Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 23 July 2014

Pesantren Ramadhan Ceria bersama KAMMI di Numbing

 ,      No comments   
Alhamdulillah di minggu ketiga bulan Ramadhan tahun ini saya dapat kesempatan untuk pergi ke Numbing bersama teman - teman PW KAMMI Kepri untuk mengadakan kegiatan pesantren di sana. Setelah sebelumnya di minggu kedua saya dapat semangat menghafal Al Quran dari pesantren rumah tahfidz. Maka sebagaimana yang Allah firmankan dalam surah Ar Rahman "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan

Numbing adalah salah satu pulau kecil di sekitar pulau Bintan, Kepulauan Riau. Sayang saya belum dapat informasi yang lebih, yang saya tahu termasuk dalam kecamatan Bintan Pesisir, mohon maaf jika salah info. Di Polindes (Pondok Bersalin Desa) tempat kami menginap ada peta sederhana yang menunjukkan kondisi pulau. Kami berada di Dusun III pulau Numbing yang terletak di depan Pulau Gin Besar. 

Sebelumnya saya sudah pernah ke Numbing, tepatnya di Pulau Gin Besar untuk mengunjungi salah satu teman kami yang ayahnya meninggal. Pengalaman yang sangat mengesankan ketika itu saat saya pergi bersama Usup, Hatta, Yasril, Wira dan Apriandi. Menunggu pompong lewat hingga akhirnya memutuskan untuk menyewa pompong malam itu juga agar kami bisa pulang karena besoknya Hatta ujian. 

Awalnya kami tak tahu kalo ternyata jadwal pompong hanya sehari sekali. Jam 7 pagi dari Numbing ke Kijang dan terakhir adalah jam 12 siang dari Kijang ke Numbing.

KOndisi Numbing tempat kami mengadakan kegiatan ini sungguh memperihatinkan. Saya dengar di pulau ini mereka sangat kekurangan tenaga guru mengaji padahal masyarakatnya sangat membutuhkan. Ustadz pun hanya satu orang yang bertugas mengisi kultum Ramadhan. Belum lagi kondisi listrik yang hanya hidup dari pukul 18.00 - 22.00 WIB. Alhasil di atas jam 10 malam pulau ini sudah tak bercahaya kecuali beberapa rumah yang memiliki fasilitas genset. 

Tentu dengan kondisi seperti ini pemahaman masyarakat mengenai agama sangat kurang sehingga aktivitas sholat menjadi sesuatu yang aneh bagi sebagiannya. 

Kami berangkat hari Jumat pagi dan pulang minggu sore dengan menggunakan pompong yang ukurannya lebih besar dari pompong yang biasa kami gunakan untuk ke Pulau Penyengat. Ngobrol - ngobrol dengan bapak pompong harga pompong begitu bisa mencapai 30 juta rupiah. Wowwww sungguh mahal ditambah dengan solar yang mereka gunakan. Perjalanan kami tempuh dalam waktu satu jam sambil menahan nafas jika pompong terlalu oleh ke kiri dan ke kanan.

Di Numbing selama tiga hari itu ada beberapa kegiatan yang kami lakukan yaitu pesantren Ramadhan dan perlombaan untuk anak - anak, ta'lim ibu - ibu, buka puasa bersama dan penyampaian amanah dari para donatur dalam bentuk sembako kepada masyarakat yang layak membutuhkannya. 

Pesantren Ramadhan kami laksanakan hari Sabtu dari pagi hingga sore dengan kami panitia sebagai pengisi acara. Cukup melelahkan terutama dengan kondisi anak - anak yang saya sendiri kehabisan akal untuk mengendalikannya. Acara kami isi dengan memberikan penjelasan kepada anak - anak mengenai aqidah, ibadah dan akhlak. Tentu dengan selingan permainan dan cerita menarik dari masing masing pengisi acara. Saya berharap apa yang kami sampaikan mampu tersimpan dalam memori mereka. 

Taklim ibu - ibu kami adakan di sore Sabtu itu. Awalnya agak pesimis akan banyak ibu - ibu yang hadir karena menurut mereka ini adalah waktunya para ibu membuat kue di rumahnya. Tapi Allah selalu memilihkan yang terbaik. Meski tak banyak tapi para ibu ini cukup antusias dengan Kak Kimi yang ditugaskan untuk mengisi sore itu. 

