Showing posts with label DRAMA. Show all posts
Showing posts with label DRAMA. Show all posts

Thursday, 25 March 2021

Review Drama Korea: 365 Repeat the Year

 Sebelum nge review, drama ini udah berkali kali muncul di timeline saya dengan nada yang serupa: BUAGUSSS! Tapi entah kenapa ga merasa tertarik aja. Mungkin karna yang main Nam Ji Hyun kali ya hahaha.... Iyaaa, pemain salah satu faktor kenapa saya nonton sebuah drama. Meskipun pemeran utama lainnya ada Ahjussi rasa oppa, kaya nya masih belum menggerakkan hati hehehe Padahal secara visual Lee Jun Hyuk menyenangkan kalo diliat dan ternyata drama yang dia bintangi rata rata saya tonton. 


Baiklaaah, ceritanya adalah tentang 10 orang yang dikumpulkan oleh seorang psikiater untuk diajak Menyetel Ulang atau nge reset hidup mereka satu tahun yang lalu. Jadi mereka bisa kembali ke masa lalu tapi hanya ke waktu satu tahun yang lalu aja, selebihnya ga bisa. Dengan catatan memori mereka di tahun itu ga hilang. Jadi mereka bisa mengingat apa aja yang mau mereka ubah dan kejadian kejadian yang terjadi sepanjang tahun. 


Dari 10 orang itu ada detektif Ji yang mau kembali karna dia mau menyelamatkan rekan kerjanya yang dibunuh sama penjahat yang udah bebas n punya dendam ke dia. 

Ada juga penulis webtoon Shin yang mau menghindari kecelakaan tabrak lari yang udah bikin dia lumpuh total dan dia down banget kehidupannya. 

Ada juga gamer yang mau ngalahin lawannya

Ada mahasiswa yang mau ikut tes biar ga ngulang kuliah

Ada preman yang mau jadi kaya dengan no undian

Ada bapak kurir yang juga mau kaya

Ada bapak tua yang mau punya kafe

Ada pegawai yang mau pindah ke luar negeri

Ada wanita muda yang mau memutuskan pertunagan supaya ga jadi nikah


Nah kembali lah mereka ini ke satu tahun yang lalu di tanggal yang sama. Masing masing berusaha untuk bisa mengubah apa yang seharusnya ga terjadi di masa depan. 


Tapi tanpa disangka sangka, saat pertemuan mereka berikutnya bersama psikiater itu, satu per satu mereka meninggal secara misterius dan mereka pun terlibat dalam kasus pembunuhan berantai. 


Siapa saja yang menjadi korban?

Mengapa mereka terbunuh?

Siapa pelakunya?

Apa maksud dari menyetel ulang kehidupan mereka?

Benarkah mereka saling terkait satu sama lain?


Nah pertanyaan-pertanyaan itu bisa dijwab setelah nonton seluruh episode dong yaaa hehehe


Rasanya udah lama ga nonton drama korea dengan intensitas cerita seseru ini. Tiap episode apalagi udah menjelang akhir terdapat plot twist yang bikin kita berucap, ya ampun ternyataaaaa.... Hahahha


Meski alurnya maju mundur tapi ga aneh dan ga bikin bingung. Malah kita dibikin makin penasaran siapa pembunuh sebenarnya. Dan jawabannya sangat ga bisa ditebak. Jelang akhir episode udah nebak si ini si itu eh tapi ternyata meleset xixixi


Buat yang lagi butuh drama bagus, ini sangat sangat sangat direkomendasikan. 

Dan ga kaya drama lainnya, endingnya cukup memuaskan dan semua pertanyaan terjawab. Jadi g ada istilah ending gantung atau jadi butiran debu wkwkwkk

Wednesday, 19 September 2018

[Korean Drama] My ID is Gangnam Beauty: Hanya Karena Cha Eun Woo



Saya kembali menulis di blog ini setelah hampir setahunan tak disentuh, bahkan awalnya lupa email dan password. Beruntung saya hanya punya 3 password tetap yang dipakai bergantian untuk akun apapun hehehe....

Meski tak lagi menulis, saya tetap nge drama. Belum vakum meski tanpa wifi tetap diusahakan menonton drama agar jiwa tetap waras. Maklum, sekarang statusnya sudah jadi mamak mamak beranak dua. Agar kebutuhan drama tetap terpenuhi saya harus cari kartu internet yang murah dan menawarkan kuota yang banyak. Sebulan terakhir nonton makin menggila karena sekarang ada fasilitas wifi di rumah.

Sebenarnya saya ga tertarik dengan drama ini awalnya. Tapi karena di timeline heboh bener, ya dicobalah nonton episode satu. Penasarannya lebih karena isi timeline yang menggila karena ketampanan tanpa batas pemeran utama lelakinya, Cha Eun Woo.

Dan iyes!! Baru satu episode, saya nagih untuk nonton episode lainnya hanya karena ingin lihat ekspresi Cha Eun Woo lainnya. Saya terpesona dan tersihir sorot matanya yang ga bisa dijelaskan dengan kata kata hahha...

Selain pesona Cha Eun Woo yang bikin saya meneruskan nonton episode selanjutnya hingga tamat adalah tokoh Hyun Soo A. Antagonis cewek ini bikin saya penasaran, apa sebenarnya yang disembunyikannya dibalik sikap pura pura baik dan manisnya itu. Dan drama ini lelet banget karena semua terkuak di beberapa episode terakhir. Seru sih, tapi ya gitu, berasa sia sia nungguin.

Karena hanya dua hal ini yang bikin saya penasaran, banyak adegan pemeran utama yang saya skip. Apalagi ketika Kang Mi Rae dan Do Kyung Seok udah jadian. Ckckckk, naluri saya bilangg ga ada gunanya nonton adegan mereka pacaran.

Mungkin karena dari awal saya sebenarnya udah ga suka dengan tokoh utama, Kang Mi Rae.

