Wednesday, 16 March 2011

FKUB Sosialisasikan Peraturan Bersama


Rabu (16/3) Forum Komunikasi Umat Beragama mengadakan sosialisasi pertamanya di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang. Sosialisasi  mengenai Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. 8 dan No.9 Tahun 2006 ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan dipandu oleh Sekretaris Jenderal FKUB, Edy Akhyari, M. Si.

Kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah. 

“Peraturan ini sudah disahkan sejak Maret 2006 yang lalu, namun hingga saat ini kami merasa sosialisasi terhadap masyarakat masih kurang, terutama penjelasan mengenai perizinan pendirian rumah ibadah. “ ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh pria ini bahwa perizinan pendirian rumah ibadah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini walikota atau bupati. Forum Komunikasi Umat Beragama cukup memberikan rekomendasi terhadap pendirian tersebut. 

Sebagaimana tertuang dalam BAB IV pasal 14 ayat 2 tentang pendirian rumah ibadah disebutkan bahwa persyaratan khusus yang harus dipenuhi ketika ingin mendirikan rumah ibadah meliputi, pertama daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah. Kedua dukungan masyarakat serempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa. Ketiga, rekomendasi tertulis kepala kantor departemen agama kabupaten/kota dan keempat rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota.

“Kami harap dengan mensosialisasikan hal ini kepada mahasiswa, mahasiswa mampu menjadi perpanjangan lidah kami kepada masyarakat pada umumnya,” tutupnya.

Tuesday, 15 March 2011

Mengkritisi Dialog

Jumat, (4/3) yang lalu tampaknya seluruh jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa se kota Tanjungpinang mendapat panggilan mendadak, atau secara halus undangan mendadak dari Gubernur Kepulauan Riau, melalui Dinas Pendidikan Propinsi Kepri.

Sebelumnya, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPI) telah terlebih dahulu berdialog dengan orang nomor satu di Kepri ini. Sebuah kecenderungan bagi setiap orang, ketika bertemu dengan pemerintah maka pertanyaan yang lebih bernada kritikan akan berhamburan keluar.

Begitu pula dalam pertemuan ini. Seperti yang diberitakan oleh salah satu harian local di Kepri, masalah kesehatan merupakan pembahasan yang cukup hangat dalam dialog pagi itu antara hmi dan gmpi dengan gubernur. Lemahnya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah terhadap masyarakat menjadi poin penting yang disampaikan oleh mahasiswa saat itu. Mahasiswa menyampaikan beberapa kasus yang berkaitan dengan ribetnya birokrasi di rumah sakit yang lebih mementingkan administrasi dibandingkan dengan pentingnya arti sebuah kesehatan dan pertolongan pertama bagi pasien.

Selanjutnya, dialog antara gubernur dan mahasiswa dilanjutkan dengan para ketua dan beberapa pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa se kota Tanjungpinang. Bahkan yang penulis dengar, BEM se Kepri. Namun tentunya dengan undangan yang mendadak tersebut, mahasiswa dari daerah lain, khususnya Batam dan Karimun tidak sempat untuk menghadiri dialog siang itu.

Dimoderatori oleh Sekdaprov yang baru saja dilantik, Drs. Suhajar Diantoro, dialog antara mahasiswa dan Gubernur pun dimulai. Dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kepri, Gubernur mengawali pertemuan tersebut dengan memaparkan apa – apa yang telah beliau sampaikan dihadapan presiden ketika kunjungan Presiden dan jajaran menterinya beberapa waktu lalu ke Tanjungpinang.

Pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa kepada Gubernur lebih bersifat teknis bahkan cenderung tidak menyangkut inti permasalahan. Beberapa hal yang dibahas kebanyakan mahasiswa saat itu berkisar pada pengadaan beasiswa yang kurang professional, kendala sarana dan prasarana di kampus hingga masalah penegerian UMRAH yang juga telah disampaikan gubernur pada presiden secara langsung. Lebih tepatnya penulis menyebut ini sebagai sesi ‘curhat’ mahasiswa kepada Gubernur.

Meskipun demikian beberapa mahasiswa dalam kesempatan tersebut meminta pemerintah Propinsi Kepri untuk mempercepat Perda Kelautan dan Perikanan serta melakukan pengawasan di perairan Kepri. Selain itu mahasiswa juga mengeluhkan ribetnya birokrasi dan tidak memuaskannya pelayanan publik yang diterima masyarakat. Ditambahkan oleh peserta dialog lain bahwa mahasiswa berhak tahu program – program pemerintah dan berharap pemerintah akan lebih terbuka di masa yang akan datang. Terakhir mahasiswa juga meminta pemerintah memperhatikan lagi masalah Dompak dan masyarakat yang tinggal di sana. Disampaikan oleh mahasiswa bahwa akibat dari pembangunan di Dompak saat ini lingkungan menjadi tercemar dan masyarakat terancam kehilangan mata pencaharian di mana selama ini laut menjadi sumber utama mereka.

Dialog Pagi KAMMI Kepri di RRI

Di hari yang sama, pagi pukul 07.30 WIB dialog di RRI Tanjungpinang berbicara masalah pemberdayaan potensi kelautan oleh pemerintah Propinsi Kepri. Narasumber yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi saat itu cukup kewalahan menanggapi pemaparan narasumber lain yang berasal dari Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Hinterland (LPEMH) dan mahasiswa yang dalam hal ini diwakili oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepri, serta perwakilan nelayan.

Dalam dialognya LPEMH menyatakan bahwasanya lembaga ini sedang melakukan kajian mengenai kehidupan ekonomi masyarakat hinterland yang menggantungkan hidupnya dari laut. Tentunya hal ini mesti mendapat perhatian besar dari pemerintah di mana perhatian tersebut bukan hanya dalam bentuk pemberian bantuan, namun seharusnya pemerintah juga melakukan pembinaan kepada para nelayan dan masyarakat yang hidup di pesisir.

Menurutnya selama ini hal yang baru dilakukan pemerintah sebatas memberikan bantuan kapal maupun alat penangkap ikan kepada nelayan tanpa didampingi lagi hari berikutnya. Bantuan berupa dana pun tak tahu lagi rimbanya karena tidak diawasi dengan baik pemakaian dana tersebut.

Pernyataan ini pun disambut baik oleh mahasiswa di mana mahasiswa juga menyatakan siap untuk menjadi partner pemerintah dalam menjalankan program – program kemasyarakatannya. Selama ini mahasiswa menilai pemerintah kurang terbuka terhadap mahasiswa dan juga masyarakat umum lainnya. Pemerintah cenderung mengesampingkan posisi mahasiswa sebagai kaum intelektual sekaligus pemuda yang memiliki semangat  dan idealism yang tinggi. Mahasiswa berharap ke depannya pemerintah membuka diri terhadap mahasiswa dalam menjalankan program-programnya, terutama yang berkaitan dengan masalah kelautan.

