Tuesday, 24 February 2015

Dibalik K-Pop dan Promosi Pariwisata Korea Selatan


Ketika menggunakan sosial media seperti twitter,  salah satu hal yang menjadi perhatian kita adalah topik yang sedang banyak dibicarakan oleh pengguna twitter. Hal ini biasanya terdapat di bagian trending topic di mana setiap Negara memiliki trending topic yang berbeda. Pilihan worldwide digunakan untuk mengetahui pembicaraan terkini di seluruh dunia. Biasanya trending topic hanya bertahan beberapa jam, namun ada kalanya bisa bertahan hingga berhari-hari.

    Awal bulan Februari 2015 ini, #HappyKyuhyunDay menjadi trending topic Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan beberapa Negara lainnya, bahkan di jam tertentu menjadi top worldwide trending topic. Hastag ini pun merupakan salah satu topik yang dibahas dalam acara Trending Topic di Metro TV. Hastag ini dibuat oleh para penggemar dalam rangka ulang tahun idola mereka, yaitu Kyuhyun.
   
    Lalu, siapakah Kyuhyun?

Pria yang baru saja mengeluarkan debut album solonya yang berjudul At Gwanghwamun adalah salah satu member Super Junior (SuJu), boyband yang telah berkarir sejak tahun 2005 lalu. Lagunya yang berjudul At Gwanghwamun sukses merajai tangga-tangga lagu di Korea Selatan. Tak heran di ulang tahunnya yang ke-28 tanggal 3 Februari lalu, ia mendapat sambutan yang luar biasa dari penggemar seluruh dunia.



    Tak dipungkiri media sosial mampu mempresentasikan apa yang sedang terjadi dan hangat diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Meski media televisi disibukkan dengan berita-berita politik dan perseteruan para pelakunya, namun media sosial menjadi bagian dari sebuah kenyataan kondisi sosial masyarakat hari ini, terutama apa yang sedang digandrungi para remaja. Di tahun 2012, dalam daftar yang disebutkan Zeitgeist 2012 (Kompas, 2012), kata kunci Gangnam Style berada diurutan teratas dalam pencarian berita di google. Di tahun-tahun berikutnya, meski tak berada diurutan pertama, pencarian tetap berada dalam salah satu top searching di google.

    K-Pop atau Korean Pop mulai masuk ke Indonesia diawal tahun 2000-an. Kita mengenal musik k-pop melalui boyband dan girlband yang memang menjamur di Korea Selatan. Beberapa boyband dan girlband seperti Shinee, Super Junior, Big Bang, Girl’s Generation, 4Minute ternyata tak hanya populer di negaranya sendiri namun juga mengembangkan sayap ke Asia dan Eropa, termasuk Indonesia. Hal ini pula yang membuat para promotor berani untuk mengadakan konser selama lebih dari satu hari.

      Tak seluruh industri k-pop di Korea Selatan diisi oleh boyband dan girlband. Nama-nama seperti Ailee, K. Will, Sung Si Kyung, Lee Seung Gi, dan Baek Ji Young yang merupakan penyanyi solo pun mampu menembus pasar dunia. Kemudahan akses internet hari ini semakin membuat arus k-pop mengalir deras di Indonesia. Setiap fans meeting yang diadakan tak pernah sepi yang juga didukung dengan penyebaran informasi melalui fanbase dan komunitas pecinta k-pop di setiap daerah.

    Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa kehidupan remaja saat ini sangat dipengaruhi oleh budaya dari Korea Selatan yang tersebar melalui musik, bahasa, makanan, budaya, film dan drama. Hal-hal tersebut telah menjadi konsumsi sehari-hari yang dapat dinikmati melalui media-media online seperti allkpop.com, soompi.com, dramabeans.com, koreanindo.net dan lain sebagainya.

    Menurut para remaja ini mereka menyukai k-pop bukan hanya karena penampilan para artisnya yang hampir mendekati ciri fisik yang sempurna, melainkan karena totalitas yang mereka berikan. Profesionalisme dan gaya yang khas dari masing-masing artis tak membuat remaja ini bosan. Belum lagi kualitas suara, alunan musik dan gerak yang disajikan membuat k-pop terlihat berbeda dari musik Indonesia.