Oke, ceritanya adalah tentang seorang cewek, Kang Mi Rae yang punya wajah jelek dan jadi korban bully selama di sekolah gara gara wajahnya itu. Dari awal ga pernah diliatin sih sejelek apa, kamera hanya menyorot beberapa bagian tertentu kaya mata, hiidung, bibir. Kalaupun seluruh tubuh, pasti bagian wajahnya blur. Ga keliatan deh

Ga mau kehidupan kuliahnya berantakan karena bullyan seperti di sekolah, Kang Mi Rae merombak habis habisan wajahnya lewat operasi plastik. Dan owala!!! Dia sukses jadi salah satu gadis paling cantik di jurusan kimia barengan dengan Hyun Soo A yang juga emang udah cantik dari sononya.

Yah mungkin karena jadi korban bully seumur hidup selama sekolah, Kang Mi Rae jadi sosok yang ga pedean dengan hal apapun. Selalu takut bertindak karena mempertimbangkan apa yang akan orang lain katakan tentang dirinya.

Menurut penonton kaya saya, sikap ini melelahkan dan menyebalkan. Mungkin buat saya harusnya dia pede aja dong. Kan udah cantik. Nikmatin deh hasil operasi itu dengan berteman dan melakukan hal hal yang ga pernah dilakukan selama sekolah dulu.

Tapi Kang Mi Rae engga. Dia masih aja terjebak dengan perasaan ga pede itu. Lelah, aku lelah menyaksikan adegan demi adegan Kang Mi Rae ini.

Beruntung ada Cha Eun Woo dan Hyun Soo A yang bikin penasaran dan jadi daya tarik tersendiri untuk saya. Kalo engga, mungkin drama ini ga akan saya lanjutkan sampai tamat.

Tokoh lainnya juga meyenangkan. Intinya semua saya suka kecuali Kang Mi Rae dan Chan Woo, senior Mi rae yang sok keren dan memiliki jiwa licik yang amat tinggi. Kalo saya jadi temannya, ga akan percaya sedikitpun apapun yang dia katakan.

Ya udahlah gitu aja...

Pesan dari drama ini : dont judge a book by its cover

Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya karena yang paling penting adalah hatinya.

Friday, 25 November 2016

[Korean Drama] On the Way to the Airport ll Pembenaran Selingkuh?



Huft.... Nonton drama selingkuhan gini emang berat dan kadang bikin baper sendiri. Beda banget feelnya nonton drama dengan tema ini sebelum dan setelah menikah. Sebelum menikah ya ga begitu ada beban tapi begitu nonton beginian setelah menikah, mau ga mau ada berbagai kekhawatiran yang muncul di benak saya. Hewww.... Cukup lelah tapi sejujurnya nagih hahha

Oke, kali ini saya mau ngebahas drakor yang baru aja kelar penayangannya. Komplit. Awalnya saya ga mau nonton drama on going,  tapi karena keisengan ya jadi berkelanjutan. Drama ini ditamatin. 

On the Way to the Airport salah satu drama selingkuhan yang pernah saya tonton. Dulu saya juga nonton One Warm Word yang bikin gregetan dan sukses bikin saya jatuh cintrong sama Lee Sang Woo. Ada juga drama keluarga yang panjang banget, First Wive di mana itu drama semua pemainnya terlibat dalam perselingkuhan. 


Nah, On the Way to the Airport agak lebih smooth sih cara selingkuhnya hahaha.. Apalagi di sini juga diliatin kenapa mereka bisa tertarik sama lain. Mulai dari pertemuan, alasan pertemuan dan latar belakang keluarga yang emang bikin mereka sumpek. Ga ada kepuasan lahir batin lah sebagai dua orang yang hidup berumah tangga. 

Oh ya, drama ini juga drama come back nya Kim Ha Neul setelah lama banget dia ga nongol di dunia perdramaan. Saya suka dengan Kim Ha Neul, apalagi setelah dia main di film Blind dan berperan sebagai gadis buta. Ini thriller banget. 

But, saya jadi rada gimana gitu setelah Kim Ha Neul main di drama ini sebagai Choi Soo Ah, pemeran utama yang 'tanpa sengaja' terlibat perselingkuhan dengan Suh Doo Woo yang diperankan Lee Sang Yoon. Huh, ending drama ini sukses bikin saya sakit hati sama mereka berdua hahaha

Yaa kalo dianalisa lagi keduanya punya alasan kuat untuk tertarik satu sama lain. Ada kekosongan dalam jiwa mereka sebagai suami/istri yang ga dipenuhi oleh pasangannya. 

Suh Doo Woo, arsitek yang sukses dengan kerjaannya, punya anak tiri yang menyenangkan yang mengisi hari-harinya. Sayang, Annie, anak tirinya itu meninggal dalam kecelakaan di bandara. Meski tampak sempurna, kehidupan rumah tangganya rada kosong. Kim Hye Won, istrinya lebih sibuk dengan karirnya dan menganggap bahwa pekerjaan adalah segalanya baginya. Bahkan lebih penting dari anak dan suaminya. 



Sementara itu, Choi Soo Ah yang bekerja sebagai pramugari kerap makan hati akan tingkah suaminya, Kapten Park Jin Seok yang merupakan pilot di maskapai yang sama. Bukan karena suaminya selingkuh, menurut saya dia termasuk tipe setia meski sering digoda oleh rekan kerjanya. Yaah sebenarnya orangnya cuek level dewa sih. Termasuk sama istri dan anaknya. Bagi Park Jin Seok, anak harus dibesarkan dengan logika, jangan terlalu baper hahaha

Sebagai istri, Choi Soo Ah sering ga dianggap. Ga dihargai pendapatnya terutama menyangkut kehidupan anak tunggal mereka yang entah udah berapa kali pindah sekolah, pindah negara gara-gara ngikutin jadwal penerbangan kedua orang tuanya. Semua diputuskan sendiri oleh Park Jin Seok, pokoknya anak n istri cukup ngikutin apa yang dia jadwalkan. Kelar deh masalahnya. 

Lebih parahnya, mereka menikah tapi ga kaya suami istri, Park Jin Seok bahkan lebih memilih ga tinggal serumah dengan anak istrinya dan malah suruh mereka tinggal dengan ibunya. Duh!!! Hidupnya ala bujangan banget. Tapi di depan rekan kerjanya, Park Jin Seok bersikap seolah olah dia sayang banget sama keluarganya. Ini dia yang bikin Choi Soo Ah ngurut dada. 

