Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Friday, 25 July 2014

Ga Cuma Marshanda

      No comments   
Waaaah pada heboh ya di dunia maya soal Marshanda yang lepas jilbab dengan mengunggah beberapa foto dan videonya tanpa jilbab. Namanya juga artis papan atas ya ga lucu juga klo soal beginian ga bisa bikin heboh penghuni dunia maya seluruh Indonesia. Sayangnya kehebohan kali ini rada lebay. DI instagram Marshanda sendiri banyak banget komentar pedas yang sama sekali ga dibalas sama pemilik akun hehehe kasian. Malah pada kelahi dengan akun yang lain.

Nah, tiap orang punya sikap beda - beda dengan isu kali ini. Meski belum jadi trending topic di twitter, tapi yaa dengan melihat jumlah komenan di instagram dan media sosial lainnya, banyak pihak yang memberi perhatian toh. Termasuk saya.

Awalnya hanya mengamati perkembangan, ga terlalu baca berita, paling judul doang. Berkali - kali ngecek instagram barangkali ada foto terbaru yang diupload. Males sih mau buka video, sayang aja ama kuotanya hehehe Di twitter malah pedas pedas juga komenannya. Ada satu akun yang lumayan getol ngomentarin sampe bawa - bawa ketek mamaknya -_-

Di sini aku mau bilang agak ga pantes aja sih kita kasih komentar yang pedas - pedas soal perubahan seseorang. Bukannya mau ngebelain Marshanda yang sekarang lebih dikenal sebagai artis labil, tapi aku sedikit mencoba untuk bersikap menengah.

Gini, soal jilbab itu kan emang udah perintah wajib dari sono nya ya, dari Al Quran. Perintah Allah itu cuma bisa dikerjain kalo ada hidayah, ada iman atau keyakinan dalam diri. Kalo ga ada ya ga bisa. Jilbab gitu juga, mungkin sebagian orang akan pake karena terpaksa pada awalnya, tapi lama kelamaan kesadaran bahwa jilbab itu suatu perintah, suatu kebutuhan buat perempuan akan muncul.

Dari kasus Marshanda ini aku mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Bukan pada Marshandanya, karena fenomena beginian ga cuma Marshanda yang ngalamin. Ada banyak perempuan berjilbab yang kemudian sekarang pake jilbab lagi. Atau yang dulunya pake jilbab gede sekarang jilbabnya udah sukses diet alias makin kecil.

Terlepas dari itu semua, hidayah itu milik Allah, hak prerogatif. Kita sih cuma bisa berusaha, yang kasih keputusan, kebijakan Allah juga toh. Orang yang hari ini baik belum tentu akan baik seterusnya sampe ajal menjemput. Kayak cerita pendeta Al Bishri yang beribadah sepanjang hidupnya tapi harus mati dalam keadaan tidak beriman hanya karena takut mati. Tapi belum tentu juga orang yang hari ini kita lihat berbuat kerusakan, kemaksiatan dan keburukan akan begitu seterusnya sampe mati. Bisa jadi di masa depan dia adalah orang yang punya ilmu dan amal yang lebih baik dari kita kan. Kalo yang beginian sih contohnya banyak. Mulai dari Umar bin Khattab sampe cerita pelacur yang masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing.

So, soal Marshanda ini mudah - mudahan kita ga berlebihan nge judge doi. Kasihan juga kan, mungkin dia sedang melewati tahap hidup yang keras sehingga bikin keputusan yang salah. Lebih baik mendoakan supaya dia kembali ke jalan yang benar. Emang sih bagi sebagian kita mikirnya dianya labil, padahal seorang ibu, motivator pula. Lho, tapi itu bukan jaminan kan buat seseorang untuk ga buat keputusan yang salah?

Ya muqollibal quluub tsabbits qolbi 'alaa diinika wa laa tho'atik
Wahai Dzat yang maha membolak balikkan hati, tetapkan aku dalam agamaMu dan dalam ketaatan kepadaMu

0 comments:

Post a Comment