Disampaikan pula oleh narasumber yang juga merupakan nelayan di daerah pesisir bahwa mereka membutuhkan peraturan yang jelas dari pemerintah dalam hal pemasaran hasil tangkapan para nelayan. Para nelayan juga membutuhkan perlindungan dari rentenir yang dengan seenaknya menentukan harga sehingga merugikan nelayan.

Sadar atau tidak, Kepulauan Riau yang 96 persen wilayahnya adalah laut menyimpan potensi besar untuk mensejahterakan rakyat. Sementara pemerintah Kepri dan juga kota/kabupaten selama ini menyibukkan dirinya dengan menggarap potensi daratan. Padahal menurut Sekretaris Komisi I DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution, pemberdayaan ekonomi di daratan tidak akan memberikan hasil yang maksimal karena lahannya terbatas (www.mediaindonesia.com)

Sebuah kebetulan sekaligus juga merupakan kehormatan bagi penulis ketika mendapat undangan tersebut. Gubernur yang memiliki banyak agenda pemerintah ternyata bisa menyediakan waktunya untuk sekedar berdialog dengan para mahasiswa.

Apakah pertemuan gubernur dan mahasiswa beberapa waktu lalu merupakan respon cepat pemerintah terhadap dialog pagi tersebut? Wallahu’alam, penulis tak dapat menentukan apakah pernyataan ini benar atau tidak. Semoga ini bukanlah reaksi cepat pemerintah untuk ‘membungkam’ mahasiswa yang ada di Kepri khususnya. 

Di hari yang sama pula, Gubernur langsung menyatakan siap untuk menjadi pembicara di Seminar Kelautan dalam rangka pembukaan Musda III KAMMI Kepri. Meskipun pada hari H beliau harus kehilangan kesempatan tersebut karena alasan kesehatan dan digantikan oleh Drs. Amir Faisal, MM selaku Kepala Dinas kelautan dan Perikanan.

Sejauh ini hal yang patut disyukuri ialah dialog ini menjadi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah. Diharapkan mahasiswa mampu menjadi partner bagi pemerintah dalam mewujudkan program – program yang telah dirancang. Kemudian pemerintah menjadi lebih transparan dalam menjalankan amanah rakyat sehingga tak ada lagi kecurigaan – kecurigaan yang selama ini menghantui hubungan dua kalangan ini. Semoga!

Sunday, 13 March 2011

Sebuah Renungan

Aku khawatir hidup di suatu masa yang rodanya menggilas keimanan
Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan

Banyak orang baik tapi tak berakal
Ada orang berakal tapi tak beriman

Ada lidah fasih tapi berhati lalai
Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian

Ada ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat
Ada yang menangis karena kufur nikmat

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat
Ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan
Ada pelacur yang tampil jadi figur

Ada orang berilmu tapi tak paham
Ada yang paham tapi tak menjalankan

Ada yang pintar tapi membodohi
Ada yang bodoh tak tau tahu diri

Ada yang beragama tapi tak berakhlak
Ada yang berakhlak tapi tak bertuhan

Lalu di antara itu semua, di manakah kau berada??

*Ali bin Abi Thalib

Tuesday, 1 March 2011

Memimpin = Memberi Teladan

Ini adalah cerita yang cukup memalukan bagi saya sendiri terutama di masa awal kepengurusan di organisasi internal kampus. Rasanya ingin saya mengatakan "tak ada gading yang tak retak", namun apa daya saya hanya bisa terdiam ketika itu.

Ujian Akhir Semester membuat saya cukup kelimpungan dalam persiapan secara administrasi. Selama ini saya hampir tidak pernah memikirkan masalah administrasi kampus karena longgarnya peraturan dari kampus itu sendiri kepada mahasiswanya.

Biasanya untuk UAS hal penting yang harus dimiliki meliputi kartu mahasiswa, kartu perpustakaan, kartu rencana studi yang sudah ditandatangani semua dosen yang bersangkutan serta kartu ujian. Nah saya merupakan salah satu mahasiswa yang masih cuek dengan hal - hal seperti itu. Hingga tiba hari H UAS dilaksanakan saya kelimpungan untuk mendapatkan kartu perpustakaan, syukurlah 10 menit sebelum ujian berlangsung petugas perpustakaan akhirnya bersedia juga memberikan saya kartu tersebut.

Tibalah waktu ujian. Saya gelisah sekali karena kali ini kami diawasi langsung oleh Kepala BAAK yang cerewetnya minta ampun kalau sudah berurusan dengan persyaratan ujian. Seperti yang sudah ditebak, tepat setelah kertas ujian dibagikan, ia mulai berjalan memeriksa kelengkapan ujian kami.

Biasanya saya bisa dengan mudah lolos namun tidak kali ini. Kekesalan dosen ini bermula dari salah satu teman saya yang belum mengisi KRS sama sekali. Dosen itu pun mengambil kertas ujian dan tidak mengizinkan teman saya itu untuk ikut ujian. Untungllah tak lama setelah itu, meskipun dengan ketegangan yang sangat tinggi, dia masih bisa ikut ujian.

Giliran saya diperiksa. Pada awalnya saya berusaha untuk santai karena saya sudah tahu saya salah karena beberapa dosen belum menandatangani KRS. Dengan tiba - tiba dosen itu langsung berbicara lantang di depan kelas , "Nih lihat! Ketua BEM! Sang ketua sendiri belum mendapatkan tanda tangan."

Berdesir hati saya ketika dia mulai menyebutkan jabatan saya di kampus. Apa daya saya hanya terus berpura - pura menyelesaikan soal ujian yang ada di depan mata.
"Kalau kamu mahasiswa biasa saya bisa memaklumi. Tapi ini seorang ketua BEM, pejabat teras di kampus tidak mampu memberikan contoh yang baik!!"

Merahnya telinga saya ketika beliau berkata demikian. Rasanya ingin marah, hati saya memberontak dan ingin berkata bahwa bukan keinginan saya untuk jadi ketua BEM di kampus ini. Tentu saja hal itu tidak bisa saya lakukan karena akan semakin membuat malu diri sendiri. Diam memang langkah yang sangat mudah.

Sekian lama saya mencoba menjadi baik dan jadi yang terbaik, hari ini harga diri saya dijatuhkan dan diinjak - injak hanya karena saya seorang ketua yang tidak mampu menjadi teladan. Astagfirullah....

Dipermalukan seperti itu membuat saya ingin meninggalkan kelas dengan segera. Pertanyaan di kertas saya jawab semampunya, saya langsung menyerahkan jawaban pada dosen tersebut kemudian keluar kelas tanpa sedikitpun berani menoleh ke arah teman - teman lain.

