Showing posts with label CATATAN HARIAN. Show all posts
Showing posts with label CATATAN HARIAN. Show all posts

Saturday, 4 July 2015

Menunggu Pagi



Hal yang paling menyenangkan dilakukan pas bulan puasa begini setelah sahur adalah TIDUR. Well, setidaknya bagi orang kurang kerjaan kayak saya. Habis subuh emang paling enak buat tidur, ngantuknya itu lho bikin mata meleleh. 

Tapi sebenarnya kalo kita coba bertahan buat ga tidur n tetap terjaga sampe pagi menjelang, kondisi tubuh biasanya lebih segar. Kepala juga engga berat dan tubuh ringan banget. Efeknya, engga mudah lelah saat beraktivitas di siang hari. Tapi ya itu butuh perjuangan untuk ga tidur lagi. 

Saya menulis ini karena engga tidur lagi, soalnya nanti pagi mau ikut kegiatan. Khawatir ketiduran, duh ga lucu kalo datang terlambat. Apalagi lokasinya harus ditempuh dalam waktu kurang lebih 15 menit dari rumah. 

Apa yang bisa diceritakan mengenai hari ini?



Kabar terakhir di televisi adalah jatuhnya pesawat Hercules yang rupanya tujuannya adalah Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mendengar kata Tanjungpinang disebutkan di tivi itu agak aneh dan ganjil. Kota ini jarang sekali masuk pemberitaan. 

Di antara mereka yang meninggal itu  ternyata ada beberapa mahasiswa Natuna yang menumpang pesawat untuk pulang kampung. 

Ya, di facebook saya membaca bagaimana kecewanya masyarakat, bukan pada Hercules tapi pada pemerintah yang tak mampu menyediakan transportasi murah, aman dan nyaman menuju pulau terdepan Indonesia itu. 



Biaya perjalanan ke Natuna tak lah semurah dan semudah seperti melakukan perjalanan dari Tanjungpinang ke daerah lainnya. Di negeri ini bila menggunakan kapal butuh waktu beberapa hari dan harus bersiap menghadang hebatnya ombak sepanjang jalan. 

Natuna, Anambas, Tambelan dan pulau di sekitarnya yang berada di utara Kepri cukup sulit ditempuh karena kondisi gelombang yang juga berbahaya. Saya dengar bahkan mereka yang akan ke Tambelan benar-benar tak punya jadwal yang pasti karena bergantung pada kondisi alam. 

Memang di Natuna sudah ada bandara. Tapi biayanya sungguh amat mahal. Rasanya pergi ke Natuna hampir sama pergi ke Papua. Karena itu menumpang pesawat hercules adalah salah satu alternatif untuk mengurangi biaya perjalanan.



Masyarakat Kepri khususnya berharap pemerintah mampu menyediakan alat transportasi yang aman, nyaman dan murah. Melihat kondisi wilayah Kepri yang 96 persen terdiri dari lautan, maka harusnya pemerintah punya cara untuk mengatasi kesulitan transportasi meskipun ia berhubungan dengan kondisi alam. 

Negeri ini kaya, maksud saya Kepri. Natuna adalah satu satu pemasok minyak dan gas alam terbesar di Indonesia yang bila sumber daya alam ini dikeruk selama 30 tahun pun tak akan ada habisnya. Dengan kekayaan seperti itu mustahil jika pemerintah tak mampu memberikan pelayanan yang maksimal untuk rakyatnya. 

Tapi sekarang ya tergantung siapa yang menguasai pemerintahan itu sendiri. Saya berharap suatu hari kelak Indonesia benar-benar menggapai kesejahteraan rakyat. Bukankah harapan itu masih ada? 

Selamat pagi!

Thursday, 4 June 2015

Aisyah, Gadis Kecil Itu Telah Pergi

Innalillahi wa inna ilaihirojiuun

Seingatku, ini kali keempatnya aku menulis tentang seseorang yang telah dipanggil Allah SWT. Sebelumnya aku sudah pernah bercerita tentang Bu Asiah, rekan kerja di TK dulu. Lalu yang kedua adalah Agus Syafriadi, junior di SMA yang tak pernah sempat kutemui secara fisik di masa hidupnya. Pertemuan pertama dan terakhir kami adalah ketika aku turut mengantar jenazahnya ke liang lahat. Terakhir tentang arti sabar yang harus kupelajari dari Mbak Nana yang kehilangan suami dan dua anaknya dalam satu malam.

Aisyah, gadis kecil itu telah pergi untuk selama-selamanya dari dunia ini, kembali ke pangkuan ilahi Rabbi sembari menunggu kedatangan orang tuanya yang kelak akan ia ajak ke surga bersama dengannya.

Ya, Aisyah anak Ustadz Asro dan Bu Fenty baru saja meninggal hari ini. Pukul 8 malam setelah isya kami pergi ke rumah duka yang ternyata sudah ramai dikunjungi pelayat. Sampai di ruang tamu, kami melihat tubuh mungil itu telah terbaring tak bergerak dibungkus kain kafan dan diselimuti kain panjang.

