Thursday, 21 October 2021

Kasus Kim Seon Ho

 Ternyata berita di Korea Selatan ga jauh beda ya sama di Indonesia. 

Bedanya adalah efek jera dari sebuah kasus ke artis. Di Korsel, udah dipastikan kalo karirnya akan hancur lebur, kehilangan banyak kontrak, harus ganti rugi sekian miliar dan amat sangat sulit untuk come back di kemudian hari. 

Sementara di Indonesia, setelah kena kasus (apapun itu kasusnya) si artis malah makin terkenal dan dapat job d mana mana. Yah kecuali klo udah dipenjara ya, tapi udah dipenjara pun keluar dari sana stasiun tv udah nungguin. Jadwal manggungnya padat dan jadi pembicaraan di mana mana. Lebih gila nya lagi, ada fans barbar yang setia ngebelain baik di dunia nyata apalagi di dunia maya. Jangan coba coba komen negatif kalau g mau diserang balik xixi

Nah, yang terbaru adalah kasus Kim Seon Ho yang berhembus tepat ketika dramanya bersama Shin Min Ah yaitu Hometown Cha Cha Cha memasuki minggu terakhir tayang alias episode akhir. 

Singkatnya ada seorang perempuan yang ngaku sebagai mantan pacarnya KSH posting di medsos. Katanya dia pernah dipaksa untuk menggugurkan kandungan oleh KSH. Mereka awal dekat itu di tahun 2020, tahulah kan itu adalah tahun bersinarnya KSH setelah drama Start Up nya  dan dia fix dipanggil Anak Baik sesuai panggilan Haelmoni di drama itu.

Awalnya mantan pacarnya ini ga mau mengugurkan tapi karna KSH janji untuk menikahi dia 2 tahun lagi maka dia pun gugurin kandungannya. Tapi habis itu ya diputusin sama KSH

Barangkali sakit hati ya jadi berita itu pun di blow up sekarang. Ga tahu sih apa maksudnya. Yang jelas mereka sama sama salah lah. KSH salah karna maksa gugurin, tapi ceweknya juga salah karna mau. Banyak yang berpendapat kenapa g dia keep aja kandungannya dan putus dari KSH. Ya kita juga g tau ya kan alasan sebenarnya mereka, cm mereka berdua yang tahu bersama agency. 

Dan serius sih ini berita yang mengejutkan banyak orang walau beberapa ada yang bilang g terkejut dengan berita ini karna meeka udah tahu KSH itu kaya apa. Tapi faktanya, banyak yang menyayangkan hal tersebut.

Baru juga mendapatkan ketenaran udah dilanda isu masa lalu yang ga sedap. 

Kasus ini berakibat besar sama KSH. Image nya hancur dan dia harus ganti rugi banyak kontrak dan pasti sulit untuk come back meski masih ada kemungkinan. Tapi siapa sih aktor di korsel yang kena kasus trus masih bisa bersinar?? 

Oiya, KSH nya sendiri udah minta maaf dan mengakui kebenaran berita tersebut ya. Ada bagusnya, dia g pura pura kalo itu berita bohong. Kesal pasti tapi tindakan minta maafnya g akan dilupakan orang. Kan ada tuh aktor yang kekeuh bohong, itu malah bikin netijen tambah marah. 


Yah aku g termasuk yang ngefans sama dia sih, bahkan drama Start up cuma nonton 1 episode hahaha hometown juga baru setengah episode 1. Ga tau kenapa, malas aja nonton drama yng nge hype dan terlalu banyak dibahas di medsos. Etapi Squid Game nonton dink gahhhahaha 

Semoga kasusnya cepat kelar, kan dia juga ga perlu berurusan sama polisi. 

Guru Pertama Farah

 Helloooooo

Kumenulis lagi setelah beberapa hari vakum, padahal berjanji untuk nulis satu postingan sehari xixixi

Ya gitulah, udah niat mau nulis tapi malah milih nonton drama korea. Setelah kelar nonton drama satu, lanjut ke drama lainnya. 

Ngomong ngomong kali ini mau cerita tentang guru pertama Farah di kelas. Kalo dibilang guru pertama sih sebenarnya adalah ibu nya ya hehe... But it's okay, saat Farah udah ngerti nanti aku akan bilang bahwa guru pertamanya adalah aku, ibunya. Dan beliau adalah guru pertamanya di kelas. 

Sejak bulan Juli 2021 kemaren, Farah mulai masuk TPQ di dekat rumah. Udah ngaji pake buku iqro. Dari rumah dia udah belajar huruf hijaiyah dan ngaji sampai huruf 'sa' sama aku. Setelah ngaji tentu diulang donk dari awal, ga apa. Belajarnya beriringan, sekarang udah masuk ke iqro 2

Nah sejak ngaji itu, secara ga langsung Farah jadi punya panutan yaitu guru ngajinya. Apapun yang gurunya bilang dia ulang lagi di rumah. Dan yang jadi objeknya adalah Safa dan Alqi. Kadang kadang dia bikin kelas sendiri sama adek adeknya. 

Ternyata emang sih ya, namanya murid guru itu cocok cocok an. 

Ada guru yang ga suka sama muridnya, ada juga murid yang g suka sama gurunya. Ini sih yang bikin proses transfer ilmu dan akhlak terhambat. 

Ketika kubahas dengan Abba nya, menurutnya karna Farah senang dengan gurunya, begitupun sebaliknya. Jadi proses transfer itu lancar dan Farah bisa menyerap dengan baik. 

Satu lagi yang harus diperhatikan adalah hubungan guru dan orang tua. Juga harus baik... 

Jika salah satunya menyimpan ke suudzonan, bisa aja berefek ke anak. Aku lihatnya gitu sih.

Karna pernah dengar misal orang tua A ada sleg sama guru B, nah ternyata pas di anaknya jadi g suka sama guru B. Entah mana yang salah, yang pasti yang dewasa harus lebih dewasa.

Saturday, 16 October 2021

Uri Tsundere, Dokter Kim Jun Wan



Ini Dokter Kim Jung Wan
Dokter favorit aku di drama Hospital Playlist. Para netijen bilang dia tsundere. Awalnya aku ga tau apa itu tsundere, terdengar seperti nama Jepang. Sampai saat ini belum yakin karna belum nyari juga. Tapi kesimpulan dari percakapan netijen, dia salah satu karakter dalam kartun Naruto. Hmmm koreksi ya klo salah. 

