Showing posts with label KAMMI. Show all posts
Showing posts with label KAMMI. Show all posts

Thursday, 10 December 2015

DM2 Terakhir



Well, menuliskan ini bikin sedih sebenarnya. Gimana engga, insya Allah pertengahan Desember 2015 ini saya akan pindah ke Bandung ikut bang Rio membangun rumah tangga di sana (ciyeee). 

Jadi tanggal 2-6 Desember lalu, KAMMI Tanjungpinang ngadain dauroh marhalah 2 lagi. Daurohnya diadain di mesjid raya dompak. Hmmm tempatnya bagi saya rada serem sih xixixi... 

Berhubung demikian otomatis ini terakhir kalinya saya terlibat dalam kepanitiaan di KAMMI, organisasi ekternal yang udah banyak memberi dan berpengaruh besar dalam proses pengembangan diri saya. 



Bicara soal kepanitiaan DM2, ini adalah keempat kalinya saya terlibat setelah saya dinyatakan lulus DM2 di bulan Maret 2010 yang lalu. Melihat ke belakang rasanya saya sudah menjalaninya dengan generasi yang berbeda. 

Hehehe saya sedang mengingat hal-hal manis tentang mereka. Tiap zaman selalu ada pemudanya dan itu yang saya rasakan. Memang berbeda susunan kepanitiaan di tahun 2010 dengan tahun 2015 ini. Meski saya sadar saya belum bisa berkontribusi banyak kecuali menyediakan waktu luang di pagi hingga sore hari di mana saat itu panitia lain sedang bekerja 



Dari tahun ke tahun hanya itu yang bisa saya lakukan, juga beberapa panitia lainnya. 

Tahun ini saya di lokasi full bersama Sri dari Batam. Untuk ikhwan ada Hatta, Ari dan Deni yang benar-benar stand by hampir 24 jam di lokasi acara. Otomatis ini membuat kami saling mengenal karakter masing masing. Kadang ada hal-hal konyol yang kami jumpai dan kemudian saya yakin ini akan menjadi kenangan kami kelak. Seperti terkurung di kamar mandi mungkin XD

Meski kadang ada waktu di mana kami merasa stagnan dengan kondisi yang ada, tapi hal itu tak membuat kami harus merasa sakit hati satu sama lain. Saya pikir inilah salah satu keuntungan bergaul dengan anak laki-laki. Mereka tak mudah tersinggung dan semua hal dibawa santai. 



Panitia akhwat pinang baru bisa hadir kadang siang, sore atau malam. TErgantung dengan waktu yang mereka miliki. Hari Sabtu barulah beberapa akhwat Batam full membantu di lokasi. Ada kak Sita, Puri dan Rani. Baru kali ini rasanya banyak akhwat di lokasi selama sejarah DM2 yang saya ikuti hehehe..... 

Yaa karena DM2 berlangsung 4-5 hari memang tak mudah bagi panitia untuk menyediakan waktu. Jangankan panitia, peserta juga demikian. 

Hanya saja kendala selama ini dalam kepanitiaan adalah untuk tim instruktur dan konsumsi. Karena jumlah kami yang sedikit maka setiap orang harus mau rangkap pekerjaan. Jadi MCR juga, observer juga dan juga bagian konsumsi. 



Kadang saya kasian juga melihat Hatta dan Ari karena ketiadaan panitia harus mereka terus yang jemput konsumsi. Ga jauh sih tapi karena mereka terus kadang saya berpikir, ini kerjaan berjamaah atau gimana. Tapi semoga keikhlasan mengiringi

Sempat ada rasa kecewa terhadap teman-teman lain yang memang hanya sempat datang malam hari. Saya tahu mereka bekerja. Yaahh ga ada gunanya mengeluhkan itu lagi. Toh kita hanya harus memaklumi uzur masing-masing bukan? 



Bagi saya, DM2 tak membutuhkan banyak pantia. Saya ingat ketika saya jadi peserta DM2 tahun 2010 lalu. Ketika itu mereka benar-benar minim panitia. Sangat minim, meskipun dengan jumlah peserta yang juga minim. Hanya 10 orang

Saya perhatikan hanya ada dua akhwat dan sekitar lima orang ikhwan. Mereka bergantian berada di lokasi dan acara berjalan lancar. See, tak butuh banyak orang. 

Tapi apapun itu saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kepanitiaan DM2 selama 4 kali berturut-turut. Menyaksikan siapa yang bertahan dan siapa yang berguguran. Menguatkan konsep dan mengakarkan alasan mengapa saya berada di jalan ini. Mengapa saya melakukan ini. 



Alhamdulillah, terima kasih juga kepada KAMMI yang telah menjadi wadah saya untuk mengembangkan potensi diri dan menetapkan ke mana tujuan hidup yang sebenarnya. 

Lalu untuk teman-teman :) I really love you and I wish we'll be gathered in heaven to meet Allah and Rasulullah, talking about what we have done. Semoga segalanya adalah untukNya.

Monday, 11 May 2015

Sekilas Tentang Jenjang Keanggotaan KAMMI

 
 
Di KAMMI, jenjang keanggotaan dibagi menjadi tiga, yaitu Anggota Biasa 1 (AB1), Anggota Biasa 2 (AB2) dan Anggota Biasa 3 (AB3). Jenjang keanggotaan ini harus melalui tahapan yang disebut Dauroh Marhalah atau DM yang terbagi menjadi DM1, DM2 dan DM3.

Dauroh Marhalah 1 (DM1) biasanya diselenggarakan sebagai pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk bisa bergabung di KAMMI. Lamanya pelatihan adalah 3 hari 2 malam. Setelah itu peserta memasuki jenjang AB1 dan berhak mendapat suplemen yang disediakan oleh kaderisasi seperti pembinaan intensif seminggu sekali (mentoring), tasqif, dauroh, rihlah, mantuba dan sebagainya. Tujuannya untuk membentuk pribadi muslim

Dauroh Marhalah 2 (DM2) diikuti oleh para AB1 yang telah lulus proses sertifikasi dari kaderisasi. DM2 dilaksanakan selama 4 hari. Komitmen peserta sangat dibutuhkan untuk mengikuti kegiatan secara penuh, tanpa izin. Karenanya tidak banyak yang mau dan bisa mengikutinya. 

Kader KAMMI yang telah lulus DM2 berhak mengikuti kajian AB2 dan suplemen lainnya berdasarkan jenjang keanggotaan. Para AB2 diharapakan menjadi motor penggerak di dalam KAMMI. Jenjang keanggotaan yang satu ini menjadi sangat penting karena mereka adalah mesin yang menggerakkan KAMMI.

Jenjang keanggotaan tertinggi di KAMMI adalah AB3. Untuk naik ke jenjang ini, kader harus mengikuti proses DM3 yang berlangsung selama 1 minggu. Para AB3 adalah ujung tombak arah pergerakan di KAMMI. Mereka para pemikir, pengambil kebijakan dan keputusan. Aku menyebut mereka para ideolog. 

Di setiap jenjang keanggotaan kader berhak mendapat suplemen dari kaderisasi. Seperti yang udah disebutkan di atas. Hal paling penting dalam proses pengkaderan di KAMMI adalah kegiatan pembinaan intensif seminggu sekali. Kehadiran kader menjadi salah satu hal sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses ini. 

Selain itu, kaderisasi menyelenggarakan kajian yang dilaksanakan dua minggu sekali untuk menambah pemahaman kader tentang kesempurnaan Islam. Di dalam Manhaj Kaderisasi KAMMI, juga telah tersedia dauroh/pelatihan yang berbeda di setiap jenjang. Misalnya di jenjang AB1 maka kader berhak mengikuti Training Jurnalistik, training dasar organisasi, training kewirausahaan, dauroh Quran dan sebagainya. 

Lalu suplemen lainnya adalah silaturahim tokoh, mantuba atau manhaj tugas baca di mana para kader diharapkan untuk membaca buku-buku yang telah ada dalam Manhaj Kaderisasi KAMMI untuk menyamakan frekuensi pergerakan. Apakah dilarang membaca buku lainnya? Tentu tidak. Selanjutnya kader juga berhak ikut dalam rihlah dan junior camp sebagai sarana untuk mencapai muwashofat. 

Demikian penjelasan singkat mengenai jenjang kenggotaan KAMMI. Hal ini harus dijelaskan di awal pelaksanaan DM1 agar para calon kader AB1 memahami jalur pengkaderan di KAMMI sehingga mereka pun tahu apa manfaat yang didapat dengan bergabung di organisasi ini.

Semoga bermanfaat


Wednesday, 1 April 2015

Sulit Dapat Izin Orang Tua? Ini yang Bisa Kamu Lakukan



Sekedar catatan singkat yang terbersit saat melihat dan mengalami fenomena sulitnya sebagian akhwat yang tinggal bersama orang tua untuk melakukan aktivitas organisasi.

Sebelumnya, aktivitas organisasi yang dimaksudkan di sini adalah lebih kepada aktivitas dakwah yang berkutat pada kegiatan kajian (seperti liqo dan tasqif), dauroh atau pelatihan yang kadang mengharuskan menginap selama beberapa malam, rapat kegiatan maupun pengurus, rihlah, dan lain sebagainya.

Selama perjalananku dalam kegiatan kampus, kutemui beberapa kendala yang dihadapi para akhwat untuk mengikuti segala kegiatan yang diadakan organisasi,, baik itu BEM, KAMMI, LDK maupun UKM lainnya. Dan salah satu kendala itu ada pada orang tua yang tidak mengizinkan :)

Sunday, 15 March 2015

Personal Branding : "Oh, Istri Ustadz X ya?"



