Tuesday, 6 April 2010

Dari Musik ke Nasyid ( Sama ja Kali )

Aktivitas pagi tanpa musik rasanya ada yang kurang. Nah yang harus dikorbankan akhir – akhir ini adalah komputer rumah yang harus berjuang untuk tetap bertahan ( kayak Wali gitu ) saya permainkan terus dari pagi sampe siang demi menemani akitivitas rumahan yang tak terkira banaknya ( berlebihan si...).
Jenis musik yang diputar bermacam – macam sesuai dengan mood pagi itu. Mau aliran rock and roll ada, mellow sampe nangis berdarah – darah ingat kisah cinta banyak  ( ceileeeh..... ), yang sedang –sedang aja tanpa ada perasaan ( musik apa ni ya ), sampe nasyid yang bikin semangat semakin membara ^_^ Jadilah rumahku gubukku istanaku dipenuhi dengan alunan musik walau kadang harus saingan dengan tetangga depan belakang kiri kanan atas bawah ( ups atas bawah ga ding ).
Ngomongin nasyid kayaknya agaka seru nih. Hehehehehe...... nah, di playlistku nasyid dikategorikan berdasarkan jenis musiknya ( emang nasyid pake aliran lagi ya?? Terserah deh ). Intinya, semua nasyid punya tujuan yang sama walau berbeda-beda ( bhinneka tunggal ika nih ), ada nilai – nilai keislaman di dalamnya yang susah banget dicari di aliran lain ( emang pernah denger Michael Jackson nyanyi berbau Islam? Give Thanks to Allah Cuma kebtulan mirip ja suaranya. Hehehehe klarifikasi nih ).
Karena koleksi nasyid saya masih dikit jadi pengkategorian ini bersifat subjektif. Ada tiga jenis nasyid yang saya denger, nasyid pertama bikin semangat membara, pengennya berangkat ke palestina ( padahal nyampe sana Cuma ngerepotin orang ja ), angkat senjata melawan tirani terlaknat ( copas salah satu lirik nasyidnya ), dakwahnya menggebu-gebu dan lain – lain, dan lain – lain. Huft.... kadang saat mutar nasyid jenis pertama ini hati ketar – ketir juga. Orang rumah kayaknya khawatir dengan anak gadisnya ini ( makan apa sih ni anak di luar rumah sampe aliran musiknya kayak gitu ). Hehehehe...maklumlah sodara – sodara, dulunya kan gak pernah. Biasanya muter musik yang bikin semua badan sakit hehehe gak Cuma telinga ja. Sampe perut pun harus merasakan sakitnya ( tu namanya lapar ). Eitss tapi tidak berarti saya meninggalkannya lho. Kebutuhan akademis saya ada di musik itu ( ntar saya cerita deh ).
Trus nasyid jenis kedua adalah berhubungan dengan tazkiyatun nafs alias penbersihan jiwa. Ni nasyid selalu aja bikin kita merasa hinaaaa banget, tentunya di mata Allah. Nasyid jenis kedua ini kadang diawali dulu dengan taujih-taujih ( sampe hapal kata per kata saking seringnya ) habis tu nyanyi deh.
Nasyid ketiga adalah nasyid yang kalo didengar dengan sangat – sangat seksama, pendengarnya bakalan mesem – mesem sendiri. Soalnya liriknya itu loh, bikin yang dengar pada pengen nikah. Terbayang –bayang muka si dia. Cinta antara dua anak manusia berlainan jenis ( ceileh..) pengen ngeraih ridhonya Allah melalui pernikahan ( sikat bang ! )Hmmm jenis nasyid yang gak boleh didengar terlalu sering. Hahahaha.....
Hmmm cerita saya tentang musik belum selesai. Ini hanyalah segelintir perenungan saya tentang musik ( kayak ga ada yang lain ja yang mau direnungin ).

Selasa, 6 April 2010

Saturday, 3 April 2010

Guru dan Orangtua serta Kaitannya dengan Siswa

-->
Di manakah letak perbedaan antara guru TK dengan guru SD, SMP, dan SMA?? Jelas pada kurikulumnya, peserta didik, cara pengajaran, cara interaksi dengan siswa, cara menilai, dan sebagainya. Namun bagi saya perbedaannya ada pada hubungan antara orang tua dan guru.

