Showing posts with label Mentoring. Show all posts
Showing posts with label Mentoring. Show all posts

Friday, 13 February 2015

Valentine? Momen Pas Buat Mutusin Pacar

PERINGATAN KERAS --> Tulisan ini cuma buat remaja alay dan pemuda pemudi galau. Buat emak2 dan bapak2 yang maksa buat ikutan baca dikenakan kewajiban untuk menshare tulisan ini ke sosmed, terutama ke hati dan otak anak-anaknya



Udah tahun 2015 ya. Heboh apa tahun ini? Akhir Desember 2014 lalu iklan MEA alias masyarakat ekonomi ASEAN bolak balik di tivi. Kabarnya terhitung 1 Januari 2016 kelak Indonesia bakalan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN. Whatever deh, kali ini mau ngebahas everlasting-issue *bukan everlasting friend nya Super Junior, The Last Man Standing #duhhh!!

Apakah everlasting-issue itu? Di bulan Februari yang penuh banjir ini, salah satu momen paling diinget sama penduduk hampir di seluruh dunia (kita kecualiin Palestina ya, mereka ga punya waktu tuh buat valentinan) adalah tanggal 14 Februari alias Valentine’s Day, Hari Kasih Sayang. Ups, kecuali buat kamu-kamu yang ultah di bulan ini (met milad!) atau khusus ngelingkerin tanggal 3 Februari pake stabilo paling gede and paling ngejreng trus ikut kuis buat #HappyKyuhyunDay gyahahaha

okeh, ini di luar topik kita, buat intermezzo aja XD


Thursday, 20 November 2014

Bahas Syahadatain Yuk!

Assalamu'alaikum cantik :) mari kita buka dengan lafaz basmallah, bismillahirrahmanirrahiiim

Alhamdulillah wa syukurillah, Maha Suci Allah dengan segala ciptaanNya yang tak henti-hentinya membuat kita berdecak kagum karena nilai seninya yang luar biasa, begitu pula manfaatnya. Pertama mari bersyukur pada Rabb semesta alam yang telah memilih kita untuk duduk dalam mentoring ini, memilih kita di antara jutaan bahkan miliaran umat muslim lain yang belum merasakan kenikmatan seperti yang kita dapatkan hari ini.

Tidak lupa kita kirimkan shalawat beriring salam kepada teladan sepanjang zaman, manusia paling mulia, yang paling berpengaruh dalam kehidupan dunia dan akhirat kita, Nabi Muhammad SAW. Allahumma sholli 'ala sayyidina muhammad, wa 'ala ali sayyidina muhammad. Sungguh, tak ada yang lebih kita inginkan kecuali pertemuan dengannya di hari akhir kelak.

Cantik, semoga imanku dan imanmu hari ini senantiasa stabil dan menanjak setiap harinya. Ketika ia turun semoga kita masih diberi kesempatan untuk membuatnya naik lagi dan tidak membawa kita dalam keterpurukan.

Hari ini mari kita bahas tentang syahadatain :)

Ah, sepertinya begitu membosankan ya. Dua kalimat ini udah kita pelajari terus dari sekolah dasar hingga hari ini. Hampir setiap guru selalu bertanya, apa kita tahu tentang syahadatain? Bagaimana bunyinya? Apa artinya? Mengapa harus bersyahadat dan pertanyaan-pertanyaan mainstream lainnya xixixi...

btw, sudah pernah nonton kiamat sudah dekat? yang suka nonton sinetron atau drama harusnya sih masukin sinetron ini dalam daftar wajib nonton ya ^_^

kita bahas filmnya aja karena kalo sinetron kepanjangan.

Film karya Deddy Mizwar ini dibintangi sama Andre Taulany dan pemain lainnya yang lupa sih namanya kalo mau disebutin. Coba nanti digugling siapa aja pemainnya. Sebenarnya ini FTV tapi mendapat respon yang luar biasa sampe dibikin jadi sinetron.

Ceritanya sih sederhana tentang pemuda yang jatuh cinta sama anak kiai. Namanya juga anak kiai, yaaa bapaknya ga bisa sembarangan kasih izin ke laki-laki yang deketin anaknya. Nah pemuda ini langsung ditantangin nikah sama anak perempuannya tapi pake persyaratan.

Tau gak, pemuda itu yang diperankan sama Andre Taulany rupanya Islam KTP doang! Ngaji engga, sholat juga engga dan karena kelamaan tinggal di luar negeri orang tuanya sampe engga mengkhitankan. Duh, padahal khitan kan salah satu sunnah Rasul. Jadi deh, si pemuda belajar Islam dari awal. Mulai belajar sholat sampe baca Quran sama anak SD.

Orang-orang terdekat si pemuda mulai heran melihat perubahannya, dan bertanya-tanya kenapa dia belajar Islam sampe segitunya. Karena malu sama orang tua, adik dan teman-temannya, si pemuda ini ngasih alasan alias ngeles.

Dikarang deh tuh cerita kiamat sudah dekat berdasarkan berita di CNN tentang meteor yang akan menghantam bumi. Papa dan Mamanya pun bergidik ngeri mendengar cerita tersebut. Meski awalnya ga percaya ternyata mereka juga mulai belajar Islam lho.

Sampe suatu hari mereka ketemu di perpustakaan buat nyari buku. Ada percakapan menarik dari keduanya.

"Pa, nasib kita gimana ya nanti? Masuk surga atau neraka?" kata si Mama.

"Aaah tenang aja, Ma. Kita ini kan sudah banyak berbuat kebaikan. Kita menyumbang ke mana - mana. Panti asuhan, mesjid, buat anak yatim dan lain sebagainya."

Nah, cantik ayo kita perhatikan percakapan sederhana di atas ;)

Sederhana tapi penuh makna.

Dalam hadits yang diriwayatin sama Ahmad, Rasulullah menjawab perkara yang pasti tentang orang yang bisa masuk surga, yaitu orang yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Waaah inikan artinya dengan bersyahadat aja udah jadi modal buat kita masuk surga.

Hmmm begitukah?

Rupanya ada penjelasan lanjutan nih dari Rasul, katanya mengikrarkan kalimat syahadat itu udah kayak kunci surga. Tapi kalo kunci kan mesti punya gigi dong (bukan Gigi istrinya Raffi Ahmad ya xxixi). Naaah, gigi kunci itu diibaratkan kandungan syahadat itu sendiri. Artinya kita mesti nurut apa kata Allah dan RasulNya.

Bersyahadat tapi ga sholat, waduh kita mesti buang jauh-jauh impian buat masuk surga. Bersyahadat tapi ga ikut pedoman yang udah ditulis dalam al Quran, hmm bisa bisa kita engga dipandang sama Allah dan Rasulnya. Hiyyy.... jangan sampe deh.

Trus gimana dengan percakapan di atas? Nah, gini teman-teman. Alhamdulillah ya kedua orang tua pemuda itu udah muslim dan banyak berbuat kebaikan. Ini patut kita acungi jempol. Mereka menggunakan hartanya di jalan yang benar.

Tapi ada satu kekurangan yang bisa bikin semua amalannya engga akan dilihat sama Allah. Yaitu tentang sholatnya. Hmmm....

Kita udah sama sama tahu dong kalo sholat itu adalah amalan pertama yang akan Allah tanyai kelak di hari akhir. Kalo sholat seseorang itu udah bagus, maka dijamin semua amalannya juga akan baik. Sebaliknya, jika sholatnya amburadul bahkan engga sholat sama sekali, waah ini bisa berbahaya karena bisa jadi amalan lainnya akan sama buruknya dengan kualitas sholatnya. Wah, wah, wah betapa pentingnya sholat itu ya. Yuk terus perbaiki kualitas dan kuantitas sholat kita.

Betapa dahsyatnya dua kalimat syahadat ya teman-teman. Kabarnya, dua kalimat inilah yang mengguncangkan dunia. Pengaruhnya luar biasa. Membuat siapa pun yang mendengarkannya dengan iman akan berdegup jantungnya, dan akan selalu tumbuh di hatinya rasa rindu untuk bisa bertemu dengan Allah dan RAsulNya kelak.