Begini rupanya berada di posisi teratas sebuah organisasi, apa pun yang saya lakukan dan katakan menjadi pusat perhatian dan saya yakin menjadi bahan gunjingan bagi siapa saja.

Kembali memori saya bergerak pada pertemuan ke sekian di mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan dengan topik konsep kepemimpinan.

Dosen saya ketika itu mengatakan bahwa, "Memimpin artinya siap menjadi teladan serta memempin adalah membina".

--"
saya memang harus mengakui bahwa yang saya lakukan adalah karena kesalahan saya sendiri dan akhirnya hal tersebut memang merugikan diri serta telah merusak citra diri saya

Mulai Lagi

Sudah lama sekali rasanya tidak menulis. Entah kapan terakhir kalinya saya singgah untuk memposting tulisan di blog ini ataupun sekedar jalan - jalan ke blog teman - teman lain untuk mendapatkan tulisan baru.

Kesibukan di luar tak boleh disalahkan dan dijadikan kambing hitam atas kevakuman blog ini selama beberapa waktu. Mari kembali membahas apa saja, bahkan yang tidak penting sekalipun!
Ups, sebaik - baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain, ya kan

Tuesday, 22 February 2011

Rapat Kerja

Rapat kerja alhamdulillah sudah terlaksana pada Minggu, 13 Februari 2011 yng lalu. Meskipun hampir kecewa dengan jumlah kehadiran pengurus yang sempat hadir, namun semangat tak boleh luntur.
Prinsip yang mesti ditanamkan ialah berapa pun yang hadir hari ini, maka tidak akan mengurangi esensi pertemuan tersebut.

Berikut evaluasi untuk rapat kerja :
1. Acara pembukaan yang tidak tepat waktu
2. Tidak adanya perwakilan kampus yang datang karena kurang pro aktifnya ketua panitia pelaksana dalam membangun komunikasi walaupun sudah diarahkan dari jauh - jauh hari.
3. Mekanisme rapat yang awalnya disepakati memakai mekanisme sidang berubah dengan musyawarah atas permintaan peserta rapat.
4. Acara pembukaan tidak berlangsung lama karena kata sambutan hanya berasal dari ketua BEM.
5. Secara keseluruhan, program yang dibuat oleh masing - masing bidang, sudah sesuai dengan keinginan yaitu tidak terlalu banyak dan muluk - muluk.

Semoga dengan ini program dapat dilaksanakan dengan baik dan kegiatan berikutnya lebih baik lagi...

Rekomendasi :
1. Percepat pengadaan sekretariat BEM
2. Meminta transparansi dana pihak kampus untuk kegiatan kemahasiswaan

s

g

Wednesday, 9 February 2011

Amanah Baru

Tidak bermaksud narsis atau pun pamer karena saya bukanlah siapa-siapa.
Saya hanya orang yang kebetulan dapat amanah ini, tapi mungkin bukan suatu kebetulan juga, pastinya dan saya percaya bahwa ini sudah diatur dan dicatat dalam Lauhul Mahfuz. Catatan kehidupan seorang hamba Allah seperti saya.

Nah di sinilah sekarang saya berdiri dan harus tetap kokoh.
Amanah baru, pengalaman baru dan tentu saja akan banyak hal yang akan saya dapatkan dari kedudukan saat ini.

Oleh sebab itu yang saya perlukan sekarang hanyalah semangat dan dorongan dari orang - orang terdekat. Orang - orang yang masih ingin memberikan saya dorongan untuk menyelesaikannya. Oh, bukan. Bukan untuk menyelesaikannya, tapi untuk memanfaatkannya dengan sebaik - baiknya.


 Allahu rabbi...
Terima kasih.....

Thursday, 9 December 2010

Menuntut Janji Mahasiswa



Hujan akhir tahun mulai rutin mengguyur Kota Tanjungpinang tercinta dan daerah di sekitarnya. Mungkin tak hanya Tanjungpinang yang mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa, daerah lain pastilah mendapatkan keberkahan yang sama karena betapa kasihnya Allah swt kepada seluruh umat manusia, hingga tak seorang pun yang tak kecipratan  rahmat luar biasa ini.

Bulan Desember yang telah menggelayuti ujung tahun 2010 ini menahan rindu untuk bertemu dengan tahun yang baru yang tak lama lagi akan menjelang. Sebagai seorang mahasiswa, tentunya ada begitu banyak tugas yang akan kita hadapi di hari – hari mendatang. 

Mengingatkan kepada seluruh mahasiswa, terutama mahasiswa yang baru saja memasuki dunia kampus dan resmi menjadi masyarakat yang hidup dalam lingkungan intelektual, maka saya ingin mempertanyakan sudahkah teman – teman mahasiswa berafiliasi hingga bulan ke sekian teman – teman mengecap kehidupan kampus? Mengikatkan diri ke dalam salah satu organisasi yang tersedia yang masing – masing memiliki karakter tersendiri dan sesuai dengan minat serta bakat tiap mahasiswa.

Terpatri dalam ingatan saya ketika Orientasi Pengenalan Akademik (OPA) di Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Miftahul Ulum bergandeng tangan dengan berbagai kampus swasta di Kota Tanjungpinang mengangkat tema “Agar Ngampus Gak Sekedar Status” di mana tiap kampus bertekad untuk menanamkan dan menyamakan pemahaman kepada mahasiswa baru untuk tidak sekedar mengejar status selama menjadi mahasiswa.

Penjelasan – penjelasan selama OPA pun tak pernah lari dari tema yang diangkat. Di STAI sendiri, setiap pembicara yang mengisi acara OPA selama tiga hari senantiasa mengingatkan mahasiswa baru untuk, sekali lagi, tidak sekedar mengejar status dalam artian hanya belajar di kampus untuk mendapatkan gelar dan ijazah sarjana.

Tak lelah para pemateri untuk mendorong para mahasiswa baru untuk segera menggabungkan diri ke dalam salah satu organisasi yang ada dan tersedia untuk mahasiswa. Tak hanya itu, pemateri juga menguraikan betapa pentingnya mahasiswa, sebagai pemuda yang berada dalam lingkungan akademik, untuk masuk ke dalam organisasi karena kegiatan – kegiatan berasal dari organisasi dan bukan kelas – kelas. Kelas hanyalah sarana kita dalam perkuliahan, tempat temu muka dengan dosen untuk penyampaian materi.

Di kampus STAI sendiri organisasi internal yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa terdiri dari Lembaga Dakwah Kampus ( LDK ), Resimen Mahasiswa ( MENWA ) dan Mahasiswa Pencinta Alam ( MAPALA ). Ketiga organisasi ini merupakan tempat mahasiswa untuk berkreasi dan mengembangkan potensi dirinya sebagai seorang manusia yang memiliki begitu banyak potensi tak tergali.

