Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 30 April 2014

Berenang

      3 comments   
Seringkali ketika saya lebih suka pergi ke pantai bersama teman - teman laki - laki daripada teman - teman perempuan. Bukan bermaksud ingin ber'mentel' tapi saya menemukan banyak kesamaan yang saya ingin lakukan ketika berada di pantai.

Beruntung saya punya adik laki - laki jadi ketika kami ke pantai setidaknya saya punya mahrom sehingga orang lain tidak akan dengan mudah memfitnah. Tapi karena saya orangnya cuek ya jika ada hembusan tak sedap mengenai prilaku saya yang kadang menyimpang, saya hanya membiarkannya dan nyengir sendiri.

Ada sebab yang menjadi alasan kenapa saya lebih senang dengan mereka. Ketika saya ke pantai, hal wajib yang harus saya lakukan adalah berenang. Nah, kebanyak teman perempuan saya hari ini amat sangat malas untuk diajak berenang.

Alasannya cukup repot jika harus berenang di pantai (lalu mau di mana?). Harus ganti baju lagi dan lain sebagainya. Apalagi tempat terbuka seperti ini, mereka katanya malu jika harus dilihat orang lain keluar dari air dengan pakaian yang basah.

Oke, pada awalnya saya cukup geram dengan berbagai alasan yang mereka kemukakan, tapi belakangan saya sudah tak begitu ambil pusing.

Dulu di awal kuliah, memang ada beberapa akhwat yang gesit sekali menjawab 'oke' saat kata 'berenang' itu muncul. Kadang kami bermotor ria pergi ke Trikora hanya untuk berenang. Saat rihlah organisasi pun yang kami tunggu - tunggu yang waktu untuk berenang. 

Tapi ketika satu per satu mereka menikah dan punya anak, tinggal di luar daerah, maka berenang menjadi sebuah hal yang sulit untuk dilakukan (catet, berenang di laut ya bukan di kolam hehhe). Pernah beberapa kali saya ingin mengutarakan pada mereka untuk berenang, tapi melihat anaknya yang masih kecil saya urungkan saja hehehe udah ketahuan ditolak sih

Akhirnya sekarang ini saya kadang berenang sendiri atau bersama sepupu dan suami - suaminya. Karena kalo kami ke Trikora anak - anak mereka juga ikutan berenang atau neneknya yang jaga dengan senang hati :p Atau kadang jika beruntung berenang dengan teman - teman laki-laki tapi tentu ini tak bebas karena saya harus berada sekian meter dari mereka hewww sendiri juga akhirnya

Buat akhwat seperti saya ini, berenang di pantai merupakan pilihan. Saya tak mungkin berenang di kolam berenang yang sempit dan begitu banyak orang yang akan memperhatikan saya *yaa kecuali kalo saya nekad berenang subuh2). Apalagi saya berenang dengan pakaian lengkap. Mulai dari jilbab, baju, rok, celana panjang dan kaus kaki. Bukankah pemandangan yang aneh jika saya mengenakan itu semua dan kemudian nyebur ke kolam renang XD

Karena itu berenang di laut adalah pilihan mutlak hahaha Lagipula konyol jika saya menghilangkan kesempatan untuk berenang hanya karena itu semua. Berenang itu kan olahraga, bahkan Rasulullah menganjurkan itu. Olahraga yang disebut - sebut itukan berenang, berkuda dan memanah. 

Ketika berenang di laut, saya merasa lebih bebas karena tempatnya yang luas. Jika pun ada yang memperhatikan saya, tak akan begitu detilnya karena tentu akan lebih menarik bagi mereka melihat bule dengan bikini ketimbang melihat saya :D. 

Berenang itu menyenangkan

Saya tinggal di Kepulauan Riau tepatnya di Pulau Bintan yang menyediakan pantai yang indah dengan pasir putih bersih dan air laut yang bening. Nikmat Allah ini tak boleh saya sia - siakan dan tak cukup hanya dengan memandangnya. Saya harus merasakan lembutnya pasir yang saya injak ketika berada di dalam air. Saya tak boleh melewatkan hangatnya air laut atau dinginnya air pantai Trikora di beberapa titik. 

Beberapa pertemuan, di dalam forum Pak Kusmayadi (salah satu ustadz keren di Bintan) selalu bercerita bagaimana ia ke pantai. Beliau tak pernah melewatkan waktu untuk berenang meski hanya sebentar. Karena beliau adalah perenang, maka Pak Kus biasanya latihan dua kali putaran. Entah putaran yang mana hehhe yang jelas beliau melatih tubuhnya dengan berenang. Terbukti beliau salah satu ustadz yang tetap fit dalam setiap pertemuan. 

Berenang di laut juga lebih menyenangkan ketimbang di kolam renang. Bagi saya pribadi, berenang di pantai lebih menyegarkan apalagi jika berenang setelah hujan turun. Airnya sungguh bening!!! Meski kadang rasanya pegal, tapi keesokan harinya tubuh saya lebih fit dan menyegarkan. 

Karena itu kepada teman - teman, khususnya akhwat, jangan pernah lewatkan kesempatan untuk berenang ketika kita ke pantai. Perjalanan dari Tanjungpinang ke Trikora memang tak begitu jauh tapi cukup menguras energi apalagi kalo pakai motor. Nah jangan sampai ketika kita tiba di sana kita hanya habiskan waktu dengan duduk di pondok atau menyisiri pantai kemudian foto bareng. Ah, itu terlalu mainstream hehehe

Buat kamu yang belum pernah ke pantai Trikora, mari luangkan waktu untuk menikmati pantai ini. Dengar - dengar sih hampir kayak di Bali eh itu sih Lagoi yaaa... Tapi pantai di Lagoi dan Trikora tak jauh berbeda. Untuk liburan murah meriah ke Trikora bisa jadi pilihan keluarga karena kita sedikit kesulitan untuk mengakses Lagoi (fyi, tempat ini tak bisa dimasuki sembarangan karena dikelola oleh orang asing, karena itu untuk menikmatinya kamu harus punya koneksi atau menjadi seseorang yang penting sekali). 

Well, selamat berenang dan menjadi sehat :D

3 comments:

  1. Gue kok nggak pernah lu ajak berenang sih?

    ReplyDelete
  2. elu kan selalu sibuk gie, mana punya waktu buat berenang, apalagi ke pantai

    ReplyDelete
  3. iya yah,
    elu tau aje ji.
    bukan hanya ngga ada waktu tapi ngga jago berenang juga, hihi

    ReplyDelete