnya seluruh aktivis dakwah, mulai dari tarbiyah, salafi, jamaah tabligh, hizbut tahrir dan lain sebagainya bahkan masyarakat umum juga perlu membacanya. Membaca daftar isinya membuatku berpikiran yang sama, tapi agaknya mustahil jika kader Hizbut Tahrir mengikuti apa yang ditulis di dalamnya karena ada bab tentang pembentukan pemerintahan Islam melalui pemilihan. Jika ini diartikan demokrasi lagi maka HT dan Tarbiyah tak akan pernah menemukan titik yang sama. Hewww

Oh ya buku ini ditulis oleh Syaikh Munir Muhammad al Ghadban yang sejak kecil dekat dengan Sirah Nabawiyah dan bercita - cita untuk menulis sirah di kemudian hari. Kabarnya beliau terinspirasi dari Petunjuk Jalan - nya Sayyid Quthb. 

Oleh karena itu semoga buku ini bisa aku selesaikan dari awal sampai akhir, memang bacanya harus nyicil. Sekarang baru di tahapan dakwah sirriyah dan menurutku ini keren banget. 

Ada poin tentang penugasan kader oleh qiyadah. Jadi ada kader - kader tertentu yang memang ditugaskan oleh qiyadah untuk masuk ke dalam garis masuk dan hal ini tentu ga sembarangan. Di Manhaj Haraki ditegaskan bahwa tugas tersebut dilaksanakan atas instruksi pimpinan, jadi kader ga boleh (istilahnya) mandai - mandai, kecuali dalam keadaan yang memang sangat darurat. 

Lalu tentang rumah Arqam ibnu Arqam yang rumahnya dijadikan sebagai markas pertemuan Rasulullah dengan para sahabat di awal dakwah. Kupikir itu bukan nama orang, tapi ini memang sebuah nama seorang pemuda yang berusia 16 tahun. Ada alasan mengapa Rasulullah menggunakan rumahnya sebagai tempat pertemuan. Salah satunya adalah karena orang - orang Quraisy tidak akan memperhitungkan rumahnya. Dia pemuda yang tak terkenal, sangat tidak diperhitungkan. Kafir Quraisy mengira Rasul akan menggunakan rumah sahabatnya yang punya nama di masyarakat. Wah, ini mainannya para intel ya :D 

Masih banyak yang aku baca, tapi tak untuk dituliskan dalam tulisan kali ini, semoga teman - teman juga berkesempatan membacanya. Eh langkah pertama harus punya dulu. Sisihkan gaji untuk beli buku - buku kaya ilmu yaa

Wednesday, 30 April 2014

Berenang

Seringkali ketika saya lebih suka pergi ke pantai bersama teman - teman laki - laki daripada teman - teman perempuan. Bukan bermaksud ingin ber'mentel' tapi saya menemukan banyak kesamaan yang saya ingin lakukan ketika berada di pantai.

Beruntung saya punya adik laki - laki jadi ketika kami ke pantai setidaknya saya punya mahrom sehingga orang lain tidak akan dengan mudah memfitnah. Tapi karena saya orangnya cuek ya jika ada hembusan tak sedap mengenai prilaku saya yang kadang menyimpang, saya hanya membiarkannya dan nyengir sendiri.

Ada sebab yang menjadi alasan kenapa saya lebih senang dengan mereka. Ketika saya ke pantai, hal wajib yang harus saya lakukan adalah berenang. Nah, kebanyak teman perempuan saya hari ini amat sangat malas untuk diajak berenang.

Alasannya cukup repot jika harus berenang di pantai (lalu mau di mana?). Harus ganti baju lagi dan lain sebagainya. Apalagi tempat terbuka seperti ini, mereka katanya malu jika harus dilihat orang lain keluar dari air dengan pakaian yang basah.

Oke, pada awalnya saya cukup geram dengan berbagai alasan yang mereka kemukakan, tapi belakangan saya sudah tak begitu ambil pusing.