Di tengah kekosongan jiwa itulah mereka bertemu seolah olah menemukan belahan jiwa yang hilang. Hanya dari pandangan mata, mereka bisa mengerti perasaan masing masing dan saling menguatkan. Awalnya Choi Soo Ah mengatakan mereka hanya berteman dengan tiga larangan; no touching, no kissing, and no promise. Tapi ya elah buuuuk, mana ada sih n mana bisa juga dua orang dewasa yang saling menyukai ga melakukan hal hal di atas. Apalagi mereka ga dapatkan itu dari pasangannya.


Yahhh, sekilas semacam ada pembenaran dari hubungan terlarang kedua orang ini. Seolah olah digambarkan mereka emang jodoh dan bertemu dengan pasangan yang salah. Ada sebuah opini yang membuat penonton berpikir, hubungan seperti itu sah sah aja karena mereka diabaikan oleh pasangannya. 

I SAY NO

Bagi saya masalah mereka dengan pasangannya cuma satu, KOMUNIKASI YANG GA TERBANGUN DENGAN BAIK. Padahal mereka menikah udah cukup lama tapi ternyata masih terjadi masalah komunikasi antara keduanya. 

Suh Doo Woo menikahi Kim Hye Won bukan karena diminta ibunya, tapi karena ia mencintai perempuan itu. Dia sendiri loh yang bilang dalam dramanya. Jika benar begitu, kenapa dia dengan begitu mudahnya jatuh pada Choi Soo Ah hanya karena Hye Won lebih sibuk dengan pekerjaannya dan kebohongan-kebohongannya selama ini. Entahlah, bagi saya Doo Woo engga berusaha untuk mendapatkan istrinya. Dia memang laki-laki yang baik tapi tak punya pendirian, terlalu lemah menghadapi konflik. 

Lalu bagaimana dengan Choi Soo Ah? 

Saya tak bisa menyalahkan ia sepenuhnya karena bagi saya ia telah berusaha dengan sangat keras untuk menjadi ibu dan menantu yang baik. Usahanya untuk membangun komunikasi dengan Park Jin Seok pun mungkin telah membuatnya lelah hingga pada suatu ketika ia menanyakan arti dirinya pada suaminya itu.

"Apa artinya aku bagimu?" 

Wajar jika ia lelah menghadapi suaminya yang super cuek itu. Tapi bukan untuk membenarkan perselingkuhannya. Jika saja ia bertahan sedikit saja, ia akan tahu bahwa ia adalah hal paling berharga bagi Park Jin Seok. Sayang udah terlambat karena hati Choi Soo Ah telah berpindah pada Suh Doo Woo. 

Tapi tetep aja saya ga suka, apalagi ia memilih untuk ga ikut suami dan anaknya ke Selandia Baru. Ia lebih memilih tetap di Korea Selatan. Ouch!!!! Ditambah ending yang bikin keki dengan bersatunya Choi Soo Ah dan SUh Doo Woo yang juga telah bercerai dengan Kim Hye Won. Hey!!!!!!

Ga habis pikir deh. Ini drama mungkin akan menginspirasi pasangan selingkuh lainnya untuk menggapai kebahagiaan (semu) itu. Gimana pun pilihan yang dibuat Choi Soo Ah adalah untuk dirinya sendiri yang menginginkan kebahagiaan. 

Sayang sekali ga diceritakan apakah anaknya, Park Hyo Eun mengetahui perselingkuhannya itu. 

Scene yang paling saya suka adalah ketika Choi Soo Ah bertengkar dengan Song Mi Jin sahabatnya yang baru saja ia ketahui adalah mantan pacar suaminya. Bagi Song Mi Jin, Choi Soo Ah memiliki kehidupan sempurna dan sangat patut disyukuri. 

Memiliki anak yang baik, adik yang perhatian, disukai oleh rekan kerja dan sebagainya. 

"Ambil saja untukmu semuanya" ucap Choi Soo Ah

"Tidak, kau membuang semua itu" kata Song Mi Jin yang membuat Soo Ah bagai tersambar petir karena ia telah membuang hal-hal berharga dalam hidupnya hanya untuk bahagia bersama Suh Doo Woo. Good job, Mi Jin!!!!

Apapun alasannya selingkuh itu ga boleh. Perselingkuhan adalah hal paling kejam yang bisa menghancurkan ga cuma satu keluarga atau satu orang. More than that.

Yah, drama yang memporak porandakan jiwa saya sebenarnya. Mencari tahu lagi apa arti berumah tangga. Memperbaiki lagi gaya komunikasi dan mencoba menjadi sebaik baiknya perempuan. 

Dan poin yang saya ambil dari drama ini adalah:
 

Untuk para suami, saat akan terlibat atau telah terlibat dalam perselingkuhan, berhentilah. Demi istrimu.

Untuk para istri, jangan selingkuh. Demi anak-anakmu. 

Note: saya suka semua baju yang dipakai Choi Soo Ah dalam drama ini :D

Saturday, 5 November 2016

[Korean Drama] My Secret Hotel, Saya Kecewa



Siapa di sini yang atuh cintrong sama si kece Tal Tal di Empress Ki????? Auranya di drama itu mempesona banget. Sampe saya langsung nyari kira kira dia main di drama atau film apa. Nah ketemulah drama ini, My Secret Hotel. 

Dari sinopsis awal, kayanya seru sih. Tentang orang orang yang bekerja di hotel. Terakhir kali nonton drama perhotelan ya Hotelier itu hahaha lama banget ya. Jamannya Bae Yong Jun banget. Oke, setelah nanya ke sepupu yang udah nonton duluan, maka saya putuskan untuk nonton drama ini meski saya GA SUKA sama cewe pemeran utamanya, Yoo In Na -_- 

Dan apa yang terjadi???? 

SAYA KECEWA!!!!!!!!!!! 

Hampir setiap episode yang saya kerjain cuma nge skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip skip dan skip adegan adegan antara mereka mereka yang ga jelas itu. Yang saya ingin tau dari akhir drama ini cuma satu : siapa pembunuh sebenarnya? Alasan pembunuhan? Cara pembunuhannya? 

CUMA ITU. TITIK. 