Dalam sebuah kesempatan dulu di pertemuan para akhwat KAMMI di Depok tahun 2012. Ketika itu aku dan Puri menghadiri Mukernas KAMMI untuk bidang kestari, humas dan pemberdayaan perempuan. Kami berangkat akhir November menginap di sana selama sekitar 5 hari.

Tuesday, 27 January 2015

Memahami Fahri Hamzah dengan Kaca Pembesar

 “Islam merupakan suatu sistem komprehenshif, atau dalam bahasa Arab disebut al-Diin sehingga dikenal dengan Diinul Islaam. Pengertian  Diin sendiri melingkupi segala permasalahan yang melintas batas material spiritual, pribadi dan kemasyarakatan, dan dengan sendirinya dunia dan akhirat. Dengan demikian, Diinul Islaam bukanlah semata sebuah agama, dan Diinul Islaam tdk semata mengurusi akhirat.

(Fahri Hamzah, Negara, Pasar, dan Rakyat, h.353)

***

Barangkali sementara rekan akan sulit memahami pandangan saya terhadap Fahri Hamzah, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pertama, yang kemudian menjadi politisi muda “kontroversial” dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saya katakan sulit dipahami, karena

Wednesday, 5 November 2014

Tulisan Para Da'i

Kami adalah pena pena yang tajam
yang akan menuliskan kebenaran
tanpa ragu ungkapkan keadilan

Penggalan lirik nasyid Tekad yang dipopulerkan oleh Izzatul Islam di atas sudah lama tak kami nyanyikan dalam forum KAMMI. Sebelum ada Mars KAMMI baru yang diciptakan oleh Pak Maukuf yang saat itu menjabat sebagai staf kaderisasi pusat, setiap acara kami menjadi Tekad sebagai mars yang dinyanyikan. Isi liriknya menggugah semangat siapa pun yang mau menghayati liriknya. 
Yang aku tuliskan tadi adalah bait terakhir dari lagu itu. Yang dimaksudkan adalah, kami, yang telah masuk dalam lingkup tarbiyah, yang telah menikmati ukhuwah diharapkan untuk menjadi pena - pena yang tajam yang akan menuliskan kebenara, baik kebenaran Islam maupun hal - hal yang terjadi di sekitar kami. 

Menulis adalah salah satu bagian yang amat penting. Dalam sebuah kutipan dikatakan bahwa menulis adalah pekerjaan menciptakan keabadian. Menulis adalah perkara mencatat sejarah. Siapa yang tidak menulis sehebat apa pun bila ia tidak menulis maka namanya hanya akan hilang ditelan zaman. 

Landasan pemikiran seperti inilah yang membuat beberapa senior di KAMMI begitu gencar menciptakan penulis - penulis handal. Untuk tingkatan Kepri, siapa yang tak mengenal Raja Dachroni dengan tulisan - tulisan berbau sosial politik yang nyaris pernah nangkring di seluruh media lokal yang bahkan merambah ke Riau. 

Belum lagi jika berbicara tentang para kader di Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan bagian Indonesia lainnya. Sejak dicanangkannya Gerakan KAMMI Menulis di masa kepemimpinan Rijalul Imam, aku yang baru bergabung di KAMMI tahun 2008 merasakan perkembangan itu terutama di media sosial. Tak banyak nama penulis di KAMMI yang kukenal di antara mereka ada Syamsuddin Kadir, Sofistika Carevy, Dina Fauziah, Amin Sudarsono, Rijalul Imam dan para penggiat KAMMI Madani juga tak lupa para penulis ideologi di KAMMI Kultural

Lalu terpikir olehku tentang para dai yang ada di Kepri. Di daerah ini aku yakin mereka tak kalah hebat dengan mereka di luaran sana. Aku bertemu mereka dalam forum - forum ilmu dan mendengarkan taujih para dai dengans seksama. Namun hari ini aku berpikir, harusnya pemikiran dan ilmu mereka juga berhak dinikmati oleh orang lain yang tak sempat hadir dalam forum - forum tersebut? 

Kurasa ada banyak orang yang menulis termasuk para dai, hanya saja tulisan - tulisan itu tak terpublikasikan. Aktivitas harian yang menyita waktu bisa saja membuat para dai ini tak memiliki waktu lebih untuk berkutat pada web pribadi untuk menyebarkan ilmu, pemikiran dan pandangan mereka terhadap permasalahan yang ada. 

Semoga nanti ada tim yang akan mengumpulkan tulisan para dai ini yang kemudian dirangkum dalam satu web. Hal ini memudahkan penyebaran pemikiran. Ah semoga saja.... Aku berniat untuk memulainya, mungkin hanya perlu berkomunikasi dengan para dai tersebut. Insya Allah

Friday, 19 September 2014

Menjual KAMMI

Bismillahirrahmanirrahiim

Mari berbagi sedikit cerita... Saya lebih senang menulis dalam bentuk cerita. Sebenarnya ada rasa iri dan malu ketika membaca tulisan teman - teman KAMMI lain yang menulis bukan dengan gaya bercerita. Mereka menuliskan ide - ide segar yang mencerahkan tentang sebuah permasalahan yang sedang terjadi. Bahasa yang mereka gunakan menurut saya sangat tinggi, apalagi dengan istilah - istilah yang terkadang saya harus rela untuk buka google demi mencari arti kata tersebut. Huft... Cukup melelahkan sekaligus menyenangkan.

Dalam suatu kesempatan, saya bertanya pada peserta pelatihan. Kebetulan saat itu ada waktu senggang karena materi dialihkan jadwalnya.

"Apa yang antum katakan pada mahasiswa ketika akan mengajak bergabung atau saat mereka bertanya apa itu KAMMI".

Taraaa... Jawaban yang saya dapatkan sungguh variatif. Ada yang menjawab KAMMI adalah organisasi keislaman, organisasi politik, organisasi sosial, organisasi mahasiswa, organisasi mentoring dan lain sebagainya. Mendengar ini saya terdiam sejenak.

Antara yakin dan tidak, kemudian saja saya langsung nyerocos di forum itu. Selama ini KAMMI selalu diidentikkan dengan organisasi yang menjadi perpanjangan salah satu partai politik di Indonesia. Ini pula yang menyebabkan keberadaan KAMMI ditentang habis - habisan oleh beberapa pihak kampus bahkan dengan cara mengintervensi mahasiswa yang bergabung dengan nilai D atau pilihan mengulang mata kuliah. Yah, tentu terdengar menakutkan bagi mahasiswa tingkat awal.

Untuk menarik mahasiswa masuk dalam pusaran organisasi ini tentunya KAMMI harus menjelaskan secara rinci apa dan siapa dia. Dalam sebuah forum, ada sebuah kritikan bahwa organisasi ini tak punya nilai jual sama sekali. Para kader, ketika akan memperkenalkan KAMMI pada mahasiswa baru lebih sering bingung ketimbang percaya dirinya. Ahahaha.... Hal ini membuat saya berpikir, apa yang harus kami katakan pada mahasiswa itu agar ia mau dan tertarik untuk bergabung.

Sampailah pemikiran saya untuk mengatakan bahwa KAMMI adalah organisasi kepemimpinan. Pikiran ini tiba - tiba melesat masuk ke dalam otak saya kemudian diolah dan keluarlah instruksi kepada lidah untuk berkata demikian. Jika seseorang bertanya padamu apa itu KAMMI, katakanlah bahwa ini organisasi kepemimpinan, organisasi yang akan melahirkan pemimpin - pemimpin di masa depan. Untuk Indonesia.

Hal yang membuat kita bingung adalah saat kita tak mengetahui untuk apa KAMMI didirikan. Kita bingung karena kita lupa inti terpenting dari visi KAMMI yang dijabarkan dalam lima misi, prinsip gerakan, kredo gerakan. Pemimpin.

Mungkin selama ini kita gagal menarik para mahasiswa untuk bergabung karena kita sendiri yang sudah gabung di KAMMI dan tercatat sebagai kader masih gagal memberikan pemahaman kepada mereka.

What to Sell and Who's Selling

Semakin ke sini ada perubahan yang terjadi dalam kepala saya tentang bagaimana seharusnya saya menggambarkan KAMMI pada mahasiswa yang benar - benar tak tahu apa itu KAMMI. Bagi mereka yang sudah lebih tahu, biasanya akan mengatakan bahwa organisasi ini adalah kumpulan para pendemo, tukang protes yang sok kritis, organisasi yang suka ngumpul - ngumpul buat baca Quran n ngomongin dakwah.

Kemudian saya ingat pada orang - orang marketing di tempat saya bekerja dulu. Manajer kami, dalam setiap kesempatan untuk memberi pengarahan pada marketing selalu mengulang - ulang hal yang sama. Agaknya ini memberi pengaruh pada saya. Manajer saya begitu memperhatikan penampilan para marketing. Tak hanya itu, cara mereka berkomunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting. Tak heran, di antara mereka ada salah satu yang memiliki tubuh kurang ideal namun ia mampu menarik para konsumen untuk membeli produk kami.

Dalam memasarkan produk (mungkin anak manajemen lebih ngerti, ilmu saya terbatas) yang paling penting adalah bagaimana produk itu dikemas dan dipasarkan. Kita ambil contoh bagaimana wisatawan meningkat setiap tahunnya di Korea Selatan. Antara Indonesia dan Korea Selatan, tentu jika berbicara mengenai alamnya, tak ada yang bisa mengalahkan negara ini. Meski demikian, Korsel mampu membangkitkan keinginan dunia untuk berkunjung ke negerinya berbekal pulau Jeju, Namsan Tower dan tempat - tempat lainnya. Mengapa? Tentu salah satunya karena negara ini mengemasnya dalam bentuk industri hiburan yang disebarkan ke seluruh dunia, terutama kawasan Asia. Terjadilah fenomena Korean Wave.

