Tuesday, 24 November 2015

Menikah dan Mentoring

Pernikahan Fitri dan Erpa



Ewww baca judulnya berasa galau sebelah. Mohon maaf buat teman-teman yang belum menikah, tidak bermaksud untuk bikin baperan. Saya hanya ingin menghubungkan satu hal yang paling penting dalam kehidupan pernikahan yang ternyata juga sama pentingnya ketika kita mentoring, yaitu KEHADIRAN. 

Untuk diketahui bersama saya juga baru menikah beberapa bulan, itu pun dijalani seadanya karena kondisi saya yang belum menyelesaikan kuliah memaksa kami untuk berpisah selama beberapa bulan. Di awal pernikahan saya sempat ikut suami ke Jogjakarta dan menetap di sana selama satu bulan. Waktu yang sebentar untuk pasangan baru seperti kami. Setelah itu kami menjalani pernikahan jarak jauh alias long distance marriage hampir selama tiga bulan. 

Memang sangat berat menjalaninya di awal bahkan hingga saat saya menuliskan tulisan ini. Eh btw kenapa bahasanya jadi baku ala EYD gitu ya hehehe.... Bawaan galau kali xixixi. 

Cukup berat juga ber-LDM-an ini. Saya di Tanjungpinang dan dia di Jogjakarta kemudian pindah ke Bandung. Selain jarak yang jauh yang ga memungkinkan untuk bolak balik meski cuma sebulan sekali, saya juga harus menghadapi kendala cara berkomunikasi dengan suami. 

Yaa maklum baru sebulan kenalan ga membuat saya mengenal betul siapa bang Rio. Pernikahan kami ga diawali dengan pacaran sehingga komunikasi sebelum nikah ya seadanya, benar-benar irit. Ditambah lagi ketika itu persiapan pernikahan juga dilakukan jarak jauh ckckkck.... Jadilah kendala awal adalah cara komunikasi, waktu komunikasi dan segala macam soal komunikasi. Klise banget tapi asli bikin galau. Sampe sampe saya bilang, duh seumur-umur engga pernah digalauin masalah beginian, eeh setelah nikah dibikin ribet gegara ini doang -___-

Kembali ke tujuan awal tulisan ini dibuat. Saya menyadari bahwa hal paling penting dalam hubungan dengan manusia, khususnya dengan pasangan adalah kehadirannya. Ketika kami bertemu September lalu, saya menyadari bahwa dibalik sikap cueknya selama LDM-an itu sebenarnya ia pun menyimpan kerinduan yang sama seperti yang saya rasakan. Hanya saja hal itu tak bisa terekspresikan lewat telp, bbm atau media komunikasi lainnya. 

Pertemuan akan menimbulkan interaksi antara manusia, baik lisan maupun bahasa tubuh. Ketika berjauhan mungkin ada banyak prasangka namun ketika bertemu semua hal bisa dibicarakan dengan baik. Menjadikan segala sesuatunya menyenangkan. 

Nah terkait dengan mentoring saya menemukan bahwa dalam sebuah proses mentoring hal utama yang harus diperhatikan adalah kehadiran kita dalam setiap pertemuan. 

Mentoring adalah proses belajar. Ia seperti sekolah yang mengharapkan kehadiran siswa di setiap pertemuan agar tak ada pelajaran yang tertinggal. Kita adalah murid guru bukan murid buku. Sebanyak apa pun buku yang kita baca, tetap saja belajar dari guru menjadi suatu hal yang tak tergantikan. 

Sebagai mentor saya termasuk yang cerewet soal kehadiran peserta mentoring. Meski tak terungkapkan secara eksplisit namun saya cukup menyayangkan ketidakhadiran peserta dalam pertemuan. 