Saya ga tertarik sama sekali dengan kisah cinta mereka yang dilebay lebaykan dan ga banget. Kisah yang ga dikemas seperti drama lainnya. Pecinta drakor tentu tau kalo tema percintaan di drakor itu emang itu itu aja. Tapi yang membuatnya menarik adalah cara pengemasan dan alur cerita sehingga bikin kita yang nonton mengidap penyakit baper menahun tanpa diketahui bisa sembuh atau tidak -_- 

 Padahal harusnya drama ini lebih beraroma thriller karena kasus pembunuhan yang muncul di awal. Tapi episode episode berikutnya malah kebanyakan nyelesain konflik cinta mantan suami istri hewwwwww.... 

Bagi pecinta drakor, saya sama sekali ga merekomendasikan drama ini untuk masuk dalam daftar drama yang akan ditonton. NO. BIG NO!!!! Apalagi buat yang mengharapkan alur cerita menegangkan dalam proses penyelidikan kasus. But, untuk yang suka drama percintaan, apalagi tentang mantan yang ngajak balikan, yaaaaa silahkan ditonton. Beberapa adegan emang bikin baper. Tapi kebanyakan sih engga penting xixixixii maapkeun.... 

 Yah, satu satunya yang menghibur di drama ini adalah Namgung Min hahhhaa...

Thursday, 14 July 2016

[Korean Drama] The Merchant Gaekju 2015



Hayooo siapa di sini fans setianya Jang Hyuuuuk :D :D :D

Sebagai penggemar setia, wajib banget nonton drama korea yang satu ini. Ga kayak drama Joseon lainnya yang lebih banyak menceritakan tentang kehidupan istana dan intrik politik untuk menurunkan tahta, The Merchant Gaekju 2015 buat saya terkesan lebih real dan merakyat banget. 

Seperti judulnya, drama ini bercerita tentang kehidupan para pedagang di Korea zaman dulunya. Tentang bagaimana mereka membangun bisnisnya, jatuh bangun mencari pinjaman biar dagangannya ga kolaps dan sebagainya. 

Meski ada sedikit drama percintaan yang dimainkan oleh Jang Hyuk dan beberapa pemain, suwer sampe dower The Merchant Gaekju 2015 merupakan salah satu drama korea terbaik yang pernah saya tonton. 

Prinsip perdagangan kental banget di drama ini terutama pesan - pesan yang disampaikan oleh ayahnya Jang Hyuk dalam drama ini. Meski saya ga yakin apakah masih ada pedagang kayak gitu zaman sekarang. 

Beberapa adegan di drama ini sukses bikin saya mewek. Seperti ketika sang kakak dan pedagang besar meninggal. Duuuhh biar ga penasaran ayo nonton dramanya. Saya ga nyesel udah nyediain waktu buat nonton drama berkualitas ini hehehe

Hal yang lucu buat saya adalah ketika drama lain membuat persaingan cinta antar muda mudi, tapi di drama ini Jang Hyuk harus terlibat cinta segitiga sama saudagar besar yang usianya udah tua banget. Karena si hartawan jatuh cinta sama kekasihnya Jang Hyuk dan berhasil menjadikannya istri. Selain karena ingin memiliki keturunan, juga karena doi cinta mati banget sama cewek ini. 

So, sepanjang drama, sejahat-jahatnya si kakek, tetep aja dia ga tega ngelihat wanita pujaannya bersedih. Aseli, waktu istrinya meninggal, rasa kesepiannya beneran bikin nyesek di dada *upss spoiler ya :p 

btw, kalo drama joseon biasanya mengedepankan keindahan hanbok ga usah berharap drama ini akan menyuguhkan hal demikian kecuali pakaian yang dipakai sama Nyonya Saman dan istri saudagar. Sisanya cuma hanbok biasa khas rakyat jelata. 

ya udah, selamat menonton deh...

Terima kasih sudah membacaaa

Thursday, 30 October 2014

[Korean Drama] The First Wives Club Ep 40



Yupsss... The First Wives Club memasuki babak baru untuk kehidupan Hwa shin setelah ia memutuskan untuk keluar dari rumah dan menyerahkan segalanya pada wanita simpanan. Tapi tentu saja ia tak menyerah begitu saja. Pilihannya untuk mundur bukan berarti ia kalah, justru ia sedang menapaki kehidupan baru yang akan membuat Won soo Si Bodoh itu menyesali pilihannya karena telah berani berselingkuh dan membawa wanita simpanan itu pulang ke rumah. 

Sunday, 19 October 2014

[Korean Drama] The First Wives Club Ep 31

Bagus!! Hwa shin tampaknya sangat terluka melihat ibu mertuanya berbohong dengan mengatakan ia akan pergi makan dengan teman - temannya. Ternyata ia pergi makan siang dengan si wanita simpanan dan Won soo, parahnya lagi ia juga membawa Chul (cucu) ikut bersamanya.

Hwa shin tentu semakin terluka dengan perlakuan tersebut. Ia tak menyangka ibu mertuanya akan luluh dengan begitu mudah karena sweater hangat, mesin cuci dan televisi baru yang dibelikan oleh si wanita simpanan. Aku mengerti, mungkin karena selama ini ia tak pernah mendapat hadiah seperti itu. Tapi tetap saja itu hal yang salah.

Setelah berpikir jernih, akhirnya Hwa shin melakukan yang disebutnya sebagai upacara serah terima. Ia mengatakan bahwa wanita simpanan boleh memiliki Won soo dan ia akan keluar dari rumah. Sebelum itu ada beberapa hal yang harus ia sampaikan dan harus dilakukan oleh si wanita simpanan jika ingin menjadi istri Won soo.

Daebak!!! si wanita simpanan sukses dibuat terperangah oleh Hwa shin. Aku suka liat ekspresinya. Daripada ekspresi imut - imut yang memuakkan itu.

Hwa shin memberikan catatan pengeluaran dan pemasukan Won soo selama sebulan. Juga upacara tahunan yang harus dipersiapkan oleh menantu pertama dalam keluarga itu. Hal yang tak kalah penting adalah tentang Chul yang juga akan ditinggalkan bersama Won soo karena Hwa shin tak mungkin membawanya karena ia cucu yang akan meneruskan garis keluarga.

