Showing posts with label DARI PAK USTADZ. Show all posts
Showing posts with label DARI PAK USTADZ. Show all posts

Monday, 12 October 2015

Islam yang Ga Islami

Ini postingan percobaan dari email sih. Pengen liat hasilnya gimana. Btw ini copasan dari chat di grup whatsapp

Copas dari grup sebelah

Ikhwah Fillah,
Semoga bisa membuka mata hati kita semua : 

ISLAM TAPI TIDAK ISLAMI 
(untuk introspeksi) 

SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.

Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :

"Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam".

Dan Abduh pun terdiam. 

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.

Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW.

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.

Hasilnya ?

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.

Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140.

Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.

Apa itu islam ?

Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami ?

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.

Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
"Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya".
Itu indikator.

Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat".
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."

"Bicara yang baik atau diam".

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara. 

Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :

"Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam". 

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.

Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya.
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : "mengapa harus dikunci ?"

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis.
Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.
Padahal jelas-jelas kata "iman" sama akar katanya dengan aman.

Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman.
Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman. 

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :

"Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda".

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm.
Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si bapak tersebut justru malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib. Maksudnya agar Polisi melepaskan nya karena dia adalah orang suci (???)

Mengapa kontradiksi ini terjadi ?

Syaikh Basuni, ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir. 

Suratnya berisi pertanyaan :
"Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?"
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?") 

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.

Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya. 

Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu. Sistem pengajaran Islam menjadi dogmatis, apa kata ustas/ulama menjadi hukum yang harus di ikuti. Tidak kritis dan mendebat ustad/ulama untuk mencari kebenaran. Karena ustad/ulama juga manusia yang sumber kesalahan. Akibatnya umat Islam sekarang cenderung anti kritik dan siap berperang jika ada yang kritis mempertanyakan sesuatu. Padahal berpikir kritis adalah awal berkembangnya ilmu pengetahuan yang menjadi tonggak kemajuan peradaban.

Tidak aneh, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca dan mencari ilmu. Ajaran Islam hanya di tekankan pada hafalan dan mendengar semata. Bukan membaca, melakukan kajian kritis dengan argumentasi serta menjadi paham. Umat Islam Indonsia pun sdh meninggalkan riset  termasuk meriset dan mengkaji ulang pendapat pendapat keagamaan yang sudah tidak cocok lagi untuk perkembangan jaman. Padahal riset ini juga yang menjadi fondasi dasar berkembangnya IPTEK dan kemajuan peradaban.

Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.

Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya. 
Siapa yang salah ?

Mungkin yang salah yang membuat 'survey'... 

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama'ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Andaikan hafalan AQ yang jadi ukuran, Insha Allah negara negara Arab yang akan menempati rangking pertama.

Sayangnya bukan hanya itu parameter Ke Islaman ..

Wallahualam

*******
Mari kita saling berbenah... mulai dari diri kita sendiri... mulai dari sekarang....mulai hari ini... #iINSPIRASI Menjelang Musda 😊

Thursday, 16 July 2015

I'tikaf Lagi Yuk



Hewww cukup lama tak menulis di blog. Setelah keteteran dengan blog challenging Pelangi Drama, blog ini sedikit karatan. 

Alhamdulillah Ramadhan 1436 Hijriah kali ini bisa dijalani tanpa kesulitan apa pun. Daaan banyak sekali kegiatan yang saya coba ikuti. Lebih banyak dari tahun sebelumnya. Semoga menambah keberkahan waktu ya :)

Salah satu yang saya ikuti di Ramadhan kali ini adalah i'tikaf di sepuluh malam terakhir. Hmmm agak malu juga karena ini pertama kalinya saya ikut i'tikaf bersama teman-teman. Kalo ditanya kenapa, saya akan menjawab karena Ramadhan kali ini sungguh berbeda. 

Di Ramadhan sebelum-sebelumnya, ada banyak sekali himbauan i'tikaf yang kami terima. Baik itu melalui sms, grup wa, bc bbm maupun postingan di fb hingga ajakan langsung dari beberapa teman. Tapi rupanya belum berhasil menggerakkan saya untuk mencoba ibadah yang satu ini yang cuma ada di bulan Ramadhan. 

Tahun ini, sebelum memasuki bulan Ramadhan, di lingkaran yang saya ikuti setiap minggu kami diberi motivasi lagi untuk i'tikaf. Sepertinya menarik, begitu pikir saya. Tak hanya itu, di hari berikutnya saya mendapat pesan whatsapp dari salah seorang ustdzah yang menjelaskan secara singkat tentang i'tikaf. Mengenai keutamaan, rukunnya, jenis kegiatan dan sebagainya. 

Bersama teman-teman saya memutuskan untuk i'tikaf di malam ke 21 itu. Di kota kami, Tanjungpinang, setahu saya ada beberapa mesjid yang dijadikan tempat it'tikaf, tidak semua mesjid, hanya mesjid yang besar dan memungkinkan. 

Kebetulan, kami direkomendasikan untuk i'tikaf di mesjid Zul Firdaus, Bintan Centre atau di mesjid Al furqon Jl Pemuda. Kami memilih ke Al Furqon karena kondisi mesjid yang memungkinkan bagi akhwat untuk menginap. Mesjid ini dua lantai dan tempat kami tidur juga sangat aman karena para ikhwan menginap di bawah. Hanya saja kamar mandi nya terlalu jauh hehehe

Alhamdulillah saya bisa menjalani i'tikaf meski bolong beberapa hari. Bahkan di malam pernikahan pun saya putuskan untuk ke sana karena Bang Rio, suami saya (ciyeee) juga tidak di Tanjungpinang. Langsung pulang ke Batam bersama keluarganya. Lucu juga melihat beberapa orang kaget melihat saya di sana, mungkin pikirnya bukankah seharusnya saya bersama suami ixixixi

Sungguh, pengalaman i'tikaf ini menjadikan diri berat sekali untuk melepas bulan Ramadhan. Meski kadang kebanyakan tidur, tapi di beberapa waktu saat i'tikaf adalah saat-saat terindah yang tak terbeli dan tak pernah saya rasakan di Ramadhan sebelumnya. 

Semoga ya Ramadhan berikutnya saya bisa ikut i'tikaf lagi. Dulu saya pikir i'tikaf hanya dilakukan laki-laki, ternyata perempuan juga boleh. Saya pikir dulu i'tikaf akan bikin mata ngantuk, ternyata mata di jam segitu malah terbuka lebar. Saya pikir i'tikaf bakalan capek, ternyata tidak. I'tikaf malah bikin semangat, terutama dalam mengejar keutamaan ibadah lainnya. 

Alhamdulillah... 


Thursday, 4 June 2015

#4 ~ Inspiring Story of Story Teller

Hampir semua orang bisa jadi sumber inspirasi buat kita kan. Ga cuma dari perkataannya tapi juga dari kisah hidupnya, cara dia bertutur kata, cara dia merangkai huruf menjadi tulisan kece, cara dia bersikap, cara pikir atau bahkan cuma dari cara dia senyum.

Orang-orang seperti ini selalu ada di sekitar kita, seliweran setiap hari setiap saat setiap waktu *okeh ini sama

But, untuk menjawab tantangan hari ini, let me share about two persons yang menjadi inspirasi banyak orang di sekitarnya, termasuk aku.

Pertama adalah Pak Kusmayadi yang sekarang aktif di ACT (Aksi Cepat Tanggap) di Jakarta. Dulu kami mengenalnya saat mengajar di TK dan beliau adalah salah satu pengurus yayasan yang rutin setiap sebulan sekali mengisi kajian untuk memotivasi kami para guru.

Selalu kuingat perkataannya tentang bagaimana kami adalah orang -orang beruntung yang mengambil profesi sebagai guru. Mungkin salary yang kami dapatkan hari ini tak akan berarti apa apa jika melihat ada sesuatu yang lebih besar dibalik profesi ini, dengan catatan kami melakukannya dengan penuh keikhlasan.

Thank you for giving us the explanation about QS An Naml, terutama pada ayat-ayat yang menceritakan kisah Burung Hud-hud dan Nabi Sulaiman. Hikmah dibalik kisah ini memberi pengaruh besar dan memberiku pemahaman bagaimana sebuah kehadiran adalah yang sangat penting. Bagaimana ketidakhadiran dalam sebuah jamaah haruslah dibayar dengan sesuatu yang mempunyai bobot yang lebih besar dari itu. Thank you.

Dan Pak Kus, begitu kami sering menyapanya, adalah orang yang ramah. Selalu berusaha menyapa kami lebih dulu dan mengucapkan salam. Orangnya tegas, dia salah satu intruktur saat kami dapat kesempatan untuk belajar bela diri dasar. Bikin sarana outbond sederhana pula di pantai.

Katanya dia selalu menyempatkan untuk berenang rutin, yaa tinggalnya aja dulu di sekitar Pantai Sakera, Bintan, Kepulauan Riau. Tiap hari pasti liatnya lauuuut. Karena itu aku ga pernah melewatkan satu kesempatan pun untuk terjun ke laut buat berenang meski temen yang lain cuma betah main pasir -_-
Sayang aja, kami udah nempuh puluhan kilometer untuk sampai di Pantai Trikora yang putih bersih itu, eh cuma buat foto aja tanpa berenang hewww

Orang kedua adalah Pak Alfin hehehe aku julukinnya the smiling man, engga pernah lepas dari senyum. Pertama kali ketemu itu pas pelatihan remaja mesjid di Asrama Haji.

