Saturday, 15 September 2012

Teroris dari Rohis? Duh Sembarangan nih Metro TV


Metro TV jangan sembarangan bikin berita dong, gak baik tau nyebarin fitnah yang gak pake dasar. Maunya apa sih? Untungnya apa kalo rohis dijelek-jelekkin begitu di pemberitaan nasional?

Aku tau laah kalo Metro TV itu emang salah satu stasiun TV informatif di Indonesia. Saingannya sih Cuma satu, TVOne. Jujur ya, selama ini aku tuh seneng nonton siaran di Metro TV. Berita – berita menarik dan opini yang disampaikan pun bikin aku mikir dan geram sama pemerintah yang asik banget dengan korupsinya. Sampe aku punya impian mau jadi pemberantas koruptor! Aku pengen jadi orang kaya dan berkuasa biar bisa memberangus koruptor – koruptor gak tahu malu itu.

Sayang, Metro TV udah nyakitin hati teman – teman aku, aku juga sakit hati loh. Tega banget deh ngeberitain kalo teroris – teroris direkrut dari kegiatan ekskul rohis. Waduh, gubrak deh! Kok Metro TV bisa narik kesimpulan begitu yah.

Aku gak tau dari mana teroris – teroris itu muncul. Eh mereka tuh kayak hantu – hantu di film horror gitu, suka muncul tiba – tiba. Kayak sekarang nih, aku lagi asik pantengin Metro TV buat ngikutin kelanjutan kasus korupsi yang seabrek itu. Eeeh gak ada angin gak ada hujan, berita – berita itu jadi ngilang trus muncul deh teroris. Aku jadi ingat lagunya Om Once, kaaaamu seperti hantu….. hihihihi

Eh yang pasti, teroris gak dari rohis!!

Di rohis tu asik, aku belajar tentang agama islam lebih banyak. Pemahaman aku makin bertambah sejak aku ikut rohis, shalatku juga gak bolong – bolong lagi. Temen – temenku yang cewek sekarang malah rame – rame pake jilbab. Pembinanya baik, kami diajak untuk sholat tepat waktu, sholat dhuha, puasa sunnah, sopan santun sama orang tua and gak nyontek. Ih mana ada teroris yang begituan!

Metro TV gak suka ya kalo anak - anak Indonesia aktif di rohis?? Ih untung ibuku tuh orangnya baik. Dia gak terpengaruh sama apa yang Metro TV beritain tentang rohis. Beliau malah nyuruh aku untuk terus aktif di rohis. Katanya sejak aku ikut rohis, prilakuku berubah banyak. Yaaa walo gak banyak banget tapi ibuku seneng loh. 

Beliau bilang, aku jadi rajin sholat, ngaji, trus pake jilbab yang rapi, gak pake baju ketat2 (soalnya lingkungan rumahku banyak abang - abang genit yang suka nyuitin tiap aku lewat). Ngerasa aman gitu deh. Aku jadi rajin bantuin beliau di rumah, belajarnya juga semangat. Tau gak nilai fisika aku yang kemarin jeblok guling-guling ke jurang, sekarang udah mulai membaik. Ibu bilang sejak aku ikut rohis aku jadi begitu.

Ayahku bilang, kalo remaja Indonesia pada aktif di rohis, jamin deh, yang namanya kakaen gak betah di Indonesia hahahahaha.... Pasti si kakaen lebih milih tinggal di negara yang masih gak kenal kalo Islam itu agama yang benar. Kalo pembina rohisku bilang, rahmatan lil'alamin

Hadeeeeh Metro TV suka asal ngomong ya ternyata. Aku gak nyangka, jangan – jangan apa yang kamu beritain selama ini juga asal ngomong?? Ayo ngaku!! Kalo gini caranya aku jadi males mau nonton Metro TV. Mending ngabisin waktu di rohis aja, bikin kegiatan baksos, kajian bulanan, mentoring, silaturahim, outbond, dan lain – lain. Dan aku mau ngajak teman sebanyak – banyaknya biar mereka juga gabung di rohis.

Rohis is not a terrorist!!

Wednesday, 12 September 2012

Remove

Seharusnya dia tak perlu meremoveku dari pertemanan hanya karena masalah sepele seperti itu. Aku membalas statusnya di wallku karena statusnya benar - benar menyalahkan adikku. Memangnya dia salah apa? Salahnya adalah dia menunjukkan muka tak bersalah saat bertemu denganmu, begitu kan? Apa yang salah dengan itu? Jika kau memang pandai membaca sikapnya, tentu kau lebih bijak dari yang kukira.

Menyalahkan apa yang terjadi padamu tentu bukan sikap yang baik untuk ditunjukkan. Itu sama saja memberitahu seluruh dunia bahwa kau putus asa dengan kondisi fisik yang tak seperti dulu. Apa yang salah dengan hal itu? Bukankah kau masih memiliki kelima indra yang masih sempurna digunakan? Penglihatanmu tidak bermasalah, pendengaranmu baik, indra perasamu aku yakin sangat berfungsi dengan baik dan kulitmu masih bisa merasakan sentuhan keluargamu.

Bisa jadi kau mengatakan hal ini tidak adil bagimu padahal ada hal yang lebih tidak adil lagi bagi orang lain.
Nevermind, removing me doesn't make sense as long as it makes you relieved for times. I wonder why you only did it to me unless it was my brother who did everything wrong in your mind??

At least, I'd like you to remember what I've been written on my wall. I am absolutely sure that you will remember it, that's why you remove me :D


Monday, 10 September 2012

Notulensi Tasqif (FIQIH THAHARAH)