Karakternya cuek tapi perhatian dan hatinya baik. Begitulah kiraa kira. 

Nah kim jun wan di sini mirip begitu. Di antara 5 dokter lainnya yang jadi pemeran utama, karakternya yang paling cuek, jutek, sadis dan terkesan ga punya hati karna sangat mengedpeankan logika. Ini terlihat jelas saat dia berhadapan dengan pasien. 

Dia menjelaskan dengan jelas diagnosis sebuah penyakit, sebab akibat gejala dan tindakan apa yang bisa dilakukan untuk penyembuhan serta efek samping. Jadi pasien mendapatkan gambaran jelas sehingga bisa menjalani perawatan dengan baik. 

Terkadang karna ketegasannya pasien suka salah paham. Terkesan jutek dan g punya simpati dengan penyakit pasien dan perasaan keluarganya. 

Wednesday, 13 October 2021

Hujan

 It's 11.45pm ketika aku nulis ini. 

Setengah jam yang lalu aku mendengar bunyi guruh dari kejauhan, cukup besar dan memberi tanda bahwa akan turun hujan lebat beserta angin kencang. 

Tapi nyatanya tak selebat yang kubayangkan dan udaranya masih tetap panas, bukan dingin menusuk seperti yang kusuka. Meskipun terlalu dingin juga sulit untuk tidur hehe

I love rain

Aku suka suasana yang terbangun ketika hujan turun. Ada udara dingin dan bunyi air hujan mengenai genteng atau hembusan angin. 

Sayangnya kadang hujan tak turun selebat yang kubayangkan. Aku ga mau mencela hujan turun yang meembuat tertundanya beberapa aktivitas outdoor. Atau pakaian jadi basah atau jemuran jadi kering lebih lama. No. 

Kebiasaannya hujan turun hanya sebentar lalu cuaca dan udara kembali seperti semula. Kadang langsung diiringi panas terik seakan akan tak ada hujan sama sekali. 

That's why I love ketika cuaca sedang ingin hujan terus terusan. Ya kan, biasanya akan ada rentang waktu di mana hujan akan turun setiap hari. Entah itu pagi, siang atau malam. Saat itu udara yang kita rasakan selalu dingin, langit tidak terik dan jalanan basah. Kadang huja memberi kesempatan pada matahari untuk menunjukkan dirinya sebentar agar para ibu seperti kami bisa menjemur segala hal. Lalu hujan pun akan turun siang atau sore hingga malam hari, bahkan keesokan hari


Monday, 11 October 2021

Tentang Alqi


   






Setelah liat arsip tulisan di blog ini, aku ternyata belum pernah cerita apapun tentang Alqi hahha

Jadi cerita lahiran itu cuma Farah trus loncat ke Safa. Ya ampuuun saking g pernah lagi megang blog. Padahal di IG heboh banget aku ceritanya. Karna ini lahiran kedua dan experience nya beda banget sama lahiran pertama. Dan lahiran kedua ini jadi modal buat aku ketika lahiran ketiga

Alhamdulillah, aku termasuk ibu ibu yang diberikan kemudahan lahiran dari segala prosesnya. Meski ketiga tiganya induksi tapi aku ga mengalami kontraksi yang lama apalagi sampe berhari hari kaya kasus buibu lainnya. Bener bener mudah banget sih, sampe kadang aku mikir, Ya Allah semoga ini bukan istidraj. Semoga ini adalah bentuk kasih sayangMu 

   

Juga, secara biaya dan proses administrasi juga super duper mudah. Lahiran pertama emang sih g pakai BPJS dan saat itu kondisi kami ga punya sepeserpun untuk lahiran. Bahkan pas mau lahiran, orderan tas aku kena cancel padahal udah ngambil di toko. Padahal uang hasil jualan itu buat dibelikan perlengkapan bayi kaya popok dan lain lain. Alhamdulillah kami punya keluarga yang mau bantu. Hanya Allah yang akan membalas kebaikan mereka, semoga nanti kami pun bisa membalasnya ke anak anak. 

Nah lahiran ketiga dan kedua alhamdulillah pakai BPJS dan untuk dapat rujukan kami dibantu sama dokter. Bener bener mudah... 

Balik lagi soal Alqi, dia lahir tahun 2018 tepatnya tanggal 10 Juli jam 3 dini hari. 

Sekarang dia udah 3 tahun

Nama lengkapnya Shiddiq M. Nasir Al Qarni

Nama Alqi itu panggilan yang udah disiapkan dari hamil pertama. Tapi karna yang lahir Farah, jadi namanya disimpan dulu. Sebenarnya cuma mau dinamai Nasir M. Al Qarni, tapi karna atuk nya mau kasih nama juga jadi diletakin di depan deh.

  

Di usia 3 tahun Alqi belum termasuk yang lambat perkembangan bicaranya. Dia bukan yang speech delay hanya terlambat aja. Sebenarnya dia bisa mengucapkan dua suku kata dengan ritme lambat, tapi karna dia ngomongnya cepet jadi yang kedengeran sekarang ini cuma suku kata terakhir. 

"Ba, yok lat jiiid" artinya Abba ayok sholat ke masjid

"Bu, qi u in daa" artinya bu Alqi mau main sepeda

"Bu, qi u in uwaaa" artinya bu Alqi mau main di luar

"Bu, ca ngiiis" artinya bu Safa nangiiis

 

Begitulah kira kira. Setidaknya sekrang kami sudah lebih ngerti bahasanya karna udah banyak perkembangan. Sebelumnya siih lumayan menguras emosi yaaa karna kita g ngerti dia ngomong apa dan dia juga pasti stress untuk nyampein apa maksudnya. Kadang kadang Farah bisa menterjemahkan perkataan Alqi, but kadang engga juga karna dia juga g ngerti .