Dulu di awal kuliah, memang ada beberapa akhwat yang gesit sekali menjawab 'oke' saat kata 'berenang' itu muncul. Kadang kami bermotor ria pergi ke Trikora hanya untuk berenang. Saat rihlah organisasi pun yang kami tunggu - tunggu yang waktu untuk berenang. 

Tapi ketika satu per satu mereka menikah dan punya anak, tinggal di luar daerah, maka berenang menjadi sebuah hal yang sulit untuk dilakukan (catet, berenang di laut ya bukan di kolam hehhe). Pernah beberapa kali saya ingin mengutarakan pada mereka untuk berenang, tapi melihat anaknya yang masih kecil saya urungkan saja hehehe udah ketahuan ditolak sih

Akhirnya sekarang ini saya kadang berenang sendiri atau bersama sepupu dan suami - suaminya. Karena kalo kami ke Trikora anak - anak mereka juga ikutan berenang atau neneknya yang jaga dengan senang hati :p Atau kadang jika beruntung berenang dengan teman - teman laki-laki tapi tentu ini tak bebas karena saya harus berada sekian meter dari mereka hewww sendiri juga akhirnya

Buat akhwat seperti saya ini, berenang di pantai merupakan pilihan. Saya tak mungkin berenang di kolam berenang yang sempit dan begitu banyak orang yang akan memperhatikan saya *yaa kecuali kalo saya nekad berenang subuh2). Apalagi saya berenang dengan pakaian lengkap. Mulai dari jilbab, baju, rok, celana panjang dan kaus kaki. Bukankah pemandangan yang aneh jika saya mengenakan itu semua dan kemudian nyebur ke kolam renang XD

Karena itu berenang di laut adalah pilihan mutlak hahaha Lagipula konyol jika saya menghilangkan kesempatan untuk berenang hanya karena itu semua. Berenang itu kan olahraga, bahkan Rasulullah menganjurkan itu. Olahraga yang disebut - sebut itukan berenang, berkuda dan memanah. 

Ketika berenang di laut, saya merasa lebih bebas karena tempatnya yang luas. Jika pun ada yang memperhatikan saya, tak akan begitu detilnya karena tentu akan lebih menarik bagi mereka melihat bule dengan bikini ketimbang melihat saya :D. 

Berenang itu menyenangkan

Saya tinggal di Kepulauan Riau tepatnya di Pulau Bintan yang menyediakan pantai yang indah dengan pasir putih bersih dan air laut yang bening. Nikmat Allah ini tak boleh saya sia - siakan dan tak cukup hanya dengan memandangnya. Saya harus merasakan lembutnya pasir yang saya injak ketika berada di dalam air. Saya tak boleh melewatkan hangatnya air laut atau dinginnya air pantai Trikora di beberapa titik. 

Beberapa pertemuan, di dalam forum Pak Kusmayadi (salah satu ustadz keren di Bintan) selalu bercerita bagaimana ia ke pantai. Beliau tak pernah melewatkan waktu untuk berenang meski hanya sebentar. Karena beliau adalah perenang, maka Pak Kus biasanya latihan dua kali putaran. Entah putaran yang mana hehhe yang jelas beliau melatih tubuhnya dengan berenang. Terbukti beliau salah satu ustadz yang tetap fit dalam setiap pertemuan. 

Berenang di laut juga lebih menyenangkan ketimbang di kolam renang. Bagi saya pribadi, berenang di pantai lebih menyegarkan apalagi jika berenang setelah hujan turun. Airnya sungguh bening!!! Meski kadang rasanya pegal, tapi keesokan harinya tubuh saya lebih fit dan menyegarkan. 