Ketika saya bertanya kepada orang - orang yang sudah bergabung di KAMMI apa yang membuat mereka bergabung di awalnya. Jawabannya hampir mirip yaitu karena diajak oleh si A si B yang notabene adalah kader KAMMI. Lalu mengapa mau diajak, banyak yang mengatakan bahwa si pengajak adalah orang yang bisa dipercaya, punya track record yang bagus di kampus dan menarik.

Yang ingin saya katakan adalah organisasi ini sebenarnya secara pencitraan di luar sudah mendapat posisi yang strategis dalam sejarah organisasi mahasiswa sejak tahun 1998. Meski kesan demo masih sangat kental, namun tak ada yang berkata bahwa organisasi ini terkenal dengan keanarkisannya selama demonstrasi. Memasuki tahun 2010 KAMMI kemudian beranjak pada gerakan intelektual yang berbasis riset meski tak meninggalkan demonstrasi. Perlahan KAMMI mulai melahirkan para pemikir intelektual dan penulis - penulis handal sembari menyebarkan ideologi berbekal slogan muslim negarawan.

Tahun 2014 di mana KAMMI menargetkan 100.000 kader baru seluruh Indonesia tentu menjadi tugas yang cukup berat yang harus dilaksanakan komisariat sebagai ujung tombak di kampus - kampus. Para pemikir dan penggerak mulai mengatur strategi bagaimana agar mahasiswa, terutama yang baru tertarik untuk bergabung di organisasi ini sementara KAMMI juga harus bersaing dengan organisasi mahasiswa lainnya.

Secara produk, KAMMI telah menjelma menjadi produk unggulan yang mengalami proses peningkatan mutu dari tahun ke tahun. Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar ada yang membeli. Kuncinya ada pada siapa yang menjual dan bagaimana cara ia menjual.

Islam yang merupakan agama sempurna dengan segala kesempurnaannya diterima dengan senang hati oleh masyarakat Mekkah kala itu. Tentu kita bertanya mengapa. Kuncinya ada pada Nabi Muhammad SAW yang dijadikan dan dijaga sedemikian rupa oleh Allah SWT. Sebagai utusan Allah SWT, tentu Muhammad SAW punya daya tarik tersendiri saat menyampaikan apa yang menurutnya benar.

Selain daya tarik yang dimiliki oleh Muhammad SAW yang dikenal sebagai orang paling jujur, Islam diterima dengan baik karena ia disampaikan dengan cara - cara yang baik pula. Lihatlah bagaimana banyaknya orang berbondong - bondong masuk Islam karena Rasul yang mulia menyampaikan nilai - nilai kebenaran itu dengan lembut tanpa kekerasan dan mampu menyentuh hati penduduk Mekkah dan Madinah (melalui Mush'ab bin Umair).

Seorang kader KAMMI haruslah seseorang yang memiliki daya tarik tersendiri. APakah ia seorang yang cerdas, berpenampilan menarik, ramah pada semua orang, pandai bergaul, atau senang menebarkan salam. Bagaimana seorang kader KAMMI bisa mengajak orang lain untuk bergabung jika ia adalah seseorang yang tak memiliki daya tarik sedikitpun? Seseorang yang bahkan tak menonjol dalam hal apa pun, seseorang yang untuk tersenyum dan menyapa adalah sesuatu yang sulit. Percayalah, jika kader KAMMI demikian, dalam waktu 3 tahun, KAMMI Kepri akan tamat riwayatnya.

Satu hal yang wajib dimiliki oleh seorang kader KAMMI adalah kemampuannya dalam berkomunikasi. Kemampuan inilah yang akan mempengaruhi tertarik atau tidaknya seseorang untuk berkomunikasi. Tentu kemampuan komunikasi yang harus dimiliki oleh seorang kader KAMMI adalah kemampuan komunikasi yang Qurani, yang mulia, lembut, memudahkan, tegas, jujur, sampai ke pikiran dan menyentuh hati. Gaya komunikasi seperti inilah yang memikat mahasiswa untuk bergabung ketika ajakan itu datang.

Brosur, blog, akun medsos, perekrutan secara massal seperti seminar dan lainnya adalah bentuk tambahan dalam proses pengenalan dan penjualan. Jika seluruh potensi kader dikerahkan untuk menjual KAMMI melalui pribadi mereka insya Allah organisasi ini akan menjadi gerakan besar di Kepri dan Indonesia.

Mudah - mudahan tulisan singkat ini memiliki manfaat dan bernilai ibadah. Saya selaku penulis minta maaf atas kesalahan dalam penggunaan kata dan pemikiran yang dangkal sebagai seorang pembelajar.

Wednesday, 3 September 2014

Kenapa Sih Pake Malu?

Kenapa sih masih malu nyebutin kalo perempuan itu haid? 

Pertanyaan yang memicu kekesalan ini bikin aku gregetan setiap kali rapat sama ikhwan akhwat. Hhahaha mau numpang kesel aja gitu. 

Misalnya kalo kami lagi rapat masalah tempat acara, kan salah satu pilihannya mesjid. Kadang beberapa akhwat suka mesem untuk bilang ga usah di mesjid karena, "yaaaa tau lah kan gimana perempuan" atau ungkapan senada lainnya. 

Buat aku bisa jadi ungkapan - ungkapan yang ga jelas n ga straight to the point. Bilang aja kalo perempuan haid, khawatir untuk bikin acara di mesjid. Nah kalo bilang begitu kan jelas, yang laki juga pasti ngerti. Kalo engga paham ya kita bikin paham kalo cewek ketika haid itu usahakan bener - benar ga mendekati mesjid. 

Kadang ya gitulah kalo udah rapat ada beberapa hal yang ga aku sepakatin meski kadang akunya mungkin juga terucapkan kata - kata seperti itu. 

Jadi perempuan emang banyak malunya, apalagi kalo udah dipanggil akhwat gara - gara pake jilbab lebar. Cuma ya ga segitunya juga kaleee....

Wednesday, 23 July 2014

Pesantren Ramadhan Ceria bersama KAMMI di Numbing

Alhamdulillah di minggu ketiga bulan Ramadhan tahun ini saya dapat kesempatan untuk pergi ke Numbing bersama teman - teman PW KAMMI Kepri untuk mengadakan kegiatan pesantren di sana. Setelah sebelumnya di minggu kedua saya dapat semangat menghafal Al Quran dari pesantren rumah tahfidz. Maka sebagaimana yang Allah firmankan dalam surah Ar Rahman "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan

Numbing adalah salah satu pulau kecil di sekitar pulau Bintan, Kepulauan Riau. Sayang saya belum dapat informasi yang lebih, yang saya tahu termasuk dalam kecamatan Bintan Pesisir, mohon maaf jika salah info. Di Polindes (Pondok Bersalin Desa) tempat kami menginap ada peta sederhana yang menunjukkan kondisi pulau. Kami berada di Dusun III pulau Numbing yang terletak di depan Pulau Gin Besar. 

Sebelumnya saya sudah pernah ke Numbing, tepatnya di Pulau Gin Besar untuk mengunjungi salah satu teman kami yang ayahnya meninggal. Pengalaman yang sangat mengesankan ketika itu saat saya pergi bersama Usup, Hatta, Yasril, Wira dan Apriandi. Menunggu pompong lewat hingga akhirnya memutuskan untuk menyewa pompong malam itu juga agar kami bisa pulang karena besoknya Hatta ujian. 

Awalnya kami tak tahu kalo ternyata jadwal pompong hanya sehari sekali. Jam 7 pagi dari Numbing ke Kijang dan terakhir adalah jam 12 siang dari Kijang ke Numbing.

KOndisi Numbing tempat kami mengadakan kegiatan ini sungguh memperihatinkan. Saya dengar di pulau ini mereka sangat kekurangan tenaga guru mengaji padahal masyarakatnya sangat membutuhkan. Ustadz pun hanya satu orang yang bertugas mengisi kultum Ramadhan. Belum lagi kondisi listrik yang hanya hidup dari pukul 18.00 - 22.00 WIB. Alhasil di atas jam 10 malam pulau ini sudah tak bercahaya kecuali beberapa rumah yang memiliki fasilitas genset. 

Tentu dengan kondisi seperti ini pemahaman masyarakat mengenai agama sangat kurang sehingga aktivitas sholat menjadi sesuatu yang aneh bagi sebagiannya. 

Kami berangkat hari Jumat pagi dan pulang minggu sore dengan menggunakan pompong yang ukurannya lebih besar dari pompong yang biasa kami gunakan untuk ke Pulau Penyengat. Ngobrol - ngobrol dengan bapak pompong harga pompong begitu bisa mencapai 30 juta rupiah. Wowwww sungguh mahal ditambah dengan solar yang mereka gunakan. Perjalanan kami tempuh dalam waktu satu jam sambil menahan nafas jika pompong terlalu oleh ke kiri dan ke kanan.

Di Numbing selama tiga hari itu ada beberapa kegiatan yang kami lakukan yaitu pesantren Ramadhan dan perlombaan untuk anak - anak, ta'lim ibu - ibu, buka puasa bersama dan penyampaian amanah dari para donatur dalam bentuk sembako kepada masyarakat yang layak membutuhkannya. 

Pesantren Ramadhan kami laksanakan hari Sabtu dari pagi hingga sore dengan kami panitia sebagai pengisi acara. Cukup melelahkan terutama dengan kondisi anak - anak yang saya sendiri kehabisan akal untuk mengendalikannya. Acara kami isi dengan memberikan penjelasan kepada anak - anak mengenai aqidah, ibadah dan akhlak. Tentu dengan selingan permainan dan cerita menarik dari masing masing pengisi acara. Saya berharap apa yang kami sampaikan mampu tersimpan dalam memori mereka. 