            Saya yakin yang membaca tulisan ini adalah orang telah melewati tingkatan pendidikan tersebut ataupun sedang menjalani ( atau ada murid TK yang sedang membaca tulisan ini ? ). Saya akan mengajukan pertanyaan, seingat pembaca bagaimana hubungan orang tua kita dulunya dengan guru ketika TK, SD, SMP atau pun SMA? Seberapa dekat orang tua kita dulunya dengan guru – guru di sekolah?

            Pertanyaan ini muncul begitu saja setelah saya menyadari dan kembali mengamati tentang hubungan guru dan orang tua. Menurut saya, hangatnya hubungan antara guru dan orang tua bisa dirasakan di Taman Kanak – Kanak. Pertama, guru dan orang tua selalu bertemu hampir setiap hari walaupun hanya beberapa menit ketika mengantar ataupun menjemput anaknya. Ini mengakibatkan timbulnya interaksi tak terencana antara guru dan orang tua. Obrolan singkat dan ringan pastinya menjadi makanan sehari – hari, minimal saling melempar senyum atau menanyakan kabar. Orang tua tidak hanya mengantar anak di tepi jalan atau di depan sekolah, melainkan hingga anak tersebut sampai di tangan gurunya. Berbeda sekali dengan SD, SMP, apalagi SMA. Orang tua yang sudah beranggapan bahwa anak sudah mandiri cukup mengantar tanpa bertemu dengan guru yang bersangkutan dan guru juga tidak lagi menunggui anak di depan pagar sekedar mengucapkan selamat pagi ( jarang ada sekolah yang seperti ini ).

            Kedua, besarnya perhatian orang tua pada anaknya yang masih TK dan rasa ingin tahu atas apa saja yang dikerjakannya hari ini di sekolah. Tak jarang laporan lisan akan disampaikan guru ke orang tua di jam pulang sekolah. Ini semakin menambah keakraban guru dan orang tua sehingga perkembangan anak terpantau tiap harinya. Bandingkan saat dulunya kita pulang sekolah. Adakah percakapan seperti itu terjadi? Hmm pembaca boleh tersenyum membaca tulisan saya ini. Kita selalu beranggapan bahwa tentu saja percakapan terssebut tidak penting atau tidak perlu atau bahkan mustahil terjadi karena saat kita SD, SMP dan SMA kita tak perlu lagi dijemput oleh orang tua atau pun. Jikalau dijemput pun itu hanya sekedar menjemput. Tidak ada komunikasi antara orang tua dengan guru yang menceritakan tingkah kita hari itu. Laporan itu hanya akan ada  dua kali setahun, kecuali pada saat genting.

            Dari dua opini saya di atas rasanya sduah cukup mewakili untuk menggambarkan hubungan orang tua dan guru. Walaupun ada juga hubungan antara guru dan orang tua kita yang akrab saat kita SD, SMP maupun SMA tapi tidak banyak dan bisa kita hitung dengan jari. Permasalahan yang muncul salah satunya adalah karena jumlah siswa yang terlalu banyak sehingga menyulitkan guru untuk menghapal atau melakukan pendekatan dengan orangtua. Sebaliknya dari pihak orangtua, karena telah merasa anak sudah mandiri, maka pendekatan dengan guru tidak perlu lagi dilakukan. Orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada guru.

            Hal ini dapat kita lihat akibatnya pada siswa. Kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua membawa dampak yang tidak ringan. Orang tua tidak tahu seperti apa perkembangan anak di sekolah, guru juga kurang informasi tentang tingkah laku anak di rumah. Dan saat anak mendapat masalah dengan nilai ataupun perilakunya, maka yang disalahkan adalah guru sebagai pendidik atau orang tua sebagai orang yang paling sering bertemu dengan anak. Guru tidak pandai mengajar, tidak profesional, tidak memperhatikan siswa dan lain – lain merupakan beberapa kesalahan yang dilontarkan untuk guru.

            Saya mengajak pembaca semua, baik yang sekarang berprofesi sebagai guru, orang tua maupun calon orang tua,, marilah kita kembali memperhatikan anak – anak kita dengan menjalin komunikasi yang intens satu sama lain. Berhasil atau tidaknya pendidikan yang sedang ditempuh oleh anak kita tidak bisa ditopang hanya salah satu pihak. Kerjasama yang baik antara orang tua dan guru akan melahirkan generasi – generasi yang juga mampu memberikan yang terbaik untuk bangsanya.  Adakah keinginan itu?

            Sabtu, 3 April 2010

Catatan untuk Wali Murid

 
-->

Cerita tidak penting terkadang muncul begitu saja dalam hidup, namun di sebaliknya banyak sekali hikmah yang biasa kita ambil. Pagi ini saya berbaik hati untuk mengantar adik perempuan saya yang duduk di kelas VI SD. Mengantarnya ke sekolah bukanlah kebiasaan yang saya jalani tiap harinya, dikarenakan ibu kami pagi ini pundaknya sedang sakit, maka tugas negara ini diserahkan pada saya. Saat  tiba di sekolah ternyata bel sudah berbunyi dan para guru sudah mengarahkan para siswa untuk membuat barisan karena mareka akan melaksanakan senam pagi.
            Tiba – tiba, begitu saya akan berbalik untuk pulang, terdengar instruksi dari seorang guru agar kelas VI A merapikan barisannya. Sesungguhnya tidak ada hal yang aneh, tapi saya tersenyum sendiri. Mengapa? Hmm nada dan bahasa guru tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang guru. Ada nada yang tidak lembut dalam suaranya serta bahasa yang kurang tepat digunakan di sekolah. Saya mencoba membayangkan rupa guru tersebut karena saya mendengarnya dari balik pagar. Bagaimana kira – kira mimik mukanya saat memberikan instruksi seperti itu.
            Menyadari keburuksangkaan saya, saya langsung memohon ampun pada Allah. Saya tidak boleh menghakimi guru tersebut seenak hati. Belum tentu saya lebih baik. Saya mencoba menyusuri dan merasakan kembali bagaimana rasanya menjadi guru di sekolah yang tidak hanya memiliki satu atau dua orang siswa, tapi bisa mencapai puluhan siswa. Pastinya adalah hal yang sangat sulit sekaligus menantang untuk mengatur begitu banyaknya anak yang tingkatan umurnya tidak sama. Saya bisa membayangkan bagaimana repotnya guru – guru akan hal ini. Saya mulai mengagumi kesabaran guru – guru Sekolah Dasar yang sepertinya akan sangat sulit saya lakukan mengingat saya sendiri adalah orang yang kurang bisa mengendalikan emosi.
            Setelah itu, kembali terbayang di kepala saya saat masih mengajar di Taman Kanak – Kanak. Kesulitan yang sama juga saya rasakan, tak hanya di lapangan tapi juga di dalam kelas. Mengatur mereka di dalam dan di luar kelas sama sulitnya. Walaupun begitu, pelayanan terbaik tetap kami usahakan sesuai dengan petunjuk dari Kepala sekolah.
            Ada satu hal yang mengganjal di pikiran saya dalam perjalanan pulang terkait dengan guru tadi. Komplain. Masalah komplain orang tua adalah masalah yang paling ingin saya hindari selama mengajar. Orang tua tidak pernah membayangkan apa yang dihadapi guru sehari - harinya. Yang mereka ketahui hanyalah bahwa mereka menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut dan berharap mendapat pelayanan terbaik dari guru. Mereka tidak peduli bagaimana kewalahannya guru – guru menghadapi anak – anak mereka setiap harinya. Bagaimana repotnya mengatur sekian banyak siswa dengan hanya mengandalkan suara yang kemampuannya semakin hari semakin berkurang, bahkan tak jarang hilang.
            Kebanyakan orang tua bila merasa tidak puas dengan apa yang diterima anak – anaknya di sekolah, padahal hanya masalah kecil, akan protes baik langsung ke pihak sekolah maupun tidak disampaikan secara langsung, melainkan dibicarakan pada masyarakat. Tentu saja ini akan membuat jelek citra guru secara tidak langsung. Kesan ketidakbecusan guru dalam menangani anak akan tersebar di masyarakat dan semakin mengurangi kepercayaan pada guru dan pihak sekolah.
            Wahai Bapak/Ibu para wali murid, mengertilah bagaimana payahnya mereka para guru mendidik anakmu di sekolah. Kurangilah ketidakpuasanmu akan sekolah dan guru – gurunya. Apa yang mereka lakukan pada anak – anakmu adalah bagian dari proses pendidikan  yang tidak akan pernah mereka dapatkan darimu. Hargailah guru - guru anak – anakmu, tak perlu menilai mereka dengan materimu, karena yang mereka butuhkan adalah hanyalah keberhasilan anakmu di masa depan.

