Showing posts with label RESENSI. Show all posts
Showing posts with label RESENSI. Show all posts

Tuesday, 9 December 2014

Harry Potter and the Prisoner of Azkaban

Demi menumbuhkan semangat baca kembali aku mulai dari awal. Terasa banget beberapa tahun belakangan, passion untuk baca buku menurun. Semangat untuk beli sih masih, selagi dapat duit hal pertama yang aku pikirkan adalah beli buku baru, walopun kondisi keuangan lagi sempit banget.

Kulihat deretan buku di lemari, di kamar, di meja Uma dan di meja depan. Waktu Usup pulang kemarin dia juga bawain beberapa buku baru. Hfft... Kebanyakan buku Usup adalah tentang ikhwanul muslimin dan tentang pergerakan lainnya. Aku ga sanggup buat baca yang begituan untuk saat ini.

Kuputuskan mulai dari nol, dari Harry Potter hehehe....

Thursday, 4 December 2014

Alasan Michael H. Hart Menomorsatukan Muhammad SAW

Dikutip dari Wikipedia, Michael H. Hart yang lahir pada 28 April 1932 adalah penulis buku 100 orang yang paling berpengaruh dalam sejarah. Ia telah bekerja pada NASA dan guru besar astronomi dan fisika perguruan tinggi di Maryland, Amerika Serikat. Ia sarjana fisika, astronomi, hukum, dan pengarang buku 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah yang telah diterjemahkan dalam sejumlah bahasa di dunia.

Dalam bukunya yang berjudul Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah, Michael Hart meletakkan Muhammad SAW di urutan pertama.

Monday, 3 November 2014

Madu dan Kurma

Dua makanan ini adalah makanan yang paling dianjurkan sama Rasulullah SAW. Sayangnya kita, terutama saya pribadi sangat jarang mengkonsumsi hal beginian. 

Dalam buku Inilah Makanan Rasulullah dijelaskan secara gamblang manfaat kurma dan madu bagi kesehatan. Saya ga akan mengupas seluruhnya, hanya mencatat sebagian hal yang saya ingat. 

Terutama saat kita sakit, kita lebih milih berobat ke dokter atau puskesmas atau sekedar minum paracetamol. Padahal mengkonsumsi madu sudah lebih dari cukup. Bahkan madu bisa digunakan untuk mata yang sakit karena radang. Cukup diteteskan ke mata selama tiga hari berturut - turut dalam seminggu. 

Wah saya jadi ingat anak sepupu dan bayi bayi lain yang setiap kali sakit dibawa orang tuanya ke dokter. Paahal ketika anak - anak dibawa berobat ke dokter menurut para inspirator saya (aha!) hal itu malah akan bikin ketergantungan sehingga setiap sakit harus bertemu dokter tersebut. Nah repot kan ya. 

Saya ingat anak guru yang saat itu panas tinggi. Ketika itu ia minta saya untuk membelikan madu di toko yang di Bintan Center. Harganya sekitar 80.000. Rupanya anak sakit cukup diberi madu, insya Allah sembuh karena madu adalah obat selain Al Quran. 

Sepertinya saya harus memrekomendasikan hal ini pada sepupu - sepupu agar tak lagi membawa anak mereka ke dokter. Mengkonsumsi madu secara rutin juga bikin anak itu sehat kan. 

Trus soal kurma. Rasulullah menganjurkan untuk makan kurma bagi wanita yang akan melahirkan karena buah ini akan menguatkan otot dan membantu sang ibu dalam proses lahiran. Waaaah.... muantap inih. 


Friday, 2 May 2014

Manhaj Haraki, Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik Rasulullah

Akhir - akhir ini baca buku memang harus punya waktu khusus. Seperti kata Kak Ira Marby, nafsu beli buku kami lebih besar daripada nafsu untuk membacanya sampai tamat. Terbukti hingga hari ini hanya ada beberapa buku yang secara pribadi aku baca dari awal sampe akhir. 