Karena itu kepada teman - teman, khususnya akhwat, jangan pernah lewatkan kesempatan untuk berenang ketika kita ke pantai. Perjalanan dari Tanjungpinang ke Trikora memang tak begitu jauh tapi cukup menguras energi apalagi kalo pakai motor. Nah jangan sampai ketika kita tiba di sana kita hanya habiskan waktu dengan duduk di pondok atau menyisiri pantai kemudian foto bareng. Ah, itu terlalu mainstream hehehe

Buat kamu yang belum pernah ke pantai Trikora, mari luangkan waktu untuk menikmati pantai ini. Dengar - dengar sih hampir kayak di Bali eh itu sih Lagoi yaaa... Tapi pantai di Lagoi dan Trikora tak jauh berbeda. Untuk liburan murah meriah ke Trikora bisa jadi pilihan keluarga karena kita sedikit kesulitan untuk mengakses Lagoi (fyi, tempat ini tak bisa dimasuki sembarangan karena dikelola oleh orang asing, karena itu untuk menikmatinya kamu harus punya koneksi atau menjadi seseorang yang penting sekali). 

Well, selamat berenang dan menjadi sehat :D

Monday, 28 April 2014

Tipe Pelaku Santai

Tipe Pelaku Santai adalah orang-orang yang ramah dan bahagia. Mereka menikmati kebersamaan dengan orang lain. Cerdas, pandai bicara, jenaka dan penuh pesona, mereka suka menjadi pusat perhatian. Mereka tidak suka sendiri. Semangat hidup mereka membuat orang lain merasa nyaman ditemani mereka dan membuat mereka cepat mengenal orang lain. Tipe Pelaku Santai menikmati saat-saat terbaik dari tiap kesempatan – banyak orang tipe ini berbakat membuat seluruh hidup mereka bagaikan suatu pesta besar. Kebosanan tidak akan terjadi jika ada mereka karena mereka sangat pandai menghanyutkan orang lain dengan antusiasme, suasana hati riang, dan optimisme mereka.

Pemikiran abstrak dan filosofis mendalam mengenai arti kehidupan tidak terlalu menarik minat tipe Pelaku Santai. Mereka pragmatis, realistis, dan benar-benar hidup dalam kekinian. Dalam bekerja mereka juga lebih suka jika semuanya sudah siap sehingga mereka bisa menjalankan tekad mereka dengan sebaik-baiknya. Tidak masalah bagi mereka menangani beberapa tugas sekaligus dan mereka justru gemilang di saat genting! Kegiatan dari beragam bidang dengan banyak kontak sosial sangat tepat bagi mereka. Orang juga jarang menemukan mereka berdiam diri saat waktu senggang; karena sifat mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu, kebanyakan dari mereka memiliki banyak hobi dan minat.

Mereka tidak takut akan hal-hal yang belum mereka ketahui: karena mereka luwes dan kreatif, dengan cepat mereka menyesuaikan diri dengan situasi-situasi baru dan memanfaatkannya dengan baik. Kadang-kadang mereka terlibat konflik dengan peraturan atau hirarki yang ketat, yang langsung membuat mereka merasa terpasung hingga berontak terhadapnya.

Sebagai teman, tipe Pelaku Santai adalah orang-orang murah hati dan gemar menolong yang sangat mementingkan hubungan harmonis dan suasana yang mendukung. Sikap mudah bergaul mereka membuat mereka memiliki lingkaran besar pertemanan dan mereka suka jika rumah mereka dipenuhi beragam tipe tamu. 

Dengan senang hati mereka melarutkan diri pada suasana hati dan minat mereka yang spontan ke dalam satu atau dua hal penting saja. Ini membuat mereka kelihatan agak tidak bisa ditebak bagi mereka yang memiliki sifat lebih pendiam. Saat sungguh-sungguh penting, Anda bisa mengandalkan mereka seratus persen.

Sebagai pasangan, mereka kreatif, bergerak cepat, dan imajinatif – asalkan pasangan mereka tahu bagaimana membuat mereka terpesona. Mereka nyaris tidak bisa tahan dengan kebosanan atau rutinitas dalam suatu hubungan. Mereka sama sekali tidak menyukai konflik; jika sebuah hubungan jadi membutuhkan terlalu banyak ketahanan atau upaya, mereka cenderung menarik diri dari hubungan tersebut dan mulai mencari pasangan baru. Namun demikian, jika Anda berhasil terus menyalakan rasa ingin tahu mereka dalam jangka panjang dan memberi mereka kejutan dari waktu ke waktu, Anda akan mendapatkan pasangan yang setia dan penuh cinta.

http://www.ipersonic.net/id/6.html#.U13sIXhxWc4.facebook

Tuesday, 22 April 2014

Blog Baru untuk Jual Buku

Hai aku bikin blog baru tapi tetap dengan satu akun jadi ngelola nya engga repot. Blog ini dibuat untuk jualan buku. Yaaa usaha kecil - kecilan. Sesuatu yang baru engga akan tahu hasilnya kalo aku belum nyobain. 

Setelah tahun lalu jual rumah, sekarag aku cobain jual buku. Emang rada jauh sih perbandingannya. Kalo rumah bisa dapat komisi sampe jutaan rupiah. Kalo buku? Beuuuh lama baru keliatan untungnya. 

Okeh, awal - awal ini ga usah main hitungan untung - untungan dulu. Jalanin aja kalo ada kesalahan baru perbaiki. Aku udah surfing di beberapa toko buku online dan memesan beberapa di antaranya. 

Tagline yang aku ambil Keren, Kaya Manfaat dan Berkualitas soalnya aku pengen orang - orang menjadi lebih keren dengan membaca buku - buku yang aku jual. Tentunya buku yang aku jual harus yang memiliki azas manfaat dan berkualitas. Semoga bisa yah

Btw, beberapa buku lama aku jual juga buat nambahin modal, yaah lumayan bisa jadi 500 ribuan daripada engga sama sekali ya kan. Di sela - sela nantinya aku selesaikan tugas akhir moga aja ni aktivitas bermanfaat. Aku tunda dulu deh buat jadi pegawainya. Biarpun di rumah ibu agak manyun yaaa apa boleh buat. Lagiann ibu tuh manyun bukan karena aku belum selesai kuliah atau ga kerja, tapi karena akunya belum nikah - nikah juga hahahaha yaaa sabar mungkin belum dateng aja jodohnya 

Sip, untuk jualan buku itu silahkan kunjungi blog BUKU AZIZAH 

Kasih tahu juga temen - temen kamu kali aja mereka lagi nyari buku yang aku sediakan. Btw ini baru dikhususkan untuk wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya.

Sunday, 6 April 2014

#MasihAdaPKS 

[Korean Drama] Miss Korea dan Panasonic Gobel Award

Hey, sudah nonton atau baca sinopsisnya drama Korea terbaru Miss Korea? Dalam bahasa Korea nya Miseukoria, setidaknya itu yang tertulis di Asian Wiki.

Perlu saya akui bahwa ada beberapa adegan yang layak untuk di skip buat yang tidak ingin merusak mata, hati dan mata hatinya. It depends on you while watching it.

Dalam setiap drama Korea yang saya tonton atau baca sinopsisnya, ada pesan yang layak untuk diperbincangkan. Untuk drama ini sebagian besar episodenya saya baca di beberapa situs yang menyediakan sinopsisnya.

Ada hal menarik dari drama ini. Bagi saya drama ini menggoreskan pesan tak tertulis tentang arti sebuah ajang kecantikan yang dielu - elukan sekaligus ditentang habis - habisan dari dua kubu yang berbeda. Bisnis dan politik adalah dua kata kunci yang cukup menggambarkan apa dan ajang seperti apa itu.

Nah digambarkan dalam drama ini bahwa ajang ini sebenarnya adalah sebuah bisnis belaka dari para pengusaha kosmetik, kostum, dan salon. Perusahaan yang menjadi sponsor terbesar berhak mengendalikan aturan main mulai dari penentuan juri bahkan pemenang dari Miss Korea. Selain itu, meski tak ada dalam aturan ajang ini, para finalis Miss Korea diminta untuk menandatangani kontrak bahwa jika mereka menang, mereka secara otomatis menjadi juru bicara atau icon dari produk perusahaan tersebut. Well, jelas sekali. Kita bisa lihat di ajang serupa, pemenang kontes akan tampil di iklan - iklan produknya :)

Everything is about business, nothing at all. Peserta pun berasal dari salon - salon ternama yang juga disponsori oleh perusahaan kosmetik tertentu. Karena itu hadiah yang didapatkan oleh pemenang Miss Korea secara otomatis akan masuk dalam kas perusahaan.

