Showing posts with label JPI DAN BPAP 2011. Show all posts
Showing posts with label JPI DAN BPAP 2011. Show all posts

Monday, 27 October 2014

Awal Mengikuti JPI dan BPAP 2011

Ini sedikit ceritaku saat ikut JPI dan BPAP tahun 2011 yang lalu. Buatku ini adalah keberuntungan karena diperkenankan untuk ikut kegiatan ini meski aku tidak punya bakat di bidang seni sama sekali. Aku mengikuti seleksinya di kantor Dispora Kota Tanjungpinang karena tertarik dengan yang namanya pertukaran pemuda. Dari SMP udah ngejajalin otak dengan kisah - kisah keren dari orang - orang yang ikut pertukaran pemuda ke luar negeri. Kayaknya si keren aja hahaha... 

Berbekal kekerenan itu aku datang ke Dispora hari Minggu pagi. Rupanya banyak juga yang ikut seleksi daaaan buat aku mereka ini jagoan seni semua. Yaaah, pupus harapan buat lulus kalo begini. 

Seleksi terdiri dari tiga sesi, tulisan, wawancara dan terakhir pertunjukan dari masing - masing perserta. Ujian tertulis kucoba jawab dengan baik meski tak yakin dengan hasilnya. Soal yang diajukan di luar ekspektasi dan sebagai orang yang baru belajar tentang budaya Tanjungpinang, soal - soal itu cukup sulit. 

Kemudian, ujian lisan alias wawancara. Kami dipanggil satu per satu oleh panitia yang bersangkutan. Kucoba setenang mungkin. Ketika ditanya kota mana yang menjadi tujuanku, spontan kujawab NTB. Saat itu Kepri akan bertukar dengan 4 daerah lainnya yaitu Kalimantan Tengah, NTB, Jakarta dan Maluku. Setelah kupikirkan sejenak, akan sangat menyenangkan bisa ke NTB untuk menyaksikan keindahan alam di sana, terutama lautnya. 


Aku tak memilih Kalimantan Tengah karena kupikir apa yang bisa kulihat di sana. Lagipula ketakutanku akan suku yang ada di sana membuatku urung. Maluku tidak begitu menarik untuk menjadi pilihanku, meski ia masuk dalam list tempat yang ingin kudatangi karena letaknya yang di bagian timur Indonesia. Sementara untuk Jakarta, dengan sombongnya aku berpikir bahwa kota ini tak ingin lagi kukunjungi karena sudah pernah ke sana sebelumnya. Lagian aku bisa ke Jakarta kapan pun karena aku menilainya dengan kondisi pekerjaan dan aktivitas yang kumiliki saat itu. Ditambah lagi, aku sejujurnya kapok ke Jakarta karena kondisi masyarakat di bawah jembatan sangat parah dan aku ga berani untuk melihat mereka lagi. 

Untuk pertunjukan bakat aku benar - benar tidak tahu harus menampilkan apa. Peserta lainnya sangat terampil dalam bernyanyi, memainkan alat musik, menari, berpantun, membawakan acara dan lainnya. Di detik terakhir aku memutuskan untuk mendongeng. Aku memilih ini karena belum ada peserta yang menampilkan ini dan hanya ini yang bisa kuberikan pada mereka. Ga mungkin aku harus berlagak jadi mentor di hadapan mereka :D 

 Dengan langkah gontai, menjelang adzan zuhur aku pulang setelah prosesi seleksi selesai dan peserta diizinkan pulang. Meski dalam hati sangat berharap bisa terpilih, namun aku juga sadar diri. Dengan penampilan akhwat begini tak mungkin mereka akan memilihku. Bukankah para peserta harus mampu menampilkan kebudayaan mereka masing - masing di kegiatan JPI dan BPAP nanti? Menari dan menyanyi? Ah, aku tak pantas untuk melakukannya. Pantun? Lupakan saja, apalagi membaca gurindam

Salah satu peserta yang dari Penyengat bahkan mengetahui setiap jenis zapin dan langkah tari. Bagaimana panitia akan memilihku yang tak tahu apa apa tentang tarian Melayu. Menyanyi? Ah, kalian bisa keluar ruangan sesegera mungkin begitu aku menyanyikan kata pertama. Suaraku yang seperti anak kecil dan sungguh cempreng hanya akan merusak suasana. 

Aku menyerah untuk berpantun, meski aku sangat menyukainya. Salah satu peserta adalah pemantun Tanjungpinang yang sudah melalang buana dan mendapat penghargaan dari pemerintah kota. Gurindam? Aihh si suara emas lebih mahir membacakannya. 

Selang setelah hari itu aku ngelanjutin aktivitas seperti biasa. Dengar - dengar sudah ada pengumuman peserta terpilih, dan karena aku tak mendapat telpon itu artinya aku ga masuk dalam daftar. ya sudahlah lain kali mungkin bisa ikut. 

Ketika aku lagi ikut training jurnalistik, habis Zuhur Pak Zamanes, pegawai Dispora yang bertanggung jawab akan kegiatan tersebut menelponku. Wah ada apa nih? 

Tak disangka dan dinyana ternyata beliau mengatakan bahwa aku harus bersiap untuk mengikuti karantina selama seminggu sebagai bekal untuk JPI dan BPAP nanti. :D :D :D :D :D :D Senangnya tiada terkira. 

Rupanya keikutsertaanku kali ini karena peserta yang mendapat urutan pertama ga dapat izin dari tempatnya bekerja. Jadilah aku yang bisa ikut karena ternyata hasil seleksi namaku ada di urutan ketiga. Surprised! 

Alhamdulillah, sungguh kesempatan yang berharga dan patut disyukuri 


Friday, 22 July 2011

Semua Terjadi Karena Saya Lalai

Hari sudah malam.

Tak ada yang bisa saya tuliskan untuk berbagi cerita atau pun hanya sekedar meng-update blog sederhana ini. Namun ketika mata ini sudah mulai memberikan tanda untuk menutup dan meminta haknya, tiba – tiba jari – jari ini tergerak untuk bercerita kepada pengunjung blog sebuah keluhan selama berada di Malang dan DKI Jakarta dalam rangka mengikuti kegiatan Jambore Pemuda Indonesia dan Bakti Pemuda Antar Provinsi tahun 2011.

Ketika hari itu saat saya sedang mengikuti pelatihan kepemimpinan di Hotel Bintan Plaza datanglah telpon dari Pak Zamanes yang bekerja di Disdikpora Kota Tanjungpinang. Dalam percakapan singkat tersebut ia menanyakan kesediaan saya untuk menggantikan teman yang lulus seleksi namun tidak jadi berangkat dikarenakan pekerjaannya yang tak bisa ditinggalkan. 

Seperti mendapatkan durian runtuh, hanya butuh waktu beberapa menit sebelum saya mengiyakan dan menyatakan bersedia untuk mengikuti program tersebut. Padahal ketika itu tak terpikirkan sedikit pun tentang kuliah dan berbagai hal lainnya yang harus saya tinggalkan selama hampir 45 hari. 

Allah Maha Tahu dan Maha Mengetahui apa yang saat itu sedang saya alami. Di tengah dahsyatnya kefuturan yang saya rasakan, saya merasa Allah memberikan kesempatan ini, tentunya dengan maksud ( menurut pemikiran saya sendiri ) agar saya bisa mengambil hikmah dari perjalanan yang akan saya lalui nanti.

Tentu!
Tanggal 24 Mei, hari itu lah saya bertemu dengan teman – teman dari kabupaten lainnya di Provinsi Kepri. Tanjungpinang, Batam, Karimun, Natuna, Anambas, dan Bintan. Sayang sekali Lingga tidak mengirimkan utusannya untuk kegiatan ini. 

Awalnya saya berpikir saya bisa kuat di antara teman – teman yang berasal dari lingkungan yang sama sekali berbeda dengan lingkungan saya. Alhamdulillah di antara 40 peserta tersebut masih ada satu akhwat namun sayangnya kami harus berpisah karena kami tidak satu daerah tujuan.

