Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Friday, 30 May 2014

Ngeblog Merekam Jejak

      1 comment   
Aku punya blog dari tahun 2007 tepatnya ketika usiaku 17 tahun, usia yang manis tapi kulewati dengan hal - hal biasa. Yah setidaknya hal biasa sebagai remaja tanpa menikmati kisah cinta di sekolah. Kupikir hari ini sudah terlalu mainstream bagi remaja untuk memaksakan diri merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta atau pacaran dengan orang yang mereka suka.

Di awal niat bikin blog cuma buat nyobain hal baru yang aku baca di majalah. Ketika itu banyak banget postingan tentang blogger.com


Trus karena keasyikan blog ini jadi tempat buat curhat atau memaki - maki sesuatu yang ga bisa aku lakukan di dunia nyata hahahha what a coward! Tapi semakin ke sini aku sedikit demi sedikit nyadar nih kalo nge blog ga cuma buat begituan. Nge blog adalah bagaimana cara kita ninggalin jejak sejarah kita sendiri.

Kata Anis Matta, jangan biarkan sejarah kita ditulis oleh orang lain. Yaa beda sih memahaminya.

Yang pasti pemahaman aku tentang nulis makin luas. Dulu ketika ikut mentoring kepenulisan sama Dacho dan teman - teman lain kami diarahkan untuk menulis di koran lokal maupun nasional jika mampu. Tujuannya sederhana, koran merupakan media massa yang menyentuh masyrakat hingga pelosok sekalipun sehingga pembentukan opini akan lebih mudah terbentuk

Well, dia benar dan kami melakukannya beberapa kali. Aku berusaha keras untuk membuat tulisan yang punya nilai. Mulai dari mempelajari undang - undang yang berhubungan dengan masalah, searching berita, cari pendapat tokoh dan mulai nyusun tulisan. Yaa beberapa tulisan pernah nangkring di koran lokal.

Nah semakin ke sini, intensitas kami ketemuan itu makin dikit. Aku udah mulai meninggalkan dunia jurnalistik yang dulu disorong - sorongkan sama Dacho. Ya, kupikir aku tak begitu cocok di dunia seperti itu karena duniaku adalah dunia yang penuh curhatan seperti ini.

Aku lebih menyukai menulis sebuah tulisan yang bebas tanpa harus memperhatikan EYD dan yang lainnya, tapi bukan berarti aku meninggalkan semuanya. Hanya saja sekarang aku lebih suka menulis di blog dengan tema bebas. Mungkin sekali - kali aku perlu kembali menulis yang serius untuk dikirimkan ke media hehehe

Bagaimanapun juga karena tulisan lah aku bisa berkenalan dengan orang - orang hebat. Jurnalistik itu sungguh dunia yang menyenangkan. Meski tak banyak yang kukenal tapi itu sudah sungguh membahagiakan.

Well, sekali lagi menulis adalah bagaimana cara kita meninggalkan jejak bukan?

Bayangkan jika nanti kita sudah mati dan ga ada lagi di dunia ini. Ini kan zamannya sosial media, hampir semua orang punya dan mereka udah bisa ninggalin jejaknya sendiri. Nah kita yang suka nulis tentu ga mungkin cuma ninggalin status - status gaje di sosmed kayak facebook, twitter dan lainnya kan. Aku pikir blog merupakan harta berharga yang bisa aku wariskan pada siapapun. Bukan dalam hal pengelolaannya tapi isinya.

Kupikir begini, ketika kita mati ada tiga hal yang akan tetap ngalir kepada seorang muslim yaitu ilmu yang bermanfaat, doa anak sholeh dan sedekah jariyah. Di antara tiga hal tersebut yang aku punya dan bisa lakukan cuma hal yang pertama yaitu ilmu yang bermanfaat.

Meski aku bukan orang yang berilmu - ilmu amat tapi sedikit ada ilmu hehehe karena itu aku menuliskan hal - hal yang mudah - mudahan bermanfaat bagi orang lain ketika membacanya. Dengan harapan mereka terinspirasi oleh kebaikan dalam tulisan dan mengamalkannya.

Yah semoga hal ini bernilai ibadah ya

1 comment: