Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Friday, 20 August 2010

Catatan Kecil Mentoring Kepenulisan : Mengorganisasikan Kata dalam Tulisan

      No comments   
Mengikuti mentoring kepenulisan berarti memaksimalkan diri untuk menulis lebih banyak dari yang pernah dilakukan orang lain. Menulis lebih sering daripada biasanya. Menulis menurut pakarnya adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, mudah, murah meriah namun menghasilkan.
Menyenangkan artinya kita bebasa berekspresi dengan apa yang kita pikirkan, menuangkan buah pikiran dalam bentuk kata – kata yang akan dibaca oleh orang lain dan ketika tulisan itu bagus, tentunya apresiasi akan diberikan kepada si penulis.

Seorang teman penulis ketika ia minta diajari menulis kepada seorang temannya, maka temannya itu pun berkata, “ Menulis itu mudah. Ambil pena, ambil kertas, letakkan di depan dan mulailah menulis. Atau duduklah di depan laptop atau komputer kemudian buka ms. Word dan mulailah mengetik “.
Sekilas itu adalah lelucon, namun ia adalah kebenaran. Menulis sangatlah mudah ketika kita tahu apa yang akan kita tulis, tujuan dari tulisan tesebut dan siapa sasaran pembaca kita.

Menulis juga tidak memerlukan modal yang besar karena tulisan hanyalah rankaian kata – kata yang berasal dari pikiran kita. Tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk menulis. Kemudian menulis itu menghasilkan. Helvy Tiana Rossa dalam bukunya Menulis Bisa Bikin Kaya menerangkan bahwa arti kaya di sini sangatlah luas. Kaya tidak hanya diartikan sebagai berlimpah materinya yang kita dapatkan dari menulis, namun lebih daripada itu. Mulailah menulis dengan niat yang lurus bahwa apa yang ditulis merupakan sesuatu yang dianggap benar dan perlu disampaikan kepada semua orang. Dari sinilah keberkahan menulis akan menghampiri. Dengan begitu kaya yang dimaksudkan tak hanya sebatas kaya secara materi.

Seseorang yang berhasil menulis dengan baik dan benar, artinya ia telah mampu untuk mengorganisasikan buah pikirannya dalam bentuk kata – kata. Orang yang gemar menulis dapat dipastikan bahwa ia adalah orang yang cerdas. Timbullah pertanyaan, jika demikian bagaimana agar kita mudah untuk menyusun kata – kata agar ia membentuk sebuah tulisan yang apik?

Dalam mentoring kepenulisan ini dijelaskan beberapa cara agar kata – kata yang kita punya dapat diolah yang selanjutnya menjadi sebuah tulisan yang bagus. Pertama, hobi membaca buku. Dari manakah kita mendapatkan kata – kata? Tentunya buku adalah salah satu sumber yang paling besar. Kita tak hanya mengandalkan pendengaran kita untuk mendapatkan kata – kata baru. Dengan membaca buku kita juga belajar bagaimana struktur kalimat – kalimat yang terdapat dalam buku tersebut sehingga dapat menjadi bahan referensi bagi tulisan kita. Membaca buku juga akan menambah luasnya wawasan kita sehingga tulisan yang kita hasilkan juga bermutu dan sarat dengan nilai ilmu pengetahuan.

Kedua, membaca alam. Belajar tak hanya melalui buku, alam juga dapat dijadikan guru. Bahkan banyak orang – orang terdahulu yang hanya belajar melalui alam. Dengan membaca alam seseorang akan lebih mampu memaknai apa yang ia tulis.

Ketiga suka berkorespondensi. Korespondensi sering diartikan sebagai kegiatan surat menyurat yang sering penulis lakukan ketika masih duduk di bangku SMP. Membalas surat dari sahabat pena akan menuntut kita untuk bisa menuliskan apa yang akan kita sampaikan kepadanya. Meskipun isi surat pada awalnya hanyalah berupa cerita, tetapi ini sangat membantu dalam penyusunan dan pemilihan kata. Di era digital saat ini, surat menyurat dapat dilakukan melalui email (electronic mail ). Cara ini hamper sama bahkan lebih mudah karena tidak perlu menunggu dalam waktu yang cukup lama agar apa yang kita tulis sampai pada orang yang dituju.

Keempat, memiliki buku harian. Banyak penulis terkenal mulai menulis di buku hariannya. Kebebasan berekspresi dapat dituangkan dalam buku harian tanpa mempedulikan kaedah – kaedah bahasa. Yang penting adalah bagaimana kita menuliskan perasaan kita ke dalam tulisan, di mana ianya mebutuhkan proses. Ketika telah terlatih menulis di buku harian maka aka nada peubahan – perubahan dalam gaya menulis, baik secara bahasa maupun yang lainnya. Tentu kea rah yang lebih baik.

Kelima, suka berdiskusi. Berdiskusi artinya membahas suatu permasalahan secara bersama – sama di mana di dalamnya terjadi interaksi antar peserta. Menulis akan menjadi mudah ketika seseorang senang berdiskusi karena dengan demikian pemahamannya akan sesuatu akan lebih dalam dan membantunya dalam menyusun kata – kata.

Cobalah beberapa cara di atas agar penyusunan kata – kata kita lebih baik daripada sebelumnya. Menyusun kata – kata memang bukan hal yang mudah, namun berlatih agar kata – kata tersusun dengan baik perlu untuk dicoba.

0 comments:

Post a Comment