Dia suka makan pedas, ga kaya Farah yang nunggu mood dulu untuk makan pedas. Kalo Abba beli mie aceh yang menurutku cukup pedas untuk ukuran anak anak, dia bisa makan itu sampe habis. Setengah nya siih, kan udah dimakan Abba separuh juga. Naah kadang kadang Safa ikutan. Mudah mudahan dia juga bisa makan pedas kaya Alqi jadi aku ga harus masak makanan khusus xixii

Kalau kami cari baju ke seken kaget, yang dicari Alqi pasti baju ultraman, spiderman, paw patrol dan doraemon. Sebelum tidur, setelah Safa lahir kebiasaan Alqi adalah nyiumin ubun ubun Safa. Kirain hanya pas lahiran aja ternyta lanjut sampe kini. Cuma berhenti pas Safa dlu dicukur habis rambutnya. Itu dia geli banget deket deket kepala Safa

Saat terbangun tengah malam dia akan cari Safa dan tidur di sebelahnya sambil nyiumin ubun ubun. Sampe umur berapa ya itu kebiasaannya karna Safa sendiri sekarng udah mulai merasa terganggu karna didempetin Alqi terus sebelum tidur xixixi

Sunday, 10 October 2021

Cabe Ijo

Setelah sekian lama, baru hari ini berhasil bikin cabe ijo dengan warna yang masih fresh. Hijaunya cantik, ga butek. 

Selama ini setiap bikin sambal cabe ijo, tampilannya itu kurang menarik karna warna nya jadi hijau kecoklatan. Bukan hijau terang. 

Jadi kuncinya adalah jangan menggiling cabe ijo terlalu lama. Selesaikan dulu apa yang mau digoreng baru giling cabe. Jadi begitu cabe siap, langsung panaskan minyak dan tumis sebentar. 

Meski kemaren juga cobain ini tapi tetap aja hasilnya kurang memuaskan. Oiya, usahakan jangan pakai tomat merah klo g kepepet. Tetap pakai tomat hijau biar warna nya makin cantiiiik 

Sejujurnya lebih enak makan sambal cabe ijo daripada cabe merah. Cabe ijo ada rasa asam manis pedas, pokoknya aku lebih suka itu. Klo cabe merah ya emang pedas aja. 

Lagian cabe ijo juga lebih murah xixixixii

Saturday, 9 October 2021

Semoga Bisa Konsisten Ngisi Blog


Helloooo... 
Pakai apa ya enaknya. Aku, saya atau kami? Biasanya pakai saya tapi kok jadi terlalu formal ya. Di IG pakai kata kami karna lebih nyaman. Hmmm apa cobain pakai 'aku' aja xixixi

Ribet ga sih mau pilih kata sapaannya apa. 

Oke gini, aku berniat untuk kembali nulis di blog ini. Ga tau kenapa tapi ya udah pengen aja. Meski udah banyak yang harus dikerjakan dicobain untuk setidaknya satu hari satu tulisan. Mengenai apapun. 

Niatnya sih cuma buat curhat aja, ga yang harus review atau yang serius serius. Karna hidup udah terlalu alay hahaha

So, here I am. Nurul di tahun 2021 dengan suami dan 3 orang anak. 

Ada banyak perubahan dalam hidup. But I hope aku masih orang yang sama dengan sifat yang lebih baik. 

Entah akan ada yang membaca atau tidak, no problem. Karna ini akan jadi catatan daily life aku as a wife and mother and daughter and part of society

Saturday, 2 October 2021

Mba Ika Telah Tiada

 Innalillahi wa inna ilaihirojiuuun.....


Wijatnika Ika atau Mba Ika adalah salah satu blogger yang sangat suka saya baca tulisannya. Meski tulisannya sangat panjang tapi runut dan sangat bisa dipahami. Padahal rata rata isi tulisannya berat. Masalah perempuan, pendidikan, hak asasi manusia, masalah sosial dan lain sebagainya. 


Tak lama ini saya mengikuti perkembangannya beliau di facebook karna ternyata di situ lebih aktif dan banyak tulisan juga komentar. Sebelum meninggal Mba Ika sempat dinyatakan positif covid dan dirawat di wisma atlet. Kemudian saat itu juga ia mengetahui kalau ia sakit ginjal. 


Saya mengikuti tulisannya selama di rumah sakit dan alhamdulillah beliau diperbolehkan pulang dan rawat jalan. Sayangnya beberapa hari kemudian harus masuk rumah sakit lagi dan akhirnya beliau meninggal dunia.


Amat sangat tidak disangka dan begitu cepat kepergian mba Ika bagi saya dan juga teman temannya. 

Mb Ika meninggalkan kesan bagi saya terutama saat ia menuliskan tentang masa lalunya. Orang tua nya bercerai dan ia harusn menjalani hari hari sulit sebagai anak yang tak mendapat kasih syang. Kehidupan itu membuatnya tak dekat dengan orng tua yang juga tampaknya kurang peduli. Bahkan ketika mba Ika sakit.


Entah itu hanya sudut pandang mb Ika tapi saya sangat berharap semoga sebelum ia meninggal, kedua orang tuanya memberikan apa yang selama ini mb Ika butuh dan inginkan dari mereka. Juga semoga mereka semua saling memaafkan. Tak bisa saya bayangkan jika di akhir hayatnya pun keluarga kecil itu masih menyisakan kesesakan tak termaafkan.


Semoga Allah mengampuni dosa dosa mba Ika dan menerima segala amal baiknya, semoga ia husnul khotimah dan dosa2nya berguguran saat ia didera rasa sakit. 


Untuk yang ingin membaca tulisan almarhum, masih bisa dibaca di www.wijatnikaika.id

Entah apakah blog ini bisa bertahan krna beliau memakai .id yang tentunya ada biaya yang harus dibayarkan.

Di Depan Rumah Banyak Anak Anak Bermain

 Maafkan ya kalau judulnya begitu, habis ga tau lagi mau bikin judul estetik kaya apa. 

Dari dulu saya suka tempat tinggal yang ramai. Terdengar kendaraan lewat, suara orang orang, suara anak anak atau tetangga yang sedang karaoke sekalipun atau bapak bapak kumpul melepas penat dari omelan istri xixixi

Di rumah orang tua saya lingkungannya begitu. Dulu di depan rumah banyak anak muda yang suka kumpul kumpul, meski mereka seumuran dengan saya waktu itu saya tidak berminat untuk ikut. Hanya saja suara obrolan mereka tidak membuat saya terganggu. 