Aisyah, baru beberapa minggu yang lalu kita bertemu. Saaat aku dan Hadijah pergi ke rumah Pak Asro untuk menyampaikan surat permohonan menjadi juri dai cilik dalam acara JSIT se-Kepri.

Ketika kami bertamu, dari keempat anak Pak Asro ia lah yang keluar menemani kami dengan masih tertatih-tatih berjalan sambil berpegangan pada tepi meja tamu. Sembari memberi senyum imutmu pada kami.

Ah, Aisyah betapa pertemuan kita hanya sebentar. Maafkan kami yang tak sempat menjengukmu dan Ummi yang ketika melahirkan kudengar mengalami pendarahan hebat. Tapi alhamdulillah Ummimu melahirkanmu dengan sehat.

Siang itu grup whatsapp dan ada begitu banyak broadcast di BBM yang mengabarkan bahwa engkau sakit dan butuh biaya yang tak sedikit untuk melakukan operasi.

Berawal dari jeruk yang kau makan saat menghadiri wisuda salah satu kakakmu siang itu. Tak disangka, salah satu biji jeruk itu masuk ke saluran pernafasan hingga membuatmu koma terbaring tak berdaya.

Kami sempat mendengar kabar bahwa engkau dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam karena RSUP di Tanjungpinang tak sanggup menangani. Belum lama kabar beredar, kami menerima informasi bahwa kau harus dibawa ke Jakarta.

Tapi pagi ini kami mendengarmu koma. Hanya doa yang terkirim hingga sore tadi kami dikejutkan dengan berita bahwa engkau telah kembali pada-Nya.

Aisyah, sungguh engkau belum berlumur dosa sepertiku yang menuliskan sedikit cerita tentangmu. Sepertiku dan para pembaca blog ini yang masih menunda untuk bertobat, lalai dalam ibadah dan jarang meluruskan niat. Tapi aku yakin bahwa kau adalah tabungan buat Abi dan Ummi yang hari ini kulihat sangat terpukul karena engkau pulang lebih dulu daripada kami yang tadi datang ke rumahmu.

Selamat jalan Aisyah, semoga nanti kita bertemu dan bercengkrama di surga Allah bersama para ahli surga lainnya.

Thursday, 14 May 2015

Rak Buku Impian

Tiap ngisi biodata selalu nulis reading sebagai hobi. Iya sih aku suka baca sejak baru pertama kali ngenal huruf. Beruntung ayah dulu rajin banget borong buku dari rumah sodara yang keliatannya udah dibaca lagi xixixixi....

Meski akhir-akhir ini waktu untuk membaca itu berkurang, tapi engga pernah berhenti beli buku. Jadilah aku nya sebagai penumpuk buku. Buku-buku itu sekarang nongkrong di lemari, di kamar aku di atas meja belajar dan papan tambahan, di kamar Uma dan di lemari hasil kreatifitas ibu yang mengubah meja jadi rak buku XD

Ketika searching dengan keyword aku nemu beberapa bentuk rak buku yang kece banget. Semoga nanti bisa punya yaa... Membangun keluarga yang cinta buku, cinta ilmu biar hidupnya full barokah




Monday, 9 March 2015

Ngomongin Nikah


Ngomongin nikah yuuuuuk, ahahaha apakah saya sudah mau menikah? Tentu! Siapa sih yang engga mau menggenapkan setengah dien nya. Siapa sih yang engga mau dikasih kesempatan untuk bisa masuk surga dari pintu yang mana aja *bukan pintu ke mana sja ala Doraemon ya

Wednesday, 4 February 2015

I'm Still Here

Yes, I'm still here. To be honest, since graduate from high school in 2008, I never feel that I leave this school. While most of my friends were studying to another cities in Indonesia and also abroad, I stayed in Tanjungpinang. It was not only me, there were few friends who did it too. 

Why I said that I never left this school. Well, let me tell you my story while I'm practicing my English. It has been a long time I dont write in English xixixi 

I came back to SMAN 1 Tanjungpinang in October 2009 when Kak Lala asked me to be mentor instead of her. She said that there were about 15 students who joined Ramsa (Remaja Mushalla) or well-known as Rohis (Rohani Islam) need mentoring as a routine activity of their programmes. 

That day, I went to school for the first time after graduating in 2008. I saw many changes of that school. In front of the mushalla were usually a place for basketball team or some chinese students playing basketball after school or during the rest time. Now it has become a place where a number of motorcycles and cars are parked. Woww, I say to myself that there are showroom in our school. 

It was so different when I was there a few years ago where there were just few students who allowed to ride motorcycle to school. I knew that most of the students were rich, sometimes some of them drove a car in extra class. But, it was just few of them. Right now, it seems that each student rides to school. Hahaha...