Sabtu pagi, 3 April 2010

Pemimpin Masuk Penjara


Saya teringat akan perkataan yang entah dilontarkan oleh siapa namun masih tersimpan dengan rapi dalam otak bawah sadar ini. Ia berkata seperti ini, pemimpin saat ini adalah kebalikan pemimpin masa lalu. Sebelum Indonesia merdeka, sebelum seseorang bisa menjadi pemimpin suatu bangsa ( contohnya Soekarno ), ia telah merasakan terlebih dahulu dinginnya lantai penjara. Tapi kenyataan hari ini, untuk masuk penjara, seseorang hanya perlu menjadi pemimpin.
            Ironis memang dengan kata – kata di atas jika kita kaitkan dengan kenyataan hari ini. Lihatlah berapa banyak pemimpin yang berhasil masuk penjara, baik pemimpin daerah maupun yang lainnya. Di Provinsi Kepulauan Riau cukup banyak contoh yang bisa diambil sebagai bukti. Kasus korupsi yang menjerat Sekda Kabupaten Bintan, ditahannya Bupati Lingga dan Karimun serta kasus Damkar yang menjebloskan pimpinan tertinggi Provinsi Kepri, Ismeth Abdullah.
            Mengamati fenomena tersebut, saya memiliki satu harapan untuk calon pemimpin Kepri bulan Mei ini. Saya hanya berharap agar yang terpilih berikutnya tidak lagi masuk penjara. Cukup sudah dengan beberapa kasus di atas. Malu benar jika para pemimpin di Kepri mesti berebut kamar di rumah tahanan setelah mati – matian berkampanye merebut perhatian masyarakat.

Mentoring Kepenulisan
Kamis, 1 April 2010


Wednesday, 31 March 2010

Come Back to the Unreal World

Kembali aktif di dunia maya setelah diendapkan selama seminggu yang rasanya bertahun-tahun.

Pertapaan selama 4 hari semoga menghasilkan sebuah kerja nyata.

Perubahan pola pikir mudah-mudahan mampu mengangkat fenomena di masyarakat ke dalam tulisan ringan yang dibaca orang-orang

Kemauan yang besar didorong untuk jadi lebih baik semoga selalu memotivasi agar tetap bertahan

Saturday, 20 March 2010

Mari Membaca

Bagaimana kondisi dunia baca di indonesia? Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 dapat dijadikan gambaran bagaimana minat baca bangsa Indonesia. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 persen. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 persen, buku cerita 16,72 persen, buku pelajaran sekolah 44.28 persen, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 persen.

Data di atas saya copas dari www.tamanbaca.guahira.com yang meyebutkan Media Analisis Indonesia sebagai sumbernya ( wah, saya jadi teringat dengan mata kuliah Studi Hadis tadi malam tentang Sanad dan Perawi hadits yang sangat memusingkan kepala ).

Hmmm agak sedih sebenarnya bagaimana rendahnya minat baca anak-anak Indonesia saat ini. Jangankan membaca buku pelajaran sekolah, majalah atau buku cerita pun tak dapat membuat mereka tertarik untuk membaca ( komik tidak termasuk kategori ).

Saya memiliki sekitar 30 orang murid di TPA. Saya bertekad untuk menularkan penyakit " baca " saya ini kepada mereka ( ya walaupun penyakit itu saat ini sedang sembuh hehehehe ).
Langkah ini saya awali dengan memaksa mereka untuk membawa buku cerita, majalah, atau bacaan apapun yang mereka sukai. Setiap harinya, mereka akan saya bagikan kertas putih kosong. Setelah itu, saya kembali memaksa mereka untuk menuliskan atau menceritakan kembali apa yang sudah mereka baca. Karena itulah saya memberikan kebebasan kepada mereka untuk membawa buku apa saja yang mereka suka.

Saya berharap dengan langkah ini, setidaknya saya bisa menumbuhkan minat baca kepada 30 orang murid di bawah naungan Taman Pendidikan Al Quran Izzatul Islam, dengan tidak mengesampingkan pendidikan agama yang juga mesti mereka terima.

Wednesday, 17 March 2010

Substansi

" Pertanyaannya tidak substansi ", begitu katanya.

