Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Showing posts with label POLITIK. Show all posts

Tuesday, 27 January 2015

Memahami Fahri Hamzah dengan Kaca Pembesar

 “Islam merupakan suatu sistem komprehenshif, atau dalam bahasa Arab disebut al-Diin sehingga dikenal dengan Diinul Islaam. Pengertian  Diin sendiri melingkupi segala permasalahan yang melintas batas material spiritual, pribadi dan kemasyarakatan, dan dengan sendirinya dunia dan akhirat. Dengan demikian, Diinul Islaam bukanlah semata sebuah agama, dan Diinul Islaam tdk semata mengurusi akhirat.

(Fahri Hamzah, Negara, Pasar, dan Rakyat, h.353)

***

Barangkali sementara rekan akan sulit memahami pandangan saya terhadap Fahri Hamzah, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pertama, yang kemudian menjadi politisi muda “kontroversial” dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saya katakan sulit dipahami, karena

Tuesday, 4 November 2014

It's Too Much, Mr President

*tulisan ini nyempil di draft dan ditulis saat pelantikan presiden Indonesia ke 7 tanggal 20 Oktober lalu

Mengawali tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang telah memimpin Indonesia selama 10 tahun terakhir, sejak tahun 2004 hingga 2014. Bukan waktu yang singkat dan tentunya saya yakin beliau menanamkan kesan yang mendalam di hati seluruh rakyat Indonesia. Juga bagi Bapak Boediono yang telah mendampingi beliau di periode kedua sejak tahun 2009.

Kemudian kepada Bapak Jokowi dan Jusuf Kalla, saya ucapkan selamat mengemban amanah untuk 5 tahun ke depan. Terpilihnya Bapak sebagai presiden dan wakil presiden adalah cerminan dari keinginan para pemilih di pilpres yang lalu. Meski saya bukan termasuk orang yang memilih Bapak berdua, namun seperti yang kita ketahui, ada begitu banyak harapan yang disematkan kepada bapak.

Baiklah, melihat fenomena belakangan, saya menilainya apa yang dilihat orang - orang dalam drama politik Indonesia sudah sangat berlebihan. Mungkin juga termasuk saya...

Saya seperti sebagian besar yang lainnya diberikan fasilitas untuk mengetahui informasi mengenai apa yang terjadi hari ini. Televisi yang terus menyala, internet yang dapat diakses dengan mudah melalui handphone maupun laptop dan sumber bacaan lain yang mendukung.

Sebagian orang, termasuk saya merasa muak dengan apa yang dipaparkan televisi dan pemberitaan yang memenuhi media massa. Prilaku pers yang bertindak berdasarkan pemilik modal menambah sesak. Kerinduan mendalam kita rasakan akan hadirnya lagi netralitas pers dalam penyampaian berita kepada masyarakat.

Tak hanya di sisi pendukung Jokowi, pendukung Prabowo pun sebenarnya melakukan hal yang sama. Kita tak lagi bertemu dalam perang terbuka dengan pedang ataupun meriam, namun kita sedang berperang dengan menggunakan media sebagai senjata.

Ini hanya sekedar tulisan penuh unek - unek saya sebagai salah satu masyarakat yang tidak memilih Jokowi-JK di pemilihan presiden. Melihat bagaimana para pendukungnya berpesta pora seolah kemenangan ini adalah kemenangan mutlak bagi seorang wong cilik yang berhasil menjadi pemimpin sebuah negara besar.

Berpesta adalah hak bagi mereka yang ingin mengadakannya. Saya hanya bisa tersenyum sinis melihat salah satu stasiun pendukung menayangkan dialog yang menghadirkan tokoh - tokoh pendukung JKW-JK, baik para ahli maupun pengamat politik. Apa yang mereka umbar seolah - olah orang ini adalah orang ajaib yang akan membawa Indonesia menuju perubahan.

Saya tidak tahu, bahkan anda pun tak bisa memberikan jaminan apa yang akan ia lakukan. Umbaran pujian tersebut tentunya sudah memasuki wilayah yang sangat berlebihan. Disampaikan berulang - ulang dengan kalimat yang berbeda agar terpatri dalam benak penonton bahwa ini adalah  malaikat penyelamat Indonesia.

Oh, baiklah
Saya ingin menyampaikan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jika awalnya sudah begini, bagaimana ke depan.

Mungkin saya menjadi orang yang pesimis sekaligus sinis dengan kepemimpinan Jokowi-JK 5 tahun mendatang.

Saya membayangkan Jokowi akan bernasib sama seperti SBY di mana pada awalnya SBY juga menjadi pujaan rakyat Indonesia yang merindukan perubahan. Tak lupa pencitraan habis - habisan pun dilakukan. Tapi apa yang mau dikata, di akhir kepemimpinannya SBY dijatuhkan oleh media yang dulu mengangkatnya.

Tuesday, 30 September 2014

Walk Out

berita walk out nya partai demokrat pada sidang pengesahan UU Pilkada menggilas sekaligus menghilangkan pemberitaan tentang susunan kabinet Jokowi -JK... Hewww, ini by design ya, ciyeee.... udah lah ga usah diributin lagi, kalo masih belum menerima silahkan ke MK

Tuesday, 23 September 2014

Negeri Ilusi

copas dari akun twitternya Afwan Riyadi - @af1_

dulu rivalnya bilang "bocor" di bully .. skarang membenarkan ada kebocoran pajak trilyunan jumlahnya .. #lidahTakBertulang

Dulu bilang 34 itu gemuk .. sekarang bilang 34 itu ramping .. #lidahTakBertulang

dulu bilang gak bagi2 jatah mentri ke parpol pendukung, koalisi itu ikhlas .. skrg ngaku 16 kursi itu syarat koalisi .. #lidahTakBertulang

Selamat datang di negeri ilusi kawan .. Negeri dengan pemimpin yg memiliki #lidahTakBertulang ..

Thursday, 4 September 2014

The Facts of Iraq War

The Iraq War began when American- and British-led coalition forces invaded the country in March 2003 and officially ended in December 2011. Waged on false grounds, it was immensely costly in both lives—nearly 4,500 U.S. service personnel and at least 100,000 Iraqi civilians were killed—and treasure, with total U.S. costs estimated at upwards of $3 trillion. Ten years after the war’s start, we look back at some of its causes and events

Friday, 24 January 2014

Ketemu PKS

Beberapa hari berada di bapenta Gontor tanpa kegiatan apa pun kecuali online. Alhamdulillah tempat ini dilengkapi dengan fasilitas wifi. Signal yang ada tak begitu kuat bahkan lebih sering 'very low', tapi karena di sini yang pakai laptop hanya aku maka seluruh sinyal dimonopoli. Ya kecuali saat jam istirahat saat para santri masuk dan menggunakan gadget orang tua nya untuk ber-online ria. Aku harus 'sedikit' mengalah. 

Tiga hari terakhir setelah Eka pulang ke Solo aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan ber-online ria. Alhamdulillah tilawah 1 juz lebih mudah dan ibadah lain masih bisa dilaksanakan karena ibu - ibu di sini rupanya juga bersemangat, seperti dhuha dan lainnya. 

Aku mau cerita tentang PKS alias Partai Keadilan Sejahtera. Bagaimana aku berkenalan dengannya dan mengapa aku masih bertahan di partai ini. Maklum, belakangan aku ngotak ngatik youtube dan beberapa situs lain tentang PKS. 

Temanku bilang aku ga perlu berkata bahwa "saya kader PKS' karena di jidatku sudah ada label PKS-nya. Loh? Kok begitu ya. Mungkin aku lebih mudah ditebak dengan aktivitasku dan pencalegan untuk tahun 2014 ini. Pernah temanku bilang agar aku mengganti template blog ini yang 'PKS banget' karena bernuansa kuning dan hitam. Katanya, cinta banget lu sama PKS sampe - sampe template blog pun harus warna PKS. Aku cuma ketawa mendengarnya. Yah mungkin bisa dibilang demikian. Tapi template blog ini jadi berwarna hitam kuning bukan karena aku PKS lalu memilih template ini. Aku pecinta warna hitam dan ketika mencari - cari template untuk blog kutemukan template ini dan cukup menarik sehingga aku masih betah. Mungkin berikutnya aku juga akan menggantinya, tapi masih dengan keyword 'black' di mesin pencarian :)

Oh ya baiklah, awal perkenalanku dengan PKS kurang begitu kuingat. Ketika duduk di bangku SMP, guru ngajiku sering meminjamkan majalah Annida yang isinya tentang aktivitas dakwah di kampus dan sekolah. Dari majalah ini sisi keislamanku dipanggil dan diperkuat dengan seringnya aku bercerita dengan beliau hingga larut malam menemaninya hingga suaminya pulang. Menginjak masa SMA, aku mulai diberikan majalah Tarbawi yang di dalamnya dengan jelas banyak sekali bertebaran iklan - iklan PKS. Mulai dari atribut hingga info kegiatan. 

