Showing posts with label CUAP-CUAP. Show all posts
Showing posts with label CUAP-CUAP. Show all posts

Tuesday, 12 July 2016

Belajar Mengungkapkan Perasaan

Saya ga tau kapan pertama kalinya saya belajar untuk berterus terang dengan perasaan, mengungkapkannya pada orang yang bersangkutan tanpa perantara. Yang jelas saya belajar dari The Nanny 911. 



Ya, sebuah reality show dari Amerika yang kala itu ditayangkan Metro TV. Acara ini sebisa mungkin tak saya lewatkan. Meski tak banyak episode yang saya tonton karena memang jam tayangnya ada di jam saya keluar rumah. Entahlah, lupa juga

Walau terkesan banyak settingan saya tak peduli, toh ada banyak hal positif yang bisa saya ambil untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga. Seperti judulnya, ini adalah soal pengasuh. Menurut saya para Nanny yang mengikuti acara tersebut sangat keren, well terutama cara mereka berpakaian, bersikap, berjalan bahkan cara mereka melihat anak anak. Ada satu yang menjadi favorit saya, melihatnya mengingatkan saya pada Professor McGonnagal dalam film Harry Potter. 

Acaranya seru. Diawali dengan sebuah keluarga yang memiliki masalah dengan anak-anak mereka yang berusia di bawah 12 tahun. Sepertinya begitu, entah kalo ada episode lain yang saya lewatkan. Orang tua merasa kehilangan kendali atas prilaku anak-anak mereka. Untuk membantu keluarga ini mengatasi masalah tersebut didatangkanlah seorang Nanny. 

Cukup dramatis juga kadang kadang. Anak-anak yang sangat di luar kendali benar-benar menguji kesabaran orang orang di sekitarnya. 

Ada satu episode yang amat sangat berkesan bagi saya dari acara tersebut. Adegan di mana The Nanny mencoba mengatasi seorang anak. Seperti yang saya bilang mereka di luar kendali. Ada yang menyebutnya bermasalah, tapi tak ada anak yang bermasalah kecuali orang di sekitarnya yang tak tahu bagaimana menghadapi anak tersebut. 

Anak itu suka ngamuk dan membanting apa saja yang ada jika dia marah. Setelah itu dia akan menangis sekencang kencangnya sehingga membuat orang juga akan ikut histeris. Hahaha agaknya jarang juga keluarga Amerika yang punya anak lebih dari dua. Dari episode-episode yang saya tonton, kebanyakan mereka mempunyai anak lebih dari dua orang. Karena itu kali yaaa orang tua nya jadi sulit mengatasi prilaku tiap anak. 

Sikap yang ditunjukkan oleh The Nanny dalam acara tersebut tak bisa saya lupakan. Ia mendekati anak itu kemudian membuat dirinya dan si anak dalam posisi sejajar. 

"Ungkapkan yang kau rasakan. Katakan marah jika kau sedang marah, katakan sedih jika kau sedih, katakan senang jika kau senang. Sekarang bisakah kau katakan padaku apa yang sedang kau rasakan sekarang?" katanya dengan lembut namun penuh ketegasan. 

Dalam wawancaranya ia berkata bahwa anak - anak seharusnya diajarkan untuk mengenali dan mengatakan/mengungkapkan perasaan mereka. Ini akan membantu kita menghadapinya dan ia sendiri bisa lebih mengenal dirinya. Anak - anak yang sulit untuk mengatakan perasaannya cenderung akan memendam sehingga emosi mereka akan terganggu dan tidak lepas. 

Mereka bisa mengatakan pada orang dewasa apa yang mereka rasakan. Mereka marah, sedih, senang, murung dan lain sebagainya. Orang tua harus mampu membuat mereka mengenali perasaannya sendiri. 

Dari sini saya mulai belajar untuk mengenali diri sendiri dan menyampaikan apa yang saya rasakan pada orang lain. Melalui prosesnya, kini saya menyadari bahwa saya termasuk orang yang cukup mudah untuk menyampaikan sesuatu pada orang lain. Apakah itu sesuatu yang saya sukai atau tidak. 

Beberapa teman dekat juga berkata bahwa saya orang yang tak bisa menyembunyikan perasaan atau pandangan saya terhadap sesuatu/orang lain. Saya katakan. Awalnya memang memalukan dan mengkahwatirkan, namun seiring berjalannya waktu hal itu teratasi dan saya menemukan sebuah kepercayaan diri yang lebih besar dari sebelumnya. 

Mungkin teman-teman sekolah menyebutkan saya anak yang pemalu. Ya memang. Saya pemalu dan tak memiliki banyak teman karena kurangnya rasa percaya diri tadi. But now, I dont care apakah saya punya teman atau tidak. Saya punya pendapat sendiri dalam memilih teman, cara bergaul dan dengan siapa saya bergaul. 

Semua berawal dari proses belajar saya mengungkapkan apa yang saya rasa. Tapi tentunya hal ini ada pengecualian, yaitu menyangkut perasaan terhadap lawan jenis. 

Untuk hal yang satu ini saya cukup tegas memberikan garis dalam kehidupan saya sebelum menikah bahwa memberi tahu tentang perasaan suka pada orang yang bersangkutan adalah hal yang sepantasnya dilakukan. Bagi saya, ketika perasaan ini telah diungkapkan, itu artinya perasaan itu sudah tak ada artinya dan harga diri sudah tercampakkan. 

Ketika saya menyukai seseorang rasa itu saya sampaikan melalui cerita dalam buku-buku harian saya. Menuliskannya merupakan jalan terbaik. Menceritakannya kepada orang lain bisa saja menjadi salah satu solusi namun resikonya tinggi. 

Setelah menikah saya merasakan bahwa mengungkapkan perasaan kepada pasangan menjadi lebih mudah. Bukan dalam artian saya mengatakan cinta setiap hari padanya hahha... 

No, percaya atau tidak, meski baru satu tahun menjalani pernikahan kata-kata 'Aku mencintaimu' belum pernah terlontarkan dari saya maupun suami. Bagi saya itu sesuatu yang menggelikan, dia pun berpikir demikian. 

Maksud saya di sini adalah saya mendapati diri lebih mudah untuk mengatakan apa yang saya rasa pada suami. Misalnya ketika saya kesal, senang, sedih, cemburu dan sebagainya. Setahun ini kami belajar berkomunikasi, hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga, begitu menurut para ahli. 

Saat kami saling diam, saya berusaha untuk menebak apa yang terjadi. Begitu waktunya tepat semuanya saya luahkan dengan mudah. Memang... tak semua disampaikan saat perasaan itu sedang menggelayuti diri. Harus di waktu yang pas agar moment nya juga pas. 

Well, saya masih dalam proses belajar. Kadang dalam menyampaikan apa yang saya rasa tak sedikit teman-teman yang tersinggung dengan apa yang saya ucapkan. Meski bagi saya hal itu benar tapi penerimaan masing-masing orang berbeda. Lagipula kadang saya sampaikan dengan intonasi yang baginya kurang mengenakkan. Hahahaha.... 

Banyak yang merajuk, tak sedikit pula yang menjauhi ceplas ceplos saya. But I don't really care, bagi saya, mereka harus tahu dan harus ada seseorang yang menyampaikan itu pada mereka. 



Friday, 17 June 2016

Gelombang PHK



"Mau ke mana, Bang?" kataku melihat Bang Rio sudah bersiap siap akan pergi padahal belum menunjukkan jam 10 malam. 

"Ke tempat Sukri bentar. Mau ngobrol ngobrol" jawabnya sambil meneruskan kegiatan bersiapnya. 

"Alaaaaa....." tak bisa kututupi kekecewaan karena berharap dia bisa tinggal lebih lama. "Lagi pada ngumpulkah di sana?" tanyaku mengingat mereka teman-teman yang pernah bekerja di perusahaan yang sama dulunya sebelum menikah. 

"Engga, cuma abang aja. Udah lama ga ketemu Sukri. Lagian mau ngobrol banyak juga karena kemarin akhirnya rencana PHK besar-besaran di PT udah terlaksana. Beberapa kawan kami masuk daftar PHK itu, tapi untungnya Sukri masih dipertahankan" seketika mulutku menganga. 

Innalillahi wa inna ilaihirojiuuun.... 

Akhirnya berita yang kami dengar dari beberapa bulan laluu dijalankan juga hari ini. Aku ingat saat kami sedang dalam perjalanan pulang dari Jembatan Barelang sehabis melihat matahari terbit bulan Januari 2016 lalu. Kami bertemu dengan salah satu teman kerja Bang Rio di perusahaannya dulu. Hanya bercakap cakap sebentar sambil menanyakan kabar. Lalu dari teman ini kami mengetahui bahwa perusahaan dalam waktu dekat akan mem-PHK pekerjanya secara besar-besaran. Wowww ternyata perusahaan sebesar itu juga tak luput dari gelombang PHK yang memang semakin besar di Batam. 

Dahulu kala Kota Batam memang menjadi kota tujuan segar bagi pencari kerja karena di kala itu situasi dan kondisinya sangat memungkinkan. Tak hanya kemudahan yang didapat saat melamar di perusahaan-perusahaan tapi juga gaji besar yang mereka terima. Tak heran gelombang transmigrasi penduduk luar kota ini semakin menjadi-jadi. Tujuan mereka hanya satu yaitu berharap agar kehidupan ekonomi mereka lebih baik. Dan benar saja. Kata mereka yang telah lama menetap dan bekerja di Batam, tanya saja pada mereka yang datang ke pulau ini dari awal tahun 2000-an, sudah sangat sukses. 

Sekarang Batam tak lagi seramah dulu. Kota ini sudah menjadi liar dengan banyaknya pengangguran berkeliaran di setiap sudutnya. Himpitan ekonomi menjadikan kota ini salah satu kota yang rawan kejahatan. 

Dari berita yang kubaca banyak perusahaan besar gulung tikar dan terpaksa membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Dari cerita yang kudengar dari saudara dan tetangga di sini, ada satu desa/kampung di Batam ini di mana semua penduduknya adalah korban PHK. Artinya itu satu kampung jadi pengangguran. Duh kebayang kan gimana seramnya. 

Hidup di Batam sudah sangat sulit dan akan menjadi sangat sulit sekali ketika hidup tanpa pekerjaan menjanjikan. Bisa bisa status pengangguran menjadikan mereka terpaksa berbuat kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Bagiku, kata PHK sungguh menakutkan. Ketika tinggal di Tanjungpinang, kata PHK itu seperti sesuatu yang ringan. Namun begitu telah menikah dan hidup di Batam, mendengar kata PHK sungguh menakutkan. 

Seperti teman-teman Bang Rio yang sekarang harus menghadapi kenyataan bahwa mereka harus pintar betul mengatur keuangan agar uang pesangon dari perusahaan tak habis begitu saja tanpa jejak. Kalau ada yang akan buka usaha, harus benar-benar memenej nya dengan baik agar usaha berputar dan tak bangkrut dalam sekejap. 

"Kadang kalo abang pikir-pikir lagi, kita masih sangat bersyukur. Masih dikelilingi keluarga yang saling membantu. Tak harus dibayangi hutang sana sini yang menumpuk. Ah... yang pasti kita masih lebih beruntung dari teman teman abang yang lain" kata Bang Rio sambil mengenakan jaketnya. 

"Dan masih bisa nonton kan, Bang" ujarku nyengir membayangkan tempat kencan favorit kami adalah bioskop. 

Kuakui hidup kami masih sangat beruntung dibandingkan teman-temannya. Sejak Bang Rio di-off-kan (yang kata si bos sementara) dari proyek ragu-ragu investor di Bandung kami memutuskan pindah ke Batam. Insya Allah di lain kesempatan akan kutuliskan bagaimana kami meneruskan hidup di Batam. 

"Jadi udah berapa bulan abang nganggur nih?" tanyaku suatu malam sambil makan sate sepulang nonton di bioskop. Bang Rio tak sepenuhnya menganggur, Ia membantu kakaknya mengelola usaha rumah makan Uda nya yang alhamdulillah cukup membantu kami. 

"Hmmm sekitar 6 bulan lah ya" jawabnya.

"Nganggur terlama dulu berapa lama?" tanyaku penasaran

"Sembilan bulan... Setelah tamat kuliah sekitar sembilan bulan nganggur trus dapat kerjaan. Nganggur lagi dua bulan, kerja lagi. Trus ada yang sembilan bulan lagi sampe akhirnya kerja dekat Punggur." ujarnya sambil membuka keripik ubi dan ditaburkan ke kuah sate. 

"Widiiiiih,,,, Ya ga apalahh, ini baru juga enam bulan. Kali aja setelah Iza melahirkan baru abang dapat panggilan kerja lagi setelah interview kemarin" 

"Amiiiiin.... Mana yang baik aja"

Yups, yang paling penting adalah mensyukuri apa yang telah Allah berikan dan memantaskan diri untuk mendapatkan nikmat-nikmat berikutnya.