Di samping itu, dalam kehidupan mahasiswa juga dikenal adanya organisasi ekternal yang merupakan organisasi yang beranggotakan mahasiswa – mahasiswa dari kampus mana pun di mana organisasi ini memiliki jaringan lebih luas dengan seabrek kegiatan bagi anggota dan kegiatan – kegiatan lainnya. Organisasi ekternal yang dapat diikuti oleh mahasiswa antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI ), Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ), Persatuan Mahasiswa Tempatan ( PERMATA ) dan organisasi eksternal lainnya.

Masing – masing organisasi memiliki kelebihan dan keunikan sesuai dengan tujuan dan keinginan mahasiswa untuk bergabung. Sekarang, tinggal kita yang memilih, ingin bergabung dengan organisasi yang mana?
Melihat banyaknya organisasi yang tersedia untuk ratusan mahasiswa di STAI ternyata tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa baru dan juga mahasiswa lama yang belum mengafiliasikan diri kepada salah satunya. 

Hal ini terbukti dengan sedikitnya minat para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan – kegiatan perekrutan yang dilakukan oleh masing – masing organisasi, baik internal maupun eksternal. Meskipun belum seluruh organisasi internal dan eksternal melakukan perekrutan anggota baru, namun gambaran awal sudah jelas terlihat di mata saya bagaimana tidak adanya motivasi sama sekali dari dalam diri mahasiswa sendiri untuk mengikuti acara – acara organisasi. 

Betapa sulitnya untuk mengajak satu mahasiswa untuk bergabung dalam suatu wadah kemahasiswaan. Saya hanya bisa mengurut dada dan bergumam, seandainya saja mereka tahu betapa besar manfaat yang diperoleh dari keterikatan diri kita pada salah satu organisasi, saya amat sangat yakin tanpa diajak pun mereka akan merengek – rengek untuk bergabung dan menyatakan diri sebagai anggota. 

Lalu, apakah sebenarnya mereka tidak tahu akan besarnya manfaat berorganisasi bagi mahasiswa selaku kaum intelektual dan agen perubahan bangsa? Tidak! Mereka sangat tahu manfaat yang didapat. Mereka hanya bersikap tidak mau tahu dan mengemukakan berbagai alasan ketika diajak bergabung. 

Secara logika kita berpikir, para mahasiswa baru mungkin sangat menyadari bahwa orang – orang yang mengikatkan dirinya pada organisasi dan menjalankan amanah organisasi dengan baik, bukanlah orang sembarangan. Mereka bukanlah orang yang dapat dengan mudah dipatahkan argumennya, bukanlah penakut yang tak berani sedikitpun untuk berbicara bahkan di depan teman – temannya sendiri. Mahasiswa manapun tahu bahwa mereka yang berorganisasi adalah bintang kelas yang menjadi andalan juga teladan bagi orang – orang di sekitarnya. 

Dan saya hanya ingin bertanya kepada mahasiswa baru yang merasakan dirinya masih memiliki semangat pemuda yang bersemangat dan mempunyai visi untuk melakukan perubahan, tidakkah mau menjadi seperti mereka? Tercatat dalam sejarah peradaban yang akan dikenang dalam memori masing – masing hingga ajal menjemput di mana ketika tiba hari manusia diadili oleh Yang Maha Adil, lalu bertanya untuk apa kau habiskan masa mudamu?? Apa yang akan kita jawab teman – teman??

Saya tidak bermaksud menakut – nakuti mahasiswa baru ataupun men-judge bahwa mahasiswa yang tidak berorganisasi bukanlah mahasiswa yang tidak baik, tapi kembalikan lagi pada diri kita, sudahkah kita menyiapkan jawaban untuk pertanyaan Yang Maha Pengasih?

Terakhir, saya hanya ingin menyampaikan bahwa ORGANISASI MEMANG BUKANLAH SEGALA – GALANYA BAGI MASYARAKAT KAMPUS, NAMUN SEGALA – GALANYA BERASAL DARI ORGANISASI.

Thursday, 18 November 2010

Demi Allah, Aku Jadi Teroris

Judul : Demi Allah, Aku Jadi Teroris
Pengarang : Damien Dematra
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka
Kota penerbit : Jakarta
Tahun terbit : 2009
Tebal : 237 halaman

SINOPSIS

Ketika membaca judul dan pengarang dari novel ini, maka pembaca tak akan mengira betapa dahsyatnya kandungan novel ke sekian kalinya karya novelis yang telah menulis puluhan novel dalam bahasa Inggris dan Indonesia ini.

Pesan bahwa Islam adalah agama yang damai tersampaikan dengan baik oleh penulis. Alur cerita yang awalnya membuat pembaca sedikit mengernyitkan kening akhirnya terurai dengan semestinya seiring lembaran – lemabran yang terus dibalik untuk dibaca.

Menyisipkan tema percintaan antara dua insan, hampir di akhir cerita membuat novel ini semakin menarik. Kisah Kemala dan Prakasa yang tak disangka sebelumnya mengobok – obok perasaan pembaca. Cinta ala penjahat dan polisi pun terus bergulir hingga lembaran terakhir.

Bangunan cerita terbentuk dengan baik disertai dengan latar belakang masing – masing tokoh yang dijelaskan dengan singkat, namun mampu mendeskripsikan karakter tiap tokoh.

Penulis patut diacungi jempol akan kepiawaiannya mengolah alur cerita untuk menyampaikan pesan yang terus dipermasalahkan oleh berbagai kalangan sejak peristiwa pengeboman di beberapa tempat yang menewaskan ratusan warga asing di Indonesia.

Opini pembaca pun digiring perlahan sehingga pembaca dapat menyimpulkan sendiri mana yang baik dan mana yang benar. Penggunaan ayat – ayat Al Quran ditempatkan di bagian – bagian yang tepat sehingga kesimpulan mengapa suatu perbuatan dilakukan cukup terjawab.

Walaupun begitu, kelemahan – kelemahan tetap terlihat dalam beberapa adegan. Pertama, penulis kurang dalam menguraikan kegiatan - kegiatan yang dilakukan dalam camp pelatihan para teroris sehiingga pembaca tidak dapat membayangkan latihan seperti apa yang didapatkan oleh mereka.

Peresensi, sebagai salah satu pembaca tidak menemukan alasan – alasan pembaiatan yang dilakukan oleh kelompok Hamal dan kawan – kawan yang melibatkan pengajian Kemala, Rafa dan teman- temannya. Masih banyak hal – hal misterius yang tak terjawab dalam pembaiatan tersebut.