Bisa kukatakan, sejak tinggal di Tanjungpinang aku hidup di lingkungan PKS, maksudku tempat tinggalku banyak sekali orang PKS nya. Bahkan di perumahan itu ada satu blok yang hampir seluruh rumah adalah pendukung dan kader PKS, kebetulan blok itu jadi tempat mainku. Begitu diajak untuk aktif di remaja mesjid, kuketahui belakangan mereka, bapak - bapak yang menggiatkan kegiatan itu adalah kader dan pendukung PKS. Kami pun sering diajak mengikuti pelatihan dan kegiatan remaja mesjid yang belakangan kuketahui lagi ternyata mereka adalah kader PKS juga. Apa hidupku terlalu sempit hingga hanya mereka yang kutemui? Hahahahaaa kenapa harus berpikir begitu, bukankah harusnya aku bersyukur ;) 

Pemilu tahun 2004 aku belum punya hak pilih, meski cuma remaja ingusan berusia 14 tahun aku suka lihat berita - berita di televisi.

Aku tak ingat itu kapan tepatnya, hanya saja mataku langsung terbentur pada pemberitaan tentang PKS yang saat itu sedang aksi. Ajaib! Partai ini melakukan aksi dengan sangat sangat sangat rapi. Aksinya memang di Jakarta dan aku belum pernah melihat aksi semacam itu di Tanjungpinang mengingat masih sangat sedikitnya orang - orang PKS di masa tersebut.

Rupanya banyak orang yang merasa simpati dengan aksi PKS yang rapi dan tertib itu. Lalu saat aku mengikuti kajian pekanan yang tak kuketahui bahwa gurunya adalah orang PKS, beliau kembali memutarkan video tersebut. Pas mantab!

Jelang ujian nasional tahun 2008 aku mulai ikut serta dalam beberapa kegiatan yang diisi oleh orang - orang PKS. Tentu aku tahu mereka PKS setelah bertemu mereka kembali dalam acara - acara partai. Kegiatan itu mulai dari training motivasi hingga outbond di hutan lindung. Hahahahaaa aku ingat ketika kami diminta untuk takbir, bukan main malu - malunya. Genggaman tangan tak erat terkepal dan lengan enggan untuk diangkat tinggi - tinggi. Maklum, ketika itu masih zamannya aku dan teman - teman tertawa cekikikan (sampe sekarang juga masih cekikikan kali yah :p

Sebelum lulus SMA itu, guru ngaji ku sudah sering mengajak kami untuk ikut kegiatan, entah itu kegiatan partai atau bukan karena ya ga bawa bendera juga hahha... Lebih seringnya aku ikut silaturahim dengan rombongan guru ngaji dan suaminya. Kami sering diajak ke pedalaman Bintan (buatku itu pedalaman). Sekedar mengunjungi rumah warga, silaturahim, makan durian dan gonggong. Menyenangkan. Kulihat sambutan warga ketika itu juga sama menyenangkannya.

Begitu memasuki dunia kampus, beliau semakin sering mengajakku untuk ikut kegiatan partai. Ditambah dengan komunikasiku dengan beberapa senior kampus yang ternyata adalah kader partai tersebut. Alhasil 2009 jelang Pemilu kegiatan itu makin padat.

Aku ingat aku kabur dari kepanitiaan wisuda di bulan Februari untuk mengikuti pendidikan dasar (diksar) di Batam bersama 4 akhwat. Ilmu dan pengalaman yang tak bisa diganti karna kupikir aku salah satu peserta termuda ketika itu.

Selang waktu berlalu perkenalan dan pertemuanku dengan partai ini makin intens, baik dengan orang - orangnya maupun informasi mengenainya. Di tahun 2009 itu juga aku mulai ikut kegiatan yang bersangkutan dengan pemilu. Mulai dari kampanye hingga menggantikan ikhwan untuk jaga kotak suara di kantor camat saat sholat Jumat. Alhamdulillah kebagian buku platform partai sehingga aku bisa mempelajari partai ini sedikit demi sedikit, tak lagi hanya dari kegiatan dan orang - orang yang berkecimpung di dalamnya.

Aku tahu aku cuma satu dari jutaan orang Indonesia yang mengenal partai ini. Di antara mereka ada orang - orang hebat yang senantiasa istiqomah dalam memperjuangkan agenda dakwah. Banyak selentingan yang kudengar tentang orang - orang yang mundur teratur karena alasan ini dan itu. Tapi tak sedikit pula orang yang memilih bergabung dengan jamaah ini. Perputaran itu kan sudah diatur oleh Allah

Memang, PKS mendapat pukulan di awal 2013 saat partai ini mulai memanaskan mesinnya. Penangkapan Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK akhir Januari 2013 yang lalu membuat kader shock. Ada yang memilih mundur ada pula yang terus bertahan dan tetap melakukan kerja - kerja seperti biasa.

Allah sudah pilihkan Ustadz Anis Matta, ketua pemenangan pemilu untuk PKS sebagai pemimpin partai ini hingga waktu tertentu. Memberikan suntikan semangat kepada kader di seluruh Indonesia melalui jaulah - jaulah yang beliau lakukan bersama tim DPP.

Memasuki 2014 tentu permainan itu semakin panas. Entah di Tanjungpinang akan jadi seperti apa. Semoga takdir Allah dan keinginan manusia bertemu di tahun ini. Amiiiin

Salam 3 Besar :)
#PemudaKeepSmile

Friday, 3 January 2014

Merah dalam Instruksi Tak Tertulis

Selamat malam

Sudah masuk 2014 ya, tahun yang banyak orang mengatakannya ini adalah tahun politik. Tahun di mana mesin - mesin partai politik kembali berjalan untuk menyambut sebuah pesta rakyat. Entah rakyat yang mana.

Di Tanjungpinang tempat saya tinggal ada beberapa perubahan signifikan yang saya lihat. Setelah Pilkada Walikota Tanjungpinang 31 Oktober 2012 yang lalu Kota Gurindam ini sedikit berbeda dalam ‘warna’.

Pertarungan yang dimenangkan oleh Lis Darmansyah - Syahrul (No 2) itu otomatis membuat sebagian kalangan agak shock, terutama kubu pendukung Maya Suryanti yang notabene adalah anak dari Wali Kota Tanjungpinang selama dua periode, Suryatati A Manan.

Beberapa pengamat bilang kalo majunya Maya Suryanti cuma untuk menjaga kelangsungan kekuasaan Suryatati yang sudah belasan tahun memimpin, sejak Tanjungpinang jadi Kota Administratif. Tapi kupikir orang - orang juga tak boleh lupa PDIP juga pendukung beliau dulunya.

Setelah menggodok Lis Darmansyah yang memang kader tulen partai pimpinan Megawati itu, mereka pun keluar untuk berhadap - hadapan melawan penerus Suryatati. Dan mereka menang! Runtuhlah kekuasaan Suryatati, begitu banyak orang berkata.

Lalu setelah itu PDIP mengklaim mereka adalah partai penguasa di Tanjungpinang karena jabatan eksekutif dan legislatif didominasi oleh partai ini.

Selang setelah pelantikan, resmilah Lis dan Syahrul menjadi pemutus kebijakan untuk Negeri Pantun ini. Perubahan apa yang dilakukan? Entahlah, di sini saya hanya ingin memaparkan apa yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh telinga saya.

Beberapa bulan belakangan beberapa kalangan, termasuk saya di dalamnya mulai menyadari bahwa Kota Tanjungpinang perlahan berubah menjadi merah. Benar - benar merah dalam artian warna.

Fasilitas umum, sekolah, kantor kelurahan, markas SAR, papan pengumuman kota, iklan layanan masyarakat di sudut jalan, tempat bunga di jalan, tenda, seragam panitia kegiatan pemko hingga tempat sampah telah berubah menjadi warna merah. What the hell??! Apa pemko membuat kebijakan merah?

Ruang walikota pun direnovasi menjadi warna merah, tak hanya itu juga ruangan kepala - kepala dinas. Saya pernah berkunjung ke salah satu dinas dan menemukan ruangan yang nyaman dengan corak merah putih. Lebih didominasi warna merah dan semua terlihat baru, artinya ruangan ini baru saja direnovasi.