Waaah ciri khas beliau kalo ngasih materi itu adalah selalu memulainya dengan cerita-cerita. ENtah itu cerita perang ataupun cerita yang ia dapat dari buku anak-anak milik anaknya.

Untuk menjelaskan sebuah semangat perjuangan Pak Alfin pernah memutarkan cuplikan film Pearl Harbor yang dibintangi Josh Harnett. Cuplikan yang ditayangkan adalah ketika tentara Jepang mempersiapkan diri untuk menyerang Amerika Serikat di pangkalan militernya di Pearl Harbor saat Perang Dunia II

Aku ga bisa lupa kibaran bendera Jepang yang dikibarkan dengan penuh semangat. Atau tajamnya mata sang pilot ketika bersiap membidik kapal Arizona milik Amerika Serikat.

Beuhhh, so inspiring!!!!

Yeah, itulah mereka yang berhasil menginspirasi ga cuma aku tapi juga orang lain. Gaya keduanya sedikit mempengaruhiku ketika harus ngisi kajian, memulai sesuatunya dengan cerita.

Ya, bukankah sebagian ayat dalam al Quran berisi kisah-kisah? Semua orang suka cerita, karena itulah Al Quran juga berisi cerita. Bila suatu hari kalian bertemu Pak Alfin atau Pak Kus, mereka adalah orang-orang yang suka bercerita.

Pak Kus selalu mengawali dengan ayat-ayat Allah kemudian memasukkan sejarah Rasul ataupun kisah para sahabat. Sementara Pak Alfin lebih sering mengambil kisah kekinian. Ah, jadi ingat cerita tentang cacing dan kotorannya. Sederhana penuh makna.

Dan kuharap bisa mengikuti langkah mereka. See you ;)

Tuesday, 31 March 2015

Sebuah Nasehat

"Aku nggak keberatan bahkan senang kalian memiliki penghidupan yang lebih baik hari ini. Punya penghasilan tinggi sekarang. Namun begitu, mbok ya jangan jemawa. Aku nggak mau kamu kehilangan kerendahhatian, apapun pencapaianmu"

Tuesday, 27 January 2015

Memahami Fahri Hamzah dengan Kaca Pembesar

 “Islam merupakan suatu sistem komprehenshif, atau dalam bahasa Arab disebut al-Diin sehingga dikenal dengan Diinul Islaam. Pengertian  Diin sendiri melingkupi segala permasalahan yang melintas batas material spiritual, pribadi dan kemasyarakatan, dan dengan sendirinya dunia dan akhirat. Dengan demikian, Diinul Islaam bukanlah semata sebuah agama, dan Diinul Islaam tdk semata mengurusi akhirat.

(Fahri Hamzah, Negara, Pasar, dan Rakyat, h.353)

***

Barangkali sementara rekan akan sulit memahami pandangan saya terhadap Fahri Hamzah, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pertama, yang kemudian menjadi politisi muda “kontroversial” dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saya katakan sulit dipahami, karena

Saturday, 29 November 2014

Kenapa Kita Hidup di Zaman Ini?

*catatan pertemuan sekolah peradaban 
"Ilmu itu ialah mengenal dan beramal. Pelajari semua ilmu yang kau sukai tetapi ingatlah bahwa Allah tak akan memberi manfaat dari ilmu itu sebelum engkau mengenalkannya terlebih dahulu" (Mu'adz bin Jabal)

Gara-gara whatsapp ga aktif hampir aja kehilangan momen buat hadir di sekolah peradaban. Tapi rupanya masih dapat kesempatan sih untuk hadir walo harus telat satu jam. Konsekuensinya emang agak ketinggalan dari awal. Harus disyukuri dulu karena engga banyak yang bisa hadir, walopun kaya sih jarkomannya udah nyampe ke mana-mana.

Untuk menuliskan ini aku rada bingung sih mau mulai dari mana karena menurut pendapatku ini udah kayak kajian buku Risalah Pergerakan-nya Imam Hasan Al Banna. Jadi inget ketika dulu disuruh untuk baca dan presentasikan buku itu. Karena kurang persiapan dan ga baca sampe habis, akhirnya kuambil aja sedikit bagian yang menurutku adalah hal penting. Eh ternyata kata ustadznya, "Yang antum bahas itu cuma kulitnya". Nge-jleb banget. Gara-gara itu aku dikasih seabrek daftar buku bacaan yang ikhwan banget -_- alhamdulillah salah satu buku, Konsep Pemikiran Gerakan Ikhwan berhasil ku-copy dari Kak Luluk (kamsahamnida, eonnie).

Walo belum kelar bacanya tapi kupikir ini buku ngebahas pemikiran yang panjang banget. Isinya sih tentang 10 rukun baiat (arkanul bai'ah). Tapi buseeet, ngebahas al fahmu aja udah makan setengah buku. Ngebahas al fahmu lengkap dengan 20 prinsip yang harus dipegang. Sisanya, dari al ikhlas sampe tsiqoh ga begitu banyak penjelasan. Duh malah jadi ngomongin buku.

Jelang maghrib, ustadz nya nanya ke peserta : KENAPA KITA DIPILIH ALLAH UNTUK HIDUP DI PERIODE KEEMPAT?

Ohohoo sebelumnya disampein tentang periode umat Islam yang udah diprediksi Rasulullah SAW menjadi 5 periode : 


1. Periode kenabian, di mana di zaman ini Rasulullah SAW masih hidup sehingga semua permasalahan bisa ditanyakan langsung ke Rasul. Kalo ada pertanyaan, bahkan di antaranya banyak yang langsung dijawab sama Allah SWT melalui firmanNya. Dalam Al Quran biasanya ditandai dengan kalimat yas aluunaka. Aku ingetnya surah Al Anfal ayat 1 sih tentang harta rampasan perang. Trus ayat tentang zhihar di surah Al Mujadalah (yang ini mohon koreksinya ya, kawan).

2. Periode kekhalifahan, yaitu di zaman kepemimpinannya khulafaur rasyidin yang empat; Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Nah, ada satu lagi nih khalifah yang oleh para ulama hampir disamakan dengan para khulafaurrasiyidin, yaitu Khalifah Umar bin Abdul Azis yang ga lain adalah cucunya Umar bin Khattab. Gimana ga nyama-nyamain khalifah sebelumnya, di zaman Umar bin Abdul Aziz memimpin, zakat itu sampe diekspor keluar saking sulitnya mencari orang yang berhak nerima zakat alias udah pada sejahtera.

3. Periode raja yang menggigit, nah ini sih bentuknya masih kaya khalifah gitu cuma mereka berlaku seperti raja yang menggigit. Kenapa menggigit? Soalnya pemerintahnya represif. Orang-orang yang berbeda pendapat dan mengkritik pemerintah langsung dibasmi. Ouch, jadi inget orde baru (orde lama juga sih sampe sekrang hehe). Di zaman ini ada ulama seperti Ibnu Taimiyah yang juga ngerasain penjara dan Imam Hambali. Periode ini berakhir ketika Turki Utsmani runtuh (karena gerakan sekuler).

4. Periode raja yang zalim, yang berlangsung dari tahun 1924 M sampe waktu yang ga bisa diprediksikan karena kita sedang hidup di zaman ini. Wowww kebayang dong gimana tanda-tandanya. Kita hidup di masa di mana para pemimpin menindas orang-orang yang dipimpinnya alias zalim. Kapan ini berakhir? Entahlah, tergantung umat Islam sih

5. Periode khilafah yang kembali pada kenabian, di sinilah masa kejayaan umat Islam berabad-abad lalu akan kembali. Makmur, adil sejahtera bakalan jadi hal yang biasa. Periode ini juga menandakan akan telah dekatnya hari kiamat itu. Mau hidup di zaman ini? :)

Nah balik lagi ke pertanyaan tadi. Kenapa Allah milih kita buat hidup di zaman yang penuh kezaliman ini? Padahal kalo boleh milih nih, kita tuh maunya hidup di periode yang kedua kalinya di mana seluruh aspek kehidupan telah mendapat perlindungan dan dijamin oleh negara. Atau periode pertama biar bisa ketemu Rasulullah SAW dengan konsekuensi mesti punya jiwa jihad yang ga ada matinya.

Beberapa peserta menjawab. Ada yang bilang karena kita adalah umat terbaik, kuntum khoiru ummat ukhrijat linnas (tebak deh itu surah apa dalam Quran). Dari peserta lainnya bilang, inilah bentuk kasih sayang Allah pada kita yang ngasih kesempatan untuk hidup di masa yang membutuhkan komitmen tinggi untuk berislam sehingga balasan yang diberikan pun setimpal pula. Kalo menurutmu, kenapa?

Well, well, apa pun jawabanmu intinya cuma dua. Kita hari ini punya dua pilihan dalam hidup. Menjadi bagian dari masalah atau menjadi bagian dari solusi.

Gimana engga, dengan adanya raja-raja zalim, hari hari indah kita langsung penuh masalah. Mulai dari masalah politik, sosial, ekonomi, pertahanan negara, keluarga sampe akhlak anak muda. Seeeemua adalah masalah.

Coba di cek, sebagai kader dakwah, manakah posisi kita dalam menghadapi high level competition and contribution alias menimbang kompetisi dan kontirbusi kita di lingkungan masing-masing :
1. Adanya diharapkan, tiadanya dicemaskan (excellent person)
2. Adanya diharapkan, tiadanya biasa aja (ordinary person)
3, Ada dan tiadanya sama aja (ghost)
4. Adanya dicemaskan, tiadanya diharapkan (extra dreadful person)
Nilai diri masing-masing deh apakah itu di rumah, di sekolah/kampus/kantor, lingkungan tetangga, organisasi dll. But, penilaian terbaik tentang ini adalah nilai yang keluar dari orang lain. So tanya mereka ya ;)

Imam syahid Hasan Al Banna udah berpesan (pake sambel) untuk ngebanyakin aktivitas di masyarakat agar mereka bahagia. Hmm rupanya di periode ini banyak masyarakat kita ga bahagia, mungkin termasuk kita. Ih jangan sampe lah ya. Kebahagiaan itu bersumber dari keyakinan pada Allah, jika hari ini kita ga bahagia, hmmm tanyakan keyakinan hati ini pada pemiliknya ya.

Penjelasan selanjutnya rada bersifat internal sih buat aku. Silahkan tanya via inbox.

Karena kita bertekad untuk menjadi bagian dari solusi, maka dakwah harus lebih gencar. Salah satunya dengan melihat peluang dakwah seperti apa yang kita miliki di lingkungan masing-masing. Jadikan seluruh aktivitas punya nilai dakwah.

Kita diharapkan untuk jadi kader robbani. RObbani apaan sih? Bukannya itu merk jilbab yang dipake Fatin? *sori gagal fokus -_-
Dalam QS Ali Imran ayat 109 udah jelas banget apa makna dari robbani. Kader robbani adalah kader yang : 


1. menguasai ilmu agama (nah ini sifatnya fardhu 'ain, wajib alias kudu dikerjain semua muslim tanpa terkecuali)


2. menguasai ilmu profesi, nah di tahap ini dia belajar untuk mengelola dirinya sendiri agar menjadi seorang yang profesional


3. menguasai ilmu manajemen, setelah lulus tahap dua, selanjutnya adalah mengelola orang lain. Misalnya yang dulunya guru, harus udah bisa jadi kepala sekolah.


4. menguasai ilmu kebijakan publik, baik formal, nonformal maupun informal. Udah wilayah politik eitsss bukan cuma politik praktis ya, ga usah berpikiran sempit seolah-olah politik cuma ngomongin masalah partai. Di level ini, kader robbani yang udah mumpuni jadi kepala sekolah, setidaknya memproyeksikan diri menjadi kepala dinas di mana kebijakannya tidak hanya mempengaruhi satu sekolah tapi seluruh sekolah di wilayah tersebut. Atau jadi camat dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kebijakan publik. Anggota dewan juga boleh deh :D

Karena tujuan kita adalah menjadi kader robbani, makanya ga ada yang namanya anak bodoh. Yang ada sih cuma anak yang belum dapat kesempatan untuk bertemu dengan guru yang baik. Kita yang guru, mentor, dan murobbi mesti instropeksi juga, apakah kita sudah masuk dalam kategori baik?

Selanjutnya peserta disuguhi tayangan mengenai guru yang baik, diilustrasikan dari salah satu film terbaik Hollywood, FACING THE GIANT. Bercerita tentang team (aduuuh apa itu ya nama olahraganya, apa rugby? Mereka pake seragam yang bikin bahunya gede dan permainannya sampe ngimpit pemain lain) yang kalah berkali-kali. AKhirnya pelatih mereka diganti.

Si pelatih bukannya ngajarin teknik permainan yang canggih, tapi doi pake pendekatan spiritual. Mental juara para anggota tim dibangun habis-habisan. Walo kerasa rada kejam, tapi usaha pelatihnya sukses berat. Slogan, kamu pasti bisa!!! Kata ustadznya, film ini bagus banget.

Tapi aku lebih tertarik sama tayangan berikutnya bagaimana sebuah perjuangan membutuhkan pengorbanan dan strategi yang benar. Diambil dari cuplikan serangan tentara Jepang ke Amerika, tepatnya di Pearl Harbor, sesuai dengan judul filmnya.

Bagian ini aku tulis berikutnya ya, karena bisa jadi panjang banget. Selain ini film favorit, juga film pertama yang dikasih hikmah dibaliknya.

Well, sebagai penutup mari mengutip kata terakhir
Impian itu menghendaki perjuangan.
Perjuangan butuh pengorbanan
dan pengorbanan menghendaki komitmen
sebesar kesibukanmu karena Allah, maka sebesar itu pula kesibukan orang lain untukmu (Al Mughirah bin Syu'bah

Semoga bermanfaat dan mohon kritik juga saran untuk perkataan yang kurang berkenan

*ada dua kisah inspiratif mengenai Tri Mumpuni dan produsen pengusaha Ahmad Fanani yang dijelaskan oleh ustadz, silahkan mencari informasinya

Monday, 3 November 2014

Madu dan Kurma

Dua makanan ini adalah makanan yang paling dianjurkan sama Rasulullah SAW. Sayangnya kita, terutama saya pribadi sangat jarang mengkonsumsi hal beginian. 

Dalam buku Inilah Makanan Rasulullah dijelaskan secara gamblang manfaat kurma dan madu bagi kesehatan. Saya ga akan mengupas seluruhnya, hanya mencatat sebagian hal yang saya ingat. 

Terutama saat kita sakit, kita lebih milih berobat ke dokter atau puskesmas atau sekedar minum paracetamol. Padahal mengkonsumsi madu sudah lebih dari cukup. Bahkan madu bisa digunakan untuk mata yang sakit karena radang. Cukup diteteskan ke mata selama tiga hari berturut - turut dalam seminggu. 

Wah saya jadi ingat anak sepupu dan bayi bayi lain yang setiap kali sakit dibawa orang tuanya ke dokter. Paahal ketika anak - anak dibawa berobat ke dokter menurut para inspirator saya (aha!) hal itu malah akan bikin ketergantungan sehingga setiap sakit harus bertemu dokter tersebut. Nah repot kan ya. 

Saya ingat anak guru yang saat itu panas tinggi. Ketika itu ia minta saya untuk membelikan madu di toko yang di Bintan Center. Harganya sekitar 80.000. Rupanya anak sakit cukup diberi madu, insya Allah sembuh karena madu adalah obat selain Al Quran. 

Sepertinya saya harus memrekomendasikan hal ini pada sepupu - sepupu agar tak lagi membawa anak mereka ke dokter. Mengkonsumsi madu secara rutin juga bikin anak itu sehat kan. 

Trus soal kurma. Rasulullah menganjurkan untuk makan kurma bagi wanita yang akan melahirkan karena buah ini akan menguatkan otot dan membantu sang ibu dalam proses lahiran. Waaaah.... muantap inih. 


Tuesday, 2 September 2014

Laki - laki Jangan Kencing Berdiri

Saya punya keponakan yang baru berusia 2 tahun bulan Juli 2014 yang lalu, namanya Syahdan Muttaqin. Alhamdulillah, Abi dan Ibu nya memberikan nama yang baik, tidak panjang sederhana namun memiliki arti yang baik.

Meski Syahdan juga tinggal di Ganet, frekuensi saya bertemu dengannya tidak begitu sering karena siang hari dia dititip di rumahnya neneknya di batu lima bawah. Sebelumnya saya akrab melihat Syahdan lengkap dengan pampers, baik di rumah apalagi jika bepergian. Akhir - akhir ini ia sudah diajarkan untuk tidak pakai lagi, alhamdulillah berjalan cukup baik. Sudah bisa bilang kalo ingin pipis dan buang air besar.

Di satu waktu saya melihat Syahdan pipis dan terkejut ketika ia pipis sambil berdiri. Setelah ia dan Ibunya keluar dari kamar mandi saya beritahu bahwa cara perempuan dan laki - laki pipis itu engga beda, tetap jongkok.

Mendengar ini Ibunya yang juga sepupu saya agak terkejut dan saya simpulkan mungkin dia baru mendengar hal ini. Tapi menjelaskan sebabnya saat itu saya tak bisa karena saya juga lupa kenapa laki - laki harus kencing juga duduk dan bukan berdiri.

Alhamdulillah hari ini saya sudah mendapatkan jawabannya dari blognya Hepi Andi Bastoni yang berjudul "Inilah Sebab Nabi Melarang Kencing Berdiri".

Penjelasan yang cukup masuk akal baik dari segi kesehatan maupun aturan beribadah. Berawal dari pesan Rasulullah SAW bahwa banyak orang yang mendapat siksa kubur karena kencing.