Terlepas hal di atas, Damien Dematra telah berhasil memukau pembaca dengan karya – karyanya. Seorang novelis yang menulis dengan otot, otak dan hati, demikian ucap seeorang motivator.

Saturday, 13 November 2010

Ketua Umum Menurut AD/ART

Dari kabar yang beredar, jadwal Muktamar VII di Aceh untuk kesekian kalinya mengalami kemunduran. Ini artinya, jadwal Musyawarah Daerah ( MUSDA ) juga akan mengalami hal yang sama. Bersamaan dengan itu berarti masa kepengurusan juga akan diperpanjang.

Berbicara tentang Musda, maka kita akan diingatkan akan isu – isu mengenai calon Ketua KAMMI Daerah Kepulauan Riau berikutnya yang akhir – akhir ini makin kencang berhembus. Isu pencalonan, menolak pencalonan, dan aksi penggalangan suara untuk meraih simpati hati pemilik hak suara pun semakin gencar dilakukan.

Meninjau Aturan Rumah Tangga ( ART ) KAMMI, maka sudah sangat jelas tertera di BAgian III tentang KAMMI Daerah, tepatnya pasal 19 ayat 5. Disebutkan bahwa yang dapat menjadi Ketua Umum / Formatur Pengurus Daerah adalah kader yang sedang tidak dijatuhi hukuman sangsi organisasi, berstatus AB3, pernah menjadi Pengurus Daerah dan/atau Komisariat, tidak sedang diperpanjang masa keanggotaannya karena sedang menjadi pengurus. Kemudian calon tersebut haruslah sehat secara jasmani maupun rohani, berwawasan keilmuan yang luas dan memiliki bukti nyata sebagai insan akademis yakni karya tulis ilmiah, serta mendapat rekomendasi tertulis dari Pengurus Komisariat.

Meskipun kini muncul atau dimunculkan lagi beberapa nama dalam kancah pertarungan menuju KAMDA 1, sebagai kader yang taat pada konstitusi, tentunya beberapa nama yang muncul atau dimunculkan tersebut tidak memenuhi kriteria. Dengan demikian, nama – nama pun akan semakin mengerucut sesuai dengan persyaratan administrasi di atas.

Sekarang tinggal melihat persyaratan lainnya yang sudah diatur dalam AD/ART KAMMI. Tentu saja pemilik hak suara nantinya akan memilih dengan cerdas siapa yang dianggap mampu memimpin KAMMI Daerah Kepulauan Riau dua tahun ke depan.

Tuesday, 9 November 2010

Menjawab Dauroh Marhalah 2

Jelang pelaksanaan Dauroh Marhalah 2 yang akan dilaksanakan bulan Desember 2010 mendatang di Kota Batam, perlu bagi penulis untuk menjawab sekaligus menjelaskan mengapa harus harus DM2.

Kenyataan di lapangan yang penulis dan teman – teman lain jumpai di lapangan, ada banyak kader AB1 yang tidak mau dan bahkan sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti tahap kedua dalam alur pengkaderan KAMMI ini.

Berikut ini adalah alasan – alasan yang kerap penulis dapatkan, let’s check it out :

1. Mengapa harus ada DM2?
Lalu mengapa harus masuk SMP setelah lulus SD? Melanjutkan studi di SMA begitu lulus SMP?

2. Saya merasa belum sanggup dan tidak pantas untuk mengikuti DM2. Saya harus memperbaiki diri saya dulu baru setelah itu mengikutinya

Maka penulis balikkan pertanyaan tersebut, kapan kita merasa siap dan pantas untuk mengikuti Dauroh Marhalah 2 tesebut? Kapan kah diri ini akan baik? Kapan kah perbaikan itu akan mencapai puncak dengan hasil yang diharapkan? Kita tak punya banyak waktu lagi untuk hal itu, karena status kemahasiswaan kita tak berlaku seumur hidup.

Wahai teman- teman seperjuangan, ketahuilah bahwa perbaikan diri adalah proses yang berlangsung selama kita hidup. Artinya, perbaikan diri akan berhenti ketika jiwa ini berhenti bernafas dan bertemu dengann Rabbnya. Apakah kita baru akan mengikuti Dauroh Marhalah 2 ini setelah ruh tak ada lagi di jasad??

3. Saya harus bekerja, sulit sekali mendapatkan izin di tempat kerja saya

Saat kita mengatakan hal ini, apakah kita sudah mencoba terlebih dahulu untuk meminta izin? Terkadang ucapan ini terucap hanya berdasarkan prediksi kita sebagai manusia. Padahal hanya Allah yang mampu mebolak balikkan hati manusia. Bisa jadi ketika kita berusaha meminta izin dengan tekad kuat untuk mengikuti Dauroh Marhalah 2, hasil yang didapatkan begitu menggembirakan.

Dauroh akan dilaksanakan bulan depan, sudahkah kita meminta izin tersebut hari ini? Cobalah dulu saudaraku, yakinlah bahwa Allah tak akan pernah mengecewakan hambaNya.

4. Saya tidak bisa meningggalkan kuliah saya, dosen terlalu killer, SKS banyak…

Ada begitu banyak orang yang mau mengorbankan jadwal kuliahnya untuk mengikuti hal ini. Bukan berarti mengabaikan amanah orang tua pada kita. Kuncinya ada pada diri kita sendiri. Melobi dosen untuk izin beberapa hari adalah suatu kewajiban yang mesti dilakukan setiap calon AB2.

Perhatikanlah wahai teman, berapa banyak cerita yang teurai dari mereka yang berani mengambil resiko dan keputusan untuk terus bergerak di wajihah ini. Tak inginkah kita menjadi bagian dari mereka yang telah begitu banyak berkorban untuk menolong agama ini. Menjadi bagian dari pemikir dan penata dakwah agar tujuan yang satu itu tercapai.

Nilai tidak berasal dari dosen, namun Allah lah yang menentukan nilai – nilai tersebut. Namun yang lebih berharga lagi ialah nilai yang langsung kita dapatkan dari penilaian Allah.

5. Persyaratan DM2 begitu banyak, saya merasa tidak sanggup untuk mengerjakannya

Pernahkah kita ditanya, “ Sanggupkah mengerjakan tugas – tugas kuliah? Tugas dan PR saat bersekolah dulu? “

Kita kerap mengatakan sesuatu itu sulit sebelum kita sendiri mencoba untuk melakukannya. Semua hal di dunia ini merupakan proses, dan melalui proses ini lah kita diajari untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

Penulis menyarankan teman – teman calon AB2 untuk mencoba mengerjakan seluruh penugasan yang ada di persyaratan. Rasakan dan buktikanlah betapa besar manfaat yang ada dibalik semua itu.