Belum lagi baliho - baliho ucapan selamat maupun himbauan dari wali dan wakil wali kota di jalan - jalan protokol sangat didominasi warna merah. Sampai - sampai ada yang nyeletuk, “Lebaran dah macam tahun baru Cina” saking warna merah yang sangat banyak itu.

Lalu saya bertanya, ada apa? Apa cuma kebetulan?
Belum lagi baliho istri walikota yang menghiasi Kota Tanjungpinang. Istilahnya kampanye terselubung untuk kemenangan di 2014 nanti. Ini pendapat saya, silahkan jika tak sepakat.

Saya pikir penguasa ini seperti anak - anak yang baru saja mendapat mainan baru kemudian berlari keliling komplek untuk memamerkan mainannya tersebut. Seolah - olah mainannyalah yang paling bagus dan paling keren.

Begitu juga mereka ini, seperti orang kalap langsung memasang merah di sana sini untuk unjuk gigi.

Memang tak ada yang salah dengan warna merah. Warna apa pun itu tak masalah. Tulisan ini hanyalah hasil pengamatan saya yang bodoh dan tak berilmu ini. Yang merasa geli dengan perubahan lingkungan di Kota Tanjungpinang. Mohon dimaafkan

Monday, 18 November 2013

Gubernur Kepri di TV One

Kemunculan Gubernur Kepri pagi ini di acara Coffee Break di TV One rupanya tak membuat heboh penduduk se-Kepri hehehe... Soalnya timeline di twitter n facebook ga penuh tuh dengan yang begituan  paling ntar dihebohinnya di koran  berapa orang sih anak muda yang baca koran?

Hanya muncul beberapa menit yang lebih banyak diselingi dengan iklan Wonderful Kepri yang 'luar biasa'. Kenapa luar biasa? Karena iklan itu muncul hampir tiap detik tapi dengan gambar - gambar yang cepat pula. Sampai - sampai saya tak bisa melihat tulisan kecil di bawah tulisan besar kota/kabupatennya.

Lalu saya bertanya, apa tujuan dari kemunculan seorang Gubernur di TV One? Promosi daerah untuk pariwisata? Mencoba menaikkan jumlah wisatawan ke Kepri? Atau yang lainnya?

Di awal host acara mengawali pertanyaan strategi Kepri yang dinilai pesat dalam pembangunan. Wowww saya hanya tersenyum kecil mendengar pernyataan tersebut. Ya sudahlah... Lalu dijelaskanlah oleh Bapak Gubernur mengenai FTZ (yang ga jelas nasibnya sampe sekarang huhuhuhu). Selanjutnya tentang peningkatan ekonomi dan pembangunan antar pulau yang sekarang sedang digalakkan oleh pemerintah Prov Kepri. Plus pembangunan dengan pemanfaatan potensi kelautannya dan lain sebagainya

Hmmmm agak bingung - bingung juga begitu ya... Karena tujuan yang mengambang itu akhirnya apa yang dijelaskan oleh Bapak Gubernur menurut saya jadi ga nyambung dengan gambar - gambar yang ditampilkan di layar televisi. Kebanyakan gambar yang ditayangkan itu beberapa daerah pariwisata dan pabrik teh (loh?)

Jadi tujuannya apa? Promosi pariwisata atau promosi keunggulan pembangunan atau pendapatan per kapita? Atau mau borong semuanya? Sesuai pepatah sekali dayung dua tiga terlampaui ehehehe

Kalau memang ingin fokus pada promosi pariwisata, saya pikir mestinya Kepala Dinas Pariwisata juga menemani Pak Gub. Kalo begini outputnya apa

Dan yang lebih jadi pertanyaan besar buat saya : berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi KEPRI untuk tampil di acara tersebut. Gratis kah? Ohohoho TV One kan bukan tivi pemerintah, tivi ini juga hidup melalui iklan

So far, sukses deh buat Kepri
Jalesveva jayamahe

*refleksi kebodohan anak muda

Wednesday, 18 September 2013

Pameran Partai Politik

Masih kepikiran tentang pameran partai politik di Pamedan. 

Ini bukan kegiatan saya sebagai caleg, sebenarnya lebih mengarah bagaimana jika mahasiswa mengadakan hal tersebut bekerjasama dengan KPU dan Pemerintah Daerah.

Beberapa waktu lalu Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat pameran dan pertunjukan kesenian budaya Melayu. Kegiatan ini tentunya untuk memenuhi salah satu kriteria dalam kepariwisataan yaitu adanya event atau kegiatan - kegiatan yang bisa menjadi daya tarik turis dalam mengunjungi Tanjungpinang, dan Kepri pada umumnya. 

Kegiatan ini bisa jadi dikatakan sukses menarik para pengunjung sehingga selama seminggu lapangan Pamedan dipenuhi oleh masyarakat Kota Tanjungpinang. Ada yang sekedar berkeliling karena ingin tahu, ada pula yang ingin belanja dan lain sebagainya. Hasilnya hal ini dimanfaatkan oleh para pedagang untuk membuka lapak mereka untuk berjualan. Jadilah selama seminggu pamedan dipenuhi oleh masyarakat Kota Tanjungpinang. 

Nah menjelang Pemilu 2014 tidak ada salahnya kalo kita juga buat pameran dengan konsep yang hampir sama. Hanya saja mungkin ini belum punya hitung - hitungan untung secara ekonomi, tergantung jika ada yang punya kemasan berbeda. 

Bagi saya, jika KPU dan pemerintah berkenan untuk melaksanakan hal ini tentu akan sangat terbantu dalam rangka mensosialisasikan partai politik beserta caleg yang mereka usung dalam Pemilu 2014 mendatang. 

Dalam bayangan saya masing - masing parpol mendirikan stannya yang didekor sedimikian rupa untuk menarik para pengunjung singgah. Di stan - stan itu pula parpol mengenalkan kepada masyarakat mengenai dirinya, baik tentang sejarah, struktur kepengurusan, tokoh - tokoh parpol, ide dan hasil karya nyata parpol, caleg hingga kegiatan - kegiatan yang telah dilakukan oleh parpol. 

Tak hanya itu, pameran ini bisa jadi kesempatan bagi partai politik untuk melakukan rekrutmen anggota baru yang diwujudkan dalam pembagian KTA, misalnya. Atau dalam cara lain yang menjadi sarana rekrutmen bagi masing - masing parpol. 

Di samping memperkenalkan partai politik kepada masyarakat, pameran juga dapat dijadikan ajang penyerapan aspirasi masyarakat. Melalui kotak - kotak aspirasi, masyarakat bisa menyampaikan secara langsung, baik tulisan maupun tulisan keluhan, kritik dan sarannya kepada partai politik. Juga masyarakat bisa menggunakan kesempatan ini untuk bertemu langsung dengan wakil mereka (anggota dewan) yang dulunya telah mereka pilih. Mungkin dalam jangka waktu selama ini rakyat kesulitan untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, maka pameran ini memberikan kesempatan. 

Selain hal yang saya sebutkan di atas, pameran partai politik diharapkan bisa mengurangi jumlah golongan putih alias golput. Ada banyak alasan masyarakat memilih untuk golput. Tingginya rasa ketidakpercayaan pada parpol menjadi salah satu alasan masyarakat menjadi golput. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena masyarakat belum terlalu mengenal partai politik yang ada. Mulai dari ideologi yang mereka bawa, tujuan partai politik, dan kader - kadernya. 

Masyarakat mengenal partai politik hari ini kebanyakan dari pemberitaan di media di mana di sana lebih banyak pemberitaan mengenai kasus - kasus yang menjerat kader parpol sehingga pencitraan yang terbangun adalah parpol yang hanya bisa melahirkan kader - kader bermental korupsi. 

