Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Sunday, 6 April 2014

[Korean Drama] Miss Korea dan Panasonic Gobel Award

      1 comment   
Hey, sudah nonton atau baca sinopsisnya drama Korea terbaru Miss Korea? Dalam bahasa Korea nya Miseukoria, setidaknya itu yang tertulis di Asian Wiki.

Perlu saya akui bahwa ada beberapa adegan yang layak untuk di skip buat yang tidak ingin merusak mata, hati dan mata hatinya. It depends on you while watching it.

Dalam setiap drama Korea yang saya tonton atau baca sinopsisnya, ada pesan yang layak untuk diperbincangkan. Untuk drama ini sebagian besar episodenya saya baca di beberapa situs yang menyediakan sinopsisnya.

Ada hal menarik dari drama ini. Bagi saya drama ini menggoreskan pesan tak tertulis tentang arti sebuah ajang kecantikan yang dielu - elukan sekaligus ditentang habis - habisan dari dua kubu yang berbeda. Bisnis dan politik adalah dua kata kunci yang cukup menggambarkan apa dan ajang seperti apa itu.

Nah digambarkan dalam drama ini bahwa ajang ini sebenarnya adalah sebuah bisnis belaka dari para pengusaha kosmetik, kostum, dan salon. Perusahaan yang menjadi sponsor terbesar berhak mengendalikan aturan main mulai dari penentuan juri bahkan pemenang dari Miss Korea. Selain itu, meski tak ada dalam aturan ajang ini, para finalis Miss Korea diminta untuk menandatangani kontrak bahwa jika mereka menang, mereka secara otomatis menjadi juru bicara atau icon dari produk perusahaan tersebut. Well, jelas sekali. Kita bisa lihat di ajang serupa, pemenang kontes akan tampil di iklan - iklan produknya :)

Everything is about business, nothing at all. Peserta pun berasal dari salon - salon ternama yang juga disponsori oleh perusahaan kosmetik tertentu. Karena itu hadiah yang didapatkan oleh pemenang Miss Korea secara otomatis akan masuk dalam kas perusahaan.

Yang menarik, di tengah drama, seorang calon presiden yang tengah menghadapi pemilu mencoba mengendalikan kontes dengan kekuasaan yang ia miliki. ‘Pesannya’ pada perusahaan sponsor agar pemenang Miss Korea tidak boleh berasal dari Seoul (ibukota Korea Selatan) tapi harus dari Gangwon (salah satu provinsi di Korea Selatan). Dengan demikian secara otomatis, untuk mendukung penilaian, daftar nama juri pun berubah. Dipilihlah para juri yang sebagian berasal dari daerah tersebut. Well, politisi mempunyai peran besar dalam menentukan pemenang kontes :)

Ada harapan besar mereka yang menonton drama ini terbuka mata, hati dan mata hatinya bahwa ajang Miss Korea, Indonesia atau Miss Miss yang lain hanyalah ajang bisnis semata. Tagline brain, beauty dan behaviour yang digadang - gadang kan panitia, media dan sponsor bukanlah gambaran sebenarnya. Saya pikir body, money and beauty lebih layak dan tidak tabu untuk disematkan pada ajang ini.

Bagaimana para peserta yang mengikuti Miss Korea secara fisik harus memenuhi ukuran standar panitia. Ukuran dada, lingkar dada, bokong, pinggang, rahang, panjang kaki, paha, lengan dan semua bagian tubuh yang lain harusnya sesuai. Hahaha silahkan simpulkan sendiri dan tanyakan pada panitia penyelenggara untuk apa semua ukuran ini.

Panasonic Gobel Award 

Malam ini ketika menonton PGA membuat saya geli sendiri. Beberapa sesion di dalamnya mengingatkan saya pada Miss Korea.
Saya menebak - nebak apa ajang ini juga bernasib seperti Miss Korea? Di mana para pemenang telah ditentukan terlebih dahulu di belakang panggung oleh para penguasa dan pengusaha :)

Entah. Di awal tak ingin berpikir begitu sampai saya melihat beberapa politisi mulai menaiki panggung untuk memberikan piala kepada pemenang. Sampai saya mendengar beberapa nama yang disebut secara gamblang berkali - kali oleh para penerima award. Hanya bisa tersenyum.

Entah apa yang bisa saya harapkan dari ajang seperti miss dan putri - putrian itu. Karena cukup geli juga ketika mendengar sebuah argumentasi bahwa ajang ini adalah untuk kepentingan pariwisata negara.

Bagi saya mereka sedang bicara kebohongan saat mengatakan ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan atau untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia. Bohong, karena hanya ada satu kata untuk kontes tersebut, BISNIS

1 comment:

  1. hehehe ujung2nya duit memang...tak ada yg murni ajang kontes2an itu..begitu juga award2 itu...liat aja yg menang di panasonic itu kebanyakan dr tv tertentu...pdahal dr kacamata org awam saja programnya biasa saja

    ReplyDelete