    DAMPAK K-POP


Dampak yang ditimbulkan oleh arus k-pop ini sangat besar. Mulai dari skala kecil yang besar. Dari pengumpulan pernak-pernik yang berhubungan dengan artis k-pop, menghiasi dinding kamar dengar poster para artis, pencarian informasi terbaru di internet, membentuk komunitas pecinta k-pop, kompetisi k-pop dance hingga yang paling ekstrim adalah meniru idola mereka seperti yang dilakukan oleh sekelompok remaja putri yang tergabung dalam Zuzu Cover Dance Super Junior.

Belakangan ini terdapat sebuah wacana yang berhembus di Malaysia untuk mengharamkan konser k-pop. Hal ini karena dipicu oleh aksi salah satu boyband asal Korea Selatan tersebut, B1A4. Dikutip dari situs malaysiandigest.com, ketika itu adalah sesi permainan Pop Parody di mana ada 5 penggemar diajak ke panggung untuk memerankan beberapa adegan dalam drama Korea. Saat itulah, salah satu anggota B1A4, yaitu Baro, secara refleks mencium dahi penggemar perempuan asal Malaysia. Aksi ini menimbulkan banyak kecaman karena tindakan tersebut dianggap tidak pantas dilakukan di negara itu.

Dampak yang timbul karena demam k-pop ini dalam beberapa kasus memang telah masuk kategori mengkhawatirkan, khususnya dalam konteks kebudayaan nusantara. Anak muda Indonesia lebih tertarik untuk memberikan waktu mereka untuk mencari tahu segala hal tentang Korea Selatan. Mulai dari jenis musik, pakaian tradisional, makanan, tempat wisata, alat musik tradisional, sejarah hingga tulisanya yang disebut Hangul.

Hal ini dalam beberapa titik tentu mengkhawatirkan karena dalam hitungan waktu, anak muda Indonesia perlahan tapi pasti, akan melupakan kebudayaannya sendiri. Tak ada lagi motivasi untuk mempelajari akar budaya dan sejarah negeri sendiri. Kesibukannya akan terganti dengan mencari tahu tentang kebudayaan negara lain yang hal itu diawali dengan kecintaannya pada dunia k-pop.

PERAN PEMERINTAH

    Tak dapat dipungkiri, salah satu penyebab keberhasilan Korea Selatan dalam mengalirkan segala hal tentang negeri tersebut adalah campur tangan pemerintah di dalamnya. Dalam sebuah diskusi, budayawan Radhar Panca Dahana mengatakan bahwa keberhasilan k-pop bukan dikarenakan kulturnya, melainkan adalah hasil kerja politik. Lebih lanjut lulusan S1 Fisip UI jurusan Sosiologi ini menjelaskan bahwa pemerintah Korea Selatan tak segan-segan untuk membiayai pembuatan film dengan nilai miliaran.

    Memang, sejak pelantikan Presiden Korea Selatan ke-10, Lee Myung Bak, pemerintahan ini menyadari pentingnya pertumbuhan pariwisata bagi perekonomian yang kemudian melakukan reformasi kebijakan pariwisata dan mengubah nama kementerian menjadi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dalam perjalanan reformasinya, Visi Pariwisata 21 (1999-2003) dan kedua Rencana Pembangunan Pariwisata (2002-2011) yang diterapkan. Salah satunya adalah ketika pelaksanaan Piala Dunia di tahun 2002 dan Asian Games September 2002. Melalui event ini, pemerintah meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang pariwisatanya dan kemudian melakukan ekspor besar-besaran produksi drama Korea ke negara Asia dan Eropa yang mendapatkan langsung mendapatkan hati dari para penontonnya.

    Di tahun 2004, ekspor film dan program televisi bersama dengan pariwisata dan produk k-pop menghasilkan pendapatan total hampir US$2 miliar. Selain itu menurut statistik Bank of Korea dari bidang ekspor budaya dan jasa hiburan, industry k-pop telah menghasilkan US$794 juta tahun 2011 dan mengalami peningkatan 25% dari US$637 juta dari tahun 2010 seiring k-pop semakin diminati oleh publik internasional.