FIQIH THAHARAH
ü  Ridho Allah sebuah kunci untuk membuka pintu surga.
ü  Menjalani kehidupan dengan semulia-mulianya, dengan sebaik-baiknya.
ü  Semua buku fiqih yang ada di Indonesia, selalu dimulai dengan thaharah
ü  Bersuci mencakup dua ruang lingkup : suci jasmani dan suci rohani
ü  At thaharah : mensucikan diri badan pakaian dan tempat dari najis dan hadats
ü  Air adalah sebagian dari kehidupan. Hal pokok dalam bersuci.
ü  Macam – macam air : dibagi menjadi 4 macam :
1.      Air mutlak > air suci lagi mensucikan (secara sifatnya) > boleh dipakai untuk bersuci : air sumur, air salju, air laut, air telaga, air mata air.
2.      Air musta’mar > air yang telah terpakai/digunakan : air sisa wudhu yang telah terpakai, ketika kita mandi. Menurut imam Hambali, boleh dipakai untuk bersuci. Imam syafi’I tidak membolehkan.
3.      Air yang bercampur dengan sesuatu : contoh air teh, air kopi. Secara sifat dia suci, tapi tidah dapat dipakai untuk bersuci. Bagaimana jika ia tercampur dengan kotoran? Imam Syafi’I : jika kurang dari dua kullah (60x60x60 cm), air tersebut tidak suci lagi. Tiga imam yang lain (hanafi, hambali dan maliki), sedikit ataupun banyak jika tidak merubah sifatnya (bau warna dan rasa), maka airnya tetap suci.
4.      Air yang bercampur dengan najis (air najis) > misalnya bercampur dengan kotoran anjing : tidak boleh lagi digunakan untuk bersuci.
ü  Macam – macam thaharah :
1.     Wudhu
Ø  Al Maidah : 6 > dalil wajib thaharah
-          Ayat ini merupakan panggilan untuk orang – orang yang beriman.
-          Basuhlah mukamu, kemudian sapulah tanganmu hingga siku, sapulah kepala, basuhlah kaki hingga mata kaki.
-          Perbedaan arjulakum dan arjulikum. Arjulakum > menghubungkannya dengan kalimat sebelumnya. Fathah : perintah kaki itu dibasuh, bukan disapu. Wafsahu (menyapu) untuk kepala. Arjulikum > kaki boleh disapu, bukan dibasuh. Kedua-duanya sah.
Ø  "Allah tidak akan menerima shalat salah seorang di antara kamu jika kamu sedang berhadats, sampai orang itu berwudhu”
Ø  Orang yang berhadats kecil menghilangkannya dengan berwudhu > ijma’ para ulama
Ø  Wudhu akan mempengaruhi aktivitas ibadah yang kita lakukan.
Ø  Rukun wudhu ada 6, Al Maidah ayat 6
-          Niat
-          Membasuh muka, batasannya dari tempat tumbuh rambut di dahi sampe dagu. Dari batas telinga kanan sampe batas telinga kiri.
-          Membasuh tangan hingga siku, jika berlebih boleh karena di hari akhir anggota itu akan bersinar.
-          Menyapu kepala > banyak perbedaan > ada yang keseluruhan ada yang setengah ada yang sedikit >> semuanya benar. Imam syafi’I : kalo mengena tiga helai rambut saja, maka itu sah.
-          Menyapu kaki sampai ke mata kaki, berlebih lebih baik.
-          Tertib.
Ø  Mencuci tangan, kumur – kumur, memasukkan air ke dalam hidung, membasuh telinga, berdoa setelah wudhu hukumnya sunnah.
Ø  Shalat dua rakaat setelah wudhu. Bilal bin Rabah selalu mengerjakan shalat dua rakaat setelah berwudhu, sehingga Rasulullah mendengar terompah bilal lebih dulu di surge.
Ø  Niat adalah amalan qolbi, amalah hati, tidak perlu dilafadzkan.
Ø  Hal yang membatalkan wudhu :
-          Keluar salah satu dari lubang dubur (BAB, pipis, kentut).
-          Na’um amid : tidur yang nyenyaaak sekali. Ada juga yang berpendapat, a. jika tidurnya duduk, ada ulama yang berpendapat wudhunya tidak batal, kalo berbaring baru batal total. Tidur duduk dan tidur berbaring >> tidurnya berbaring, dalam posisinya seperti itu ia membuka rongga2 pintu – pintu, bisa jadi dia buang angina tau cairan. Tapi dalam posisi duduk, rongga pintu tersebut terjepit sehingga tidak mengeluarkan apa pun. Dianjurkan jika tertidur, baik duduk atau baring, memperbaharui wudhu.
-          Memegang kemaluan dengan tidak memakai alas, baik milik sendiri maupun orang lain (anak-anak)
-          Keluar darah (bukan dalam bentuk luka).
Ø  Bagaimana jika bersentuhan antara laki – laki dan perempuan. Ada yang tidak membatalkan > contoh saat haji. Imam syafi’I > bernafsu atau tidak jika tanpa alas, wudhunya batal. Imam yang lain > jika tidak batal jika tidak bernafsu
Ø  Bagaimana dengan suami istri? Aisyah berkata : Rasul mencium istri-istrinya sebelum ke mesjid, dan beliau tidak memperharui wudhunya. Rasul pernah shalat tahajud, kemudian tempat sujudnya dihalangi oleh kaki Aisyah, kemudian beliau memindahkan kaki Aisyah >> tidak membatalkan
2.     Mandi wajib
Bagaimana jika setelah mandi wajib, apa harus wudhu lagi atau boleh langsung shalat? Kaidah ushul fiqih > hal yang besar dapat menghapus/mengganti posisi yang kecil artinya dengan mandi wajib otomatis kita sudah menghilangkan hadats kecil. Tapi jika ingin wudhu lagi itu lebih baik.
3.     Tayammum (pengganti wudhu/mandi ketika tidak ditemui air)

DISKUSI
1.      NATASHA > haid memasuki mesjid
Dalam kondisi darurat, seseorang boleh memasuki mesjid, contoh, tidak ada lagi tempat belajar kecuali di mesjid itu karena menuntut ilmu adalah wajib. Dianjurkan untuk mencari tempat lain.
2.      HADIJAH > tentang rambut kuku dll saat haid
Tidak ada larangan.
3.      MURHAYATI > menjama’ shalat
Jama’ takdim, jama’ takhir.
Shalat safar > shalat dalam perjalanan, kiblatnya mengikuti arah kendaraan, arah duduk kita dalam kendaraan dan boleh langsung di jama/qashar pada saat itu
4.      DWI RAHAYU > menjawab panggilan/bersuara saat berwudhu
Wudhunya tidak batal, itu hanya masalah adab, karena ketika wudhu ketika dianjurkan untuk berzikir.
5.      Hukum memegang al quran ketika haidh. Mushaf yang benar2 mushaf, tidak ada terjemahan, tajwid, tafsir dll tidak boleh dipegang sama sekali. Yang sudah bercampur boleh dipegang. Bagaimana dengan membacanya? Terjadi perbedaan juga. Kalo membacanya dengan niat zikrullah, diperbolehkan. Pendapat lain, boleh membaca, tapi yang dihapal dengan tidak memegang mushaf. Pendapat lain, boleh dengan niat untuk belajar.
6.      Mazhab mana yang harus kita ikuti? Dalam bermazhab, kita tidak boleh terlalu fanatik karena fiqih merupakan ijtihad para ulama. Tapi kita juga tidak boleh memudah – mudahkan. Imam syafi’I : kalau kalian menemukan pendapat imam yang lain lebih baik, silahkan.
7.      Menyentuh kemaluan dengan sarung tangan.
8.      Sakit lagi haidh dan tidak bisa kena air.
ILMU ITU UNTUK DITERAPKAN, BUKAN UNTUK DIKUMPUL.

Thursday, 6 September 2012

The Last Project

Facing the last project for my graduation honestly makes me confused. I am afraid of something that has not happenned at all only for I have not started it. "Dont cross the bridge before you get to the river". I heard this firstly when I was studying at an english course years ago. It means that we should do that thing so that we know how it feels, the challenges and etc.

