Showing posts with label KELUARGA. Show all posts
Showing posts with label KELUARGA. Show all posts

Thursday, 4 June 2015

Aisyah, Gadis Kecil Itu Telah Pergi

Innalillahi wa inna ilaihirojiuun

Seingatku, ini kali keempatnya aku menulis tentang seseorang yang telah dipanggil Allah SWT. Sebelumnya aku sudah pernah bercerita tentang Bu Asiah, rekan kerja di TK dulu. Lalu yang kedua adalah Agus Syafriadi, junior di SMA yang tak pernah sempat kutemui secara fisik di masa hidupnya. Pertemuan pertama dan terakhir kami adalah ketika aku turut mengantar jenazahnya ke liang lahat. Terakhir tentang arti sabar yang harus kupelajari dari Mbak Nana yang kehilangan suami dan dua anaknya dalam satu malam.

Aisyah, gadis kecil itu telah pergi untuk selama-selamanya dari dunia ini, kembali ke pangkuan ilahi Rabbi sembari menunggu kedatangan orang tuanya yang kelak akan ia ajak ke surga bersama dengannya.

Ya, Aisyah anak Ustadz Asro dan Bu Fenty baru saja meninggal hari ini. Pukul 8 malam setelah isya kami pergi ke rumah duka yang ternyata sudah ramai dikunjungi pelayat. Sampai di ruang tamu, kami melihat tubuh mungil itu telah terbaring tak bergerak dibungkus kain kafan dan diselimuti kain panjang.

Aisyah, baru beberapa minggu yang lalu kita bertemu. Saaat aku dan Hadijah pergi ke rumah Pak Asro untuk menyampaikan surat permohonan menjadi juri dai cilik dalam acara JSIT se-Kepri.

Ketika kami bertamu, dari keempat anak Pak Asro ia lah yang keluar menemani kami dengan masih tertatih-tatih berjalan sambil berpegangan pada tepi meja tamu. Sembari memberi senyum imutmu pada kami.

Ah, Aisyah betapa pertemuan kita hanya sebentar. Maafkan kami yang tak sempat menjengukmu dan Ummi yang ketika melahirkan kudengar mengalami pendarahan hebat. Tapi alhamdulillah Ummimu melahirkanmu dengan sehat.

Siang itu grup whatsapp dan ada begitu banyak broadcast di BBM yang mengabarkan bahwa engkau sakit dan butuh biaya yang tak sedikit untuk melakukan operasi.

Berawal dari jeruk yang kau makan saat menghadiri wisuda salah satu kakakmu siang itu. Tak disangka, salah satu biji jeruk itu masuk ke saluran pernafasan hingga membuatmu koma terbaring tak berdaya.

Kami sempat mendengar kabar bahwa engkau dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam karena RSUP di Tanjungpinang tak sanggup menangani. Belum lama kabar beredar, kami menerima informasi bahwa kau harus dibawa ke Jakarta.

Tapi pagi ini kami mendengarmu koma. Hanya doa yang terkirim hingga sore tadi kami dikejutkan dengan berita bahwa engkau telah kembali pada-Nya.

Aisyah, sungguh engkau belum berlumur dosa sepertiku yang menuliskan sedikit cerita tentangmu. Sepertiku dan para pembaca blog ini yang masih menunda untuk bertobat, lalai dalam ibadah dan jarang meluruskan niat. Tapi aku yakin bahwa kau adalah tabungan buat Abi dan Ummi yang hari ini kulihat sangat terpukul karena engkau pulang lebih dulu daripada kami yang tadi datang ke rumahmu.

Selamat jalan Aisyah, semoga nanti kita bertemu dan bercengkrama di surga Allah bersama para ahli surga lainnya.

Tuesday, 2 June 2015

#2 ~ 10 Hal Paling Membahagiakan di Dunia


#30DaysBlogChallenging #PelangiDrama #RainbowFamily #Day2
Tersebutlah nama Christina Onasis, anak seorang jutawan Aristotel Onasis yang mewarisi seluruh harta kekayaan ayahnya. Secara otomatis ia menjadi salah satu wanita terkaya di zaman itu. Bertahun-tahun kemudian ia telah menikahi empat orang lelaki dari negara yang berbeda. Mulai dari negara kapitalis hingga sosialis seperti Rusia. Namun semuanya berakhir pada perceraian.