Berangkat dari tujuan di atas ada harapan bahwa suatu hari nanti pameran partai politik ini akan terlaksana. Jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi mungkin kegiatan ini tidak mendatangkan keuntungan apa - apa karena yang dijual oleh partai politik dalam pameran tersebut adalah ide - ide mereka. Atau pemikiran saya ini masih kurang dalam silahkan jika teman - teman punya sudut pandang lain :)

Memang kegiatan ini bisa jadi ajang kampanye untuk partai politik menuju Pemilu 2014 oleh karena itu untuk dana yang digunakan pun bisa berasal dari infak alias iuran faksa dari masing - masing partai politik ditambah dana sosialisasi dari KPU. Saya sedang berusaha memahami tentang pendanaan di KPU tapi tentunya dengan kekuatan finansial yang dimiliki partai politik, kegiatan ini tentu tak akan mengalami kesulitan dalam hal pendanaan :) *ketimbang dananya dipakai untuk lakukan serangan fajar atau buat money politic :D

Mungkin cukup sekian, saya yakin bahwa teman - teman punya pemikiran yang berbeda karena itulah indahnya menjadi manusia. Maaf kiranya jika tulisan ini menggambarkan dangkalnya cara saya berpikir 

Teringat sebuah status dari Professor : 

lapangan pamedan a yani dulu dan kini//
dulu tempat kanak2 bermain bola kaki//
budak sekolah lari pagi seminggu sekali//
kini tempat kampanye dan pentas seni//
dari bazar hingga arena promosi//
shalat aidil fitri dan adha setahun sekali//
tempat banyak masyarakat mengais rezeki//
dari tukang parkir musiman hingga banci//

Tuesday, 16 April 2013

Visi dan Misi Kota Tanjungpinang


Visi

“Terwujudnya Kota Tanjungpinang sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa Industri Pariwisata serta Pusat Budaya
Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis Sejahtera Lahir dan Bathin pada tahun 2020.”

Misi

  1. Mengembangkan dan meningkatkan mutu sumber daya manusia agar mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi kota, untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah yang berbasis kerakyatan, dengan bertumpu pada mekanisme pasar yang adil, efektifitas pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing dan berkelanjutan.
  3. Mengembangkan tata nilai kebudayaan Melayu dan kaedah-kaedah keagamaan dalam rangka menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai pusat kebudayaan Melayu dan pengembangan Pariwisata di kawasan Riau Kepulauan.
  4. Mengembangkan prasarana, sarana dan utilitas kota dalam rangka pengembangan wilayah, pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan kawasan tertinggal, yang bertumpu pada agribisnis dan agroindustri yang berwawasan lingkungan.
  5. Menjalin dan mengembangkan hubungan kerjasama di dalam maupun dengan luar negeri untuk memperlancar akses komunikasi dan transformasi guna mengefektifkan pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan serta pengembangan potensi di bidang ekonomi, sosial, dan budaya Melayu.
  6. Memelihara dan memantapkan stabilitas politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat melalui upaya penegakan hukum secara konsisten dan transparan, serta pengembangan kehidupan masyarakat kota yang agamis dan harmonis dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya melayu yang toleran dan terbuka.
  7. Meningkatkan kualitas serta kuantitas aparatur pemerintahan kota untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan kota agar lebih efektif, handal, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga mampu mengelola dan mengembangkan sumber daya secara berdaya guna dan berhasil guna bagi kemajuan, peningkatan kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat serta pengembangan kota.

sumber : www.tanjungpinangkota.go.id

Thursday, 27 September 2012

KAMMI Minta BKD Umumkan Hasil Tes IPDN



Tanjungpinang - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau (Kepri) meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri untuk mengumumkan hasil tes calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dalam keterangan persnya, M. Hatta Sekretaris Umum KAMMI Komisariat Bintan mengatakan, permintaan ini terkait dengan pemberitaan di media massa tentang adanya titipan anak pejabat dan proses seleksi yang tidak transparan. Pengumuman yang diumumkan berbanding terbalik dengan proses seleksi yang terkesan diam - diam.

"Kami minta BKD lebih profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur negara. Jangan sampai masalah pendidikan dibawa - bawa ke ranah politik." ujar Hatta.

Noraida Mokhsen menyatakan kolusi dalam proses seleksi praja IPDN sudah merupakan hal yang sudah berlangsung sejak lama dan sulit untuk dihindari. Menurutnya, IPDN lebih baik ditutup karena kompetensi yang diajarkan pun tidak jelas. Beliau mencontohkan Kementerian Luar Negeri yang melakukan perekrutan melalui seleksi dari lulusan perguruan tinggi daerah yang dididik selama setahun.

"Kami melihat permasalahan seleksi praja IPDN dari tahun ke tahun sama saja. Jika demikian, wacana untuk menutup institut ini perlu menjadi sorotan pemerintah, khususnya pemerintah pusat agar tidak menimbulkan kekecewaan baru lagi di masyarakat" tutup mahasiswa UMRAH ini.

#rilis saat Training Kehumasan di Batam, 22-23 September 2012


NAMA : MUHAMMAD HATTA
email : mhatta2210@gmail.com
no HP : 0857 62334 9953
fb : apa hatta dunia

Saturday, 15 September 2012

Teroris dari Rohis? Duh Sembarangan nih Metro TV


Metro TV jangan sembarangan bikin berita dong, gak baik tau nyebarin fitnah yang gak pake dasar. Maunya apa sih? Untungnya apa kalo rohis dijelek-jelekkin begitu di pemberitaan nasional?

Aku tau laah kalo Metro TV itu emang salah satu stasiun TV informatif di Indonesia. Saingannya sih Cuma satu, TVOne. Jujur ya, selama ini aku tuh seneng nonton siaran di Metro TV. Berita – berita menarik dan opini yang disampaikan pun bikin aku mikir dan geram sama pemerintah yang asik banget dengan korupsinya. Sampe aku punya impian mau jadi pemberantas koruptor! Aku pengen jadi orang kaya dan berkuasa biar bisa memberangus koruptor – koruptor gak tahu malu itu.

Sayang, Metro TV udah nyakitin hati teman – teman aku, aku juga sakit hati loh. Tega banget deh ngeberitain kalo teroris – teroris direkrut dari kegiatan ekskul rohis. Waduh, gubrak deh! Kok Metro TV bisa narik kesimpulan begitu yah.

Aku gak tau dari mana teroris – teroris itu muncul. Eh mereka tuh kayak hantu – hantu di film horror gitu, suka muncul tiba – tiba. Kayak sekarang nih, aku lagi asik pantengin Metro TV buat ngikutin kelanjutan kasus korupsi yang seabrek itu. Eeeh gak ada angin gak ada hujan, berita – berita itu jadi ngilang trus muncul deh teroris. Aku jadi ingat lagunya Om Once, kaaaamu seperti hantu….. hihihihi

Eh yang pasti, teroris gak dari rohis!!

Di rohis tu asik, aku belajar tentang agama islam lebih banyak. Pemahaman aku makin bertambah sejak aku ikut rohis, shalatku juga gak bolong – bolong lagi. Temen – temenku yang cewek sekarang malah rame – rame pake jilbab. Pembinanya baik, kami diajak untuk sholat tepat waktu, sholat dhuha, puasa sunnah, sopan santun sama orang tua and gak nyontek. Ih mana ada teroris yang begituan!

Metro TV gak suka ya kalo anak - anak Indonesia aktif di rohis?? Ih untung ibuku tuh orangnya baik. Dia gak terpengaruh sama apa yang Metro TV beritain tentang rohis. Beliau malah nyuruh aku untuk terus aktif di rohis. Katanya sejak aku ikut rohis, prilakuku berubah banyak. Yaaa walo gak banyak banget tapi ibuku seneng loh. 

Beliau bilang, aku jadi rajin sholat, ngaji, trus pake jilbab yang rapi, gak pake baju ketat2 (soalnya lingkungan rumahku banyak abang - abang genit yang suka nyuitin tiap aku lewat). Ngerasa aman gitu deh. Aku jadi rajin bantuin beliau di rumah, belajarnya juga semangat. Tau gak nilai fisika aku yang kemarin jeblok guling-guling ke jurang, sekarang udah mulai membaik. Ibu bilang sejak aku ikut rohis aku jadi begitu.

Ayahku bilang, kalo remaja Indonesia pada aktif di rohis, jamin deh, yang namanya kakaen gak betah di Indonesia hahahahaha.... Pasti si kakaen lebih milih tinggal di negara yang masih gak kenal kalo Islam itu agama yang benar. Kalo pembina rohisku bilang, rahmatan lil'alamin

Hadeeeeh Metro TV suka asal ngomong ya ternyata. Aku gak nyangka, jangan – jangan apa yang kamu beritain selama ini juga asal ngomong?? Ayo ngaku!! Kalo gini caranya aku jadi males mau nonton Metro TV. Mending ngabisin waktu di rohis aja, bikin kegiatan baksos, kajian bulanan, mentoring, silaturahim, outbond, dan lain – lain. Dan aku mau ngajak teman sebanyak – banyaknya biar mereka juga gabung di rohis.

Rohis is not a terrorist!!