I recognized that I was having difficulty in typing first word for the last project whereas I only need to write a word in a paper. I am quite sure after that I will continue it without any burden even right now I have no idea for the problem of mine.

Heewwww.....

While my friends, well they who were in the different subject, had done their proposal before we had KKN three months ago. They who are in the same subject are also like me, no idea for the project. No spirit to get it finish soon so we could have our graduation earlier. Hahahaha honestly I'm so surprised that I've been at this period, well what I mean that time pass so fast that no one realizes that it is the last year of me to finish the high education.

Although it takes longer than the other friends of mine, I understand for the place where I study now is a little bit different and longer than others. Others can finish in four years or less than that, but not for me. We have our own rule that until now nobody has courage to change it.

I have some problems. I seldom practice English lately either writing or speaking even reading, only listening. Well actually I watched some dramas using english subtitle. I wish it could help me in writing, not an usual writing like this but a scientific writing. What the hell!! In english department ( I dont really know, should we be grateful or feel sorry ) the last project must be written in english. It means that we have double job for the final project, doing research and make it into english.

You know, it needs much time for me to write this simple. Please imagine that I must make a research report in english by a science language -,-

Nevermind

As long as I have spirit and courage to finish it I am absolutely certain that my friends and I will have our graduation ceremmony together in the early 2013


FIGHTING!!!!!

Tuesday, 4 September 2012

[Korean Movie] Tae Guk Gi : Perang Saudara di Tengah Perang Saudara


Anda suka film perang? Silahkan melanjutkan membaca tulisan ini, jika tidak suka, saya ‘memaksa’ anda untuk tetap melanjutkan membacanya. Hehehhe……

Film ini secara tak sengaja saya temukan di youtube beberapa waktu lalu saat iseng mencari film – film lama. Kebetulan rasa penasaran saya beberapa tahun yang lalu rupanya masih ada hingga sekarang. Ketika itu ada tayangan di televisi tentang film – film di Indonesia yang dituntut karena menggunakan soundtrack yang dipakai oleh film – film luar negeri. Salah satunya adalah film ini, Tae Guk Gi atau Brotherhood of War film perang Korean pertama yang saya tonton (selama ini hanya nonton produksi Hollywood).

Diperankan oleh dua aktor yang paling ampuh membuat gadis – gadis di Korea Selatan menjerit, Jang Dong Gun dan Won Bin, di mana keduanya hanya saya lihat di drama. Oleh karena itu, dua aktor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Won Bin main film perang, wowww!!

Ini bukan film perang biasa! Itu kesan yang saya dapatkan setelah menontonnya dengan bersimbah air mata. Perang saudara yang memang benar – benar perang saudara! Film ini mengisahkan dua orang kakak beradik yaitu Jin Tae dan Jin Seok yang hidup di masa perang saudara tahun 1950an, antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Yang membuat film ini menjadi sangat mengharukan adalah hubungan antara Jin Tae dan Jin Seok, berusaha untuk saling melindungi satu sama lain meskipun ada waktu di mana yang satu sangat membenci yang lainnya.

Jin Tae sebagai kakak rela untuk menjadi tukang semir sepatu di pasar agar sang adik, Jin Seok bisa melanjutkan pendidikan. Hubungan yang akrab di antara mereka diperlihatkan di menit – menit awal. Oya, mengenai alurnya, film ini punya alur bolak balik. Dimulai dari zaman sesudah perang ketika ditemukannya pena bertuliskan nama Jin Seok di lokasi perang.

Masalah mulai datang saat tentara memerintahkan pemuda yang berusia 18-30 untuk naik ke atas kereta api. Rupanya mereka akan dibawa dan dilatih menjadi tentara. Jin Seok yang terperangkap akhirnya ditemukan oleh Jin Tae, sayang mereka tak bisa turun karena dihalangi oleh prajurit. Jin Tae berusaha meyakinkan tentara bahwa adiknya hanya pelajar dan meminta mereka untuk mengirimnya pulang. Jawabannya tidak!

Dimulailah latihan militer mereka. Berkenalan dengan orang – orang di kamp hingga menghadapi pertempuran yang hamper mencabut nyawa salah satunya. Jin Tae berusaha agar Jin Seok tidak dilibatkan dalam misi apapun, ia mencari cara bagaimana Jin Seok bisa dikirim pulang. Ia kemudian diceritakan bahwa sebelumnya pernah ada yang bernasib sama sepertinya kemudian prajurit tersebut bertempur mati – matian untuk mendapatkan lencana agar bisa mengajukan permohonan untuk mengirim adiknya pulang.

Mulailah Jin Tae melaksanakan misi dengan gagah berani layaknya seorang pejuang kemerdekaan hingga ia pun dianggap sebagai pahlawan oleh teman – temannya. Karena keberanian dan keberhasilannya menjalankan misi, lencana yang ia harapkan pun diterima. Namun sayang, Jin Seok seperti tidak mengenal kakaknya dikarenakan ambisi Jin Tae tersebut. Ia mulai membenci Jin Tae, apalagi setelah Jin Tae membiarkan teman kecil dan rekan mereka terbunuh. Jin Seok mengira Jin Tae hanya ingin mendapatkan lencana, meskipun akhirnya ia tahu alasan Jin Tae melakukan hal tersebut. Tapi ia sudah terlanjut benci dan menyuruh Jin Tae untuk tidak ikut campur urusannya.

Suatu hari, ketika mereka pergi ke Seoul, Jin Seok menyempatkan diri untuk singgah ke rumah menjenguk sang Ibu. Tapi ia hanya bertemu dengan Young Shin. Saya kurang paham, siapa Young Shin itu, apakah dia istri atau baru sebatas pacar Jin Tae. Rupanya ketika itu orang – orang Korea Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap warga Negara mereka yang diduga menjadi mata – mata komunis Korea Utara, dan Young Shin salah satunya. Meskipun perempuan ini mengaku bahwa ia masuk hanya untuk menjual makanan toh akhirnya ia ditembak mati juga setelah Jin Tae datang menyelamatkan Jin Seok dan Young Shin. #adegan ini mengharukan

Tentara Korea Selatan tentu mereka pengkhianat dan mengurungnya di sel beserta tawanan lain, untungnya karena Jin Tae cukup dikenal ia bisa keluar dan meminta pada yang sedang bertugas untuk turut mengeluarkan adiknya. Komandan keras kepala itu tidak percaya dan malah memerintahkan anak buahnya untuk membakar sel tersebut. Di sinilah Jin Tae merasa ia sudah kehilangan segalanya apalagi ia menemukan pena milik Jin Seok di bekas sel yang terbakar.

Jin Tae yang mengira Jin Seok sudah mati terbakar akhirnya beralih menjadi komunis dan bergabung dengan tentara Korea Utara bahkan jadi pemimpin Flag Unit. Jin Seok tidak peduli karena ia pikir tak ada gunanya mengandalkan seorang kakak yang bahkan tidak bisa lagi membedakan mana teman mana lawan.

