Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 3 January 2013

KAMMI Kepri Sosialisasikan Manhaj Kaderisasi

TANJUNGPINANG - Jelang akhir tahun, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI)  Kepulauan Riau menggelar sosialisasi Manhaj Kaderisasi KAMMI yang dihadiri oleh puluhan kader KAMMI pada Minggu (30/12).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan Manhaj Kaderisasi KAMMI dengan tujuan agar para kader memahami arah pergerakan melalui pedoman yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI. 

"Manhaj ini merupakan panduan bagi kader KAMMI untuk mencapai Indeks Jati Diri Kader (IJDK) dalam rangka mewujudkan visi dan misi KAMMI serta tagline Muslim Negarawan." ujar Ivan Irifandi, Ketua Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Kepri. 

Manhaj ini telah mencakup seluruh aspek pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui manhaj tersebut, kader mampu menyeimbangkan seluruh potensi yang ada di dirinya sehingga mampu menjadi model manusia muslim abad ini. 

Ada sepuluh hal yang menjadi titik poin dalam peningkatan kapasitas kader KAMMI yaitu aspek aqidah, fikrah dan manhaj perjuangan, akhlaq, ibadah, tsaqofah keislaman, wawasan ke-Indonesia-an, kepakaran dan profesionalitas, kemampuan sosial politik, pergerakan dan kepemimpinan serta pengembangan diri.

Untuk mencapai standar IJDK, kader KAMMI diharapkan dapat mengikuti seluruh proses yang ada. Pertama, madrasah KAMMI yang wajib diikuti oleh setiap kader tepat setelah Dauroh Marhalah 1 sebagai gerbang utama pengkaderan. Kedua manhaj tugas baca (mantuba) di mana kader wajib untuk membaca buku - buku yang telah direkomendasikan. Ketiga, silaturahim tokoh yang dilaksanakan secara berkelompok dengan topik yang berbeda setiap tokohnya. Keempat malam bina iman dan takwa (mabit. Kelima, dauroh atau training yang menambah skill kader di bidang yang ia minati. Keenam, junior camp, yaitu kegiatan berkemah yang lebih fokus untuk melatih fisik kader. Terakhir, pengkaryaan kader di mana para kader akan ditempatkan di organisasi - organisasi yang ada di kampus sesuai dengan minat dan bakat agar kemampuan tersebut terasah.

"Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berkenan untuk mengkaji apa yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI sebagai bahan rujukan kurikulum yang mudah - mudahan dapat diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau. " tutupnya.

0 comments:

Post a Comment