Wednesday, 2 May 2012

Revisi Permendagri demi Kesejahteraan Buruh

Di masa orde baru, May Day atau Hari Buruh tidak boleh dirayakan ataupun diperingati seperti yang terjadi di dunia internasional. Hari Buruh yang jatuh tepat pada tanggal 1 Mei merupakan momentum yang selalu dimanfaatkan oleh buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka, terutama mengenai masalah kesejahteraan buruh. Hari Buruh yang diperingati tiap tahunnya berawal dari tuntutan para pekerja di Amerika Serikat, yang merebak hingga dunia internasional, agar jam kerja buruh dikurangi hingga hanya delapan jam saja per hari. Oleh karena itu hari buruh identik dengan perjuangan para buruh mendapatkan hak – haknya.



Sejak awal reformasi, hari buruh kembali diperingati oleh buruh di Indonesia di mana pemerintah sebelumnya mengkonotasikan gerakan buruh sebagai gerakan berideologi komunis. Beberapa tahun belakangan hari buruh diperingati melalui aksi buruh di berbagai kota di Indonesia seraya menyuarakan kepada pemerintah untuk membantu dan melindungi mereka dari jeratan kemiskinan dan kebodohan. 

Lalu, apa yang setiap tahunnya (mulai dari tahun 2006) selalu diperjuangkan oleh para buruh yang hingga kini masih belum mencapai puncaknya? 

Sedikit berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, tahun 2012 merupakan momentum yang pas bagi buruh untuk menuntut kepada pemerintah sebagai pelindung mereka sesuai dengan amanat Undang – Undang 1945. Pertama, kesejahteraan para buruh yang dilihat dari upah minimum yang mereka terima. Kedua, menegaskan kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM yang ditunda akhir Maret lalu.

Berbicara tentang kesejahteraan buruh, ada sebuah ketimpangan yang diciptakan pemerintah selaku pembuat kebijakan demi melindungi hak – hak rakyat. Undang – Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan memberikan pertimbangan perlindungan terhadap tenaga kerja yang dimaksudkan untuk menjamin hak hak dasar pekerja/buruh dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha. Undang – undang ini memberikan jaminan kesejahteraan bagi para buruh dan keluarganya

Sementara itu dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 Tahun 2005 tentang Komponen  dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak pasal 1 ayat (1) disebutkan yang dimaksud dengan Kebutuhan Hidup Layak yang selanjutnya disingkat KHL adalah standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non fisik dan sosial, untuk kebutuhan 1 (satu) bulan.
 

Dari kedua peraturan ini dapat kita simpulkan bahwasanya pemerintah telah bersikap tidak adil terhadap kehidupan para buruh yang sudah berkeluarga karena mereka tidak diatur dalam undang – undang ataupun peraturan menteri. Inilah yang mengakibatkan hingga hari ini kehidupan para buruh masih jauh dari sejahtera. Terbukti dengan masih maraknya demonstrasi yang terjadi di kota – kota besar Indonesia di mana para buruh meminta hak mereka untuk mendapatkan perlindungan Negara agar bisa hidup sejahtera.

Sebenarnya hal yang diinginkan oleh buruh merupakan masalah sederhana yang mampu diselesaikan oleh pemerintah dengan bekerjasama dengan pengusaha ataupun pemilik modal. Buruh yang mendapatkan upah besar secara otomatis akan meningkatkan produktivitasnya dalam menghasilkan barang produksi yang disertai dengan rasa senang dan tenang dalam melakukan pekerjaan. Sementara itu, bagi para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan yang besar tidak harus mengurangi hak – hak para pekerja. Hal inilah yang menjadikan hubungan antara buruh dan pengusaha menjadi tegang padahal keduanya adalah pihak yang saling membutuhkan. Pengusaha membutuhkan buruh untuk berproduksi, sementara buruh membutuhkan pengusaha untuk bisa menghasilkan dan memenuhi kebutuhan hidup. Oleh sebab itu dibutuhkan peran kuat pemerintah di sini.

            Sayang dalam kenyataannya, justru pemerintah lah yang semakin mempersulit dan memperburuk hubungan kedua pihak ini. Pertama, ketidakjelasan upah minimum pekerja yang belum mencapai kesepakan akibat peraturan yang saling bertolak belakang. Ditambah lagi tidak adanya tranparansi hasil survey KHL dan mekanisme penentuan upah. Tentu ini semakin membingungkan para buruh sehingga mudah dipermainkan oleh pengusaha yang menentukan upah minimum seenaknya.

            Kedua, proses birokrasi yang rumit dan memakan waktu yang lama menimbulkan keengganan investor untuk membuka usaha di daerah tersebut. Pelayanan perizinan yang tidak memuaskan juga membuat para pengusaha lari begitu saja hingga lapangan pekerjaan tidak jadi tercipta. Ketiga, maraknya pungli yang beredar di kalangan pemerintah yang merugikan pengusaha akibat accidental cost yang kemudia berimplikasi pada biaya produksi. Ujung – ujungnya pengusaha mengurangi upah buruh untuk menutupi biaya produksi demi meraup keuntungan.

            Hal – hal inilah yang menyebabkan buruh tidak pernah mencapai kesejahteraan seperti yang diamanatkan dalam pembukaan Undang – Undang Dasar 1945. Apalagi menjelang kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah benar – benar mengancam kehidupan para buruh.

            Untuk menyelesaikan persoalan – persoalan yang sederhana (namun dipersulit oleh pembuat kebijakan), penulis menawarkan beberapa solusi yang tidak merugikan pihak manapun, baik pengusaha, buruh, maupun pemerintah. Pertama, pemerintah harus merevisi Permendagri No. 17 tahun 2005 yang mengatur standar kebutuhan hidup layak. Pasal yang perlu diubah sudah tentu adalah pasal pertama di mana KHL harus mengacu pada kehidupan buruh/pekerja yang sudah berkeluarga yang disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi di daerah masing - masing. Keluarga yang dimaksud terdiri dari orang tua dan dua orang anak sesuai dengan standar pemerintah melalui program keluarga berencana. Dengan demikian, jaminan pendidikan bagi anak – anak juga terjamin.

            Kedua, memberantas pungutan liar yang dilakukan oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab kepada para pengusaha. Hal ini untuk mengurangi pengeluaran perusahaan terhadap biaya – biaya tak terduga yang harus dikeluarkan perusahaan. Ketiga, menyederhanakan proses birokrasi yang berbelit – belit dan mempersingkat waktu pengurusan perizinan usaha agar investor tidak jengah membuka usaha di daerah tersebut sehingga kesempatan untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih terbuka lebar.

            Keempat, tidak menaikkan harga BBM sebagaimana yang telah disepakati dalam sidang paripurna akhir Maret 2012 lalu. Apa pun alasannya, menaikkan harga BBM tidak akan menyelesaikan permasalahan buruh, malah akan menambah masalah baru. Harga barang yang melonjak pasti akan mempengaruhi biaya produksi perusahaan sehingga satu – satu jalan bagi perusahaan untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan ialah menurunkan upah buruh atau melakukan pemutusan hubungan kerja. Sekali lagi, yang menjadi korban adalah buruh.

            Penulis berharap pemerintah mampu mengambil keputusan yang bijak dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan para buruh juga pengusaha. Dengan demikian tak ada lagi gejolak yang tercermin dalam aksi anarkis para buruh sebagai pelampiasan emosi pada pemerintah yang tak mampu memberikan perlindungan dan menjamin kesejahteraan bagi rakyat. Selamat menyambut hari buruh.

Saturday, 28 January 2012

Tercapainya Konsensus Nasional (BAB I)

Beberapa hari ini lagi gencar baca buku Tercapainya Konsensus Nasional 1966 - 1969

Buku lama terbitan Balai Pustaka tahun 1985 yang dikasih sama Ayah Ketek ketika pulang kampung tahun 2011 yang lalu.

Buku kecil dengan kertas yang sudah menguning, Bahkan memegangnya saja sepertinya debu sudah masuk ke hidung sehingga agak sulit juga membacanya dengan nafas sesak begitu

Tapi gak masalah

Meskipun baru membaca BAB I dari buku tersebut, tapi saya jadi pengen tahu lebih banyak tentang PKI dan cerita kelam mereka dalam catatan sejarah bangsa Indonesia (ehem ehem secara bangsa Indonesia)


Alhasil film PKI yang udah lama banget gak ditayangin di tivi itu saya download dariu you tube meskipun harus memakan waktu yang sangat lama.