Namun, kenangannya bersama Jin Tae membalikkan perasaannya. Jin Seok kemudian memutuskan untuk masuk ke garis musuh agar bisa bertemu dengan sang kakak. Adegan ini begitu mengharukan sekaligus mengerikan karena wajah Jin Tae ketika menjadi pemimpin Flag Unit Korea Utara tidak seperti manusia. Agaknya dia frustasi dengan kematian Jin Seok. Meskipun Jin Seok berusaha mati – matian meyakinkan Jin Tae bahwa dia adalah adiknya yang masih hidup, Jin Tae tetap tak percaya karena ia sudah gelap mata. Mungkin dalam pikirannya, “Bunuh tentara Korea Selatan!!”.

Lagipula saya mengerti mengapa sulit bagi Jin Tae untuk mengenali adiknya. Karena muka mereka dipenuhi dengan lumpur hitam dan yang tersisa hanya mata yang menyala – nyala. Mata Jin Tae yang kerasukan dan Jin Seok yang hampir mau mati putus asa karena Jin Tae tak kunjung sadar. Jin Tae baru menyadari itu adalah adiknya ketika Jin Seok berusaha membawanya ke tempat yang aman dan saat Jin Tae tak sanggup lagi untuk berdiri, Jin Seok mengingatkannya akan janji – janji yang pernah diucapkannya #aku yakin yang membuat Jin tae sadar pasti karena hanya kepada Jin Seok lah ia pernah mengatakan semuanya.

Lalu dengan gerakan heroik, Jin Tae menembaki semua tentara Korea Utara yang berlari turun mengejar tentara Korea Selatan. Ia menyuruh Jin Seok mencari tempat aman dan berjanji untuk menyusul. Jin Seok menyerahkan pena miliknya dan meminta Jin Tae mengembalikannya saat mereka bertemu nanti. Sayang, mereka tak pernah bertemu lagi setelah itu karena Jin Tae telah mati tertembak tentara Korea Utara hingga puluhan tahun kemudian, tulang belulangnya ditemukan beserta pena tersebut.

Film ini tidak fokus pada kekalahan atau kemenangan tentara Korea Utara maupun Selatan, tidak seperti film perang lain yang lebih meng’hero’kan tentara Amerika. Sejarah sudah lengkap mencatat tentang kemenangan dan kekalahan perang saudara antara Korea Utara yang komunis dan Korea Selatan yang demokratis.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik bagi saya ketika Jin Seok meminta agar ia diizinkan untuk ikut bertempur, “Kau berperang demi negaramu atau saudaramu?”. Mungkin bisa kita lemparkan pada pejabat publik hehehhe……

Oh ya bagian akhir dari film ini sangat sangat sangat mengharukan. Ketika Jin Seok tua menyesali kematian Jin Tae dan kenangan tentang sepatu yang disemirkan Jin Tae untuk adiknya. Mungkin menjadi mengharukan karena backsoundnya.

Jika anda belum pernah menonton film ini, saya sangat sangat sangat sangat merekomendasikannya untuk ditonton bersama keluarga. Mmmm tapi untuk anak – anak harus ditemani orang tua karena ada beberapa adegan di dalam film ini yang bagi saya sangat sadis dan tanpa sensor. Tidak layak untuk dilihat anak – anak.

Selamat menonton!

http://www.youtube.com/watch?v=1Ft0HSo7oOk&playnext=1&list=PL415FA247350E53B2&feature=results_main 

Monday, 3 September 2012

Lee Seung Gi - Will You Marry Me

Baiklah video ini ditemukan dengan tidak sengaja ketika sedang searching OST My Girlfriend is Gumiho (MGIG), drama yang diperankan oleh Lee Seung Gi dan Shin Min Ah. Begitu didengarkan lagunya asik juga, bahkan sempat diputar sebentar di episode pertama drama Big

Well, ngomong - ngomong tentang MGIG, kami menghabiskan beberapa malam hingga larut untuk menonton drama ini ketika masih KKN dulu. Yaah kadang sampai jam 3 pagi dan kami putuskan untuk tidur karena sudah tidak tahan dengan suara - suara burung yang mirip cekikikan hantu hiiiiii.....

Tuesday, 28 August 2012

Tante atau.......?

Dia bilang itu kakaknya tapi buatku perempuan itu terlalu tua untuk jadi kakaknya, lebih cocok jadi tante. Entah, mungkin sodara terlalu banyak dan dia lahir belakangan jadi jaraknya jauh

Ada yang mengganjal buatku karena tingkahnya tidak bisa kusebut sebagai tante atau kakak. Kemarin kulihat dia sedang memijit kaki perempuan itu. Kemudian hari ini ketika bos datang tiba - tiba ia pun kaget bukan main.

Awalnya aku tak tahu jika tante - tante itu ada di belakang, saat mau ambil wudhu untuk shalat ashar baru aku melihat mereka ada di belakang. Sedang tiduran di sofa

Huft.... Harus berpikiran positif

I'll be There - Julie Anne San Tose

First time I laid my eyes on someone like you
I can’t forget the hour, that moment with you
Then I have realized, love is growing deep inside
I feel the beating of my heart

Chorus:
Coz’ every day, every night, I keep looking at the skies
And I’ll pray that someday you will wake up in my arms
And love will never end
We belong together, always and forever
Call my name and I’ll be there. . . . .

Spending my days and nights just thinking of you
How you make me wanna smile with the things that you do
When will I hear you say, love is coming on your way
And that you start to feel the same
[ From : http://www.elyrics.net/read/j/julie-anne-san-jose-lyrics/i_ll-be-there-lyrics.html ]
Coz’ every day, every night, I keep looking at the skies
And I’ll pray that someday you will wake up in my arms
And love will never end
We belong together, always and forever
Call my name and I’ll be there

Friday, 24 August 2012

Sekali Lagi, Tentang Jilbab


Alloh berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Allohlah yang Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui” (Al Baqoroh : 216).

Memakai jilbab adalah perintah Allah dalam QS. Al Ahzab : 59 dan An Nur : 31 di mana ayat ini dengan jelas dan tegas menggambarkan cara muslimah mengenakan jilbabnya

1. Menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
2. Tidak berbahan tipis dan tidak tembus pandang sehingga memperlihatkan kulit tubuh
3. Tidak ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuh
4. Tidak menyerupai pakaian laki - laki
5. Tidak berwarna yang mencolok
6. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
7. Tidak diberi wewangian

Nah khusus untuk kepala, rambut tidak boleh dikumpulkan dalam satu gulungan sehingga membentuk sanggulan tinggi.

“ Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya).” (HR. Muslim)

Semua tahu bahwa perempuan senang diperhatikan dan dilihat, karena itu muncullah pakaian muslimah dalam bermacam mode yang belakangan menjadi salah kaprah karena bertentangan dengan cara berpakaian muslimah yang benar, sesuai Al Quran dan sabda Rasul.