Dari segi kesehatan kencing berdiri bisa menjadi salah satu penyebab penyakit kencing batu yang memang lebih banyak diderita oleh pria. Mengapa? DI saat seorang laki - laki kencing sambil berdiri tidak semua air terpancar keluar sehingga masih ada sisa - sisa air di dalam kemaluannya. Sisa - sisa air inilah yang bisa menyebabkan penyakit tersebut.

Kemudian,kencing berdiri juga menyebabkan lemah syahwat pada laki - laki. Nah ini dia nih yang belum saya dapatkan penuh penjelasannya. Semoga yang membaca ini bisa membantu memberikan pejelasannya. 

Nah dari segi pelaksanaan ibadah kencing berdiri bisa membatalkan wudhu. Thaharah adalah salah satu hal paling utama yang menentukan sah tidaknya suatu ibadah seperti sholat. Sholat yang tidak diawali dengan bersuci yang benar tentu tidak akan sah dan diterima. 

Ketika kencing berdiri sisa - sisa air yang tidak terpancar akan keluar saat melakukan gerakan rukuk. Karena air kencing ini najis maka sholat kita bisa batal seketika itu juga. 

Adik saya yang laki - laki ketika kami masih kecil habis - habisan diajari ayah agar kencingnya tidak berdiri. Jika ketahuan ya pasti dimarahi hehehe... Memang banyak di anatara kita yang masih belum mengamalkan hal kecil ini. 

Banyak yang menganggap bahwa laki - laki kencing jongkok itu suatu hal yang lucu dan mengada - ada, padahal sebaliknya. Apalagi dengan fasilitas toilet hari ini yang membuat laki - laki akhirnya kencing berdiri. 

Meskipun demikian sebagai seorang muslim tugas kita adalah menghidupkan sunnah dan berusaha mencontoh apa yang Rasulullah SAW lakukan. Saya pikir non muslim yang mengetahui keutamaan kencing jongkok pun akan setuju dengan yang dilakukan Muhammad SAW ini. 

Semoga kita bisa menerapkan ini di lingkungan keluarga kita ya. Mulai dari saudara laki - laki, ayah, keponakan, sepupu, hingga ke teman - teman lainnya juga tetangga dekat. 

Maaf jika banyak kesalahan dalam tulisan ini, saran dan kritiknya akan sangat membangun. Have a nica day ;-)

Saturday, 23 August 2014

Cara Menghadapi Masalah

gambar ilustrasi
Sadar atau tidak setiap hari kita menjalani ujian yang terus menerus, berkepanjangan dan saling sambung menyambung. Mari kita sebut ujian - ujian tersebut sebagai masalah. Hidup selalu didampingi oleh masalah, ibarat sepasang kekasih, dua hal ini tak akan pernah terpisahkan.

Setiap kita pasti memiliki masalah yang harus diselesaikan, baik yang memiliki deadline maupun yang entah kapan akan selesainya. Entah itu adalah masalah yang berat atau hanya masalah sepele yang bisa selesai dengan menjentikkan tangan.

Masalah diciptakan untuk menguji kualitas kemanusiaan kita, mampukah menyelesaikan, dengan cara apa, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Ibarat mengerjakan soal matematika, tak ada satupun soal yang tak bisa diselesaikan. Untuk menyelesaikannya pun kita diperbolehkan menggunakan rumus sesuai kemampuan. Tentu penggunaan rumus juga akan mempengaruhi waktu yang dibutuhkan.

Karena masalah digunakan untuk menguji kualitas kita sebagai manusia, ah lebih tepatnya hamba Tuhan yaitu Allah SWT Sang Pemilik Semesta, maka setiap orang memiliki masalah yang berbeda. Tak pernah sama. Sungguh luar biasa perhitungan Yang Maha Kuasa.

Anak sekolah tentu diberikan masalah yang tidak sama dengan orang tua atau mahasiswa. Pekerja kantoran tentu punya masalah yang jauh berbeda dengan pekerja lapangan. Meski bekerja di tempat yang sama, kita pun masih punya masalah berbeda.

Ada seorang perempuan yang diberikan masalah berupa sulitnya untuk memiliki anak. Di lain sisi ada pula perempuan yang diberi anak seabreg. Nah di sinilah kita diuji kualitas keimanan, kesyukuran juga kemampuan berserah diri, bersabar dengan masalah - masalah tersebut.

Kita kerap menganggap masalah kitalah yang paling besar, yang sulit sekali untuk diselesaikan sehingga terperangkap dalam pesimisme untuk menemukan jalan keluar. Tentu ini cara pikir yang tidak benar dan merugikan diri sendiri.

Tak satu pun di antara kita yang masalahnya lebih besar dari masalah orang lain atau sebaliknya. Semua masalah yang diberikan sudah dihitung berdasarkan kadar diri. Kita sedang berbicara kualitas.

Sebagai contoh, tentu kita sedikitnya bertanya - tanya mengapa Palestina negeri para syuhada  itu tak henti - hentinya dibombardir oleh Israel. Para ayah dan pemuda mereka diculik, anak - anak dibunuh, para istri hidup memprihatinkan tanpa rumah dan harta lainnya. Mengapa? Ou, mari kita lihat kualitas mereka.

Seluruh dunia tahu benar kualitas penghuni negeri ini. Dari rahim - rahim perempuan Palestina telah lahir ribuan penghafal Al Quran. Anak - anak tak lepas dari Al Quran, para laki - laki diberikan keberanian yang begitu besar yang membuat pasukan Israel gentar hanya dengan melihat mata mereka. Bandingkan dengan kita :)

Atau ada di antara kita yang sedang diuji dengan belum dipertemukannya dengan jodoh. Mungkin kita bertanya mengapa kita belum menikah padahal segala usaha telah dilakukan. Sementara teman - teman lain sudah memasuki dunia  itu satu demi satu. Atau kita diuji dengan harta yang sedikit sementara teman seangkatan sudah sukses dan berlimpah kekayaan. Kekayaan berlimpah pun adalah ujian.

Itulah masalah kita. Diberikan Allah SWT sesuai dengan kualitas yang kita punya dalam perhitungan yang tepat. Allah bilang kita pasti mampu menjalaninya.

Beruntunglah ketika masalah menerpa karena itu berarti Allah sedang memberikan ujian kenaikan. Kesempatan untuk lebih dekat pada-Nya, sebuah peluang untuk meningkatkan kualitas diri. Maka dari itu Rasulullah SAW yang mulia berkata pada Abu Bakar ra. "La tahzan". Jangan bersedih...

Sebagai orang - orang yang senantiasa ditimpa masalah, kita mestilah mengetahui bagaimana cara menghadapinya. Berikut sedikit catatan dari pertemuan yang saya ikuti

1. Merenungkan Dosa - Dosa Kita

Well, cara ini mengharuskan kita merendakan diri serendah - rendahnya di hadapan Sang Pencipta. Memutar otak dan kesadaran yang tinggi tentang hal - hal buruk berujung dosa yang sudah kita lakukan. Manusia kadang lupa bahwa dirinya berdosa, di saat itulah Allah memberikan masalah untuk membuat kita kembali mengingat dosa apa yang telah dilakukan kemudian memohon ampun untuk dosa - dosa tersebut.

Dalam QS Asy Syuro ayat 30 Allah SWT mengatakan bahwa apa-apa musibah yang menimpa diri kita dikarenakan oleh kesalahan kita sendiri. Bukankah di ayat lainnya Allah sudah mengingatkan bahwa keburukan yang kita buat adalah untuk diri kita sendiri. Karena itulah ketika diri ini ditimpa musibah adalah hal yang paling baik untuk merenungi dosa - dosa.

2. La Tahzan, Innallaha ma'ana
Saat itu Abu Bakar ra, digigit oleh ular hingga keluar air matanya sementara sahabatnya yang mulia, Muhammad SAW berbaring di kakinya. Saking sayangnya pada beliau, Abu Bakar berusaha untuk tidak menyuarakan kesakitan yang ia rasakan hingga akhirnya Rasulullah SAW terbangun karena tetesan air mata Abu Bakar ra.

Jangan sedih, sesungguhnya Allah bersama kita, kata Rasulullah SAW. Nyesss sungguh kata penghiburan yang menyejukkan. Bagaimana agama ini tidak mengajarkan umatnya untuk bersedih karena suatu masalah yang justru sebenarnya akan menaikkan kualitas mereka.

Jangan sedih, yakinlah seyakin yakinnya bahwa akan selalu ada jalan keluar yang akan Allah berikan. Bukankah masalah ini sudah sesuai dengan kadar kemampuan kita? Ia tak akan melampui batas dan selalu ada cahaya dalam kegelapan pekat sekalipun.

Mendekatlah pada Allah SWT untuk mencari cahaya itu. Masuklah dalam golongan orang - orang antimainstream yang membuat masalah berbuah pada kedekatannya pada Allah SWT. Di zaman ini, sudah terlalu mainstream bagi orang - orang untuk menjauhkan diri dari Penciptanya saat diterpa musibah.

3. Bersabar dengan takdir Allah SWT, baik yang disukai maupun tidak disukai.
Dari sekolah dasar kita sudah hafal betul tentang iman yang keenam, tentang qada dan qadhar. Setelah dewasa kita banyak lupa akan hal ini, luput dari pemikiran.