    Melihat bagaimana pemerintah Korea Selatan mampu menyelamatkan perekonomiannya melalui pariwisata, terutama k-pop yang merupakan bagian dari fenomena Hallyu (fenomena di mana Korean wave menyebar ke seluruh dunia), tak ada salahnya pemerintah Indonesia mengambil langkah yang mirip. Mengingat dalam sebuah janji oleh Presiden Jokowi yang akan meningkatkan dan memberi dukungan penuh pada pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

    Meski hari ini arus k-pop mengalir sangat deras dan sukar untuk dibendung, ada harapan dalam benak kita semua bahwa hal ini tak menjadi berlebihan dan membawa dampak yang buruk bagi generasi muda Indonesia. Budaya hiburan adalah sesuatu yang netral, tergantung bagaimana cara konsumen menikmatinya. Kita berharap arus k-pop ini tidak sampai pada tahap penghapusan jati diri bangsa. Semoga bermanfaat.
   



Wednesday, 18 February 2015

DUNIA IDOL: Awal Terbentuknya Super Junior

DUNIA IDOL: Awal Terbentuknya Super Junior: Awal Mula Terbentuknya Super Junior Super Junior ( 슈퍼주니어 ) atau SuJu ( 슈주 ) atau SJ, adalah sebuah grup boyband skala besar te...

Friday, 13 February 2015

Valentine? Momen Pas Buat Mutusin Pacar

PERINGATAN KERAS --> Tulisan ini cuma buat remaja alay dan pemuda pemudi galau. Buat emak2 dan bapak2 yang maksa buat ikutan baca dikenakan kewajiban untuk menshare tulisan ini ke sosmed, terutama ke hati dan otak anak-anaknya



Udah tahun 2015 ya. Heboh apa tahun ini? Akhir Desember 2014 lalu iklan MEA alias masyarakat ekonomi ASEAN bolak balik di tivi. Kabarnya terhitung 1 Januari 2016 kelak Indonesia bakalan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN. Whatever deh, kali ini mau ngebahas everlasting-issue *bukan everlasting friend nya Super Junior, The Last Man Standing #duhhh!!

Apakah everlasting-issue itu? Di bulan Februari yang penuh banjir ini, salah satu momen paling diinget sama penduduk hampir di seluruh dunia (kita kecualiin Palestina ya, mereka ga punya waktu tuh buat valentinan) adalah tanggal 14 Februari alias Valentine’s Day, Hari Kasih Sayang. Ups, kecuali buat kamu-kamu yang ultah di bulan ini (met milad!) atau khusus ngelingkerin tanggal 3 Februari pake stabilo paling gede and paling ngejreng trus ikut kuis buat #HappyKyuhyunDay gyahahaha

okeh, ini di luar topik kita, buat intermezzo aja XD


Wednesday, 11 February 2015

Laporan Kegiatan KKN

Assalamu'alaikum, anyeong haseyo


Salah satu hal paling seru yang pernah kualami dalam status mahasiswa adalah KKN alias kuliah kerja nyata. Ingin kubagikan ceritanya di sini, namun sebelumnya bagi adik-adik, khususnya mahasiswa STAI Miftahul Ulum yang akan menjalani KKN tahun ini, aku akan bagikan sedikit gambaran kegiatan yang kulakukan bersama teman-teman selama proses KKN itu dalam bentuk lampiran laporan kegiatan pribadi/kelompok. Laporan ini merupakan salah satu item yang harus disiapkan dan dilampirkan dalam laporan kelompok di akhir kegiatan. 

Silahkan download filenya di Laporan Kegiatan KKN

Semoga laporan ini bermanfaat dalam memberikan gambaran umum tentang kegiatan yang telah kami jalani terlebih dahulu. Ini hanya sebagian kecil, bisa jadi teman-teman lain punya kegiatan yang lebih seru dan punya manfaat besar. 

Well, selamat ber-kkn ria!

Friday, 6 February 2015

Jangan Nunda Terus!