Eits, sebaliknya bagi para pembangkang, kalimat ini membuat mereka dalam bahaya. Contohnya kayak Abu Lahab yang langsung pengen membinasakan Rasulullah SAW. Si Abu Lahab itu bukannya dia ga percaya sama apa yang dibilang Muhammad, tapi karena dia yang emang asli orang Arab dan paham benar dengan bahasa Arab, sangat memahami apa yang harus ia terima dengan bersyahadat.

Ou ou, pemuka Quraisy sekaliber Abu Lahab ga mau dong harus tiba-tiba menghambakan diri pada Allah. Selama ini ia menyembah berhala yang ia percaya sebagai agama nenek moyangnya. Karena kesombongannya lebih besar, Abu Lahab ga mau masuk Islam. Sekali lagi, bukan karena dia engga tahu arti syahadat, malah dia ngerti banget, tapi Abu Lahab engga mau merendahkan dirinya pada Muhammad dan Tuhan Muhammad.

Nah, sebenarnya kenapa sih syahadatain itu penting banget? Apa cuma buat masuk surga?

Karena waktu kita sudah habis, mari kita sambung di pertemuan berikutnya... Semoga dipanjangkan usia kita sehingga bisa dateng ke majelis ini lagi ya

Kita tutup dengan lafadz hamdallah, alhamdulillahirabbil'alamiiin...
Subhanaka allahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa aatuubu ilaiik

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh :)

Wednesday, 5 November 2014

Arti Menjadi Kader LDK

Bismillahirrahmanirrahiiim

Selain mentoring atau pertemuan pekanan, hal yang rutin dilaksanakan di LDK alias Lembaga Dakwah Kampus adalah agenda perekrutan atau biasanya yang

lebih dikenal sebagai Training Kader atau pelatihan kader dan sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk merangkul para mahasiswa untuk bergabung di LDK.

Fenomena yang terjadi di daerah Kepri, yang saya pikir juga terjadi di daerah lainnya adalah jumlah peserta yang jauh dari harapan alias sangat sedikit

sekali. Dari seribu mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa baru, yang mengikuti kegiatan tersebut hanya sekitar 30 - 50 mahasiswa. Sebuah

perbandingan yang amat jauh. Namun beginilah fenomenanya, tak hanya di Kepri tapi juga di daerah lainnya.

Lalu, apakah semangat kita akan turun karena jumlah yang sedikit? Ups, saya harap kita belum terlalu kendor

Nah, dari puluhan mahasiswa yang ikut tersebut, mulailah mereka menjalani kehidupan dengan sebuah predikat sebagai kader dakwah kampus, sebuah

sebutan yang telah lazim dan membumi di Indonesia. Walaupun ada rasa enggan untuk disebut demikian, mau tidak mau masyarakat kampus akan

menyebutnya demikian.

Mari kita ibaratkan para mahasiswa baru ini sebagai penumpang kapal yang baru saja akan berlayar. Apakah mereka hanya akan berlayar begitu saja. Eits,

tentu tidak. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh kapten kapal, para anak buahnya (ABK) dan tak lupa oleh penumpang itu sendiri.

1. Kapten Kapal, berikan petunjuk apa yang harus dilakukan oleh ABK dan penumpang.
Seorang kapten kapal yang merupakan pemimpin harus memberikan pengarahan kepada anak buahnya melalui briefing dan pemberitahuan -

pemberitahuan tentang hal - hal apa saja yang harus mereka lakukan. Tujuannya agar penumpang dapat menikmati perjalanan itu, tahu tujuan berlayar dan

selamat sampai tujuan. Tak hanya itu pengarahan kepada ABK juga merupakan langkah untuk keamanan penumpang dalam menghadapi kondisi darurat.

Begitu pula di LDK, ketua merupakan cerminan dan salah satu sumber penyemangat bagi para kader di bawahnya. Tanpa sosok ketua, kader, terutama

kader baru akan sulit untuk membaca apa yang harus ia lakukan. Tak hanya itu, ia juga akan sulit menemukan teladan yang bisa mereka contoh prilaku

keseharian, pemikiran, cara ia bicara, bertindak, berpakaian dan sebagainya. Memanglah berat namun sesuai dengan balasan yang akan diterima dari Allah

SWT.