Yang menarik, di tengah drama, seorang calon presiden yang tengah menghadapi pemilu mencoba mengendalikan kontes dengan kekuasaan yang ia miliki. ‘Pesannya’ pada perusahaan sponsor agar pemenang Miss Korea tidak boleh berasal dari Seoul (ibukota Korea Selatan) tapi harus dari Gangwon (salah satu provinsi di Korea Selatan). Dengan demikian secara otomatis, untuk mendukung penilaian, daftar nama juri pun berubah. Dipilihlah para juri yang sebagian berasal dari daerah tersebut. Well, politisi mempunyai peran besar dalam menentukan pemenang kontes :)

Ada harapan besar mereka yang menonton drama ini terbuka mata, hati dan mata hatinya bahwa ajang Miss Korea, Indonesia atau Miss Miss yang lain hanyalah ajang bisnis semata. Tagline brain, beauty dan behaviour yang digadang - gadang kan panitia, media dan sponsor bukanlah gambaran sebenarnya. Saya pikir body, money and beauty lebih layak dan tidak tabu untuk disematkan pada ajang ini.

Bagaimana para peserta yang mengikuti Miss Korea secara fisik harus memenuhi ukuran standar panitia. Ukuran dada, lingkar dada, bokong, pinggang, rahang, panjang kaki, paha, lengan dan semua bagian tubuh yang lain harusnya sesuai. Hahaha silahkan simpulkan sendiri dan tanyakan pada panitia penyelenggara untuk apa semua ukuran ini.

Panasonic Gobel Award 

Malam ini ketika menonton PGA membuat saya geli sendiri. Beberapa sesion di dalamnya mengingatkan saya pada Miss Korea.
Saya menebak - nebak apa ajang ini juga bernasib seperti Miss Korea? Di mana para pemenang telah ditentukan terlebih dahulu di belakang panggung oleh para penguasa dan pengusaha :)

Entah. Di awal tak ingin berpikir begitu sampai saya melihat beberapa politisi mulai menaiki panggung untuk memberikan piala kepada pemenang. Sampai saya mendengar beberapa nama yang disebut secara gamblang berkali - kali oleh para penerima award. Hanya bisa tersenyum.

Entah apa yang bisa saya harapkan dari ajang seperti miss dan putri - putrian itu. Karena cukup geli juga ketika mendengar sebuah argumentasi bahwa ajang ini adalah untuk kepentingan pariwisata negara.

Bagi saya mereka sedang bicara kebohongan saat mengatakan ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan atau untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia. Bohong, karena hanya ada satu kata untuk kontes tersebut, BISNIS

Tuesday, 1 April 2014

Bacaan Keren Buat Kamuh (BK2)

Ehemmm saya harus mulai dari mana nih J 


Assalamu’alaikum pemirsa, sudah merindukan tulisan saya kah? Hehehe bukan geer tingkat tinggi, tapi sebagai penulis amatiran, saya tahu sekali bahwa di luar sana ada begitu ramai secret admirer yang menunggu tulisan – tulisan lebay saya.

Kali ini tulisan keren ini saya persembahkan untuk para pemilih cerdas dan pemula di luar sana yang udah ga sabar untuk berpartisipasi di pemilu 2014. Ngomong – ngomong tentang pemlih cerdas, jangan khawatir. Pemilih cerdas engga tergantung IPK atau nilai rapor ketika sekolah dulu. Yaah begini nih gara – gara baca tweet-an nya Sam @skripsit.

Nah sebagai pemilih yang baik mari baca tulisan keren ini (di luar sana juga ada pemilih jahat yang berencana untuk mencoblos kertas suara seenak perutnya sehingga suara jadi engga sah, nyebelin ga sih).

