Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Friday, 19 September 2014

Menjual KAMMI

      No comments   
Bismillahirrahmanirrahiim

Mari berbagi sedikit cerita... Saya lebih senang menulis dalam bentuk cerita. Sebenarnya ada rasa iri dan malu ketika membaca tulisan teman - teman KAMMI lain yang menulis bukan dengan gaya bercerita. Mereka menuliskan ide - ide segar yang mencerahkan tentang sebuah permasalahan yang sedang terjadi. Bahasa yang mereka gunakan menurut saya sangat tinggi, apalagi dengan istilah - istilah yang terkadang saya harus rela untuk buka google demi mencari arti kata tersebut. Huft... Cukup melelahkan sekaligus menyenangkan.

Dalam suatu kesempatan, saya bertanya pada peserta pelatihan. Kebetulan saat itu ada waktu senggang karena materi dialihkan jadwalnya.

"Apa yang antum katakan pada mahasiswa ketika akan mengajak bergabung atau saat mereka bertanya apa itu KAMMI".

Taraaa... Jawaban yang saya dapatkan sungguh variatif. Ada yang menjawab KAMMI adalah organisasi keislaman, organisasi politik, organisasi sosial, organisasi mahasiswa, organisasi mentoring dan lain sebagainya. Mendengar ini saya terdiam sejenak.

Antara yakin dan tidak, kemudian saja saya langsung nyerocos di forum itu. Selama ini KAMMI selalu diidentikkan dengan organisasi yang menjadi perpanjangan salah satu partai politik di Indonesia. Ini pula yang menyebabkan keberadaan KAMMI ditentang habis - habisan oleh beberapa pihak kampus bahkan dengan cara mengintervensi mahasiswa yang bergabung dengan nilai D atau pilihan mengulang mata kuliah. Yah, tentu terdengar menakutkan bagi mahasiswa tingkat awal.

Untuk menarik mahasiswa masuk dalam pusaran organisasi ini tentunya KAMMI harus menjelaskan secara rinci apa dan siapa dia. Dalam sebuah forum, ada sebuah kritikan bahwa organisasi ini tak punya nilai jual sama sekali. Para kader, ketika akan memperkenalkan KAMMI pada mahasiswa baru lebih sering bingung ketimbang percaya dirinya. Ahahaha.... Hal ini membuat saya berpikir, apa yang harus kami katakan pada mahasiswa itu agar ia mau dan tertarik untuk bergabung.

Sampailah pemikiran saya untuk mengatakan bahwa KAMMI adalah organisasi kepemimpinan. Pikiran ini tiba - tiba melesat masuk ke dalam otak saya kemudian diolah dan keluarlah instruksi kepada lidah untuk berkata demikian. Jika seseorang bertanya padamu apa itu KAMMI, katakanlah bahwa ini organisasi kepemimpinan, organisasi yang akan melahirkan pemimpin - pemimpin di masa depan. Untuk Indonesia.

Hal yang membuat kita bingung adalah saat kita tak mengetahui untuk apa KAMMI didirikan. Kita bingung karena kita lupa inti terpenting dari visi KAMMI yang dijabarkan dalam lima misi, prinsip gerakan, kredo gerakan. Pemimpin.

Mungkin selama ini kita gagal menarik para mahasiswa untuk bergabung karena kita sendiri yang sudah gabung di KAMMI dan tercatat sebagai kader masih gagal memberikan pemahaman kepada mereka.

What to Sell and Who's Selling

Semakin ke sini ada perubahan yang terjadi dalam kepala saya tentang bagaimana seharusnya saya menggambarkan KAMMI pada mahasiswa yang benar - benar tak tahu apa itu KAMMI. Bagi mereka yang sudah lebih tahu, biasanya akan mengatakan bahwa organisasi ini adalah kumpulan para pendemo, tukang protes yang sok kritis, organisasi yang suka ngumpul - ngumpul buat baca Quran n ngomongin dakwah.

Kemudian saya ingat pada orang - orang marketing di tempat saya bekerja dulu. Manajer kami, dalam setiap kesempatan untuk memberi pengarahan pada marketing selalu mengulang - ulang hal yang sama. Agaknya ini memberi pengaruh pada saya. Manajer saya begitu memperhatikan penampilan para marketing. Tak hanya itu, cara mereka berkomunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting. Tak heran, di antara mereka ada salah satu yang memiliki tubuh kurang ideal namun ia mampu menarik para konsumen untuk membeli produk kami.

Dalam memasarkan produk (mungkin anak manajemen lebih ngerti, ilmu saya terbatas) yang paling penting adalah bagaimana produk itu dikemas dan dipasarkan. Kita ambil contoh bagaimana wisatawan meningkat setiap tahunnya di Korea Selatan. Antara Indonesia dan Korea Selatan, tentu jika berbicara mengenai alamnya, tak ada yang bisa mengalahkan negara ini. Meski demikian, Korsel mampu membangkitkan keinginan dunia untuk berkunjung ke negerinya berbekal pulau Jeju, Namsan Tower dan tempat - tempat lainnya. Mengapa? Tentu salah satunya karena negara ini mengemasnya dalam bentuk industri hiburan yang disebarkan ke seluruh dunia, terutama kawasan Asia. Terjadilah fenomena Korean Wave.