Nah bisakah anda semua pembaca blog ini memberikan sedikit gambaran, bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang punya makna substansi itu???

Dalam kebingungan

Saturday, 13 March 2010

Malaikat Sony


-->
Malam ini saya mengawali Hari Klasikal dengan bercerita tentang Abu Nawas yang diundang oleh panitia mesjid untuk mengisi ceramah. Tapi yang akan saya ceritakan pada anda bukanlah tentang Abu Nawas, melainkan sesuatu yang membuat seluruh santri malam itu tertawa terpingkal-pingkal.
Saya melanjutkan dengan mengajak semua anak untuk menyanyikan lagu Malaikat yang dipopulerkan oleh Raihan.
Mari mengenal 10 malaikat
Dicipta Allah daripada cahaya
Ianya juga rukun iman kedua
Mari bersama kita hafal namanya
Jibril, Mikail, Ridwan, Malik
Munkar, Nankir, Raqib, Atid
Izroil, Isrofil semuanya
Sepuluh malaikat kita hapal namanya
Kemudian mereka mulai grasa grusu. Ada yang mulai ngobrol lagi dengan teman di sebelah, ada yang usil dengan mencoel teman di depan belakang kiri kanan atas bawah ( wah kayak setan dong ).
            ” Sebutkan satu nama malaikat yang kamu tahu ”, kata saya sambil menunjuk salah satu santri yang langsung mematung, entah karena takut dengan saya atau karena mikirin jawaban yang saya minta.
            ” Jibril ”
            ” Bagus, apa lagi? ” tunjuk saya pada santri lain.
            ” Mikail ”
            ” Ridwan ”
            ” Raqib ”
            ” Atid ”
            ” Munkar Nankir ” jawab salah seorang santri lagi sementara temannya yang lain bersiap dengan jawaban mereka. Di saat yang sama saya melihat seorang santri yang ternyata dari tadi sama sekali tidak memperhatikan saya.
Sambil menyipitkan mata dan bibir dibentuk sedemikian rupa ( anda tidak akan bisa membayangkan seperti apa rupa saya ) saya langsung mengarahkan perhatian semua santri kepadanya dengan berkata, ” Kamu? ”
            Terkejut bukan main dia. Terperanjat dan matanya jadi besar ( bukan melotot ).
            ” Sony! ”
            ” Hahahahahahahahahahahahahahahahahaha...........!!! ” meledaklah tawa di kelas itu saat dia menyebutkan namanya sendiri. Saya yang awalnya berniat untuk marah harus mengurungkan niat karena bibir saya tidak bisa diajak kompromi untuk tidak tertawa. Dia yang ditertawakan hanya bisa bengong bingung tanpa tahu kenapa anak-anak tertawa sampai-sampai saya kewalahan untuk menenangkan mereka kembali.
            Bagi saya, Hari Klasikal kali ini benar-benar membuat saya terkesan. Saat saya harus mengingat kembali wajah polos Sony ketika saya bertanya nama malaikat dan ia menjawab namanya sendiri, senyum geli tak bisa lepas dari wajah saya.

Tanjungpinang, 12 Maret 2010

Friday, 5 March 2010

Sekolahku




Awalnya begitu penasaran

Setelah dirasakan,

Kok waktu berjalan perlahan?

Sudah mulai bosan dengan rutinitas harian...

Pagi persiapan,

siang hadapi pelajaran,

sore jalan-jalan

malam pacaran...


Hmmmm....

Tapi ini saatnya membuat kenangan

Walau sekolahku papan

bocor ketika hujan

Aku harus tetap bertahan

Demi memperjuangkan masa depan

Karna aku adalah generasi harapan...