Mendengar semua hal tersebut bukan main terkejut si wanita simpanan betapa melaratnya hidup Won soo. Lebih besarnya pengeluaran daripada pemasukan membuatnya bergidik ngeri membayangkan seperti apa kehidupan yang akan dijalaninya nanti begitu ia menjadi istri Won soo. Tak kalah hebat, ia harus mengurus anak Won soo yang mempunyai masalah kulit sehingga memerlukan perawatan ekstra dalam hal makanan.

Wednesday, 8 October 2014

[Korean Drama] The First Wives Club

Aku senang akhirnya drama ini tiba pada satu situasi di mana pemeran utamanya yang dikhianati oleh pasangan mereka mencapai satu titik terang. Ketimbang bercerai dan memarahi suami mereka habis - habisan, akhirnya mereka memilih sebuah rencana balas dendam. Hidup bersama dan perlahan menghancurkan hidup para suami.

Hwa Shin, setelah dengan mata kepalanya sendiri melihat Won Soo sang suami membawa selingkuhannya ke rumah menyadari benar bahwa ia telah berada di jurang paling dasar. Ia tak punya pilihan selain bangkit menghadapi suami dan wanita murahan tersebut. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan membuat Won Soo menyesali perbuatannya sehingga ia akan berlutut pada Hwa shin kemudian.

Sementara itu hal yang sama pun terjadi pada Bok soo. Di awal ia yang akan menceraikan Ki juk, sang suami, merubah pikirannya. Di detik akhir ia teringat pada pertemuan pertama ia bersama Ki juk yang ketika itu adalah mahasiswa kedokteran yang super culun dan hanya terfokus pada buku - buku kuliahnya.

Di malam ia melihat Ki juk dan Na mi bersama di taman, ia memutuskan untuk berhenti bersabar dan mulai merancang rencana balas dendam yang akan menghancurkan hidup keduanya, terutama Ki juk yang telah tega mengkhianatinya.

Aku setuju dengan sikap yang diambil kedua orang ini. Meski aku tidak mengetahui bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang telah berikrar untuk setia, sehidup semati di hadapan Tuhan, namun sikap ini sungguh pantas.

Memang sebuah perselingkuhan tidak akan terjadi hanya karena kesalahan satu pihak. Tentu pihak yang dikhianati juga punya andil. Hanya saja, kupikir selingkuh adalah cara pengecut yang tak mampu menyelesaikan masalah dengan pasangan sah nya.

Seperti Won soo yang mungkin merasa menikahi Hwa shin hanya karena ia telah hamil duluan padahal ia sama sekali tidak mencintainya. Sikap Hwa shin yang terlalu gampang curiga hingga harus menelpon teman sekantornya satu per satu mungkin adalah salah satu penyebab yang memicu terjadinya perselingkuhan itu. Hanya saja bagiku, selingkuh bukan cara yang tepat. Won soo hanya tak ingin berkomunikasi dengan istrinya sehingga ia tak memiliki keberanian sama sekali untuk bertindak tegas agar Hwa shin tak lagi melakukan cara - cara aneh.

Ah.... drama ini membuatku belajar tentang banyak hal. Jika suatu hari pasanganku berselingkuh (na'udzubillah) mungkin aku akan melakukan hal yang sama seperti Hwa shin dan Bok soo. Atau setidaknya seperti Kil uk yang menolak menceraikan istrinya karena ia tak ingin anaknya, In pyo, memiliki ayah atau ibu tiri sebagai akibat perceraian mereka.

Thursday, 31 July 2014

Drama Konyol

Drama Cheongdam-dong Alice yang dibintangi oleh Moon Geun Yong dan Park Shi Ho adalah salah satu drama yang konyol dan menyebalkan.
Sebenarnya aku suka sama Moon Geun Young sejak dia tampil di Endless Love dan main keren di Cinderella's Step Sister. Wajahnya asik buat dilihat dan pokoknya menurutku dia keren.

Tapiiii di drama ini penampilannya beneran aneh banget. Rambutnya itu loh. Meski waktu main sama Jang Geun Seuk di Marry Me, Marry rambutnya lebih aneh lagi, tapi buatku penampilannya di drama itu super banget. Mungkin karena perannya di Cheongdam-dong Alice ini kali yaaaa.... Entah, ga suka aja hahaha

Walo dia dipasangin sama aktor tampan kayak Park Shi Ho, buatku buang waktu banget udah nonton drama ini -_- 

Sunday, 6 April 2014

[Korean Drama] Miss Korea dan Panasonic Gobel Award

Hey, sudah nonton atau baca sinopsisnya drama Korea terbaru Miss Korea? Dalam bahasa Korea nya Miseukoria, setidaknya itu yang tertulis di Asian Wiki.

Perlu saya akui bahwa ada beberapa adegan yang layak untuk di skip buat yang tidak ingin merusak mata, hati dan mata hatinya. It depends on you while watching it.

Dalam setiap drama Korea yang saya tonton atau baca sinopsisnya, ada pesan yang layak untuk diperbincangkan. Untuk drama ini sebagian besar episodenya saya baca di beberapa situs yang menyediakan sinopsisnya.

Ada hal menarik dari drama ini. Bagi saya drama ini menggoreskan pesan tak tertulis tentang arti sebuah ajang kecantikan yang dielu - elukan sekaligus ditentang habis - habisan dari dua kubu yang berbeda. Bisnis dan politik adalah dua kata kunci yang cukup menggambarkan apa dan ajang seperti apa itu.

Nah digambarkan dalam drama ini bahwa ajang ini sebenarnya adalah sebuah bisnis belaka dari para pengusaha kosmetik, kostum, dan salon. Perusahaan yang menjadi sponsor terbesar berhak mengendalikan aturan main mulai dari penentuan juri bahkan pemenang dari Miss Korea. Selain itu, meski tak ada dalam aturan ajang ini, para finalis Miss Korea diminta untuk menandatangani kontrak bahwa jika mereka menang, mereka secara otomatis menjadi juru bicara atau icon dari produk perusahaan tersebut. Well, jelas sekali. Kita bisa lihat di ajang serupa, pemenang kontes akan tampil di iklan - iklan produknya :)

Everything is about business, nothing at all. Peserta pun berasal dari salon - salon ternama yang juga disponsori oleh perusahaan kosmetik tertentu. Karena itu hadiah yang didapatkan oleh pemenang Miss Korea secara otomatis akan masuk dalam kas perusahaan.