Apalagi meninggikan sanggulan rambut sekarang adalah hal yang tren dan dianggap keren. Kemudian, pakaian muslimah hasil rancangan designer terkenal semakin mencengangkan umat Islam karena muslimah disajikan pakaian yang tidak syar'i sama sekali.

Na'udzubillah jika hanya karena ingin mengikuti mode dan terlihat keren banyak muslimah yang rela untuk tidak masuk surga, bahkan enggan untuk mencium baunya.

Mari ke arah yang lebih baik karena tak ada yang tau kapan kematian akan datang untuk menjemput. Bagi yang belum berjilbab, maka sekaranglah saatnya untuk hijrah besar - besaran menuju kampung akhirat yang lebih baik

#karena hanya sedikit yang melangkah di jalan kebaikan, maka masuklah dalam golongan tersebut

Wednesday, 15 August 2012

Life After Quit

Statusnya yang dulu adalah guru Taman Kanak - kanak memberikannya satu nilai plus yang hingga hari ini masih saja berlangsung. Dulu ketika masih di sekolah itu, setiap bulannya kepala sekolah mendatangkan ustadz yang juga pengurus yayasan untuk mengisi pengajian rutin. Memang ada kebijakan yang diterapkan di sekolah bahwa setiap guru wajib mengikuti kajian rutin tiap minggu. Sebulan sekali kajian rutin diisin oleh ustadz tersebut. Alhamdulillah selalu ada hikmah yang bisa ia petik dan menjadi bekal perjalanan, baik sebagai guru maupun mahasiswa dengan berbagai aktivitas.

Ada satu pesan yang selalu berulang - ulang disampaikan oleh ustadz tersebut setiap pertemuan. Beliau mengingatkan para guru untuk senantiasa bersyukur dan bangga menjalani profesi sebagai pendidik anak - anak di usianya yang dini. Inilah kesempatan mereka para guru untuk menanamkan nilai - nilai keislaman yang bisa jadi tidak sempat dilakukan oleh orang tua anak - anak itu. Beliau selalu mengingatkan untuk memanfaatkan peluang ini karena tidak semua orang beruntung mendapat kesempatan tersebut. Guru dengan posisinya sebagai pendidik telah menciptakan jalan menyebarkan ilmu yang bermanfaat di mana semoga apa yang kami ajarkan itu menjadi amalan yang tak pernah putus meskipun kami tak lagi di dunia ini (teriring doa untuk seorang guru di sekolah itu yang telah lebih dulu dipanggil Allah).

Angkatan 2009 adalah angkatan yang memiliki arti bagi dirinya saat itu. Di tahun itu, ia diamanahi oleh kepala sekolah untuk menjadi guru kelas TK Besar dengan jumlah siswa hampir 40 orang. Ia memiliki 2 orang guru pembantu untuk membantunya menjalankan kelas setiap hari. Jumlah 40 untuk ukuran kelas anak - anak dengan umur 5 hingga 6 tahun bukanlah hal yang mudah. Ia tidak boleh memarahi mereka untuk membuat mereka mendengarkan apa yang akan ia katakan di pagi dan siang hari sebagai pembuka serta penutup kegiatan. Kadang ia lepas kendali dan memarahi mereka sejadi - jadinya hingga ketakutan itu terpancar dari mata anak - anak polos itu. Besar penyesalannya setelah memarahi mereka, namun anehnya besok anak - anak itu kembali tersenyum seolah lupa bahwa ia pernah marah.

Setelah ia berhenti mengajar, ia menemukan bahwa menjadi guru adalah hal terindah di dunia. Bagaimana tidak, ia pikir anak - anak itu sudah melupakan bahwa ia pernah menjadi guru mereka. Pernah menjadi bagian hidup mereka yang selalu bergerak ke sana kemari untuk mengajari mereka senam sehat ceria. Menjadi bahan tawa mereka saat ia membuat mimik yang menggemaskan sesuai dengan dongeng yang ia bawakan setiap hari Sabtu.

Yang lebih membuatnya terharu adalah orang tua para anak - anak itu ternyata tidak lupa pada wajahnya meskipun berat badannya bertambah. Kotanya yang tidak besar memungkinkan ia untuk bertemu dengan beberapa orang tua dari 40 murid di berbagai tempat yang tidak ia sangka.

Kadang ia bertemu dengan mereka di jalanan, berpas - pasan kemudian saling membunyikan klakson dan melambaikan tangan. Pernah ia bertemu di rumah sakit, sejenak ragu ingin menyapa namun ternyata ia disapa terlebih dulu, "Ummi.....apa kabar?" kemudian sang ibu bercerita tentang putranya yang selalu juara. "Makasih ya Ummi, doain Rizal juara terus".

Kadang tidak disangka ia bertemu orang tua murid itu ketika tak sengaja makan di rumah makan, rupanya si pemilik kedai bapaknya si A. "Lanjut aja Ummi ini kita yang traktir".

Suatu hari saat ia berada di lokasi KKN yang jauh dari kota, tiba - tiba ia mendengar ada yang memanggilnya. "Ummi, tinggal di sini? Gimana kabarnya sekarang?". Ia hanya sumringah, tak menyangka akan bertemu dengan bapak itu, yang selalu telat menjemput anaknya karena pekerjaan berat yang ia jalani, namun selalu menuai senyum dengan wajah lelah. Ahh, pasangan muda dengan jalan hidup keras.....

Indahnya kehidupan menjadi guru, tak hanya ilmu yang bisa ia bagikan dengan harapan bisa bermanfaat bagi yang menerima, tapi ia tak pernah menyangka bahwa silaturahim yang terjalin di antara ia, anak - anak juga para orang tua masih berlangsung hingga hari ini....

Semoga mereka juga mengingat rekan kerjanya yang sudah terlebih dahulu berpulang ke rahmatullah pada 2010 lalu karena sakit. Semoga Allah mengalirkan rahmatNya padamu....

Tuesday, 14 August 2012

Para Rekan Kerja

Sebulan menjalani pekerjaan barunya ada beberapa hal yang kadang membuatnya risih dan berpikir untuk berhenti secepatnya.