Ketika saya bertanya kepada orang - orang yang sudah bergabung di KAMMI apa yang membuat mereka bergabung di awalnya. Jawabannya hampir mirip yaitu karena diajak oleh si A si B yang notabene adalah kader KAMMI. Lalu mengapa mau diajak, banyak yang mengatakan bahwa si pengajak adalah orang yang bisa dipercaya, punya track record yang bagus di kampus dan menarik.

Yang ingin saya katakan adalah organisasi ini sebenarnya secara pencitraan di luar sudah mendapat posisi yang strategis dalam sejarah organisasi mahasiswa sejak tahun 1998. Meski kesan demo masih sangat kental, namun tak ada yang berkata bahwa organisasi ini terkenal dengan keanarkisannya selama demonstrasi. Memasuki tahun 2010 KAMMI kemudian beranjak pada gerakan intelektual yang berbasis riset meski tak meninggalkan demonstrasi. Perlahan KAMMI mulai melahirkan para pemikir intelektual dan penulis - penulis handal sembari menyebarkan ideologi berbekal slogan muslim negarawan.

Tahun 2014 di mana KAMMI menargetkan 100.000 kader baru seluruh Indonesia tentu menjadi tugas yang cukup berat yang harus dilaksanakan komisariat sebagai ujung tombak di kampus - kampus. Para pemikir dan penggerak mulai mengatur strategi bagaimana agar mahasiswa, terutama yang baru tertarik untuk bergabung di organisasi ini sementara KAMMI juga harus bersaing dengan organisasi mahasiswa lainnya.

Secara produk, KAMMI telah menjelma menjadi produk unggulan yang mengalami proses peningkatan mutu dari tahun ke tahun. Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar ada yang membeli. Kuncinya ada pada siapa yang menjual dan bagaimana cara ia menjual.

Islam yang merupakan agama sempurna dengan segala kesempurnaannya diterima dengan senang hati oleh masyarakat Mekkah kala itu. Tentu kita bertanya mengapa. Kuncinya ada pada Nabi Muhammad SAW yang dijadikan dan dijaga sedemikian rupa oleh Allah SWT. Sebagai utusan Allah SWT, tentu Muhammad SAW punya daya tarik tersendiri saat menyampaikan apa yang menurutnya benar.

Selain daya tarik yang dimiliki oleh Muhammad SAW yang dikenal sebagai orang paling jujur, Islam diterima dengan baik karena ia disampaikan dengan cara - cara yang baik pula. Lihatlah bagaimana banyaknya orang berbondong - bondong masuk Islam karena Rasul yang mulia menyampaikan nilai - nilai kebenaran itu dengan lembut tanpa kekerasan dan mampu menyentuh hati penduduk Mekkah dan Madinah (melalui Mush'ab bin Umair).

Seorang kader KAMMI haruslah seseorang yang memiliki daya tarik tersendiri. APakah ia seorang yang cerdas, berpenampilan menarik, ramah pada semua orang, pandai bergaul, atau senang menebarkan salam. Bagaimana seorang kader KAMMI bisa mengajak orang lain untuk bergabung jika ia adalah seseorang yang tak memiliki daya tarik sedikitpun? Seseorang yang bahkan tak menonjol dalam hal apa pun, seseorang yang untuk tersenyum dan menyapa adalah sesuatu yang sulit. Percayalah, jika kader KAMMI demikian, dalam waktu 3 tahun, KAMMI Kepri akan tamat riwayatnya.

Satu hal yang wajib dimiliki oleh seorang kader KAMMI adalah kemampuannya dalam berkomunikasi. Kemampuan inilah yang akan mempengaruhi tertarik atau tidaknya seseorang untuk berkomunikasi. Tentu kemampuan komunikasi yang harus dimiliki oleh seorang kader KAMMI adalah kemampuan komunikasi yang Qurani, yang mulia, lembut, memudahkan, tegas, jujur, sampai ke pikiran dan menyentuh hati. Gaya komunikasi seperti inilah yang memikat mahasiswa untuk bergabung ketika ajakan itu datang.

Brosur, blog, akun medsos, perekrutan secara massal seperti seminar dan lainnya adalah bentuk tambahan dalam proses pengenalan dan penjualan. Jika seluruh potensi kader dikerahkan untuk menjual KAMMI melalui pribadi mereka insya Allah organisasi ini akan menjadi gerakan besar di Kepri dan Indonesia.

Mudah - mudahan tulisan singkat ini memiliki manfaat dan bernilai ibadah. Saya selaku penulis minta maaf atas kesalahan dalam penggunaan kata dan pemikiran yang dangkal sebagai seorang pembelajar.

0 comments:

Post a Comment