Takdir, sesuatu yang telah teerjadi atas izin Allah SWT tentu menyimpan hikmah tersendiri. Tugas kita untuk mencari hikmah itu dan bersabar dengan apa pun yang Allah berikan. Suka atau tidak suka.

Kita tak suka dengan suami yang malas, bersabarlah dengan itu. Kita belum mendapat jodoh atau belum lulus, bersabarlah dengan hal tersebut. Bukankah Allah mencintai orang - orang yang sabar?

4. Belajarlah dengan Mendengarkan Masalah Orang Lain
Saya tidak menyuruh untuk bergosip atau grasa grusu untuk mencari tahu masalah orang lain. Pengalaman saya mengajarkan untuk mendengarkan masalah orang lain.

Suatu ketika saya berkeluh kesah pada seorang teman tentang bagaimana hidup saya begitu tidak menyenangkan. Sejenak setelah itu, tanpa disadari ia pun bercerita tentang dirinya yang membuat saya hanya bisa menganga dan menyembunyikan malu yang teramat sangat. Dalam hati saya berkata, ah masalahnya begitu berat, tak ada apa - apanya dengan masalah yang sudah saya luahkan tadi :(

Suka atau tidak, sadar atau tidak masalah kita belumlah sebesar masalah yang orang lain hadapi. Hal ini membuat kita menjadi lebih bersyukur dan legowo dalam menghadapi ujian kehidupan. 

Demikianlah tulisan sederhana ini saya buat sebagai pengingat diri dan juga dalam rangka saling memberi nasehat serta saling mengingatkan satu sama lain. Mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan. Akhir kata semoga masalah - masalah yang menerpa menjadi pemberat amalan di hari akhir dan membuat diri ini lebih dekat kepada Allah SWT

Tuesday, 19 August 2014

Jilbab Versi Quran

Berjilbab itu sudah baik, ikut perintah Allah SWT. Nah yang masih belum kita ketahui adalah jilbab versi Al Quran itu yang pegimane.

1. Menutupi seluruh tubuh kecuali muka da telapak tangan
2. Menutupi dada
3. Tidak ketat, tidak memperlihatka bentuk tubuh
4. Tidak tipis dan transparan
5. Tidak menyerupai pakaian laki - laki
5. Tidak mencolok dan menarik perhatian

Semoga kita senantiasa berusaha lebih baik

Wednesday, 16 July 2014

Mentoring Rumah Tahfidz

Minggu kedua bulan Ramadhan tahun ini diminta buat ngisi mentoring salah satu kelompok di pesantren kilatnya Rumah Tahfidz. Wowww kalo udah ngomongin rumah tahfidz pastinya ngafal Quran. Sesuatu yang bikin saya pengen gali lubang saking malunya dengan jumlah hafalan yang ada sekarang -_- 

Sebelum masuk ruangan nih yang saya pikirkan itu peserta mentoringnya bakalan usia remaja SMP dan SMA. Namun ternyata pemirsah, hampir seluruhnya anak - anak SD yang lagi aktif - aktifnya gerak sana sini. Ou em jiiiii..... 

Sebagai orang yang belum punya jam terbang tinggi untuk mentoring anak SD, saya galau luar biasa. Gimana harus menghadapi anak - anak itu. Ketika saya datang di lokasi yang mereka lakukan adalah berlarian ke sana kemari. Hati saya melongo (he?) 

Pas briefing, Kak Tia yang juga pengurus rumah tahfidz ngasih arahan apa yang harus kami lakukan.Ou ou ouuu mentoring kali ini cukup bikin saya pusing kepala hahaha.... So, fungsi mentor kali ini adalah sebagai tempat setoran hafalan Quran anak - anak ini hehhee.... Surah wajib yang mesti setor tiap kali mentoring adalah Surah Al Waqi'ah (56) plus 10 hadits

Jujur saya langsung pasang tampang kosong. Al Waqi'ah? Surah ini pernah saya coba untuk menghafalnya tapi ga sampe selesai. Itu pun karena untuk memenuhi persyaratan untuk ikut DM3 yang juga ga jadi berangkat karena ga lulus hahahaha.... Alhasil berangkat ga jadi hafalan pun ga pernah diulang dan kemudian menghilang -_-

Pertemuan pertama yaaa perkenalan aja. Bingung juga gimana mau main perkenalan. Tapi untunglah sebelum nya saya sempat searching beberapa permainan dan cerita humor untuk bahan mentoring.

Pusingnya ketika Iffa yang masih TK itu ternyata masuk di kelompok saya. Anaknya Ustadz Rully ini memang sungguh 'cerewet'. Pertanyaan yang dia lontarkan suka bikin kita pelanga pelongo dan harus pinter jawabnya, kalo engga malah dia remehin. Duh!!

Ada pula Si Caca anaknya Pak Alfin. Hampir akhir pertemuan dia bahkan ga mau liat sama sekali dan milih untuk cemberut karena udah ga tahan pengen nonton video -_- padahal yang lain juga pada belum kelar. Tapiiiiiii syukurlah kemampuan saya untuk bercerita ketika ngajar TK masih nangkring di tempatnya. Sukses bikin dia ketawa dan ngelupain video dengan cerita kacang.

Beberapa anak SD kelas 4 di kelompok saya emang bikin saya keki. Hari kedua mentoring mereka udah ngafalin itu surah sampe ayat 10. Padahal saya di rumah mati matian ngafalin setengah halaman dengan pemikiran mereka ga bakalan ngafal sampe situ. Eeeeh namanya otak anak - anak masih fresh buat hafal.

Alhasil hari terakhir meski Vani dan Aisy sudah hampir mencapai target hafalan saya. Daebak!!! Saya pikir saya harus menyelesaikan hafalan itu hingga ayat ke 96. Hwaaaah...... Mungkin ada anak - anak di kelompok lainnya yang sudah kelar menghafal surah ini dalam waktu seminggu.

Ada satu hari di mana rasanya anak - anak itu begitu sulit untuk dikendalikan. Maunya mereka keinginannya diikutin. Duh ga bisa mesti punya aturan. Satu hari saya biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau. Lari sana sini ya terserah walo mesti muter mata. Tapi hari berikutnya ketika mereka minta lagi untuk ke kolam renang, ah saya pikir enak aja. Sini, setor hafalan dulu baru kita ke kolam hehehehhe 

Tak rugi ikut berpartisipasi di pesantren rumah tahfidz ini. Hafalan dan semangat untuk terus menambah hafalan itu digenjot. Apalagi setelah kejadian Palestina yang dibombardir Israel seminggu belakangan ini. Saya pikir mengutuk perbuatan mereka itu emang penting, tapi ada satu hal keren yang ga boleh kita lupa yaitu semangat menghafal Quran nya anak - anak Palestina.

Melihat anak - anak rumah tahfidz saya makin yakin dengan masa depan Indonesia. Apalagi di televisi sekarang ada beberapa program yang menampilkan anak - anak yang sudah menghafal juz 30. Muantap!!

Belum lagi gerakan di seluruh Indonesia di mana para ustadz dan orang - orang soleh mulai berlomba mendirikan pesantren buat para penghafal Quran. Ada juga yang bikin camp buat menghafal Quran. Subhanallah kan ya..... Insya Allah anak - anak inilah yang akan mengisi pos pos penting untuk kemajuan Indonesia.

Eh iya ga ketinggalan nih, pastinya para orang tua yang sering menyaksikan fenomena ini akan terketuk hatinya insya Allah untuk menjadikan anak - anaknya penghafal Al Quran. Rumah tahfidz sudah bertebaran di mana - mana. Lulusannya pun sekarang tak sulit untuk ditemukan.

Mudah - mudahan saya dan termasuk kamu yang membaca tulisan ini juga terus bersemangat untuk menghafal Al Quran dan mengajarkannya pada anak - anak kita. Eh berhubung saya belum punya anak, proyek pertama nya adalah Kalisa anak sepupu yang saban hari dititipkan di rumah.

Bismillah.....

Sunday, 15 June 2014

Hidup Bahagia Tanpa Biaya

Beberapa hari yang lalu di salah satu tv swasta ada promosi selimut dan bantal yang berguna untuk membuat tidur lebih nyaman. Kelebihan lainnya alat alat ini akan meningkatkan hormon (lupa namanya, mungkin endokrin) yang mampu membuat pemakainya lebih bahagia.

Alat alat seperti ini sebenarnya akan menjadi barang yang tidak laku jika kita mau menerapkan apa yang Rasulullah ajarkan. Bukan menggurui hanya menyampaikan sedikit pendapat.

Tidur yang nyaman sudah Rasul ajarkan. Pertama sebaiknya diawali dengan berwudhu terlebih dahulu. Banyak yang nanya, kan bukan mau sholat. Lagian ntar juga batal.

Nah wudhu itu kan bukan cuma buat sholat. Substansi dari wudhu itu membersih dan mensucikan diri. Bikin seger dan jiwa lebih tenang. Kalo pun nanti batal ketika tidur, toh kita tidur dalam keadaan mensucikan diri.