2. Anak buah kapal
Apa yang biasanya dilakukan para ABK? Yups, mereka mengurus seluruh bagian kapal untuk memastikan keadaannya baik - baiknya. Memeriksa setiap

sudut, memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang, memberi pertolongan, membersihkan kapal dan menjalankan serta merawat mesin.

Seperti itukah para kader LDK?

Tentunya. Mereka yang telah berkecimpung terlebih dahulu secara otomatis mengemban tugas sebagai pelayan. Para kader ini memberikan apa yang

dibutuhkan kader baru baik dalam hal yang terkait dengan LDK maupun dalam kehidupan kampus juga kehidupan sosialnya.

Selain menjadi penyambung lidah dan pelaksana kegiatan yang ada di LDK, kader - kader ini juga bertugas untuk membangun ukhuwah di antara mereka

sendiri, terutama kader baru.

Ah, banyak ya... Sekali lagi, balasan yang akan diterima tentu sesuai ;)

3. Penumpang kapal
Hal pertama yang harus seorang penumpang ketahui adalah tujuan. Ke manakah kapal ini akan berlayar? Berapa lama waktu perjalanan yang dibutuhkan?

Jalur manakah yang akan digunakan? Adakah panduan dalam perjalanan? Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan? Adakah petunjuk

keselamatan di dalamnya?

Bila kamu adalah seorang penumpang namun tak mampu menjawab pertanyaan di atas, maka kami mengkhawatirkan keadaanmu.

Seorang penumpang yang tak mengetahui ke mana ia akan berlayar bisa berakibat fatal. Penumpang yang berlayar tanpa tujuan hanya akan menambah

beban dan dilanda kebingungan terus menerus. Beruntung bila dalam perjalanan tersebut ia berinisiatif untuk bertanya pada orang - orang sekitar ke mana

kapal ini akan pergi. Tapi bagi yang cuek, ia tak akan peduli pada hal tersebut sehingga ia bisa saja melakukan hal - hal yang bertentangan atau terindikasi

untuk pindah ke kapal lain.

Hmmm untukmu adik - adik baru yang telah mengecap training kader bersikaplah lebih pro aktif dalam mencari ke mana sebenarnya LDK ini akan pergi.

Apa yang dapat kamu lakukan di dalamnya. Ketahui pula apa keuntungan yang akan kamu dapatkan dengan bergabung dalam organisasi ini. Berikan

sedikit waktumu untuk mencari tahu tentangnya. Penumpang yang baik adalah penumpang yang mengetahui apa yang harus ia lakukan dalam kapal

tersebut selama perjalanan.

Waktu Kita Sedikit, Kewajiban Kita Begitu Banyak

Jauh - jauh hari, Imam Hasan Al Banna telah mengingatkan kita bahwa kewajiban yang kita miliki lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Benar

memang adanya. Ada begitu banyak hal yang harus kita lakukan sementara dalam sehari kita hanya punya waktu 24 jam. Ah, sedikit sekali... Bahkan seperti

tak ada waktu untuk istirahat.

Di tengah kesibukan kuliah yang menyita waktu kader LDK harus pula menyediakan waktu untuk mengurus LDK dan mempelajari hal - hal yang berkenaan

dengannya. Apakah melelahkan? Tentu. Belum lagi jika mereka adalah kader baru.

Fenomena hari ini menunjukkan kesadaran untuk ber-LDK itu belum sepenuhnya menyelimuti hati - hati para kader. Masing - masing kader kehilangan arah

tujuan. tidak tahu apa arti keberadaan mereka di sana. Yang mereka tahu cuma mentoring, kajian, pelatihan atau rujak dan ice cream party.

Tidak, tidak, tidak. LDK bukan hanya soal itu.

Menjadi seorang kader LDK artinya kita siap untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Menambah waktu untuk merubah diri sedikit demi sedikit seperti

yang tertulis dalam Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW.

Tak hanya itu kader LDK adalah orang - orang yang siap untuk menjadi contoh baik di tengah - tengah masyarakat kampus. Menjadi orang - orang yang

akan mengingatkan orang lain akan arti beradaan manusia di dunia.

Kader LDK adalah teman yang akan membuat teman - teman di sekitarnya mengingat Tuhannya setiap kali mereka bertemu. Kader LDK adalah orang -

orang yang menghidupkan nilai - nilai Islam di kampus. Tak saklek pada perbedaan, menyebarkan senyum, salam dan sapa, memberikan kenyamanan serta

mempresentasikan Islam dalam setiap tindak tanduknya.