Don't wait till tomorrow what you can do today

Aih, pribahasa ini sering banget kita baca, lihat dengar dan rasakan *jrengggg S07 mode on
Artinya, jangan menunda pekerjaan atau apapun yang bisa kamu lakukan hari ini. Pribahasa beginian selalu nangkring di bagian bawah buku SIDU yang selalu setia nemenin masa-masa sekolah yang paling indah selama 12 tahun. Maklum, ketika kuliah kita udah beralih dengan make binder, atau malah sama sekali ga bawa catatan apa-apa ke kampus *ngekk

Aku coba nemuin spot paling oke buat

Wednesday, 4 February 2015

I'm Still Here

Yes, I'm still here. To be honest, since graduate from high school in 2008, I never feel that I leave this school. While most of my friends were studying to another cities in Indonesia and also abroad, I stayed in Tanjungpinang. It was not only me, there were few friends who did it too. 

Why I said that I never left this school. Well, let me tell you my story while I'm practicing my English. It has been a long time I dont write in English xixixi 

I came back to SMAN 1 Tanjungpinang in October 2009 when Kak Lala asked me to be mentor instead of her. She said that there were about 15 students who joined Ramsa (Remaja Mushalla) or well-known as Rohis (Rohani Islam) need mentoring as a routine activity of their programmes. 

That day, I went to school for the first time after graduating in 2008. I saw many changes of that school. In front of the mushalla were usually a place for basketball team or some chinese students playing basketball after school or during the rest time. Now it has become a place where a number of motorcycles and cars are parked. Woww, I say to myself that there are showroom in our school. 

It was so different when I was there a few years ago where there were just few students who allowed to ride motorcycle to school. I knew that most of the students were rich, sometimes some of them drove a car in extra class. But, it was just few of them. Right now, it seems that each student rides to school. Hahaha...

Since 2009 I have become mentor for Ramsa mentoring programme. This programme is supported by the headmaster and become one of the most important programme in Ramsa. Day by day, year by year I always come every Friday to school and I see every alteration (perubahan). The school yard, the trees, the under-chair-trees, the two floors building and the canteen, also the teachers. 

Perhaps, when my friends come to school these days, they will be shock for the alteration. But it seems like something usual for me as I saw it almost every week. That's why I really really feel that I never leave this school since graduating in 2008. 

You see, I'm still here

Monday, 2 February 2015

Trio Macan dan Tanjungpinang





Lagi, Trio Macan tampil di Tanjungpinang. Kali ini menghibur para peserta gerak jalan santai dalam rangka hari pers nasional yang berhadiah umroh. 


Mungkin karena aku ini terlalu sok baik dan sok suci, setiap mendengar nama trio macan, rasanya ada yang njelimet di dalam hati. Berkata, wah trio macan lagi? Apa cuma mereka yang mampu diundang sama penyelenggara?

Engga kali ini aja trio macan bikin Tanjungpinang digoyang. Terakhir kali adalah dalam rangka kampanye PDIP jelang pemilihan umum 2014. Aku yang ketika itu penasaran, datang ke Pamedan. Selain penasaran, juga ingin melihat seperti apa partai merah ini dalam berkampanye. Dan subhanallah, benar-benar yackkkkksss.....!! 

Ga cuma pas pemilu aja, aku ingat waktu pemilihan walikota Tanjungpinang Oktober 2012 lalu, grup dangdut ini juga ikut memeriahkan kampanye Lis-Syahrul yang didukung oleh PDIP. Kampanyenya siang, dari pagi hujan udah mengguyur Tanjungpinang dengan lebat. 

Sampe-sampe ketika itu di media sosial banyak yang berdoa (termasuk aku hehehe) agar hujan terus turun agar kampanye dan trio macan gagal tampil. Yah cuaca berkata lain, jam 1 siang, awan muncul dan bikin langit kembali cerah. Walhasil, yang tadi berharap Lis-Syahrul ga jadi kampanye sukses dibully di facebook xixixixi... 

Pas aku gugling, trio macan termasuk artis yang cukup sering diundang. Ada yang risih nanya, kenapa sih kok trio macan lagi. Apa karena mereka biayanya murah? 

Xixixi geli juga mendengar kalo tarif mereka murahan. Seringnya mereka ke sini bukan soal tarif, tapi lebih kepada siapa link atau orang yang ngasih job. Hubungan dengan pihak manajemen artis tentu mempengaruhi ke mana artis akan tampil. Soal bayaran, siapa yang tahu?

Melihat seringnya grup ini tampil, sudah jadi rahasia umum bahwa setiap kali PDIP di Tanjungpinang bikin event baik itu kampanye dan lainnya, tentu salah satu artis yang dibawa adalah Trio Macan. 

Nah, awal Februari 2015 ini trio macan datang lagi dalam rangka hari pers nasional. Beberapa foto yang aku lihat di facebook, buset dah, yang beginian bisa tampil di Tanjungpinang? Kota yang punya tagline jujur bertutur, bijak bertindak? Di ibukota provinsi Kepri yang Berpancang amanah, bersauh marwah? Hmm entah di mana marwah yang disauhkan itu. 

Tentu dengan pemimpin Tanjungpinang hari ini, kita bisa menebak siapa link yang menghubungkan grup dangdut ini. 

Sebagai warga kota Tanjungpinang, dengan segala macam kasus yang terjadi belakangan ini, aku berharap pihak pemerintah lebih berpikir dalam memilih artis yang didatangkan untuk menghibur masyarakatnya. 

Mungkin niat hati ingin menghibur, tapi bila hiburan ini mendatangkan murka Allah SWT, selayaknya ia tak lagi jadi pilihan.

Saturday, 31 January 2015

Kuncinya Banyak Membaca

Suatu waktu ada yang bertanya begini, "Lalu bagaimana kita bisa membedakan bahwa ini adalah cara ibadah yang benar dan ini adalah yang salah, tidak sesuai dengan yang Rasulullah SAW"

Di antara kita belum seorang pun yang pernah bertemu dengan Rasulullah SAW selain para sahabat dan masyarakat yang hidup di masa itu. Tentu kita tak melihat langsung bagaimana cara beliau beribadah seperti sholat dan sebagainya.

Wednesday, 28 January 2015

(Behind the Scene) Visa dan Professor Margaret Kartomi

Hmmm ga ada hubungannya siih antara visa dan professor ini, bingung aja mau kasih judul kecil apa. Tulisan di atas adalah tentang kegiatan di Melbourne, kali ini adalah behind the scene nya *cut!


Sebelumnya silahkan baca tulisan Gurindam 12 di Melbourne Australia ini dulu ya



Pergi ke luar negeri itu cita-cita kita semua (yeah!). Bukan engga cinta Indonesia tapi boleh dong melihat Negara lain, bumi Allah ini luas dan semoga kita mampu menjejaki kaki di setiap sudutnya. Amin!!!!

Ada banyak kemudahan yang Allah SWT kasih pada Kak Dwi dan kawan-kawan, mulai dari kesempatan, keselamatan dan juga kelancara selama acara. Salah satunya adalah dalam pengurusan passport dan visa. Aku sendiri belum pernah mengurus dua hal ini, doain tahun ini ya (nikah, wisuda dan keluar negeri aigoooooo, what an incredible life!!!).

Gurindam 12 di Melbourne, Australia

Assalamu’alaikum apa kabar teman, lama aku engga nulis di blog. Saking lama ditinggal sudah dihinggapi banyak lalat hehe…

Kali ini aku punya cerita tentang perjalanan luar biasa seorang teman yang sekaligus dilakukan untuk mempromosikan kebudayaan Melayu Kepulauan Riau di Universitas Monash, Melbourne Australia. Weel for not wasting the time let me begin *telling story mode on
Dwi Saptarini bersama Professor Margaret Kartomi dan WNI asal Medan yang udah lama tinggal di Ausie


Berawal dari email yang diterima Kak Dwi yang berisi undangan untuk menghadiri acara symposium internasional budaya Melayu di Australia. Woww kebayang bergetar-getarnya handphone yang lagi disilent *abaikan

Nah Alhamdulillah Profesor Margaret Kartomi yang

Tuesday, 27 January 2015

Ta'liful Qulub






Memahami Fahri Hamzah dengan Kaca Pembesar

 “Islam merupakan suatu sistem komprehenshif, atau dalam bahasa Arab disebut al-Diin sehingga dikenal dengan Diinul Islaam. Pengertian  Diin sendiri melingkupi segala permasalahan yang melintas batas material spiritual, pribadi dan kemasyarakatan, dan dengan sendirinya dunia dan akhirat. Dengan demikian, Diinul Islaam bukanlah semata sebuah agama, dan Diinul Islaam tdk semata mengurusi akhirat.

