Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 31 July 2014

Lucahnya Warkop DKI

      No comments   
Dono Kasino dan Indro atau yang lebih sering disingkat DKI memang legenda lawak di Indonesia. Meski kedua personilnya sudah meninggal, tapi film - film mereka tetap dikenang dan diputar di televisi. 

Meski demikian saya punya pendapat bahwa beberapa adegan di film - film ini sungguh tak layan tonton terutama bagi anak - anak. Well, bukan berarti orang dewasa dengan bebas menontonnya hanya karena sudah berusia 18 tahun ke atas. 

Ketika itu saya bersama rombongan akan berangkat menuju Batam dari Tanjungpinang. Kami berangkat sore dengan menggunakan kapal ferry untuk menghadiri sebuah agenda jelang pemilu lalu. Rombongan terdiri dari 4 bapak - bapak dan 2 perempuan termasuk saya. 

Nah, seperti biasa di dalam kapal saya dengan teman perempuan satunya lagi memilih duduk agak jauh dari bapak - bapak. Biar sama sama nyaman. Mereka mengambil kursi deretan keempat dari depan. Sementara kami 6 kursi di seberangnya. Saat itu di layar tivi kapal sedang diputar salah satu film Warkop DKI. 

Karena akhir pekan, penumpang lebih ramai dari biasanya. Ketua rombongan memanggil kami agar duduk di belakang kursi mereka, supaya ga kejauhan kalo mau pesan sesuatu. Ya sudah saya dan teman bergerak. 

Di saat itulah kami baru menyadari tayangan yang diputar di layar tivi. Astaghfirullah sungguh tak layak diputar di tempat umum seperti itu. 

Salah satu adegan di film Warkop DKI dengan para perempuan yang hanya menggunakan bra dan celana dalam sedang berjoget - joget di tepi pantai. Adegan ini bukan hanya satu atau dua menit, mungkin kira - kira 15 menit sejak kami masuk ke kapal dan mencari tempat duduk hingga disuruh pindah. Ketika sudah duduk pun adegan masih berlangsung. 

Masya Allah entah siapa yang berani memutar tayangan tersebut. Entah dia tidak tahu atau memang sengaja, semoga Allah memberi hidayah pdanya. Di dalam kapal bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak - anak. Menyuguhkan hal itu bukanlah hal yang pantas. 

Ingin sekali saat itu untuk protes pada kapten kapal, tapi sepertinya salah satu bapak - bapak sudah melakukannya. 

Hal inilah yang membuat saya kurang respek pada Warkop DKI. Dalam pikiran saya, bagaimana almarhum Dono dan Kasino mempertanggungjawabkan apa yang mereka perbuat di alam sana? Semoga mereka mendapat ampunan dari Allah SWT serta terus ada doa yang terkirim dari anak - anak dan istri mereka berdua untuk menerangi kuburnya. 

Wallahu'alam semoga kita terhindar dari hal - hal yang tidak bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment