Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 15 August 2012

Life After Quit

 No comments   
Statusnya yang dulu adalah guru Taman Kanak - kanak memberikannya satu nilai plus yang hingga hari ini masih saja berlangsung. Dulu ketika masih di sekolah itu, setiap bulannya kepala sekolah mendatangkan ustadz yang juga pengurus yayasan untuk mengisi pengajian rutin. Memang ada kebijakan yang diterapkan di sekolah bahwa setiap guru wajib mengikuti kajian rutin tiap minggu. Sebulan sekali kajian rutin diisin oleh ustadz tersebut. Alhamdulillah selalu ada hikmah yang bisa ia petik dan menjadi bekal perjalanan, baik sebagai guru maupun mahasiswa dengan berbagai aktivitas.

Ada satu pesan yang selalu berulang - ulang disampaikan oleh ustadz tersebut setiap pertemuan. Beliau mengingatkan para guru untuk senantiasa bersyukur dan bangga menjalani profesi sebagai pendidik anak - anak di usianya yang dini. Inilah kesempatan mereka para guru untuk menanamkan nilai - nilai keislaman yang bisa jadi tidak sempat dilakukan oleh orang tua anak - anak itu. Beliau selalu mengingatkan untuk memanfaatkan peluang ini karena tidak semua orang beruntung mendapat kesempatan tersebut. Guru dengan posisinya sebagai pendidik telah menciptakan jalan menyebarkan ilmu yang bermanfaat di mana semoga apa yang kami ajarkan itu menjadi amalan yang tak pernah putus meskipun kami tak lagi di dunia ini (teriring doa untuk seorang guru di sekolah itu yang telah lebih dulu dipanggil Allah).

Angkatan 2009 adalah angkatan yang memiliki arti bagi dirinya saat itu. Di tahun itu, ia diamanahi oleh kepala sekolah untuk menjadi guru kelas TK Besar dengan jumlah siswa hampir 40 orang. Ia memiliki 2 orang guru pembantu untuk membantunya menjalankan kelas setiap hari. Jumlah 40 untuk ukuran kelas anak - anak dengan umur 5 hingga 6 tahun bukanlah hal yang mudah. Ia tidak boleh memarahi mereka untuk membuat mereka mendengarkan apa yang akan ia katakan di pagi dan siang hari sebagai pembuka serta penutup kegiatan. Kadang ia lepas kendali dan memarahi mereka sejadi - jadinya hingga ketakutan itu terpancar dari mata anak - anak polos itu. Besar penyesalannya setelah memarahi mereka, namun anehnya besok anak - anak itu kembali tersenyum seolah lupa bahwa ia pernah marah.

Setelah ia berhenti mengajar, ia menemukan bahwa menjadi guru adalah hal terindah di dunia. Bagaimana tidak, ia pikir anak - anak itu sudah melupakan bahwa ia pernah menjadi guru mereka. Pernah menjadi bagian hidup mereka yang selalu bergerak ke sana kemari untuk mengajari mereka senam sehat ceria. Menjadi bahan tawa mereka saat ia membuat mimik yang menggemaskan sesuai dengan dongeng yang ia bawakan setiap hari Sabtu.

Yang lebih membuatnya terharu adalah orang tua para anak - anak itu ternyata tidak lupa pada wajahnya meskipun berat badannya bertambah. Kotanya yang tidak besar memungkinkan ia untuk bertemu dengan beberapa orang tua dari 40 murid di berbagai tempat yang tidak ia sangka.

Kadang ia bertemu dengan mereka di jalanan, berpas - pasan kemudian saling membunyikan klakson dan melambaikan tangan. Pernah ia bertemu di rumah sakit, sejenak ragu ingin menyapa namun ternyata ia disapa terlebih dulu, "Ummi.....apa kabar?" kemudian sang ibu bercerita tentang putranya yang selalu juara. "Makasih ya Ummi, doain Rizal juara terus".

Kadang tidak disangka ia bertemu orang tua murid itu ketika tak sengaja makan di rumah makan, rupanya si pemilik kedai bapaknya si A. "Lanjut aja Ummi ini kita yang traktir".

Suatu hari saat ia berada di lokasi KKN yang jauh dari kota, tiba - tiba ia mendengar ada yang memanggilnya. "Ummi, tinggal di sini? Gimana kabarnya sekarang?". Ia hanya sumringah, tak menyangka akan bertemu dengan bapak itu, yang selalu telat menjemput anaknya karena pekerjaan berat yang ia jalani, namun selalu menuai senyum dengan wajah lelah. Ahh, pasangan muda dengan jalan hidup keras.....

Indahnya kehidupan menjadi guru, tak hanya ilmu yang bisa ia bagikan dengan harapan bisa bermanfaat bagi yang menerima, tapi ia tak pernah menyangka bahwa silaturahim yang terjalin di antara ia, anak - anak juga para orang tua masih berlangsung hingga hari ini....

Semoga mereka juga mengingat rekan kerjanya yang sudah terlebih dahulu berpulang ke rahmatullah pada 2010 lalu karena sakit. Semoga Allah mengalirkan rahmatNya padamu....

0 comments:

Post a Comment