Mentoring memang bukan sesuatu yang wajib untuk diikuti, seperti sekolah formal. Hanya pemerintah yang mewajibkan kita untuk belajar selama 12 tahun. Sebenarnya itu hanya pilihan, kewajiban kita yang sebenarnya adalah belajar. Hanya saja pemerintah menyediakan sekolah sebagai tempat untuk belajar. Begitu pula mentoring. 

Para aktivis kampus yang tergabung dalam organisasi dakwah di kampus juga tak memaksakan anggotanya untuk mengikuti proses mentoring meski ia merupakan sebuah kegiatan yang wajib diikuti. Belajar itu pilihan,, maka organisasi dakwah di kampus hanya menyediakan mentoring sebagai salah satu sarana untuk belajar. 

Saya tak ingin  berlama lama membahas ini, tak ingin pikiran kita jadi berputar putar. Yang ingin sekali saya sampaikan adalah kehadiran dalam mentoring merupakan sebuah hal yang utama. Hal yang sangat diperhatikan. 

Kita memang bisa menaikkan keimanan dengan usaha sendiri, namun akan lebih berarti ketika iman itu diusahakan bersama sama. Kita mampu sholat dhuha atau tahajud setiap hari, namun akan lebih terasa indah jika dilakukan bersama sama dalam kondisi saling memotivasi. 

Menghadirkan diri dalam lingkaran mentoring selama 1 hingga 2 jam memang butuh perjuangan dan pengorbanan, karena itu tak semua orang bisa mengikutinya hingga akhir. Tak hadir dalam mentoring berarti melewatkan kesempatan untuk duduk bersama untuk beriman sejenak. Melewatkan kesempatan turunnya rahmat Allah, ketenangan hati dan didoakan para malaikat. 

Ouch ya sudahlah saya minta maaf jika selama ini cukup cerewet soal kehadiran dalam mentoring. 

But, ingin saya sampaikan satu hal lagi. No need to be sad saat salah satu teman tidak lagi bersama sama dalam lingkaran mentoring karena alasan tertentu. One day, hati kecilnya akan merindukan saat saat berkumpul itu sebagai balasan  kerinduan kita akan kehadirannya dalam lingkaran. 

Well, menikah dan mentoring keduanya membutuhkan kehadiran. Selama terus bersama sama apa pun akan bisa dilewati. Meski ketika bersama sama banyak konflik yang terjadi namun itu lebih baik ketimbang tak bertemu dan menyendiri di tempat masing masing.

Mentoring memang bukan segala galanya, tapi segala-galanya berawal dari mentoring. Like a marriage. Banyak yang menjadi semakin lebih baik setelah menikah bukan?

Mari menikah dan mentoring :) 

*ups gubrakkk banget ajakan terakhirnya XD

Monday, 16 November 2015

Akhirnya Keguguran

Hmmmm lama ga update blog ini, apa kabar semuanyaaa....

Hampir dua bulan saya ga nyentuh kecuali dari hp, kurang puas sih kalo dari handphone.
Kali ini saya ingin mengabari bahwa kandungan saya tak bisa dipertahankan. Well, mungkin kami belum layak untuk dapat amanah besar itu.

Sabtu sore tanggal 20 September 2015 janin yang tak berkembang itu resmi keluar dari rahim saya. Sedih? Lebih tepatnya saya terkejut. Begini kronologis semua hal yang terjadi dalam waktu kurang dari satu minggu itu. Eitsss jangan bersedih ya bacanya, saya tetap ceria lohh....

Semingggu itu saya di rumah sepupu, Kak Adek, menemani dia dan anaknya karena bang Andri sang suami pindah kerja di Batam. Ga ada pekerjaan berat apa pun yang saya lakukan. Seharian hanya makan, tidur, nonton dan sesekali utak atik laptop. 

Di hari selasa siang saya menemukan ada flek coklat muda di celana dalam. Deg, apa ini. Tak seperti biasanya karena selama hamil ini celana dalam saya bersih. 