Wednesday, 20 July 2011

Mereka yang Menyenangkan

Aktivis PMI DKI Jakarta yang satu ini jempolan banget!!! Selama tinggal di rumah Kak Icha, bisa dihitung waktu keberadaannya di rumah. Dari Cibubur, berangkat lagi ke DKI, dari DKI belanja sana sini untuk persiapan ke Gorontalo. Setelah itu terbang ke Gorontalo selama seminggu, pulang - pulang langsung ngajar huaaah...

Kak Robin, Dedi, Ijal, Daeng... Hahahahaha teman - teman aneh tapi menyenangkan. Beruntung bisa sama - sama dengan mereka mempersiapkan stand pameran untuk JPI 2011 beberapa waktu lalu. Meskipun mereka suka cabut kegiatan tapi mereka suka traktir hahahahaha ya iyalah uang saku paling gede siih.... Jadi rindu dengan Kak Daeng yang tiap kata - katanya sulit sekali untuk dingertiin. Melayu Nantuan asli!!!! Ntah apa - apa yang dibilangnya selama kegiatan....
Audy n Tri

Bang Wildan dan Kak Choky. Kebetulan banget ketemu di PGC. Hmmmm kebetulan apa di sengaja nih sama Bang Wildan yang udah janjian dulu sama Titi hihihihi..... Ujung - ujungnya kami jalan masing - masing
Malam perpisahan, tak terasa hampir 45 hari menjalani kegiatan BPAP di Jakarta

Hahaha Mpok Ochie mau nangis atau ketawa? 


Anak - anak Jati Padang yang sudah bersedia dijarkan untuk baca Gurindam 12


Bersama Bang Shote, Titi, Ummi and Bang Abe di malam terakhir keberadaan kami di Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu Jakarta.    

New Family in Jakarta






Tuesday, 19 July 2011

Di Dunia Gorila

Bersama Renny, Fadhel, Mama, Kak Fanny, Kak Robin, dan Titi di Ragunan, Jakarta Selatan
Kenangan yang tak akan terlupakan, cabut latihan nari untuk pergi jalan - jalan di hari - hari terakhir BPAP di DKI Jakarta.........

Saturday, 16 July 2011

BANGGA MENJADI INDONESIA :)

Menyaksikan penampilan teman – teman yang ditempatkan di Pejanten Barat di acara HUT DKI Jakarta 10 Juli 2011 yang lalu betul – betul memberikan sebuah makna pasti tentang bangganya menjadi bangsa Indonesia. Di tengah kemelut slogan tak terpublikasikan bahwa “Aku Malu Menjadi Bangsa Indonesia”, mempertahankan rasa nasionalisme itu memang sangat sulit. Apalagi era globalisasi menjadikan anak bangsa seperti menutup mata akan jati dirinya yang sebenarnya. 

Lalu apa hubungannya antara penampilan teman – teman dengan rasa nasionalisme yang tiba – tiba menyeruak di hati saya secara pribadi?

Sederhana. 

Monday, 20 June 2011

Presentasi ( Masih ) Hari Ketiga : 26 Juni 2011

Saya ingin kembali menceritakan malam di mana Kak Edi yang menjadi pemandu kami di pembekalan JPI dan BPAP 2011 Propinsi Kepri di Hotel Shangrila, Tanjungpinang. Setelah Kak Edi menyampaikan sejarah dan profil provinsi Kepri secara singkat, masing – masing kontingen kabupaten / kota diminta untuk mempresentasikan profil wilayahnya yang lengkap dengan potensi daerah dan objek wisata yang ada di sana serta karakter tiap kabupaten / kota yang membuatnya berbeda dari kabupaten / kota yang lain.

Baik dimulai dari Kota Tanjungpinang yang disampaikan oleh Ilham Sujandi, mahasiswa AKPER Poltekes Tanjungpinang. Tanjungpinang yang terletak di Pulau Bintan memiliki beberapa objek wisata yang dapat dikunjungi seperti Pulau Penyengat yang lebih dikenal dengan wisata makamnya. Di Pulau Penyengat terdapat makam Engku Putri yang merupakan pemegang Regalia atau alat – alat kebesaran kerajaan, selain itu juga ada makam Raja Ali Haji penulis Gurindam Dua Belas serta Raja Haji Fisabilillah pahlawan tanah Melayu.
 
Masyarakat Kota Tanjungpinang yang heterogen juga ramah menjadikan kota ini nyaman dikunjungi. Di Tanjungpinang, hampir setiap bulan selalu diadakan kegiatan seni dan budaya, baik oleh pemerintah maupun swasta. Ini merupakan bentuk dari spirit Wali Kota Tanjungpinang yang sangat memperhatikan seni dan budaya di Tanjungpinang hingga menjadi tempat tumbuh suburnya sastrawan muda. Ditambahkan oleh Kak Dwi Saptarini yang juga peserta dari Tanjungpinang, seni teater yang sering ditampilkan jika ada pementasan yaitu Mak Yong. Kesenian ini juga langsung ditampilkan sedikit oleh Kak Dwi sendiri. Saya menambahkan Tanjungpinang menjadi istimewa karena posisinya sebagai ibukota Provinsi sehingga menjadi pusat pemerintahan di Kepri. Dari sisi sejarah, Tanjungpinang dulunya pernah menjadi ibukota provinsi Riau sebelum akhirnya dipindahkan ke Kota Pekanbaru. Julukan sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun pun disematkan sehingga setiap acara atau momen apa pun masyarakat tidak pernah lupa untuk berpantun terlebih dahulu.

Selanjutnya Yoddy Andesman yang kebetulan juga ditunjuk sebagai Duta Wisata Prov Kepri, mencoba latihannya dengan menyampaikan tentang Kota Batam, Bandar Dunia Madani. Dunia industri menjadikan Batam sebagai icon Kepri paling terkenal bahkan lebih terkenal dari nama Kepulauan Riau itu sendiri. Letaknya pun sangat dekat dengan Negara Singapura. Objek wisata menarik yang dapat dikunjungi para wisatawan di antaranya ialah Jembatan Barelang yang menghubungkan pulau Batam, Galang dan Rempang yang menjadi lambing modernisasi Kepulauan Riau. Ada juga kamp Vietnam di Pulau Galang serta tak kalah menarik wisata belanja di Kota Batam terutama alat – alat elektronik yang dikenal dengan harganya yang murah.

Mutiara di ujung utara, itulah sebutan yang pas untuk Kabupaten Natuna yang memiliki hasil bumi berupa gas alam yang juga banyak direbutkan oleh banyak pihak. Disampaikan oleh Kak Joko Septiyohadi, peserta multi talent yang juga koreografer tari peserta. Dianugrahi alam yang indah dengan wisata bahari menjanjikan yang dilengkapi dengan batu karang yang masih terlindungi dan cocok dijadikan lokasi menyelam para wisatawan, baik local maupun mancanegara.

Tak ketinggalan, Anambas yang merupakan kabupaten paling bontot di Kepri juga menghadirkan wisata alam yang tak kalah indahnya. Air terjun tujuh tingkat yang langsung bermuara ke laut layaknya rambut bidadari yang terurai, belum lagi pasir putih yang membentang sepanjang pantai menjadikannya layak disebut sebagai Hidden Paradise di Kepri. Disampaikan oleh Kak Robin Arino.

Nah, Bapak Ansar Ahmad udah jadi icon BIntan apalagi semenjak beliau kembali dipercaya untuk membawa Bintan, Bumi Segantang Lada, menjadi lebih baik. Nurhidayah mencoba menyampaikan potensi dan objek wisata yang ada di Kabupaten Bintan. Wisata bahari menjadi andalan daerah ini apalagi di Bintan terdapat lokasi wisata yang sering disebut Bali Kedua yaitu Lagoi, hal ini disebabkan oleh keindahan laut yang ada di sana sehingga menarik khususnya wisatawan mancanegara untuk menikmati alam laut. Di samping itu biasanya pada bulan Juni pemerintah mengadakan Bintan Mountain Tracking yaitu kegiatan lintas alam mendaki gunung Bintan yang juga bersamaan dengan kegiatan pesta durian. Pantai Trikora sering dikunjungi oleh masyarakat Bintan maupun Kota Tanjungpinang karena lautnya yang bersih dan jernih.