Kamu yang masih belum punya pilihan bakal saya kasih pilihan. Oh iya, tulisan ini terkhusus dan special banget pake telor buat kamu – kamu yang tinggal di Tanjungpinang Timur. Yaaa wilayah ini emang paling gede daftar pemilihnya di antara daerah pemilihan lainnya di Tanjungpinang.

Saya kasih tau dulu kalo saya ini anak PKS alias Partai Keren Sekali. Sayang, di kertas suara nanti ga ada yang namanya begitu, yang ada sih Partai Keadilan Sejahtera. Saya pengen kasih masukan buat DPP gimana kalo nama partai ini diganti aja jadi Partai Keren Sekali. Lebih membumi dan lebih mudah diingat *habis itu saya digebok sama Kepanduan DPP, dihapus dari daftar kader dan dimasukin ke DPO (daftar pencarian ostri eh istiri :p

Kebetulan saya juga Caleg alias Calon Legislatif. Sebenarnya saya sih kurang sreg ya dengan nama ini. Coba dinamain CPP alias Calon Pengawas Pemerintah, itu lebih keren. Haaa kayaknya di masa depan saya harus masuk dalam daftar pembuat undang – undang pemilu hahaha

Nah di pemilu 2014 ini, PKS dapet no urut tiga alias 3. Entah kebetulan atau engga yang pasti ini namanya takdir man (muter My Destiny-nya Lyn).  Pertama kali ikut pemilu no urutnya 24 trus pemilu berikutnya no 16, tahun 2009 no urut 8. Beneran, ini partai keren!!! Sekeren presiden partainya, Anis Matta yang juga penulis professional ituh (kalo saya amatiran). Juga sekeren narasi politiknya tentang Gelombang Ketiga.

Okeh masuk ke perkenalan caleg deh ya. Di Daerah Pemilihan 2 Tanjungpinang Timur itu PKS yang keren ini punya 11 calon legislatif yang juga ga kalah keren dari partainya. Siapa aja mereka? Cekidot!

Nomer 1 ada Bu Ismiyati nih. Doi udah duduk jadi dewan satu periode dan sekarang dicalonin lagi dari PKS Tanjungpinang, yaaa secara kinerjanya udah oke dan masih diharepin buat duduk lagi. Secara pribadi saya kenal beliau itu gara – gara doi suka ngisi pengajian di mesjid. Tiap Jumat tuh di perumahan saya bergema lah suaranya hahaha bukan lagi Khotbah ya tapi ngisi pengajian ibu – ibu sore harinya. Nah kalo sekarang siapa sih yang engga kenal doi, apalagi ibu2 majelis taklim. Jugaaa beliau tenar di kalangan para guru TK, RA sederajat. Scaraaaa dulunya pernah jadi Kepala TK Al Uswah yang di batu 10. Wali murid pasti ga bakalan lupa sama karisma beliau *bukan merk motor

Doi ini simple banget. Katanya, kita ini jadi dewan buat masuk surga. Duh nyesss banget pas doi bilang begitu. Di brosurnya beliau bilang “Kami tidak menjanjikan, tapi kami membuktikan”.

Nomer dua ada Pak Absar. Namanya gitu doang, simple. Makanya di kertas suara ntar namanya paling gede hahaha… sehari – hari Pak Absar itu dagang, beliau nih tetangga saya di Pinang Hijau, Cuma beda blok. Waktu kecil saya sering bolak balik depan rumahnya, istrinya cantik, anaknya bukan main keren, sampe adek saya Uma klepek klepek wkwkkwkwk (eh itu dulu kali ya). Naah Pak Absar ini model ustadz gitu, ngisi pengajian di mana – mana. Tapi gaulnya sama orang – orang pasar karena sekarang doi buka kedai ikan bakar gitu di Bintan Centre, istrinya ada toko baju. Ckck pasutri pedagang nih, entrepreneur banget hidupnya.