Bahkan suara bapak bapak main domino pun seperti memberi keamanan pada malam hari karna ketika itu saya suka bergadang hingga larut malam. Di hari Minggu pagi juga menyenangkan saat para tetangga menghidupkan VCD Player mereka dan karaoke menyanyikan beberapa lagu untuk melepas penat. 

Di awal menikah ketika kami tinggal di warung juga cukup membuat saya merasa aman dan nyaman. Karna rumah yang merangkap warung makan berada di tepi jalan. Jadi meski sudah tengah malam, saya masih bisa mendengar suara motor lewat atau suara para anak PT yang pulang malam. 

Di rumah yang sudah lebih dari 3 tahun kami sewa sebagai tempat tinggal juga memiliki lingkungan yang mirip. Bahkan di sini lebih ramai karna posisi rumah di simpang blok yang menjadi area bermain anak anak pagi siang dan malam.

Apalagi sejak virus coronces ini muncul dan membuat mereka harus belajar di rumah, waktu mereka sebenarnya lebih banyak bermain daripada belajar sebagaimana seharunya pelajar. Bahkan hingga jam 9 malam, kadang masih ada anak anak yang bermain.

Apakah tidak pernah terganggu sama sekali?

Well, pernah sih tapi jarang terjadi. Kalau suara mereka sudah terlalu besar dan anak anak tidur, mau tak mau mereka akan saya minta untuk main di tempat lain. 

Di belakang rumah saya ada kebun yang cukup luas. Jadi banyak semak belukar dan tanaman seperti daun ubi, cabe, dan lain lain. Setelahnya ada ruli atau rumah liar yang ga kalah banyak penduduknya.

Jangan bayangkan ruli ini seperti rumah yang hanya berdinding kayu atau seng atau kardus ya. Tidak seperti itu. Mereka punya rumah yang bagus hanya saja bukan komplek atau perumahan terdaftar tapi mereka sudah tinggal di sana dari dulu. 

Nah di belakang rumah saya itu kalau malam minggu, mereka seperti berpesta. Seperti pesta kawinan yang ada organ tunggal. 

Jadi akan selalu hidup musik dari habis isya hingga jelang jam 3 pagi. 

Tidak terlalu mengganggu karna jarak rumah saya juga tidak dekat, tapi saya tetap bisa mendengarnya dengan jelas. 

Dan setiap jam 12 malam hingga jam 5 pagi, biasanya pak satpam akan memukul tiang listrik sambil berkeliling setiap satu jam. Jadi kalau saya bergadang tanpa harus liat jam saya bisa tau sdah jam berapa hanya dengan mendengar ketukan pak satpam. 

Alhamdulillah, semoga lingkungan ini dijauhkan deri kejahatan dan kami bisa hidup dengan damai seperti yang sedng kami jalani sekarang.

Satu lagi, saya suka dengan tetangga di sini. Tidak kepo dan banyak intrik


Friday, 1 October 2021

Kabar Seorang Teman

 Hari ini saya menerima kabar dari seorang teman yang juga sudah berkeluarga. Berawal dari membaca status wa, meski ragu saya pun membalas statusnya dengan, "Are you okay?"

Setau saya dia baru saja melahirkan anak kedua. Sekarang tinggal di kampung suaminya, awalnya saya tidak tahu kenapa ia memilih lahiran di sana. Mengingat dia sebenarnya sudah bekerja di kota tempat mereka tinggal. Karna saat melahirkan anak pertama pun ia tak memilih untuk lahiran di tempat orang tua nya. 

Awalnya saya pikir dia tak akan menjawab atau akan menjawab sekedarnya dengan kata, g apa apa. Jawaban normal seseorang saat tak ingin bercerita. Tapi saya mendapatkan jawaban tidak dari nya. 

Saya pun kembali bertanya dan mendapati ternyata saat ini rumah tangga nya sedang menghadapi badai besar. 

Bukan, ini bukan soal perceraian atau perselingkuhan. Tapi saat ini suaminya sedang sakit. Parah hingga hanya bisa berbaring di tempat tidur. 

Tak pernah saya membayangkan bahwa orang yang saya kenal akan menghadapi sesuatu yang seperti itu. 

Tanpa saya ketahui, di trisemester akhir kehamilan kedua nya kemaren ia harus berjuang dengan suaminya untuk sembuh. Bekerja seperti biasa, mengurus rumah tangga, mengurus anak pertama mereka dan mengkondisikan diri sebaik baiknya agar janin yang dikandung tetap merasakan kebahagiaan seperti kehamilan pertamanya.

Entah bagaimana cara untuk membantunya, hanya doa yang dapat saya kirimkan. Semoga ujian ini mampu mereka lewati dan menjadikan diri mereka sebagai pribadi yang lebih kuat dn bertakwa kepada Allah SWT.

Ketika memasuki kehiduapan pernikahan, kita tak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi di kemudian hari. Hal yang kita miliki hanyalah keyakinan pada Pemberi Ujian bahwa kita pasti bisa melewati dengan baik. 

Ujian yang diberikan pastilah sudah sesuai dengan kapasitas yang kita miliki


Rumah Berantakan

 Selalu ngerasa puas setiap kali berhasil membereskan rumah yang tadinya berserakan mainan, makanan, pakaian dan barang lainnya di lantai, menjadi normal kembali hahahha


Meski bisa dibilang lumayan lelah mungutin barang satu per satu, tapi begitu udah disapu wowww rasanya sesenang itu. Emang sih ga se cling ala ala rumah di instagram, yang penting baarng barang ditaruh lagi di tempat semestinya. 


Kaya baju kotor masuk keranjang cucian, mainan masuk ke kotaknya, makanan udah disapu, printilan lainnya yang tadi diseret anak anak kembali ke habitatnya.


Rumah kaya gitu lebih seringnya di malam hari setelah semua orang tidur. 

Jadi kalo siang atau pagi atau habis maghrib ada yang mendadak datang, pasti akan syok dengan kondisi rumah. Berantakan!! Sehingga akan timbul kesimpulan klo rumah kita tuh ga rapi alias berserakan. 