Since 2009 I have become mentor for Ramsa mentoring programme. This programme is supported by the headmaster and become one of the most important programme in Ramsa. Day by day, year by year I always come every Friday to school and I see every alteration (perubahan). The school yard, the trees, the under-chair-trees, the two floors building and the canteen, also the teachers. 

Perhaps, when my friends come to school these days, they will be shock for the alteration. But it seems like something usual for me as I saw it almost every week. That's why I really really feel that I never leave this school since graduating in 2008. 

You see, I'm still here

Monday, 2 February 2015

Trio Macan dan Tanjungpinang





Lagi, Trio Macan tampil di Tanjungpinang. Kali ini menghibur para peserta gerak jalan santai dalam rangka hari pers nasional yang berhadiah umroh. 


Mungkin karena aku ini terlalu sok baik dan sok suci, setiap mendengar nama trio macan, rasanya ada yang njelimet di dalam hati. Berkata, wah trio macan lagi? Apa cuma mereka yang mampu diundang sama penyelenggara?

Engga kali ini aja trio macan bikin Tanjungpinang digoyang. Terakhir kali adalah dalam rangka kampanye PDIP jelang pemilihan umum 2014. Aku yang ketika itu penasaran, datang ke Pamedan. Selain penasaran, juga ingin melihat seperti apa partai merah ini dalam berkampanye. Dan subhanallah, benar-benar yackkkkksss.....!! 

Ga cuma pas pemilu aja, aku ingat waktu pemilihan walikota Tanjungpinang Oktober 2012 lalu, grup dangdut ini juga ikut memeriahkan kampanye Lis-Syahrul yang didukung oleh PDIP. Kampanyenya siang, dari pagi hujan udah mengguyur Tanjungpinang dengan lebat. 

Sampe-sampe ketika itu di media sosial banyak yang berdoa (termasuk aku hehehe) agar hujan terus turun agar kampanye dan trio macan gagal tampil. Yah cuaca berkata lain, jam 1 siang, awan muncul dan bikin langit kembali cerah. Walhasil, yang tadi berharap Lis-Syahrul ga jadi kampanye sukses dibully di facebook xixixixi... 

Pas aku gugling, trio macan termasuk artis yang cukup sering diundang. Ada yang risih nanya, kenapa sih kok trio macan lagi. Apa karena mereka biayanya murah? 

Xixixi geli juga mendengar kalo tarif mereka murahan. Seringnya mereka ke sini bukan soal tarif, tapi lebih kepada siapa link atau orang yang ngasih job. Hubungan dengan pihak manajemen artis tentu mempengaruhi ke mana artis akan tampil. Soal bayaran, siapa yang tahu?

Melihat seringnya grup ini tampil, sudah jadi rahasia umum bahwa setiap kali PDIP di Tanjungpinang bikin event baik itu kampanye dan lainnya, tentu salah satu artis yang dibawa adalah Trio Macan. 

Nah, awal Februari 2015 ini trio macan datang lagi dalam rangka hari pers nasional. Beberapa foto yang aku lihat di facebook, buset dah, yang beginian bisa tampil di Tanjungpinang? Kota yang punya tagline jujur bertutur, bijak bertindak? Di ibukota provinsi Kepri yang Berpancang amanah, bersauh marwah? Hmm entah di mana marwah yang disauhkan itu. 

Tentu dengan pemimpin Tanjungpinang hari ini, kita bisa menebak siapa link yang menghubungkan grup dangdut ini. 

Sebagai warga kota Tanjungpinang, dengan segala macam kasus yang terjadi belakangan ini, aku berharap pihak pemerintah lebih berpikir dalam memilih artis yang didatangkan untuk menghibur masyarakatnya. 

Mungkin niat hati ingin menghibur, tapi bila hiburan ini mendatangkan murka Allah SWT, selayaknya ia tak lagi jadi pilihan.

Saturday, 31 January 2015

Kuncinya Banyak Membaca

Suatu waktu ada yang bertanya begini, "Lalu bagaimana kita bisa membedakan bahwa ini adalah cara ibadah yang benar dan ini adalah yang salah, tidak sesuai dengan yang Rasulullah SAW"

Di antara kita belum seorang pun yang pernah bertemu dengan Rasulullah SAW selain para sahabat dan masyarakat yang hidup di masa itu. Tentu kita tak melihat langsung bagaimana cara beliau beribadah seperti sholat dan sebagainya.

Sunday, 18 January 2015

25 Tahun


Akhirnya sudah 25 tahun ya tanggal 8 Januari 2015 ini. Rasanya? I cant explain it by words. Hanya saja meski dalam hitungan angka sudah sangat dewasa, tentu secara prilaku tampaknya ga sama dengan umur yang dianut *bukan agama

Mereka ini salah satu kelompok mentoring hasil tangkapan ahahaa maaf kalo bahasanya tangkapan. Berawal dari inisiatif masing-masing untuk berkumpul n mentoring lagi melanjutkan kegiatan yang udah mereka geluti dari SMA.

Tuesday, 30 December 2014

Good Doctor (Bukan K-Drama)



Hmm mau dimulai bagaimana ya? Mau menuliskannya juga bingung. Gini deh aku mau cerita tentang dokter sebenarnya.

Sebelumnya buatku, dokter bukan sekedar profesi. Sama kayak guru dan perawat. Ketiganya merupakan aktivitas yang lebih dari sekedar profesi yaitu pelayanan. Mereka yang memilih bidang ini bukan untuk uang, tapi untuk pelayanan. Lebih jauh, bidang ini benar-benar menyediakan ladang amal yang luas buat tabungan akhirat.

Tuesday, 2 December 2014

Jika Ini Malam Terakhir

Besok ke Pulau Pangkil lagi... Kali ini diminta untuk ngisi. Waaah aku beneran nolak habis-habisan di awal ketika Ima nyampein pesan ibuknya ke aku. What the hell???!! Yang akan dengerin itu adalah ibu-ibu yang usia dan pengalaman hidupnya jauh di atas aku. Apalagi ini bakalan diminta ngasih motivasi buat para ibu biar anak-anaknya mau belajar agama. Ou yeah, harusnya aku bicara pada anak-anaknya -_- 

Monday, 24 November 2014

Jelang 25 Tahun

Udah memasuki akhir bulan November. Buat para pegawai, selamat gajian ya... Buat pegawai swasta dan negeri yang gajian di awal bulan, moga rezekinya selalu lancar.

Bulan depan udah masuk Desember 2014. Suka diem kalo udah akhir tahun. Sebenarnya baru belakangan ini sih. Setelah Desember artinya Januari kan, nah nambah lagi deh satu angka. Tahun depan aku udah berumur seperempat abad alias 25 tahun. Hewww...

Di usia yang begini mesti evaluasi tentang segala hal mengenai pencapaian diri. Yaah kalo sekarang secara manusiawi aku kadang ya suka khawatir plus gregetan juga kalo udah ditanya soal kapan lulus kuliah, kapan nikah dan kapan punya pekerjaan tetap.

Usia begini seolah-olah hidup cuma untuk selesaikan pendidikan, nikah, kerja, punya rumah kendaraan dan seabrek hal lainnya. Engga bisa nyalahin juga sih, secara itu juga standar masyarakat hari ini. Sebagai bagian dari mereka ya wajar aku akan selalu ditanyai hal-hal begituan.

Siapa sih yang ga pengen lulus kuliah tepat waktu? Soal ketelatan lulus aku ga akan nyalahin siapa-siapa karena itu kan sudah pilihan. Waktu teman-teman lain pake toga wisuda sedetik ada rasa ingin, tapi perlahan kutepis. Inget kata-kata @maulasam, wisuda itu gembiranya cuma sejenak setelah itu galau berbulan-bulan (karena ga dapat kerjaan).

Iya juga sih, banyak yang kejadian begitu. Beberapa tahun ini aku perhatikan ada kegalauan tingkat tinggi yang kudapati dari senior dan teman seangkatan. Mereka bertanya apakah aku punya lowongan pekerjaan untuk mereka. Minta aku mencarikan informasi penerimaan cpns atau penerimaan guru di sekolah-sekolah.

Wisuda itu simbolis. Ada yang sangat ingin wisuda karena inilah impian orang tua mereka yang telah membiayai kuliah selama bertahun-tahun. Menurutku itu ga salah. Ada banyak anak di dunia ini yang ingin membuat orang tua mereka bangga melalui nilai-nilai akademik yang mereka miliki. Ada juga yang ingin segera wisuda karena tuntutan pekerjaan atau untuk syarat pernikahan. Yah semua orang punya alasan masing-masing.

Lalu menikah. Aaah, cukup sulit untuk menjawab pertanyaan yang seperti ini. Bukan tak pernah kucoba meminta tolong untuk dicarikan jodoh. Mungkin memang belum waktunya saja. Tapi rupanya ada orang-orang tak sabar di luar sana yang ingin sekali melihat aku menikah. Kuharap mereka juga akan memberikan bantuan dana untuk biaya pestanya nanti hahaha...

Tentang pernikahan sepertinya aku sedikit terpengaruh pada cerita yang sering kutonton. Memang tak semua orang menggambarkan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang indah. Woww untuk hal ini aku sedikit menolaknya. Ada begitu banyak rumah tangga yang kulihat terasa hambar. Ups, tidak bermaksud pesimis

Mengenai pekerjaan aku selalu meyakini bahwa Allah akan memberikannya padaku. Bukan berarti hanya menampung. Tentu aku meminta pada Pemilik Pekerjaan sebuah pekerjaan yang layak dan yang tak membuat intensitas kegiatan pembinaanku turun drastis (kalau berkurang pasti iya). Allah akan berikan sesuai kebutuhan hambaNya dan sesuai kemampuan dan sesuai pula waktunya. Hey, untuk satu hal ini aku belum pernah merasa kecewa.

Memang setahun yang lalu kuputuskan untuk berhenti dari kantor karena ingin fokus pada hal-hal yang harus kukerjakan. Tentu setelah itu dari segi ekonomi aku tak sama seperti sebelumnya. Kuharap mereka bersabar dengan kondisi ini.

Menjelang usia 25 tahun yang kata orang adalah ambang batas akhir keproduktifan seorang perempuan aku berharap ada hal-hal yang lebih baik yang akan datang padaku. Apa yang kupunya hari ini tentu sudah sangat lebih dari cukup, harus kusyukuri.

Melihat kehidupan orang lain bisa jadi bahan evaluasi kehidupanku tapi tidak boleh membuatku lebih rendah. Apa yang ada hari ini adalah yang terbaik. Jika orang lain telah lulus kuliah, maka mungkin itulah yang terbaik baginya. Jika orang lain sudah menikah, maka itu pulalah yang terbaik baginya.

Aku? Kehidupan hari ini adalah kehidupan terbaik. Rumput tetangga kadang memang lebih bagus, tapi aku juga adalah tetangga bagi orang lain yang bisa jadi merasa bahwa kehidupanku lebih baik dari mereka hahaha...

Eh iya, dibalik itu ada hal penting yang harus kita renungkan. Di usia ini, sudah setinggi apa tumpukan dosa kita? Sudah berapa banyak amal yang kita tabung. Bila hari ini kita selalu bicara tentang karya, maka karya apa yang sudah kita buat yang dapat mengantarkan kita ke surga Allah SWT.

Sunday, 16 November 2014

Dokter Misionaris?

Beberapa hari belakangan ini media sosial cukup dihebohkan dengan video mengenai aksi terselubung para misionaris di car free day jakarta. Dalam video yang berdurasi hampir 24 menit tersebut diperlihatkan ada sekumpulan orang yang membagi-bagikan suvenir ke warga Jakarta yang lewat di jalan tersebut. 

Yang paling jelas mengenai kristenisasi di video tersebut adalah ketika salah seorang anggota komunitas berpakaian hitam berlambangkan burung merpati mencoba untuk membuat seorang nenek untuk mempercayai Yesus. Ajakan yang disampaikan secara terang - terangan. 

Melihat ini aku teringat pada satu pengalaman yang belum lama ini kualami. Ketika itu Khalisa, anak dari sepupuku demam tinggi dan harus dibawa ke dokter. Setelah sholat Isya kami pun pergi ke salah satu dokter yang ada di kota kami. 

Dalam perjalanan, Onang (panggilan untuk anak pertama dalam masyarakat Minang) berkata, "Iza sampe sana jangan kaget ya". 

"Kenapa, nang?"

"Soalnya begitu kita masuk tempatnya Iza bakalan tengok gambar - gambar Yesus gitulah" jawab Onang. 

Selama sisa perjalanan aku mulai berpikir keras, benarkah perjalanan kami ini jika kondisinya memang demikian. Apakah kami harus pergi ke dokter yang tempatnya dipenuhi gambar demikian? 

Kami sampai di klinik tersebut.. Pada awalnya kami sudah mencari beberapa alternatif, namun berhubung hari minggu, maka tak banyak tempat klinik yang kira - kira bisa kami datangi. Ya sudahlah, aku pun masuk ke klinik itu. 

Terus terang ada rasa enggan untuk masuk. Awalnya kupikir apa yang akan orang katakan saat melihat ada orang sepertiku berobat di tempat yang dipenuhi gambar Yesus? Lalu aku berpikir lagi bukankah kami hanya ingin berobat? Apakah salah? Lalu aku membayangkan bukankah tidak semua dokter adalah muslim? Apakah ada larangan untuk mengunjungi dokter non muslim? Aku terus berpikir

Begitu memasuki halaman ada rasa lega sekaligus hmmm apa ya, sulit untuk kucari kata yang tepat, ada beberapa pasien yang sedang menunggu antrian. Aku masuk. 

Dan memang cukup membuatku kaget saat melihat ruangan depan. Di dindingnya terpasang gambar Yesus yang pernah kulihat dalam film Jesus Christ. Aku menontonnya bersama Usup hingga tengah malam karena rasa penasaran kami akan kisah Yesus versi umat kristian. 

Gambar itu menunjukkan bagian adegan di mana Yesus berjalan menuju tempat ia akan disalib sambil membawa kayu salib yang amat berat itu. Dengan tubuh penuh darah dan wajah yang menahan sakit. Berikutnya adalah gambar penyaliban Yesus di mana tangan dan kakinya dipaku. Ouchhh ini benar - benar sadis. Darah di mana - mana dan itu terpampang jelas! Ditambah dengan kawat yang melingkari kepala Yesus menambah kesadisan yang tak layak untuk diperlihat pada anak - anak. 