Sementara mesjid digunakan untuk taklim para ibu, anak - anak di arahkan mentoring dengan teman - teman KAMMI yang sudah ditunjuk dalam rapat kordinasi. Untuk lokasi mentoring diserahkan pada mentor. Ada yang memilih untuk mentoring di kuburan (karena memang lokasi kuburan dekat sekali dengan mesjid dan rumah penduduk), di bawah pohon dan di atas sampan penduduk. 

Esoknya di hari Minggu kami mengadakan perlombaan untuk anak - anak di antaranya lomba azan, membaca surah pendek, lomba membaca doa sehari - hari (bukan seharian ya hhehe) dan lomba dai/ah. Alhamdulillah terlaksana dengan baik. 

Sembako dibagikan di acara penutupan kepada masyarakat yang layak menerimanya. Semoga harta yang dkeluarkan para donatur mendapat balasan dari Allah SWT dan dilipatgandakan rezekinya. Seperti kata Kak Ramli, kami ke sana hanyalah penyampai amanah para donatur.

Satu hal kocak saat acara penutupan yang dilakukan Adrian yang saat itu bertugas jadi MC. Di akhir acara ingin menutup dengan pantun, apa lah daya dia lupa dengan isinya
"Masyarakat Numbing orangnya ramah....(terdiam) duh saya lupa, ga jadilah" 
Hahahah kontan yang di dala mesjid langsung tertawa. Ada ada saja :) 

Ba'da ashar kami bersiap untuk kembali ke Tanjungpinang. Sbeelumnya kami pamit ke warga. Ah sedih juga meninggalkan Nenek Satimah yang kembali sendiri. Beliau menangis saat Kak Ramli dan rombongan ikhwan datang ke rumah. Para akhwat pun tak bisa menahan air mata, ikut ingat pada keluarga yang di kampung juga. Kami juga pamit pada pak RT dan istri serta Atok tempat ngumpulnya Yasril dkk. Juga ibu di rumah kuning tempat menumpang mandinya para akhwat.
di rumah Atok

Perjalanan pulang rupanya agak lebih ektrim daripada ketika kami datang. Ombaknya lebih besar sehingga pompong yang kami naiki bergoyang lebih dahsyat hingga teman teman yang duduk di belakang basah kuyup. Zeey, Kak Kimi dan Isti harus menahan untuk tak duduk selama beberapa menit hingga kami masuk ke daerah laut tenang. 

Alhamdulillah pukul 17.30 WIB kami sampai di pelabuhan dekat Barek Motor, Kijang. Saya pikir Rian tak datang rupanya sudah stand by. Kami pun menuju taman kota Kijang untuk buka puasa bersama. EH iya mesjid nya sudah jadi. ALhamdulillah karena terakhir kali berkunjung mesjid ini masih dalam tahap pembangunan. Sekarang meski belum selesai semua tapi sudah bisa digunakan untuk sholat. 

Jelang azan Isya kami pun membubarkan diri. Karena saya, Rafika, Fatma dan Kak Ramli tidak bawa motor, kami diantar oleh Rian ke Tanjungpinang. Kata Rian biasanya dia ke Tanjungpinang dalam waktu tiga menit. Oalaaaah ini saya salah dengar atau gimana. Ga kebayang berapa kecepatan, tapi berhubung ini malam mobil pun dikendarai dengan normal hahaha.... 

Pukul 20.00 WIB kami sampai di sekretariat KAMMI di sebelah swalayan PInang Kencana. Semoga kegiatan yang kami lakukan mendapat ridho dari Allah SWT. 

Berikut personil KAMMI yang ikut ke Numbing 
Ikhwan : 
1. Ramli Muasmara 
2. M. Heryandi
3. Yasril
4. Wira Rikho Sandhi
5. M. Hatta
6. Alek Riyadi
7. Adrian
8. Rian Hidayat
9. Deni Triyanto 
10. Wendy Purnomo

Akhwat :
1. Kimiatis Sa'adah
2. Hadijah
3. Zulfahriani
4. Nurul Azizah
5. Fatmawati
6. Rafika Afriyanti
7. Nusantari 
8. Istiawati Susalli

0 comments:

Post a Comment