Yang menarik, di tengah drama, seorang calon presiden yang tengah menghadapi pemilu mencoba mengendalikan kontes dengan kekuasaan yang ia miliki. ‘Pesannya’ pada perusahaan sponsor agar pemenang Miss Korea tidak boleh berasal dari Seoul (ibukota Korea Selatan) tapi harus dari Gangwon (salah satu provinsi di Korea Selatan). Dengan demikian secara otomatis, untuk mendukung penilaian, daftar nama juri pun berubah. Dipilihlah para juri yang sebagian berasal dari daerah tersebut. Well, politisi mempunyai peran besar dalam menentukan pemenang kontes :)

Ada harapan besar mereka yang menonton drama ini terbuka mata, hati dan mata hatinya bahwa ajang Miss Korea, Indonesia atau Miss Miss yang lain hanyalah ajang bisnis semata. Tagline brain, beauty dan behaviour yang digadang - gadang kan panitia, media dan sponsor bukanlah gambaran sebenarnya. Saya pikir body, money and beauty lebih layak dan tidak tabu untuk disematkan pada ajang ini.

Bagaimana para peserta yang mengikuti Miss Korea secara fisik harus memenuhi ukuran standar panitia. Ukuran dada, lingkar dada, bokong, pinggang, rahang, panjang kaki, paha, lengan dan semua bagian tubuh yang lain harusnya sesuai. Hahaha silahkan simpulkan sendiri dan tanyakan pada panitia penyelenggara untuk apa semua ukuran ini.

Panasonic Gobel Award 

Malam ini ketika menonton PGA membuat saya geli sendiri. Beberapa sesion di dalamnya mengingatkan saya pada Miss Korea.
Saya menebak - nebak apa ajang ini juga bernasib seperti Miss Korea? Di mana para pemenang telah ditentukan terlebih dahulu di belakang panggung oleh para penguasa dan pengusaha :)

Entah. Di awal tak ingin berpikir begitu sampai saya melihat beberapa politisi mulai menaiki panggung untuk memberikan piala kepada pemenang. Sampai saya mendengar beberapa nama yang disebut secara gamblang berkali - kali oleh para penerima award. Hanya bisa tersenyum.

Entah apa yang bisa saya harapkan dari ajang seperti miss dan putri - putrian itu. Karena cukup geli juga ketika mendengar sebuah argumentasi bahwa ajang ini adalah untuk kepentingan pariwisata negara.

Bagi saya mereka sedang bicara kebohongan saat mengatakan ini untuk meningkatkan kunjungan wisatawan atau untuk memperkenalkan Indonesia pada dunia. Bohong, karena hanya ada satu kata untuk kontes tersebut, BISNIS

Friday, 7 March 2014

[Korean Drama] You Who Came From the Star : SIkap Ayah pada Han Kyung

You Who Came From the Star berhasil mencuri perhatian untuk saya baca sinopsisnya. Untuk informasi, saya tak punya banyak waktu untuk menonton, tapi hanya bisa membaca sinopsisnya diblog – blog yang menyediakan sinopsis tersebut. *hei hei selesaikan itu tugas akhir :p

Drama yang dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Jun Ji Hyun ini menarik perhatian saya karena dengar – dengar suami Jun Ji Hyun hanya mengizinkannya untuk bermain dengan Kim Soo Hyun. Entah apa alasannya, mengingat ada beberapa adegan mesra yang dilakukan dua orang ini. Saya merekomendasikan agar drama ini ditonton dengan bimbingan.

Nah sebelumnya, saya berkesempatan untuk nonton film The Thieves yang juga dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Jun Ji Hyun. Hahaha sebuah kebetulan yang keren. Tanpa saya sadari,Jun Ji Hyun ini juga telah saya lihat di My Sassy Girl. Konon katanya TheThieves ini termasuk film yang punya keuntungan tinggi di Korea, hampir setara dengan Tae Guk Gi. Wah yang belum menonton saya sarankan untuk menontonnya. Kisah para pencuri Hongkong dan Korea .

Oke cukup basa – basinya.

Dari drama ini saya tak ingin mengomentari kisah cinta romantis sekaligus tragis antara Do Min Joo dan Cheon Song Yi. Saya akan membawa anda untuk melihat keluarga Hwi Kyung yang berantakan karena ayah yang salah bersikap.

Bagian ini mendapat porsi yangsedikit di dalam drama tapi mampu memberikan pelajaran berharga bagi penontontentang bagaimana peran seorang ayah dalam membagi kasih sayang pada anak –anaknya.
Saya lupa apakah ada drama lainyang juga mengangkat tema ini sebagai tema keluarga. Memang drama Korea lebih mengarah pada kisah percintaan romantic, tapi tak sedikit pula yang menyisipkan pelajaran tentang keluarga di dalamnya.

Tragedi kelam yang dialami keluarga Hwi Kyung memang berasal dari sikap sang ayah yang membeda – bedakan perlakuannya pada setiap anak. Sang ayah memiliki tiga orang putra yaitu Han Kyung, JaeKyung dan Hwi Kyung.

Dalam drama ini dikisahkan Han Kyung yang memiliki kepribadian baik serta pantas untuk jadi pewaris perusahaan dibunuh oleh JaeKyung yang merasa Han Kyung menghalangi jalannya untuk berhasil. Jae Kyung merasa, ayah mereka hanya memandang Han Kyung dan meremehkannya. Karena hal inilah pembunuhan itu dilakukan.

Kejam? Pasti. Sang ayah yang memang berkepribadian tak jelas kembali melakukan hal yang sama pada putra bungsunya, Hwi Kyung. Setelah Han Kyung meninggal, tentu ia lebih memuji JaeKyung. Namun begitu tau Jae Kyung yang membunuh Han Kyung, sang ayah kemudian menyadari kesalahannya dan membiarkan Jae Kyung untuk menerima hukuman sebagaimana seharusnya.