Suatu hari seorang wartawan bertanya apa yang ia cari dengan petualangan cintanya itu?

"Aku mencari kebahagiaan. Aku telah memiliki segala yang semua orang inginkan dengan harta yang kupunya. Namun satu hal yang tak kutemui yaitu kebahagiaan. Ketika aku menikah dengan seorang kapitalis kupikir aku akan menemukan kebahagiaan itu, ternyata tidak. Lalu aku menikah dengan seorang Rusia di mana di negaranya seluruh hal disamaratakan. Aku pun mencoba hidup sebagai sosialis dan hidup dengan harta benda yang sama dengan orang lain. Tapi aku masih tak menemukan kebahagiaan itu.

Ternyata harta yang banyak engga bisa membuat seorang Christina Onasis menemukan kebahagiaannya ya.

Lalu sepuluh hal apa yang bikin aku bahagia? Berhubung aku salah satu orang yang jarang nangis, maka harus selektif buat nentuin moment mana yang bener-bener bikin aku bahagia. Yuk cekidot daftar di bawah ini

1. Dipanggil dengan Nama yang Berbeda
Buat orang lain ini biasa aja sih, tapi buat aku ini istimewa. Dalam pergaulan aku ga termasuk anak gaul, tapi lumayan supel. Nah, nama panggilan yang berbeda itu selalu bikin aku bahagia. Di rumah n lingkungan tetangga aku dipanggil Iza, beberapa teman SMA konsisten banget panggil Nazi, selebihnya panggil Nurul. Setelah kuliah makin berkembang dengan panggilan lain kayak Azizah, Jijah, Zizah, Zizi, Ji, Ijah, dan Nuyul.

2. First Flight to Jakarta
Inget banget itu bulan Februari tahun 2007 ketika aku berkesempatan buat ikut Olimpiade Ilmu Sosial di FISIP UI bareng Erika dan Irma yang ngajak bikin tim untuk sekolah kami. Wowww, sampe usia 17 tahun itu aku ga pernah naik pesawat, kalo transportasi lainnya udah. Daaaaan, take off itu ternyata seru banget, lebih seru daripada landing. Norak ya xixixii...

Ketika pesawat mau take off, kuperhatikan beberapa orang sibuk berdoa dan menutup mata saking cemasnya kalo pesawat bakalan kenapa-kenapa. Sementara aku santai banget dan malah nikmatin sensasi aneh saat roda pesawat ga nyentuh tanah lagi. Exciting!

3. Ngabisin masa kecil di pulau yang berbeda

Orang tuaku bukan pegawai dinasan sih, melainkan supir yang suka banget bertualang ke pulau-pulau untuk mencari lahan baru. Gegara itu selama SD aku udah pindah-pindah sekolah sampe buku rapor itu penuh stempel dan tanda tangan kepsek yang berbeda untuk keterangan pindah sekolah.

Kalo dirunut aku memulai dari Padang, pindah ke Pekanbaru. Dari sana kami pindah lagi ke Tanjungpinang dan lanjut ke Batam. Dan yang paling menyenangkan itu adalah ketika kuhabiskan masa kecil di Tanjung Balai Karimun dan balik lagi ke Padang hahaha... Ga lama kemudian sih terdampar lagi di Tanjungpinang. Bolak balik ya, but I was so happy

4. Punya 3 kakek dan 3 nenek
Sumpeee dari SD ini yang paling aku banggain sama temen-temen, pengen beda sendiri -_- So karena mereka cuma punya 2 kakek dan 2 nenek, aku bangga banget karena 3 nenek 3 kakek hehehe.... Jajannya juga lebih :D

Biasalah cerita orang dulu. Kalo dipikir-pikir karena inilah keluargaku jadi besar banget. Dari pihak ayah ada Abak Pekanbaru, Uci dan One. Lalu dari pihak ibu ada Abak, Ayah Padang dan Amak. Manggilnya sih begitu. Empat di antaranya masih hidup sehat sampe sekarang.