Selama menunggu aku masih memperhatikan gambar tersebut dan membaca keterangan yang ada. Sementara itu anak - anak yang juga menunggu asik bermain dan beberapanya menangis karena sakit kepala yang mereka alami. Khalisa sendiri masih duduk manis bersama aku dan bundanya. Tapi kuyakini bahwa matanya juga melihat ke gambar tersebut. 

Tibalah saat giliran Khalisa diperiksa. Begitu masuk ke ruangan itu kuakui sungguh ia adalah dokter yang amat sangat cantik dan juga ramah. Menurut Onang yang sudah cukup sering ke dokter anak, dokter ini melayani kami dengan baik. Ia menanyakan gejala yang dialami oleh anak, mencatatnya dengan detil. Tidak seperti dokter yang biasa dikunjungi, hanya bertanya sedikit kemudian memberi resep obat. 

Meski demikian, ada hal yang menggangguku saat memasuki ruangan itu. Di samping meja dokter ada semacam gambar yang menjelaskan mengenai hari kebangkitan, paskah dan sejenisnya. Tempelan ini menjelaskan tentang bagaimana Yesus telah mengorbankan dirinya dan menyelamatkan manusia. Tulisan yang sangat besar. 

Kemudian di atas meja ada buku mengenai mukjizat yesus atau kristen, ah aku lupa tulisannya. Berwarna biru dan berukuran cukup besar dengan kertas yang tebal. Selain itu begitu aku perhatikan dokternya, ia mengenakan beberapa benda kecil dan warna warni yang penuh simbol kristen. Gantungan kecil juga ada. 

Tempat tidur dipenuhi dengan boneka yang memang menjadi kesukaan anak - anak, mulai dari spongebob sampe Mickey Mouse. Lalu di bawah tempat tidur ada meja kecil berlaci yang di atasnya ada banyak benda - benda kecil pula. Benda - benda itu salah satunya yang lihat adalah adanya tanda salib dan simbol - simbol kecil yang aku ketahui sebagai simbol kristen. 

Setelah diperiksa, dokter cantik itu pun pergi ke belakang untuk membuat resep obat. Menurutku kami cukup lama menunggu di ruangan itu. Aku berpikir bahwa dokter ini pastilah seorang kristen taat. Terlihat bagaimana ia mencoba membuat tempat kerjanya dipenuhi nuansa keyakinannya. Ia pastilah orang yang memahami psikologi anak. 

Ia menggunakan barang-barang akan menarik perhatian anak - anak untuk dilihat. Berbunyi dan berwarna. Seorang anak yang melihat benda - benda di klinik itu menurutku akan memasukkan informasi tersebut di alam bawah sadarnya. Apalagi mereka yang berobat ke sana rata - rata adalah anak yang berada dalam fase golden age atau fase keemasan di mana pada fase ini anak - anak sangat mudah menyerap apa pun yang ia dengar, lihat dan rasakan. 

Ini adalah hasil analisaku selama beberapa jam berada di tempat itu. Pengalaman pertama yang membuatku sadar bahwa mereka yang non muslim pun berusaha untuk mensyiarkan keyakinan yang ia miliki. Memakai segala simbol keagamaan dengan rasa bangga tanpa rasa malu apalagi takut. 

Namun satu hal yang ingin kukritisi adalah pemasangan gambar penyaliban yesus di ruang tunggu. Untuk tempat yang dikunjungi oleh anak - anak ini bukanlah gambar yang tepat untuk dipajang. Biasanya umat kristiani hanya memajang gambar Yesus atau Bunda Maria di dindingnya atau gambar salib. Tapi gambar penuh darah dan kesadisan? It's not very good.

Aku menyebutnya dokter misionaris bukan karena kecenderungan tertentu. Aku tak menyalahkannya karena mungkin itu salah satu usaha yang bisa ia lakukan untuk menyebarkan agamanya. Toh, bagiku ia tak menyampaikannya dari lisan hanya berupa gambar dan benda penuh simbol. 

Lagipula sebagai seorang kristen taat itu pulalah yang bisa ia lakukan untuk melakukan pelayanan terhadap tuhan yang ia yakini. Sebagaimana seorang muslim yang juga sebagian di antaranya mendapat tugas untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. 

Sebagai orang yang beragama dan sangat meyakini keyakinannya, tentu mengajak orang lain adalah tugas yang semestinya dilakukan. Dengan syarat ia tak mengajak orang yang telah beragama untuk masuk ke agamanya. 

That's it semoga kita sebagai seorang muslim yang bangga dengan kemuslimannya melaksanakan seluruh ajaran yang tertera pada Al Quran dan juga sunnah Rasulullah SAW. 

Hari ini aku belajar dari seorang non muslim


Sunday, 2 November 2014

Crush!!!