(Fahri Hamzah, Negara, Pasar, dan Rakyat, h.353)

***

Barangkali sementara rekan akan sulit memahami pandangan saya terhadap Fahri Hamzah, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pertama, yang kemudian menjadi politisi muda “kontroversial” dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saya katakan sulit dipahami, karena

Sunday, 18 January 2015

25 Tahun


Akhirnya sudah 25 tahun ya tanggal 8 Januari 2015 ini. Rasanya? I cant explain it by words. Hanya saja meski dalam hitungan angka sudah sangat dewasa, tentu secara prilaku tampaknya ga sama dengan umur yang dianut *bukan agama

Mereka ini salah satu kelompok mentoring hasil tangkapan ahahaa maaf kalo bahasanya tangkapan. Berawal dari inisiatif masing-masing untuk berkumpul n mentoring lagi melanjutkan kegiatan yang udah mereka geluti dari SMA.

Wednesday, 7 January 2015

What's Your First Priority?

Aku tak bisa berpikir dan memprioritaskan segala sesuatunya dengan benar. Segala teori fiqih prioritas menghilang entah ke mana meski sebelumnya aku juga tak melakukan semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Kesalahan adalah sesuatu yang wajar, namun ketika ia terjadi terus menerus maka aku harus bertanya mengapa kesalahan yang sama terulang terus menerus dalam waktu yang berdekatan. Ketika aku tak lagi mampu membuat skala prioritas dalam aktivitas, kutakut kerusakan diri menjadi semakin besar. Khawatir ia tak bisa kembali seperti semula. 

Ibarat seorang laki-laki yang terbiasa melampiaskan kemarahannya dengan memaku dinding rumah belakang yang terbuat dari kayu. Sengaja memang dibuat begitu untuk membuat ia menghilangkan kemarahannya. Menghindar dari berbuat sesuatu yang bisa berakibat fatal karena dipicu kemarahan yang tak seberapa. Setelah ia tenang, paku-paku itu ia cabut kembali. Tetap saja, tempat yang terpaku tak akan pernah bisa kembali rata seperti sedia kala. 

Mencoba mencari jalan keluar dari labirin yang mungkin sebenarnya sangat kecil. AKu tak sedang berada dalam labirin seperti yang dihadapi oleh Harry Potter dan tiga peserta Goblet of Fire lainnya. Di sini tak ada jebakan yang mematikan apalagi piala yang bisa membuatku berpindah ke dunia lain dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan kebangkitan Voldemort. 

Tantangan itu adalah aku bisa mengalahkan diri sendiri. Mengalahkan segala keinginan yang tidak pada tempatnya dan tidak pada waktu yang tepat pula. Begitu banyak hal yang ingin dilakukan, tapi sayang saat ini bukan itu yang harus kulakukan. Ayolah, meraih perdamaian ini tak sesulit anak-anak Palestina berjuang mempertahankan tanahnya. Harusnya aku malu. 


Tuesday, 6 January 2015

Toy feat Sung Si Kyung - Three People



manheun saramdeul bunjuhan insa uri modu moin ge eolma manin geonji
hayan deureseu, meosisseojin nyeoseok jeongmal jal eoullyeo oraen nae chingudeul chukhahae

gieongnaneunji uri cheoeum mannan nal saeroun kkum sijakdoen 3worui kaempeoseu
eojjeomyeon geuttae naneun aranna bwa neo ttaemune utgo ulge doel nareul

nunbusin seumu sal geu sijeol uri yeoreumnarui mellodi
gaseumsoge neul sum swineun punggyeong hana
nae chingu cheoeum sogaehadeon nal mwonga dalla boideon neoui pyojeong
neon sijagieonna bwa

dulmanui bimiri, darmainneun maltuga,
chinguraneun seulpeun mari nal meomchuge mandeureo
malhal su eomneun naui gobaek, yonggil nael su eopdeon sumanheun nal
neoui yeonineun nae oraen chingu

chukbogui norae kkochip heutnallimyeon
nunbusin neoui moseup eolmana yeppeulkka
maeil yeonseuphaetdeon mal ijen annyeong

nunbusin seumu sal geu sijeol uri yeoreumnarui mellodi
ajik uril jikyeojun namanui yaksok
sul chwihae honja biteuldaedeon bam uri set ujeong jikyeonaejan yaksok
naegen sarangieosseumeul

