Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Tuesday, 19 August 2014

Sederhana dalam Berbagi

      No comments   
 Wah status Kak Iva WUlandari kali ini asik banget, let me re-write it on my blog. Suka banget

Duhai..semoga kenikmatan dan kebahagiaan kita tidak menjadi sebab kenelangsaan terlebih ketidaksyukuran saudara kita.

Dahulu, penanda yg bisa sebabkan seseorang riya' adalah harta berupa materi. Untuk perkara ini, saya rasa sampai saat ini banyak dr kita yg tahu dan sadar untuk tidak memamerkan materi yg dipunya.

Tapi sungguh... ada kecemasan akankah sy akan masuk pada kubangan riya' yg lainnya. Bahwa pasangan, karunia kehamilan juga anak adalah menjadi bagian nikmat dunia itu pula. Hingga kita berbangga dan mengabarkannya pd khalayak setiap waktu. Memang mengasyikkan bagi sy yg tengah hamil untuk sekedar menulis "hari ini debay bergerak", "ngidam ini nih", dan serangkaian penggalan apa yg sedang dirasa. Tp hanya berhenti pd itu saja. Saya sungguh pernah merasakan nelangsanya..kala proses menunggu hadirnya buah hati dalam rahim, sedang berseliweran teman yg sedang menceritakan serunya kehamilannya di beranda fb sy. Pula, sy memahami bagaimana rasanya saudara kita yg telah sekian tahun menikah, tapi belum diamanahi seorang anak. Bagaimana perasaannya ketika yg ia lihat tiap hari di beranda fb nya adalah postingan foto foto lucu anak-anak teman atau bahkan adik angkatannya yg telah dikaruniai dua atau tiga putra. Kawan-kawan yg tengah asyik membagikan cerita "anakku sudah pintar begini, begitu, dsb."

Semoga kita dikaruniai kerendahan hati dan kebijaksanaan untuk menggubah kabar gembira dan karunia yg kita dapat sebagai sarana yg menambah pengharapan baik bagi saudara kita yg belum mendapatkannya. pula mengingatkan akan kesyukuran bagi yg sedang atau lebih dahulu mendapatkannya.

Begitu pula, manjadi kewajiban kita yg telah lebih dulu menjejaki dunia rumah tangga untuk membantu saudara kita yg blm menikah, untuk terus berpengharapan baik. Serendah-rendahnya bantuan kita pd mereka, yakni menjaga hati mereka agar jgn sampai bahagia kita memadu kasih dgn pasangan, menelangsakan mereka yg telah keras berikhtiar namun belum juga mendapatkan nikmatnya pernikahan. Biarlah kemesraan menjadi madu manis untuk kita dan pasangan. Karena sungguh berbeda antara berbagi hikmah dan memamerkan kemesraan rumah tangga kita..

Sederhananya...membagikan kabar bahagia secukupnya, menampakkan karunia yg sedang kita punya secukupnya pula. Serta menyertakan satu dua kalimat yg menghadirkan pengharapan baik dan mengundang kesyukuran bagi orang lain yg membacanya (terkhusus posting di medsos).

Wahai diri, tersebab kemurahan Allah lah engkau berpunya aneka karunia dan nikmat. Pantaskah engkau berbangga dan jumawa pada orang lain yg belum peroleh kenikmatan yg sama?

#selftalk

--Iva Wulandari, 2014

0 comments:

Post a Comment