Di masa remaja (ceilehhh) saya termasuk remaja binaannya Pak Absar di mesjid perumahan kami. Kami remaja dikumpulin n dibentukin remaja mesjid gitu. Lucunya kalo doi yang ngisi kami pasang muka meles karena serius banget, engga ada becanda – becandanya. Eeeh pas saya udah gede begini doi udah mulai cair. Keren dah, kadang kalo kami dengar ceramahnya, lawakan doi udah ga garing hehehe pisss pak.

Nomer tiga, kenalin nih sama Kepala SMP IT Tanjungpinang, Bu Asrof Koryati. Hehehe kalo ketemu ibu satu ini saya suka meringis. Soalnya doi salamnya erat banget euy! Bagai mengalirkan seluruh energi dan semangat dalam dirinya. Bahu bakalan terguncang trus kitanya ditarik buat cipika cipiki asikk!! Yang cowok engga usah ngarep digituin kalo ga mau ditebas Pak Prio :D

Pernah nih sepupu saya ketemu beliau di pelatihan guru SMP gitu. Orangnya asik dan nyambung, supel lah, engga ekslusif, berbaur sama siapa aja.

Nomer empat ada ustadz ganteng kita Pak Muhammad Ali (catet, ini bukan yang jago tinju ituh ya). Fotonya udah banyak di mana – mana so buat kamu yang tinggal di Tanjungpinang Timur akan dengan mudah nemuin foto doi. Oh ya, beliau ini tinggal di ruko bintan centre deretan Toko Buku Lotus, ruko yang jual baju muslim, samperin aja ya hehehe…

Dulunya Pak Ali udah pernah jadi anggota dewan tahun 2004 – 2009, dan sekarang beliau dicalonkan lagi dari PKS.

Nomer lima, ada Pak Rusli AR yang pertama kali saya ketemu beliau itu pas rapat CAD di markas dakwah. Saking gugupnya takut telat saya dateng lebih cepat, eh ternyata beliau juga ga kalah cepat. Datang pake mobil putih (kalo di pilem – pilem kan kuda putih). Tinggalnya di Anggrek Merah dan sekarang udah pension dari Kantor Distrik Navigasi Tanjungpinang. Pernah dinas di Tambelan dan Bintan juga loh. Kalo dibilang beliau paling sepuh di kesebelasan ini *bukan bola.

Beteweh, Pak Rusli ini karena pengabdiannya sebagai PNS selama 30 tahun dapat Satya Lencana Karya dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (yang bentar lagi insya Allah bakal digantiin sama pemimpin muda usia 40 – 60 tahun).

Nomer enam, kita punya pilihan Bu Marina Lidya yang saat ini berprofesi sebagai dosen Bahasa Inggris di STIE Pembangunan. Kuliah S1 nya ambil bahasa Inggris di UPI Bandung, trus lanjut buat pasca sarjana di Universitas Negeri Padang. Orangnya suka senyum, saya jadi ngerasa punya saingan nih dalam senyuman eaaaaa
Naah di nomernya CR7 ada Pak Kapsuluddin Nasution alias Pak Ucok. Awalnya saya ga kenal karena fotonya kumisan. Soalnya jarang kader yang kumisan, banyaknya jenggotan hahaha… Pas rapat CAD doi dateng dengan gantengnya tanpa kumis, asli beda banget ama yang di foto. Rupanya beberapa waktu lalu, doi sempat kena struk dan berobat ke kampungnya di Sumatra Utara. Jadi pas datang rapat beliau udah bisa jalan meskipun agak miring dan tangan kirinya masih belum begitu sehat. Ini keren!!! Sakit ga ngalangin beliau buat silaturahim n atur strategi bareng caleg lainnya.

Saayaa di nomer delapan. Kalo Pak Haji Lide yang orang Bugis itu selalu bilang delapang -_-

Kata orang sih saya caleg kecelakaan, rada ga pantes jadi caleg. Ya iyalah, saya ini pantesnya jadi CPP alias Calon Pengawas Pemerintah :p Gimana ya saya ngenalin diri sendiri, aih jadi malu nih. Klo muji diri sendiri ntar ditabok satpol PP, engga muji ntar ditabok DPD, eh eh engga dink becanda aja. Why so serious?