dulmanui bimiri, darmainneun maltuga,
chinguraneun seulpeun mari nal meomchuge mandeureo
malhal su eomneun naui gobaek, yonggil nael su eopdeon sumanheun nal
neoui yeonineun nae oraen chingu

neoege hago sipeun mal neomchyeoheureuneunde neoman bomyeon nae mam chumeul chuneunde
moreuneun sai beeobeorin sangcheoga neol bomyeon jakku apa

jeo muni yeollinda geunyeoga deureoonda
nan gogaereul deul su eobseo ireoke joheun nare
useul subakke eomneun saram, eonjena nal bangineun du saram
namgyeojin naui sarang

o.. naui cheongchuni meoreojinda
du son kkok jabeun chaero
geutorok wonhaetdeon oneureul, nae sojunghan geunyeoui naeireul
naui oraen chinguyeo butakhae

English Translation

All these people, busy saying hello
How how has it been since we got together?
You’re wearing a white dress, he’s gotten more handsome
You two look so good together
Congratulations, my old-time friends

Do you remember when we first met?
On campus in March, when new dreams were beginning
Maybe that was when I knew
That I would laugh and cry because of you

The dazzling days of our twenties, our summer day melody
The one scene that always breathes in my heart
The day I first introduced you to my friend, your face looked somewhat different
Maybe that was the start for you

The secrets between you two, how you started talking like each other
The sad words that I’m just a friend, made me stop
My confession that I couldn’t say
The many days I couldn’t take courage
Your love is my old-time friend

When the song of congratulations and the flower petals scatter
How pretty will your dazzling face be?
Words I practiced every day, goodbye now

The dazzling days of our twenties, our summer day melody
My promise that still protected us
The night I got drunk and swayed, the promise that the three of us would always be friends
To me, that was love

The secrets between you two, how you started talking like each other
The sad words that I’m just a friend, made me stop
My confession that I couldn’t say
The many days I couldn’t take courage
Your love is my old-time friend

Words I want to tell you, they overflow
When I see you, my heart dances
But the scar that cut me without knowing
Keeps hurting when I see you

The door is opening, she is coming in
I can’t lift up my head, on this good day
One person who has no choice but to smile
Two people who are always happy to see me
My love that remains

Oh, my youth is getting farther away
As I tightly hold your hands, I ask you
Today, the day she wanted so much
The tomorrow of my precious love
Please take care of it for me, my old-time friend

Thursday, 1 January 2015

Koleksi Deaz

Untuk pertama kalinya kami mendapat pesanan untuk Koleksi Deaz setelah beberapa minggu lalu memutuskan untuk menjual koleksi drama yang ada di laptop. Berhubung ia minta 2 drama maka kami harus kerja lebih ekstra untuk dapatkan filenya. 

Well, ide koleksi  deaz ini muncul setelah aku mengikuti pelatihan blogger beberapa waktu lalu. Saat itu instrukturnya berpikir apa yang bisa ia jual dari laptop untuk mendapatkan tambahan pemasukan. Dari sini aku bersama seorang teman memutuskan untuk menjadikan hobi kami sebagai sumber pemasukan. 

Kami sudah berteman dari SMA, bahkan hampir dua tahun selalu duduk sebangku. Aku dan dia mempunyai kebiasaan yang sama yaitu salah satunya menonton drama dan variety show korea. Hmm dan kami punya koleksi cukup banyak di laptop. 

Lalu suatu hari kupikir mengapa tak kujadikan saja ini sebagai lahan usaha. Mencoba ga ada salahnya. Pun setelah sepupuku bercerita tentang temannya yang juga punya jenis usaha serupa. 

So, kami menyediakan berbagai jenis film, drama dan variety show yang berasal dari korea. Ada sih beberapa drama Jepang, tapi kebanyakan korea. Koleksi ini kami jual dengan cara pemindahan file dengan menggunakan flash disk. So sekalian silaturahim :D 

Untuk daftar koleksi, kami sudah buatkan blog tersendiri yaitu klik di Koleksi Deaz. Nah untuk koleksi yang belum ada dalam daftar itu pemesanan bisa dilakukan. Tentu perlu waktu hehehe...


