Showing posts with label NIKAH. Show all posts
Showing posts with label NIKAH. Show all posts

Friday, 29 April 2016

Nikah Itu.....

Jumat berkah nih 😁😁

Assalamu'alaikum teman teman. Belapoknyeee blog ini karena ga pernah disentuh lagi. Dikarenakan kemalasan yang semakin meningkat dari hari ke hari, jadilah begini. Cuma posting seadanya.

Judulnya soal nikah nikah, ciyeee jangan baper dulu karena ga niat buat nge baperin pembaca. Saya cuma lagi mencoba mengungkap makna sebuah pernikahan. Berhubung newbie dalam dunia pernikahan, yaa mungkin tulisan ini bakal gimana gimana gitu. Laaah, saya baru nikah kira kira 8 bulan. Itu pun didiskon baru empat bulan ini hidup bersama. Ahayyyy....

Yoppp,, siapa di sini yang suka baca facebooknya Setia Furqon bla bla sama Fahdepi, lupa namanya, itu loh yang nulis buku Jodoh.

Hmmm buat saya postingan mereka indah bener. Gambaran hidup surga banget, idealnya hidup lah pokoknya.

But I have a different opinion.
 
Postingan SFK penuh dengan gambaran kehidupan ideal pernikahan. Mulai dari nyari calonnya sampe ke hal hal detil ketika hidup berdua. Ga salah sih, tapi sedikitnya menurut saya, kita harus kembali ke realita masa kini.

Milih jodoh yang sholeh/ah ya wajib, sejahat apapun manusia pasti pengennya nikah ama yang baik. But the most important point is ourselves. Udah se sholeh appah? Tingkatan sholehnya udah level berapa. Kalo cuma level 1 ya ga usah maksa buat dapat yang level 5.

Ngaca dong.....

Hidup aman dan damainya rumah tangga bukan semata mata karena pasangannya sholeh, but it's all about us. Kuncinya adalah di diri kita. Kita yang nyiptain kenyamanan keamanan dan kesempurnaan cinta eaaaaa. Jadi kagak usah nuntut pasangan sholeh/ah kalo lu nya sendiri masih ajeb ajeb. Cape deee...

Percuma punya pasangan rajin sholat, rajin ngaji, rajin dakwah sana sini, katanya paham agama, tapi kagak pinter ngatur emosi. Bah, ke laut aja kau bang! Hahahaahha yang nulis jadi emosian 😁😁😁 yaa kira kira begitulah. Emang siih kalo doi udah paham agama n berkarakter biasanya pinter ngatur emosi. Tapi nemu yang beginian tuh susyeeeee. Daripada nyari mending bikin sendiri. Maksudnya mending kita nya. Konflik ga konflik dalam rumah tangga itu tergantung kita. Kata Pak Cahyadi sih begitu. Dan bener, saya udah nyobain.  Kalo diturutin emosi yang kelahi terus, bertengkar mulu, nangis bombay dan lain lain.

Nah bagian ini yang saya suka. Banyak yang mendengungkan, termasuk bukunya SFK, tentang jangan jatuh cinta tapi bangun cinta.

Ou bulsyit banget lah soal cinta cintaan inih hahahha... Bukan ga percaya cinta, tapi geli aja sih ngomongin cinta.

For me, marriage is not about love.

Pernikahan bukan soal cinta mencintai dan dicintai.

Pernikahan adalah soal memenuhi hak dan kewajiban suami istri. Jika dalam aktivitas itu Allah munculkan rasa kasih sayang di antara keduanya, maka bersyukurlah. Namun jika belum, tetaplah bersyukur dan iringi dengan kesabaran.

Yihaaaa, akhirnya dituliskan juga. Dari kemaren kemaren menanamkan hal ini dalam otak.

Buat saya ini harus ditanamkan dalam kepala para pengantin baru yang mungkin membayangkan bahwa kehidupan rumah tangga penuh dengan bunga bunga mekar. Kenapa?

Agar kita tetap bisa menjaga kelurusan niat dalam pernikahan dan yang tak kalah penting agar kita tak kecewa akan pernikahan itu sendiri.

Konflik antara suami istri kadang emang bikin frustasi. Apalagi kalo masih suka mempertahankan ego diri sendiri. Nah kalo udah kecewa berat, bisa lupa deh tujuan menikah dulu itu apa.

Karena itu buat saya nikah bukan soal cinta, melainkan pemenuhan hak dan kewajiban.

Menumbuhkan rasa cinta di awal mungkin menyenangkan, tapi menikmatinya di akhir tentu lebih mengasyikkan.

Jadi ga heran kalo ada pasangan tua yang masih keliatan romantis dan saling menyayangi. Menurut saya itu adalah buah dari gigihnya mereka memenuhi hak dan kewajiban untuk pasangannya.

Gimana? Tulisan ini udah keliatan (sok) bijak belum??? 😁😁😁

See you soon di tulisan berikutnya, semoga bermanfaat. Bagi yang akan dan telah menikah, ayok liat lagi daftar hak dan kewajiban kita sebagai suami/istri

Happy marriage!!!!

Tuesday, 24 November 2015

Menikah dan Mentoring

Pernikahan Fitri dan Erpa



Ewww baca judulnya berasa galau sebelah. Mohon maaf buat teman-teman yang belum menikah, tidak bermaksud untuk bikin baperan. Saya hanya ingin menghubungkan satu hal yang paling penting dalam kehidupan pernikahan yang ternyata juga sama pentingnya ketika kita mentoring, yaitu KEHADIRAN. 

Untuk diketahui bersama saya juga baru menikah beberapa bulan, itu pun dijalani seadanya karena kondisi saya yang belum menyelesaikan kuliah memaksa kami untuk berpisah selama beberapa bulan. Di awal pernikahan saya sempat ikut suami ke Jogjakarta dan menetap di sana selama satu bulan. Waktu yang sebentar untuk pasangan baru seperti kami. Setelah itu kami menjalani pernikahan jarak jauh alias long distance marriage hampir selama tiga bulan. 

Memang sangat berat menjalaninya di awal bahkan hingga saat saya menuliskan tulisan ini. Eh btw kenapa bahasanya jadi baku ala EYD gitu ya hehehe.... Bawaan galau kali xixixi. 