Resiko sih ya hahahaha 


Membereskan rumah itu butuh niatan. Tapi percayalah, se berantakan apapun itu rumah, ga mungkin g diberesin sama yang punya. Apalagi klo udah berkeluarga. Pasti ibu rumah tangga g akan tahan juga berlama lama melihat keberantakan itu. Cumaaa kita butuh waktu kan yaaaaaaa


Insya Allah klo niat udah terkumpul dan tenaga udah oke, rumah akan rapi kok. Dan pekerjaan beres beres juga g makan waktu lama. Tergantung besar ruangan juga sih yaaa, klo rumah sederhana kaya kami ga nyampe 30 menit udah kelarrrr

Anggota Keluarga Baru Bulan Maret 2020






 

Thursday, 25 March 2021

Periuk Nasi

 Udah kejadian dua kali saya menjatuhkan periuk nasi saat mau memasak nasi. 

Kedua periuk itu jatuh saat saya sedang mencuci beras. Alhasil, keduanya tak bisa lagi dipakai untuk dimasak dalam rice cooker. Rice cooker alhamdulillah baik baik saja, tapi tak bisa dipakai karna periuknya penyok. 


Kejadia pertama saat masih di warung. Saat itu saya mau masak nasi untuk jualan nanti malam. Jadi memang isi periuknya lebih banyak. Entaah karena waktu itu lagi hamil dan agak lelah jadi mungkin oleng. Berserakan lah beras yang udah dicuci itu di lantai. 


Sedih liat beras sebanyak itu terbuang gitu aja, karna memang bukan lantai ubin jadi ga bisa diselamatkan. Kalo ubin bisa jadi akan saya ambil lagi tapi untuk konsumsi sendiri aja. 


Perasaan pertama itu kaya anak anak yang bikin kesalahan n takut dimarahin orang tua hehehe

Jadi saya emang takut dimarahin bang Rio hahahha padahal juga ga marah sih....


Kejadian kedua sekitar bulan lalu, lagi nyuci beras juga untuk dimasak. Berhubung di rumah yang sekarang ga ada wastafelnya, jadi klo nyuci beras di kamar mandi, ada kerannya. Pas nyuci jatuh lagi deh huhuhuhu kali ini jatuhnya di lantai kamar mandi. Yaaaa mana bisa lagi juga ya kaaan.... 


Ya udahkarna penyok ga bisa dimasukin ke rice cooker lagi. Dan sampe hari ini masih masak nasi di kompoooor

Review Drama Korea: 365 Repeat the Year

 Sebelum nge review, drama ini udah berkali kali muncul di timeline saya dengan nada yang serupa: BUAGUSSS! Tapi entah kenapa ga merasa tertarik aja. Mungkin karna yang main Nam Ji Hyun kali ya hahaha.... Iyaaa, pemain salah satu faktor kenapa saya nonton sebuah drama. Meskipun pemeran utama lainnya ada Ahjussi rasa oppa, kaya nya masih belum menggerakkan hati hehehe Padahal secara visual Lee Jun Hyuk menyenangkan kalo diliat dan ternyata drama yang dia bintangi rata rata saya tonton. 


Baiklaaah, ceritanya adalah tentang 10 orang yang dikumpulkan oleh seorang psikiater untuk diajak Menyetel Ulang atau nge reset hidup mereka satu tahun yang lalu. Jadi mereka bisa kembali ke masa lalu tapi hanya ke waktu satu tahun yang lalu aja, selebihnya ga bisa. Dengan catatan memori mereka di tahun itu ga hilang. Jadi mereka bisa mengingat apa aja yang mau mereka ubah dan kejadian kejadian yang terjadi sepanjang tahun. 


Dari 10 orang itu ada detektif Ji yang mau kembali karna dia mau menyelamatkan rekan kerjanya yang dibunuh sama penjahat yang udah bebas n punya dendam ke dia. 

Ada juga penulis webtoon Shin yang mau menghindari kecelakaan tabrak lari yang udah bikin dia lumpuh total dan dia down banget kehidupannya. 

Ada juga gamer yang mau ngalahin lawannya

Ada mahasiswa yang mau ikut tes biar ga ngulang kuliah

Ada preman yang mau jadi kaya dengan no undian

Ada bapak kurir yang juga mau kaya

Ada bapak tua yang mau punya kafe

Ada pegawai yang mau pindah ke luar negeri

Ada wanita muda yang mau memutuskan pertunagan supaya ga jadi nikah


Nah kembali lah mereka ini ke satu tahun yang lalu di tanggal yang sama. Masing masing berusaha untuk bisa mengubah apa yang seharusnya ga terjadi di masa depan. 


Tapi tanpa disangka sangka, saat pertemuan mereka berikutnya bersama psikiater itu, satu per satu mereka meninggal secara misterius dan mereka pun terlibat dalam kasus pembunuhan berantai. 


Siapa saja yang menjadi korban?

Mengapa mereka terbunuh?

Siapa pelakunya?

Apa maksud dari menyetel ulang kehidupan mereka?

Benarkah mereka saling terkait satu sama lain?


Nah pertanyaan-pertanyaan itu bisa dijwab setelah nonton seluruh episode dong yaaa hehehe


Rasanya udah lama ga nonton drama korea dengan intensitas cerita seseru ini. Tiap episode apalagi udah menjelang akhir terdapat plot twist yang bikin kita berucap, ya ampun ternyataaaaa.... Hahahha


Meski alurnya maju mundur tapi ga aneh dan ga bikin bingung. Malah kita dibikin makin penasaran siapa pembunuh sebenarnya. Dan jawabannya sangat ga bisa ditebak. Jelang akhir episode udah nebak si ini si itu eh tapi ternyata meleset xixixi


Buat yang lagi butuh drama bagus, ini sangat sangat sangat direkomendasikan. 

Dan ga kaya drama lainnya, endingnya cukup memuaskan dan semua pertanyaan terjawab. Jadi g ada istilah ending gantung atau jadi butiran debu wkwkwkk

Sunday, 14 February 2021

New Member di 2020







 Alhamdulillah.... 

Jelang satu tahunnya Safa nih xixixi agak deg degan karna udah dua kali kena syndrome satu tahun. Maksudnya, ketika Farah usia 1tahun, saya hamil Alqi. Dan ketika Alqi 1th saya kembali hamil Safa 

Safa Medina Azzahra lahir 5 Maret 2020 di RSIA Mutiara Aini, Batu Aji

Sebuah persalinan paling nyaman dan terencana dibandingkan dua persalinan lainnya. Tanpa drama air mata, hanya saya dan Bang Rio dan masya Allah amat sangat dimudahkan. Tak hanya mudah tapi juga lebih cepat dan di luar dugaan. 