6. DM2 bukti dari ribetnya birokrasi di KAMMI, cukuplah pemerintah

Menggelikan membandingkan dengan pemerintahan. Dakwah perlu ditata rapi agar tujuan tercapai. Ingatlah selalu ucapan Ali bin Abi Thalib ra. “ Kebaikan yang tidak terorganisir baik akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir dengan baik. “

Tidakkah kita pernah membayangkan bahwa diluar sana musuh Islam menyusun segala sesuatunya dengan rapi. Membuat kebijakan – kebijakan strategis untuk menggoalkan makar menghancurkan agama ini? Sementara, apa yang dapat kita lakukan untukNya?

7. Menjadi AB2 atau AB1 sama saja, banyak AB1 yang punya kualitas yang lebih baik daripada mereka yang sudah AB2.

Untuk menjawab pernyataan ini, penulis perlu menanyakan kembali, dari segi manakah AB1 tersebut lebih berkualitas daripada AB2? Tilawahnyakah? Akhlaknya? Jumlah binaan yang ia punya? Kepiawaiannya berpidato? Atau indicator apa yang menjadikannya lebih berkualitas?

Pernyataan ini sungguh menggelikan dan kedengaran konyol. Sebenarnya ada banyak yang tidak ikut DM1 pun punya kualitas lebih bagus. Ada juga yang sudah DM2 juga punya kualitas di atas kader yang telah mengikuti DM3. Jika memang merasa bagian dan dibesarkan oleh KAMMI, mengapa harus berpikir demikian?

Seberapa paham kah AB1 tersebut terhadap KAMMI? Jika AB1 tersebut berkualitas, maka tanpa disuruh pun ia akan mengikuti pelatihan tahap 2 ini. Bahkan DM berapa pun akan ia ikuti.

Wahai teman – teman seperjuangan yang telah kenyang akan jalan yang berliku ini, Dauroh Marhalah 2 ini tidak setiap bulan diadakan oleh Kaderisasi KAMMI Kepulauan Riau. Sebuah kesempatan besar yang sangat sayang sekali untuk dilewatkan.

Dalam surah An Nisa : 95 Allah swt berfirman

Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk ( yang tidak turut berperang ) tanpa mempunyai uzur ( halangan ) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang – orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang – orang yang duduk ( tidak ikut berperang tanpa halangan ). Kepada masing – masing, Allah menjanjikan ( pahala ) yang baik ( surga ) dan Allah melebihkan orang – orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.

Untuk itu penulis menghimbau kepada seluruh AB1 KAMMI Komisariat Tanjungpinang, Batam dan Bintan untuk berlomba – lomba mendaftarkan diri kepada SC DM2 ( Ahmad Azroi, Redha Helmi, Raja Dachroni, Iin Parlina, Endri Rahayu dan Indra Fitri Yeni ).

Jika bukan kita yang menerima estafet perjuangan ini, lalu siapa lagi? Akankah kita membiarkan wajihah ini stagnan karena generasinya tak mau mewarisi dan diwarisi nilai – nilai yang ada di dalamnya? Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa kita, mereka atau siapapun tidak akan berlama – lama di organisasi ini.

Mumpung kita masih diberikan waktu dalam status mahasiswa dan berkutat dengan kehidupan kampus, ikutilah tahapan ini. Waktu kita pun tak banyak untuk kembali mewariskannya pada generasi di bawah kita yang haus akan nilai – nilai KAMMI. Sanggupkah kita menelantarkan mereka mati kehausan kemudian perlahan mundur dari jalan ini?? Wallahualam…

Mari samakan orientasi dalam berjuang bersama KAMMI untuk Menuju Muslim Negarawan!!

PERSYARATAN DAUROH MARHALAH 2

A SYARAT PESERTA

1. Telah menjadi anggota biasa ( AB ) 1 selama minimal 6 bulan
2. Telah mengikuti tarbiyah selama minimal 1 tahun
3. Bersedia aktif di kepengurusan KAMMI Komisariat atau KAMMI Daerah Kepulauan Riau
4. Bersedia mengikuti dan mematuhi ketentuan – ketentuan pelaksanaan DM II yang tewlah ditetapkan oleh panitia dan kaderisasi KAMMI Daerah Kepulauan Riau
5. Mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkannya kepada panitia
6. Menyeraahkan ssurat mandate dari Ketua KAMMI Komisariat masing – masing
7. Mengikuti Pra DM II
8. Menulis makalah yang telah ditentukan
9. Menyerahkan pas foto 3x4 sebanyak 3 lembar
10. Mengikuti test wawancara dan test tertulis
11. Membaca, menghafal, dan memahami filosofi KAMMI
a. Visi KAMMI
b. Misi KAMMI
c. Prinsip Pergerakan KAMMI
d. Karakter Oraganisasi KAMMI
e. Paradigm Gerakan KAMMI
f. Unsur – unsur Perjuangan KAMMI
g. Kredo Gerakan KAMMI
Catatan : Semua berkas – berkas dimasukkan dalam map
Ikhwan map biru dan akhwat map merah

B. TAHAPAN DM II

1. Tahap sosialisasi 22 Oktober s/d 31 November 2010
2. Tahap pendaftaran gelombang 2 tanggal 7 November – 13 November 2010
3. Tahap seleksi 14 November 2010 serempak di Tanjungpinang dan Batam
4. Tahap Pra DM II 21 November 2010 bertempat di Gedung LAM Tanjungpinang ( tentatif ) pukul 08.30 WIB s/d selesai
5. Tahap pelaksanaan DM II 23 – 26 Desember 2010 bertempat di Kanpora Batam

C. TEMA MAKALAH

1. Gerakan Mahasiswa di Persimpangan Jalan ( Studi Kritis Gerakan Mahasiswa Pasca Reformasi )
2. Studi Komparatif Perilaku Masyarakat Indonesia pada Masa Orde Baru dan Pasca Orde baru
3. Peluang dan Tantangan Penegakan Syariat Islam di Indonesia
4. Krisis Listrik di Kepulauan riau dan Upaya Mencari Solusi
5. Enterpreneurship dalam Membangun Ekonomi Umat
6. Seandainya Saya Jadi Gubernur Kepulauan Riau
7. Pemilukada di Batam
8. Mengusut Tuntas Bansos Batam

KETENTUAN MAKALAH

Pilih salah satu tema di atas dan dibuat minimal 7 halaman ( di luar dari halaman pembuka, kaya pengantar dan daftar isi ) dengan ketentuan kertas A4, font Times New roman, font size 12, spasi 1,5 ; alignment justify, rangkap 2