Cukup berat juga ber-LDM-an ini. Saya di Tanjungpinang dan dia di Jogjakarta kemudian pindah ke Bandung. Selain jarak yang jauh yang ga memungkinkan untuk bolak balik meski cuma sebulan sekali, saya juga harus menghadapi kendala cara berkomunikasi dengan suami. 

Yaa maklum baru sebulan kenalan ga membuat saya mengenal betul siapa bang Rio. Pernikahan kami ga diawali dengan pacaran sehingga komunikasi sebelum nikah ya seadanya, benar-benar irit. Ditambah lagi ketika itu persiapan pernikahan juga dilakukan jarak jauh ckckkck.... Jadilah kendala awal adalah cara komunikasi, waktu komunikasi dan segala macam soal komunikasi. Klise banget tapi asli bikin galau. Sampe sampe saya bilang, duh seumur-umur engga pernah digalauin masalah beginian, eeh setelah nikah dibikin ribet gegara ini doang -___-

Kembali ke tujuan awal tulisan ini dibuat. Saya menyadari bahwa hal paling penting dalam hubungan dengan manusia, khususnya dengan pasangan adalah kehadirannya. Ketika kami bertemu September lalu, saya menyadari bahwa dibalik sikap cueknya selama LDM-an itu sebenarnya ia pun menyimpan kerinduan yang sama seperti yang saya rasakan. Hanya saja hal itu tak bisa terekspresikan lewat telp, bbm atau media komunikasi lainnya. 

Pertemuan akan menimbulkan interaksi antara manusia, baik lisan maupun bahasa tubuh. Ketika berjauhan mungkin ada banyak prasangka namun ketika bertemu semua hal bisa dibicarakan dengan baik. Menjadikan segala sesuatunya menyenangkan. 

Nah terkait dengan mentoring saya menemukan bahwa dalam sebuah proses mentoring hal utama yang harus diperhatikan adalah kehadiran kita dalam setiap pertemuan. 

Mentoring adalah proses belajar. Ia seperti sekolah yang mengharapkan kehadiran siswa di setiap pertemuan agar tak ada pelajaran yang tertinggal. Kita adalah murid guru bukan murid buku. Sebanyak apa pun buku yang kita baca, tetap saja belajar dari guru menjadi suatu hal yang tak tergantikan. 

Sebagai mentor saya termasuk yang cerewet soal kehadiran peserta mentoring. Meski tak terungkapkan secara eksplisit namun saya cukup menyayangkan ketidakhadiran peserta dalam pertemuan. 

Mentoring memang bukan sesuatu yang wajib untuk diikuti, seperti sekolah formal. Hanya pemerintah yang mewajibkan kita untuk belajar selama 12 tahun. Sebenarnya itu hanya pilihan, kewajiban kita yang sebenarnya adalah belajar. Hanya saja pemerintah menyediakan sekolah sebagai tempat untuk belajar. Begitu pula mentoring. 

Para aktivis kampus yang tergabung dalam organisasi dakwah di kampus juga tak memaksakan anggotanya untuk mengikuti proses mentoring meski ia merupakan sebuah kegiatan yang wajib diikuti. Belajar itu pilihan,, maka organisasi dakwah di kampus hanya menyediakan mentoring sebagai salah satu sarana untuk belajar. 

Saya tak ingin  berlama lama membahas ini, tak ingin pikiran kita jadi berputar putar. Yang ingin sekali saya sampaikan adalah kehadiran dalam mentoring merupakan sebuah hal yang utama. Hal yang sangat diperhatikan. 

Kita memang bisa menaikkan keimanan dengan usaha sendiri, namun akan lebih berarti ketika iman itu diusahakan bersama sama. Kita mampu sholat dhuha atau tahajud setiap hari, namun akan lebih terasa indah jika dilakukan bersama sama dalam kondisi saling memotivasi. 

Menghadirkan diri dalam lingkaran mentoring selama 1 hingga 2 jam memang butuh perjuangan dan pengorbanan, karena itu tak semua orang bisa mengikutinya hingga akhir. Tak hadir dalam mentoring berarti melewatkan kesempatan untuk duduk bersama untuk beriman sejenak. Melewatkan kesempatan turunnya rahmat Allah, ketenangan hati dan didoakan para malaikat. 

Ouch ya sudahlah saya minta maaf jika selama ini cukup cerewet soal kehadiran dalam mentoring. 

But, ingin saya sampaikan satu hal lagi. No need to be sad saat salah satu teman tidak lagi bersama sama dalam lingkaran mentoring karena alasan tertentu. One day, hati kecilnya akan merindukan saat saat berkumpul itu sebagai balasan  kerinduan kita akan kehadirannya dalam lingkaran. 

Well, menikah dan mentoring keduanya membutuhkan kehadiran. Selama terus bersama sama apa pun akan bisa dilewati. Meski ketika bersama sama banyak konflik yang terjadi namun itu lebih baik ketimbang tak bertemu dan menyendiri di tempat masing masing.

Mentoring memang bukan segala galanya, tapi segala-galanya berawal dari mentoring. Like a marriage. Banyak yang menjadi semakin lebih baik setelah menikah bukan?

Mari menikah dan mentoring :) 