Ini adalah topik pembicaraan yang paling dihindari. Jantung akan mencelos begitu ada yang membuka pembicaraan tentang hal ini. Bukan hanya satu dua orang yang mengalaminya. 

Pilihan untuk tetap diam dan moving in silence adalah cara terbaik yang bisa kami lakukan. Ada begitu banyak tuntutan yang bila dipikir ulang bukanlah apa apa bila dibandingkan dengan orang lain. Tapi tetap saja rasanya menyesakkan. 

Mungkiiin beberapa waktu ke depan akan sedikit menjaga jarak. Efek traumatis yang ditimbulkan sungguh luar biasa. Begitu satu kata terlontar, ada jantung yang melorot. Jesssshh!! Rasanya sungguh tidak menyenangkan. Bahkan rumah tak lagi terasa nyaman. 

Lalu harus pergi ke mana?

Jalani saja karena ia hanya akan berlangsung sejenak. Tak perlu menunggu sampai kiamat kan, kecuali memang jika ajal sudah waktunya. Apakah lebih baik? Belum tentu. Bisa jadi terlepas pada satu hal tapi kemudian ternyata ada sesuatu yang lebih berat dan mengerikan sedang menunggu. 


Wednesday, 29 October 2014

Dekat

ketika kita rajin membaca tulisan seseorang di blog pribadinya atau buku2nya atau akun medsosnya, secara engga langsung kita akan merasa ada kedekatan dg penulisnya, meski dia engga tau siapa kita.

baca Al Quran begitu juga kali ya, makin dibaca terasa makin dekat sama yang punya. bedanya, kalo yang ini yang punya tahu n paham banget siapa kita
‪#‎HappyReading‬

Rain

Life is about dancing in the rain
We love rain so much, so learn how to dance in it

Matinya Anak Ayam


Dua hari ini dua anak ayam mati karena sakit. Karena ayah n ibu sedang di rumah sakit maka ga ada yang ngurus alias kasih makan. Aku tadi pagi disuruh ngasih makan ayam. Baiklah, meski bertolak belakang dengan hati nurani, tapi karena melihat satu anak ayam yang sakit ya sudah berani ga berani kuisi tempat makannya. 

Kuperhatikan anak ayam itu dari pagi dan setelah kuberi makan kondisinya mulai semangat. Bahkan dia udah minum dan berusaha berdiri dengan dua kakinya. Kupikir akan ada harapan dia masih bisa sehat. Eeeeh ternyata jam 11 siang kulihat kandangnya karena ayam - ayam kecil pada riuh, dia udah mati. 

Mulai deh celingak celinguk liat anak - anak tetangga buat minta mereka keluarkan bangkainya dari kandang. 

Sejujurnya aku punya rasa fobia pada unggas, terutama ayam. Unggas lainnya seperti burung, angsa dan bebek pun membuat bulu kudukku merinding setiap berada di dekat mereka. Aku tak tahu sejak kapan hal ini terjadi. Kalau aku tidak salah perhitungan, mungkin saat suatu hari aku harus melarikan diri dari induk ayam yang mengamuk karena mengira aku mengganggu anak - anak ayam yang baru menetas. Ketika itu kakiku dipatok oleh paruh tajamnya. Yang lebih mengerikan adalah bulunya yang mengembang membuat badannya menjadi semakin besar. Matanya tajam dan fokus mengejar orang yang mencoba mengganggu anak - anaknya. 

Ayam yang mati karena sakit itu unik. Ketika ia sakit ia memeluk dirinya sendiri dengan menekuk kedua kaki sehingga membuat tubuhnya ditutupi bulu - bulu yang ada. Namun begitu aku menemukan mereka selalu dalam keadaan lurus, maksudku kakinya menjadi lurus (ouchhh menuliskannya saja membuatku merinding). Matanya yang tadi sayu akhirnya tertutup rapat. 

Ah, kusudahi saja... Semakin aku menulis dan memikirkannya semakin membuat seluruh tubuhku merinding dan bergetar tak karuan

Sunday, 19 October 2014

Barakallah

Alhamdulillah, November ini seseorang yang pernah mentoring sama aku akan melangsungkan pernikahannya. Awalnya aku kaget mendengar kabar beritanya. Kupikir ia masih anak belasan tahun yang manjanya bikin aku garuk - garuk kepala. Rupanya hari ini dia adalah gadis dewasa berusia 21 tahun. Usia yang sama saat salah satu teman SMAku juga memutuskan untuk menikah. 

Selain itu ada juga yang sudah melangsungkan upacara wisudanya. Alhamdulillah mereka berhasil menyelesaikan studi S1-nya. Mereka para mentee berprestasi yang Allah karuniakan kebaikan tak terhingga.

Barakallah, adinda...

Saturday, 30 August 2014

Jangan Lupa Senyum

Kata Rasulullah SAW, senyum itu ibadah. Lanjut lagi berwajah berseri - seri saat ketemu saudara itu lebih utama dan harus diusahakan dan diutamakan. Aih, kalo inget yang beginian sih sejuuuuuk aja bawaannya. 