Taklim ibu - ibu kami adakan di sore Sabtu itu. Awalnya agak pesimis akan banyak ibu - ibu yang hadir karena menurut mereka ini adalah waktunya para ibu membuat kue di rumahnya. Tapi Allah selalu memilihkan yang terbaik. Meski tak banyak tapi para ibu ini cukup antusias dengan Kak Kimi yang ditugaskan untuk mengisi sore itu. 

Sementara mesjid digunakan untuk taklim para ibu, anak - anak di arahkan mentoring dengan teman - teman KAMMI yang sudah ditunjuk dalam rapat kordinasi. Untuk lokasi mentoring diserahkan pada mentor. Ada yang memilih untuk mentoring di kuburan (karena memang lokasi kuburan dekat sekali dengan mesjid dan rumah penduduk), di bawah pohon dan di atas sampan penduduk. 

Esoknya di hari Minggu kami mengadakan perlombaan untuk anak - anak di antaranya lomba azan, membaca surah pendek, lomba membaca doa sehari - hari (bukan seharian ya hhehe) dan lomba dai/ah. Alhamdulillah terlaksana dengan baik. 

Sembako dibagikan di acara penutupan kepada masyarakat yang layak menerimanya. Semoga harta yang dkeluarkan para donatur mendapat balasan dari Allah SWT dan dilipatgandakan rezekinya. Seperti kata Kak Ramli, kami ke sana hanyalah penyampai amanah para donatur.

Satu hal kocak saat acara penutupan yang dilakukan Adrian yang saat itu bertugas jadi MC. Di akhir acara ingin menutup dengan pantun, apa lah daya dia lupa dengan isinya
"Masyarakat Numbing orangnya ramah....(terdiam) duh saya lupa, ga jadilah" 
Hahahah kontan yang di dala mesjid langsung tertawa. Ada ada saja :) 

Ba'da ashar kami bersiap untuk kembali ke Tanjungpinang. Sbeelumnya kami pamit ke warga. Ah sedih juga meninggalkan Nenek Satimah yang kembali sendiri. Beliau menangis saat Kak Ramli dan rombongan ikhwan datang ke rumah. Para akhwat pun tak bisa menahan air mata, ikut ingat pada keluarga yang di kampung juga. Kami juga pamit pada pak RT dan istri serta Atok tempat ngumpulnya Yasril dkk. Juga ibu di rumah kuning tempat menumpang mandinya para akhwat.
di rumah Atok

Perjalanan pulang rupanya agak lebih ektrim daripada ketika kami datang. Ombaknya lebih besar sehingga pompong yang kami naiki bergoyang lebih dahsyat hingga teman teman yang duduk di belakang basah kuyup. Zeey, Kak Kimi dan Isti harus menahan untuk tak duduk selama beberapa menit hingga kami masuk ke daerah laut tenang. 

Alhamdulillah pukul 17.30 WIB kami sampai di pelabuhan dekat Barek Motor, Kijang. Saya pikir Rian tak datang rupanya sudah stand by. Kami pun menuju taman kota Kijang untuk buka puasa bersama. EH iya mesjid nya sudah jadi. ALhamdulillah karena terakhir kali berkunjung mesjid ini masih dalam tahap pembangunan. Sekarang meski belum selesai semua tapi sudah bisa digunakan untuk sholat. 

Jelang azan Isya kami pun membubarkan diri. Karena saya, Rafika, Fatma dan Kak Ramli tidak bawa motor, kami diantar oleh Rian ke Tanjungpinang. Kata Rian biasanya dia ke Tanjungpinang dalam waktu tiga menit. Oalaaaah ini saya salah dengar atau gimana. Ga kebayang berapa kecepatan, tapi berhubung ini malam mobil pun dikendarai dengan normal hahaha.... 

Pukul 20.00 WIB kami sampai di sekretariat KAMMI di sebelah swalayan PInang Kencana. Semoga kegiatan yang kami lakukan mendapat ridho dari Allah SWT. 

Berikut personil KAMMI yang ikut ke Numbing 
Ikhwan : 
1. Ramli Muasmara 
2. M. Heryandi
3. Yasril
4. Wira Rikho Sandhi
5. M. Hatta
6. Alek Riyadi
7. Adrian
8. Rian Hidayat
9. Deni Triyanto 
10. Wendy Purnomo

Akhwat :
1. Kimiatis Sa'adah
2. Hadijah
3. Zulfahriani
4. Nurul Azizah
5. Fatmawati
6. Rafika Afriyanti
7. Nusantari 
8. Istiawati Susalli

Wednesday, 25 June 2014

You'll Never Walk Alone : Menyehatkan Rasa

Pernah merasa bekerja sendirian dalam jamaah ini? Tenang, yang saya temukan tidak hanya satu atau dua orang, tapi lebih dari itu termasuk saya sendiri dulunya. Artinya kamu ga sendirian. Lalu, apakah ini perasaan yang benar? Pantaskah kita merasa seperti itu?

Di awal kepengurusan kita merasa begitu bersemangat uuntuk menjalankan roda organisasi agar departemen yang menaungi lebih baik dari kemarin. Ada keinginan besar untuk mencapai target yang kita buat. Ada hasrat besar untuk menjadikan departemen atau organisasi ini menjadi sesuatu yang bersinar. Ada sebuah mimpi dan cita - cita tinggi yang ingin kita wujudkan. Bukankah begitu?

Namun apa daya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Selalu ada aral, hambatan dan rintangan yang kerap kali muncul setiap saat. Sesuatu yang membuat kita menjadi tidak semangat, membuat kita marah, kecewa bahkan menitikkan air mata karenanya. Hey saya ga lagi nge lebay tapi inilah yang saya saksikan selama beberapa tahun terakhir bahkan hingga saat ini. Menyaksikan kumpulan orang - orang yang merasakan apa yang direncanakan ternyata tak sesuai dengan realisasinya. Ah, kadang perasaan itu bikin kita mau meledak ledak. Tak heran tak sedikit yang menangis di forum saat kekecewaan itu memuncak.

Tapi, tahukah kawan - kawan we never walk alone.

Saya pikir perasaan - perasaan merasa sendiri ini harus dihancurkan sesegera mungkin sebelum ia berhasil menghancurkan diri kita sendiri. Eitss jangan salah, di antara kita ada orang - orang yang menjadi saksi kehancuran itu. Di saat kekecewaan memuncak karena cenderung merasa berjuang sendiri lalu ditambah lagi dengan 'merasa' tak ada uluran tangan dari saudara yang lain, maka MUNDUR menjadi keputusan yang akut.

Oke sebelum perasaan itu menghancurkan dan membawa kita meninggalkan jamaah kita mari berpikir sejenak.

Sendiri itu hanya PERASAAN. Hanya sebuah rasa yang belum dipastikan kebenaran. Selama ini mungkin kita MERASA sendiri. Oh come on itu hanya rasa. Rasa, sesuatu yang memiliki arti yang berbeda untuk setiap orang. Hancurkan dan bangun sebuah akal sehat. Jawab pertanyaan - pertanyaan yang menyehatkan rasa.

Benarkah saya berjuang sendiri? Benarkah hanya saya yang hari ini berjuang di organisasi ini? Benarkah hanya saya yang memikirkan nasib organisasi ini? Benarkah hanya saya yang bertungkus lumus mengerjakan segala sesuatunya untuk keperluan kegiatan esok hari? Benarkah hanya saya yang berinfak paling banyak? Benarkah hanya saya yang ke sana kemari membangun jaringan demi organisasi ini? Benarkah hanya saya yang..........

Perjuangan memang butuh teman seperti Rasulullah SAW yang memiliki Abu Bakar ra. di sampingnya. Seperti Mush'ab bin Umair yang dipersaudarakan dengan Abdullah bin Ummi Maktum. Seperti Harun yang setia mendampingi Musa menghadapi Fir'aun. 

Tapi teman perjuangan tak harus selalu terlihat. Ia tak harus selalu berada di samping kita. Saat kita merasa sendiri dalam perjuangan ini, segeralah menyadari bahwa perjuangan kita belum ada apa - apanya. Apa yang kita lakukan hanya sesuatu yang kecil yang akan membuat kita malu untuk mengeluh dan berkata 'saya berjuang sendiri'.

Pikirkanlah bahwa di belahan bumi lainnya ada orang - orang yang juga sedang melakukan hal yang sama. Melakukan sesuatu dan terus bergerak untuk mewujudkan kemenangan Islam itu. Bukan hanya kita! Tantangan yang mereka hadapi lebih besar, lebih menakutkan. Bentrok yang mereka hadapi bukan hanya bentrokan ideologi tapi juga bentrokan fisik. SUdahkah tubuh kita terluka? Kita terlalu banci hanya karena hati kita yang terluka sedikit.

Berhentilah bersikap seolah - olah kita berjuang dan bekerja dalam dakwah ini sendirian. Buka cakrawala berpikir, bacalah kisah para pendahulu, bacalah kisah - kisah para pejuang niscaya engkau akan menitikkan air mata karenanya. Lapangkan dadamu menerima kondisi serba keterbatasan. Kondisi saudaramu yang mungkin hari ini masih terlalu dini untuk ikut berjuang bersamamu, kondisi mereka yang mungkin sedang berada di ambang kebingungan menentukan prioritas hidupnya. Kondisi mereka yang belum memahami hakikat dakwah yang telah kau pahami duluan.

Mungkin keyakinan kita masih belum kuat bahwa Allah sebenarnya telah menyediakan orang - orang yang siap untuk diajak bersama - sama. Mungkin kita yang kurang bersabar menemukan orang - orang tersebut.