Monday, 30 May 2016

Bantal

sarungnya udah diganti jadi Doraemon
Ini jenis tulisan absurb, tulisan engga jelas karena ga tau mau nulis apaan. Tiba-tiba aja mata tertuju pada sebuah benda di kamar yaitu bantal. 

Ngomongin bantal saya pernah dihadiahi bantal oleh Ummi Yanti yang tinggal di Jati Padang, Jakarta tahun 2011 lalu. Bantal dengan sarung bergambar hello kitty berwarna merah. Bantal ini diberikan sebagai kenang-kenangan untuk kami. Well, yang dapat bantal ini cuma saya dan Titi aja hahha mungkin karena di antara peserta lainnya yang sering ngobrol dan curcol dengan Ummi adalah kami berdua. 

Ukuran bantalnya ga sebesar bantal yang biasa kita pake tidur. Lebih kecil dan lebih pendek dari bantal guling. Jadi lumayan praktis untuk dibawa ke mana mana. 

Waktu pulang kampung ke Padang bantal ini wajib bawa sampe rebutan sama Uma. Jenguk Uma ke Gontor dua tahun lalu juga bantal ini ga lupa dibawa. Pokoknya dibawa kalo perginya lama. 

Dan setelah menikah bantal ini juga ikut menemani saya hahhaha... 

Lumayaan buat tambahan apalagi sekarang kalo tidur bawaannya rempong banget. Harus pake bantal yang pas biar tidurnya nyenyak. 

Baiklah sekian curhatan tentang bantal ini :D :D :D 


Wednesday, 25 November 2015

Murid Tak Beradab - Gara-Gara Proses Hujan

Selamat hari guru.....!!! 

Ah senangnya hari ini yang jadi guru. Pemerintah punya satu hari yang digunakan untuk memperingati hari guru. Membuat semua orang kembali mengenang dan mengingat akan pentingnya arti seorang guru.

Sebuah kutipan dalam film Ip Man : The Final Fight yang sangat saya suka dan ingat terus hingga saat ini. 

Sulit menjadi guru yang baik, tapi lebih sulit lagi menjadi murid yang baik
Ini diucapkan oleh Guru Ip setelah salah seorang muridnya membuka sekolah tanpa meminta izin atau restu darinya. Tentu tindakan ini membuat hati guru Ip sedikit luka, tapi dia bukanlah guru pendendam. 

Awalnya saya pengen nulis tentang guru favorit saya, tapi terlalu banyak xixixii apalagi karena SD saya pindah sampe empat kali. Duh jadi untuk guru favorit itu sungguh banyak. Semoga mereka hidupnya dirahmati Allah dan semua kebaikan yang saya lakukan juga berimbas ke mereka. 

Kali ini saya mau cerita pengalaman yang ga mengenakkan dengan seorang guru ketika SMA dulu. Yaa kalo dipikir-pikir saya salah sih. 

Beliau termasuk guru muda dan juga baru di sekolah itu, mengajar Geografi. Secara pribadi Geografi ketika itu adalah salah satu pelajaran favorit dari SD. Ketika masih duduk di sekolah dasar kami diminta untuk menghapal 5-10 nama negara beserta ibukotanya. Tapi saking sukanya saya menghapalkan nama seluruh negara dan ibukotanya di setiap benua yang dipelajari. I really love this subject. 

Nah di kelas X SMA kami mempelajari tentang angin, awan dan proses hujan yang ketiganya sangat berkaitan. Awan nimbus nimbus begitu saya mengingatnya, mirip sapu Harry Potter ya. 

Tibalah saatnya kami membahas tentang proses terjadinya hujan. Ah saya lupa detilnya. Namun saya ingat bahwa saya mengajukan pertanyaan kepada guru yang bersangkutan. Salahnya saya adalah tidak puas dengan jawaban yang diberikan sehingga saya terus menanyakan hal hal yang menurut saya tidak benar. Maksudnya menurut saya penjelasan guru tersebut tidak tepat. 

Setelah berdebat beberapa waktu tiba-tiba saja guru tersebut menangis terisak isak. Ouchh... did I do something wrong again??

Tanpa berkata apa - apa beliau pun keluar kelas yang kemudian diikuti dengan sorakan teman-teman memberi selamat pada saya yang telah berhasil (kata teman saya) menjatuhkan guru tersebut. Saya cuma pelanga pelongo karena jujur jantung saya berdebar-debar dan badan saya panas dingin. 

Beberapa hari setelah kejadian tersebut saya menyadari bahwa setiap pagi ada senior yang melongok ke kelas dan berbisik bisik begitu melihat saya sambil menunjuk nunjuk. Mereka kenapa? 

Barulah saya tahu ternyata berita saya membuat guru tersebut menangis telah menyebar ke seluruh sekolah dengan tuduhan bahwa saya adalah murid sombong yang pengen pamer bahwa ia lebih pintar dari guru dengan memberi pertanyaan yang menjebak guru tersebut. 

Ckckckck itukah yang beredar? Ternyata sang guru juga ikut bercerita di setiap kelas yang ia ajar setelah kejadian tersebut. Pantas saja setiap pagi ada orang-orang yang mencari, "Yang namanya Nurul yang mana?". Heww.....

Tak sampai di sana ternyata urusannya. Beberapa waktu kemudian saya dipanggil wali kelas dan ditanyai mengenai kejadian hari itu. Apa yang saya lakukan dan tujuan saya melakukan itu. Beliau menasehati saya untuk minta maaf. Apa?? Ketika itu saya bukan orang yang mudah untuk meminta maaf dan bertahan bahwa itu bukan salah saya. 

Saya meyakini bahwa apa yang saya lakukan di kelas bukan sesuatu yang salah. Saya hanya bertanya mengenai pelajaran yang sedang kami pelajari. Mungkin saja saya dianggap sengaja bertanya begitu untuk menguji kemampuan dan pengetahuan guru yang bersangkutan, but saya masih kekeuh bahwa saya ga bersalah *keras kepala sekali dulu itu :D

 Jadilah ujung-ujungnya saya dipanggil oleh guru BP. Duh!!! Dulu kalo udah dipanggil sama guru BP itu rasanya udah bikin pelanggaran berat banget. Ga pernah terbayangkan kalo suatu hari saya akan melakukan pertemuan khusus dengan guru BP cuma gara-gara saya nanyain soal proses hujan ke guru geografi. 