Lalu pelajaran apa yang dapat kita ambil?

Dalam sebuah keluarga ayah memegang peranan penting dalam perkembangan anak – anak. Perlakuan yang berbeda bisa menimbulkan kesalahpahaman di antara anak – anak apalagi jika tak diimbangi dengan komunikasi yang baik.

Si ayah yang hanya fokus pada pewaris perusahaan mengabaikan perasaan anak – anaknya dan melebih – lebihkan yang satu di atas yang lainnya. Untuk kasus Jae Kyung ketika kecil, si ayah bukannya memberikan hukuman atau minta maaf, malah memberikan uang tutup mulut ataskasus Jae Kyung yang telah membuat temannya setengah buta. Bukan cara yang tepat untuk melindungi anak.

Sekilas saya mengingat kisah Habil dan Qabil, anak – anak Nabi Adam. Qabil karena rasa cemburunya mengikuti bujuk rayu setan dan membunuh saudaranya sendiri karena merasa Habil telah mengambil segalanya sementara ia tak punya apa – apa.

Dalam sebuah keluarga yang memiliki anak lebih dari satu orang tua yang tak dibekali ilmu pendidikan keluarga kerap membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Sering kita menemukan adanya rasa cemburu yang timbul dalam diri seorang anak pada saudara lainnya akibat perlakuan yang ‘dianggap’ tak adil. Namun untuk kisah Habil dan Qabil, saya pikir ini sengaja diskenariokan oleh Allah agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Saya tak sedang mengatakan Nabi Adam gagal mendidik anak - anaknya.

Tak serta merta menyalahkan anak yang merasa demikian, saya pikir kita juga kembali pada cara orang tuamemperlakukan anak dan cara nya berkomunikasi pada anak – anak. Anak itu kanvasputih dan orang tua adalah pelukisnya. Mau jadi seperti apa yang tergantung orang tua. Karena itu jadi orang tua tanggung jawabnya besar.


Oh ya, adegan favorit di drama ini adalah adegan perpisahan antara Pengacara Jang dan Do Min Joo yang suksesbikin banjir. Haruuuuu…

Untuk OST silahkan :
1. Lyn - My Destiny
2. Kim Soo Hyun - In front of your house
3. Huh Gak - Tears are falling
4. Sung Si Kyung - Your Every Moment

Well, mudah – mudahan ini bermanfaat dan selamat menonton!!!

Thursday, 20 February 2014

[Korean Drama] Suspicious Housekeeper : Lost Love Housekeeper (Catatan Kedua)

Saya pikir ini juga terjadi didunia kita, dunia nyata yang hampir mirip dengan dunia dalam drama.

Para Pemain Lagi Baca Script
 Tulisan pertama tentang dramaKorea Suspicious Housekeeper  rupanyamasih menyisakan kekurangan yang belum sempat saya kupas. Ada satu sisi yangbelum saya ceritakan, yaitu tentang siapa sebenarnya Park Bok Nyeo (Choi JiWoo) yang menjadi pembantu misterius tersebut.

Di masa lalunya, Bok Nyeomemiliki hari – hari yang indah sampai suatu hari suami dan anaknya dibunuholeh seorang laki – laki yang juga adalah mantan muridnya di tempat kursus. Laki– laki itu mengaku mencintai Bok Nyeo dan ingin memilikinya meski usia merekaterpaut jauh. Ketika Bok Nyeo ke Somalia untuk memulai hidup baru, pria initetap mengikuti saking posesifnya dan membunuh keluarga Bok Nyeo.

Mertua Bok Nyeo menuduhnyatelah membunuh anak dan cucunya sehingga ada satu kalimat yang keluar bahwa iamenyuruh Bok Nyeo untuk tak tersenyum lagi selamanya. Maka jangan heran jika didrama ini Choi Ji Woo berwajah dingin sepanjang episode.

Setelah kejadian itu Bok Nyeokembali ke Korea Selatan dan bekerja sebagai pembantu di perusahaan Nyonya Honghingga suatu hari ia menjadi pembantu di rumah empat bersaudara.

Sekilas drama ini berlangsung tanpasedikit pun kekurangan. Hahaha tak ada gading yang tak retak kan?

Apa yang cukup saya sesalkan didrama ini adalah hubungan Bok Nyeo dan ayah 4 bersaudara yang cukup gregetan. Bagianda pecinta drama korea yang menyukai cerita cinta harus siap – siap kecewakarena kisah cintanya tidak selesai dan terkesan ga jelas.


Eun Sang Chul, sang ayahmungkin merindukan dan terus memikirkan Bok Nyeo tapi ini bukan cinta sepertidi drama lainnya. Setelah kematian istri dan kegagalan hubungannya denganselingkuhannya, ia belum siap untuk jatuh cinta. Perhatiannya pada Bok Nyeomungkin hanya sebatas seorang laki – laki yang simpati pada seorang perempuanyang dicintai dan mencintai anak – anaknya.


Well, apa pun itu drama inicucok untuk ditonton bersama keluarga J

[Korean Drama] Suspicious Housekeeper : Semua Berawal dari Perselingkuhan

Annyeong, lama juga ya tak menulis. Beberapa waktu lalu saya sempat merasa nge jleb karena merasa tak berguna lagi. Di saat banyak teman – teman yang meneruskan tradisi membaca, menulis dan berdiskusi, saya justru tenggelam pada aktivitas yang entah apa artinya

Kali ini saya ingin membahas sebuah drama korea yang ditayangkan November 2013 lalu berjudul Suspicious Housekeeper. Sedikit catatan, meski saya penggemar drama – drama korea, akhir – akhir ini saya sudah sangat jarang menontonnya tapi hanya membaca sinopsisnya di internet. Wah thanks buat para penulis sinopsis, saya belum tentu bisa menulis se detil itu loh.

Suspicious Housekeeper (SH) adalah drama Choi Ji Woo pertama yang saya tonton setelah dia main di Winter Sonata. Well setelah drama itu memang saya tak pernah lagi menonton drama atau film yang dia perankan. Kurang info juga sih, padahal dia masuk deretan artis korea yang masih bertahan di umur yang udah ga muda lagi. Karena itu di drama SH ini dia kebagian jadi ibu – ibu tapi tetep jadi pemeran utama.