Terkadang ketika merasa sendiri dalam perjuangan itu, berhati - hatilah, mungkin ada sebersit kesombongan dalam kalbu kita. Mungkin itu adalah bisikan para pendusta yang mengatakan bahwa 'saya sendiri'.

Jika saja saat itu Mursi merasa ia berjuang sendiri, telah lama ia menjual Mesir pada orang asing. Jika Erdogan merasa sendiri sudah lama ia menjadikan Turki teladan dalam dalam gerakan sekuler. Jika saat itu Rasulullah SAW merasa sendiri dalam perjuangannya setelah Abu Thalib dan istri tercinta dipanggil Allah, niscaya hari ini kita tak pernah mendengar Islam menjadi sebuah peradaban yang tinggi. Jika saja.... ah sudahlah

Tahu kenapa mereka seperti itu? Karena mereka punya Allah. Mereka meyakini dengan sepenuh jiwa dan raga bahwa Allah akan memberikan pertolongan. Mereka paham benar bahwa Allah tak akan pernah membuat para hambaNya kecewa.

Semoga bermanfaat!

Thursday, 8 May 2014

Jangan Nangis Lagi

google.com
Aaaaak meledak!!!

Hehehe kalo rapat emang suka begitu ya akhwat, termasuk aku sih xixixxiii

Semalam rapat Dauroh Quran di sekre, aku datang telat karena emang engga diundang aja sih. Sita Jumat ini mau berangkat ke Bekasi jadi aku diminta datang buat nanti gantiiin dia jadi MCR selama training. Okeh aja

Nah pas dateng rupanya rapat udah berlangsung alot hehehe kata Sita, panas nih kak. Kukira panas udaranya karena tempat akhwat emang panas banget. Ternyata suasana rapat juga panas. 

Ga tau gimana ceritanya pas giliran yang bicara dia meledak - ledak. Wiiihhh ngeri man. Daaaan akhirnya nangis :-) #pukpuk

Kayaknya sih berawal dari kata - kata Deni sama Wira yang setajam silet hehehe yaa biasalah namanya juga ikhwan. Dan biasa juga namanya kan akhwat. Intinya mempertanyakan kaderisasi aja sih. Karena doi ga tahan dan ngerasa dipojokin ya cuma bisa marah, sedih juga kali ya. 

Ngerasa udah kerja pontang panting ngurusin kaderisasi eh malah digituin. Sabar aja Dije xixixii semua masalah komunikasi yang gagal total hehehe benerin aja lagi

Kalo diinget -inget sih yaa wajar aja akhwat nangis. Aku juga pernah nangis loh sampe merajuk merajuk trus chattingan sampe ngeluarin kata - kata sampah. Hahahaha kalo inget itu ya lucu karena aku maki - makinya sama satu orang, tapi ga langsung ke orangnya. Biasanya chatting sama temen aku yang ikhwan gaje juga kayak aku ini hahaha

Nangis paling deres itu waktu rapat panitia DM2 di Batam. Beuuuhhh aku agak lupa sih kenapa harus nangis malam itu. Acaranya kan di Kanpora Batam. Setelah peserta bubar kami panitia rapat evaluasi sampe tengah malam -_-

Aku biasanya suka diem dulu kalo rapat ntar klo udah ga tahan ya baru ngomong trus kemarin itu sampe nangis. Habislah diejek sama Redha dan Kak Jamhur plus Dachroni n Kak Hendri. Ini orang mulutnya emang ga bisa ditahan terutama Redha. Aku kira ga akan ada yang lapor ke ketua kamda (Pak Noi) eeeeh di acara - acara berikutnya habis aku kena sindir "Kita sudah AB2, jangan cengeng!!!!" 

Berasa pengen masuk perut bumi -_____-

Tapi ya ga selamanya aku yang nangis atau dimarahin ada waktunya aku yang mencak - mencak hahaha rupanya ini diingat juga sama anak - anak itu. Cuma karena aku ini rada jadi akhwat yang ga jelas mereka cuma mesem mesem aja. Tapi kalo udah ketemu Kak Kimi, mereka diem hahahhaha

Ya sudahlah, namanya juga dinamika organisasi toh
Kalo ga begini ya ga ada yang bisa kita ceritain dan kita kenang. Lagian ini bahan pelajaran juga di dalam forum. 

Buat aku, semangat!!! Jangan nangis lagi ya :D :D :D

Friday, 2 May 2014

Manhaj Haraki, Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik Rasulullah

Akhir - akhir ini baca buku memang harus punya waktu khusus. Seperti kata Kak Ira Marby, nafsu beli buku kami lebih besar daripada nafsu untuk membacanya sampai tamat. Terbukti hingga hari ini hanya ada beberapa buku yang secara pribadi aku baca dari awal sampe akhir. 

Kalo buku - buku tipis ya wajar meski banyak juga yang belum kelar hahaha buku tebal yang baca sampe akhir tanpa ada satu huruf pun terlewat itu KAMMI dan Pergulatan Reformasi karangannya (lebih tepatnya tesisnya) Mahfudz Siddiq. Waah buku ini beneran bikin melek tentang sejarah KAMMI.

Beberapa hari belakangan aku baca Manhaj Haraki 1, belum pernah selesai baca karena kupikir membosankan karena tebal. Lagipula ini buku tentang strategi pergerakan dan perjuangan politiknya Rasulullah SAW, bagian dari Sirah Nabawiyah juga, cuma lebih fokus ke strategi gitu.

Ini salah satu buku yang masuk dalam deretan mantuba buat aktivis tarbiyah soalnya detil banget penjelasannya, lebih kontemporer. Pernah nih waktu kasusnya Ustadz Luthfi Hasan Ishaq ditangkap, eh rupanya ada di dalam buku ini. Kejadiannya persis sama.

Ketika menulis ini aku mencoba mencari lagi, tapi ga ketemu. Mungkin lupa judul atau di Manhaj Haraki 2, eh emangnya aku udah punya ya? Liat di rak buku kayaknya ga ada, dipinjemin ga mungkin. 

Jadi ditulis di dalamnya : 
Ada suatu saat para pimpinan ditangkap dengan tangan diborgol kemudian beritanya disebarkan ke seluruh penjuru negeri. Para wartawan sibuk mengambil gambar kemudian membuat berita tidak benar mengenai hal yang belum tentu kebenarannya.

Ini sungguh persis dengan apa yang dialami oleh Ustadz Luthfi. Insya Allah kalo ketemu halamannya aku share deh. 

Nah kata Akmal Sjafril nih, harusnya buku Manhaj Haraki jadi buku wajibnya seluruh aktivis dakwah, mulai dari tarbiyah, salafi, jamaah tabligh, hizbut tahrir dan lain sebagainya bahkan masyarakat umum juga perlu membacanya. Membaca daftar isinya membuatku berpikiran yang sama, tapi agaknya mustahil jika kader Hizbut Tahrir mengikuti apa yang ditulis di dalamnya karena ada bab tentang pembentukan pemerintahan Islam melalui pemilihan. Jika ini diartikan demokrasi lagi maka HT dan Tarbiyah tak akan pernah menemukan titik yang sama. Hewww

Oh ya buku ini ditulis oleh Syaikh Munir Muhammad al Ghadban yang sejak kecil dekat dengan Sirah Nabawiyah dan bercita - cita untuk menulis sirah di kemudian hari. Kabarnya beliau terinspirasi dari Petunjuk Jalan - nya Sayyid Quthb. 

Oleh karena itu semoga buku ini bisa aku selesaikan dari awal sampai akhir, memang bacanya harus nyicil. Sekarang baru di tahapan dakwah sirriyah dan menurutku ini keren banget. 

Ada poin tentang penugasan kader oleh qiyadah. Jadi ada kader - kader tertentu yang memang ditugaskan oleh qiyadah untuk masuk ke dalam garis masuk dan hal ini tentu ga sembarangan. Di Manhaj Haraki ditegaskan bahwa tugas tersebut dilaksanakan atas instruksi pimpinan, jadi kader ga boleh (istilahnya) mandai - mandai, kecuali dalam keadaan yang memang sangat darurat. 

Lalu tentang rumah Arqam ibnu Arqam yang rumahnya dijadikan sebagai markas pertemuan Rasulullah dengan para sahabat di awal dakwah. Kupikir itu bukan nama orang, tapi ini memang sebuah nama seorang pemuda yang berusia 16 tahun. Ada alasan mengapa Rasulullah menggunakan rumahnya sebagai tempat pertemuan. Salah satunya adalah karena orang - orang Quraisy tidak akan memperhitungkan rumahnya. Dia pemuda yang tak terkenal, sangat tidak diperhitungkan. Kafir Quraisy mengira Rasul akan menggunakan rumah sahabatnya yang punya nama di masyarakat. Wah, ini mainannya para intel ya :D 

Masih banyak yang aku baca, tapi tak untuk dituliskan dalam tulisan kali ini, semoga teman - teman juga berkesempatan membacanya. Eh langkah pertama harus punya dulu. Sisihkan gaji untuk beli buku - buku kaya ilmu yaa

Tuesday, 11 March 2014

Cerita DM2

Oke sedikit cerita pas pelatihan DM2 kemarin.
sumber : kammiptk.blogspot.com

Kami ngadain kegiatan di Desa Siantan, Teluk Bintan selama 4 hari. Kondisi tempat yang ketutup bukit bikin aku harus rela untuk ga main internet selama pelatihan.

Karena aku nya engga kerja ya stay aja d lokasi, males juga bolak balik. Bukannya dekat, sekitar 30 km-an dari pinang. Buang energi. Jadi yang bolak balik itu panitia yang kerja. Mereka hebat juga kan.

Nah dari 6 orang panitia cewek, 5 orang datengnya jam 5 sore dan pulang pagi nya. Otomatis aq aja yang di lokasi.