*ups gubrakkk banget ajakan terakhirnya XD

Monday, 9 November 2015

Kiriman Whatsapp Anggi

[06:01, 9/8/2015] Muslimah Cerdas: 💞 KAJIAN KELUARGA SAMARAH 💞
❎ Istri Durhaka ❎
Bagian 4 (akhir)
👉 Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya. Keengganan seorang istri dalam melayani suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
إِذَا دَعَا الَّرُجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
"Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ke tempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi". [HR. Al-Bukhoriy Kitab Bad'il Kholq (3237), dan Muslim dalam Kitab An-Nikah (1436)]
Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan.
Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا, وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ
"Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Robb-nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya". [HR. Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (1853). Hadits ini dikuatkan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 211)]
🌹 Perhatikan hadits ini, Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- memberikan bimbingan kepada para wanita yang bersuami agar memperhatikan suaminya saat-saat ia dibutuhkan oleh suaminya. Sebab kebanyakan problema rumah tangga timbul dan berawal dari masalah kurangnya perhatian istri atau suami kepada kebutuhan biologis pasangannya, sehingga "solusinya" (baca: akibatnya) munculllah kemarahan, dan ketidakharmonisan rumah tangga.
🌹 Syaikh Al-Albaniy-rahimahullah- berkata dalam Adab Az-Zifaf (hal. 210), "Jika wajib bagi seorang istri untuk mentaati suaminya dalam hal pemenuhan biologis (jimak), maka tentunya lebih wajib lagi baginya untuk mentaati suami dalam perkara yang lebih penting dari itu, seperti mendidik anak, memperbaiki (mengurusi) rumah tangga, dan sejenisnya diantara hak dan kewajibannya".
⚡ Seorang wanita yang durhaka kepada suaminya, akan selalu dibenci oleh suaminya, bahkan ia akan dibenci oleh istri suaminya dari kalangan bidadari di surga. Istri bidadari ini akan marah. Saking marahnya, ia mendoakan kejelekan bagi wanita yang durhaka kepada suaminya..
Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ , قَاتَلَكِ اللهُ , فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, "Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami". [HR. At-Tirmidziy Kitab Ar-Rodho' (1174), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (2014). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 212)]
🌀 Cukuplah beberapa hadits yang kami bacakan dan nukilkan kepada Anda tentang bahayanya seorang wanita melakukan kedurhakaan kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma'ruf (boleh) menurut syari'at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau kembali berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.
Copy paste dari status Fb Syadam Husain (mahasiswa Pasca UIM)
📝 Mawaddah center
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[12:29, 9/15/2015] ‪+62 822-9361-3511‬: 💞 KAJIAN KELUARGA SAMARAH 💞
TUJUAN DAN HIKMAH BERKELUARGA
Bagian.1
1⃣ Hadist dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ia berkata :
قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ 
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena dgn menikah ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab dgnnya ia dapat meredam (syahwat) . (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadits di atas diperoleh beberapa pelajaran tentang tujuan berkeluarga:
➡ Dengan berkeluarga berarti kita mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam; salah satu sunnah Nabi adalah menikah. Karena itu orang yang enggan menikah padahal ia sehat dan mampu maka ia bukan golongan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam (HR. Ibnu Majah dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha)
➡ Metode terbaik memelihara ad-din (iman dan taqwa) adalah dengan menikah, sebab dengan menikah pandangan dan kemaluan akan terjaga. Dalam Hadits dari Anas Bin Malik radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa: jika seorang hamba sudah menikah (beristeri), maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, karena itu hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi (HR. Al-Hakim, Syekh Al-Bani menghukum Hasan Lighairih).
➡ Jika belum mampu menikah, maka jangan dipaksakan dan sebagai solusinya adalah berupaya untuk berpuasa (menahan diri).
2⃣ Firman Allah Jalla Wa 'Ala dalam surat 4 (An-Nisa): 1 sebagai berikut:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً
"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak." (Surat An-Nisa`: 1)
Faidah yang dapat ditarik dari ayat ini terkait tujuan berkeluarga adalah:
➡ Untuk memperoleh anak-anak yang banyak. Dengan anak-anak yang banyak, maka akan terjadi pelestarian keturunan dari satu keluarga. Jika seorang enggan menikah, maka ia tidak akan melahirkan keturunan dan ketiadaan keturunan pada akhirnya satu keluarga akan mengalami kepunahan.
Itulah hikmahnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan ummatnya menikah dan memperbanyak anak. Dari Sa'id Bin Abi Hilal, bhwsanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" Menikahlah, perbanyaklah keturunan, krn aku akan berbangga dgn kalian di hadapan semua ummat pd hari kiamat kelak. (HR.  Abdur Razzaq)
Bersambung.....
📝 Ustad Muhammad Qasim Saguni, MA. حفظه الله
----------------
📝 Belajar Islam Intensif
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[18:47, 9/25/2015] ‪+62 877-3409-8443‬: 🌴⛅🏡💕
Assalamu'alaikum
💕 #Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ? #
🌴🏡Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
👪1) Punya anak,
💎2) Banyak harta.
✋Bukan. Bukan itu.
👉🌹 Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?
👉🌹 Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah..
💥✋ Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
💥✋Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
🌴🏡 Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah,
👉💎💕 Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
👉💎💕 Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab..
👉🌹 Maa syaa'Allaah ♡ ♡ ♡
BaarakAllaahu fiikum
✏ kutipan nasehat indah utk semua ..😘😘
👆 copas😘😍
[11:08, 9/26/2015] ‪+62 822-9361-3511‬: 🔥 Sensitif dan Penat Setelah Pulang Kerja 🔥