Kalo buku - buku tipis ya wajar meski banyak juga yang belum kelar hahaha buku tebal yang baca sampe akhir tanpa ada satu huruf pun terlewat itu KAMMI dan Pergulatan Reformasi karangannya (lebih tepatnya tesisnya) Mahfudz Siddiq. Waah buku ini beneran bikin melek tentang sejarah KAMMI.

Beberapa hari belakangan aku baca Manhaj Haraki 1, belum pernah selesai baca karena kupikir membosankan karena tebal. Lagipula ini buku tentang strategi pergerakan dan perjuangan politiknya Rasulullah SAW, bagian dari Sirah Nabawiyah juga, cuma lebih fokus ke strategi gitu.

Ini salah satu buku yang masuk dalam deretan mantuba buat aktivis tarbiyah soalnya detil banget penjelasannya, lebih kontemporer. Pernah nih waktu kasusnya Ustadz Luthfi Hasan Ishaq ditangkap, eh rupanya ada di dalam buku ini. Kejadiannya persis sama.

Ketika menulis ini aku mencoba mencari lagi, tapi ga ketemu. Mungkin lupa judul atau di Manhaj Haraki 2, eh emangnya aku udah punya ya? Liat di rak buku kayaknya ga ada, dipinjemin ga mungkin. 

Jadi ditulis di dalamnya : 
Ada suatu saat para pimpinan ditangkap dengan tangan diborgol kemudian beritanya disebarkan ke seluruh penjuru negeri. Para wartawan sibuk mengambil gambar kemudian membuat berita tidak benar mengenai hal yang belum tentu kebenarannya.

Ini sungguh persis dengan apa yang dialami oleh Ustadz Luthfi. Insya Allah kalo ketemu halamannya aku share deh. 

Nah kata Akmal Sjafril nih, harusnya buku Manhaj Haraki jadi buku wajibnya seluruh aktivis dakwah, mulai dari tarbiyah, salafi, jamaah tabligh, hizbut tahrir dan lain sebagainya bahkan masyarakat umum juga perlu membacanya. Membaca daftar isinya membuatku berpikiran yang sama, tapi agaknya mustahil jika kader Hizbut Tahrir mengikuti apa yang ditulis di dalamnya karena ada bab tentang pembentukan pemerintahan Islam melalui pemilihan. Jika ini diartikan demokrasi lagi maka HT dan Tarbiyah tak akan pernah menemukan titik yang sama. Hewww

Oh ya buku ini ditulis oleh Syaikh Munir Muhammad al Ghadban yang sejak kecil dekat dengan Sirah Nabawiyah dan bercita - cita untuk menulis sirah di kemudian hari. Kabarnya beliau terinspirasi dari Petunjuk Jalan - nya Sayyid Quthb. 

Oleh karena itu semoga buku ini bisa aku selesaikan dari awal sampai akhir, memang bacanya harus nyicil. Sekarang baru di tahapan dakwah sirriyah dan menurutku ini keren banget. 

Ada poin tentang penugasan kader oleh qiyadah. Jadi ada kader - kader tertentu yang memang ditugaskan oleh qiyadah untuk masuk ke dalam garis masuk dan hal ini tentu ga sembarangan. Di Manhaj Haraki ditegaskan bahwa tugas tersebut dilaksanakan atas instruksi pimpinan, jadi kader ga boleh (istilahnya) mandai - mandai, kecuali dalam keadaan yang memang sangat darurat. 