Mendengar kata Batu Kemaluan pastilah anda berpendapat bahwa ini adalah objek wisata yang kurang pantas untuk ditonjolkan di Kepri. Objek wisata yang ada di Kabupaten Karimun ini menyimpan kisah cukup menarik, di mana konon ceritanya itu merupakan kemaluan milik permaisuri Sultan Riau – Lingga dan Panglima perang kerajaan Riau – Lingga yang lepas ditendang oleh Sultan Riau – Lingga ketika tertangkap basah sedang berbuat mesum di dalam kapal yang sedang berlabuh. Disampaikan oleh Kak Mahadir.

Terakhir ialah Kabupaten Lingga. Meskipun Lingga tidak mengirimkan perwakilannya, namun Herima Hendrawan yang biasa disapa Erik, peserta dari Kota Tanjungpinang menyampaikannya dengan baik sekali ( saya yakin kalau saat itu ada Pak Zamanes, dadanya akan membuncah penuh dengan rasa bangga ). Dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu ( yang kata – katanya dimasukkan dalam visi dan misi Prov Kepri ), Lingga memiliki potensi besar untuk berkembang. Alam menyediakan keindahan objek wisata yang jika dikelola dengan baik dan benar dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi kabupaten Lingga. Gunung Daik akan menjadi tantangan bagi para wisatawan untuk menaklukkannya. Situs Istana Damnah, Benteng Bukit Cening dan Lubuk Pelawan menjadikan Kota Berazam ini menarik untuk dikunjungi.

Wah ternyata tulisan yang saya buat kali ini cukup panjang dan memakan waktu yang lama untuk membacanya. Saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian terutama peserta JPI dan BPAP berikutnya. Setelah mempresentasikan potensi dan objek wisata di daerah masing – masing, peserta dan pendamping kembali ke kamar, waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Selamat tidur!

Thursday, 9 June 2011

Kepri dan Bisnis Esek - esek ( Hari Ketiga 26 Mei )

Kembali lagi pada kegiatan di hari - hari selama pembekalan. Memasuki hari

ketiga, kami tidak lagi mendengarkan materi pembekalan, namun langsung latihan

untuk persiapan JPI. Kami dibagi dalam kelompok tari, senam, duta wisata, dan

stand pameran.

Awalnya penulis merasa menjadi underdog karena hanya kebagian stand pameran,

tidak di kelompok lainnya yang terlihat lebih prestis. Namun Allah Maha Tahu mana

yang terbaik bagi hambaNya. Benar firman Allah yang intinya bisa jadi kamu

menyukai sesuatu namun hal itu tidak baik, dan hal yang kadang tidak baik ataupun

kita tidak sukai ternyata adalah hal yang terbaik bagi kita.

Di stand pameran mungkin kerjanya sedikit lebih nyantai karena tidak ada jadwal

latihan yang padat seperti senam dan tari. Tenaga juga tidak terlalu diporsir.

Selain itu penulis juga berkenalan dengan teman - teman stand yang tidak

'terkenal' hehehe.... Maksudnya mereka mungkin sama sekali tidak menarik

perhatian para pendamping karena sepertinya tidak ada yang menonjol dari segi

kesenian ( seperti saya hehehe ).

Dibalik ketidakterkenalan mereka rupanya mereka punya andil besar di stand

pameran. Allah memang Maha Adil dalam penempatan. Setiap manusia punya kekurangan

dan kelebihannya sendiri - sendiri. Mungkin orang - orang yang di stand pameran

tidak bisa menari, menyanyi dan senam bahkan bicara di depan orang banyak. Tapi

mereka punya konsep dan keahlian untuk stand pameran yang penulis yakini tidak

dimiliki oleh pesera yang lain.

Malam hari lebih tepatnya malam ketiga kami di Hotel Shangrila, setelah makan

malam peserta dan pendamping sedikit berdebat mengenai masalah waktu mandi dan

berkumpul. Agak tegang memang, tapi kata si Zulfah peserta dari Batam, kayaknya

mereka mau ngerjain peserta. Aduh gak mempan, ngerjain kayak gitu. Memang malam

itu purna dan pendamping berkumpul lebih banyak dan rame dari malam sebelumnya.