Tuesday, 30 December 2014

Good Doctor (Bukan K-Drama)



Hmm mau dimulai bagaimana ya? Mau menuliskannya juga bingung. Gini deh aku mau cerita tentang dokter sebenarnya.

Sebelumnya buatku, dokter bukan sekedar profesi. Sama kayak guru dan perawat. Ketiganya merupakan aktivitas yang lebih dari sekedar profesi yaitu pelayanan. Mereka yang memilih bidang ini bukan untuk uang, tapi untuk pelayanan. Lebih jauh, bidang ini benar-benar menyediakan ladang amal yang luas buat tabungan akhirat.

Iseng Cover Album

Kyuhyun
Zhoumi
  Ahahahaha seriusan ini beneran lagi iseng gara - gara kemarin liat acara yang nampilin Meme-nya cover album Tulus. Aku beneran ga tahu siapa itu Tulus. Tapi seketika aku teringat sama cover albumnya Cho Kyuhyun yang baru debut solo.Setelah diliat-liat dari 4 album ini mereka punya gaya yang samaan :D Gak tahu deh, emang mesti begitu atau emang itu udah alami kalo buat cover album.

Henry

Friday, 26 December 2014

Surah Al Baqarah

Aku posting foto Kalisa yang sedang di rumah sakit melalui smartphone kak Adek dan Usup komen. Katanya ruqyah dengan Al Baqarah kak. Wowww kalo yang baca komen begini mungkin akan mikir si Kalisa sakit karena diguna-guna atau apalah. 

Well, mudah-mudahan dengan tulisan sedikit ini aku bisa kasih penjelasan mengenai keutamaan surah AL Baqarah. Salah satunya, dalam anjuran Rasulullah SAW, saat kita menempati rumah atau gedung baru, sebaiknya hal pertama yang kita lakukan adalah membaca surah Al Baqarah di dalamnya.

Thursday, 18 December 2014

Kita Siapa?

Orang-orang selalu menilai seseorang dari penampilan luar. Melihat seseorang suka pergi ke surau untuk melaksanakan sholat maka ketika itu ia disebut orang alim. Orang yang suka duduk-duduk di kedai kopi sambil bergosip disebut tukang gosip. Setiap hari pergi mengajar maka orang menyebutnya guru. 

Memang pencitraan dapat terbentuk sendiri melalui kebiasaan sehari-hari. Ada yang berkata bahwa ketika sesuatu dilakukan sering maka ia jadi kebiasaan. Setelah kebiasaan itu melekat di dalam diri maka ia akan menjadi akhlak seseorang. 

Tapi benarkah apa yang kita lihat hari ini adalah yang sebenarnya? Ah, we never know what kind of person we are. Orang memang selalu menilai dari luar. Mereka tidak salah karena itulah yang kita tampakkan. Cukup mustahil menilai sesuatu yang tak nampak jelas di depan mata. Kita bukan makhluk gaib, kita nyata, kita ada dan kita bergerak ke sana kemari. 

Lalu, siapakah kita sebenarnya? Seseorang yang orang nilai atau seseorang yang sebenarnya sangat berbeda dari penilaian orang lain? Lalu mengapa kita mengerjakan sesuatu yang ternyata bukan kita? Seorang pencitra palsu kah? Belum tentu.

Kita hadir dan melakukan segala hal karena kebutuhan. Bukan kita tapi kebutuhan masyarakat. Banyak di antara kita yang bergerak atas permintaan masyarakat. Bergerak karena penilaian masyarakat. Takut melakukan sesuatu yang ditolak masyarakat. 

Dua sisi yang berbeda. 

Banyak yang bilang, jadilah diri sendiri. Ya, tawaran yang menarik. Namun, bagaimana ketika diri sendiri itu adalah diri yang tak mendapat tempat di masyarakat? Diri yang bagi orang lain bahkan tak pantas untuk mengangkat kepala. Lalu, apakah mereka pantas?

Tak ada yang boleh menilai atau menghakimi orang lain. Lalu siapa yang harus melakukannya? Egoisme kita mendorong diri untuk memprioritaskan ketertuduhan terhadapa orang lain ketimbang menunjuk diri. Satu telunjuk rupanya lebih besar dari sisa empat jari lainnya yang mengarah pada diri. 

Lalu kita siapa?