Lalu tentang rumah Arqam ibnu Arqam yang rumahnya dijadikan sebagai markas pertemuan Rasulullah dengan para sahabat di awal dakwah. Kupikir itu bukan nama orang, tapi ini memang sebuah nama seorang pemuda yang berusia 16 tahun. Ada alasan mengapa Rasulullah menggunakan rumahnya sebagai tempat pertemuan. Salah satunya adalah karena orang - orang Quraisy tidak akan memperhitungkan rumahnya. Dia pemuda yang tak terkenal, sangat tidak diperhitungkan. Kafir Quraisy mengira Rasul akan menggunakan rumah sahabatnya yang punya nama di masyarakat. Wah, ini mainannya para intel ya :D 

Masih banyak yang aku baca, tapi tak untuk dituliskan dalam tulisan kali ini, semoga teman - teman juga berkesempatan membacanya. Eh langkah pertama harus punya dulu. Sisihkan gaji untuk beli buku - buku kaya ilmu yaa

Friday, 22 November 2013

Plantar Apaan Sih?

Anak gadis memakai kebaya
Kebaya dipakai saat wisuda
Tanjungpinang sungguh mempesona
Asri kotanya ramah warganya

Morning mamen (man and women) gimana nih kabarnya. Moga pagi ini ga sakit perut berlebihan yang bikin kamu harus bolak balik masuk kamar mandi ya ;)

Pernah jalan - jalan ke pasar ga? Yaa minimal nemenin Emak belanjalah biar berbakti dikit noh sama orang tua. Engga repot kok bawain belanjaan Emak, paling isinya ikan sama sayur. Kalo Emak yang doyan belanja sih yaa mesti nambah kantong baju dan sepatu.

Di kesempatan yang berbahagia inih mimin pengen cerita beberapa tempat yang ga keliatan tapi ada (bukan judul lagu Utopia ya) di pasar Tanjungpinang. Oh ya sebelumnya mimin kasih tahu, klo di Tanjungpinang itu ada dua pasar yang sering dikunjungin. Nah beberapa tempat ini ada di pasar yang deket laut, namanya Plantar. Wuuuu cekidot

Pelantar ato yang sekarang ditulis di nama jalan Plantar sebenarnya itu tuh kayak dermaga yang dibangun di atas laut. Modelnya kayak gang atau lorong, ada yang udah di semen alias diaspalin ada juga yang masih terbuat dari kayu. Nah di perkampungan yang dibangun di atas laut (wooowwww!!!) plantar itu semacam penghubung dari satu rumah ke rumah lainnya. Sinilah mimin kasih tau 4 plantar terpopuler di Tanjungpinang.

Plantar I
Dulunya ini plantar jadi tempat berlabuhnya kapal - kapal antar pulau, yaa kira - kira kayak pelabuhan sekarang lah. Di sini nih dulunya sampan layar atau sampan bermesin Seagull berlabuh. Tapi sekarang plantar ini cuma dipakai buat perahu ke Senggarang. Mau ke Plantar I?

Plantar II
Klo Plantar I kita bisa naik pompong ke Senggarang nah di sini perahu yang kita naikin itu menuju Kampung Bugis. DIsebut Kampung Bugis karena di sini banyak tinggal orang - orang Bugis. Pelabuhannya kecil jadi hati - hati ya naik perahunya, kan ga lucu kamu harus nyebur di laut.

Oh ya Plantar II juga jadi tempat kapal - kapal kargo dari pulau - pulau di Kepri mendarat. Karena itu di sini banyak kedai - kedai kopi. Ada juga toko - toko yang ngejual hasil laut yang udah diolah kayak bilis, ikan asin sotong kering dan lain - lain. Makanya plantar ini rame banget.

Plantar III
Orang - orang nyebutnya sih plantar goyang soalnya kaki plantarnya dibuat dari kayu. Jadi kalo kamu lewat plantarnya goyang - goyang gitu. Hati - hati loh mimin ga nyaranin kamu buat joget dangkong di sini :D

Plantar IV
Plantar ini lebih bagusnya disebut plantar Cina soalnya yang tingga di sini kebanyakan orang - orang Cina. Eh hampir semua kali ya.