Trus setelah wudhu sempatkan untuk sholat witir. Trus baru deh tidur. Eits jangan lupa baca doa dulu. Usahakan baca ayat kursi dan 3 surah pendek terakhir dalam Al Quran kemudian doa sebelum tidur.

Soal posisi Rasul juga ajarin. Dengan miring ke kanan. Kaki kanan berada di bawah kaki kiri. Insya Allah ga bakalan mimpi buruk dan tidurnya nyenyak.

Soal hormon bahagia dan sebagainya, kita punya obat murah meriah yang udah dipake selama 14 abad ini. Nama obatnya Al Quran.

Nah biar hidup lebih bahagia, sempetin deh baca Al Quran minimal satu lembar dalam sehari. Yang udah biasa 1 juz dalam sehari lebih bagus, mudah mudahan nular ke yang lain.

Gimana? Cara cara ini ga perlu mengeluarkan biaya besar kan? Bahkan hampir ga ada biaya sama sekali.

Selanjutnya tidur nyenyak, hati senang, keluarga juga bahagia melihat wajah cerah sepanjang hari. Oh ya cara di atas dijamin sehat insya Allah. Selamat memcoba


*Mohon koreksi jika ada kesalahan

Wednesday, 7 May 2014

Juz Bergizi Setiap Hari

Assalamu'alaikum apa kabar teman - teman

Senang rasanya punya waktu untuk menuliskan hal ini... Bukan sok sibuk tapi memang idenya belum tersusun rapi. Kadang ada kata - kata yang tertulis di otak, tapi tak segera dituliskan ke kertas atau langsung ke laptop. Alhasil ide itu langsung menguap, mencarinya lagi bukan main susah sekali :) 

Kali ini ingin membagikan sedikit catatan tentang One Day One Juz kepada kawan - kawan semoga bermanfaat dan berminat untuk ikut bergabung. 

One Day One Juz yang baru saja dilaunching tanggal 4 Mei 2014 lalu di Mesjid Istiqlal Jakarta adalah salah satu komunitas kebaikan yang mendorong para pembaca Al Quran untuk membaca Al Quran 1 juz dalam 1 hari. Mereka yang bergabung di komunitas ini dibagi ke dalam grup - grup di mana jumlah anggota per grup adalah 30 orang. Setiap grup diharapkan khatam dalam satu hari, untuk itu setiap anggotanya bertugas membaca 1 juz agar bisa khatam di hari itu. 

Komunitas ini mungkin bagi sebagian orang baru muncul sekarang, namun telah jauh hari mereka yang sedang belajar menjadi muslim sejati telah menargetkan dirinya bersama teman - teman lain untuk menyelesaikan membaca Al Quran 1 juz dalam sehari. 

Sejarah ODOJ cukup panjang dan kamu bisa membacanya di link ini SEJARAH ODOJ yang dimulai dari penyebaran sms berisi keutamaan membaca Quran dan ajakan untuk membacanya 1 juz dalam sehari. Nah berawal dari puluhan orang sekarang ada ribuan. 

Beberapa waktu yang lalu ada memang pendapat yang mengatakan bahwa ini aktivitas bid'ah yang tidak pernah dilakukan Rasulullah. Tentu Rasul tak pernah melakukannya karena di zaman itu tidak ada aplikasi whatsapp seperti sekarang. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ini adalah suatu perbuatan riya yang nyata. Di lain waktu ada suara - suara tentang peraturan ODOJ yang memberatkan member.

Saya bukan ahli fikih, jadi silahkan baca lengkap pembahasan Ustadz Farid Nu'man Hasan di sini.

Tentu kita tak bisa menyamakan keadaan Rasulullah dengan kondisi hari ini, yang bisa kita samakan hanyalah subtansi kondisi tersebut. ODOJ adalah replika dari kegiatan saling mengingatkan dan bersabar dalam kebaikan. Ikut ODOJ itu juga butuh kesabaran. Sabar untuk membaca 1 juz dalam 1 hari, sabar menunggu anggota lain selesai membaca, sabar jika ada anggota yang jarang laporan, sabar jika hape jadi lowbat karena banyaknya notif yang masuk hehehe 

Kemudian, tuduhan riya. Ini sangat menyedihkan menuduh orang - orang yang sedang berlomba mencintai Al Quran. Jika alasannya adalah tentang keikhlasan, maka jangan pernah bertanya apakah amalan ini dilakukan dengan ikhlas atau tidak. Tak seorang pun tau kecuali dirinya sendiri dan Sang Pemilik Hati. 

Saya jadi ingat perkataan Pak Anies Baswedan tentang niat. Nilai saja tindakan atau perbuatan yang ia lakukan, jangan nilai niatnya. Betul. Kita tak akan pernah tau niat seseorang dalam melakukan suatu amal. Selagi baik dan tidak melanggar aturan, kenapa tidak. Apakah ada yang dirugikan? 

Lagipula tidak ada larangan memperlihatkan amal shalih. Allah memuji orang - orang yang melakukan amalan secara sembunyi dan terang - terangan. Artinya kedudukan keduanya sama, lalu mengapa harus mencela yang berbuat secara terang - terangan :) 

Manfaat One Day One Juz 

Secara pribadi  saya bergabung di ODOJ pada bulan November 2013 ketika suatu pagi seorang Ustadz menelpon untuk menawari bergabung di grup. Ketika itu grup yang saya masuki masih bercampur dengan ikhwan, jadi jika ada akhwat yang berhalangan karena haid juz nya menjadi rebutan hehehe

Tak lama setelah itu terjadi perapian grup dan kami pindah ke grup 209 bersama para akhwat dan ummahat lainnya yang sebagian besar berasal dari Tanjungpinang.

Alhamdulillah, saya yang sangat jarang untuk tilawah 1 juz dalam sehari mulai memaksakan diri hehhehee.. Memang tampaknya kebaikan itu harus dipaksa dulu ya dan insya Allah sudah terbiasa meski kadang selesainya sudah tengah malam, kadang lupa laporan dan kadang engga sampe tamat

Manfaat paling besar yang saya dapatkan ketika bergabung di ODOJ ini adalah ketika saya mencoba menjadi admin. Jadi saya dan beberapa teman mengajak para aktivis dakwah kampus untuk ikut gabung, alhamdulillah meski hampir sebagian besar tidak pakai whatsapp grup ini bisa saya kelola beberapa waktu.

Kemudian berbekal waktu yang senggang saya coba lagi untuk membentuk satu grup yang isinya teman - teman sekolah saya dulu. Meski tak sedikit yang menolak tapi banyak juga yang bergabung, jadilah grup ini isinya teman - teman saya dan teman - teman mereka ditambah beberapa kenalan dari facebook yang berminat gabung saat saya buat status tentang ODOJ.

Sekali lagi syukur kepada Allah SWT karena salah satu kelebihan jadi admin adalah saya jadi kenal dan lebih dekat meski belum seluruh anggota. Sayangnya karena ketidakmampuan saya sendiri grup ini harus saya lepaskan kepada admin baru dari ODOJ pusat, semoga teman - teman terkelola dengan baik lagi.

Grand Launching

Grand Launching ODOJ kemarin heboh juga. Saya dengar komunitas ini dapat rekor dunia, masya Allah luar biasa. Tema yang diangkat juga bagus "Membumikan Al Quran"

Ya saya pikir tema ini cocok karena hari ini Al Quran perlu untuk diakrabkan dengan penduduk bumi. Bukankah Al Quran sudah terlalu dianggap eksklusif? Membacanya di depan publik menjadikan pembacanya menjadi sorotan utama seolah - olah ini adalah hal yang aneh.

Membaca Al Quran itu harusnya menjadi sesuatu yang tidak begitu istimewa karena ini seharusnya adalah sebuah kebiasaan layaknya membaca buku. Mungkin letak keistimewaannya adalah efek yang kita dapatkan. Membaca Al Quran itu kegiatan para penduduk bumi tidak hanya muslim tapi juga non muslim.

Melalui ODOJ diharapkan waktu yang kita sediakan untuk berinteraksi langsung dengan Al Quran lebih diperbanyak. Bukankah itu baik?

Nah, selamat atas Grand Launching ODOJ yang spektakuler 4 Mei yang lalu semoga gerakan ini semakin meluas ke seluruh pelosok Indonesia. Bagi teman - teman yang ingin bergabung silahkan daftar ke onedayonejuz.org

Wassalamu'alaikum semoga bermanfaat :)



Thursday, 20 February 2014

Membaca untuk Menulis

Gara - gara baca bio di facebook Ustadz Felix Siauw nih. Di situ ditulis bahwa "Membaca untuk menulis, mendengar untuk menyampaikan"

Sederhana ya 
sumber : pratamabk2012.wordpress.com 

Artinya ketika saya telah berhenti untuk menulis, itu berarti saya juga telah berhenti membaca. Ketika saya tak lagi menyampaikan itu artinya saya berhenti mendengar

Meskipun tujuan membaca bukan hanya untuk menulis, seperti yang pernah ditulis dalam facebook teman saya (katanya, agak sempit juga pemikiran itu, yaah biarin deh), namun Ali bin Abi Thalib ra. sudah berpesan "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya"

Tradisi menuliskan apa yang telah saya baca pernah saya biasakan, hanya saja akhir - akhir ini memang jarang. Mungkin juga salah satu indikasi saya hari ini kurang membaca buku. Lebih banyak baca timeline di twitter hehehe

Semoga kita bisa kembali di masa di mana semangat keilmuan itu begitu menggebu - gebu.