Intinya dari buku kecil ini adalah usaha para pemimpin terdahulu beserta rakyat Indonesia untuk mengembalikan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar dan falsafah bangsa Indonesia. Karena setelah pemberontakan PKI di Madiun, partai komunis ini gencar banget melancarkan aksi untuk menanamkan pengaruhnya di benak bangsa Indonesia, baik secara diam - diam maupun terang - terangan. Mau pake cara halus (lewat parlemen) sampe kekerasan yang berujung pada peristiwa berdarah 30 September 1965.

Diceritakan secara kronologisnya gimana langkah - langkah PKI menyusup dalam pemerintahan Presiden Soekarno. Mungkin karena Soekarno adalah penganut paham Marhaenisme (sampe sekarang saya masih belum paham ini aliran apa, yang jelas kiri banget), makanya ketika DN. Aidit perlahan masuk ke pemerintahan, Soekarno tampak memberikan dukungan ke PKI.

PKI yang awalnya gak diterima sama partai lain, akhirnya 'diizinkan' untuk masuk dalam parlemen setelah memenangkan sekiat juta suara yang menjadikannya berhak masuk.

Nah dari itulah PKI mulai memasukkan program - program terselubungnya ke dalam kebijakan pemerintah.

Sampai - sampai mereka bisa meraih hatinya Soekarno (bisa dibilang begitu lah). Bahkan ketika dokumen rahasianya diketahui oleh partai lain, Soekarno keliatannya gak begitu menggubris hak tersebut. Udah kemakan duluan dengan 'rayuannya' DN Aidit dan tokoh PKI yang lain.

Tak hanya itu, bahkan Soekarno ngebubarin Badan Pembela Soekarnoisme dan membekukan Partai Murba. Waaah PKI pastinya ngakak sambil guling - guling ketika hal itu terjadi.

Hanya saja, PKI agak gregetan ketika harus menghadapi TNI-AD. Padahal mereka udah punya kekuasaan tuh ketika Amir Sjarifuddin jadi Menteri Pertahanan. Sayang aja, ketika itu pengaruh Jenderal Soedirman masih kuat sehingga TNI-AD gak bisa disusupi PKI dengan mudah.

Sampe dulu deh ceritanya, ini baru BAB I

Sebenarnya masih ada sedikit cerita tentang usaha - usaha apa aja yang dilakukan sama PKI untuk memecah belah TNI, tapi kapan - kapan deh ya.....

Sunday, 7 August 2011

Safari Ramadhan dan Rasa Syukur

Baru saja membaca laporan singkat tentang keluhan warga kelurahan Senggarang tentang jalan yang belum diaspal sehingga becek ketika musim hujan datang. Keluhan ini disampaikan langsung kepada Wali Kota Tanjungpinang yang saat itu sedang safari Ramadhan.

Wali Kota berjanji ( entahlah apakah benar berjanji atau hanya protokoler semata ) untuk mengusahakan agar jalan ini di aspal, jika tak bisa dilaksanakan tahun ini, maka tahun depan direlaisasikan oleh pemerintah kota.

Mengapa pejabat senang sekali melakukan safari ramadhan di bulan ramadhan ini? Saya tak habis pikir...

Menurut saya, tak ada gunanya mereka menggunakan anggaran pemerintah untuk sekedar berkeliling dari mesjid ke mesjid dan beraksi untuk membaur bersama warga yang lain. Tak sadarkah mereka bahwa sebesar apa pun usaha mereka untuk membaur, mereka hanya akan menarik perhatian yang tak perlu dari masyarakat. Lalu apa gunanya bertemu secara langsung dengan rakyat? Agar dikatakan sebagai pemimpin yang merakyat? Benarkah? Atau hanya sekedar ingin dekat dengan rakyat? Ingin dikenal? Ingin mendengarkan keluhan mereka? Lalu jika sudah mendengar apa yang bisa dilakukan?

Ingat sekali bagaimana mantan Presiden Megawati ketika sedang berpidato di depan seluruh kader, pendukung dan simpatisan menjerit pada seorang ketua DPD atau DPC PDI-P yang ternyata tidak dikenal oleh anggotanya sendiri. Hahaha…. Kasihan sekali bapak itu, ditengking di depan orang banyak, hilang kewibawaannya selaku pemimpin. Apalagi siaran pidato itu ditayangkan langsung, tentu seluruh rakyat Indonesia menonton.

Dalam kasus ini mungkin saja dia layak disalahkan atau jangan – jangan si anggota sendiri yang memang tidak mau peduli siapa yang memimpin.

Lain lagi cerita khalifah Umar bin Khattab ketika patroli di malam hari kemudian menemukan ibu dan anak – anak sedang kelaparan. Anak – anak yang menangis menahan lapar itu dibujuk oleh ibu mereka dengan mengatakan bahwa ia tengah merebus makanan dan ia meminta mereka untuk bersabar.

Mendengar dan melihat hal ini, khalifah Umar pun menghampiri mereka. Diketahuinya kemudian bahwa ibu tersebut sedang merebus untuk meyakinkan anak – anaknya bahwa yang sedang ia masak adalah makanan untuk menalas perut mereka. Menangis khalifah Umar menyaksikan hal ini dan dengan tubuhnya sendiri ia mengangkat gandum untuk diberikan pada mereka yang kelaparan. Bahkan ia tidak membiarkan pembantunya membantu dia.

Kemudian ketika ia menyerahkan gandum tersebut pada ibu dan anak – anaknya, ternyata keluarga itu tidak mengetahui bahwa ia adalah khalifah Umar.

Bagi orang lain, pejabat turun ke masyarakat secara langsung seperti dalam bentuk safari Ramadhan mungkin memiliki segi positif. Namun jika kegiatan itu kadang – kadang berimbas kepada pejabat itu sendiri ini malah menjadikannya masalah. Misalnya, seperti yang dihadapi oleh Bu Tatik kali ini dan mungkin juga pejabat lain. Beliau menerima keluhan dari rakyat yang merasa dirinya tak mendapat perhatian pemerintah. Soal jalan yang dikeluhkan itu menurut saya merupakan sebuah penyampaian yang bagus karena menyangkut kepentingan orang banyak.

Sebagai imbasnya, Bu Tatik harus mengeluarkan kata – kata janji yang seharusnya mulai dikuranginya menjelang masa akhir jabatannya selaku Wali Kota Tanjungpinang. Menjanjikan bahwa jalan itu akan segera mendapat penanganan dari pemko dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, bagi saya merupakan hal yang mengerikan. Karena dengan demikan masyarakat akan selalu mengingat janji tersebut dan jangan salahkan siapa pun jika ianya tak dapat terealisasikan.

Setelah mendengarkan keluhan, dalam kata sambutannya Wali Kota Gurindam ini berpesan kepada masyarakat agar senantiasa bersyukur atas nikmat dari Yang Maha Kuasa. Bulan Ramadhan yang penuh ampunan dan rahmat dari Allah swt diharapkan dapat melatih diri menjadi pribadi yang pandi bersyukur karena sesuai janjiNya siapa yang bersyukur maka nikmat itu akan ditambah, serta pintu rezeki akan dibukakan dari tempat yang tak terduga.

Sejuk rasanya membaca pesan ini, dan saya berharap ini bukan hanya pesan lips service pejabat kepada rakyat untuk terus bersyukur sementara dirinya tidak. Besar harapan saya selaku rakyat biasa yang menginginkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi teman – teman sesama rakyat juga, pejabat – pejabat di pemerintahan juga belajar bersyukur.