5. Tinggal di Tanjungpinang
Setelah pindah-pindah itu, seneng banget bisa jadi penduduk Tanjungpinang. Buat aku Tanjungpinang adalah kota teraman seperti halnya kurasakan ketika tinggal di Padang dulu. Tingkat kejahatan di sini alhamdulillah tidak seperti kota lainnya, apalagi dibandingkan dengan Batam.

Bukan bermaksud tidak baik, tapi meski jarak Tanjungpinang dan Batam hanya satu jam jika ditempuh dengan kapal ferry, kota ini jauh lebih aman dari Batam. Meski demikian sebenarnya ada juga beberapa kejahatan yang pernah terjadi.

Walaupun Tanjungpinang engga punya bioskop (dulu ada, tapi gulung tikar karena kayaknya masyarakat sini engga begitu minat dengan bioskop, apalagi dulu engga ada kampus yang artinya engga banyak anak muda di sini), tapi aku bahagia tinggal di sini. Apalagi dengan adanya tiga sepupu perempuan yang bikin betah.

6. Gabung di organisasi kampus
Di sini titik baliknya seorang Azizah hehehe.. Mengecam pendidikan di beberapa organisasi udah jadiin hidupku dinamis, engga statis, sangat menyenangkan. Rutinitas rapat, pelatihan, kajian subuh-subuh, liqo seminggu sekali, ngadain kegiatan, bertengkar dengan sesama anggota organisasi adalah rangkaian yang bikin hidup jadi lebih hidup.

Aku banyak belajar tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain, bagaimana menyikapi, bagaimana mengambil keputusan dan apa yang harus kulakukan jika menghadapi situasi darurat. Klik banget!!

7. Blogging
Sejak ngampus mulai aktif ngeblog apalagi setelah ikutan mentoring kepenulisan bareng Dacho dan kawan-kawan. Arahannya sih biar bisa nulis opini n nongkrong di harian lokal, tapi aku cuma bisa nembus beberapa kali. Sisanya aku jadiin arsip di blog.

Makin semangat ngeblog setelah tahu bahwa banyak blog yang khusus nulis sinopsis drama korea terbaru. Uhuuuuu... Termasuk Pelangi Drama yang juga dulu punya blog khusus yang nyediain hampir seluruh OST dari A-Z.

Nge blog ga cuma buat seru-seruan, tapi lebih pada persiapan mati sih. Mudah-mudahan ada tulisan yang menginspirasi untuk jadi kebaikan, kalo dikerjain moga aku juga kena pahalanya xixixixi

8. Beli dua seri terakhir Harry Potter pake duit hasil nabung
Seri Harry Potter yang ke-6 dan ke-7 hampir selalu keluar di awal tahun untuk terjemahan Bahasa Indonesia. Nah aku biasanya ke toko buku buat liat berapa harga yang soft cover. Dari situ aku mulai engga jajan di sekolah supaya aku bisa baca novelnya JK Rowling ituh.

Seneng banget setelah beli novel itu. Tapi sedih ketika buku itu dipinjam teman-teman dan kembali dengan kondisi yang mengenaskan T_T

9. Masuk tempat karaoke

Hehehe... norak ya, masuk tempat karoke aja bahagia. Atau malah aneh? Well, sebelumnya sih aku selalu penasaran karaoke itu tempat seperti apa. Sebagian orang menolak habis-habisan karena menurutnya itu tempat maksiat, sebagian malah santai aja.

Nah, ketika dulu proyek bos aku jebol dan dapat dana talangan kami semua diajak untuk makan dan kemudian lanjut ke tempat karaoke di kota kami. Waah, pengalaman yang ga terlupakan. Meski senang dengan hal itu, sekarang aku mulai membatasi pergi ke sana. Harus memperhitungkan manfaat dan mudharatnya heeee

10. Nge-bina anak sekolah dan anak kampus
Ini dia yang amat sangat membahagiakan yaitu bertemu dengan anak-anak ini di sekolah dan kampus. Kenapa sih melakukan pembinaan bikin bahagia? Hmmm gimana ya, saat bertemu mereka selalu terselip bahwa HARAPAN ITU MASIH ADA. Aku yakin mereka adalah jiwa-jiwa yang merindu surga, rindu untuk bertemu dengan Rabbnya dan memandang wajah Rasulullah SAW.