Saya bisa menyebutnya sebagai persalinan tanpa ngeden, salah satu proses persalinan yang saya takuti selama ini. Saya takut ngeden. Takut ga kuat, takut tenaga habis, takut minus berakibat makin buruk pada mata, takut robek,  takut pingsan dan sebagainya


Ngeden antara udah ga tahan lagi pengen tu anak cepat keluar karna rasanya ada sesuatu yang besar nyangkut di lubang situ. Bukan vagina tapi lubang anus jadi bener bener pengen apaan sih cepetan dong, kaya gitu hahaha


Tapi selain itu harus konsentrasi atur napas dan memikirkan seonggok teori soal ngeden. Jangan teriak, rapatkan gigi, jangan tutup mata, jangan angkat pinggul dan lain lain. 

Jadi kebayang ga sih ketika proses ngeden semua rasa campur baur. Dan ketika lahiran Safa saya ga ngerasain ngeden kaya lahiran sebelumnya. Tiba tiba Safa nya udah meluncur. 


Alhamdulillah...


Bisa jadi ini karna lahiran yang ketiga kali, jadi jalan keluar udah ada sehingga anak lebih mudah keluar.

Saturday, 13 February 2021

Tulisan Pertama 2021

 Dari kemren tuh ya, nulis di blog ini cuma draft draft an. Ga pernah yang sampai selesai, padahal banyak kali pun yang bisa diceritakan dan ditulis. Sejak sosial media merambah ke mana mana kaya nya nulis di blog udah ga menarik dan agak ribet hahahaha


Beda kalo nulis sesuatu di facebook, instagram atau twitter. Padahal klo untuk mengarsipkan, nulis di blog lebih seru aja dan bisa dilihat kapan aja tanpa harus scroll jauh banget. Kecuali kalo di sosmed bikin hestek sendiri 


Ya udah lah, belu tau juga mau nulis apaan, ini juga curi curi waktu sambil nungguin nasi masak hahaha

Udah seminggu masak nasi di kompor gegara tempat masak nasi di rice cooker jatoh pas nyuci beras dan tempatnya penyok. Ga muat lagi di rice cooker. 


Eh bisa jadi cerita ni ya soal periuk nasi hahaha

Saturday, 2 May 2020

Cerita Lahiran Safa Part 2 (Copy dari IG)

Masya Allah, tabarakallah... Setelah 3 minggu menikmati hari2 jadi buaga alias ibu2 anak tiga, baru bisa nulis lanjutan cerita lahiran. Berusaha ga panjang2 meskipun saya suka sekali menulis detail. .
.
Seperti biasa, obat induksi diberikan kedua kalinya selang 4-6 jam gitu, saya lupa. Yang jelas mules itu saya rasakan jelang ashar. Saya masih bolak balik ke kamar mandi untuk pipis n BAB. Begitu lendir mulai keluar rasanya senang, apalagi ga lama kemudian juga diikuti dengan darah. Oke fix ashar nanti saya ga harus sholat lagi. .
.
Sakit induksi kaya apa? Well, krna saya ga pernah normal jadi ga punya perbandingan ya. Ini cerita apa yg saya rasa aja. Di awal sakitnya bukan pinggang atau punggung, tapi perut, terutama perut bagian tepi. Jadinya sesak banget bagian dada karna berasa bayinya naik. Setelah itu baru deh menjalar ke mana mana layaknya kontraksi pada umumnya. Btw induksi kali ini rasanya aneh. Entah karna gugup, tapi saya mual dan beberapa kali muntah. Rasa mual juga makin menjadi ketika bukaan nambah. .
.

Nah setelah maghrib rasa sakitnya makin bertambah n saya ga mau banyak bicara lagi. Hanya fokus bernafas nafas nafas dan nafas. Gmana pun, saya ga mau buang energi dengan berteriak meski udah makan kurma. Ini aja udah takut ga bisa ngejan, so sy cuma nafas. Karna sakitnya pasti akan terus bertambah. Saya ga mau harus jejeritan di ruangan ini n bikin stres pasien sebelah 😂😂
.
.
Jam 19.00 itu kontraksinya makin gila2an. Saya minta di cek dalam, tapi bidan bilang jadwal berikutnya jam 8, sabar aja ya bu katanya. Sekitar 30 menit berlalu dan saya minta bg Rio untuk panggil mereka. Cek dalam, ternyata masih bukaan 3. What??!!! Sakit kaya gini masak masih bukaan 3 sih, batin saya. Bidannya masih suruh sabar tapi saya ga tahan lagi. .
.
Tiba tiba ada sesuatu seperti mengganjal di bagian ekor atau apalah itu. Hekkkk!!! Hasrat ingin ngejan itu sungguh sungguh tak tertahankan!!!! Saya miring ke kanan, meluruskan kaki agar ga ngejan sebelum waktunya. Aakk!!!! Ampun deh, idealisme ga tereak itu mental. Ketika sesuatu di ekor itu rasanya makin mendekati anus, saat itu juga rasa mual bertambah2 dan akhirnya saya berteriak.

Ketika saya sudah sangat mual, sangat ingin mengejan dan akhirnya berteriak, Bg Rio menyangga kepala saya dan mengingatkan untuk mengatur nafas krna saya sudah terlihat panik. Laluuuu, gelombang menyesakkan itu kembali datang. Sangat sangat sangat ingin mengejan!!! Meski berusaha sekuat tenaga untuk menahannya tapi keinginan itu amat kuat. Ya sudah, ngejan juga. Rasanya bagian anus saya membengkak atau mungkin jalan lahir juga tertutup. Entahlah. Tapi rasanya tak puas krn tak ada yg keluar. Ketika rasa ingin ngejan itu datang kembali saya udah pasrah. Klo bukaan 3 aja pengen ngejan kaya gini, saya pikir saya ga sanggup bertahan hingga bukaan lengkap. Apalagi sepertinya bagian anus membengkak seperti ada yg mau meledak. Sudah terbayang bahwa malam itu saya akan dibawa ke ruang operasi. .
.
Lalu tiba tiba saya merasakan ada sesuatu yang meletus dan  air yg sangat banyak keluar dari bawah. Deras dan sejujurnya ada sebuah perasaan lega karna rasa ingin ngejan itu perlahan berkurang. Air ketuban!!!!!! Saya yg tadinya masih miring mengambil posisi, bidannya juga kaget dan sigap mendekati saya untuk cek. "Kak, crowning!!!", Teriaknya pada bidan lain. Saya ga ngerti tapi gerak tangannya membuat saya paham bahwa kepala bayi sudah kelihatan. Bg Rio mengingatkan untuk bernafas pendek2 melalui mulut lalu membantu membuka kaki saya. .
.
Dan rasanya saat itulah bayi saya keluar tanpa saya sadari. Di saat peralatan belum disiapkan, saat bidan masih santai, saat posisi saya masih jauh dari lubang tempat tidur. Hasilnya??? Robek lagi 😅😅😅 iya karna posisinya cukup jauh bidan kesulitan saat menarik bayi keluar, klo posisi pas bisa aja ga robek atau ga perlu gunting sama sekali. .
.
Begitulah, alhamdulillah. Kali ini saya melahirkan tanpa harus ngejan atau mendorong bayi dari jalan lahirnya. Bayi ini meluncur keluar seiring dengan air ketuban dan minim sekali darah. Dan hingga detik ini saya masih ga percaya klo sy baru aja melahirkan. Hal yg paling saya syukuri dan merasa emejing adalah sakit kontraksi yg dahsyat itu hanya saya nikmati selama 40 menit. Entah, mungkin karna induksi jadi reaksinya lebih cepat. .
.
Assalamu'alaikum Safa Medina Azzahra 💕💕💕

Sunday, 8 March 2020

Cerita Lahiran Safa Part 1

Bismillahirrahmanirrahiiim.... Mau cerita lahiran yang ketiga nih? Siapa yang nunggu 😅😅😅 saya yakin setiap orang punya ceritanya dan pengalamannya sendiri. Untuk mengabadikan cerita itu saya memilih untuk menuliskannya, sekalian mau ngabisin jatah ribuan kata per hari sebagai perempuan 😁😁😁. Yahhh semoga bisa menghibur, menginspirasi yaaaa... 
.
.
.
Seperti biasa tulisannya bersambung. Enaknya ditulis di blog tapi ya gitu deh, blog udah jadi sarang laba2. 
.
.
.
Oke mari kita mulai. Saya melahirkan anak perempuan hari Kamis, 5 Maret 2020 jam 19.40 WIB. Beratnya 3,6 kilo dan panjang 52 cm. 400 gram lebih berat dari perkiraan dokter pas USG yg cuma 3,2 kg. Seperti biasa, kali ini melewati proses induksi lagi, dan alhamdulillah berakhir normal. Merasa sangat bersyukur karna ga semua yg memilih induksi bisa berakhir normal karna banyk faktor. Part berikutnya akan cerita soal alasan memilih induksi. 
.
.
.
Lahiran kali ini keinginan saya terkabul, salah satunya bisa lahiran lagi di RSIA Mutiara Aini, tempat yang sama dg Farah dulu. Mungkin karna merasa nyaman yaaa, terutama juga sama dokternya. Sebelumnya sempat kecewa karna kayanya ga bakalan lahiran di sana karna untuk pemakaian BPJS harus dirujuk dulu dari klinik faskesnya. Tapi jelang lahiran alhamdulillah ternyata bisa. 
.
.
Beberapa hari sebelum HPL saya cek ke dokter sekaligus mau nanya apa bisa induksi di Aini pakai BPJS. Alhamdulillah bisa. Dokter mengarahkan untuk minta rujukan dari klinik dngan menyertakan surat keterangan tentang hpl dan riwayat persalinan saya. Maka di tanggal 4 Maret (tanggal HPL nya) kami ke klinik untuk minta rujukan. Alhamdulillah dapat setelah ditanya tanya sama dokter di poli kenapa kami minta rujukan untuk induksi n kenapa ga nunggu aja karna kondisi kandungan juga masih bagus. 
.
.
.
Pagi tanggal 5 Maret 2020 saya dan bg Rio bergegas ke rumah sakit sebelum Farah n Alqi bangun. Sayangnya, Alqi udah bangun jadi nangis pas liat kami pergi. Asal bukan Farah karna dia bisa kepikiran seharian. Kami titip mereka sama neneknya di rumah. 
.
.
Memasuki ruang IGD bikin jantung berdebar debar meski ini proses yang ke sekian kalinya. Tensi yang biasanya cuma 90, pagi itu jadi 110. Setelah mendata n cek tensi, bidan mulai mengukur perut saya dan melakukan cek dalam, lalu dilanjutkan dengan pengambilan darah  
.
.
.
Data yang ditanya seputar 💖 ini kehamilan yg ke berapa 💖 anak ke berapa 💖 proses lahir anak pertama n kedua 💖 berat anak pertama n kedua. 
.
.
.
Begitu proses di IGD selesai kami pun masuk ke ruang bersalin. Hal pertama yg dilakukan adalah rekam jantung. Perut saya diletakkan alat bulat n diikat. Tangan juga pegang alat, setiap ada gerakan tombolnya ditekan satu kali. Proses rekam jantung berlangsung selama 20 menit karna saya pasien dokter A. Klo dokter B cuma minta 10 menit. Hehehe beda dokter beda permintaan ya. Dua puluh menit berbaring bikin pegel dan pinggul bagian kanan udah meronta. Selama itu saya cuma kepikiran, dengan kondisi bagian pinggul kaya gini kira kira saya kuat ngejan ga nanti ya??? Sungguh, proses mengejan adalah hal yang saya takuti selama persalinan normal. 
.
.
.
Lanjut next part yahhhh

Wednesday, 19 September 2018

[Korean Drama] My ID is Gangnam Beauty: Hanya Karena Cha Eun Woo



Saya kembali menulis di blog ini setelah hampir setahunan tak disentuh, bahkan awalnya lupa email dan password. Beruntung saya hanya punya 3 password tetap yang dipakai bergantian untuk akun apapun hehehe....