Begitu saya beritahu sepupu, sorenya saya sudah akan periksa ke dokter. Namun akhirnya saya batalkan karena membaca beberapa artikel. Memang di awal kehamilan biasanya akan ada flek yang menandakan penempelan janin ke dinding rahim. Leganya.... Saya ga jadi ke dokter. 

Besok paginya saya kembali dikejutkan bahwa flek coklat muda itu sudah berubah menjadi bercak coklat kemerahan. Persis seperti awal dan akhir kalo kita haid. Pikiran saya sudah tak menentu. Tapi saya masih belum periksa ke dokter. 

Sorenya saya pulang ke rumah. Melihat cucian yang belum dibilas saya pun segera membilasnya. Pekerjaan bilas membilas selesai jelang maghrib. 

Dan saat akan sholat maghrib I found ada sebercak darah. Deg!! Ini udah ga main main. Meski cuma sedikit tapi karena sudah darah saya mulai khawatir tingkat tinggi. 

Begitu sholat maghrib saya hanya bisa nangis tertahan takut ketahuan orang tua. Saat itu yang saya pikirkan hanya satu, bagaimana jika saya keguguran? 

Saya tak sanggup menghadapi bang Rio. Ingat pesannya ketika saya ngotot pergi ke Batam, "Kalo terjadi apa apa, abang marah ya". Oh no, saya tak tahan harus menghadapi kemarahan yang begitu saya takuti seumur hidup. Terbayang ketika suatu hari kami tak berteguran. Ga enak, sesak. 

Ingin sekali pergi ke dokter malam itu juga tapi entah apa yang membuat saya begitu berat. Selesai sholat saya putuskan untuk berbaring saja. 

Jelang isya bercak darah semakin banyak. Badan saya bergetar dan dengan mata berkaca kaca minta diantarkan ke dokter. Saya sempat konsultasi dengan teman yang juga bidan, ia pun menyarankan untuk segera cek ke dokter.

Di tempat dokter ini pertama kalinya saya periksa dan di usg. Kemarin untuk memastikan kehamilan saya ke bidan. Rencananya nunggu bang Rio datang biar bisa sama sama lihat pas usg. 

Rasanya emang kurang nyaman apalagi dokternya laki laki dan saya pikir berusia 40-an. Emang sih perawatnya perempuan, tetap aja kurang nyaman. 

Mbak perawat itu kemudian minta saya untuk membuka bagian perut. Lalu dioleskan cairan yang terasa dingin. Setelah selesai, dokter mulai mengambil alat dan menggerakkannya di atas perut saya. 

Saya tak mengerti gambar yang diperlihatkan di layar. Hanya saja penjelasan dokter membuat saya menganga. Dokter bilang untuk ukuran kehamilan yang sudah masuk usia 7 minggu janinnya saya tak berkembang. Karena itu ia kesulitan juga untuk menentukan posisi karena memang ia kecil sekali bahkan hampir ga terlihat. 

Selanjutnya dokter menyarankan saya untuk bedrest selama dua minggu untuk melihat perkembangannya. Saya diberi tiga jenis obat. Dokter juga bicara panjang lebar lebih tepatnya memberi motivasi agar saya ga terlalu stres. Beliau menganalisa bisa jadi karena bibitnya kurang baik. Tapi ga apa apa ibarat tanaman coba kita rawat dulu, beri pupuk, mudah mudahan berkembang. Jika sebaliknya tak menunjukkan perkembangan yang berarti maka mengeluarkannya adalah pilihan yang baik agar kesehatan ibu juga tidak terganggu. 

Jrenggg!!!!! Saya cuma bengong.... Speechless dan saat itu benar benar hanya ingin tidur. 

Pulang ke rumah saya kabari bang Rio apa yang tadi dokter jelaskan. Meski saya ingin sekali untuk tidur tapi baru tengah malam bisa terlelap. 