Rekan kerja yang semuanya adalah laki - laki, hanya managernya yang perempuan. Itupun datang hanya sekali atau dua kali dalam seminggu karena ia tinggal di pulau seberang. Mereka digabungkan dalam satu tim kerja untuk mensukseskan pembangunan perumahan yang menjadi proyek perusahaan tersebut. Tiga laki - laki dan ia sendiri perempuan. Laki - laki pertama berumur sekitar 45 tahun, kurus tinggi. Dia kadang tinggal di kota ini, kadang harus pulang ke pulau seberang tempat anak dan istrinya tinggal. Pada awalnya ia merasa senang pada orang tua yang seumuran dengan ayahnya tersebut, namun memasuki bulan Ramadhan ia mulai tidak menyukai beberapa hal yang beliau lakukan. Seperti tidak berpuasa dan setiap kali menelpon entah siapa selalu pake kata - kata kotor. Ouchh... Plis deh pak

Dibalik itu semua, dia selalu senang jika Bapak Kurus datang dari pulau seberang untuk ngecek lokasi proyek. Alasannya, dia tidak harus lagi hanya berdua di dalam kantor itu. Rekan yang kedua adalah mahasiswa yang seumuran, di awal dia bekerja dulu mahasiswa itu selalu minta dicarikan pacar. Hhhh entah apa yang dipikirkan oleh mahasiswa itu. Yang ia senangi dari anak itu adalah kenyataan bahwa dia bisa memasak karena jurusan tata boga yang diambilnya ketika SMK. Anaknya tidak pernah macam - macam, tergolong anak baik - baik. Tapi hanya berdua dengan anak itu membuat ia risih dan memohon petunjuk apakah ini memang pekerjaan yang benar - benar diridhoi.

Yang ketiga adalah Bapak Gendut yang tidak jelas kapan jam kerjanya, apa job descnya dan sebagai apa ia di kantor tersebut. Kadang dalam satu minggu ia hanya datang tiga hingga empat kali. Itupun tidak lebih dari tiga jam, selebihnya ia pergi entah ke mana. Awalnya ia senang dengan Bapak Gendut karena dia satu - satunya sholat di antara semua rekanan. Namun kadang gayanya yang seperti bos membuatnya kesal.

Managernya, sepertinya adalah seorang wanita karier yang mengerikan. Terbukti dari bunyi sepatu dan tatapan matanya. Perempuan itu jika berjalan membuat jantungnya berdegup lebih kencang. Ia membandingkan dengan bos yang dulu ketika masih mengajar di TK, tidak lebih menakutkan dari sang perempuan. Huft.... kadang ia harus sibuk menenangkan hati ketika mendengar kabar jika perempuan tersebut datang dari pulau seberang

Tim kecil dengan orang - orang yang luar biasa menurutnya. Seperti apapun karakter mereka ia berharap mereka semua bisa bekerja sama dan saling membantu, juga saling mengingatkan jika ada hal - hal yang belum ia pahami.


Bekerja

Tak mungkin!!
Ia baru saja membayangkan sebuah liburan panjang dengan bersantai seharian di rumah sambil melanjutkan tugas akhir kuliahnya. 

Entah untung atau tidak, dua hari setelah KKN nya selesai, ia langsung bekerja di sebuah perusahaan developer tak jauh dari rumah. Dengan penawaran gaji yang lumayan dan kerja yang tidak berat ia menerima dengan berat hati. Awalnya ia pikir ini untuk menyenangkan hati orang tua, lagipula dirinya malu jika harus bergantung terus menerus pada orang tua. Umur 22 tahun bukanlah usia yang pantas lagi untuk ditanggung seluruh biaya kehidupannya. 

Dulu ia pernah bekerja sebagai guru TK sekaligus guru mengaji di tempat yang sama. Sayang mengajar di TK tak semulus dugaannya. Banyak intrik dan kelelahan hingga mencapai titik jenuh, akhirnya hanya bertahan selama 3 semester masa kuliah ia di sana. Selanjutnya ia hanya fokus mengajar mengaji sembari privat di beberapa tempat. Gaji yang didapat lumayan untuk diri sendiri. Kadang setengahnya ia berikan pada orang tuanya sebagai tambahan modal usaha warung kecil di rumah. 

Ia benar - benar vakum mencari nafkah setelah diamanahi untuk memimpin organisasi internal di kampus. Uang bulanan dan biaya kuliah entah datang dari mana, yang ia yakini Allah sudah mengatur rezekinya. 

Dan sekarang inilah dia, mencoba bekerja menjadi orang kantoran dengan jadwal rutin dan membosankan namun hanya dijalani dengan sempurna.

Moga langkahnya diridhoi
Oh ya jika pekerjaan ini mengganggu pengerjaan tugas akhirnya, maka ia sudah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan tersebut. 

Thursday, 19 July 2012

DAKWAH, KESADARAN UNTUK MEMERANKAN TOKOH BAIK – BAIK

Suatu hari saya menuliskan satu kalimat di salah satu jejaring sosial, dakwah, the awareness and obligation of every muslim.

Awalnya saya pikir ini adalah pemahaman yang benar, namun ternyata ada yang salah dengan pemahaman saya.

Suatu ketika beberapa pertanyaan muncul tentang dakwah. Apa itu dakwah. Seperti apakah bentuk dakwah. Apa guna dakwah. Mengapa harus berdakwah. Bagaimana cara berdakwah? Siapa saja yang patut didakwahi? Semua orang atau ada kalangan tertentu sesuai prioritas dan kebutuhan? Lalu apakah dakwah adalah tugas atau hanya kesadaran?

Dalam acara bedah buku Salim A. Fillah, Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, beliau menjelaskan bahwa ada empat kesadaran yang harus dimiliki oleh seorang manusia yang beruntung menjadi seorang muslim. Pertama, kesadaran identitas. Kedua, kesadaran untuk berkompetisi dengan muslim yang lain dalam hal berbuat kebaikan, juga untuk jadi yang terbaik di mata Rabb. Ketiga, kesadaran untuk bersinergi dengan muslim yang lain. Dan yang terakhir adalah kesadaran untuk menjalankan misi dakwah.

Hal pertama hingga ketiga semestinya menjadi perhatian yang lebih bagi kita di mana hari ini banyak muslim yang tidak bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Banyak yang hari ini muslim yang tidak menyadari bahwa dia sedang berada dalam kompetisi kebaikan untuk memenangkan ‘perhatian’ Allah padanya. Lebih banyak lagi muslim yang hanya berkompetisi, bersaing untuk mendapatkan perhatian dunia. Dan lebih lebih banyak lagi muslim yang tak mampu bersinergi dengan muslim lain, bekerjasama untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan kejayaan umat.
Poin keempat. Kesadaran seorang muslim untuk mengemban misi dakwah.

Kader dakwah. Kitakah itu? Entahlah. Saya tak bisa memastikan.

Dakwah adalah menyeru. Mengajak pada kebaikan. Mengingatkan untuk kembali pada Allah. Menasehati untuk perbaikan. Memberitahu demi pemahaman. Mengamalkan untuk pembuktian.

Anehnya, tak semua muslim menyadari ini. Mengapa? Untuk menuju kesadaran keempat, ia harus menyadarkan sisi lainnya.

Allah Maha Adil. Luar biasa karuniaNya ketika kesadaran untuk mengemban misi dakwah itu diberikan pada kita. Setiap manusia sudah terpilih untuk menjalankan perannya masing – masing. Script sudah ditangan, begitu lahir ke dunia maka peran pun dijalankan sesuai arahan Sang Sutradara. Sayangnya hanya ada dua peran yang Allah tulis dalam scenario kehidupan sejak Nabi Adam diciptakan. Manusia yang terpilih untuk memerankan tokoh kebaikan dan manusia yang terpilih untuk tokoh penguji tokoh kebaikan. Sederhana.