Meski tak lagi menulis, saya tetap nge drama. Belum vakum meski tanpa wifi tetap diusahakan menonton drama agar jiwa tetap waras. Maklum, sekarang statusnya sudah jadi mamak mamak beranak dua. Agar kebutuhan drama tetap terpenuhi saya harus cari kartu internet yang murah dan menawarkan kuota yang banyak. Sebulan terakhir nonton makin menggila karena sekarang ada fasilitas wifi di rumah.

Sebenarnya saya ga tertarik dengan drama ini awalnya. Tapi karena di timeline heboh bener, ya dicobalah nonton episode satu. Penasarannya lebih karena isi timeline yang menggila karena ketampanan tanpa batas pemeran utama lelakinya, Cha Eun Woo.

Dan iyes!! Baru satu episode, saya nagih untuk nonton episode lainnya hanya karena ingin lihat ekspresi Cha Eun Woo lainnya. Saya terpesona dan tersihir sorot matanya yang ga bisa dijelaskan dengan kata kata hahha...

Selain pesona Cha Eun Woo yang bikin saya meneruskan nonton episode selanjutnya hingga tamat adalah tokoh Hyun Soo A. Antagonis cewek ini bikin saya penasaran, apa sebenarnya yang disembunyikannya dibalik sikap pura pura baik dan manisnya itu. Dan drama ini lelet banget karena semua terkuak di beberapa episode terakhir. Seru sih, tapi ya gitu, berasa sia sia nungguin.

Karena hanya dua hal ini yang bikin saya penasaran, banyak adegan pemeran utama yang saya skip. Apalagi ketika Kang Mi Rae dan Do Kyung Seok udah jadian. Ckckckk, naluri saya bilangg ga ada gunanya nonton adegan mereka pacaran.

Mungkin karena dari awal saya sebenarnya udah ga suka dengan tokoh utama, Kang Mi Rae.

Oke, ceritanya adalah tentang seorang cewek, Kang Mi Rae yang punya wajah jelek dan jadi korban bully selama di sekolah gara gara wajahnya itu. Dari awal ga pernah diliatin sih sejelek apa, kamera hanya menyorot beberapa bagian tertentu kaya mata, hiidung, bibir. Kalaupun seluruh tubuh, pasti bagian wajahnya blur. Ga keliatan deh

Ga mau kehidupan kuliahnya berantakan karena bullyan seperti di sekolah, Kang Mi Rae merombak habis habisan wajahnya lewat operasi plastik. Dan owala!!! Dia sukses jadi salah satu gadis paling cantik di jurusan kimia barengan dengan Hyun Soo A yang juga emang udah cantik dari sononya.

Yah mungkin karena jadi korban bully seumur hidup selama sekolah, Kang Mi Rae jadi sosok yang ga pedean dengan hal apapun. Selalu takut bertindak karena mempertimbangkan apa yang akan orang lain katakan tentang dirinya.

Menurut penonton kaya saya, sikap ini melelahkan dan menyebalkan. Mungkin buat saya harusnya dia pede aja dong. Kan udah cantik. Nikmatin deh hasil operasi itu dengan berteman dan melakukan hal hal yang ga pernah dilakukan selama sekolah dulu.

Tapi Kang Mi Rae engga. Dia masih aja terjebak dengan perasaan ga pede itu. Lelah, aku lelah menyaksikan adegan demi adegan Kang Mi Rae ini.

Beruntung ada Cha Eun Woo dan Hyun Soo A yang bikin penasaran dan jadi daya tarik tersendiri untuk saya. Kalo engga, mungkin drama ini ga akan saya lanjutkan sampai tamat.

Tokoh lainnya juga meyenangkan. Intinya semua saya suka kecuali Kang Mi Rae dan Chan Woo, senior Mi rae yang sok keren dan memiliki jiwa licik yang amat tinggi. Kalo saya jadi temannya, ga akan percaya sedikitpun apapun yang dia katakan.

Ya udahlah gitu aja...

Pesan dari drama ini : dont judge a book by its cover

Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya karena yang paling penting adalah hatinya.

Friday, 11 August 2017

The Age of Shadows, Pergolakan Batin yang Menakutkan

🐞🐞 THE AGE OF SHADOWS 🐞🐞 

Yuhuuuuuu... Another great great great great great great movie of Gong Yoo and Song Kang Hoo!!! Bagian paling mendebarkan dari film ini adalah adegan polisi Jepang menyusuri gerbong gerbong kereta untuk mencari pejuang kemerdekaan Korea. Hampir ga bernapas!!! 

Ada adegan Gong Yoo lari larian di atap, tapi ga se keren Jung Ji Hyun di Assassination sambil bawa senjata laras panjang. 

Ceritanya fokus sama Song Kang Hoo yang jadi polisi Jepang alias pengkhianat bangsa. Tugasnya nangkepin para pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam sebuah organisasi. Sampai pada suatu misi dia harus bisa menangkap sang ketua yang emang lihai bersembunyi. Misinya dimulai dengan mendekati tangan kanan ketua, yaitu Gong Yoo yang nyamar jadi pengusaha barang antik. Kedua belah pihak sebenarnya tau maksud dan tujuan, tapi oleh Gong Yoo, si polisi Jepang dibawa langsung ketemu sang ketua. Di sinilah terjadi pergolakan batin si polisi Jepang yang termakan kata kata ketua yang emang masuk akal. Jadilah si polisi agen ganda bagi kedua belah pihak. Kaya Severus Snape getoh 😁... 

Film yang layak banget masuk dalam daftar film wajib nonton. Bertabur bintang hot!!! 😁 

oh iya, yang bikin bergidik sampe sekarang sih adegan penyiksaan Han Ji Min (perempuan) yang ketangkap di stasiun. Apalagi pas bagian dia ditempelin besi panas 😓😓😓 awalnya mau ditaruh di bagian vitalnya tapi malah ditempelin di pipi!!! Teriakannya boooo, ngalahin jeritan Hermione yang kena kutukan Bellatrix 😰😰 

ada juga adegan awal di mana salah satu pejuang buangin ujung jempol kakinya yang ketembak hewwww dan Gong Yoo yang disiksa dengan dijepit kuku jarinya sampe putus dan gigit lidahnya sendiri juga sampe putus supaya dia ga dipaksa ngasih informasi organisasinya. Serem yups  #theageofshadows #kmovie #bestmovie #awardwinning #gongyoo