Sekitar jam 3.30 Wib dini hari perut saya sakit. Benar benar sakit. Rasanya seperti diputar - putar. Ketika pipis saya terkejut karena ada darah segar mengalir, kayak haid. Otomatis ada kecemasan. 

Saya coba untuk tidur lagi agar ga banyak pikiran. Rupanya ga bisa. Sakitnya makin menjadi, perut saya diputar putar lagi, kali ini lebih dahsyat. Jika ditanya seperti apa rasanya mungkin yang bisa saya gambarkan adalah seperti sakitnya haid hari pertama dan kedua, tapi ini lebih sakit. Mau nungging takut sekali kehamilan saya berpengaruh. Akhirnya saya cuma bisa berbaring dan sesekali miring sembari memegang perut. Ya Allah, sakitnya, apa ini penempelan janin ke dinding rahim? Atau saya keguguran. 

Di tengah rasa sakit itu saya kirim pesan ke bang Rio and MR saya. "Perut Iza sakit kali bang kayak diputar putar. Iza pasrah...."

Kondisi itu berlangsung sampe subuh jadi sekitar satu jam. Setelah sholat subuh sakitnya mulai berkurang tapi darah segar yang keluar makin banyak. Pembalut yang saya gunakan hampir penuh. 

Hari itu adalah hari Jumat. Menjelang jam 11 saya diantar ke rumah sakit untuk usg lagi, sayang poli yang melayani sudah tutup dan baru buka lagi hari senin. Saya malah masuk ke UGD hahaha lucu juga rasanya berbaring di sana. 

Karena penuh saya diminta untuk berbaring di sebuah ruangan. Tak lama kemudian saya 'diusir' perawatnya karena ternyata ruangan itu adalh ruangan penanganan untuk kecelakaan. Hiyyy ga kebayang kalo tiba tiba ada korban kecelakaan saat itu. 

Zuhur saya pulang dan memutuskan untuk ke dokter praktek aja nanti malam. Hewww sesungguhnya agak berat juga karena semalam udah ke dokter. Biayanya ga nahaaan. 

Malamnya saya ke dokter yang berbeda, rekomendasi dari sepupusepupu. Daan jrengggg!!! I felt comfortable. Dokter ini memang laki laki tapi karena sudah lumayan berumur jadi kayak bapak sendiri. Mana saya dipanggil dengan Zizah, bukan Nurul. 

Nah saya pun menceritakan kalo semalam saya keluar darah. Oh ya waktu d rumah sakit tadi pagi dokter muda yang cantik itu menanyakan apakah dari darah yang keluar ada berupa gumpalan sebesar cicak. Yaa ga ada, semuanya persis darah haid. Ga ada gumpalan sebesar itu. 

Hasil usg dokter malah bikin saya kaget. "Ooh, ini kantong rahimnya udah hancur. Tapi baru keluar darah aja kan ya? Coba tes lagi masih hamil atau engga". Gubrakk banget ini dokteeeer.
Saya patuh dan ngasih pipis saya ke perawat buat di test pack-in. "Hmmm ini masih hamil. Ya udah kita liat dua minggu lagi, mudah mudahan masih bertahan. Bed rest ya" kata dokter setelah garis dua nongol di test pack. Wow say nambah koleksi test pack nih. 

Dengan agak gontai tapi masih santai saya keluar kamar periksa. Sebenarnya ketika itu saya udah rela aja kalo memang harus keguguran. Cuma yang terus terusan dipikiran saya adalah soal kuret!!!!! 

Apakah saya harus kuret?????!!! NO!!!!!!

Malang tak dapat ditolak, sesuatu tak dapat diraih. Sabtu, 20 September 2015 jam 17.00 wib saya resmi keguguran. 