Nabi Adam diciptakan untuk berbuat kebaikan, menjadi khalifah, menjadi pasangan yang baik bagi Hawa. Sementara Allah ciptakan iblis untuk menguji Nabi Adam, menggoda dengan segala upaya agar Nabi Adam mau memakan buah larangan.

Muhammad SAW, seorang yatim piatu dengan gelar Al Amin di tengah masyarakat Mekah. Selalu berkata jujur, di mana suatu hari mendapat peran untuk menjalankan amanah dakwah. Berbuat kebaikan, mengajak berbuat baik. Sederhana. Namun selalu ada penguji. Abu Lahab dan Abu Jahal mendapat kehormatan untuk menjalan peran itu. Dan mereka memainkannya dengan baik. Sayang, neraka tempat berakhir kedua tokoh Quraisy tersebut.

Abad demi abad berlalu, lalu muncullah Hasan Al Banna di tengah kerusakan moral dan ekonomi negeri Mesir di bawah pemimpin yang zalim. Apa yang beliau dan teman – temannya lakukan? Hanya berbuat baik dan mengajak untuk berbuat baik. Memberikan pemahaman tentang Islam di merata tempat. Yang tidak memahami mencoba bertanya dan mengkaji hingga menjadi baik. Lalu peranan penguji tokoh kebaikan pun datang. Siksaan penjara, penangkapan tanpa alasan yang jelas hingga maut menjemput melalui peluru di pagi hari. Semua hanya untuk satu misi, menguji tokoh kebaikan dan menghentikan mereka untuk berbuat dan mengajak pada kebaikan. Berhentikah? Tidak.

Di era 80an, jilbab bukanlah tren. Kajian keislaman bagaikan hal tabu layaknya perzinahan. Di kondisi yang serba sulit, beberapa muslimah keukeuh memakai jilbab ke sekolah maupun tempat kerja. Kajian keislaman tetap berjalan tiap sepekan sekali. Semua satu tujuan. Untuk kebaikan. Di dunia dan akhirat. Kemudian muncullah pemeran penguji kebaikan. Yang berjilbab dipersulit. Tak boleh sekolah, dipaksa untuk mmbuka jilbab di tempat kerja. Alasannya lucu, budaya. Yang mengaji, diintai setiap hari. Berani mengkritisi, besoknya tak bisa ditemui lagi. Ke mana? Ditangkap polisi, begitu kata tetangga dan teman – teman. Kenapa? #angkat bahu

Ini era reformasi di mana semua menjadi bebas bahkan tanpa batas dan sulit untuk membuat batas yang sebenarnya sudah jelas. Sayang menjadi samar karena globalisasi. Mungkin ini juga pengaruh pemanasan global yang menguak lapisan langit pelindung bumi sehingga antara bumi dan matahari menjadi satu. Bukan saling mendekati, tapi yang satu mencoba menghabisi yang lainnya. Bukan salah matahari, manusia yang membuatnya demikian.

Harusnya di era seperti ini, kesadaran untuk berdakwah dalam diri setiap muslim lebih meningkat. Tak ada yang boleh melarang suatu kebaikan. Setiap muslim bisa lebih leluasa untuk menjalankan perannya sebagai tokoh baik – baik untuk menyebarkan kebaikan. Namun rupanya peran penguji tokoh baik masih ada, hanya saja berubah bentuk. Dimodifikasi sesuai dengan zaman.

(bersambung, karena bingung gimana mau mengakhiri tulisan ini, kalo mau bantu juga boleh hehehe)

Tuesday, 3 July 2012

Power Ranger

Power ranger itu fenomenal, lebih hebat dari Ksatria Baja Hitam, Ultraman, Superman, apalagi Spiderman yang berjuang sendirian. Power ranger, dalam banyak versi terdiri dari 3 orang laki - laki dan 2 perempuan. Masing - masing mereka punya kostum dengan warna yang berbeda.Hitam, merah, biru, kuning dan merah jambu. Kadang ada putih, tapi dia lebih sering jadi penyelamat kalo kelima ranger udah KO

Gambaran kami sekarang ya begitu.

Tinggal power ranger yang mencoba menyelesaikan tugas - tugas jelang acara puncak nanti. Hmm tidak masalah, meskipun hanya berlima, tapi kesolidannya tidak diragukan (hahahaha agak lebay memang).

Dengan sisa tenaga yang harusnya bukanlah tenaga sisa sedikit demi sedikit membenahi kerja yang belum terselesaikan oleh pihak yang seharusnya menyelesaikan.

Monday, 25 June 2012

Semangat!!!!

Beberapa kader akan meninggalkan Tanjungpinang. Ada yang menuju kampung halaman, ada yang keluar untuk S2, ada juga yang lanjutkan S3.

Tidak boleh mengeluh apalagi menyesali kepergian mereka. Berapa pun yang masih ada di sini, maka itulah yang terbaik dan terpilih untuk melanjutkan kerja - kerja dakwah yang belum selesai

Masih banyak hal yang harus dikerjakan.

Masih banyak target yang belum terpenuhi

Jangan buang waktu hanya untuk menangisi kepergian mereka

Karena sang Imam berpesan, bahwa kewajiban masih banyak dibandingkan dengan waktu yang tersedia.


SEMANGAT!!!!!

Saturday, 2 June 2012

Ketakutan Tak Normal


Takut. Semua orang punya rasa itu. Dan rasa takut itu adalah ciptaan Allah. Hanya saja, perintah takut untuk manusia adalah takut kepadaNya, bukan kepada makhlukNya. Lalu, jika takut terhadap ciptaanNya masih mendominasi, ada apa sebenarnya? Hanya satu jawaban, saat itu keimanan tidak berada di tempat yang semestinya. Iman sedang turun, bahkan mungkin sedang ambruk.

Sudah hampir satu bulan kami menjalani hidup di Kampung Bintan Buyu sebagai mahasiswa yang sedang melakukan kuliah kerja nyata yang merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diambil untuk meraih gelar sarjana. Kelompok saya terdiri dari 15 orang anggota dengan rincian 4 laki – laki dan 11 perempuan. Di antara kami ada 5 orang dari jurusan pendidikan bahasa inggris, 4 orang dari jurusan pendidikan agama islam kelas extension dan 6 orang dari jurusan yang sama namun kelas regular. Keberagaman ini membuat kami belajar untuk memahami satu sama lain, apalagi ada beberapa di antaranya yang baru bertemu meskipun sudah hampir 4 tahun kuliah di kampus yang sama.