🌾 Waktu suami atau istri pulang kerja , termasuk waktu yang sangat sensitif, dimana ketika seseorang baru pulang kerja biasanya masih merasakan kelelahan, dan tidak berkenan mendengar permintaan atau tuntutan apapun. Sebaliknya, dia menunggu kata-kata yang dapat menghilangkan beban dan lelahnya pekerjaan. Karena itu, hendaknya suami-istri menghindari mencela, menyalahkan dan menuntut pada saat-saat seperti ini.
🌾Sebuah penelitian yang dilakukan di salah satu negara arab menyatakan bahwa kebanyakan situasi jatuhnya talak (cerai) pada waktu selepas ashar sepulang dari kerja.
👥 Dan anda wahai suami! Bila istrimu bekerja, Anda patut mempertimbangkan jiwanya sesudah bekerja, sebagaimana hal ini juga patut dilakukan oleh istri terhadap suaminya.
💬 Allah Ta'ala berfirman :
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ
"Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya." ( Al Baqoroh: 283)
💌 Kepada para istri, hendaknya mereka menyiapkan suasana kondusif saat para suami pulang dari kerja. Karena hal ini akan membuatnya merasakan adanya perhatian istri kepadanya dan usaha istri untuk membuatnya merasa nyaman.
💓 Yang paling ideal adalah suami-istri yang ketika keluar dari tempat kerjanya, mereka menanggalkan segala beban dan kepenatan pekerjaan, lalu mereka pulang dan bertemu pasangannya dengan wajah ceria, jiwa yang tenang dan dada yang lapang.
💎 Insya Allah bisa, dengan izin Allah dan mari kita membiasakan diri saja....
---------------------------
🎀 Serial Keluarga Sakinah 🎀
📝Mawaddah center
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[05:23, 9/27/2015] ‪+62 822-9361-3511‬: 💌TANYA USTADZ💌
Istri Menuntut Agar Suami Lebih Rajin Nafkah Batin
📩PERTANYAAN📩
Bolehkah istri mennuntut agar suami lebih aktif berhubungan? Misalnya minimal tiap hari sekali. Makasih
📌JAWABAN📌
Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du,
Kita ambil satu peristiwa yang terjadi di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Tersebutlah seorang sahabat bernama Rifaah al-Quradzi. Dia menikahi seorang wanita bernama Tamimah bintu Wahb. Setelah beberapa lama menjalani kehidupan berumah tangga, Rifaah menceraikan istrinya, cerai tiga. Setelah usai iddah, bu Tamimah menikah dengan Abdurahman bin Zabir al-Quradzi. Namun ternyata Tamimah tidak mencintai Abdurrahman. Dia hanya jadikan itu kesempatan agar bisa balik ke Rifa'ah.
Hingga wanita ini mengadukan masalah suaminya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam . Dia datang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan memakai kerudung warna hijau.
Mulailah si wanita ini mengadukan,
ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻟِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺐٍ ، ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﻣَﻌَﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺄَﻏْﻨَﻰ ﻋَﻨِّﻲ ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ – ﻭَﺃَﺧَﺬَﺕْ ﻫُﺪْﺑَﺔً ﻣِﻦْ ﺛَﻮْﺑِﻬَﺎ -
"Suami saya ini orang baik, gak pernah berbuat dzalim kepada saya. Cuma punya dia, tidak bisa membuat saya puas dibanding ini." Sambil dia pegang ujung bajunya."
Maksud Tamimah, anu suaminya itu loyo. Tidak bisa memuaskan dirinya. Seperti ujung baju itu. Ketika tahu istrinya datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam , Abdurahman datang dengan membawa dua anaknya, dari pernikahan dengan istri sebelumnya.
Abdurahman bawa dua anak untuk membuktikan bahwa dia lelaki sejati. Mendengar aduhan istri keduanya ini, Abdurrahman langsung protes,
ﻛَﺬَﺑَﺖْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄَﻧْﻔُﻀُﻬَﺎ ﻧَﻔْﺾَ ﺍﻷَﺩِﻳﻢِ ، ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻬَﺎ ﻧَﺎﺷِﺰٌ ، ﺗُﺮِﻳﺪُ ﺭِﻓَﺎﻋَﺔَ
"Istriku dusta ya Rasulullah, saya sudah sungguh-sungguh dan tahan lama. Tapi wanita ini nusyuz, dia pingin balik ke Rifaah (suami pertamanya)."
Mendengar aduhan mereka, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanya tersenyum. (HR. Bukhari 5825 & Muslim 1433).
Senyum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap laporan kasus ini, karena beliau heran. Dan beliau tidak melarangnya atau memarahi pasangan ini, menunjukkan bahwa beliau membolehkan melakukan laporan semacam ini. Sekalipun ada unsur vulgar.
Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,
ﻭﺗﺒﺴّﻤﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺗﻌﺠﺒﺎ ﻣﻨﻬﺎ ، ﺇﻣﺎ ﻟﺘﺼﺮﻳﺤﻬﺎ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﺘﺤﻴﻲ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺼﺮﻳﺢ ﺑﻪ ﻏﺎﻟﺒﺎ … ﻭﻳﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻨﻪ ﺟﻮﺍﺯ ﻭﻗﻮﻉ ﺫﻟﻚ
Senyum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau heran. Bisa karena melihat wanita ini yang terus terang padahal umumnya itu malu bagi umumnya wanita… dan disimpulkan dari hadis ini, bolehnya melakukan semacam ini. (Fathul Bari, 9/466)
Yang kita garis bawahi dalam kasus ini, Tamimah menggugat suaminya dengan alasan masalah ranjang. Artinya itu bukan suatu yang bernilai maksiat, atau tidakan tercela.
📎Mengadukan Suami Karena Kurang Rajin
Dari hadis ini, sebagian ulama menyimpulkan bahwa istri boleh menuntut suami untuk meningkatkan intensitas hubungan.
Kita simak keterangan Ibnul Mulaqin,
ﻭﻓﻴﻪ : ﺃﻥ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﺒﻦ ﺃﺯﻭﺍﺟﻬﻦ ﻋﻨﺪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﻮﻁﺀ ، ﻭﺃﻥ ﻳﻌﺮﺿﻦ ﺑﺬﻟﻚ ﺗﻌﺮﻳﻀًﺎ ﺑﻴﻨًﺎ ﻛﺎﻟﺼﺮﻳﺢ ، ﻭﻻ ﻋﺎﺭ ﻋﻠﻴﻬﻦ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ
Dalam hadis ini terdapat kesimpulan bahwa istri boleh mengadukan suami mereka kepada pihak berwenang, karena kurang rajin berhubungan. Dia boleh sampaikan itu dengan terang-terangan. Dan itu tidak tercela. (at-Taudhih li Syarh al-Jami' as-Shahih, 27/653)
Allahu a'lam.
✏ Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[05:17, 9/29/2015] Muslimah Cerdas: 💝KAJIAN KELUARGA SAMARAH💝
Tujuan dan Hikmah Berkeluarga
(bagian ke 2)
3⃣ Hadits dari Dari Abu Dzar rodhiallahu 'anhu :
وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً قَالُوا  : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
...Setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa ?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. (HR. Muslim).
Faidah Hadits:
Berkeluarga adalah sarana untuk memproduksi banyak amal kebaikan, diantaranya:
