Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Tuesday, 14 August 2012

Para Rekan Kerja

 No comments   
Sebulan menjalani pekerjaan barunya ada beberapa hal yang kadang membuatnya risih dan berpikir untuk berhenti secepatnya.

Rekan kerja yang semuanya adalah laki - laki, hanya managernya yang perempuan. Itupun datang hanya sekali atau dua kali dalam seminggu karena ia tinggal di pulau seberang. Mereka digabungkan dalam satu tim kerja untuk mensukseskan pembangunan perumahan yang menjadi proyek perusahaan tersebut. Tiga laki - laki dan ia sendiri perempuan. Laki - laki pertama berumur sekitar 45 tahun, kurus tinggi. Dia kadang tinggal di kota ini, kadang harus pulang ke pulau seberang tempat anak dan istrinya tinggal. Pada awalnya ia merasa senang pada orang tua yang seumuran dengan ayahnya tersebut, namun memasuki bulan Ramadhan ia mulai tidak menyukai beberapa hal yang beliau lakukan. Seperti tidak berpuasa dan setiap kali menelpon entah siapa selalu pake kata - kata kotor. Ouchh... Plis deh pak

Dibalik itu semua, dia selalu senang jika Bapak Kurus datang dari pulau seberang untuk ngecek lokasi proyek. Alasannya, dia tidak harus lagi hanya berdua di dalam kantor itu. Rekan yang kedua adalah mahasiswa yang seumuran, di awal dia bekerja dulu mahasiswa itu selalu minta dicarikan pacar. Hhhh entah apa yang dipikirkan oleh mahasiswa itu. Yang ia senangi dari anak itu adalah kenyataan bahwa dia bisa memasak karena jurusan tata boga yang diambilnya ketika SMK. Anaknya tidak pernah macam - macam, tergolong anak baik - baik. Tapi hanya berdua dengan anak itu membuat ia risih dan memohon petunjuk apakah ini memang pekerjaan yang benar - benar diridhoi.

Yang ketiga adalah Bapak Gendut yang tidak jelas kapan jam kerjanya, apa job descnya dan sebagai apa ia di kantor tersebut. Kadang dalam satu minggu ia hanya datang tiga hingga empat kali. Itupun tidak lebih dari tiga jam, selebihnya ia pergi entah ke mana. Awalnya ia senang dengan Bapak Gendut karena dia satu - satunya sholat di antara semua rekanan. Namun kadang gayanya yang seperti bos membuatnya kesal.

Managernya, sepertinya adalah seorang wanita karier yang mengerikan. Terbukti dari bunyi sepatu dan tatapan matanya. Perempuan itu jika berjalan membuat jantungnya berdegup lebih kencang. Ia membandingkan dengan bos yang dulu ketika masih mengajar di TK, tidak lebih menakutkan dari sang perempuan. Huft.... kadang ia harus sibuk menenangkan hati ketika mendengar kabar jika perempuan tersebut datang dari pulau seberang

Tim kecil dengan orang - orang yang luar biasa menurutnya. Seperti apapun karakter mereka ia berharap mereka semua bisa bekerja sama dan saling membantu, juga saling mengingatkan jika ada hal - hal yang belum ia pahami.


0 comments:

Post a Comment