Tentu saja teman - teman dan penulis mencoba mencium bau - bau tak sedap bahwa

kami akan dikerjai pendamping.

Setelah makan malam, kami rupanya masih harus mengikuti materi dari seorang purna

yang nampaknya sangat dihormati oleh pendamping lain, Edi Harmoko ( 27 tahun ).

Beliau menceritakan pada peserta tentang Provinsi Kepri, nih sedikit

penjelasannya :

Riau itu berasala dari kata 'riuh' yang sering terdengar di kota lama dekat

Sungai Carang. Sieiring berjalannya waktu, kata riuh mengalami pergeseran menjadi

riau. Sejarah itu menyenangkan tapi sulit dipahami. Kemudian Kak Edi melanjutkan

cerita tentang Kepri dengan sejarah kerajaan Riau dan lain sebagainya yang tak

sempat penulis ingat hehehhe.... Patut diacungi jempol karena sejarah itu

mengalir begitu saja dari Kak Edi, yang ternyata kata purna2 yang lain memang

asli orang Penyengat. Pantas saja kalau sejarah Pulau Penyengat disampaikan

sedemikian rupa olehnya.

Selanjutnya masing - masing kabupaten mempresentasikan potensi budaya daerahnya

minus Lingga. MEskipun demikian Herima Hendrawan, peserta dari Tanjungpinang

membuat penulis kagum karena mampu menyampaikan potensi yang ada di Lingga

meskipun ia berasal dari Tanjungpinang ( info : dia lahir di Lingga ).

Oh ya dalam penjelasan Kak Edi, pariwisata KEpri di daerah lain dikenal dengan

kehidupan seks dan judinya dalam kata lain bisnis 'esek - esek' amat kental di

sini. Astagfirullah.... Jadi malu kalau mau ketemu dengan teman - teman di

provinsi lain. Segitu parahkah Kepri di mata Indonesia yang lain?
Ada kata - kata dari Kak Edi yang kurang penulis sepakati. Beliau bilang, bisnis

judi ditutup di Kepri karena mentok dengan ketentuan adat. Pemahaman yang agak

salah penulis pikir, karena judi bukan dilarang karena ketentuan adat, namun juga

agama yang benar.

Sekian dulu catatan hari ketiga ini, insya Allah disambung lagi untuk catatan hari keempat hingga akhir kegiatan.

Rangkaian Jadwal Kegiatan JPI dan BPAP

Assalamu'alaikum, kembali lagi pada catatan kecil tentang perjalanan pasukan Kepri di ajang JPI dan BPAP 2011. Memang tulisan ini sedikit telat diposting karena ketidaksempatan penulis dalam menuliskannya. Semoga tulisan ini bisa membantu generasi berikutnya untuk mendapatkan informasi, apa saja yang kami jalani selama kurang lebih 2 bulan, terhitung dari tanggal 24 Mei hingga 18 Juli nanti insya Allah. Rincian kegiatan antara lain :

  1. 24 - 30 Mei 2011 pembekalan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Shangrila, Tanjungpinang
  2. 31 Mei keberangkatan menuju Kota Malang, Jawa Timur
  3. 1 - 6 Juni 2011 Jambore Pemuda Indonesia di Malang, Jawa Timur yang dihadiri oleh pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia
  4. 7 - 9 Juni Orientasi di daerah tujuan masing - masing
  5. 10 Juni - 16 Juli Kegiatan Bakti Pemuda Antar Provinsi 
  6. 17 - 18 Juli kembali ke provinsi yang selanjutnya kabupaten masing - masing.

Tuesday, 31 May 2011

Road to Malang

Mari tinggalkan sejenak cerita saya selama di pembekalan karena banyak sekali yang harus diceritakan. Namun insya Allah akan saya tulis di kemudian hari dengan tujuan semoga teman - teman peserta jambore berikutnya menemukan blog saya dan punya referensi tentang JPI dan BPAP ( program Menpora RI ).