Masih ada hal lain yang bikin aku bahagia. Bila orang bertanya apa itu bahagia, sebagian mereka berkata bahagia itu sederhana.

Bahagia itu adalah ketika hati ini tenang. Bahagia hanya dapat diraih oleh hati yang bersyukur, jiwa yang lapang, sabar dan ikhlas.

Selamat berbahagia, kita diciptakan bukan untuk bersedih ;)

*tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Blog Challenging yang diadakan oleh Pelangi Drama dan Rainbow Family

Saturday, 9 May 2015

Terharu

Minggu lalu aku ke pasar bareng Onang (sepupu) nemenin dia belanja bahan baju dan bahan untuk bikin strimin.

Biasanya kalo pergi sama Onang suka melebar ke mana-mana. Niatnya cuma beli A, eh bakalan bawa pulang belanjaan B, C, D dan seterusnya -_- mesti ngurangin kebiasaan begitu biar engga boros.

Begitu kami lagi jalan, eh tiba-tiba Onang belok ke toko sepatu. Onang ini matanya kalo soal barang-barng gitu emang kayak elang. Keliatan aja barang bagus. Lalu diambillah satu sendal hitam dengan hiasan blink-blink di atasnya. Ga lama penjaga tokonya datang.

"Za, cantik kan? Pake ini aja mau?" kata Onang sambil nunjukin sendal yang dimaksud. 

Emang dasar adek penurut, semua pilihan Onang itu bagus-bagus, 'Keren, Nang!" sambil ngasih satu jempol karena jempol yang satu lagi tertahan belanjaan. 

"Iya kak, bagus itu. Buat siapa sendalnya?" kata penjaga toko. 

"Ini kak, untuk adek ini", kata Onang singkat sambil masih nyobain sendal blink-blink. 

"Ooooh buat perpisahan ya?" tebak di penjaga toko ngasal. 

Dan sekettika itu juga aku TERHARU bukan main T____________T 

Aku cuma mau bilang, mbak, makasih ya udah nyamain aku kayak anak yang baru lulus. Entah itu SMP (idih kebangetan) ataupun SMA. Jeongmal kamsahamnida, eonnie XD 

Ga berasa sok imut sih. Padahal waktu itu aku pasarnya beneran lecek. Baru bangun tidur langsung ditarik buat ikut Onang. 

Pake baju kaos dipakein jaket seadanya yang warnanya udah pudar banget plus rok merah yang lebar itu ditambah dengan jilbab langsung yang asal pake. 

Udah gitu aja sih cceritanya, harus aku tulis biar inget terus dengan rasa haru itu yihaa!!!

Friday, 26 December 2014

Surah Al Baqarah

Aku posting foto Kalisa yang sedang di rumah sakit melalui smartphone kak Adek dan Usup komen. Katanya ruqyah dengan Al Baqarah kak. Wowww kalo yang baca komen begini mungkin akan mikir si Kalisa sakit karena diguna-guna atau apalah. 

Well, mudah-mudahan dengan tulisan sedikit ini aku bisa kasih penjelasan mengenai keutamaan surah AL Baqarah. Salah satunya, dalam anjuran Rasulullah SAW, saat kita menempati rumah atau gedung baru, sebaiknya hal pertama yang kita lakukan adalah membaca surah Al Baqarah di dalamnya.

Thursday, 25 September 2014

20 Facts About Me

Belum ada yang nge tag sih di instagram, cuma seru aja liat beberapa orang bikin 20 fakta tentang dirinya. Jadi inget Liebster Award para blogger. Aku pernah di tag sama salah satu emak di Kumpulan Emak Blogger. Pas nyari notif nya udah lama banget n engga nemu alias aku nya nyerah buat nyari di notif -_- 

Kali ini biar kata engga di tag, biarin deh aku bikin #20factsaboutme yang mau cekidot silahkan :-)

1. Sebelum dikasih nama Nurul Azizah, rupanya ada nama alternatif yaitu Wulandari. Alhamdulillah engga jadi n orang tua ngasih nama yang benar - benar hebat. 