▶ "Bersedekah". Jika sepasang suami istri berjima' berarti pasangan tersebut melakukan salah satu amal shalih yaitu bersedekah. Ulama berbeda pendapat, apakah pahala menunaikan syahwat pada istri diperoleh tanpa niat, atau harus dengan niat. Jumhur ulama berpendapat, harus disertai niat meninggalkan hal-hal yang haram, mencukupkan diri dengan yang mubah (hanya mau berjima' dengan suami istri).
▶ Dengan berkeluarga, terbuka peluang bagi suami berbuat amal shalih kepada istri dan anak-anaknya, seperti memberi nafkah, mentarbiyah (mendidik), berakhlak mulia, memberi perlindungan dll. Demikian pula sebaliknya dengan adanya keluarga akan terbuka peluang bagi istri untuk taat pada suami, berbuat baik pada suami, menjaga diri dan kehormatannya, mentarbiyah anak dll. Dengan adanya keluarga terbuka peluang bagi anak untuk masuk syurga dengan amal "birrul walidain"(berbakti pada ke dua orang tua). Sebagian besar amal kebaikan yg disebutkan di atas sulit terlaksana jika tidak ada keluarga sebagai ladang amal shalih.
4⃣ Firman Allah Jalla Wa 'Ala:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً
وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : "Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" [Surat Ar-Rum 21].
Pelajaran dari ayat:
▶ Berkeluarga adalah sarana terbaik untuk memperoleh kebahagiaan (ketenangan ruhani)
Dr. Abdullah Nashih 'Ulwan dalam Adabul Khitbah wa Al-zifaaf wa Huququ Al-Zawjain memberikan komentar terhadap ayat tersebut: Ketenangan suami-istri dapat terjamin dengan adanya pernikahan, karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling melengkapi. Kebahagiaan meliputi keduanya, seolah tak pernah lepas dari hari kehari.
Dalam hadits yang dishahihkan oleh Syekh Al-bani rahimahullah, hadits dari Sa'id Bin Abi Waqqas radhiyallahu anhu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa ada 4 pilar utama memperoleh kebahagiaan, salah satu diantaranya adalah istri yang shalihah, dimana istri merupakan unsur pokok terbentuknya satu keluarga.
▶ Ayat di atas juga memberikan faidah bahwa pernikahan merupakan salah satu di antara ayat-ayat Allah yg agung, pernikahan merupakan satu tanda kekuasaan Allah Ta'ala. Bayangkan jika sepasang suami-istri yang pernikahannya tidak pernah didahului dengan proses "pacaran", namun ketika mereka sdh diikat ijab-qabul, mereka akan saling mencintai, saling menyayangi, saling membutuhkan dan saling merindukan. Subhanallah.
Bersambung.... bagian (3)
✏Ustad Muhammad Qasim Saguni, MA. حفظه الله
📋 Belajar Islam Intensif
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[05:16, 10/6/2015] Muslimah Cerdas: 💖KAJIAN KELUARGA SAMARAH💖
Tujuan Dan Hikmah Berkeluarga (bagian ke 3, selesai)
5⃣Menikah adalah metode syar'i untuk memperkuat dan memperluas hubungan silaturrahim kekeluargaan.
▶Islam tidak melarang jika seorang laki-laki menikahi wanita yang masih keluarganya sendiri yang bukan mahramnya.  Akan tetapi bila ada beberapa alternatif calon yang telah memenuhi syarat-syarat  syar'i, maka ada anjuran dari para ulama untuk sebaiknya mencari wanita yang agak lebih jauh hubungan keluarganya. Sebab pernikahan akan menyatukan dua keluarga besar meskipun berbeda suku, bangsa dan negara.
▶Hubungan kekeluargaan semakin kuat jika keluarga calon pasangan sudah ada hubungan kekeluargaan sebelumnya. Contoh: Nabi Shallallahu 'alaihu wasallam menikahkan putrinya Fathimah dengan sepupu Nabi (Ali Bin Abi Thalib) sehingga ikatan nabi shallallahu 'alaihu wasallam dengan Ali Bin Thalib semakin kuat; Ikatan guru dengan murid, ikatan imam dan ma'mum, ikatan panglima dan prajurit, ikatan mertua dan menantu dan ikatan adik dan kakak sepupu.
▶Hubungan kekeluargaan akan bertambah luas jika kedua keluarga calon suami-istri bukan dari keluarga dekat, contoh: nabi shallallahu 'alaihu wasallam menikahi putri Abubakar Ash-Shiddiq (Aisyah) dan putri Umar Bin Khattab (Hafshah), serta nabi shallallahu 'alaihu wasallam menikahkan putrinya dengan Utsman Bin Affan dengan putri beliau (Ruqayyah kemudian Ummu Kultsum). Jadi Nabi shallallahu 'alaihu wasallam dengan empat al-khulafaa al-rasyidin selain memiliki ikatan idiologis-diniyah, juga diikat oleh silaturrahim kekeluargaan yg sangat lewat jalur pernikahan.
6⃣Keluarga adalah "mashna' u al-rijaal"  (mesin produksi manusia-manusia yang shalih dan berkualitas).
▶Al-Rijaal adalah komunitas manusia shalih; yang menggabungkan keshalihan individu (iman dan taqwa) dan keshalihan sosial (da'i dan pemimpin), manusia yang memprioritaskan akhirat dari pada dunia dengan tidak melalaikan dunianya, manusia yang memadukan ilmu dan amal. Lihat QS. 4: 34, 9: 108, 24: 37 dan 33: 23.
▶ "Rijaal"; manusia-manusia shalih dan berkualitas sepanjang sejarah,  umumnya lahir dari KELUARGA yang SHALIH, KELUARGA YANG SAKINAH. (Insya Allah akan dibahas tersendiri). Keluarga yang shalih ibarat tanah yang subur yang diatasnya tumbuh dengan kondusif tanaman yang menghasilkan buah yang berkualitas. Allah Ta'ala berfirman:
وَٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَٱلَّذِي خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدٗاۚ
كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَشۡكُرُونَ
"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur" (QS. 7: 58)
7⃣Keluarga adalah obyek sekaligus sarana da'wah.
▶Keluarga adalah obyek da'wah, sebagaimana Firman Allah Ta'ala:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. 66: 6).
Dan juga dalam ayat QS. 20: 132 Allah Jalla Wa 'Ala berfirman:
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسۡ‍َٔلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa (QS. Thaha: 132)
▶Obyek da'wah adalah seluruh anggota keluarga, di mana suami (ayah) adalah penanggungjawab utama. Karena itu "Keluarga yang ideal" yang bisa mewujudkan tujuan di point 7 di atas, adalah keluarga yang cinta dengan da'wah dan menjadikan da'wah sebagai ruh yang menggerakkan keluarga tersebut menuju kebahagiaan dunia dan syurga.
▶Keluarga sebagai sarana da'wah, yaitu sebagai alat visual (alat peraga) untuk menda'wahkan konsep keluarga Islami. Tujuan ini bisa tercapai jika seluruh anggota keluarga berkomitmen untuk mempelajari dinul Islam dan berkomitmen untuk mengamalkan Islam. Inilah keluarga idaman dan inilah keluarga teladan. Banyak keluarga sekarang ini mencari dan rindu dengan sosok keluarga teladan.
Semoga keluarga-keluarga kita menjadi keluarga sakinah, keluarga idaman dan menjadi keluarga percontohan. (selesai)
📝Ustad Muhammad Qasim Saguni, MA.
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086