Ah, banyaknya.... Sanggupkah kader LDK melakukannya?

Penulis minta maaf jika tulisan ini menjadi sesuatu yang menakutkan dan memberatkan. Tulisan ini hanya  mencoba membantu para kader agar

mendapatkan gambaran untuk apa mereka bergabung di LDK. Apa yang harus dilakukan? Ah, sekali lagi penulis minta maaf jika tulisan ini terkesan terlalu

idealis yang belum tentu penulis juga mampu melaksanakan segala hal.

Hanya ingin berbagi bahwa menjadi aktivis dakwah kampus adalah hal yang paling dan patut disyukuri karena membuat kehidupan kampus lebih berarti.

Hidup lebih punya tujuan. Tahu rasanya melakukan sesuatu. Tahu rasanya untuk siapa kita berbuat dan apa yang akan kita dapatkan sesuai janji.

Menjadi aktivis dakwah kampus (ADK) adalah sesuatu yang istimewa.

Tak akan kau temukan kebahagiaan selain berkumpul bersama orang - orang sholeh dan yang sedang belajar menjadi orang sholeh.

Tak akan kau temukan kebahagiaan selain membangun bangunan ukhuwah yang dibangun atas dasar akidah, bukan nasab, kampung halaman ataupun

suku.

Seperti indahnya ukhuwah Mush'ab bin Umair saat dipersaudarakan dengan Abdullah ibnu Maktum. Atau mengharukannya pengorbanan tiga sahabat yang

syahid dalam perang karena mendahulukan air untuk saudaranya yang lain.

Bergabung dalam LDK berarti mengubah diri sesuai tuntunan Al Quran.
Bergabung dalam LDK berarti siap berukhuwah.
Bergabung dalam LDK berarti menghidupkan nilai - nilai Islam di kampus dan lingkungan sekitar
Bergabung dalam LDK berarti menyamakan mimpi untuk menggapai cita - cita kejayaan Islam

Sanggupkah? Tetapkan pilihanmu, niatkan dengan benar karena begitu kita tak berhasil meluruskan niat, suatu hari kita hanya akan menjadi orang - orang

yang mundur atau terlempar dari jalan itu.

Selamat mempelajari LDK!!

Monday, 27 October 2014

Melingkar Bersama Murobbi Tamu

"Gimana? Lanjut atau engga liqonya?"
"Lanjutlah, biar kata cuma bentar, insya Allah berkah pertemuan n ilmunya akan dapat"
"Sip, lanjut ya. Legaaaa"

Karena pembina kami harus keluar kota, maka minggu ini kami mendapat kesempatan untuk bertemu dengan murobbi tamu. Wah alhamdulillah bisa melingkar bersama Bu Rojiah Iskandar. Selama ini kami hanya bertemu dalam forum besar atau ketika silaturahim ke rumahnya. Sama sekali bukan dalam agenda melingkar.

Setelah maghrib kami pun berangkat ke rumah beliau yang terletak di sebelah Kantor DPRD PRovinsi Kepri yang lama. Rupanya ada satu teman yang udah datang. Ibuk kira engga jadi karena ga ada sms lanjutan. Duh, maafin kami buk. Setelah menunggu sekitar 10 menit kami berempat dipersilahkan untuk naik ke lantai 2 rumahnya. Ini pertama kalinya aku ke lantai dua, biasanya cuma sampai ruang tamu dan kamar mandi di belakang.

Meski cuma berempat, kami senang sekali bisa hadir dan dapat kesempatan untuk melingkar bersama murobbi tamu. Beliau ga bisa lama karena setelah Isya rencananya akan ada agenda lain... Tak masalah, buatku sesedikit apa pun pertemuan melingkar itu sangat berharga. Jadi merasa bersalah saat beberapa waktu lalu tidak hadir karena alasan yang dibuat buat.

Aku berinisiatif untuk jadi MC, selain ini tugas termudah (hahahha), kupikir aku cukup ahli untuk membuat suasana kami ga kaku. Entah kenapa kupikir teman yang lain agak segan dengan ibu ini. Pikiran aku aja kali ya, ngerasa sok asik sendiri :D mianhae miaaan...