Kembali saya ditanya tanya tentang apa yang terjadi dan kenapa saya melakukan hal tersebut. Sekali lagi, guru BP tersebut (yang sekarang sudah almarhumah) menyarankan saya untuk minta maaf pada guru yang bersangkutan. Huft.... baiklah kalo memang itu menyelesaikan masalah. 

Saya pun mulai bertanya di mana guru tersebut tinggal dan sore harinya saya memberanikan diri untuk pergi ke rumahnya buat minta maaf. Oucchhh ketika itu hati kecil saya memekik bahwa saya tak harus melakukan ini. 

Daaaan tiba di rumah guru tersebut sambil menangis saya menyampaikan permintaan maaf saya pada beliau. Seperti biasa, saya kembali dinasehati untuk tak lagi melakukan hal tersebut pada guru-guru lainnya. Saya pulang dengan langkah ringan karena masalah yang selama berhari-hari itu selesaai dengan sebuah permintaan maaf. 

Jelang ujian kenaikan kelas, saya belajar keras untuk geografi. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa mendapatkan nilai yang tinggi untuk pelajaran ini. Saya tahu ada setitik kesombongan ketika itu di mana saya butuh pengakuan dari sekitar bahwa saya juga pintar. 

Heheheh maklumlah saya sekolah di salah satu sekolah favorit dan elit. Karena bukan berasal dari keluarga berada maka saya harus menggunakan otak yang saya miliki agar bisa diterima dalam pergaulan sekolah. Xixixiii namanya juga abege, pengen pengakuan. 

Ujian semester pun berlalu. Di masa class meeting saya kembali dipanggil oleh wali kelas dan guru BP. Loh kenapa lagi ini? Bukannya masalah saya udah selesai? Atau saya punya masalah baru? Apa? Apa nilai ujian saya melampaui sang juara sehingga saya dicurigai mencontek? Hahahha, dikeplak kepsek :D

Rupanya saya disuruh ujian ulang!!!! 

Ou my God, ujian satu kali aja udah bikin stres ini malah ujian ulang. Emang nilai saya remedi? 

Ternyata bukan. Kertas jawaban ulangan Geografi saya hilang. Raib. 

Hah, dari semua siswa dan dari semua kertas-kertas ujian, cuma kertas ujian Geografi saya yang ga ditemukan. Woww, apa ini? Pikiran saya jadi berprasangka bahwa ini adalah sesuatu yang disengaja. Kayak balas dendam gitu kali ya dari guru kemarin xixixii

Tapi saya bukan jenis yang menyerah saja ditantang begitu. Ketika semua orang sibuk dengan kegiatan class meeting di luar, saya duduk di ruang guru, kembali mengerjakan soal ulangan Geografi. Pffftt..... 

But saya yakin kali ini setidaknya nilai 80 berada di tangan saya. Saya yakin sekali bahwa saya telah menuliskan jawaban yang benar. 

Ketika terima rapor saya cuma bisa ngurut dada xixixii... Nilai Geografi saya turun drastis tak mencapai angka 70. Benar-benar dikasih nilai batas minimal, standar KKM banget lah.

Yah mungkin guru yang bersangkutan tak terima dengan perlakuan yang saya berikan padanya. Mau gimana lagi, nilai kan hak prerogatif guru. 

Untunglah hingga dua tahun terakhir saya bersekolah di sana, saya tak pernah lagi diajar oleh guru tersebut. Kalo tidak bisa terulang kejadian kemarin hehehhe

Well, jika saya pikir sekarang, apa yang saya lakukan memang salah. Sebagai guru mungkin seharusnya beliau bangga punya murid kayak saya hahha tuh kan sombong lagi. Mau bertanya dan ga malu berdiskusi di depan kelas. 

Namun yang sangat saya sadari adalah sikap saya dalam berdiskusi. Saya sadari bahwa ketika itu saya ngotot dengan pemikiran saya dan menganggap bahwa si guru ini tak tahu apa apa atau bahkan tak paham dengan pelajarannya sendiri. 

Sebagai murid saya tak bersikap sopan dan merasa lebih tahu. Saya tak menghargai beliau sebagai guru. 

Ketika liqo berulang kali kami membahas tentang adab dalam menuntut ilmu. Dalam proses belajar dengan guru, adab adalah hal yang sangat utama. Mengapa? Karena di sanalah letak keberkahan ilmu. 

Ilmu yang tak berkah tak akan menghasilkan apa apa kecuali kesombongan dari pemiliknya. Tak peduli sepintar apa pun kita, tanpa adab we are nothing. 

Bukankah adab adalah alasan utama kenapa kedudukan manusia lebih tinggi dari makhluk lainnya? 

Mari jadi murid yang beradab! 

*Selamat Hari Guru

Thursday, 22 October 2015

Lapang Dada

Mungkin orang lain sudah melakukannya. Iya, sore ini perasaan saya ga enak. Membuncah dan ingin memuntahkannya. Khawatir melukai orang lain, saya memilih untuk keluar rumah. Ibu sempat bertanya mau ke mana. Entahlah, ke mana saja asal tak diam.
Lalu saya mulai melakukan perjalanan tanpa tujuan. Ga tau harus ke mana. Sepanjang perjalanan ingin menangis tapi malu dan tak siap jika harus mengalami kecelakaan karena kurangnya konsentrasi dalam berkendara.
Sesegera mungkin saya memperlambat laju kendaraan dan mulai melihat apa pun yang bisa saya lihat.
Oh ya, mungkin dengan melihat orang lain perasaan yang menyesakkan itu bisa berdamai dan membuat saya lebih lapang dada.
Tentu saja. Di turunan batu sembilan sebelum cafe jeboonk saya melihat tiga lelaki usia 40an berjalan di tepi jalan raya. Pakaian mereka lusuh dan tampak lelah. Sepertinya mereka tukang yang bekerja di ruko seberang yang sedang dalam masa pembangunan.
Tiba tiba pikiran itu masuk. Wow tentu beban hidup mereka lebih berat daripada saya. Masalah mereka pasti lebih besar. Lihat saja wajah lelah itu, tak bersinar. Saya masih lebih baik, lucu sekali jika mengeluh lagi.
Di belokan batu delapan saya terkejut melihat seorang wanita hamil muda berjalan kaki. Yang menarik perhatian saya adalah penampilan. Tak terawat sama sekali. Perutnya jelas terlihat dengan pakaian minim yang ia kenakan. Entah apa namanya, terusan mini yang hanya sebatas paha tanpa lengan. Wajahnya legam tertutup debu jalanan seperti tak mandi berhari hari. Ia membawa tas dan berjalan cepat.
Ke mana perempuan hamil ini? Dengan usia kehamilan kira kira enam bulan apa yang ia lakukan? Kenapa harus jalan kaki? Tak bisakah suaminya menjemput? Atau suaminya yang sudah tak ada?
Saya merasa bersyukur. Entahlah apa yang saya syukuri
Pemandangan lainnya yang lebih miris bergantian saya lihat selama perjalanan tanpa arah itu. Menambah rasa syukur karena Sang Khalik menempatkan saya di sini.
Setiap kita pasti punya masalah sendiri yang membuat dada sesak dan tangis tak lagi bisa terbendung. Kadang bila diikutkan kata hati ingin sekali mengucapkan sumpah serapah untuk mengurangi rasa.
Tapi apa yang kita dapat? Tangisan putus asa mungkin bisa memperlambat rasa syukur. Lalu, apa tak boleh menangis? Ya silahkan saja
Hanya saja sore ini saya mendapatkan lagi satu cara untuk meredam emosi.