Sunday, 6 September 2015

Sebuah Permintaan Maaf

Entah kenapa saya ingin sekali menuliskan hal ini di blog. Since I'm married in July, I'd like to say sorry for some people around me about the marriage. This is dedicated to all my mentees. 

Berita nikah itu, kata salah satu teman adalah berita gembira. Wajar kalo orang pengen tahu dan sedikit kepo. Cumaa ketika itu ingin sekali menjadikan berita ini sebagai sebuah kejutan bagi teman-teman. 

Khitbahan itu sekitar awal bulan April 2015 dan hanya beberapa yang tahu. Saya pikir berita nikah itu cukup adem tak banyak yang grasa grasu, menurut saya siih. Ingat pesan Nabi, sembunyikan pinangan, umumkan pernikahan. 

Harusnya kabar saya nikah itu bisa saja saya sampaikan ketika acara buka puasa bersama kami sebelum liburan. Tapi entah kenapa bibir saya berat sekali untuk mengabari mereka. Masih ada kekhawatiran, takut pernikahannya batal meskipun tinggal dua minggu lagi. 

I really wish they or other friends who were not told early ga akan ngerasa sakit hati atau merasa gimana gitu. Why? Coz I know how did it feel..... Saya pernah mengalaminya and it really hurt. 

It doesn't mean that I dont want them to know or feel the air of my happiness. I was just scared.

Friday, 4 September 2015

Ed Sheeran - All of the Stars

rambut acak acakan aja bisa ganteng gitu yah


It's just another night
And I'm staring at the moon
I saw a shooting star
And thought of you
I sang a lullaby
By the waterside and knew
If you were here,
I'd sing to you
You're on the other side
As the skyline splits in two
I'm miles away from seeing you
I can see the stars
From America
I wonder, do you see them, too?

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

I can hear your heart
On the radio beat
They're playing 'Chasing Cars'
And I thought of us
Back to the time,
You were lying next to me
I looked across and fell in love
So I took your hand
Back through lamp lit streets I knew
Everything led back to you
So can you see the stars?
Over Amsterdam
You're the song my heart is
Beating to

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

And, oh, I know
And oh, I know, oh
I can see the stars
From America

Read more: Ed Sheeran - All Of The Stars Lyrics | MetroLyrics

Catatan Lagu

Labelnya saya kasih di lyric and nikah. Loh kok nikah emang ada hubungannya? Mohon dimaklumi ya gejolak pengantin baru saya iniiih. Tenang aja, kelebayannya cuma di share di blog. Ga bakalan di share ke facebook atau jadi status bbm, yaa kecuali ada yang nge share-in, itu diluar tanggung jawab penulis xixixi.... 
Sebelum pulang ke Tanjungpinang, bang Rio udah bilang kalo lagu ini bakalan ngewakilin kami nanti hehehehe.... Awalnya saya ga ngeh dengan lagu-lagu Ed Sheeran yang sering dia putar itu. All of the Stars salah satu lagu yang saya suka tapi ga ngeh dengan artinya. Tapiii begitu searching lirik dan nyanyyiinnya sekarang, oalah jeeeeng bikin kangen berat sama si abang XD

Katanya siiih lagu ini ungkapan perasaannya si Ed Sheeeran sama Taylor Swift. Well, I dont really care about them. But this song is really hot! 

Oya setelah nikah saya cuma di Jogja selama sebulan. Pulang ke Tanjungpinang buat kelarin tugas yang you know what hahhaha.... Ngerasa haram banget nyebutin satu kata itu. Bikin jiwa bergetar dan hati engga tenang. Jadilah hingga semua kelar kami mesti jalanin LDM-an selama beberapa bulan ke depan. 

Trus ketemuannya kapan? Ga tau juga. Kerjaannya di Jogja masih belum kelar. Akhir September mungkin jadi pindah ke Jakarta, insya Allah. Yaaa kalo ga kuat menahan rindu bisa jadi tiba-tiba nongol di bandara Raja Haji Fisabilillah XD *ngarep

Thursday, 6 August 2015

Merapi, Oneday yah

Ini sih jalan dadakan. Hari Senin lalu harusnya bg Rio ke Jakarta buat ikutan meeting di sana. Sayang, meetingnya diundur minggu depan. Padahal tiket udah dibeli. Biarin, kan kantor yang bayarin xixixii

Gegara pulang kantor lebih cepat malah diajak buat jalan-jalan. Bang Rio emang suka yang dadakan. Habis ashar disuruh cepat cepat siap karena perjalanan ke Merapi cukup jauh. Ya udahlah pake baju seadanya karena lagi pada di laundry

Sebelum pergi nge GPS dulu. Jujur sih, setelah nikah baru ngeh banget fungsi GPS. Hahahaa rada katrok aja sampe malu sendiri dengan bg rio. Agaknya dia pikir ini anak dari dunia mana sih, gps aja ga ngerti fungsi nya buat apa. Makasih -_-

Tengah perjalanan eeh ban motornya kempes. Ngerasa bersalah berlipat ganda. Apa motornya nyerah bawa saya? Ngambek? Segitu beratkah dirikuyuuuuu T_T

Alhamdulillah bisa juga ke Merapi. Walo bukan di jalur pendakian tapi bersyukur banget lah. Kata bg rio, dari sekian banyak orang yang dia bawa ke sana, saya termasuk yang beruntung karena saat itu merapi jelas terlihat, ga tertutup awan.