Setelah dibuka dengan basmalah kupikir untuk petugas lainnya cukup main tembak di tempat. Hahaha... Awalnya kami bilang langsung penyampaian taujih dari beliau saja. Tapi Bu Jiah menolak.
"Eeeh... agenda melingkar itu dalam kondisi apa pun jangan sampai ditiadakan ya"

Mau ga mau kami harus memilih dan melaksanakan tugas dadakan. Buatku, yang namanya kader ya mesti gitu. Siap aja dikasih tugas apa pun. Masak cuma disuruh kultum aja ngacir hehehhe gimana mau membina umat (ceileh gaya banget).

 Baiklah baiklah, kita masuk agenda utama taujih dari Bu Jiah. Kuulangi, meski pertemuan ini sebentar, namun sungguh isinya luar biasa. 



Sunday, 19 October 2014

Barakallah

Alhamdulillah, November ini seseorang yang pernah mentoring sama aku akan melangsungkan pernikahannya. Awalnya aku kaget mendengar kabar beritanya. Kupikir ia masih anak belasan tahun yang manjanya bikin aku garuk - garuk kepala. Rupanya hari ini dia adalah gadis dewasa berusia 21 tahun. Usia yang sama saat salah satu teman SMAku juga memutuskan untuk menikah. 

Selain itu ada juga yang sudah melangsungkan upacara wisudanya. Alhamdulillah mereka berhasil menyelesaikan studi S1-nya. Mereka para mentee berprestasi yang Allah karuniakan kebaikan tak terhingga.

Barakallah, adinda...

Thursday, 2 October 2014

Pengalaman Pertama Jadi Mentor

Foto ini diambil di tahun 2009 di nikahannya Kak Dwi, 
Lupakan sejenak kisruh para anggota dewan yang tadi malam ricuh lagi di Senayan. Bagaimanapun juga para pimpinan DPR RI udah dipilih. Bagi yang walk out silahkan saja seperti kata Ceu Popong. 

Sejak mengikuti dauroh mentor yang ke sekian beberapa minggu yang lalu, ada satu hal yang ingin aku tuliskan, yaitu cerita tentang pengalaman pertama jadi mentor. Aku pikir cerita ga penting ini harus dituliskan. Selain sebagai arsip, mudah - mudahan berguna buat para mentor baru yang sedang bersiap untuk diterjunkan ke sekolah dan kampus. 

Berawal dari sekitar bulan November 2009 di aula gedung SMKN 1 Tanjungpinang. Saat itu kami baru saja nonton bareng film Sang Murabbi yang mengisahkan perjalanan dakwah KH Rahmat Abdullah. Kebetulan saat itu sahabat beliau yang saya lupa namanya juga hadir dan sempat berbagi cerita dengan yang hadir. Cukup mengharukan karena mata beliau tak berhenti mengeluarkan air mata. Haru mengenang kebersamaan beliau bersama Ustadz Rahmat, begitu pula para hadirin yang sudah lebih dulu turun di ranah dakwah. 

Sepulang dari sana, di teras depan tiba - tiba Kak Lala yang dulunya adalah mentor aku di sekolah memanggil. Engga pake basa basi dan minta aku untuk ngisi mentoring di SMA 1 minggu depan. 

Seperti para newbie lainnya, tentu aku kaget dan minta mereka berpikir ulang atas penunjukan tanpa dasar itu. Dengan track record yang engga bagus - bagus amat di kalangan para aktivis, aku ngerasa engga pantes untuk duduk jadi mentor di depan mentee. Jangankan bekal ilmu, bahkan secara penampilang belumlah cocok. Di waktu itu jilbab yang kukenakan masih sangat kecil  bahkan belum melewati bahu. 

Beberapa akhwat yang juga sedang berdiri - diri ngasih semangat, "Ga apa apa Nurul, dicoba aja dulu. Insya Allah Nurul bisa". Wihhh aku pikir ini para akhwat apa engga pernah dengar gosip negatif tentang aku kali ya -_- 

Khawati mereka salah pilih tentu iya, tapi dalam hati yang paling dalam aku punya keinginan untuk nyobain hal - hal baru termasuk ngisi mentoring. Sip, minggu berikutnya aku datang ke smansa buat ngisi. 