2. Pernah tinggal dan sekolah di Batam, Tanjung Balai Karimun, Padang, Pekanbaru yang kemudian berakhir di Tanjungpinang Kota Gurindam. 

3. Punya satu adik laki - laki namanya Muhammad Yusuf yang super ganteng n alhamdulillah juga sholeh n mushlih n kadang sukses bikin para cewek klepek klepek. Adik satu lagi si Rumaisha Putri juga bermetamorfosis jadi cewek nyebelin hahahha yang suka merajuk n super sensitif sedunia. Yaah alhamdulillah masih dikaruniai otak yang lebih pinter dari kakaknya -_- 

4. Udah ikut mentoring dari kelas 12 SMA berkat ajakan Widya, Anike, Ulan dan Zulia. Kami berlima barengan ke rumah Kak Lala tiap Jumat sepulang sekolah karena kondisinya beliau dulunya itu baru melahirkan. 

5. Ngerasain banget nikmatnya mentoring and bertekad untuk memperbanyak lingkaran - lingkaran mentoring di kampus dan sekolah. Berusaha jadi teladan meski engga mudah

6. Gabung di KAMMI Kepri dari tahun 2008 and nyicip dikit di BEM. Dua organisasi yang berhasil mengorek - ngorek potensi tak terlihat n terpendam serta bikin pergaulan makin meluas. 

7. Suka banget nulis - nulis, engga punya cita - cita jadi jurnalis, lebih suka nulis apa adanya. Tapi kalo memang keadaan membutuhkan, bakalan diusahain bikin tulisan yang agak berbobot ketimbang tulisan curhat. 

8. Biar engga dibaca sama orang rumah, nulis buku harian engga pake buku unyu - unyu tapi lebih milih pake buku biasa biar dikira cuma buku catatan biasa. Dan cara ini berhasil... Setelah kenal blog, jarang nulis di buku lagi tapi lebih sering nulis di www.azizahnazi.blogspot.com (Blog Azizah). 

9. Suka baca buku n waktu masih sekolah lebih rela engga jajan karena duitnya mau dikumpulin buat buku n majalah. Meski memprihatinkan n kadang suka ngiler liat makanan di kantin tapi ditahan aja yang penting Harry Potter terakhir bisa kebeli :p 

10. Addicted banget sama k-drama. Semua hal yang berhubungan dengan Korea adalah yang menarik. Suka banget nonton drama Korea n dengerin soundtracknya. Hal ini mengakibatkan laptop penuh sama musik dari negara itu n menghapus semua yang dari Amrik n Inggris :D 

11. Suka dengan film bergenre perang, action, comedy and thriller. Kalo melodrama kurang suka meski kadang nonton juga. 

12. Suka film perang sejak nonton Pearl Harbor n nyimak hikmah beberapa adegan yg disampein sama Pak Alfin pas pelatihan remaja mesjid. 

13. Tipe calon suami yang diinginkan itu engga pernah ninggalin sholat, sayang sama ibunya, engga perokok dan engga mudah marah engga harus dihidangin kalo makan alias bisa ambil sendiri :/

14. Suka usil sama anak kecil, mengakrabkan diri dengan cara jahilin mereka. Walo cara ini dipandang kejam, kadang jadi dekat dengan mereka karena dikenal usil. 

15. Engga masalah kalo harus disuruh menunggu soalnya waktu yang digunakan untuk menunggu bisa dipake buat kenalan, baca buku, tilawah n merenung. 

16. Paling ga suka dengan orang yang ga sabaran dan sensitif tingkat tinggi trus ujung - ujungnya merajuk ahahha

17. Kalo ditanya topik yang saya senengin itu mengenai politik, sejarah, pariwisata, film, drama. Jangan sekali - kali bahas hal - hal yang eksak, suka bikin kerutan. 

18. Ga jadi kuliah ke Pekanbaru karena diiming - imingi motor sama orang tua

19. Kurang sreg aja kalo dibilang akhwat, lebih suka disebut perempuan. Tapi sebagian orang menilai aku setengah ikhwan setengah akhwat gara - gara ngomong dan cara gaulnya yang ngawur. 