Thursday, 6 June 2013

Catatan Bedah Buku "Kepri, The Beauty of Nature"

Malam ini sudah janji dengan Pak Edi untuk hadir di acara bedah buku beliau tentang tempat – tempat wisata di Provinsi Kepri. Sebelum saya menceritakan apa isi pertemuan tersebut, izinkan saya bercerita bagaimana saya bisa mengenal beliau.

Saya mengawali perkenalan setelahmembaca opini yang beliau tulis di Koran Haluan Kepri beberapa waktu lalu yang berjudul “Membranding Wisata dengan“Kepri” atau “Riau Islands” di November 2012 yang lalu. Tulisan tersebut berisi catatan hasil pertemuannya dengan seorang turis asing yang merasa aneh ketika mendengar kata Kepri karena selama ini ia lebih familiar dengan sebutan Riau Islands untuk kawasan Kepulauan Riau saat ini.

Kala itu tulisan opini mengenai pariwisata agak jarang saya temukan di kolom – kolom opini, yang didominasi topik politik, ekonomi, pendidikan. Entah karena saya tak begitu melek media, namun tulisan itu cukup menarik. Apalagi menyangkut Kepri yang belakangan begitu saya minati.

Bakat iseng menyapa orang tak dikenal di sosial media menggiring saya untuk mencari nama penulisnya di facebook. Dan ketemu! Tanpa pikir panjang saya langsung memperkenalkan diri dan mendiskusikan beberapa hal dalam tulisan tersebut.

Keisengan itu berbuah silaturahim yang baru buat saya. Rupanya beliau menulis buku – buku yang saya dapatkan dari Dinas Pariwisata Prov Kepri. Semakin menarik! Sayang, belum semua buku pariwisata itu saya lahap dan ada juga yang belum saya dapatkan, terutama tentang peraturan daerahnya.

Singkat cerita, berawal dari keisengan di facebook, saya mendapatkan informasi baru melalui beliau terkait pariwistadi Kepulauan Riau. Lalu malam ini rupanya di pameran yang diadakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Prov Kepri, pak Edi bersama teman – teman dari Batam Link Publisher mengisi kegiatan bedah buku di sana.

Sesi pertama adalah Rahman Fadli yangmenceritakan pengalamannya berkunjung ke Negara ASEAN dalam waktu sembilan hariyang ia khususkan setelah mengambil cuti dari tempat kerja. Di awal beliaumenyebutkan bahwa perjalanannya tersebut hanya menghabiskan biaya kurang lebih3,5 juta rupiah. Sebuah harga yang murah meriah dibandingkan kepuasanmengunjungi tempat – tempat tersebut.

Yang saya tangkap dalam penyampaiannyaadalah tentang kondisi Negara di ASEAN yang tertutup debu kendaraan. Saya jadiingat Jakarta, tapi Tanjungpinang juga sudah sangat berdebu. Juga tentang kesulitannya berkomunikasi dengan penduduk setempat yang tidak bisa berbahasaInggris. Pikir saya, mungkin beliau kurang beruntung karena tak bertemu dengan penduduk yang punya skill tersebut.

Dari perjalanannya selama 9 haritersebut, ternyata biaya paling besar yang harus dikeluarkan adalah ketika harus pulang ke Indonesia melalui Singapura yang menghabiskan setengah anggarannya.

Perjalanannya ini membuktikan bahwa kami yang saat ini beruntung tinggal di Kepri, khususnya Batam dan Tanjungpinang dimudahkan aksesnya untuk berkunjung ke Negara lainnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Mungkin teman – teman di Indonesia bagian lainnya tidak memiliki kesempatan seperti itu, namun kami di Kepri berpeluang besar untuk berperjalanan dengan biaya sederhana. Semoga tahun berikutnya beliau mampu menginjakkan kaki di Eropa, Amerika dan Afrika kemudian menuliskan kisahnya.