Apa Saya Salah Menyampaikan??

Loh, apa saya salah menyampaikan ya? Tak hanya satu atau dua orang yang pernah bertanya begini, "Kak, gimana ya, boleh atau tidak. Saya kan baru hijrah dengan pakaian begini. Tapi kadang kadang pengen balik lagi dengan pakaian yang dahulu kala. Trus besoknya panjang lagi (jilbabnya). Kita dosa ga kalo begitu?".
Well, kalo ngikutin aturan sih pengen aja bilang ga boleh. Aturannya begini begitu. Namun menimbang yang bersangkutan memang baru banget yaa agak berkelit biar dia ga patah semangat tuk terus berubah jadi lebih baik dalam menutup aurat.
Kita bukan orang yang berhak ngasih predikat ini dosa atau tidak. Saya menghargai proses. Perubahan yang baik itu butuh proses yang panjang n ga instan. Malah saya takut liat yang instan karena banyak kejadiannya yang instan itu malah berbalik duluan.
So saya berkata, silahkan kalo memang masih berproses. Misalnya hari ini masih pengen jeans kesayangan, silahkan. Asal diakalin dengan baju yang nutupin pinggul n jilbab ga lilitan. Berproseslah, rasakan mana yang aman dan nyaman. Saya percaya pakaian yang tertulis dalam Al Quran lah yang paling nyaman dipakai apa pun modelnya.
Malam ini saya terkejut. Syok dan hanya bisa geleng geleng kepala melihat perkembangan si penanya.
Foto yang ia pasang di akun sosmed nya bikin saya melongo. Mengerjapkan mata berulang kali sambil terus bertanya, apa ini dia???
Fotonya terus saya zoom, takut lupa wajahnya karena kami sudah lama tak bertemu. Dari komentar teman teman, saya yakin itu memang dia.
Dug! Apa saya salah menyampaikan??? Apa ia menafsirkan begini?
Well, fotonya sama sekali tak berjilbab! Waduh, is that really her?? Masih sedikit kurang yakin.
Dalam hati berulang kali saya berdoa, yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi 'ala diinika wa la thoo'atik. Wahai Dzat yang maha membolak balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam agamaMu dan ketaatan padaMu
*untukmu sayang

Thursday, 15 October 2015

Sabar

Kamu cuma perlu bersabar. Iya sabar. Satu kata yang emang berat banget buat dilakukan.
Di saat saat tertentu untuk bersabar itu mudah banget, tapi di waktu yang lain gregetaaaaaan sampe sampe pengen nabok apa pun yang bikin kita jadi ga sabaran.
Sabar itu ga ngeluh. Waaah kalo begitu sabar emang sulit banget.
Sabar dan waktu. Hmmm baidewei punya waktu ga sih buat ngobrol? Iya bentar aja. Kalo ga punya ya udah, kitanya mesti sabar.
Ini ngomong opo pagi pagi xixixixi
Yah, yang penting sabar aja. Tunggu sampe punya waktu

Wednesday, 12 August 2015

Pengen Jadi Blog yang Berkualitas


Baru aja baca tentang blog yang berkualitas dari postingan salah satu emak blogger. Rasanya tertohok sana sini. Jujur tiap baca postingan yang ada ngomongin alexa rank, google adsense, SEO dan istilah lainnya saya sama sekali ga ngerti. Oke mungkin lebih tepatnya belum ngerti. 

Untuk para blogger profesional dan berpengalaman, punya traffic tinggi itu penting. Menaikkan jumlah kunjungan adalah sebuah kewajiban. Hmmm jumlah kunjungan akan mempengaruhi kepopuleran sebuah blog. Dan yang lebih penting adalah ini bakalan menarik perhatian para pemilik iklan untuk pasang iklannya di blog kita. Hehehee lumayan buat jadi passive income

Tapi ya gitu, buat jadi blog yang menarik untuk dipasangin iklan, isi nya harus berkualitas dulu. Atau minimal blog berisi hal-hal informatif jadi pembaca dapat pengetahuan juga. Nah blog saya nih, isinya curhat melulu -_- 

Sebenarnya ga mesti punya tulisan berkualitas tinggi sih buat jadiin blog kita banyak pengunjungnya. Berdasarkan pengamatan mereka yang punya pengunjung banyak adalah blog-blog yang konsisten diupdate. 

Iya itu aja, kuncinya rajin nulis, rajin update dan rajin share di medsos. Kemudian, ga mesti juga harus pake EYD nulis di blog, jadi diri sendiri aja. Itu bakalan jadi branding tersendiri. Cuma saya kadang masih suka malu untuk share di media sosial karena isi blog curhatan aja hehe

Mungkin setelah ini harus lebih meningkatkan percaya diri aja untuk share tulisan-tulisan di medsos, apa pun tulisannya. Bisa jadi peningkatan percaya diri berbanding lurus dengan meningkatnya kunjungan di blog xxixixixiii

Wednesday, 1 July 2015

The Impressive Blog Challenge

Jujur, ini blog challenge pertama yang saya ikuti setelah bertahun-tahun nge blog. Senang bisa berpartisipasi meskipun cuma beberapa hari karena ketidakkonsistenan untuk nulis setiap hari. 