Brrrrr dinginnya udara di sana. Telinga saya seperti berada di atas pesawat. Telan ludah dulu baru normal lagi. Dinginnya bikin beku, okeh agak lebay. Tapi dingin!!!

Tangan dan pipi udah kayak ditimpuk es batu. Dingin sekali. Harusnya dihangatkan sama bang rio, dipegang kek apa kek, tapi doi cuek aja tuh. Ou em ji!!!!

Kami foto-foto di tempat yang lebih cucok sya bilang kalo itu adalah tepi jurang. Ou yeah selama berfoto saya cuma berdoa, ya Allah selamatkan kami jangan sampai terpeleset. Tempatnya ga begitu berbahaya sih, tapi tetap aja di bawahnya jurang

Saya ingat kasus kasus selfie yang berujung malapetaka. Paling anyar soal mahasiswa yang jatuh dari kawah merapi beberapa bulan lalu. Dari tempat kami foto foto saya bisa melihat puncaknya yang bisa jadi di sanalah mahasiswa itu dulu. Duh merinding!

Begitu azan maghrib kami turun untuk nyari mesjid. Gubrak banget entah karena ga jeli, ga banyak mesjid yang saya lihat di tepi jalan. Jadilah akhirnya kami sholat di pom bensin. Dan ternyata banyak juga yang sholat di sana. Mushallanya nyaman sekali

Yah, berharap suatu hari bisa ikut pendakian gunung merapi. Amin!!!!

Wednesday, 5 August 2015

Wednesday, 29 July 2015

How We Met



Cukup lama juga ga nge post lagi sejak sibuk ga jelas dengan persiapan akad nikah dan walimah. Melelahkan? Tentu. Tapi semoga ini adalah pernikahan yang berkah.

Postingan kali ini khusus untuk menceritakan bagaimana akhirnya pernikahan ini terjadi. Hehehe..... setiap kali ada yang menikah, pertanyaan saya adalah bagaimana keduanya bisa bertemu dan melanjutkan hubungan hingga pernikahan.

Lalu bagaimana kami bertemu?

Sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa pernikahan kami adalah hasil perjodohan antara orang tua kami. Entah siapa yang memulai. Ayah saya dan ibu Bang Rio itu saudara tiri, kami masih satu keluarga hanya saja beda kakek. Masih sepupuan.

Berawal dari pertengahan Februari 2015 ketika pagi itu saya disodorin telpon sama Ibu katanya dari Uni Mira, sepupu kami (kakaknya bang Rio) yang tinggal di Batam. Ditanyain gitu deh, udah punya calon atau belum, nyari suami mau yang gimana? Apa yang hafalannya satu Quran atau ustadz yang levelan apa? 

Hahahha ngikik aja pas Ni Mira nanya begituan. Trus mulai deh ditanyain, mau ga sama Bang Rio. Krik krik krikk.... Sejenak hidungnya kembang-kembang hahhaa main tembak aja nih si Uni. Cuma dibawa ketawa aja. Ni Mira bilang pas bang Rio nya ditanya sama keluarga, reaksinya cuma bilang hmmm... Lah mosok mau jawab hmmm juga -_- 

Dengan gerakan spektakuler langsung nyerahin hape ke ibu yang ternyata dari tadi udah senyum senyum sendiri. Oalaah!!! 

Daaan selama seminggu itu telpon dari Mak Uwo yang di Batam hampir engga pernah absen. Wah, gaswat, kayaknya mereka serius. Saya putuskan untuk segera istikharah sembari menemui Big Bos alias kakak em er untuk mengabari perkembangan itu. 

Big Bos cukup kaget mendengar perjodohan itu, biasalah beliau berharap saya bisa menikah dengan ikhwan yang kalo bisa juga berdomisili di Tanjungpinang. Dari awal saya sudah bilang kalo menikah dengan bang Rio maka hal yang paling pasti adalah pindah dari Tanjungpinang. 

Jujur, saya ga begitu ngerti dengan perihal jawaban istikhoroh itu seperti apa. Nanti kapan-kapan dibuat di tulisan lainnya ya. Yang jelas dalam proses itu antara iya dan tidak berlangsung begitu saja. 

Awal Maret pembicaraan keluarga sudah makin serius dan mereka pun mengadakan pertemuan. Saya dan bang Rio? Ahahhaa sepertinya kami tak begitu ambil pusing dengan perjodohan itu. Dia sibuk kerja di Jogja dan saya pun sibuk ga jelas di Tanjungpinang. Daan semuanya mengalir begitu saja. 

Selang satu bulan kemudian, bertepatan dengan ulang tahunnya Oppa Eunhyuk hahha yaitu 4 April, keluarga bang Rio yang terdiri dari Ni Mira n suami plus bang Adi datang ke Tanjungpinang untuk acara khitbahan. Beneran acara yang biasa banget, tanpa prosesi aneh-aneh. Layaknya acara keluarga. Bahkan mungkin tetangga pun engga tahu apalagi teman-teman saya, yaa kecuali teman-teman liqoan. 

Sampe ayah posting foto ke facebook -_- gubrakkkk!!!!! 

Kan pengennya kayak Rasul gitu, sembunyikan pinangan umumkan pernikahan. Alaaaah gagal dink. Dan foto itu pun terlihat oleh beberapa orang kayak Redha n Dachroni. Sudahlah, kalo udah mereka yang liat ga bisa ngomong lagi xixixiiii bukan maksudnya ember tapi kan pengennya ngasih kejutan gitu xixixii ya sudah lah ga apa

Belum hitungan hari, mereka sudah memulai ledekan dan sindiran ituh -______- 

Proses menuju pernikahan kami lumayan senyap senyap aja. Ga ada persiapan yang gimana gimana gitu. Komunikasi sama bang Rio juga ga begitu sering. Sampe sepupu saya pusing, masak mau nikah tapi komunikasi sama calon aja engga -_____- yaaa kan biar jaga hati *dikeplak sama Onang!!! 