Di sesi kedua, kami dikenalkan padaseorang penulis novel yang bernama Julie Kendall. Ada bukunya yang saya lihatmemakai nama aslinya, namun belakangan diganti dengan Abi Zhie (Abi = ayah).Konon, diganti karena namanya yang mirip dengan sutradara terkenal asal AmerikaSerikat. Memang ketika saya mencoba mencarinya di facebook, yang temukan bukanbeliau, tapi justru sutradara tersebut.

Tibalah di sesi ketiga, sesi yang sayatunggu karena akan membahas buku panduan pariwisata yang saya pernah dapatkan dariDinas Pariwisata setempat dengan judul “Kepri the Beauty of Nature, anEssential Guide to Explore Kepri”.

Dalam presentasinya, Pak Edi lebihbanyak mengeskplorasi tempat – tempat wisata di Lingga, Anambas dan Natuna. Tempatwisata lainnya tetap dijelaskan, namun porsinya lebih sedikit (langsung bacabukunya aja). Beliau sepertinya tengah mengarahkan bahwa untuk Kepulauan Riau,wisata maritim mestilah menjadi andalan dan dipasarkan ke luar negeri.

Kepri yang telah memiliki modal keindahanalam yang tak kalah dengan daerah – daerah Indonesia lainnya bisa lebih melejitbila potensi pariwisata yang ada dimanfaatkan dengan baik. Tentu saja,pemanfaatan tersebut harus tetap memperhatikan hal – hal yang harus tetapdijaga dari tempat bersangkutan.

Seperti Anambas dan Natuna, keduakabupaten yang baru saja berpisah ini sebenarnya memiliki daya tarik wisatayang luar biasa di antara 5 kabupaten/kota lainnya di Kepulauan Riau. Lautnyayang masih jernih akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan, terutama yangberasal dari luar negeri untuk ikut menikmati.

Apalagi di kedua kabupaten ini terdapatdua pantai yang menjadi sorotan internasional dengan dianugerahkannya PulauBawah sebagai pulau tropis terbaik di Asia. Juga Pantai Sisi yang menjadi pulauterbaik di dunia. Dan itu semua terdapat di Kepri.

Menurut penulis (Edi-read), sasaran tourismmarketing untuk Natuna dan Anambas adalah masyarakat internasional yangnotabene memiliki modal lebih untuk berkunjung ke sana. Bukan karena apa – apa,biaya wisata yang mahal dikarenakan transportasi (laut) menuju kedua kabupatentersebut yang berada di perbatasan Indonesia. Selain itu, biaya akomodasi dankonsumsi yang juga mahal menuntut para wisatawan harus merogoh kocek lebihdalam. Bagi wisatawan lokal tentu masih diharapkan untuk menikmati wisata dikepulauan ini.

Ada satu hal yang saya ingin tahubagaimana konsep pariwisata yang ditawarkan oleh penulis yang telah melakukanekspedisi ke hampir seluruh Kepri tersebut. Di Natuna dan Anambas, terutama,siapa pun pasti ingin daerah ini berkembang dan maju seperti daerah lainnya diKepri.

Secara idealnya, sebuah kawasan wisataakan mendatangkan income bagi daerah bila pemerintah mampu menyediakan saranadan prasarana untuk mendukung kawasan tersebut. Tak sekedar itu, perawatan danpenjagaan akan keasrian serta keaslian lokasi wisata menjadi sangat pentinguntuk diperhatikan.

Dengan mengoptimalkan pariwisata ditempat ini, saya yakin tahun – tahun yang akan datang, keduanya telah mengalamiperkembangan yang amat pesat. Di samping itu yang menjadi hasrat saya adalahbagaimana menjaga tempat ini tidak seperti Bali dan Lagoi.

Wisata pantai merupakan wisata yangdigemari oleh para turis mancanegara, terutama untuk berjemur, snorkeling,surfing, diving dan sebagainya. Sebagai tanah Melayu, tentu memiliki norma dannilai tersendiri yang masih lekat dalam masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam.