Menginjak sekolah setelah setahun lulus rasanya gimanaaaa gitu. Kalo temen - temenku yang lain datang ke sekolah biasanya pas libur kuliah. Mereka keren - keren apalagi dengan berita yang mereka bawa untuk para guru bahwa mereka kuliah di universitas ini itu yang notabene adalah kampus - kampus keren di Indonesia. Lah aku? Cuma dateng buat ngisi mentoring aja. 

Begitu masuk ke mushalla smansa rupanya udah ada seabrek anak - anak Ramsa yang udah nungguin. Glek! Sebanyak inikah yang harus dimentoringin? Kalo kuhitung - hitung ada sekitar 15 - 17 orang di sana. 

Kusenyumin dan kusalamin satu per satu lalu duduk sambil bertanya beberapa nama dari mereka. Yang awalnya sedang ngobrol mulai mengarahkan perhatiannya padaku. Setelah ngobrol sejenak, barulah kami buka mentoring. Hmmm agak kaku sih tapi kuusahakan untuk tetap senyum n berlagak asik hehehe.... 

Satu hal fatal yang kulakukan ketika itu adalah dengan berkata pada mereka bahwa ini adalah pertama kalinya aku mengisi mentoring. Sebelumnya aku diwanti - wanti untuk ga nyampein hal itu, tapi ya bawaan grogi jadi nyeplos sendiri. Hehehe mudah - mudahan buat mentor baru kesalahan ini ga diulangi ya

Selagi berkenalan dan mengenalkan apa itu mentoring, kuedarkan buku catatan dan meminta mereka untuk mengisi beberapa data yang dibutuhkan seperti nama, kelas, alamat, akun fb, twitter, blog dan no HP. Tujuan pengisian data ini adalah untuk memfollow up mereka, sekaligus untuk bisa mengenal mereka. Hal ini selalu kulakukan setiap mengisi kelompok baru. 

Jadi mentor emang engga mudah. Butuh tiga persiapan yang harus kontiniu dilakukan biar proses mentoring berjalan engga garing. Kusadari bahwa engga cukup cuma baca di internet tentang mentoring yang asik. Sejak itu kukumpulkan beberapa buku yang berhubungan dengan mentoring. Tata cara, bagaimana mengelola sebuah kelompok, games mentoring, materi dan cara penyampaian yang asik. 

Selain itu sebagai mentor, aku berusaha mempelajari dunia para mentee melalui hal - hal yang mereka suka. Apakah itu film, drama, musik, buku dan tren yang sedang ada saat ini. 

Misalnya ketika saat itu sedang boomingnya One Direction, mau ga mau aku harus mencari tahu siapa itu One direction. Atau super junior yang dulunya sering kuremehin karena Uma (adek cewek saya) terlalu sering donlot video mereka dari youtube. 

Kadang jadi mentor kita harus menyembunyikan jati diri tanpa harus menghilangkannya. Melihat dalam proses mentoring yang direbut adalah hati, maka beragam cara mesti dilakukan. Kalo para mentee sudah punya trust barulah mudah memberikan materi yang diinginkan. 

Sebagai orang yang baru beberapa tahun jadi mentor, ngisi mentoring harus banyak sabarnya ahahhaa... Sabar kalo mentee engga dateng, sabar kalo mentee nya kesal sama kita, sabar kalo mentee engga nunjukin perubahan dan sabar lainnya. 

Buat kamu yang akan menjadi seorang mentor banyakin membaca... Mustahil seseorang bisa jadi mentor kalo ia engga punya hobi baca. Jangan malas, lahap semua buku yang diperlukan buat bekal dalam proses mentoring biar yang kita sampein engga cuma itu - itu aja. 

So, selamat ngisi mentoring ya, buat kamu dan aku, mari luruskan niat. Semoga mentoring bisa membawa kita ke surga Allah SWT

Tuesday, 30 September 2014

12 Permainan Taaruf

Demi menegimprovisasi n biar move on dari cara lama mentoring, ini beberapa permainan buat mentoring awal. 

Klik linknya di sini Games Mentoring