Sore itu saya mau buang air kecil. Seharian masih keluar darah walopun sedikit. Siangnya saya melihat ada gumpalan gumpalan kecil. Ini kah??? Ketika mau cebok saya terkejut karena tangan saya menyentuh sesuatu yang licin, kenyal dan besar. Allahu akbar!!!!! Apa ini?
Begitu saya berdiri, di situlah ia berada. Di lantai yang dingin itu. Gumpalan yang dikatakan oleh dokter cantik di rumah sakit semalam. Sejenak saya terkejut karena tak menyangka akan secepat ini. 

Ada berbagai macam rasa di hati saya kala itu. Rasa lega, sedih, senang, takut, bersalah dan lainnya. Entah mana yang mendominasi. 

Saya khawatir ada yang salah dengan yang saya rasakan. Rasa yang tak seharusnya ada ketika seorang perempuan keguguran. 

Bagaimanapun juga ada kelegaan yang menyertai. Kelegaan karena ada kemungkinan besar saya tak perlu dikuret karena janinnya jatuh sendiri. Hal yang saya takutkan setelah pulang periksa dengan dokter yang pertama. 

Saya kabari bang Rio tentang keguguran saya. Ada rasa bersalah yang amat dalam yang saya rasakan. Rasa ketidakmampuan saya sebagai perempuan untuk menjaga anak kami. Meski bang Rio menanggapinya santai tapi tetap air mata yang keluar tak bisa saya bendung. Saya pikir saya ga akan melupakan ini seumur hidup. 

Mungkin ini cara Allah menguji kami, khususnya saya. Amanah anak itu hanya diberikan sebentar untuk menegur saya sebenarnya. 

Bila ditanya apakah sya siap untuk jadi ibu, jujur saya belum siap. Bahkan sebelum menikah saya pernah bilang punya keinginan untuk hamil setelah beberapa bulan usia pernikahan. 

Ya, Allah menjawabnya. Kini terhitung Oktober hingga Desember nanti saya belum diperbolehkan dokter untuk hamil. Peristiwa keguguran ini memberitahu saya bahwa ready or not, saya harus siap menjadi orang tua, melahirkan anak anak dan mendidik mereka. 

Alhamdulillah and now I'm ready to pregnant again dan melahirkan generasi penerus risalah para Nabi. Insya Allah....