Saya sendiri tidak ingin Anambas dan Natuna menjadi sebuah tempat pameran turis – turis minim pakaian yang seliweranke sana kemari, baik itu hanya sekedar berjemur. Memang tidak mudah untukmenghilangkan kebiasaan turis yang suka berjemur dan sebagainya, namun ada harapan yang saya sematkan pada langit, tempat ini tak menjadi tempat yang biasa. Biasa berjemur, biasa minim busana.

Selain itu, ada sedikit kekhawatiran dalam hati saya melihat kondisi air terjun di Anambas yang beberapa waktu lalu diberitakan di Koran. Persis seperti yang dikatakan oleh Pak Edi dalam presentasinya, air terjun ini mulai mengalami kerusakan alam. Hutan di sekitar kawasan tersebut mulai tergerus.

Ini juga saya takutkan terjadi kawasan lainnya seperti kerusakan kehidupan laut akibat pembuangan limbah sembarangan seperti yang terjadi di Karimun dan Batam. Sayang jika kejernihan air laut di Natuna harus terkotori dengan hitamnya limbah pabrik dari oknum yang tak bertanggungjawab.

So far, dari apa yang disampaikan oleh pak Edi dan kawan – kawan ada satu hal menarik yang saya rekam. Wisata adalah tentang melihat. Orang harusmengeluarkan sejumlah biaya hanya untuk melihat laut yang biru, air yangjernih, air terjun yang mengalir, pasir yang lembut, teluk yang indah, negeriyang kaya akan keindahan alam.

Namun dibalik itu semua, ada rasa kepuasan mendalam ketika telah menyaksikan apa yang sebelumnya hanya dilihat melalui foto – foto di internet. Mendeklarasikan diri pernah menginjak tanahy ang begitu indah. Melihat kehidupan masyarakat yang begitu sederhana, yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Beruntung saya hadir malam ini untukmenyaksikan presentasi dari pak Edi dan kawan – kawan. Membuka mata bahwa masih ada bagian dunia yang belum saya kunjungi. Bahwa masih ada kelompok masyarakat yang belum saya temui. Bahwa ada laut yang belum saya selami. Bahwa ada banyak hal yang belum saya tulis. Dan itu semua ada di provinsi ini, Kepri.

Kepada kawan – kawan di luar daerah,ada harapan besar bagi kami di Provinsi Kepulauan Riau agar masyarakat Indonesia juga mengenal Kepri lebih dekat. Melihat bahwa Kepri juga menyediakan keindahan laut yang sayang untuk dilewatkan.

Let’s visit Kepri!

Friday, 14 December 2012

Tarbiyah Dzatiyah

Bismillah...
*Saya mengingatkan diri sendiri

Semoga ini bermanfaat dalam memahami isi buku. Saya tidak sedang menceritakan kembali isi dari buku berwarna kuning ini, namun saya berharap dengan menuliskan daftar isi dan beberapa hal penting lainnya bisa memudahkan kita untuk memahami isi buku. Insya Allah jika ada kesempatan dan kesehatan, saya akan mengupas sedikit isi buku ini dan melampirkan beberapa poin penting di dalamnya.

Judul asli : At Tarbiyah Adz Dzatiyah Ma'alim wa Taujihat
Penulis   : Abdullah bin Abdul Aziz Al Aidan
Penerjemah : Fadhli Bahri, Lc