Dan satu catatan, saya harus menyelesaikan tugas akhir kuliah ini sesegera mungkin agar saya bisa membaca lebih banyak buku. 

Thursday, 22 August 2013

Benarkah Kita Kader Dakwah?

BENARKAH KITA KADER DAKWAH?
Oleh: Cahyadi Takariawan

***

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki keikhlasan yang tinggi. Ikhlas artinya bekerja hanya untuk Allah semata, bukan untuk kesenangan diri sendiri. Sangat banyak godaan di sepanjang perjalanan dakwah, baik berupa harta, kekuasaan dan godaan syahwat terhadap pasangan jenis. Hanya keikhlasan yang akan membuat para kader bisa bersikap dengan tepat menghadapi segala bentuk godaan dan dinamika dakwah. Sangat banyak peristiwa di sepanjang perjalanan dakwah yang menggoda para kader untuk meninggalkan jalan perjuangan. Ikhlas adalah penjaga keberlanjutan dakwah.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki amal yang berkesinambungan. Amal dalam dakwah bukanlah jenis amal yang setengah-setengah, bukan jenis amal sporadis, spontan dan tanpa perencanaan. Sejak dari perbaikan diri dan keluarga, hingga upaya perbaikan masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia. Amal dalam dakwah memiliki tahapan yang jelas, memiliki tujuan yang pasti, memiliki orientasi yang hakiki. Kader dakwah tidak hanya beramal di satu marhalah dan meninggalkan marhalah lainnya. Kader dakwah selalu mengikuti perkembangan mihwar dalam dakwah, karena itulah amal yang harus dilalui untuk meretas peradaban.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki etos jihad yang abadi. Jihad dalam bentuk kesungguhan, keseriusan, dan kedisiplinan dalam menggapai visi dakwah yang hakiki. Kesungguhan membela hak-hak umat, kesungguhan mendidik masyarakat, keseriusan mengusahakan kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan membersamai dan menyelesaikan persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Kader dakwah harus memberikan kesungguhan dalam menjalankan semua agenda dakwah, hingga menghasilkan produktivitas yang paripurna, di lahan apapun mereka bekerja. Itulah makna jihad dalam konteks perjalanan aktivitas dakwah.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki pengorbanan yang tak terhingga nilainya. Dakwah tidak mungkin akan bisa dijalankan tanpa pengorbanan. Sejak dari pengorbanan harta, waktu, tenaga, pikiran, fasilitas, hingga pengorbanan jiwa. Rasa lelah, rasa jenuh, rasa letih selalu mendera jiwa raga, kesenangan diri telah dikorbankan demi tetap berjalannya roda dakwah. Aktivitas dijalani sejak berpagi-pagi hingga malam hari. Kadang harus bermalam hingga beberapa lamanya, kadang harus berjalan pada jarak yang tak terukur jauhnya, kadang harus memberikan kontribusi harta pada kondisi diri yang belum mapan dari segi ekonomi. Pengorbanan tanpa jeda, itulah ciri kader dakwah yang setia.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki ketaatan kepada prinsip, keputusan organisasi, dan kepada pemimpin. Prinsip-prinsip dalam dakwah harus dilaksanakan dengan sepenuh ketaatan. Taat kepada pondasi manhaj adalah bagian penting yang akan menghantarkan dakwah pada tujuannya yang mulia. Taat kepada keputusan organisasi merupakan syarat agar kegiatan dakwah selalu terbingkai dalam sistem amal jama’i. Taat kepada pemimpin merupakan tuntutan agar pergerakan dakwah berjalan secara efektif pada upaya pencapaian tujuan. Ketaatan bukan hanya terjadi dalam hal-hal yang sesuai dengan pendapat pribadi, namun tetap taat terhadap keputusan walaupun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki keteguhan tiada henti. Kader dakwah harus selalu tegar di jalan dakwah, karena perjalanan amatlah panjang dengan berbagai gangguan dan tantangan yang menyertainya. Teramat banyak aktivis dakwah semasa, dimana mereka memiliki semangat yang menyala pada suatu ketika, namun padam seiring berjalannya usia. Ada yang tahan tatkala mendapat ujian kekurangan harta, namun menjadi gugur saat berada dalam keberlimpahan harta dunia. Ada yang tegar saat dakwah dilakukan di jalanan, namun tidak tahan saat berada di pucuk kekuasaan. Kader dakwah harus berada di puncak kemampuan untuk selalu bertahan.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki kemurnian dan kebersihan dalam orientasi aktivitasnya. Sangat banyak faktor yang mengotori kebersihan orientasi dakwah. Ada kekotoran cara mencapai tujuan. Ada kekotoran dalam usaha mendapatkan harta. Ada kekotoran dalam langkah menggapai kemenangan. Kader dakwah harus selalu menjaga kemurnian orientasinya, tidak berpaling dari kebenaran, tidak terjebak dalam kekotoran. Karena dakwah memiliki visi yang bersih, sehingga harus dicapai dengan langkah dan usaha yang bersih pula.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki solidaritas, persaudaraan dan kebersamaan yang tinggi. Ukhuwah adalah sebuah tuntutan dalam menjalankan agenda-agenda dakwah. Semakin besar tantangan yang dihadapi dalam perjalanan dakwah, harus semakin kuat pula ikatan ukhuwah di antara pelakunya. Kader dakwah saling mencintai satu dengan lainnya, saling mendukung, saling menguatkan, saling meringankan beban, saling membantu keperluan, saling berbagi dan saling mencukupi. Kader dakwah tidak mengobarkan dendam, iri dan benci. Kader dakwah selalu membawa cinta, dan menyuburkan dakwah dengan sentuhan cinta.

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki tingkat kepercayaan yang tak tertandingi. Berjalan pada rentang waktu yang sangat panjang, dengan tantangan yang semakin kuat menghadang, menghajatkan tingkat kepercayaan prima antara satu dengan yang lainnya. Berbagai isu, berbagai fitnah, berbagai tuduhan tak akan menggoyahkan kepercayaan kader dakwah kepada para pemimpin dan kepada sesama kader dakwah. Berbagai caci maki, berbagai lontaran benci, berbagai pelampiasan kesumat, tak akan mengkerdilkan kepercayaan kader terhadap langkah dakwah yang telah dijalaninya.

Jadi, benarkah kita kader dakwah?

Wednesday, 24 April 2013

Berkah dan Musibah

Berkah dan musibah itu seperti dua sisi mata uang, beda namun tak bisa dipisahkan antata yang satu dengan yang lainnya. Minggu ini mulai memasuki minggu yang berat.

Di awali dengan mengumpulkan keberanian menemui murobbi untuk menyatakan niatan ibadah. Alhamdulillah sudah disampaikan. Kupikir sulit untuk memilih kata, ternyata mengalir begotu saja, tak banyak kesulitan, mudah. Ah mungkin ini berkah.

 Malamnya datang seseorang yang kelihatan sangat butuh bantuan. Menjual handphone Samsung Galaxy 3 dengan harga satu juta rupiah. Wowwwww!!!! Kapan lagi bisa memiliki hape begituan dengan harga terjangkau. Bismillah barang pun diserah terima

Awalnya aku tak begitu peduli, karena niatnya cuma mau bantu si TKI untuk bikin passport baru. Tapi saat kuberitahu pada seorang kawan, dengan histerisnya ia meminta hape tersebut dengan maksud mengganti uang yang telah kukeluarkan. Upssss tidak bisaaaa. Semoga ini adalah gadget yang membawa berkah dan digunakan untuk hal yang bermanfaat.

 Esoknya, hari senin datanglah telpon tak diduga sebelumnya bagai petir d siang bolong. Instruksi yang tak dapat ditolak karna tak ada alasan yang kuat untuk menolaknya.

Meski hati berkata tak mau tapi fisik tampaknya diarahkan untuk mengikuti instruksi. Entah ini keputusan yang benar atau tidak, hanya berharap instruksi diputuskan drngan pemikiran yang matang. Ada berkah ada juga musibah yang datang secar bersamaan.

Semua pasti ditentukan Allah SWT krena memang apa yang sudah terjadi Allah yang tentukan.

Sunday, 20 January 2013

Cara Jadi Cerdas

Latihan menjadi cerdas itu ternyata gampang.
Cukup dengan membaca trus menulis. Selanjutnya berdiskusi dan mengajarkannya kepada orang lain

Cara sederhana tapi melangit. Tapi cara ini cuma buat yang sadar kalo dia harus cerdas
Buat yang tidak sadar yaaa ga mungkin ngerjain ;)

Friday, 11 January 2013

Menulis


Beberapa kali terkaget - kaget dan tidak menyangka sama sekali bahwa tulisan iseng di facebook atau pun di blog yang sepi pengunjung akan dibaca habis oleh orang - orang yang sama sekali di luar dugaan.