20. Seperti yang lainnya berharap sekali bisa masuk surga tanpa harus mencicipi neraka terlebih dahulu. Bersyukur gabung dan bertemu dengan orang - orang tarbiyah yang sudah membimbing menuju hidayah Allah SWT.

Oke segitu dulu, rada bingung juga apa yang mau dijadikan fakta diri sendiri... Kira - kira begitulah, kalo nanti dibilang narsis engga masalah

Thursday, 4 September 2014

Singkatan FYI

Sudah menunjukkan pukul 12.10 WIB tapi ga tahu kenapa jemari saya masih betah mencet - mencet keyboard laptop. Ga tahu kenapa akhir - akhir ini malah jadi rajin nge-post di blog. Padahal daripada nulis harusnya saya ngalihin ini mata buat baca buku yang numpuk di lemari -_- 

Okeh, ini cerita tentang Usup lagi hehehe udah beberapa nge post tentang si Usup. 

Suatu ketika pas kami ngobrol dia nyeletuk. Waktu itu saya lagi nulis di medsos singkatan 'fyi'. Mukanya langsung berkerut, dan rupanya ada cerita dibalik itu. 

Usup itu suka nulis hal - hal kritis yang menimbulkan banyak komentar berlawanan dengan apa yang dia pikirkan. Nah di salah satu komen, temennya bikin singkatan 'fyi' itu. Eh Usupnya marah. Tahu kenapa?

Karena dia pikir itu temennya maki - maki dia dengan kata tersebut. Usup mengira fyi itu singkatan dari fu** you, idiot!!!! 

Gubrakkkk!!! @!$%^&*(

Apa ga ngakak saya ketika mendengar cerita ini hahahha yaaa rupanya ada juga yang dia ga tahu :p

Setelah saya kasih tahu singkatan yang bener baru angguk - angguk :D

Monday, 1 September 2014

Perjalanan Masa Kecil

Teman Masa Kecil jadi trending topic di twitter. Hmmm kalo soal teman masa kecil, aku agak bingung nih mau jawabnya gimana. Bahiklah, karena ini hari Minggu dan aku ga punya agenda apa pun hari ini, mari berbagi cerita tentang masa kecil. 

Woww jadi ingat anekdot tentang masa kecil. 
A : Cita - citamu kalo udah besar nanti mau jadi apa? 
B : Mmmm... jadi dokter atau guru ya enaknya. Kamu mau jadi apa?
A : Aku mau jadi kecil lagi 
Kalo ditanya siapa teman main masa kecil ya pasti banyaklah kan. Namanya juga anak - anak, mesti tahu pergaulan di sekitar rumah. Untungnya dapat lingkungan yang mendukung n ga punya pengaruh buruk. 

Ga inget banget sih siapa aja temen - temen main waktu kecil - kecil. Aku itu sebelum kelas 6 SD pindah - pindah terus, dari satu kota ke kota lain. Dari satu pulau ke pulau lainnya. So, kalo ditanya nama tentu aku ga ingat lagi nama mereka satu per satu di kota masing - masing.

Masa kecil emang selalu menyenangkan. Ga ada banyak hal yang harus kita pikirkan. Belajar juga menyenangkan, yaaa meski aku suka baca dan Usup suka main, prestasi di sekolah juga ga jelek - jelek amat. Mau lari - lari juga ga pake mikir dengan bentuk tubuh dan segala macam. Mau main sama anak laki - laki atau perempuan ya hantam aja hahahhaha....

Duileeh kalo ngomongin masa kecil emang ga ada habisnya, mungkin bisa berlembar - lembar karena masa - masa itu aku habiskan di lima kota berbeda hehehe... 

Orang - orang mikirnya orang tuaku itu pindah dinas padahal bukan. Pekerjaan ayah dari dulu itu jadi supir, macam - macam supir dijabanin. Mulai dari jadi supir pribadi, supir angkot, supir truk pengangkut air, supir taksi, betah banget. Karena hobinya merantau, jadilah kami menjelajah pulau. 