Saat ini sedng di bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang. Kami berada di ruang tunggu. Huft... Mungkin untuk beberapa lama saya tidak akan mengisi blog ini karena sulitnya modem untuk koneksi
Entahlah apakah di sana jaringan kuat atau tidak. Hhehehehe...

Ini adalah salah satu mimpi yang terwujud.

Semangat!!!!!

Monday, 30 May 2011

Pembagian Kelompok Daerah Tujuan BPAP

Baik di hari pertama, pada malam tanggal 24 Mei 2011 itu, kami langsung dibagi per kelompok daerah tujuan. Sebelumnya diadakan pemilihan Pak Lurah dan Bu Lurah yang akan bertanggungjawab terhadap peserta selama acara JPI berlangsung.

Awalnya saya merasa pemilihan itu tampak tidak tersusun karena kata Kak Dicky, Ketua PPMI Provinsi Kepri, tidak ada mekanisme pemilihan yang baku untuk memilih Pak Lurah dan Bu Lurah. Jadi siapa saja yang boleh mengajukan dirinya menjadi Pak Lurah maupun Bu Lurah. Yaah mungkin itu memang sudah aturan main, jadi ikut saja. Oleh karena itu terpilihlah Azrudin dan Delia Putry Kesuma sebagai Palu dan BUlu untuk peserta JPI 2011 di mana keduanya juga berasal dari Batam.

Setelah memilih Palu dan Bulu, maka tibalah giliran untuk membacakan pengumuman daerah tujuan masing - masing peserta yaitu DKI Jakarta, NTB, Kalimantan Tengah dan Maluku. Berikut nama - namanya serta daerah tujuan :

A. DKI Jakarta
    1. Henny Anggreni ( Natuna )
    2. Nurul Azizah ( Tanjungpinang )
    3. Frida Astuti ( Batam )
    4. Leli Susanti ( Karimun )
    5. Yoddy Andesman ( Batam )
    6. Joko Septiyohadi ( Natuna )
    7. Robin Arino ( Anambas )
    8. Nurhidayah ( Bintan )

B. Maluku
    1. Ilham Sujandi ( Tanjungpinang )
    2. Nurul Faizin ( Karimun )
    3. Aljariah ( Anambas )
    4. Daeng Syafriadi ( Natuna )
    5. Taufik Hidayatullah ( Batam )
    6. Sri Wahyuni ( Batam )
    7. Mahadir ( Karimun )
    8. Yufi Adelia ( Bintan )

C. Nusa Tenggara Barat
    1. Sanimah ( Bintan )
    2. Dedi Darmadi ( Anambas )
    3. Putri  Mayang Suri ( Karimun )
    4. Hairul Rubadri ( Natuna )
    5. Zulfa Hendrik ( Batam )
    6. Salmiyati ( Batam )
    7. Reno Saputra ( Karimun )
    8. Eni Liana ( Natuna )

D. Kalimantan Tengah
    1. Herima Hendrawan ( Tanjungpinang )
    2. Andi Triadi ( Bintan )
    3. Afrizal ( Anambas )
    4. Maysarah ( Karimun )
    5. Khairunnisak ( Natuna )
    6. Azrudin ( Batam )
    7. Delia Putry Kesuma ( Batam )
    8. Dwi Saptarini ( Tanjungpinang )

Sebenarnya ada satu peserta yang pulang karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk terus bertahan hingga JPI dan BPAP nanti, Dwi Novianti dari Bintan. Sebagai gantinya dimasukkanlah Sanimah dari daerah asal yang sama, yaitu Sanimah.

Sunday, 29 May 2011

Hari Pertama ( 24 Mei )

Tanggal 24 Mei 2011 yang lalu saya dan 5 orang teman lainnya dari Tanjungpinang mulai masuk Hotel Shangrilla untuk mengikuti pembekalan Jambore Pemuda Indonesia dan Bakti Pemuda Antar Provinsi 2011 di Malang nanti.