Kadang sebuah pesan singkat nangkring di handphone dengan bunyi yang membuat mata menjadi haru. Pesan singkat yang berisi bahwa tulisan - tulisan iseng itu lahap dibaca hingga huruf terakhir.

Rasanya? Senang, bangga dan luapan perasaan lain namun harus segera dinetralisir dengan ingatan akan sebuah pertanggungjawaban yang akan diminta di yaumil akhir kelak.

Hal - hal yang seperti ini membangkitkan gairah untuk kembali menulis dengan harapan tulisan akan dibaca dan menjadi inspirasi, menjadi ilmu, dan menjadikan pembaca menjadi lebih baik.

Meskipun telah ada instruksi untuk menuliskan tentang kondisi sosial politik di daerah masing - masing, sayang hal itu belum maksimal dan bahkan belum terlaksana sama sekali. Satu - satunya yang bisa dilakukan adalah menulis di blog dan memposting beberapanya di facebook.

Menulis bisa jadi adalah kegiatan yang dapat menghilangkan kebosanan setelah jenuh membaca. Menulis berarti membuat sejarah untuk diri sendiri, mencoba merekam jejak dan menjadi bukti otentik pernah hidup di dunia. Sekarang pilihan tergantung kita, tercatat dalam sejarah sebagai pemikir, penginspirasi, pembual, plagiat atau sekedar tukang curhat.



Thursday, 10 January 2013

Catatan Hari Lahir *23 tahun

Selamat Hari Lahir!!!!!

Tanggal 8 Januari 23 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1990 alhamdulillah dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang Ely Herawati. Berkat kerjasama yang kompak bersama Afrizal, anak perempuan pertama dari tiga bersaudara tersebut tumbuh besar dan sehat. Melalui tahun - tahun penuh syukur dengan berbagai pengalaman hidup yang tak akan mudah dilupakan begitu saja.

Lalu apa yang istimewa di usia yang ke 23 ini? Ketika menonton Shining Inheritance, salah satu drama Korea yang dibintangi oleh Lee Seung Gi dan Han Hyo Joo, terkutip satu kalimat yang diucapkan oleh nenek Hwan (diperankan oleh Ban Hjo Jung).

"Begitu kita dilahirkan, langkah demi langkah dalam setiap nafas adalah langkah menuju kematian"




Hari lahir bukan untuk dirayakan dengan penuh kemewahan dan hal - hal yang tak bermanfaat. Orang bijak sering menggunakan peringatan hari lahir sebagai momentum yang tepat untuk mengevaluasi hidup dan kehidupan




Di usia ke 23 ini, mencoba untuk meminta nasehat dari teman - teman. Dalam Islam salah satu hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya adalah memberikannya nasehat ketika ia minta dinasehati. 




Nasehat - nasehat ini, semoga tak hanya menjadi milik sendiri tapi juga bisa dibaca oleh yang lainnya *semoga ini sebagai penambah amal jariyah yang bersangkutan



  1. Selesaikan kuliah secepatnya, jangan buat status galau lagi karena berimplikasi pada pribadi dan organisasi" (DR)
  2. Nurul harus lebih percaya diri lagi dan kuatkan tekad. Dengan satu visi aku pasti bisa!!" (PR)
  3. Dan kebaikan apa saja yang mereka lakukan maka sekali - kali mereka tidak akan terhalangi dari pahalanya, dan Allah Maha Mengetahui keadaan orang - orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran : 115) (FP)
  4. Di tiap zaman selalu ada pejuang - pejuang dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, maka Allah akan menguatkannya kembali. Tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka akan banyak pejuang yang rela menggantikannya dengan ikhlas. Karena dakwah tak pernah kehabisan pejuang. Kereta dakwah akan terus melaju menghancurkan setiap penghalang dan akan berhenti di stasiun firdaus. Semoga Allah menguatkan kita di jalan dakwah, menuntun kita di kala lelah melanda, menghibur dengan janji kebenaran di kala sedih dan duka. (MT)
  5. Hidup itu proses. Kadang tanpa kita sadari hal - hal yang kita dapat hari ini adalah bekal yang Allah siapkan untuk perjalanan kita selanjutnya. Maka bukalah mata, hati dan jiwa kita (UM)
  6. Semoga umur yang telah terpakai menjadi madrasah untuk kehidupan ke depan, dan umur yang tersisa dapat digunakan sesuai dengan hak dan kewajibannya. Dan jika sudah datang pendamping yang pas, jangan tunda. Barokah. Itu karena ia adalah penyempuna kehidupan dunia dan akhirat (NS)
  7. Jadikanlah setiap momentum dalam hidupmu sebagai sarana uuntuk semakin dekat pada Allah. Masalah - masalah adalah kesempatan untuk lebih khusyuk berdoa padaNya. Kegembiraan adalah kesempatan untuk lebih bersyukur padaNya (ZZ)
  8. Be polite! Be friendly to anyone, not only when you need them *thanks madam for this advice (EL)
  9. Sebaik - baik nasehat adalah kematian, sebaik baik pelajaran adalah kehidupan. Sebaik - baik pengetahuan adalah Al Quran. Dan Rasulullah adalah sebaik - baik tuntunan. (WD)
  10. Sholat ye! (ER)
  11. Tetap semangat dan pantang menyerah!!! (WD)
  12. U go girl!!! (SM)
  13. Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya tiap hari, latihannya tiap saat, ujiannya mendadak, sekolahnya seumur hidup, hadiahnya kebahagiaan. Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan itu sungguh berat, kecuali bagi orang - orang yang khusyuk (Al Baqarah : 45). Wahai orang - orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah beserta orang - orang yang sabar (Al Baqarah : 153). 
  14. Sabar dalam ketaatan kepada Allah : 1) Sabar sebelum beramal agar tidak riya 2) Sabar saat bekerja 3) Sabar setelah bekerja. Sesungguhnya hanya orang - orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (QS Az Zumar : 10) (YN)
  15. Melangkah ucapkan istighfar, beraktivitas ucapkan bismillah. Diucapkan pake lisan, inti dari kehidupan ini adalah ketengan dan bebas dari rasa was - was berakhirnya hidup.
  16. Selalu berbuat kebaikan di dalam kehidupan jangan pernah bosan mencari jalan yang baik untuk jalan menuju Allah.
  17. Syukuri kehidupan dan nikmat Allah yang telah diberikan. Sebaik - baiknya manusia adalah yang memiliki harapan dan hari - hari yang lebih baik dari hari kemarin, mereka itulah orang - orang yang beruntung. Maka selalu hisab diri kita dan memperbaikinya demi mendapatkan rahmat Allah (RN)
  18. Be yourself dan ikhlaslah dalam hal apa pun (NT)
  19. Ikhlas itu sulit, gapailah.... (MS)

Thursday, 3 January 2013

KAMMI Kepri Sosialisasikan Manhaj Kaderisasi

TANJUNGPINANG - Jelang akhir tahun, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI)  Kepulauan Riau menggelar sosialisasi Manhaj Kaderisasi KAMMI yang dihadiri oleh puluhan kader KAMMI pada Minggu (30/12).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan Manhaj Kaderisasi KAMMI dengan tujuan agar para kader memahami arah pergerakan melalui pedoman yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI. 

"Manhaj ini merupakan panduan bagi kader KAMMI untuk mencapai Indeks Jati Diri Kader (IJDK) dalam rangka mewujudkan visi dan misi KAMMI serta tagline Muslim Negarawan." ujar Ivan Irifandi, Ketua Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Kepri. 

Manhaj ini telah mencakup seluruh aspek pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui manhaj tersebut, kader mampu menyeimbangkan seluruh potensi yang ada di dirinya sehingga mampu menjadi model manusia muslim abad ini. 

Ada sepuluh hal yang menjadi titik poin dalam peningkatan kapasitas kader KAMMI yaitu aspek aqidah, fikrah dan manhaj perjuangan, akhlaq, ibadah, tsaqofah keislaman, wawasan ke-Indonesia-an, kepakaran dan profesionalitas, kemampuan sosial politik, pergerakan dan kepemimpinan serta pengembangan diri.

Untuk mencapai standar IJDK, kader KAMMI diharapkan dapat mengikuti seluruh proses yang ada. Pertama, madrasah KAMMI yang wajib diikuti oleh setiap kader tepat setelah Dauroh Marhalah 1 sebagai gerbang utama pengkaderan. Kedua manhaj tugas baca (mantuba) di mana kader wajib untuk membaca buku - buku yang telah direkomendasikan. Ketiga, silaturahim tokoh yang dilaksanakan secara berkelompok dengan topik yang berbeda setiap tokohnya. Keempat malam bina iman dan takwa (mabit. Kelima, dauroh atau training yang menambah skill kader di bidang yang ia minati. Keenam, junior camp, yaitu kegiatan berkemah yang lebih fokus untuk melatih fisik kader. Terakhir, pengkaryaan kader di mana para kader akan ditempatkan di organisasi - organisasi yang ada di kampus sesuai dengan minat dan bakat agar kemampuan tersebut terasah.

"Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berkenan untuk mengkaji apa yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI sebagai bahan rujukan kurikulum yang mudah - mudahan dapat diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau. " tutupnya.