Hal yang paling disyukuri dari challenge ini adalah untung saya ga jadi ngajak si Gie buat taruhan hahhaha bisa rugi bandar. Saya yang ngajak dan saya yang gugur duluan hehhee... 

Ribuan terima kasih buat para blogwalker yang sudah bersedia baca tulisan-tulisan gaje selama blog challenge berlangsung. Secara ga langsung kembali naikin traffic blog dan yang paling saya suka adalah melihat warna orange di sudut kanan yang ngasih tahu kalo ada komentar yang masuk. 

Belum sempat dibalas semua sih, tapi saya beneran excited banget. Setelah hampir sekitar 7 tahun blog ini menghiasi dunia maya baru kali ini ada yang komen-komen. Selama ini tulisan yang banyak dikomen itu cuma tulisan yang saya buat untuk Kak Dwi Saptarini sebagai bekal perjalanannya dari Australia.

Dari blog challenge ini pula saya baru tahu kalo ternyata rata-rata penulis di Pelangi Drama adalah akhwat hehehhe berasa nemu komunitas. Selama saya hidup (ciyeeeh) terutama di Tanjungpinang ini, ga banyak akhwat yang mau nge blog dan nulisin review film atau drama yang udah mereka tonton. 

Beberapa teman udah mulai suka nge blog setelah dikomporin berkali-kali. Mudah-mudahan kita jadi penulis blog yang inspiratif dan penuh kebaikan yah. 

Sekali lagi terima kasih buat para admin dan peserta challenge dan mohon maaf karena engga ikutan full :)

Wednesday, 24 June 2015

#10 ~ Food Makes Me Happy

Excited? Apa ya yang bikin saya tertarik dan senang. Pengennya sih jawab laki-laki pinter, tapi ntar malah digebukin warga sebelah xixixi

I'm so excited when someone tell me that I have something good that has changed his/her life to be better. Ya iyalah, dengan penyakit narsis tingkat tinggi ini saya selalu senang bila ada yang menjadi lebih baik setelah pertemuan kami. Amal jariyah, siapa yang ga mau. Lumayan bisa ngalir terus setelah mati. 

Hal lainnya yang bikin saya senang adalah makanan. Saya jarang menolak tawaran makan dari orang lain, yaa kecuali dalam perjalanan, khawatir aja sih. Sukaa banget berteman dengan orang yang ga demen makan atau makannya dikit cicicicicici.... 

Gegara itu kali ya gendutnya ga bisa dikurangin, padahal nasi nya udah ga sebanyak dulu.  Soal makanan, cuma suka makan tapi ga suka dan ga bisa buat makanan haha ga usah berharap dimasakin. Dapat telur dadar aja udah syukur. 

Ya sudahlah itu saja.... Mumpung lagi haidh, pengen posting banyak-banyak XD


Tuesday, 23 June 2015

#23 ~ Fisika dan Olahraga Itu Melelahkan

The power of cendol XD ada apa dengan cendol? Ga kenapa-kenapa sih dengan yang namanya cendol. Cuma belakangan kok kayaknya cendol jadi nyebelin gitu ya. Siang sampe sore hampir berhasil ngegodain biar puasanya batal hahha

"Iiih Nurul jangan kayak anak kecil" kata Kak Ayu yang lagi ga puasa dan asik banget nyendokin cendol. Glek!

Tapi tema malam ini ga ada hubungannya sih sama cendol. Sebelumnya saya merasa sedih n menyesal karena ga bisa membersamai peserta lainnya untuk terus nulis tiap hari dengan tema challenge yang beda. Salut deh buat yang tetep nyediain waktu buat nulis.

Berhubung di challenge ke 23 ini mau ngomongin pelajaran, yuk mari cerita-cerita.

Kalo sebagian orang akan berkata bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, tapi buat saya ga ada yang bisa ngalahin kesulitan dalam memahami fisika.

Ga ngerti juga gimana ceritanya bisa stuck banget sama fisika sampe bangga banget pas ulangan fisika dapat 4,25. Mending kan daripada nol, saya ga pernah pede buat bisa lulus dari kkm, walopun standarnya cuma 5 atau 6. Ga mimpi deh.

Padahal waktu putih biru, fisika salah satu pelajaran favorit loh. Tapi bukan karena pelajarannya yang menarik sih, lebih pada gurunya yang guanteng sekali. Tingginya dua kali lipat tinggi saya, berkumis, tampan, macho daaan saya pernah ditepuk di bahu gegara nangis sesenggukan karena uang kas hilang -_-

Pas SMA eh ketemu sama guru yang sukses bikin minat terhadap fisika merosot drastis. Mau dibaca berapa kali pun engga ngerti juga. Entah apa dan siapa itu pascal dan sebagainya. Emang gue pikirin. Yang penting nilai kimia menanjak tinggi hehehe

Selain fisika pelajaran yang paling sulit adalah olahraga. Duh, dengan body segede ini, olahraga tentu berada di list pertama pelajaran yang ga disukai. Apalagi kalo disuruh lomba lari. Nyerah pak nyerah!! Suruh aja saya nyapu lapangan atau tidur di panggung T_T

Satu-satunya olahraga yang saya ikuti cuma basket. Itupun karena senior yang super kece dan sayang untuk dilewatkan penampilannya. Maklum waktu itu lagi hebohnya MVP Lover hahhaa

Relaaaa ngikutin si senior diam-diam pulang sekolah cuma gegara penasaran rumahnya di mana hahhaaa berasa fangirl gituh. Dia sekarang kabarnya gimana ya? Xixixixii

Wednesday, 18 March 2015

Thursday, 1 January 2015

Koleksi Deaz

Untuk pertama kalinya kami mendapat pesanan untuk Koleksi Deaz setelah beberapa minggu lalu memutuskan untuk menjual koleksi drama yang ada di laptop. Berhubung ia minta 2 drama maka kami harus kerja lebih ekstra untuk dapatkan filenya. 

Well, ide koleksi  deaz ini muncul setelah aku mengikuti pelatihan blogger beberapa waktu lalu. Saat itu instrukturnya berpikir apa yang bisa ia jual dari laptop untuk mendapatkan tambahan pemasukan. Dari sini aku bersama seorang teman memutuskan untuk menjadikan hobi kami sebagai sumber pemasukan. 

Kami sudah berteman dari SMA, bahkan hampir dua tahun selalu duduk sebangku. Aku dan dia mempunyai kebiasaan yang sama yaitu salah satunya menonton drama dan variety show korea. Hmm dan kami punya koleksi cukup banyak di laptop. 