Kampung Bintan Buyu terletak di Kabupaten Bintan, tepatnya di Kecamatan Teluk Bintan, Desa Bintan Buyu. Ketika menghadap kepala desa, kami diberikan kesempatan untuk memilih sendiri lokasi KKN di mana desa ini terdiri dari 4 kampung yaitu, Kampung Bintan Buyu, Kampung Sidodadi, Kampung Bukit Batu dan Kampung 46 (begitulah mereka menyebutnya). Kami memilih Kampung Bintan Buyu karena melihat lokasinya yang tidak jauh dari jalan besar dan juga balai pertemuan yang kami gunakan sebagai tempat tinggal sementara tidak jauh dari rumah masyarakat sehingga memudahkan kami untuk bersosialisasi.

Awal KKN, ada hal yang tidak nyaman yang saya rasakan. Mulai dari posko yang terkesan angker, kebingungan untuk memulai komunikasi dengan warga, listrik yang tidak 24 jam, jauhnya saya dari teman – teman seperjuangan, banyaknya waktu kosong hingga kenyataan bahwa saya tinggal satu rumah bahkan tidur di ruangan yang sama dengan lawan jenis.
Posko yang kami tinggali kabarnya adalah bekas kuburan seorang anak kecil yang sudah dipindahkan bertahun – tahun yang lalu. Dulunya ada sebuah keluarga yang tinggal di posko tersebut (posko itu sebenarnya adalah bekas rumah warga) namun entah mengapa selalu saja sakit – sakitan hingga mereka menjual rumah tersebut pada warga. Tahun lalu, dari berita yang kami dengan dari masyarakat, mahasiswa yang sedang KKN di sana melihat penampakan yang tidak seharusnya.

Pada mulanya saya sama sekali tidak takut akan hal tersebut sehingga merasa biasa saja. Namun sayang kondisi keimanan yang fluktuatif membuat saya menyerah pada keadaan dan berada dalam ketakutan tidak normal selama seminggu lebih berada di tempat itu. Setiap malam saya tak bisa tidur lelap bahkan tak bisa tidur sama sekali hingga subuh. Gejala tak normal lainnya muncul bersamaan dengan ketakutan itu. Tiap malam saya harus buang air kecil dan terpaksa membangunkan teman seposko untuk menemani ke belakang. Saya selalu bangun sebelum jam 2 dini hari dan sangat sulit untuk tidur kembali. Padahal suasananya sangat membuat tidak nyaman. Listrik desa yang sudah mati pukul 11 malam makin membuat saya takut bahkan untuk bergerak.

Memalukan memang. Selama dua malam saya hanya bisa menangis karena ketidaknyamanan tersebut sementara teman – teman lain tertidur pulas. Tak ingin berlama – lama dengan keadaaan seperti itu saya putuskan untuk pulang mencari obat setelah permintaan saya untuk pindah posko ditolak oleh teman – teman. Mungkin menurut mereka alasan saya tidak masuk akal dan pindah posko artinya penambahan biaya. Barulah setelah melakukan hal – hal yang disarankan oleh teman – teman yang menurut saya keimanan mereka jauh di atas saya, di akhir minggu kedua saya baru bisa mulai merasa nyaman tidur di posko. Bahkan keimanan mulai berangsur membaik dari sebelumnya.

Dari malam – malam yang saya lewati di sana dengan ketidaknyamanan dan ketakutan tak normal tersebut, ada hikmah yang saya coba cerna. Allah azza wa jalla sedang memberikan tegurannya pada saya. Oh mungkin tidak hanya teguran, tapi ini merupakan hukuman bagi saya karena kelalaian – kelalaian yang selama ini saya lakukan.

Untuk menaikkan keimanan yang sudah jatuh di jurang yang paling dalam saya memperbanyak shalat berjamaah karena kebetulan mesjid tak jauh dari posko. Shalat sunnah pun harus saya paksakan setiap selesai shalat wajib. Tilawah yang dulunya tidak pernah mencapai target mau tidak mau saya paksakan hingga suara serak, kadang beberapa teman menggoda bahwa saya sedang meruqyah mereka. Hahahaha tidak apa lah.

Di satu waktu saya mencoba mengajak beberapa orang untuk membaca surah Al Baqarah bersama – sama untuk mengusir jin yang mungkin ada di rumah itu. Tentu saja ada karena rumah itu sudah lama sekali kosong. Setelah maghrib rupanya listrik desa tak kunjung menyala hingga kami hanya menggunakan penerangan seadanya. Hati saya mulai cemas tak normal dan berprasangka bahwa mungkin saja jin di rumah tersebut tidak mau kami membaca surah itu hingga ia membuat listrik tidak menyala. Geli jika mengingat pikiran saya ketika itu.

Dengan berbekal senter HP, setelah maghrib saya tetap membaca surah Al Baqarah dari ayat pertama dan bertekad menyelesaikannya malam itu juga. Ketika memasuki rumah baru disunnahkan untuk membaca surah Al Baqarah agar jin tidak memasuki rumah tersebut. Inilah yang saya lupakan di awal KKN sehingga menjadi tak normal. Jelang pukul 10 malam saya merasa penuh oleh bongkahan keimanan yang bergelayut dalam dada sehingga meskipun saat itu teman – teman sudah terlelap, saya merasa tidak lagi takut seperti malam – malam sebelumnya. Namun tinggal 4 lembar lagi yang harus say abaca, tiba – tiba ada reaksi aneh yang saya rasakan. Huekk! Berasa ingin muntah saat itu juga. Wusss…… seketika itu saya terhenti membaca.

Membaca surah Al Baqarah dari awal hingga akhir merupakan salah saru langkah untuk meruqyah diri sendiri. Jika ada reaksi pusing, berasa ingin muntah artinya ada jin yang memang selalu mengikuti dan mengganggu setiap kali kita ingin beribadah. Itu yang pernah saya dengar dalam sebuah majelis ilmu.

Rasanya seperti dihempaskan ke bebatuan mengetahui kenyataan demikian. Saya berkesimpulan bahwasanya selama ini di diri saya lah jin itu bertengger dan membisikkan ketakutan – ketakutan dalam dada saya. “yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia” (QS. An Naas : 5). Astaghfirullah…… pantaslah selama ini saya menjadi tidak normal.

Puji syukur bagi Allah, Tuhan semesta alam yang sudah memberikan saya pelajaran, teguran dan hukuman. BagiNya segala pujian

Setelah malam itu, ketidaknormalan saya berangsur pulih dan bisa lebih fokus pada program yang telah kami canangkan. Tak hanya itu, ada banyak hal yang bisa saya lakukan, lihat, dengar dan rasakan di sana. Ketidakberuntungan, ketidakpahaman, kemiskinan, kebodohan, dan kesedihan di masyarakat. Mohon doanya agar KKN ini tak hanya sekedar menghabiskan waktu di kampung orang tanpa sedikit pun memberikan kontribusi nyata bagi mereka, baik secara fisik apalagi non fisik.