DAFTAR ISI


1.      Definisi Tarbiyah Dzatiyah
2.      Urgensi Tarbiyah Dzatiyah
a.       Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain
b.      Jika anda tidak mentarbiyah (membina) diri anda, siapa yang akan mentarbiyah anda?
c.       Hisab kelak bersifat individual
d.      Tarbiyah dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan
e.       Tarbiyah dzatiyah adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqomah
f.       Sarana dakwah yang paling kuat
g.      Cara yang benar dalam memperbaiki realitas yang ada
h.      Karena keistimewaan tarbiyah dzatiyah
3.      Sebab – Sebab Ketidakpedulian Kepada Tarbiyah Dzatiyah
a.       Minimnya ilmu
b.      Ketidakjelasan sasaran dan tujuan
c.       Lengket dengan dunia
d.      Pemahaman yang salah tentang tarbiyah
e.       Minimnya basis tarbiyah
f.       Langkanya murobbi (Pembina)
g.      Perasaan dan panjangnya angan – angan
4.      Sarana – Sarang Tarbiyah Dzatiyah
a.       Sarana Pertama : Muhasabah
-          Urgensi muhasabah
-          Skala prioritas yang penting
-          Jenis – jenis muhasabah
-          Muhasabah atas waktu
-          Ingat hisab terbesar
b.      Sarana Kedua : Taubat dari Segala Dosa
-          Hakikat dosa
-          Syarat – syarat taubat
-          Semua dosa itu kesalahan
-          Hukuman di dunia
-          Di antara trik jiwa kita
c.       Sarana Ketiga : Mencari Ilmu dan Memperluas Wawasan
d.      Sarana Keempat : Mengerjakan amalan – aman iman
-          Mengerjakan ibadah wajib seoptimal mungkin
-          Meningkatkan porsi ibadah – ibadah sunnah
-          Peduli dengan ibadah dzikir
Beberapa hal yang terkait dengan sarana keempat :
-          Urgensi shalat lima waktu
-          Antara ibadah dengan adat istiadat
-          Ilmu pengetahuan tidak cukup
-          Kita tidak lupa dzikir kepada Allah
-          Memanfaatkan sebaik mungkin saat – saat rajin
-          Waktu – waktu dan tempat – tempat mulia
-          Urgensi tawazun (seimbang)
e.       Sarana Kelima : Memperlihatkan Aspek Akhlak (Moral)
-          Sabar
-          Membersihkan hati dari akhlak tercela
-          Meningkatkan kualitas akhlak
-          Bergaul dengan orang – orang yang berakhlak mulia
-          Memperhatikan etika – etika umum
f.       Sarana Keenam : Terlibat dalam Aktivitas Dakwah
-          Merasakan kewajiban dakwah
-          Menggunakan setiap kesempatan untuk berdakwah
-          Terus menerus dan tidak berhenti di tengah jalan
-          Pintu – pintu dakwah itu banyak
-          Kerjasama dengan pihak lain
g.      Sarana Ketujuh : Mujahadah (Jihad)
-          Sabar adalah bekal mujahadah
-          Sumber keinginan
-          Bertahap dalam melakukan mujahadah
-          Jadilah orang yang tidak lalai
-          Siapa yang mengambil manfaat dari mujahah?
h.      Sarana Kedelapan : Berdoa dengan Jujur kepada Allah Ta’ala
-          Kebutuhan kita kepada doa
-          Waktu – waktu dan tempat – tempat terkabulnya doa
-          Syarat – syarat doa
-          Jangan minta doa dikabulkan dengan segera
-          Bermanfaatlah untuk anda dan orang lain
5.      Buah Tarbiyah Dzatiyah
a.       Mendapatkan keridhaan Allah Ta’ala dan surgaNya
b.      Bahagia dan tentram
c.       Cintai dan diterima Allah
d.      Sukses
e.       Terjaga dari keburukan dan hal – hal tidak mengenakkan
f.       Keberkahan waktu dan harta
g.      Sabar atas penderitaan dan semua kondisi
h.      Jiwa merasa aman


#always trying to be the better one

Sunday, 12 February 2012

Diaries

           

Dua buku ini bikin saya jadi makin semangat lagi untuk menulis buku harian dengan bahasa - bahasa yang lebih ringan dan kemungkinan besar bisa dibaca oleh seluruh orang ehem....