Lalu suatu hari kupikir mengapa tak kujadikan saja ini sebagai lahan usaha. Mencoba ga ada salahnya. Pun setelah sepupuku bercerita tentang temannya yang juga punya jenis usaha serupa. 

So, kami menyediakan berbagai jenis film, drama dan variety show yang berasal dari korea. Ada sih beberapa drama Jepang, tapi kebanyakan korea. Koleksi ini kami jual dengan cara pemindahan file dengan menggunakan flash disk. So sekalian silaturahim :D 

Untuk daftar koleksi, kami sudah buatkan blog tersendiri yaitu klik di Koleksi Deaz. Nah untuk koleksi yang belum ada dalam daftar itu pemesanan bisa dilakukan. Tentu perlu waktu hehehe...


Thursday, 18 December 2014

Kita Siapa?

Orang-orang selalu menilai seseorang dari penampilan luar. Melihat seseorang suka pergi ke surau untuk melaksanakan sholat maka ketika itu ia disebut orang alim. Orang yang suka duduk-duduk di kedai kopi sambil bergosip disebut tukang gosip. Setiap hari pergi mengajar maka orang menyebutnya guru. 

Memang pencitraan dapat terbentuk sendiri melalui kebiasaan sehari-hari. Ada yang berkata bahwa ketika sesuatu dilakukan sering maka ia jadi kebiasaan. Setelah kebiasaan itu melekat di dalam diri maka ia akan menjadi akhlak seseorang. 

Tapi benarkah apa yang kita lihat hari ini adalah yang sebenarnya? Ah, we never know what kind of person we are. Orang memang selalu menilai dari luar. Mereka tidak salah karena itulah yang kita tampakkan. Cukup mustahil menilai sesuatu yang tak nampak jelas di depan mata. Kita bukan makhluk gaib, kita nyata, kita ada dan kita bergerak ke sana kemari. 

Lalu, siapakah kita sebenarnya? Seseorang yang orang nilai atau seseorang yang sebenarnya sangat berbeda dari penilaian orang lain? Lalu mengapa kita mengerjakan sesuatu yang ternyata bukan kita? Seorang pencitra palsu kah? Belum tentu.

Kita hadir dan melakukan segala hal karena kebutuhan. Bukan kita tapi kebutuhan masyarakat. Banyak di antara kita yang bergerak atas permintaan masyarakat. Bergerak karena penilaian masyarakat. Takut melakukan sesuatu yang ditolak masyarakat. 

Dua sisi yang berbeda. 

Banyak yang bilang, jadilah diri sendiri. Ya, tawaran yang menarik. Namun, bagaimana ketika diri sendiri itu adalah diri yang tak mendapat tempat di masyarakat? Diri yang bagi orang lain bahkan tak pantas untuk mengangkat kepala. Lalu, apakah mereka pantas?

Tak ada yang boleh menilai atau menghakimi orang lain. Lalu siapa yang harus melakukannya? Egoisme kita mendorong diri untuk memprioritaskan ketertuduhan terhadapa orang lain ketimbang menunjuk diri. Satu telunjuk rupanya lebih besar dari sisa empat jari lainnya yang mengarah pada diri. 

Lalu kita siapa?

Saturday, 6 December 2014

Keblenger Drakor Ga Bisa Move On

Ou yeah penyakit lama muncul kembali. Terakhir ngerasa begini setelah nonton drama King 2  Hearts yang asli bikin hidup ga berasa di dunia nyata, penuh hayalan. Sejak itu aku putusin untuk engga nonton drama lagi yang bisa bikin addicted tapi tetap ngikutin lewat blog sinopsis.

Beberapa kali sih berhasil, sementara Onang dan Kak Adek beli banyak VCD aku cuma minjem One Warm Word yang waktu itu aku tonton juga karena lagi suntuk berat. Dan drama ini berakhir dengan masuknya Lee Sang Woo sebagai salah satu aktor yang kece huhuhuu.

 
Kejadian yang sama kali ini terjadi lagi setelah aku nonton Reply 1994, drama yang kupinjam dari Dedew gara-gara penasaran. Ketika nonton beberapa menit episode 1 aku ga lanjut nonton karena benar-benar engga tertarik. Mulai dari pemainnya sampe setting dan plotnya yang aku belum paham.

Eh entah kenapa malah muter VCD nya lagi dan berakhir dengan susah move on nya aku dari Chil Bong (Yoon Yeon-seok)!!!!!!!! Di dramatroll.tumblr.com aku sering baca tentang penulisnya yang sering crush on sama So Ji-sub. Setelah aku cari di kamus Oxford, crush on berarti have strong feeling, but not last long. Okeh, artinya perasaan itu meski menggebu, ga akan bertahan lama.

Chil Bong bener-bener bikin akal ga jalan. Gara-gara hampir ga bisa move on, aku stop nonton, padahal tinggal 4 episode lagi. Biarin deh, daripada ngerusak semua. Ngalihin diri ke yang lain. Kayak lanjut baca ulang novel Agatha Christie, Pembunuhan di Mesopotamia. Kalo bacanya ga konsen, sulit juga ngikutin alurnya, malah kehilangan clue penting.

Baca buku pendidikan anak dalam Islam buat persiapan ke Pangkil lumayan dapat poin cara meluruskan kesalahan anak. Walo ga jadi ngisi hahaha.... Ujung-ujungnya malah baca fakta Super Junior -______________-

Padahal waktu dulu Uma suka download video Suju pulang sekolah sering aku remehin dan ejek habis-habisan. Eeeh sekarang malah kejebak kata-kata sendiri. Mestinya nyari sejarah gimana Islam masuk Indonesia, malah jadi hapal sejarah Suju sampe anggotanya yang berkasus.

Kualat sama adek sendiri. Dulu waktu Usup kelas X SMA, dia sering banget muter nasyid di komputer rumah. Kenceng banget pake speaker. Aku yang belum dapat hidayah juga ngencengin radio dari dalam kamar sambil tereak, "Woi, nasyidnya kecilin!!!"

Di masa itu aku seneng buka radio Singapura frekuensi 98.7 dan 95.0 MHz. Sampe manjat-manjat manjangin kabel biar dapat sinyal yang pas dan jelas. Lagu barat terbaru sampe yang lama. Radio emang keren, cuma muterin lagu, engga banyak ngoceh kayak radio lokal. Kita kan dengerin radio itu buat denger lagu, bukannya mau denger curhat atau ocehan penyiarnya hehehe

Eeeh masuk kuliah dan ikut proses tarbiyah. Mulai lah dapat pencerahan dan dengerin nasyid yang dulunya disukai. ckckkckck kena lagi kan -_- Cuma nasyidnya juga milih-milih... Ga demen dengan nasyid yang bawaannya mellow, paling cuma dengar sesekali. Rekom nih buat yang lain, biar semangat itu kalo engga Izzatul Islam, ya Shoutul Harokah. Kalo Madani yaa beberapa aja sih

Tunggu, tunggu ini kenapa jadi ngomongin hal yang ga penting sih? -_-

Namanya juga curhatan ga penting

Wednesday, 15 October 2014

Namanya Permalink

Sekian lama dibingungkan dengan link yang ga nunjukin judul, baru semalam dapat jawabannya. 

Hooo ternyatanya ini berkaitan dengan permalink toh... yups dapat ilmu baru huehehehe

Wednesday, 10 September 2014

Carut Marut

Carut marut media membicarakan politik yang ga tahu kapan berakhirnya bikin aku muak untuk nonton berita. Aku pikir, aku salah satu di antara banyak orang yang juga ngerasain yang sama. Meski demikian pemberitaan jangan sampai ketinggalan berita. 

Pasca pilpres semua orang ngomongin Jokowi, PDIP dan Ahok. Aku ga tahu kenapa media pada kompak beritain yang beginian setiap hari. Yang jelas semua adalah by design. Hey ga ada suatu hal yang kebetulan kan. Oke aku bukan pengen berteori atau ngomongin hal yang membosankan. 

Postingan singkat ini cuma pengen ngelepasin unek - unek yang eneg gara - gara liat pemberitaan di media massa yang heboh hhanya dengan orang - orang itu saja. 

Bagaimanapun, Sayed yang beberapa malam lalu mengundang Najwa Shihab di acaranya yang tayang di TV1 Malaysia bahkan mampu membuat analisis bagaimana media Indonesia yang berpihak pada orang - orang tertentu. Oke, biasanya Najwa Shihab selalu bisa menyudutkan para tamu di Mata Najwa, tapi kali ini di acara itu buat aku Najwa harus bermain kata agar kebenaran itu tak terekspos tentang bagaimana permainan pemilik media di Indonesia. 


Saturday, 23 August 2014

Iseng - Iseng Kepribadian



Hohohoho suka aja ikut - ikut apps di facebook apalagi yang berkaitan dengan kepribadian. Kayaknya sih galau dengan kepribadian sendiri. Tapi dari sekian apps yang saya ikuti hasilnya hampir sama, tidak banyak perbedaan. 

Saya cukup mengenal diri sendiri.... Pada awalnya ya cuek aja, tapi ketika Raja Ali Haji dalam Gurindam 12 menuliskan bahwa untuk mengenal Allah dengan cara mengenal diri sendiri. Wah maaf ya kalo saya salah, karena saya lupa redaksinya. Yaaa cara mengenal Allah adalah dengan mengenal diri sendiri. Mulai dari bentuk fisik hingga karakter, bakat dan minat yang ada di dalam diri. 

Tapi hasil aplikasi ini agak lebay. Hal yang paling lucu adalah leadership, suatu hal yang saya sendiri tak memahaminya secara keseluruhan. Walo punya track record jadi ketua BEM, saya pikir kemampuan leadership saya masih jauh di bawah rata - rata -_-

Di link ini saya dijelaskan sebagai Pelaku Santai. Ya ya ya sudah banyak yang berkata saya terlalu santai. Silahkan baca hasilnya di sini

Thursday, 31 July 2014

Lucahnya Warkop DKI

Dono Kasino dan Indro atau yang lebih sering disingkat DKI memang legenda lawak di Indonesia. Meski kedua personilnya sudah meninggal, tapi film - film mereka tetap dikenang dan diputar di televisi. 

Meski demikian saya punya pendapat bahwa beberapa adegan di film - film ini sungguh tak layan tonton terutama bagi anak - anak. Well, bukan berarti orang dewasa dengan bebas menontonnya hanya karena sudah berusia 18 tahun ke atas. 

Ketika itu saya bersama rombongan akan berangkat menuju Batam dari Tanjungpinang. Kami berangkat sore dengan menggunakan kapal ferry untuk menghadiri sebuah agenda jelang pemilu lalu. Rombongan terdiri dari 4 bapak - bapak dan 2 perempuan termasuk saya. 

Nah, seperti biasa di dalam kapal saya dengan teman perempuan satunya lagi memilih duduk agak jauh dari bapak - bapak. Biar sama sama nyaman. Mereka mengambil kursi deretan keempat dari depan. Sementara kami 6 kursi di seberangnya. Saat itu di layar tivi kapal sedang diputar salah satu film Warkop DKI. 

Karena akhir pekan, penumpang lebih ramai dari biasanya. Ketua rombongan memanggil kami agar duduk di belakang kursi mereka, supaya ga kejauhan kalo mau pesan sesuatu. Ya sudah saya dan teman bergerak. 

Di saat itulah kami baru menyadari tayangan yang diputar di layar tivi. Astaghfirullah sungguh tak layak diputar di tempat umum seperti itu. 

Salah satu adegan di film Warkop DKI dengan para perempuan yang hanya menggunakan bra dan celana dalam sedang berjoget - joget di tepi pantai. Adegan ini bukan hanya satu atau dua menit, mungkin kira - kira 15 menit sejak kami masuk ke kapal dan mencari tempat duduk hingga disuruh pindah. Ketika sudah duduk pun adegan masih berlangsung. 

Masya Allah entah siapa yang berani memutar tayangan tersebut. Entah dia tidak tahu atau memang sengaja, semoga Allah memberi hidayah pdanya. Di dalam kapal bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak - anak. Menyuguhkan hal itu bukanlah hal yang pantas. 

Ingin sekali saat itu untuk protes pada kapten kapal, tapi sepertinya salah satu bapak - bapak sudah melakukannya. 

Hal inilah yang membuat saya kurang respek pada Warkop DKI. Dalam pikiran saya, bagaimana almarhum Dono dan Kasino mempertanggungjawabkan apa yang mereka perbuat di alam sana? Semoga mereka mendapat ampunan dari Allah SWT serta terus ada doa yang terkirim dari anak - anak dan istri mereka berdua untuk menerangi kuburnya. 

Wallahu'alam semoga kita terhindar dari hal - hal yang tidak bermanfaat.