DAri Padang pindah ke Pekanbaru balik lagi ke Padang. Baru mutusin ke Tanjungpinang, engga lama cuma beberapa bulan langsung pindah ke Batam. Cuma bertahan setahun trus pindah lagi ke Karimun, tepatnya di Tanjung Balai kami tinggal. Tinggal di sini yang paling seru. Setelah itu balik lagi ke Padang hahahaha dan akhirnya berlabuh juga ke Tanjungpinang sampe sekarang. 

Kalo liat buku rapor SD banyak banget cap sekolah bekas pindahan ckckck... Karena itu kamii punya teman kecil yang ga bisa diingat namanya satu per satu. 

Untuk berikutnya, aku pikir kenangan di masing - masing tempat harus di tuliskan ya di blog ini hehhe. Sekian dulu kalo kepanjangan ntar bosan bacanya. 

Have a nice day

Sunday, 31 August 2014

Usup Nelpon


Sebelum zuhur semalam Usup nelpon. Males ngangkat aja sih awalnya karena ibu juga lagi ga di rumah. Tapi dari pada dari pada aku angkat telpon. Dan treennngggg, yang pertamanya males mau ngobrol malah jadi ngalor ngidul. 

Katanya habis zuhur mau berangkat latihan Tipan. Beuhh anak ini sebenarnya di sana ngafalin Quran apa ikut kegiatan lain sih? Waktu pulang kemarin habis lebaran beberapa kali dia pergi ke Gunung Bintan cuma buat latihan di atas gunung. Katanya seru. Pulang - pulang bawa bambu tiga batang. Entah buat apa

Giliran aku yang cerita, ujung - ujungnya kami nge gosip hahahaaa dia emang seru buat jadi pendengar. Tapi ya cuma pendengar aja, ga kasih respon yang menarik -_- 

Pernah akunya cerita berapi - api udah pake ekspresi begini begitu plus pake intonasi yang turun naik, responnya cuma "Oh gitu?" Lalu dia lanjunt nonton tivi -______________- 

Mumpung dia nelpon aku ingetin lagi buat ngirimin beberapa edisi majalah Annida. Engga baru juga ga apa, sekalian kalo ada majalah Tarbawi yang bagus. Eh Usup nanya, "Kakak udah beli Lapis - Lapis Keberkahan yang Salim A. Fillah?". 

Aku jawab engga karena lagi males baca buku kayak gitu. Tapi karena dia nawarin otomatis aku ga nolak xixixi... Sekalian deh nyari buku Parent With No Property - nya Han Hee-seok yang aku baca ringkasanya di blog buku Kak Ira Marby

Mudah - mudahan bulan depan jadi dikirim Usup :D 



Tuesday, 26 August 2014

Keluarga Mak Uwo



Mak Uwo dan ayah

Bang Oyon dan Bang Adi beserta istri dan anak - anaknya datang dari Batam untuk silaturahim. Nampaknya Bang Oyon yang sebenarnya tinggal di Padang ambil cuti jatah lebaran kemarin. Yaa lebih baik gitu kan, ongkos perjalanan juga lebih murah dan ga dikejar - kejar waktu buat kembali ke tempat kerja. 

Bang Oyon dan Bang Adi itu sepupu aku dari pihak ayah, yaa mungkin kalo hitungannya sepupu tiri kali ya karena beda kakek. Kapan - kapan deh bikin silsilah dan sejarah keluarga di sini, itung - itung jadi autobiografi kan ya. Hehehe... 

Mereka ini anak Mak Uwo yang dulunya ketika di Padang tinggal di Air Tawar (Aia Tawa kata orang sana) di rumah penjaga sekolah dan sekaligus kantin. Yaaa almarhum Pak Uwo itu jaga sekolah SD di sana, nah Mak Uwo sekalian bikin kantin. 

Mereka ini bersaudara banyak banget. Kalo aku ga salah hitung ada Da Ul (Uda Samsul), Uni Mira, Uni Santi, Bang Oyon, Bang Rio dan Bang Adi, totalnya ada 6 orang. Beuuuhhhh untunglah kecil - kecil dulu aku sering main ke rumahnya. Kalo engga alamat samppe sekarang aku akan kebalik - balik ngafalin namanya.