Kita emang punya masalah yang beda, karena kualitas kita juga beda - beda kan. Pas lagi rapat yayasan, biasanya ada taujih dari ketua. Waktu itu Pak Tomi yang ngasih wejangan, inget banget nih aku inti yang disampein beliau. 

Doi ngingetin untuk meluruskan niat datang rapat. Kami dateng itu di tengah kesibukan pekerjaan, keluarga dan hal lainnya. Tapi untuk dakwah (ciyeee) yaa harus punya waktu khusus juga. 

Nah meski kita lagi dalam keadaaan diuji dengan masalah masing - masing, satu hal jangan lupakan, katanya. Jangan lupa senyum, akhi! 

Yaaa masalah kita segede apa sih sampe - sampe bisa ngilangin senyum di wajah aduhai kita ini. Deterjen aja masih ga bisa ngebersihin semua kotoran di baju - baju kotor kita. Apalagi yang namanya masalah. Masa bisa sampe ngapusin senyum sih. Hehehehe begitulah kira - kira. 

Kalo aku ngerasa lagi punya masalah berat banget suka inget kata - kata beliau nih. Yang awalnya mau nangis habis - habisan di motor eeeeh ditahan dulu. Karena belum bisa pasang muka senyum yaa pikirkan hal itu dengan rasa marah hehe... Setelah itu yaaa lebih mudah senyum

Emang sih senyum itu hal sederhana yang ga semua orang bisa ngelakuinnya. Liat aja salah satu comic yang namanya Benny :p Anteng banget pertahanin wajah-tanpa-senyum. Lah kok jadi ke Benny sih xixixii... 

Ya udah gitu aja sih

Seberat apa pun masalah hidup jangan sampe lupa senyum lho! Kalo masalah akhirat baru deh mikir - mikir buat senyum. Gimana mau senyum kalo mikir dosa - dosa yang numpuk berbaskom - baskom n tercatat berlembar - lembar di catatannya Atid. Sumpah kalo masalah beginian baru elu ga bisa senyum :s 

Selagi itu masih masalah kehidupan, enjoy lah dan nikmatin aja. Allah ga bakalan biarin kita terpuruk, Dia bakalan ngasih kita jalan keluar. Yakin!!! 


Wednesday, 27 August 2014

Biar Pembaca Lebih Nyaman

Setelah menimbang dan seterusnya, maka diputuskan ada beberapa widget yang aku buang dari blog ini. Demi kenyamanan bersama dan keinginan yang besar agar pengunjung di blog ini bertambah. Yaah biar pengunjung nambah sih sebenarnya mesti rajin nulis n bikin tulisan yang sesuai kebutuhan. 

Hal pertama yang aku buang dari blog ini tadi pagi adalah slide show yang selama ini nangkring. Berawal dari sms Anggi tadi pagi kalo beberapa gambar yang tampil bener - bener ga layak buat dipasang. Pas aku cek, astaghfirullah emang bener. Ya udah daripada bikin pencitraan engga baik (busyeeet udah niru Jokowow), aku remove dari blog. 

Lalu gadget kedua yang musti pensiun dari blog ini adalah background music yang sudah setia menemani aku baik suka maupun duka. Yaah ini dilakukan setelah beberapa postingan di beberapa blog yang sukses bikin aku terpengaruh soal background music. 

Menurut mereka blog yang pake musik itu ribet and nyebelin. Ouccchhh jangan sampe di masa muda ini aku jadi orang yang menyebalkan. Cukuplah menjadi menyebalkan di dunia nyata, ga perlu ditambah di dunia maya. 

Katanya lagi, musik blog yang suka tiba - tiba nongol itu kadang bikin kaget apalagi dengan volume yang gede. Mianhaeyooo.... Akibatnya gelombang suka berimpit dengan musik yang juga lagi diputar di winamp masing - masing. 

Daripada engga nyaman berkunjung ke blog ini ya sudahlah aku relain aja itu musik. Cukup aku dengerin lewat winamp aja. Mesti tahu diri nih sebagai blogger pemula :-) 

Mungkin dua itu aja yang paling penting yang aku hapus pagi ini selain ada juga beberapa gadget ga penting lainnya yang aku buang. Yaaah moga aja lebih nyaman membaca tulisan yang ada. 

Oh ya templatenya juga aku ganti jadi nge - pink yang lembut. Setelah sekian lama bertahan dengan template kuning hitam. Template yang bikin tulisan PKS dijidat aku makin gede. Sengaja kalo bikin postingan ga di-read more biar ga repot nge klik. Walo pun aku sebenarnya pengen banget itu angka - angka naik T_T. Pengalaman sih kalo aku 'insert jump break' sisa tulisannya ga nemu -_- lagi males mau otak atik, dibiarin aja dulu. 

So happy reading guys...