Tuesday, 2 March 2010

Ismeth for Kepri




Pak Ismeth kena cekal

wah bisa-bisa pilkada batal

beberapa partai ga mau calonnya gagal

sekarang rame-rame nyari lagi calon tunggal

kadang politik bikin kesal

tapi ga bisa nyangkal

klo politik juga bikin kantong sintal


Pak Ismeth mesti banyak sabar

walau banyak yang nyecar

tapi ibu-ibu taklim tetap semangatin beliau buat tegar

semua gara-gara damkar

apa itu benar???

gubernur kami yang tidak kekar

tapi segar

harus tidur dibalik pagar

ups, bukan sembarang pagar


kehidupan emang keras

dari yang tadinya berkalung emas

tiba-tiba sekarang mesti harap-harap cemas

lalu tidur tanpa alas

di lantai yang keras dan ruangan terbatas


dukungan rakyat kepri

akan terus membanjiri,

selama tidak ada yang iri

tapi, kami harus disodorkan bukti

agar doa kami

dikabulkan oleh ilahi rabbi

Monday, 1 March 2010

Horcrux - Horcrux Milik Voldemort



Well, ini adalah adalah sedikt catatan mengenai buku terakhir Harry Potter yang sangat fenomenal. Walupun sudah lama diterbitkan, sekitar bulan Januari 2008 lalu, namun membacanya ulang tidak akan menimbulkan kebosanan ( halah !! ).

Inti dari Deathly Hallows adala penghancuran 7 horcrux milik Voldemort, yang merupakan cabikan jiwa-jiwanya. Ini merupakan satu-satunya jalan yang mesti dilakukan oleh Potter dan kawan-kawan untuk menghabisi Lord Voldemort.

Adapun ketujuh horcrux tersebut ialah :
  • Cincin Marvolo Gaunt yang notabene adalah kakek Tom Marvolo Riddle alias Voldemort. Cincin ini berhasil dihancurkan oleh Dumbledore dengan menggunakan pedang Gryffindor.
  • Liontin yang sebelumnya disembunyikan di dalam baskom di sebuah pulau ( baca buku 6 ). Pada awalnya liontin ini dicuri oleh Regulus Black, adik Sirius Black, mantan palahap maut. Dihancurkan dengan pedang juga.Saya rasa perjalanan penghancuran yang paling panjang adalah liontin ini. Simbang deh, karena liontin ini jugalah yang mengakibatkan kematian Dumbledore di buku 6. Namun ternyata diakhir cerita ditulis bahwa umur Dumbledore emang udah ga panjang akibat kutukan cincin Marvolo.
  • Buku harian Tom Riddle ( baca seri 2 ). Horcrux ini hancur karena ditusuk dengan taring Basilisk yang punya bisa mematikan.
  • Piala mungil milik Helga Hufflepuff.
  • Diadem Ravenclaw yang sudah lama hilang. Hancur oleh api kutukan yang dibuat Crabbe saat mereka, Malfoy danGoyle, bertarung dalam Kamar Kbutuhan tempat semua benda disembunyikan.
  • Nagini, ular besar yang ngekor Voldemort ke mana-mana yang belakangan diberi mantra pelindung oleh Voldy. Tapi karena lengah akhirnya mantranya lepas dan ularnya ditebas oleh Neville Longbottom pake pedang Gryffindor.
  • Dan inilah yang paling mengejutkan. Harry Potter ternyata adalah horcrux terakhir yang tidak sengaja dibuat oleh Voldemort saat ia berusaha membunuh Harry Potter ketika ia berusia satu tahun.

Thursday, 25 February 2010

Sebuah Catatan dalam Diskusi


Diskusi kali ini sebenarnya membahas tentang empat hal yang menghambat seseorang dalam menggapai cita-citanya. Salah satu hal tersebut adalah virus merah jambu yang langsung disertai reaksi memerahnya wajah peserta diskusi dan tersipu malu.
Berikut sedikit dialog dalam diskusi tersebut:

  1. Kak, saya pernah suka sama seseorang padahal awalnya benci sekali. Begitu saya tahu saya menyukainya, saya berkorban buat dia. Contohnya waktu dia ada tugas, saya berusaha agar tugasnya selesai, padahal tugas saya ja belum kelar.

Tanggapan :
      Hmmm memang begitulah sifat perempuan. Saat ia menyukai ( mencintai ) seorang laki-laki, ia akan menyerahkan seluruh hidupnya ( mungkin agak berlebihan, maksudnya melakukan apa saja) untuk laki-laki tersebut. Tapi tidak demikian halnya dengan laki-laki.

2. Saya kembali menyampaikan apa yang juga telah disampaikan oleh seorang ustadzah dalam suatu majelis :
” Laki-laki, saat ini ia merayu kita, mengatakan betapa pentingnya kita bagi dia, tidak ada jaminan dalam sedetik kemudian ia tidak melancarkan rayuan yang sama atau bahkan lebih romantis kepada perempuan lain. ”
Hmmm jadi seperti inilah laki-laki. Jadi jika saat ini kita sedang dimabuk kepayang dengan seorang laki-laki, berpikiran seperti ini tidak ada salahnya.