Bisa dibilang saya caleg ter dan paling muda di PKS Tanjungpinang, mulai dari yang RI sampe ke tingkat kota, jadi caleg usia 23 tahun. Dulu di Aceh ada namanya Ustadz Azmi yang jadi Aleg termuda, usianya 24 tahun. Yaaa kali aja saya silap silap jadi, begitu kata Pak Azmi. Jadi caleg tahun ini bisa dibilang rada nekat karena masih berstatus mahasiswa skripsian. Jadi kalo saya ke kampus buat ketemu dosen kadang harus tahan banting soalnya dosen – dosennya juga caleg. Engga diapa – apain sih, Cuma ngerasa agak durhaka aja sama beliau – beliau itu T_T

Nomer sembilang, eh sembilan ada Pak Rusdianto CKR (singkatan dari Calon Orang Kaya hahahha nyentrik banget ini bapak) yang punya semangat n optimisme yang luar biasa. Tiap rapat CAD bisa dibilang saya yang pendengar setia ini selalu ngikik dan berbinar dengar cerita beliau. Saya kenal Pak Rusdi waktu masih SMA gitu deh kayaknya, soalnya kami sering diajak ke pelosok – pelosok Bintan buat silaturahim dengan warga sana bareng kader PKS lainnya. Ckckck ke Pengujan naik rakit pake mobil beliau dan rombongan guru. Setelah engga ngajar, saya malah sering ketemu doi di bank. Hohoho rupanya sekarang buka bisnis.

Nomer sepuluh ada Pak Dandan Mardiana yang sekarang jadi tenaga pengajar yang sabar di SDIT Al Madinah. Mantan ketua BEM UNLA Bandung tahun 1999 ini tinggal di Perumahan Kijang Kencana, pernah jadi ketua RT juga. Meski katanya pemalu, tapi melihat riwayat organisasinya doi emang keren.

Terakhir nomer sebelas ada Bu Adek Rahma Fitriani. Aktivis pengajian ibu – ibu ini orangnya nyeplos banget, tapi punya kesan buat saya. Hehehe jadi di hari saya ke DPD buat ngantar berkas nyaleg kebetulan ada Bu Adek. Kata beliau gini, “Nurul, ingat surah yang sering kita baca di Al Ma’tsurat ga? Allah itu kasih kerajaan pada orang yang Dia kehendaki, nyabut kerajaan dari orang yang Dia kehendaki. Allah juga muliakan dan menghinakan orang yang Dia kehendaki. Jangan patah semangat dulu, mungkin kita bisa jadi orang – orang yang Allah kehendaki untuk dimuliakan dan diberi kerajaan.”

Duh nyess banget dah denger ibuk ini, engga nyangka aja doi bakalan nyampein hal begituan. Padahal ngomongnya sambil pake kacamata hitam loh. Maklum, waktu itu panas banget hahaha…… oh ya, Bu Adek ini juga Ketua BKMT Kelurahan Air Raja dan salah satu anggota Keluarga Bundo Kanduang di Tanjungpinang.

Well well sekian dulu nih perkenalan sama caleg – caleg keren dari Dapil Tanjungpinang Timur, tadinya mau dilanjutin sampe ke DPD tapi rupanya udah 4 halaman. Wowww saya bisa bayangin mentor jurnalistik saya bakalan bilang, “Mending kamu bikin opini Nurul, trus dimasukin ke koran”. Hehehe mianhae chingu, saya tak bisa meneruskan cita – cita dan perjuangannya *nangis Bombay

Insya Allah tulisan berikutnya nyusul yah jelang 9 April 2014

Eh iya, setelah baca ini moga aja kamu – kamu bakalan makin mantap pilih PKS di Pemilu 2014 ini maaf kalo ada kesalahan dalam tulisan inih :)

Ada tiga pilihan setelah kamu ngebaca tulisan aneh ini :
-       Membaca ulang sambil muntah darah
-       Menyebarkan ke semua orang biar sama – sama muntah
-       Membakar (laptop) biar tulisan ini hilang