Jadi kalo udah pagi, jam 6 itu panitia yang mesti kerja udah pada berhamburan ke Tanjungpinang. Hahaha…
Di lokasi tinggal aku, Apriandi, Yasril and Dani di hari kedua. Parahnya jam 7 Apriandi ke Pinang disusul Yasril jam 9. Akhirnya cuma berdua Dani di lokasi plus 14 peserta

Panitia lain biasanya paling cepet datang itu jam 2 siang…

Keren juga si Dani ngurusin acara. Pas makan siang yaa dia sama peserta yang jemput konsumsi. Ga mungkin bareng aku kan.

Hari ketiga jelang jam 9 pagi panitia masih tersisa aku, Dani, Yasril n Ivan. Kalo ga salah ada Apriandi juga.

Kami cuma bisa ngikik liatin peserta dihukum habis - habisan sama Ivan di depan gedung. Uh, panas loh. Mesti bending ama push up. Peserta laki malah disuruh jalan kodok. Ckckckck kasian betul si Alek mesti ditopang ganti - gantian biar tetap bisa jalan. Aku yakin Ivan udah ngikik aja tuh, kayak kami yang liat kejadiannya dari dalam gedung.

Inget DM2 aku dulu

Itu panitianya lebih super lagi. Cuma Dachroni sama Kak Erwandi kalo ga salah yang stand by nya full. Dacho deh paling full. Akhwatnya cuma Kak Iin n Endri, nongol pas jadwal makan hahaha keren banget ini orang.
Kadang - kadang Kak Jamhur, Redha n Ramli dateng. Pak Noi dateng sekali - kali aja, namanya juga MoT, dateng cuma buat marah - marah atawa kasih motivasi. Hahaha

Yang asik itu pas jadi panitia di DM2 Batam tahun 2010. Ahaha thanks banget lah buat Dacho yang udah kasih banyak ‘kue’. Mulai dari jadi tukang foto, menghubungi pemateri sampe ngurusin konsumsi. Ahaii kalo konsumsi sih ada Tikha sama Mutia yang udah berjasa banget bantuin nyuci talam - talam dan barang lainnya.

Menghubungi pemateri itu beneran seru
Dari awalnya ga kenal akhirnya sekarang kenal sama beliau - beliau yang keren itu. Inget Pak Sukaryo, kirain udah tua eh pas nongol sumpah keren banget!!!
Pas pulang bareng Pak Afrizal, aku nya mau nyuri foto beliau bareng Pak Sukaryo dari lantai dua. Eh malah ketahuan hahahha tengsin juga tapi langsung tereak “Pak, liat ke sini. Saya mau ambil fotonya” hahahaha kapan lagi ngambil foto orang muda keren

Nah seru juga sama Pak Amin Sudarsono dari KAMMI Pusat yang waktu itu dateng bareng istri. Ramah sekaleeee dengan logat jawanya itu. Eh pas ketemu di Mukernas 2012 dia nya masih inget hehehe

Oh ya, sedikit tips dari Dacho buat aku waktu diminta untuk hubungi ustadz - ustadz Batam itu. Telpon atau SMS nya habis Subuh aja. Pas dicoba eh bener, cepet banget responnya heehhe gumawo chingu :D

Dan di akhir DM2 Batam, cuma satu kata yang aku inget “Banci, antum semua!!!” Rasanya mau pingsan, kayaknya teriaknya di telinga pake toa. Eh Redha sama Kak Jamhur malah cuma ngikik di seberang -_-

Pas DM2 Januari 2011 di Tanjungpinang, akhwatnya emang disuruh agak over. Soalnya entah pasal apa semua ikhwan AB2 AB3 pada sakit ckckckck

Dacho, Redha, Ivan n Kak Ramli, kak Jams juga kayaknya dan yang lainnya. Akhirnya yang jadi MCR pada akhwat kayak aku sama Kak Tari. Kali ini konsumsi udah diurus Kak Pura

Beberapa dari mereka emang dateng ke lokasi, tapi ya gitu dengan muka demam hahaha kasian. Padahal waktu itu bukan habis mukhayyam. Cuaca kali ya, kan bulan Januari.

Mereka full di malam terakhir, kan ada syuro kelulusan peserta. Hahaha syuro yang lucu saking menegangkan dan berseberangannya pendapat ikhwan n akhwat.

Waduh jadi panjang juga nih. Padahal tadi cuma mau nulis dikit aja. Mau ngenang masa - masa pas jadi panitia DM2 hehehe kenangan itu ga boleh hilang karna bisa guna pas nanti ada di titik futur

DM2 kali ini penutupannya gilee, pake api unggun di atas bukit sampe tengah malam. Keren!!!

Sebenarnya mau long march, tapi karna besok itu ada seminar ya ga jadi. Rencananya itu malam mau jurit, yang cewek ke kuburan dekat mesjid Siantan, udah atur teknisnya.

Eeeh mungkin Allah ga kasih izin kali ya, akunya juga ngantuk n males akhirnya kami semua ketiduran dan bangun jam 4.30

Kami cuma bisa senyum - senyum karna awalnya dibilang jurit itu SO alias silent
operation. Eh malah silent beneran alias tidur :D

Well well entah masih bisa jadi panitia entah tidak di DM2 berikutnya karena berhubung pelatihan itu kadang cuma diadain dua sampe tiga tahun sekali.

Wednesday, 18 September 2013

Pameran Partai Politik

Masih kepikiran tentang pameran partai politik di Pamedan. 

Ini bukan kegiatan saya sebagai caleg, sebenarnya lebih mengarah bagaimana jika mahasiswa mengadakan hal tersebut bekerjasama dengan KPU dan Pemerintah Daerah.

Beberapa waktu lalu Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuat pameran dan pertunjukan kesenian budaya Melayu. Kegiatan ini tentunya untuk memenuhi salah satu kriteria dalam kepariwisataan yaitu adanya event atau kegiatan - kegiatan yang bisa menjadi daya tarik turis dalam mengunjungi Tanjungpinang, dan Kepri pada umumnya. 

Kegiatan ini bisa jadi dikatakan sukses menarik para pengunjung sehingga selama seminggu lapangan Pamedan dipenuhi oleh masyarakat Kota Tanjungpinang. Ada yang sekedar berkeliling karena ingin tahu, ada pula yang ingin belanja dan lain sebagainya. Hasilnya hal ini dimanfaatkan oleh para pedagang untuk membuka lapak mereka untuk berjualan. Jadilah selama seminggu pamedan dipenuhi oleh masyarakat Kota Tanjungpinang. 

Nah menjelang Pemilu 2014 tidak ada salahnya kalo kita juga buat pameran dengan konsep yang hampir sama. Hanya saja mungkin ini belum punya hitung - hitungan untung secara ekonomi, tergantung jika ada yang punya kemasan berbeda. 

Bagi saya, jika KPU dan pemerintah berkenan untuk melaksanakan hal ini tentu akan sangat terbantu dalam rangka mensosialisasikan partai politik beserta caleg yang mereka usung dalam Pemilu 2014 mendatang. 

Dalam bayangan saya masing - masing parpol mendirikan stannya yang didekor sedimikian rupa untuk menarik para pengunjung singgah. Di stan - stan itu pula parpol mengenalkan kepada masyarakat mengenai dirinya, baik tentang sejarah, struktur kepengurusan, tokoh - tokoh parpol, ide dan hasil karya nyata parpol, caleg hingga kegiatan - kegiatan yang telah dilakukan oleh parpol. 

Tak hanya itu, pameran ini bisa jadi kesempatan bagi partai politik untuk melakukan rekrutmen anggota baru yang diwujudkan dalam pembagian KTA, misalnya. Atau dalam cara lain yang menjadi sarana rekrutmen bagi masing - masing parpol. 

Di samping memperkenalkan partai politik kepada masyarakat, pameran juga dapat dijadikan ajang penyerapan aspirasi masyarakat. Melalui kotak - kotak aspirasi, masyarakat bisa menyampaikan secara langsung, baik tulisan maupun tulisan keluhan, kritik dan sarannya kepada partai politik. Juga masyarakat bisa menggunakan kesempatan ini untuk bertemu langsung dengan wakil mereka (anggota dewan) yang dulunya telah mereka pilih. Mungkin dalam jangka waktu selama ini rakyat kesulitan untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung, maka pameran ini memberikan kesempatan. 

Selain hal yang saya sebutkan di atas, pameran partai politik diharapkan bisa mengurangi jumlah golongan putih alias golput. Ada banyak alasan masyarakat memilih untuk golput. Tingginya rasa ketidakpercayaan pada parpol menjadi salah satu alasan masyarakat menjadi golput. Bisa jadi hal tersebut terjadi karena masyarakat belum terlalu mengenal partai politik yang ada. Mulai dari ideologi yang mereka bawa, tujuan partai politik, dan kader - kadernya. 

Masyarakat mengenal partai politik hari ini kebanyakan dari pemberitaan di media di mana di sana lebih banyak pemberitaan mengenai kasus - kasus yang menjerat kader parpol sehingga pencitraan yang terbangun adalah parpol yang hanya bisa melahirkan kader - kader bermental korupsi. 