Tanggapan :
Bukankah dengan begitu kita menjadi su’udzon?
Nah, bagaimanakah tanggapan anda tentang pendapat ini?


Saat Praktek Biologi



Boleh dong sekali-kali ingat2 masa SMA dulu.

Nah foto ini bikin ketawa sendiri. Ini adalah saat-saat praktek Biologi. Kayaknya lagi neliti sel daun. Duh, daun aja diteliti selnya.

Setelah penelitian ( duh gaya betul bahsanya ), di kelas mulailah ngrumpi. Maklum waktu itu jelang Ujian Akhir Nasional jadi guru banyak yang ga ngajar. Pikirnya mungkin biar kami belajar kali ya. Tapi kesempatan ini diambil untuk ngrumpi, main judi ( ohoi, yang ini cuma maenan ), lari-lari, ujung-ujungnya kantin.

Di tengah asiknya ngerumpi, muncullah foto ini.
Hahaha....entah siapa yang ngambil, tapi TOP BGT. Mantap!!!!!!

Yang ada di dalam foto ini jangan marah yaaaa

Buat yang baca, hehehe....ga usah disebutin ya orang nya

Wednesday, 24 February 2010

Al Bina


Dari kiri ke kanan :
Andi Mochammad Gerhan Firzha, Pandu Fathul Huda, Afry Saputra, Selta Ferzia, Adinda, Nabila Farhannah......

Angkatan pertama yang kami didik selama setahun penuh dengan penuh kasih sayang, kasih ibu, kasih kakak, kasih duit ( yang terakhir tidak ).
Penampilan pertama untuk Tari Persembahan. Hasil latihan Ummi Tami. Walupun hasilnya tidak begitu bagus, namun kami puas dengan penampilan anak-anak ini.

Kelas TK B yang berjumlah 40 murid merupakan kelas yang menjengkelkan pada awalnya, menyenangkan di tengahnya dan menyayangi di akhirnya.

Kesal saat tak ada yang mau mendengar kami berbicara di depan kelas
Jengkel saat mereka lebih memilih untuk bercerita dengan teman di sebelah ketimbang di depan kelas
Menyesal setelah kami marah, yang seharusnya tidak pantas kami lakukan
Sedih saat hari wisuda telah datang
Senang saat mereka sudah bisa membaca

Rindu ingin kembali ke TK
Pergi pagi-pagi menunggu murid di depan pagar
Begitu datang " Assalamu'alaikum.... "
Pujian dan senyuman dilemparkan pada mereka
Bahkan tak hanya anak-anak polos itu, tapi juga para orang tuanya

Klasikal pagi begitu mengasikkan
Hmmmm.....


Monday, 22 February 2010

Catatan Lagi Buyar

Mata nanar
Telinga mendengar
Hati di luar
Ceritanya tentang syiar
Bapaknya berkoar-koar
Berusaha agar materinya kelar
Padahal udah hampir ashar
Baru juga mau cerita tentang perang Badar
Waktu memang tak bisa ditawar
Seharusnya materi udah kelar
Tiba-tiba kak hendry bilang : Allahu akbar!!

Dari wajah yang berujar
Anak Batam udah pengen berlayar
dari tadi konsentrasi udah buyar
Ganti-gantian izin keluar
Ambil wudhu biar segar bugar

Saturday, 20 February 2010

Akhirnya !!!!!!

Bisa juga!!!

Niatan awal mau pindah kos, eh ternyata ibu kosnya nahan nih

hihihihihi.....

Komentar sekarang sudah bisa diaktifkan

Hmmm, maaf kayaknya kemarin ini blog lagi nge fans sama Desy Ratnasari

No comment!!

Wednesday, 17 February 2010

Catatan Susah

Sebulan penuh, keluyuran tak tentu arah, 

syukur2 tak kena marah, 

mencoba menatap langit cerah, 

yang ada mata jadi merah, 

duh parah..... 

Sampai - sampai lupa hapalan surah, 

mungkin hati lagi gerah,

maunya menyerah, 

ups!!!

payah....

coba

........................

.......................

Catatan Tanpa Isi

hmmmmmm........