Nah di antara saudara ayah yang lain, Mak Uwo yang juga kakak tirinya adalah yang paling sering dijabanin. Ga tahu kenapa sih. Menurut aku karena keluarga ini asik banget. Mereka hidup sederhana tapi ga sombong, bukan aku ngatain keluarga lainnya sombong. Mereka baik, kalo ada konflik biasa lah namanya juga keluarga BESAR. Oke mereka benar - benar keluarga besar. 

Bang Adi

Sampe sekarang nih, anak - anaknya Mak Uwo itu mulai dari Da Ul sampe Bang Adi engga pernah ninggalin sholat. Beneran salut!! Padahal kalo dipikir kehidupan mereka udah menengah ke atas. Mereka tetep humble. Sesuatu yang sangat aku suka. 

Di antara 6 bersaudara itu, ketika kecil aku ya sering mainnya sama Bang Rio dan Bang Adi, dua anak paling buncit. Lebih seringnya sih sama Bang Adi, makanya seneng aja dengan Abang ini. Karena waktu itu Bang Oyon udah jadi remaja - pemuda gitu jarang di rumah. Apalagi yang di atasnya. 

Ketemu mereka lagi setelah hampir 10 tahun ga pulang - pulang ke Padang adalah ketika lebaran tahun 2011 lalu. Waaah blink blink cling cling ini mata liat perubahan mereka hehehhe.... Gimana engga, udah pada ganteng n gagah semua. Sampe Mak Uwo bilang, "Baliak ka bako se lah za". 

Baliak ka bako  itu maksudnya kembali ke bako. Jadi kalo istilahnya bako itu sodara dari pihak ayah. Maksudnya aku dinikahkan sama sepupu dari pihak ayah. Waaah kalo modelnya begitu aku ga bakalan nolak karena secara agama mereka sudah bagus. Tapi ya ga jodoh tuh hahahha..... 

Sekarang semuanya udah nikah kecuali Bang Rio. Da Ul tinggal di Qatar sama istri dan anak - anaknya. Ini yang bikin aku terkaget - kaget. Kemarin dengernya beliau ada di Papua trus pindah ke Tangerang, eeeh sekarang ada di Qatar. Masya Allah banget ini Uda, aku salut. 

Bang Oyon
Anak yang kedua, Uni Mira tinggal di Batam, nama suaminya Bang Deni, yang gokil n sukses bikin kami kepingkal - pingkal terus. So humble. Bang Adi juga tinggal di Batam, istrinya pake cadarrrr..... Kalo aku tebak sih Bang Adi ini gabung di Salafi. Soalnya beberapa kali ke Tanjungpinang yang waktu itu pas ada kajian yang aku dengar dari salafi. Yaaa semoga yang baik. 

Mungkin ini juga yang bikin dia kaget waktu aku nyaleg. Tapi dia menunjukkan sikap mendukung aja sih, inilah kenapa bang Adi itu jadi abang favorit akus ama Usup. 

Nah Uni Santi yang nikah sama bang Rafli tinggal di Duri. Suaminya kerja di hotel, aku pikir punya jabatan cukup tinggi dan tampaknya berbahasa Inggris aktif. Wah, luar biasa!! Nah Bang Rio yang awalnya di Batam sekarang udah pindah ke Yogyakarta. Di antara keenam orang ini cuma bang Rio yang dikuliahkan :-)

Bang Oyon, Bang Adi, Qisthi anak Uni Santi dan suaminya Bang Raffli
Kini Mak Uwo yang udah sakit - sakitan tinggal di Batam bersama Ni Mira. RUmahnya yang di Padang (mereka beli rumah baru di kawasan Lubuk Buaya) dihuni sama bang Oyon dan Istrinya. Sakit gula yang diderita Mak Uwo, sempat bikin Mak Uwo pake kursi roda beberapa waktu lalu. 

Semoga Mak Uwo diberi kesehatan dan kesempatan untuk pergi ke Qatar dan melanjutkan untuk ibadah umroh bersama Da Ul bulan depan. Aku yakin, Pak Uwo yang sudah almarhum mendapatkan apa yang ia investasikan pada anak - anaknya. Semuanya SHOLEH!!!