Berangkat dari tujuan di atas ada harapan bahwa suatu hari nanti pameran partai politik ini akan terlaksana. Jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi mungkin kegiatan ini tidak mendatangkan keuntungan apa - apa karena yang dijual oleh partai politik dalam pameran tersebut adalah ide - ide mereka. Atau pemikiran saya ini masih kurang dalam silahkan jika teman - teman punya sudut pandang lain :)

Memang kegiatan ini bisa jadi ajang kampanye untuk partai politik menuju Pemilu 2014 oleh karena itu untuk dana yang digunakan pun bisa berasal dari infak alias iuran faksa dari masing - masing partai politik ditambah dana sosialisasi dari KPU. Saya sedang berusaha memahami tentang pendanaan di KPU tapi tentunya dengan kekuatan finansial yang dimiliki partai politik, kegiatan ini tentu tak akan mengalami kesulitan dalam hal pendanaan :) *ketimbang dananya dipakai untuk lakukan serangan fajar atau buat money politic :D

Mungkin cukup sekian, saya yakin bahwa teman - teman punya pemikiran yang berbeda karena itulah indahnya menjadi manusia. Maaf kiranya jika tulisan ini menggambarkan dangkalnya cara saya berpikir 

Teringat sebuah status dari Professor : 

lapangan pamedan a yani dulu dan kini//
dulu tempat kanak2 bermain bola kaki//
budak sekolah lari pagi seminggu sekali//
kini tempat kampanye dan pentas seni//
dari bazar hingga arena promosi//
shalat aidil fitri dan adha setahun sekali//
tempat banyak masyarakat mengais rezeki//
dari tukang parkir musiman hingga banci//

Thursday, 22 August 2013

Benarkah Kita Kader Dakwah?

BENARKAH KITA KADER DAKWAH?
Oleh: Cahyadi Takariawan

***

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki keikhlasan yang tinggi. Ikhlas artinya bekerja hanya untuk Allah semata, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sangat banyak godaan di sepanjang perjalanan dakwah, baik berupa harta, kekuasaan dan godaan syahwat terhadap pasangan jenis. Hanya keikhlasan yang akan membuat para kader bisa bersikap dengan tepat menghadapi segala bentuk godaan dan dinamika dakwah. Sangat banyak peristiwa di sepanjang perjalanan dakwah yang menggoda para kader untuk meninggalkan jalan perjuangan. Ikhlas adalah penjaga keberlanjutan dakwah.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam dakwah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal sporadis, spontan dan tanpa perencanaan. Sejak dari perbaikan diri dan keluarga, hingga upaya perbaikan masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam dakwah memiliki tahapan yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader dakwah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader dakwah selalu mengikuti perkembangan mihwar dalam dakwah, karena itulah amal yang harus dilalui untuk meretas peradaban.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki etos jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi dakwah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan membersamai dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader dakwah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan produktivitas yang paripurna, di lahan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktivitas dakwah.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Dakwah tidak mungkin akan bisa dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, fasilitas, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktivitas dijalani sejak berpagi-pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan kontribusi harta pada kondisi diri yang belum mapan dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa jeda, itulah ciri kader dakwah yang setia.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam dakwah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada pondasi manhaj adalah bagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan dakwah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan dakwah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan dakwah, karena perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tantangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis dakwah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam keberlimpahan harta dunia. Ada yang tegar saat dakwah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di pucuk kekuasaan. Kader dakwah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivitasnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi dakwah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader dakwah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Karena dakwah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki solidaritas, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda dakwah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan dakwah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader dakwah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbagi dan saling mencukupi. Kader dakwah tidak mengobarkan dendam, iri dan benci. Kader dakwah selalu membawa cinta, dan menyuburkan dakwah dengan sentuhan cinta.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertandingi. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tantangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan prima antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader dakwah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader dakwah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah dakwah yang telah dijalaninya.

Jadi, benarkah kita kader dakwah?

Saturday, 13 July 2013

Kestari untuk Negeri

www.dian4nggaraeni.wordpress.com
Biro Kesekretariatan atau yang biasa disingkat sebagai Kestari merupakan salah satu biro yang berada di bawah Sekretaris Umum dalam suatu organisasi. Biro Kestari membantu tugas - tugas sekretaris umum, terutama yang berkaitan dengan administrasi meliputi surat menyurat, pengelolaan sekretariat, arsip hingga atribut organisasi.

Dari beberapa bidang yang pernah diamanahkan selama berada di KAMMI Kepri, biro inilah yang paling lama saya geluti. Karena itu tak ada salahnya berbagi semoga bermanfaat bagi yang lain dan generasi kestari berikutnya di seluruh Indonesia, terutama Kepulauan Riau

Maret 2011, ketika diminta untuk menjadi sekretaris umum maka yang saya bayangkan ketika itu adalah bagaimana membantu ketua terpilih dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam hal penyuratan. Rupanya persepsi yang demikian berbeda dari apa yang ada tertulis di panduan kerja. Hehehe....

Ketika itu sebenarnya sudah ada kestari yang siap membantu, hanya saja malu kalau sekumnya belum menguasai perihal surat menyurat yang merupakan salah satu hal yang sangat penting.

Tak menunggu waktu lama, sekretaris yang lama pun saya kejar dan tanyai macam - macam tentang hal - hal yang tak dimengerti, serta meminta file serta berkas terdahulu. Apalagi ketua baru sudah menyuruh ini itu dan bekerja secepat mungkin, dimulai dari pembuatan surat pengajuan penerbitan SK dari pusat.

Selama beberapa waktu saya habiskan waktu di depan laptop untuk membaca secara detil tentang bagaimana cara menulis surat sesuai dengan panduan kestari KAMMI. Beruntung saya berada di organisasi mahasiswa yang rapi yang bahkan untuk hal kesekretariatan pun memiliki buku panduannya :)

Ibarat undang - undang, buku panduan yang saya maksudkan tidak sama dari satu kepengurusan ke kepengurusan yang lainnya. Ada revisi yang dilakukan oleh pengurus pusat untuk tertib administrasi. Di awal saya sudah begitu getol memahami panduan lama hingga isinya per halaman. Tiba - tiba saat mukernas ada panduan kestari baru yang mengubah hampir seluruh bagian surat. Mulai dari kop surat hingga font yang digunakan. Kesal? Pasti. Nambah kerjaan karena harus belajar lagi dari awal :3

Belajar pun dimulai. Buku panduan baru itu saya baca habis tak terlewatkan titik sehingga ditemukanlah beberapa perbedaan. Setelah itu surat selanjutnya menggunakan format baru yang dibuat dalam file baru pula. Ini perlu untuk memudahkan penjelasan kronologis perubahan di masa yang akan datang.

Dengan berbekal salah satu visi kepengurusan 2011 - 2013, "Mewujudkan organisasi kemasyarakatan yang memiliki sistem administrasi dan manajerial terbaik di Kepri" maka kami mencoba mengelola semampunya.

Mari berbicara sedikit tentang surat. Bercermin pada beberapa kasus, saya pikir surat menjadi bagian penting. Tanpa surat yang jelas kadang sebuah aksi bisa dibatalkan dan dibubarkan oleh polisi. Tanpa surat yang jelas bisa jadi pembicara tak bersedia hadir untuk mengisi seminar. Dan masih banyak kasus lainnya.

Awalnya mempelajari surat di KAMMI agak beribet karena begitu banyak aturan, terutama di hal penomoran. Rasanya saya belum pernah menemukan penomoran surat yang begitu panjang di KAMMI. Namun di sinilah letak kerapiannya dan ketelitian para kestari.

Sebagai contoh, surat yang pernah saya buat dengan nomor 001/PH/D/KU.e/11.PD-3/KAMMI/2012. Secara kata - kata surat ini dapat diartikan dengan surat permohonan 001 yang ditujukan kepada pihak di luar KAMMI yang tidak termasuk dalam organisasi kepemudaan oleh ketua umum PD KAMMI Kepri di tahun 2012. Sederhana namun kadang akan sulit dimengerti bagi yang baru pertama kali membuatnya.

Yang saya amati selama masa kepengurusan adalah masih sedikit yang memahami tentang penomoran surat yang benar. Jangankan penomoran, kadang kop surat bisa tertukar.

Kop surat menunjukkan KAMMI mana yang mengeluarkan surat tersebut, apakah daerah atau komisariat. Semua telah dengan jelas tertulis dalam buku panduan. Begitu pula penomoran.

Nomor 001/PH/D/KU.e/11.PD-3/KAMMI/2012 terdiri dari beberapa bagian.

- 001 menunjukkan surat ke-1 yang dikeluarkan. Nomor surat berfungsi untuk mengetahui jumlah surat yang telah dikeluarkan organisasi selama satu tahun. Nomor surat akan kembali ke 001 saat pergantian tahun. Dengan demikian, dapat diketahui, misalnya, bahwa tahun 2012 KAMMI Kepri telah mengeluarkan 100 surat permohonan yang ditujukan ke berbagai pihak.

- PH menunjukkan jenis surat yang berarti permohonan. Di buku panduan terdapat daftar jenis surat beserta kode yang diberikan. Permohonan disingkat PH, undangan disingkat U, mandat disingkat M dan seterusnya. Ini memudahkan penerima surat membaca pesan yang disampaikan oleh KAMMI.
Jenis surat akan mempengaruhi penomoran surat. Kestari harus memisahkan penomoran surat permohonan, pemberitahuan, mandat dan surat yang lainnya.

Hal ini untuk memudahkan perarsipan surat. Misalnya untuk mengetahui jumlah surat permohonan yang telah dikeluarkan selama tahun 2012.

- D merupakan tujuan surat yang berarti ditujukan untuk pihak lain di luar KAMMI yang tidak termasuk organisasi kepemudaan. Biasanya kode ini dipakai jika surat ditujukan pada instansi pemerintahan, kabag dan lain - lain. Kode tujuan tidak mempengaruhi penomoran surat.