Mengurangi praktek sunat anggaran mungkin merupakan realisasi dari rasa syukur tersebut. Syukurilah upah yang didapat sebagai pelayan rakyat, jika minta tambah apalagi mengambilnya dari rakyat sungguh keterlaluan dan benar – benar tak bersyukur. Jika sudah begitu pantaslah kota ini mulai merangkak kedalam lubang kemiskinan, rupanya pintu rezki itu perlahan – lahan sudah ditutup. Wallahu’alam


# Mereka akan berkata : Kamu bisa berkata seperti ini karena kamu belum berada di posisi tersebut.

Saturday, 14 May 2011

SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR KEPULAUAN RIAU DAN BUPATI BINTAN

oleh : Noe Ranger**
Ketua Majelis Permusyawaratan Daerah 
KAMMI Daerah Kepri

 bismillahirrahmanirrahim

segala puji hanya milik Allah azza wajalla
pemilik singgasana yang luas, meliputi langit dan bumi
raja diraja pemilik seluruh kekuatan dan kekuasaan
penjamin kehidupan makhluk dan pencurah rizki tiada putus
penggenggam nyawa manusia

mari berkaca, adalah sebuah dagelan jika dengan muluknya menisbatkan negeri segantang lada ini dengan simbol2 Islam dalam setiap pengambilan kebijakan dan keputusan, adalah kelucuan yg menggilakan jika secara bersamaan gelar setia amanat yang akan menjalankan klausul "adat bersendi syarak bersendi kitabullah" dengan pernyataan setuju tentang sebuah pesta amoral dalam perspektif kemelayuan diadakan di segantang lada. ada ruang kontadiksi dan paradoks dari ini semua. ketidak pahaman akan menafsirkan upaya meningkatkan kemajuan daerah oleh pemangku jabatan telah mencederai banyak hal, nilai-nilai budaya moral yang tertanam kuat di segantang lada, aturan agama yang ratusan tahun telah di fahami turun temurun, seakan pelegalan acara amoral tersebut telah menikam berkali-kali kebesaran dan kejayaan masa silam yang memang terkenal dengan marwah dan harga diri.

pada sektor aturan moral yang menjadi landasan baku aturan selanjutnya, hukum aurat berlaku bagi muslim karena mereka yang menerapkan. bagi mereka non-muslim tentu tidak mengakui hukum tersebut. karena jelas kalau melayu berarti muslim, masuk melayu berarti masuk islam, itulah yang menjiwai tindak tanduk penduduk melayu silam hingga kini. tidak pantas acara tersebut alasannya adalah acara tersebut digelar di negeri melayu yang notabene mayoritas muslim dan diliput televisi sehingga jadi konsumsi publik, mempertontonkan aurat adalah sesuatu yang memalukan bagi kami orang melayu, customs yang mendarah daging ini tidak akan mungkin dengan mudah meluntur oleh masyarakat melayu yang benar-benar faham dengan kemelayuannya sendiri.

pemerintah hendaknya merunduk sejenak dan berpikir jernih, banyak hal sebenarnya yang bisa menjadi alternatif memajukan negeri, memperbaiki pelaksanaan sistem birokrasi saat ini, memberantas korupsi, mendengar jeritan supir-supir mencari solar yang langka, mendengarkan aspirasi dari konstituen dan masyarakat luas secara gentle dan massif, memusatkan pembangunan manusia, memberi kesempatan banyak anak-anak muda untuk mengenyam pendidikan tinggi dengan beasiswa, memperhatikan pasar, memperhatikan ruang pekerjaan dan kesejahteraan. hentikan kegilaan pada mobil dinas, pada bensin dinas, pada pulsa dinas, pada perjalanan dinas, pada rumah dinas yang tidak akan pernah berakhir kecuali berujung pada penindasan. kalau dalam tulisan ini mendetilkan satu persatu kebobrokan yang ada tentu tidak akan pernah selesai, saya rasa birokrat segantang lada lebih tahu dari saya apa saja kelemahan yang masih melanda.

membuka mata dan membaca dunia jangan sepihak dan serampangan, masih ada china yang sangat melindungi warganya dari pornografi dan pornoaksi, melindungi warganya dari kejahatan korupsi. ada iran yang eksis memajukan bangsanya meski puluhan tahun diembargo dan dikucilkan. sangat disayangkan mata dan hati telah tertutup kepentingan melihat dunia hanya untuk kepentingan dan ambisi tertentu. manakala lombok dan wilayah lain direduksikan ke segantang lada, tentu perlu penyaringan info yang mendalam dan dalil yang kuat. sekarang, di hadapan unsur-unsur kebudayaan melayu, patutkan acara tersebut dibuat demi kepentingan ekonomi yang belum jelas maslahatnya untuk masyarakat sendiri, sangat gambling dan dangkal pikiran.

secara sadar, saya perlu mengingatkan hal ini, karena peringatan rakyat kepada pemimpin adalah sesuatu yang perlu dan lumrah demi kelansungan segantang lada yang aman versi langit dan bumi.

ikan senangin dari singapur
masuk belat ditengah selat
jika ingin negeri makmur
buang maksiat rajinlah shalat

jalin selidi dibuat lukah
dalam lumpur lukahnya berkilat
tuah negeri jangan dilangkah
agar kubur dipenuh malaikat

*surat dibuat berkenaan dengan acara amoral BPF di lagoi bintan
** surat ini hasil copasan dari catatan fb yang bersangkutan

Kepada Siapa Kami Mengadu? (Mempertanyakan Peran Penyandang Gelar Adat dalam Menjaga Marwah Melayu)

Oleh    : Nurul Mahfud*
Ketua KAMMI Komisariat Batam

Tanggal 11 mei kemarin, Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) baru saja memberikan apresiasi kepada Gubernur Kepulauan Riau saat ini. Apresiasi berupa pemberian gelar Datok Setia Amanah ini diberikan atas beberapa pertimbangan, salah satunya adalah karena pak gubernur dinilai telah banyak mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat melayu

Melalui tulisan ini penulis tak lupa ingin mengucapkan selamat atas gelar Datok Setia Amanah yang telah didapat Bapak gubernur. Semoga dengan adanya gelar tersebut Bapak Gubernur semakin progresif dalam membangun Kepulauan Riau.
Gelar Datok Setia Amanah ini terlihat sangat cocok diterima oleh Bapak Gubernur yang memiliki visi mewujudkan Kepulauan Riau sebagai Bunda tanah melayu yang ramah lingkungan, sejahtera dan berakhlak mulia.

Kini dengan adanya gelar adat yang disandang ini, Bapak Gubernur tidak hanya dituntut untuk memajukan Kepulauan Riau, namun beliau juga dituntut untuk senatiasa menjaga marwah, martabat dan harga diri Kepulauan Riau.
Mencermati tulisan Bapak Huzrin Hood, seorang tokoh masyarakat yang juga mendapatkan gelar adat sebagi pemangku adat kerajaan Bentan. Dalam tulisan yang ditampilkan Batam Pos dua hari yang lalu (11/5) tersebut, Bapak Huzrin Hood menggambarkan begitu besarnya harapan masyarakat di dalam sebuah gelar adat.

Dari tulisan tersebut penulis melihat ada dua sisi yang diharapkan oleh masyarakat dari seorang tokoh yang mendapatkan gelar adat. yang pertama adalah masyarakat mengharapkan tokoh yang mendapatkan gelar adat mampu menjadi pemimpin yang amanah, dekat dengan masyarakat dan mampu mensejahterakan masyarakat.

Kedua, mereka yang mendapatkan gelar adat juga diharapkan untuk menjadi seorang penjaga adat. melayu merupakan sebuah kebudayaan yang memiliki nilai-nilai yang mulia dan sangat erat dengan ajaran islam. Masyarakat melayu tentunya mengharapkan para penyandang gelar adat mampu menjaga nilai-nilai mulia tersebut sebagai marwah melayu.

Tak heran makanya jika Tenas Effendy dalam bukunya tunjuk ajar melayu menyebutkan: Apa tanda melayu jati, bersama Islam hidup dan mati. Apa tanda Melayu bertuah, memeluk Islam tiada menyalah. Apa tanda melayu bertuah, sebarang laku menurut sunnah. Apa tanda melayu pilihan,hidup matinya dalam beriman. Apa tanda melayu beradat, syarak dipegang, sunnah diingat.

Termasuk dalam membuat rancangan maupun kebijakan terkait upaya pengembangan Kepulauan Riau. Bapak Gubernur selaku pemimpin Kepulauan Riau kewajiban untuk memperhatikan apakah rancangan dan kebijakan yang dibuatnya mengkikis nilai-nilai adat.  Sehingga rancangan dan kebijakan yang dibuat tidak menodai marwah Kepulauan Riau.

Harus diakui saat ini perekonomian merupakan salah saktu factor yang menentukan maju atau tidaknya suatu daerah. Tidak heran makanya jika setiap daerah berlomba-lomba mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan perekonomian di daerahnya.

Industri pariwisata memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan perekonomian. Besarnya potensi bidang pariwisata dalam sektor perekonomian ini pernah disampaikan oleh David Scowsill, Presiden dan CEO world Travel & Tourism Council (WTTC).

Dalam siaran persnya ia menyampaikan bahwa pariwisata mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menghasilkan ekspor, dan merangsang investasi. Di masa-masa pemulihan pasca krisis global saat ini, industry pariwisata berada dalam posisi unik untuk memperkuat pertumbuhan ekononomi.