Dari Tanjungpinang, peserta yang lolos seleksi ada Dwi Saptarini, seorang MC yang punya jam terbang cukup tinggi. Bisa dibilang pejabat mana yang tak kenal Kak Dwi. Mantan Ketua BEM STISIPOL ini saya acungi jempol karena punya pengetahuan yang lebih dari saya dalam hal seni dan budaya Melayu, terutama yang ada di Tanjungpinang.

Kemudian ada Ilham Sujandi, mahasiswa POLTEKES ini juga tak kalah bagusnya karena dia menguasai banyak jenis tari Melayu serta punya percaya diri yang tinggi. Dan yang terakhir ialah Heriman Hendrawan dari UMRAH yang juga merupakan teman adik saya dulunya. Awalnya saya mengira dia masih anak nakal seperti dulu hahaha... Namun ternyata tidak, sebaliknya dia adalah anak yang cerdas.

Setiap kamar hotel ditempati oleh 2 hingga 3 peserta yang berasal dari daerah yang berbeda. Saya sendiri satu kamar dengan Salmiyati dari Batam. Alhamdulillah satu kamar dengan anak yang cukup menyenangkan bagi saya pribadi dan seperti sedang menginap dengan kader ketika ada acara karena dia cukup antusias ketika sholat berjamaah.
Sebenarnya bisa dibilang kami satu kamar berempat karena ada pintu penyambung antara kamar saya dengan kamar di sebelahnya yang dihuni oleh dua orang lagi yaitu Frida Astuti yang juga dari Batam serta Kak Eli Liana dari Natuna. Mereka menyenangkan dan sangat low profile.

Acara pembekalan dibuka oleh Bapak HZ Dadang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri yang cukup ganteng itu ( heee....). Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa masyarakat masih membutuhkan idealisme para pemuda dalam membangun negeri ini. Begitu banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh pemuda memperparah keadaan negeri yang tak kunjung berkembang dan masyarakat terancam kesejahteraannya.

Disampaikan pula bahwa beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pemuda antara lain pendidikan, lapangan pekerjaan, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, pemanfaatan waktu luang, pergaulan bebas dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan yang terbatas.

Adapun Jambore Pemuda Indonesia dan Bakti Pemuda Antar Provinsi ini ialah program dari Kementrian Pemuda dan Olahraga yang bertujuan untuk melibatkan para pemuda dalam pembangunan negeri, tak hanya itu ini juga merupakan ajang bagi para pemuda untuk mengembangkan dirinya. SElain itu kegiatan ini dapat memperkuat rasa kebangsaan dalam diri para pemuda.

Peserta dari Kepri berjumlah 40 orang yang terdiri dari 32 orang peserta produktif dan 8 pendamping. Kegiatan JPI akan berlangsung di Malang dari tanggal 1 hingga 6 Juni, sementara BPAP, Kepri sudah bekerja sama dengan 4 daerah tujuan yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Maluku dan NTB.

Saya menemui banyak orang hari ini meskipun isi pikiran masih berada di luar memikirkan KAMMI, BEM dan binaan. Namun demikian hal ini tidak boleh berlarut - larut karena sepertinya saya sedang diberikan kesempatan untuk mengamalkan salah satu ayat dalam Al Quran yang tidak dapat saya ingat surah dan ayatnya, namun intinya adalah " Allah menciptakan manusia bersuku - suku dan berbangsa - bangsa agar mereka saling mengenal. " Nah inilah kesempatan saya untuk itu!!!!

Well untuk hari pertama ini yang bisa tuliskan kepada teman - teman semoga bermanfaat. Oh ya lupa satu lagi. Di pembekalan hingga 30 Mei ini kami akan dibekali oleh panitia berkaitan dengan seni dan budaya. Selain itu juga kami juga dibagi dalam beberapa kelompok. Ada kelompok tari, senam kreasi, stand pameran, duta wisata, pengantin, dan MC. Saya sendiri masuk dalam kelompok stand pameran yang artinya saya akan bekerja sama dengan beberapa orang untuk mempersiapkan apa saja yang akan kami tampilkan di Malang nanti untuk memperkenalkan Kepri kepada masyarakat di sana.

Sekian