D. PENUGASAN

1. Mengisi form Mutab’ah harian
2. Membaca dan meresume buku : Komitmen Muslim Sejati karangan Fathi Yakan dan Model Manusia Muslim Abad 21 karangan Anis Matta
3. Membaca buku Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin 1 dan 2 serta Membina Angkatan Mujahid
4. Menghafal Surat Al Anfal 1 - 30
5. Silaturahim ke tokoh – tokoh kampus ( Dosen, dekan, Pembantu Dekan, Rektor, Pembantu Rektor ) dan mencatat hasil diskusi dengan mereka dengan bahasan diskusi “ Pendapat Mereka Mnegenai Gerakan / Organisasi Mahasiswa serta Pendapat Mereka Meengenai KAMMI “
6. Tugas – tugas ini diserahkan pada saat tes tertulis dan wawancara

Info lengkap dapat menghubungi Tim SC, Kaderisasi dan Binsat KAMMI Daerah Kepulauan
1. Ahmad Azroi
2. Raja dachroni, S. Sos, MU, ME (085272276756 / 085765309410)
3. Redha Helmi, S. PdI
4. Endri Rahayu, S. PdI
5. Indra Fitri Yeni (085272870165)
6. Iin Parlina


Catatan :
1. Semua penugasan diharapkan dikumpulkan via email kaderisasikammikepri@gmail.com
2. Jadwal sewaktu – waktu dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi

Thursday, 4 November 2010

Latihan Kepemimpinan Bangsa 1

Latihan Kepemimpinan Bangsa 1
KAMMI Komisariat Tanjungpinang

Kepada seluruh mahasiswa di Kota Tanjungpinang, bergabunglah bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa dengan mengikuti LAtihan Kepemimpinan Bangsa 1 yang akan diadakan pada :

Hari / tanggal : Jumat - Minggu / 5-7 November 2010
Tempat : Gedung LAM, Tanjungpinang ( di depan Kantor Kejaksaan )

Untuk acara pembukaan akan diadakan pada :

Hari / tanggal : Jumat / 5 November 2010
Tempat : Hotel Sampurna Jaya
Waktu : 13.30 WIB

Perlengkapan yang harus dibawa peserta :
1. Al Quran
2. Alat tulis
3. Baju ganti selama 3 hari ( bagi laki - laki harus berkerah, untuk perempuan berpakaian muslimah )
4. Baju olahraga
5. Mukena bagi perempuan
6. Sendal jepit

Infak peserta Rp. 10.000,-

* Untuk acara pembukaan seluruh peserta dan panitia memakai baju kurung

* Selama masa pelatihan, peserta laki - laki tidak dibenarkan untuk memakai kaos oblong dan celana jeans

Untuk info lebih lanjut hubungi
Nurul Azizah : 085264990817

Friday, 29 October 2010

Gubernur Ajak untuk Berbuat Kebaikan

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 82 tahun, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan upacara di halaman Kantor Gubernur, Kamis ( 28/10 ).

Upacara ini dihadiri oleh kalangan pelajar dan mahasiswa serta undangan lainnya.
Upacara kali ini disejalankan dengan launching Pendidikan Budi Pekerti yang ditandai dengan pelepasan balon udara dan penyerahan silabus kepada 7 kepala dinas dari 7 kabupaten/kota. Tujuan dari pendidikan budi pekerti ini ialah diharapkan ke depannya Kepulauan Riau memiliki pemuda – pemuda yang berkarakter bagus sebagai penerima estafet pembangunan berikutnya. Silabusnya diadopsi dari Gurindam 12 karya Raja Ali Haji dan Dasa Darma Pramuka. Dua landasan dalam pendidikan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketakwaan, kebersamaan, toleransi, mempererat persatuan dan kesatuan serta adanya budaya saling menghormati.

Di samping itu peringatan Sumpah Pemuda, Gubernur selaku pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menandatangani perjanjian dengan empat media cetak terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Penandantanganan ini berhubungan dengan adanya program Koran Masuk Desa. Gubernur Kepulauan Riau menyatakan bahwa program ini perlu diadakan karena saat ini masyarakat desa banyak yang tidak mendapatkan akses berita melalui koran. Akibatnya mereka ketinggalan informasi.

Dalam pidatonya, Gubernur kepulauan riau H. Muhammad Sani mengajak pemuda di Provinsi Kepri untuk bersama – sama mengintrospeksi diri masing – masing dan senantiasa berlomba – lomba berbuat kebaikan. Adalah sangat penting bagi semua orang untuk menggurui diri masing – masing sebelum menggurui orang lain, demikian pesan beliau.

Tak hanya itu gubernur juga kembali mengingatkan akan besarnya jasa Raja Ali Haji yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Bidang Bahasa oleh Pemerintah Republik Indonesia. Bahasa Indonesia yang saat ini dipakai berasal dari bahasa Melayu. Untuk itu sudah waktunya bagi Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkat kualitas dan kuantitasnya di sektor pariwisata sebagai salah satu kebanggaan pemuda Kepulauan Riau.

Friday, 22 October 2010

Inikah Aku?

Aku adalah orang yang memiliki pikiran paling jahat.

Aku adalah orang yang tak pernah menghargai orang lain, baik pikiran maupun perbuatannya

Aku adalah orang yang paling merasa benar

Aku adalah orang yang tidak pernah peduli dengan keadaan dan lingkungan sekitar

Aku adalah pembohong besar abad ini yang tidak pernah melakukan apa yang kusampaikan kepada orang lain

Aku adalah orang yang zalim karena senang berkata tidak baik kepada teman - teman

Aku adalah orang tidak suka dengan keramaian, kesendirian adalah surga dunia di mana aku bebas melakukan apa saja, sesukaku

Aku adalah orang paling jahat dan tak pernah membantu orang lainAku adalah orang yang suka menjerat kaum adam ke dalam perangkap pesonaku

Aku adalah orang yang senang mempermainkan perasaan lawan jenis hanya untuk membuktikan teoriku sendiri

Aku adalah orang yang paling tidak amanahAku adalah orang yang palign suka berbohong dengan mengatakan semuanya beres, padahal tidak satu pun yang selesai

Aku adalah orang yang suka melawan perkataan kedua orang tuakuAku adalah orang paling suka menghamburkan uang orang tua untuk sesuatuu yang tak berguna

Aku adalah orang yang suka memaksa orang tuaku memenuhi permintaanku meskipun itu diluar kemampuannya

Aku adalah orang yang jarang sekali meneteskan air mata karena takut pada Sang Pencipta

Aku adalah orang yang malas menghapal ayat - ayat cintaNya

Aku adalah orang yang paling tidak suka bangun di tengah malam untuk meminta ampunan kepadaNya