Berbicara tentang pariwisata tentunya tidak bisa lepas dari kebudayaan daerah itu sendiri. Di Kepulauan Riau kita memiliki beragam potensi di bidang pariwisata yang jika dikelola dengan baik akan dapat menjadikan kebanggaan tersendiri bagi provinsi Kepulauan Riau. Seperti halnya yang tertera dalam kolom inspirasi Batam pos yang berjudul kelola wisata, bahwa wisata itu terbentuk dengan merujuk pada kekhasannya yang telah dikelola dengan baik.

Untuk itu pengelolaan industri pariwisata ini tentunya tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai adat dan kebudayaan yang kita miliki sebagai bangsa melayu. Kebudayaan melayu merupakan kebudayaan yang begitu identik dengan norma-norma kesopanan. Sehingga jangan sampai demi mendapatkan sebuah keuntungan kita menjual nilai-nilai kebudayaan yang selama ini kita junjung.

Kepulauan Riau sendiri telah memiliki sebuah kawasan pariwisata terpadu di pulau bintan yang dikenal dengan sebutan lagoi. Di tengah derasnya arus globalisasi saat ini, bukan keanehan lagi jika terjadi benturan antara kebudayaan asing dengan kebudayaan daerah dalam pengembangan industri pariwisata.

Seperti yang terjadi saat ini, sebuah event internasional bernama Bikini Party Fashion akan diselenggarakan di lagoi. Event ini akan disiarkan langsung oleh sebuah stasiun TV Fashion internasional. Kehadiran event ini di tanah melayu tentunya membuat respon penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

Event yang akan mempertontonkan kemolekan tubuh  persertanya yang dibalutkan dengan bikini putih ini dilihat dari kacamata adat maupun agama sudah sangat bertentangan. Namun mirisnya munculnya berbagai statemen dari para tokoh adat yang mendukung event ini pun kontan menyakiti masyarakat percaya kepada mereka untuk menjaga adat.

Penulis sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Riau yang sangat mencintai kebudayaan melayu dan menghormati para penyandang gelar adat sangat mengharapkan para penyandang gelar adat tidak diam saja atau bahkan secara terang-terangan mendukung tergelarnya Bikini Party Fashion di tanah melayu ini. Jika harapan ini terabaikan, maka pada siapa lagikah masyarakat Kepulauan Riau menyampaikan aduannya untuk menjaga nilai-nilai mulia budaya melayu?

Namun tak ada yang perlu dikhawatirkan, penulis yakin masyarakat melayu adalah masyarakat yang memiliki keyakinan dan keimanan yang kuat. Disaat para tokoh adat hanya diam, maka masyarakat melayu punya Allah SWT tempat mengadu agar nilai-nilai budaya melayu tetap terjaga. Dan biarlah Allah SWT nanti yang mempertanyakan tanggung jawab para tokoh adat yang notabene mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menjaga adat justru yang hanya diam saja ketika adatnya mulai ternodai.


   

*tulisan ini saya copas dari fb yang bersangkutan

Thursday, 2 September 2010

Presiden Dinilai Tidak Tegas Menghadapi Malaysia

Kekecewaan jelas tergambar di wajah seluruh rakyat Indonesia yang menantikan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait masalah Indonesia – Malaysia. Pidato ini diawali oleh presiden dengan memaparkan kembali apa yang telah terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Ditangkapnya tiga orang petugas KKP oleh Malaysia akhir Juli lalu memanaskan kembali hubungan kedua Negara ini.

Meskipun ketiga petugas tersebut dibebaskan oleh pemerintah Malaysia dengan upaya dari pemerintah Indonesia juga tentunya, belakangan timbul pernyataan akan perlakuan tidak pantas yang telah diterima oleh tiga orang petugas KKP itu. Indonesia pun berusaha mengklarifikasi kebenaran hal tersebut.

Sementara itu, rakyat Indonesia mulai menunjukkan kemarahannya atas sikap angkuh Malaysia yang dinilai banyak pihak amat menghina dan merendahkan martabat bangsa Indonesia. Kedaulatan Negara pun dipertanyakan oleh rakyat? Hanya langkah diplomasikah yang dapat diambil oleh Indonesia setelah diperlakukan demikian? Seberapa tegas pemerintah menyikapi hal ini?

Di dalam pidatonya, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menjelaskan kepada rakyat Indonesia demi kepentingan nasional, jalan perang bukanlah langkah yang patut diambil. Ada 2 juta warga Negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di Malaysia. Tak dapat dipungkiri mereka punya andil besar dalam menambah devisa Negara. Bagi Malaysia sendiri, keberadaan pekerja Indonesia di negaranya juga tidak kalah penting dalam hal pembangunan di sana. Selain itu, banyak juga mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu dan mengadakan penelitian di Malaysia, dan mereka merupakan aset Negara yang ternilai harganya.

Presiden menyadari, semakin dekat hubungan dua Negara maka akan semakin besar pula masalah yang akan timbul di antara keduanya. Oleh karena itu, Indonesia berupaya untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebagai contoh, upaya pemerintah Indonesia memperjuangkan hak – hak pekerja Indonesia di negeri Jiran tersebut, seperti masalah gaji dan hari libur mereka.

Di sisi lain, kedaulatan Negara juga tidak dapat dimain – mainkan oleh Negara lain. Pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin melalui jalan diplomasi yang telah dilakukan dari awal. Pengiriman surat ke Malaysia pun telah dilaksanakan. Semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah telah sesuai dengan system yang berlaku.

Sekali lagi Indonesia menunjukkan kelembutannya dalam menghadapi konflik dengan Malaysia yang sudah terjadi untuk ke sekian kalinya. Tidak ada instruksi militer dalam pidato tersebut yang mengindikasikan peperangan seperti yang dikehendaki sebagian rakyat Indonesia melalui aksi – aksi demonstrasi belakangan ini. Tak hanya itu, sikap tegas yang diharapkan pun tidak muncul. Presiden hanya menginstruksikan agar perundingan perbatasan wilayah lebih dipercepat.

Bagaimana pun juga, hubungan baik kedua negara harus negara harus tetap dipertahankan demi kepentingan nasional juga ASEAN secara keseluruhan. Hal ini disebabkan Indonesia dan Malaysia merupakan pondasi dari negara – negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.


KAMMI Daerah Kepulauan Riau Sepakat dengan Sikap yang Diambil Presiden RI


Ketua Departemen Kajian Strategis dan Humas KAMMI Daerah Kepulauan Riau, Jamhur Ar Rahman, ketika dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan kesepakatannya terhadap langkah – langkah serta sikap yang telah diambil oleh Presiden SBY terkait konflik dua negara tetangga ini.

“ Sikap yang diambil oleh Presiden sudah cukup tepat, karena adanya kekhawatiran dua negara ini tengah diprovokasi oleh antek – antek Yahudi, mengingat Indonesia dan Malaysia merupakan basis Islam terbesar di kawasan Asia Tenggara, “ ungkap Jamhur Ar Rahman.

Jika permasalahan kedua negara ini masih bisa diselesaikan melalui jalan diplomasi, perang bukanlah langkah yang patut diambil karena akan menimbulkan kerugian yang sangat besar di kedua belah pihak. Lagipula, rakyat Indonesia yang berdomisili di daerah perbatasan seperti Kalimantan dan Kepulauan Riau pastinya akan merasakan penderitaan sebagai korban perang.

Selain itu, kesiapan Indonesia untuk berperang dengan Malaysia juga masih dipertanyakan. Kendati memiliki kuantitas tentara lebih banyak dibandingkan Malaysia, kualitas peralatan dan fasilitas perang Indonesia tidak dapat dipastikan. Di samping itu, jika pilihan perang yang diambil pemerintah, maka setiap bulannya pemerintah harus menyediakan dana perang sekitar 6 triliun rupiah. Pertanyaannya, sanggupkah Indonesia?

Sementara itu, Muhammad Sani selaku Gubernur Provinsi Kepualauan Riau pun menyatakan ketidaksetujuannya akan jalan perang. Menurutnya, masalah antara negara Republik Indonesia dan Malaysia tidak mesti diselesaikan dengan perang. Sebaiknya hal ini sudah sepantasnya dibicarakan dalam suasana damai.
Tambahnya lagi pemerintah Provinsi Kepri, sebagai daerah yang berhadapan langsung dengan negara asing, akan memberikan masukan jika diminta oleh pemerintah pusat  dalam hal perundingan perbatasan wilayah maritim.

Gubernur juga mencanangkan untuk membentuk tim terpadu pengawasan daerah perbatasan tersebut yang akan melibatkan semua instansi yang terkait terkait. Namun sebelumnya penjelasan mengenai batas wilayah dari pemerintah pusat sangat diharapkan.