- KU.e adalah kode yang berarti surat tersebut dikeluarkan oleh ketua umum untuk pihak eksternal. Setiap departemen, biro dan kepanitiaan bisa mengeluarkan surat yang diketahui oleh ketua umum. Sebagai contoh jika surat dikeluarkan oleh departemen kajian strategis, maka kode KU.e akan berubah menjadi DKS begitu seterusnya. Surat yang dikeluarkan oleh ketua umum hanya ditandatangani oleh ketua dan sekretaris umum. Sementara jika departemen, biro atau kepanitiaan, surat harus ditandatangani oleh ketua dan sekretaris departemen/biro/panitia dengan diketahui oleh ketua umum

- 11.PD-3 adalah kode wilayah yang berarti surat tersebut dikeluarkan oleh KAMMI Daerah Kepri. Di panduan kestari KAMMI hal 44 - 46 telah dibuatkan daftar untuk kode wilayah dan daerah masing - masing. Untuk komisariat dapat menambahkan kode komisariat sebelum kode daerah/wilayah. Contoh 001/PH/D/KU.e/K-TPI/11.PD-3/KAMMI/2012

- KAMMI dan 2012 menunjukkan bahwa surat dikeluarkan oleh KAMMI di tahun 2012

Cara pengarsipan pun harus tiap surat agar memudahkan kestari dalam menyusun laporan pertanggungjawaban di akhir kepengurusan. Oleh karena itu, berbagai map pun dibutuhkan.

Tak Hanya tentang Surat

Berada di Kestari, memang tak hanya mengurusi tentang surat. Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh, silahkan membaca buku panduan yang telah ada.

Pernah dalam satu waktu saya meminta para kestari yang ada di komisariat untuk membaca buku panduan yang telah disebarkan di grup - grup pengurus. Jika ada yang kurang dimengerti, silahkan bertanya. Ada beberapa yang protes memang, kenapa harus disuruh membaca, bukankah lebih baik saya menjelaskan langsung inti dari buku tersebut.

Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan mengapa harus membaca buku tersebut. Pertama, saya ingin mereka menyadari bahwa mereka sedang berada di dalam sebuah organisasi mahasiswa jempolan. KAMMI yang tersebar hampir di kampus - kampus seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta adalah organisasi yang memiliki jaringan luas.

Organisasi ini memiliki akar yang kuat dan sistem organisasi yang mantap. Setiap konsep gerakan memiliki blue print dan terarsipkan dengan baik dan rapi. Dua bidangnya, setahu saya, yaitu kaderisasi dan kestari memiliki buku panduan yang telah disusun sedemikian rupa oleh tim.

Buku panduan disusun untuk dibaca agar pemahaman yang menyebar ke kader - kader sama. Sepertinya tim menyadari bahwa ada banyak hal yang harus disampaikan mengenai biro kestari, oleh karna itu menyusunnya dalam sebuah buku panduan untuk dibaca.

Kedua, ada semangat untuk me-G30M-kan para kader. Gerakan 30 menit membaca, menulis dan berdiskusi yang pernah saya baca di salah satu blog pengurus kaderisasi pusat adalah tradisi yang harus dibangun. Sebagai kader KAMMI, kita tak hanya mendengar dan menyampaikan, tapi juga melakukan tiga hal di atas. Mengutip Felix Siauw di facebooknya bahwa "membaca untuk menulis, mendengar untuk menyampaikan".

Karena itu, bacalah. Karena kestari tak hanya soal surat menyurat :)

Dari hal yang sepele ini, saya yakin bahwa ada banyak kestari seluruh Indonesia yang memiliki persembahannya untuk negeri. Belajar dari hal yang kecil untuk mewujudkan sesuatu yang besar.

Seperti yang tertera dalam visi, bukan hanya sekedar visi. Menjadikan KAMMI sebagai organisasi yang memiliki sistem administrasi dan manajerial terbaik di Kepri bukanlah hal main - main. Tapi KAMMI telah memulai langkah itu dengan diawali adanya buku panduan yang telah disusun oleh pusat.

Saya pikir belum ada organisasi kemasyarakatan/kepemudaan/mahasiswa yang memiliki tertib administrasi seperti di KAMMI. Entahlah barangkali ada yang punya pendapat lain. Organisasi yang bahkan mengatur hingga ke model atribut, tempat cap dan tanda tangan hingga hal kecil lainnya.

Salah satu keuntungan berada di biro ini adalah biro ini mengajarkan kemampuan untuk mengolah bahasa. Sebuah kemampuan yang sulit untuk dipelajari. Surat yang kita keluarkan adalah representasi organisasi, dari surat pula masyarakat bisa menilai kelas sebuah organisasi. Oleh sebab itulah, seorang kestari harus mampu membahasakan keinginan organisasi dan tujuan melalui tulisan yang singkat, tepat dan padat.

Saya sebagai penulis bukanlah kestari yang hebat. Ada banyak kekurangan dan kendala yang menghambat selama dua tahun terakhir. Masih ada file yang tak rapi (terutama arsip dan sekre) masih ada surat yang tercecer, masih ada program yang belum terlaksana. Dan tulisan ini juga bukan tulisan sempurna dan kemungkinan masih bisa direvisi.

Semoga dari sini lahir para muslim negarawan yang siap untuk membangun negeri dari setiap lini.

Sekian, semoga bermanfaat

*Kestari >> Kesehariannya Tampil Rapi
** Bekal di dunia nyata tentang kearsipan
*** Thanks to Redha, Kak Dachroni, Kak Ramli dan Novica yang telah banyak membantu dan menginspirasi

Note : Silahkan berkunjung ke blog www.dian4nggraeni.wordpress.com

Friday, 31 May 2013

Kultwit Tolak Kenaikan Harga BBM

nyanteng dari www.warkopmbahlalar.com
Baca postingan di http://kemenkeu.go.id  itu kok miris banget ya, tentang pro kontra harga bbm. Entah deh siapa yg nulis, lebih sadis dari saw (film thriller yang menggambarkan kesadisan pembunuhan)

Gol pertama pasti dong jajaran pmerintah beserta pejabat2nya, bahkan kadin juga. Eh kadin d tanjungpinang gmana y? Setuju juga?

Alasannya buat ngamanin apbn, klo ga dinaikin apbn bisa badai, imbasnya k gaji para pejabat. Klo gini, jelas dong knapa mreka setuju. Ckckck

Okeh, masalah gaji. Manusiawi ga sih? Dari satu sisi iya, tapi bener2 melukai hati masyarakat yg bahkan ga punya gaji jutaan hiks

Trus alasan apa lagi? Ehm mnurut yg nulis nh, bbm mesti naik untuk ngikutin kenaikan harga minyak dunia. Aduuh ikut2an ndak g punya pndirian

Ampun dijeeee, Indonsia, dari anak abege sampai pejabat tinggi; ada suka ikut2an. Harga dunia naik, eeh dia ikutan naik. Rakyat mekik!!

Apalagi? Bbm dinaikin tris rakyat dikasih BLSM? Ou em jiii rakyat dihargain segitu?? Balikin tuh duit century, blbi n hambalang * eh

Naikin harga bbm?? Duh emang pemasukan indonesia cm dri sana yah? Itu pajak pada kmana? Pada ga bayar kaaaaan, hayo ngaku

Orang kaya yg ga bayar pajak tagihin dong. Jangan dibiarin. Keluarin juga zakatnya berkah. *nyari data pajak eh udh kena ambil sama mafia nya

Duit pajak bocor k mana2, ke gayus daaaan mafia lainnya, serem nih. Pake no drop juga kagak mempan. Yg pnting bbm naik, apbn aman, gaji jaln

Naaaaah itu baru golongan pertama, yang ngedukung kenaikan harga bbm. Gol kedua adlah yg nolak, didominasi olh dpr mhsiswa buruh dll

Gol yg kdua ini udh demo dmana2, udh zaman baheula. Trakhir ngikutin demo thun 2012, dri buruh, mahasiswa smpe tkang ojek turun k jalan

Alasannya sderhana, ga pke data yg ribet namun jelas fakta d lapangannya. Naiknya harga bbm akan mmpengaruhi khidpan sosial n ekonomi mreka

Ya jelas ding, bbm itu salah satu kbutuhan utama. Naik dikit aja bisa merubah seluruh kehidupan. Yg tdinya naik angkot jd lbh milih jln kaki

Yang ibu2 biasanya masak nasi sehari sekilo jadi dikurangin, eh masalah perut ga bsa main2, bawang naik aja hboh apalgi bbm

Yang jelas, klo sampe itu bbm naik, biaya hidup jga naik. Biaya operasional prusahaan2 juga naik. Nah imbasnya apa? Pengangguran n kmiskinan

Yang punya usaha kecil2an hrus ngurangin kuantitasnya namun dijual dg harga yg sama atau dinaikin jga. Lah yang beli ga puas

Dan momen yg diambil utk menaikkan harga bbm adlh mndekati tahun ajaran baru dan bulan Ramadhan. Kebayangkan kbutuhan cetarnya?

Ada juga alasan politis, naikin harga bbm dg BLSM itu motif kampanye terselubung menuju pemilu 2014. Biar dipercaya lagi y? Eaaaa bahas kpn2

Gol ketiga, gol yg abstain. Nolak engga setuju engga, ga jelas. Apa pun kputusannya ikut aja

azizahnazi ‏@azizahnazi 15h
Sebenarnya mereka berharap agar bbm ga naik, cm ga nolak juga. Ga naik syukur, klo naik ya apa boleh buat. Ckkckckck males bahasnya xixixi

Di akhir tulisan d http://kemenkeu.go.id  itu ditulis ttg peran media. Slama ini media cm mengekspos mreka2 yg kontra dg kenaikan bbm

Smentara yg pro dg kenaikan itu eksposnya kurng sehingga dmana2 pmbritaannya demo melulu. Ngarep diekspos y hehehe

Sedih gitu y baca begituan d situs pemrintah. Pengn nonjok ga elegan banget, dikatain preman pula. Cc. Preman berdasi