Awalnya saya pikir ini seperti reality show The Nanny yang tayang di Amerika dan sempat tayang di Metro TV beberapa tahun yang lalu. Yah tak jauh dari itu.

Drama ini bercerita tentang sebuah keluarga yang baru saja ditinggal oleh ibu yang bunuh diri karena kecewa pada suaminya yang berselingkuh dengan rekan kerjanya. Dia meninggalkan 4 orang anak yang masih di usia sekolah dan sedang butuh – butuhnya kasih sayang orang tua.

Setelah kematian ibunya, tentu mereka kerepotan untuk mengurus rumah dan Choi Ji Woo datang ke rumah itu sebagai pembantu. Sebagai pembantu ia berprinsip untuk tidak mencampuri urusan majikan. Tapi yang mengerikan dia mau melakukan apa saja yang diperintahkan bahkan membunuh sekalipun.

Episode demi episode berlalu dengan apik dan dikemas dengan baik oleh sutradara yang didukung oleh acting para pemain yang top banget. Saya merekomendasikan drama ini ditonton oleh siapa saja karena ia nya sangat minim adegan dewasa. Bahkan adegan ciuman yang biasa menjadi khas drama korea pun hanya ada di episode terakhir dengan durasi yang tidak lama. Selebihnya adalah adegan biasa namun penuh pesan.

Dari drama ini saya mengambil hikmah tentang pentingnya peran keluarga dalam kehidupan remaja.

Di episode – episode awal, digambarkan bagaimana 3 orang anak yang telah memasuki usia remaja menyelesaikan masalahnya.

Sutradara ingin memberikan pesan pada kita semua termasuk orang tua agar selalu mendampingi anak – anak dalam hal apa pun namun tidak memanjakannya.

Choi Ji Woo yang berperan sebagai Bok Nyeo menyadari bahwa keluarga ini akan menghadapi masalah besar jika sosok ayah tak mau tahu dengan keadaan anak – anaknya. Memang sang ayah sempat dihadapi dilemma karena merasa bersalah pada istrinya, ia merasa telah membunuh istrinya dan tak tahu bagaimana mencintai anak – anaknya sendiri. Ia juga merasa galau apakah ia sebenarnya ia mencintai anak – anaknya atau tidak. Hahaha ayah model apa orang ini.

Meski tak sepenuhnya berperan sebagai ibu, namun cara Bok Nyeo menyelesaikan masalah anak – anak itu mengingatkan saya pada Queen’s Classroom versi Jepang. Akutsu Maya menekankan pada tanggungjawab yang harus ditanggung oleh setiap anak dalam setiap perbuatannya.

Jangan manjakan anak dengan menjadi pembantu utama dalam menyelesaikan masalahnya. Jadikan diri kita sebagai pemeran figuran dan biarkan mereka jadi pemeran utama.

Saya pikir inilah yang harus dilakukan oleh orang tua hari ini. Memberikan suntikan pada anak – anak tentang sikap yang baik namun tak melindungi mereka ketika anak – anak tersebut berbuat salah. Ia harus berani bertanggungjawab atas segala sesuatu yang ia perbuat.

Sebagai anak pun harus menyadari bahwa apa pun ia lakukan di luar sana akan berefek pada keluarga dan orang – orang di sekitarnya. Oleh karena itu menjadi anak baik adalah pilihan mutlak bagi seorang anak untuk menjaga keluarga dan orang – orang yang dicintainya.

Kemudian, perselingkuhan menjadi kata kunci yang sebenarnya. Betapa perselingkuhan dapat menghancurkan seluruh tataran yang telah dibangun oleh seseorang.

Sebuah keluarga yang bahagia bisa mendapatkan mimpi buruk karena selingkuh. Seorang wanita yang diselingkuhi oleh suaminya ternyata mampu melakukan hal – hal yang bagi kita seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ibu.

Mungkin kita berpikir bahwa apa yang diperbuat ibu adalah salah dan memang jelas salah. Namun, apakah ia bisa terjadi dalam kehidupan kita? Tentu saja!

Goncangan jiwa yang dialami oleh seorang wanita yang diselingkuhi suaminya tentu amat dahsyat. Selingkuh menyebabkan ia meninggalkan anak – anak yang masih membutuhkannya. Perselingkuhan membuat seorang ayah melupakan anak – anaknya dan bahkan tak tahu cara mencintai mereka.

Perselingkuhan juga mengeluarkan seseorang dari tempat kerja, kehilangan pekerjaan dan menjadi hina di mata orang lain serta harus menanggung malu juga rasa bersalah.

Perselingkuhan membuat seorang anak harus membenci orang tuanya, menjadikan mereka terombang – ambing di mana seharusnya ia bisa belajar dengan baik.

Perselingkuhan yang nikmatnya sesaat namun dengan begitu dahsyatnya menghancurkan seluruh aspek kehidupan. lalu apa yang diharapkan dari sebuah perselingkuhan.

Pasangan yang berselingkuh tentu ada banyak sekali di sekitar kita, terutama di tempat kerja, tempat yang rawan dengan hal begituan. Jika tak membentenginya dengan keimanan, lalu akan jadi seperti apa keluarga dan anak – anak kita?

Semoga drama ini memberikan gambaran pada kita semua tentang pentingnya sebuah keutuhan keluarga dan peran orang tua dalam masa tumbuh kembang anak – anak.

Tinggalkan selingkuh dan jangan pernah berniat untuk melakukannya. Jika bukan karena Tuhanmu, tinggalkan perselingkuhan karena istri/suami dan anak – anakmu di rumah.

Seperti biasa, drama ini happy ending, Bok Nyeo kembali dan bersedia untuk menjadi istri sekaligus ibu dari anak – anak. Meskipun sang ayah belum dapat mengatakan bahwa ia mencintainya, ia bersyukur karena anak – anaknya menemukan seseorang yang mereka cintai dan mencintai mereka.

Trus apa kelemahan drama ini? Siapa sebenarnya Bok Nyeo itu? Saya membuat catatan kedua tentangnya.

Selamat menonton!