Aku adalah orang yang paling merasa tidak berdosa

Aku adalah orang yang tidak pernah bertobat

Aku adalah orang yang paling banyak melanggar perintah Tuhanku

dan aku adalah orang yang paling dimurkai oleh Allah azza wa jalla

Thursday, 21 October 2010

Semangat Juang Mahasiswa


Tulisan ini mungkin saja adalah tulisan yang berlandaskan emosi semata. Tulisan yang kedengarannya mengada – ada dan dianggap terlalu berlebihan serta akan memunculkan celaan terhadap penulis. Namun bagaimana pun juga penulis merasa hal ini perlu ditulis dan perlu disampaikan.
Alam selalu disalahkan dalam setiap hal apa pun yang dapat menghalangi manusia untuk melakukan segala aktivitasnya. Mari simak kaitan antara hujan, mahasiswa dan kampus.
Penulis yang kuliah di salah satu kampus yang ada di kota ini menyadari dengan sesadar - sadarnya bahwa lokasi kampus kami tidak berada di tengah kota yang mudah untuk dijangkau. Meskipun demikian, ketika niat dan kemauan telah tertanam dalam hati apa pun akan dilakukan untuk menempuh jalan menuju kampus.
Hujan seringkali dijadikan alasan, atau lebih tepatnya kambing hitam. Mahasiswa menyalahkan lebatnya hujan telah menghalangi mereka untuk pergi ke kampus. Menuding petir yang telah membuat mereka takut untuk berkendara di jalan raya menuju kampus. Mencaci jalanan yang becek dan membuat kendaraan mereka kotor.
Marilah berpikir secara jernih dan membuang kebiasaan saling menyalahkan maupun mencari sesuatu untuk disalahkan. Hujan tak pernah menghalangi mahasiswa untuk pergi ke kampus. Bukankah bagi mahasiswa yang memiliki kendaraan bermotor punya mantel hujan? Takut kebasahan? Persiapkan pakaian ganti di jok motor atau pun dibungkus dengan plastik agar tak basah.
Terlalu repot dengan persiapan yang seperti itu? Mungkin kita akan berpikir tak akan ada gunanya. Logikanya, bagaimana mungkin kita berpikir bahwa hal itu merepotkan? Kita bukannya menyiapkan bekal kematian, namun hanya bekal ke kampus, sebuah tempat dengan cakupan ilmu yang besar dan telah melahirkan pemimpin – pemimpin handal.
Kemudian, bukankah ada begitu banyak kendaraan umum yang dapat dimanfaatkan agar langkah kaki tiba di kampus? Jarak rumah yang jauh, bukankah bisa memperkirakan waktu agar tiba di kampus tepat waktu? Datang terlalu cepat, bukankah banyak hal yang dapat dikerjakan di kampus dalam rentang waktu tersebut?
Apakah ini berarti kita bukanlah termasuk golongan orang - orang yang dengan penuh rasa syukur menggunakan akal dan segala potensi yang ada dalam diri kita? Apakah tidak terpikir di kepala kita akan segala kemungkinan - kemungkinan tersebut, hal - hal yang masih bisa kita lakukan meskipun kondisi alam tidak seperti yang kita inginkan?
Atau kita telah dikalahkan oleh nafsu yang sedemikian rupa mengendalikan alam pikiran kita dan berusaha sekuat tenaga agar kita mengikuti perintahnya? Atau memang kita selalu mendengarkan "nasihat" dari musuh abadi kita? Bisikan - bisikan yang musuh kita hembuskan ke setiap dada manusia? Atau enggan memenuhi panggilan ilmu?
Apa pun itu hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya. Penulis hanya bisa menyampaikan, jangan terus menerus menyalahkan alam atas kelalaian dan kemalasan yang ada dalam diri kita. Jangan menuntut alam atas kegagalan yang kita alami. Jangan lagi memberi alasan kepada alam sehingga pada puncaknya kemarahannya akan berakibat fatal bagi kita umat manusia.
Sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita memiliki semangat juang yang tinggi untuk hadir di perkuliahan karena inilah saatnya kita mendapatkan apa yang tak pernah kita raih di sekolah dulu. Sebagai kaum intelektual, menyalahkan alam sama artinya menunjukkan kelemahan diri. Dibalik almamater yang kita sandang saat ini tersimpan semangat juang untuk meraup ilmu pengetahuan dari pengajar dan rekan - rekan di luar kelas.
Karena itu teman – teman, buang jauh – jauh rasa enggan itu. Kunci dari segala aktivitas hanyalah kemauan. Ketika kemauan telah merasuki jiwa, maka tak kan ada yang dapat menghalangi kita beraktivitas. Tak baik berlindung dibalik alasan - alasan yang seringkali menjadikan alam sebagai tumbalnya karena ALASAN HANYA UNTUK ORANG - ORANG YANG GAGAL.

            Rabu, 20 Oktober 2010
Pukul 23:47 WIB
Advokasi terhadap alam yang terpojokkan

Monday, 11 October 2010

Komitmen



Ketika menuliskan data diri di formulir pendaftaran KAMMI, amatilah tulisan kecil di bawah yang intinya adalah bahwa dengan menandatangani formulir tersebut, kita, saya dan teman - teman semua bersedia untuk mengikuti agenda - agenda yang diadakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( KAMMI ).

Kenyataan pun tak dapat dihindari. Begitu selesai DM1 tak banyak yang bertahan untuk terus bertahan dan mengikuti rangkaian agenda yang diadakan oleh KAMMI, baik oleh pengurus daerah maupun pengurus komisariat. Rangkaian agenda yang merupakan proses yang harus dilalui oleh seluruh alumni DM1 banyak yang terlewatkan begitu saja dengan beragam alasan.

Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Ke mana kah semangat ketika dauroh marhalah 1 lalu? Masih ingatkah dengan komitmen yang diucapkan, yang dituliskan di selembar kertas saat dauroh dulu?



* harus keep istiqomah

Sunday, 10 October 2010

25 Mahasiswa Mengikuti Pelatihan Jurnalistik

Untuk menyuburkan minat dan bakat, sebanyak 25 mahasiswa Peguruan Tinggi Agama Islam Swasta Kopertais Wilayah XII Riau - Kepulauan Riau mengikuti pelatihan jurnalistik tingkat dasar di hotel akasia, pekanbaru sabtu – senin ( 9 – 11/10 ).

Menurut koordinator kegiatan Drs. H Abu Bakar MS kegiatan in diadakan setiap tahunnya. Adapun pesertanya adalah perwakilan mahasiswa perguruan tinggi agama islam swasta dari Riau dan Kepulauan Riau.

Kegiatan yang bersumber dari dana APBD-P 2010 Riau ini bertujuan untuk melestarikan budaya tulis menulis di kalangan mahasiswa. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu memberdayakan diri di institusinya masing – masing dengan mendirikan mading kampus bahkan koran atau buletin di kampus.