Proses taarufnya juga berasa asal-asalan. Karena ga pake tukeran data, jadi saya minta bang Rio untuk ngirimin curriculum vitae nya. And you know what, he really sent a curriculum vitae. CV buat ngelamar kerja yang semuanya ditulis pake bahasa Inggris, omegot maafin saya yang ga dengan jelas menerangkan apa yang saya minta hewww.... 

Setelah itu barulah saya minta bang Rio untuk menjawab beberapa pertanyaan yang saya tulis. ckkkckckk

Karena terakhir bertemu itu sekitar akhir 2011 maka tentu secara fisik kami banyak berubah. Saya tak begitu ingat sebenarnya, cuma ingat bang Rio itu kecil hehehhe saya masih mengukur siapa yang lebih tinggi, saya atau dia hahhaa... Awalnya agak ragu juga, karena kami ga pernah ketemu lagi kan. 

Nah ketemunya itu H-4 sebelum akad nikah!!! Ou yeah, kami ketemu di KUA Tanjungpinang Timur untuk ikut penyuluhan sebelum pernikahan. Daaaan, sumpah ketika itu saya kaget sekali. Woww bang Riooo, kamu imut bangeeeeet :D :D :D 

Hal ini sempat bikin saya ragu, tapi ditepis gara-gara Onang bilang gini, "Jangan-jangan dia juga kaget liat Iza tak. Woww besar sekali". Aahahha iya pulak, ya sudahlah... Pernikahan ini kami lanjutkan. 

Seperti yang saya bilang di atas, mungkin kami terlihat sangat cuek dengan pernikahan ini, antara iya dan tidak. Pokoknya asal orang tua senang, adakalanya saya berpikir begitu. Tak peduli siapa pun calonnya, asal memenuhi kriteria yang saya mau yaitu sholat lima waktu, tidak merokok, tidak pemarah, maka menikah saja kalo orang tua suka. Ridho Allah ridho orang tua kan? Begitu lah saya memandang pernikahan ini. 

Bang Rio pun mungkin juga begitu, yang sibuk mengurusi segala urusan adalah keluarganya yang di Batam, Uni Mira. Beberapa hari sebelum pulang ke Batam, bang Rio masih harus mengurusi rapat di Jakarta. Jadilah hari itu bolak balik dari Jakarta, Yogja dan lanjut pulang ke Batam. Hewww..... 

Alhamdulillaaah dengan segala proses yang saya rasakan sangat dimudahkan itu, tanggal 13 Juli 2015 saya, Nurul Azizah resmi jadi istrinya Rio Ardi xixixixi..... Kok rasanya biasa aja ya. 



Di hari akad yang heboh itu teman-teman saya, lebih tepatnya para anak-anak mentoring dan ADK. Bahkan kak Rizha dan istrinya juga hadir. Luar biasa, terharu sekali melihat mereka berkumpul di KUA pagi itu untuk memberi selamat pada kami. Saya sampai takut orang KUA marah karena pengunjung yang begitu ramai. 

Tepat setelah akad, saya dipersilahkan masuk ke ruangan. Hehehe sengaja aja berdiri di luar pas akad biar bang Rio nya ga grogi buat ijab kabul. DI luar malah heboh-hebohan sendiri sama anak-anak itu. Sampe ditegur Kak Wiwit, "Iza, jalannya tu pelan-pelan, kan lagi jadi pengantin". Jalannya cepet-cepet sih, kain songket pun udah ga berbentuk lagi. 

Mulai deh tu tanda tangan semua dokumen, lalu prosesi baca doa, cium tangan suami yang awkward banget karena dilakukan di depan orang ramai. Disambung dengan sungkeman sama orang tua. Dan seriiiiusss ini ga pake nangis nangisan -______- yang terharu malah anak-anak mentoring yang liatin. Duh adeeek, kamu lembut banget hatinya. Kok saya bisa ga nangis sih??? Huffttt

Pulang dari KUA, bang Rio dan keluarga besarnya itu balik lagi ke Batam ahahaha habis diledekin. Pengantin baru yang langsung dipisahkan. Saya sendiri merasa bersyukur bang Rio ga ditinggal di Tanjungpinang. Agak aneh aja sih rasanya. Jadilah selama seminggu itu kami ga ketemu, cuma komunikasi via bbm hehehe

Di malam yang seharusnya jadi malam pertama kami sebagai suami istri, karena bang Rio di Batam saya putuskan untuk ikut i'tikaf. Nah lho, lucu aja liat ekspresi salah satu ustadz yang saya temui, "Loh Nurul, kamu ngapain di sini? Suaminya ke mana?"

Hihihihii saya jawablah kalo suami pulang ke Batam. Begitu pula ketika masuk ke area akhwat, banyak yang memberi selamat sekaligus heran. Ada pula adik-adik yang menghubungi saya dan berkata, "Ciyeee kak Nurul, yang udah bisa i'tikaf sama suamiiii". Padahal saya pergi sama teman-teman.

Lalu, kami bertemu lagi seminggu kemudian pas acara resepsi, naah baru deh berasa jadi suami istrinya. Hmmm tapi tetep aja rasanya aneh :D 

Dari semua proses ini saya hanya bisa menyampaikan rasa syukur itu pada Allah SWT, sebaik-baiknya dzat yang mengatur hidup saya. Siapa sangka bahwa saya akan menikah dengan bang Rio. Orang yang sama sekali ga pernah terlintas di benak saya. Rasanya asing, sungguh asing. Bahkan untuk memegang tangannya pun saya masih berpikir panjang. Apa boleh?? :D

Selain itu tentu ucapan terima kasih yang mendalam kepada orang tua saya dan keluarga kami yang telah membantu baik moril maupun materil untuk menyelenggarakan acara tersebut. Sungguh, hanya Allah yang mampu memberi balasan. 

Semoga ini merupakan langkah yang Allah ridhoi dalam usaha kita mewujudkan kejayaan Islam. Semangat!!!!