Monday, 9 November 2015

Kiriman Whatsapp Anggi

[06:01, 9/8/2015] Muslimah Cerdas: 💞 KAJIAN KELUARGA SAMARAH 💞
❎ Istri Durhaka ❎
Bagian 4 (akhir)
👉 Diantara bentuk kedurhakaan seorang istri kepada suaminya, enggannya seorang istri untuk memenuhi hajat biologis suaminya. Keengganan seorang istri dalam melayani suaminya, lalu suami murka dan jengkel merupakan sebab para malaikat melaknat istri yang durhaka seperti ini. Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
إِذَا دَعَا الَّرُجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
"Jika seorang suami mengajak istrinya (berjimak) ke tempat tidur, lalu sang istri enggan, dan suami bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat akan melaknat sang istri sampai pagi". [HR. Al-Bukhoriy Kitab Bad'il Kholq (3237), dan Muslim dalam Kitab An-Nikah (1436)]
Seorang suami saat ia butuh pelayanan biologis (jimak) dari istrinya, maka seorang istri tak boleh menolak hajat suaminya, bahkan ia harus berusaha sebisa mungkin memenuhi hajatnya, walaupun ia capek atau sibuk dengan suatu urusan.
Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا, وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ
"Demi (Allah) Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, seorang istri tak akan memenuhi hak Robb-nya sampai ia mau memenuhi hak suaminya. Walaupun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak), sedang ia berada dalam sekedup, maka ia (istri) tak boleh menghalanginya". [HR. Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (1853). Hadits ini dikuatkan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 211)]
🌹 Perhatikan hadits ini, Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- memberikan bimbingan kepada para wanita yang bersuami agar memperhatikan suaminya saat-saat ia dibutuhkan oleh suaminya. Sebab kebanyakan problema rumah tangga timbul dan berawal dari masalah kurangnya perhatian istri atau suami kepada kebutuhan biologis pasangannya, sehingga "solusinya" (baca: akibatnya) munculllah kemarahan, dan ketidakharmonisan rumah tangga.
🌹 Syaikh Al-Albaniy-rahimahullah- berkata dalam Adab Az-Zifaf (hal. 210), "Jika wajib bagi seorang istri untuk mentaati suaminya dalam hal pemenuhan biologis (jimak), maka tentunya lebih wajib lagi baginya untuk mentaati suami dalam perkara yang lebih penting dari itu, seperti mendidik anak, memperbaiki (mengurusi) rumah tangga, dan sejenisnya diantara hak dan kewajibannya".
⚡ Seorang wanita yang durhaka kepada suaminya, akan selalu dibenci oleh suaminya, bahkan ia akan dibenci oleh istri suaminya dari kalangan bidadari di surga. Istri bidadari ini akan marah. Saking marahnya, ia mendoakan kejelekan bagi wanita yang durhaka kepada suaminya..
Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda,
لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ , قَاتَلَكِ اللهُ , فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istrinya dari kalangan bidadari akan berkata, "Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; hampir saja ia akan meninggalkanmu menuju kepada kami". [HR. At-Tirmidziy Kitab Ar-Rodho' (1174), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah (2014). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Adab Az-Zifaf (hal. 212)]
🌀 Cukuplah beberapa hadits yang kami bacakan dan nukilkan kepada Anda tentang bahayanya seorang wanita melakukan kedurhakaan kepada suaminya, yakni tak mau taat kepada suami dalam perkara-perkara yang ma'ruf (boleh) menurut syari'at. Semoga wanita-wanita yang durhaka kepada suaminya mau kembali berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya.
Copy paste dari status Fb Syadam Husain (mahasiswa Pasca UIM)
📝 Mawaddah center
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[12:29, 9/15/2015] ‪+62 822-9361-3511‬: 💞 KAJIAN KELUARGA SAMARAH 💞
TUJUAN DAN HIKMAH BERKELUARGA
Bagian.1
1⃣ Hadist dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ia berkata :
قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم  يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ 
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mempunyai kemampuan (fisik dan harta), hendaknya ia menikah, karena dgn menikah ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab dgnnya ia dapat meredam (syahwat) . (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadits di atas diperoleh beberapa pelajaran tentang tujuan berkeluarga:
➡ Dengan berkeluarga berarti kita mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam; salah satu sunnah Nabi adalah menikah. Karena itu orang yang enggan menikah padahal ia sehat dan mampu maka ia bukan golongan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam (HR. Ibnu Majah dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha)
➡ Metode terbaik memelihara ad-din (iman dan taqwa) adalah dengan menikah, sebab dengan menikah pandangan dan kemaluan akan terjaga. Dalam Hadits dari Anas Bin Malik radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa: jika seorang hamba sudah menikah (beristeri), maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, karena itu hendaklah dia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara separuhnya lagi (HR. Al-Hakim, Syekh Al-Bani menghukum Hasan Lighairih).
➡ Jika belum mampu menikah, maka jangan dipaksakan dan sebagai solusinya adalah berupaya untuk berpuasa (menahan diri).
2⃣ Firman Allah Jalla Wa 'Ala dalam surat 4 (An-Nisa): 1 sebagai berikut:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً
"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak." (Surat An-Nisa`: 1)
Faidah yang dapat ditarik dari ayat ini terkait tujuan berkeluarga adalah:
➡ Untuk memperoleh anak-anak yang banyak. Dengan anak-anak yang banyak, maka akan terjadi pelestarian keturunan dari satu keluarga. Jika seorang enggan menikah, maka ia tidak akan melahirkan keturunan dan ketiadaan keturunan pada akhirnya satu keluarga akan mengalami kepunahan.
Itulah hikmahnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan ummatnya menikah dan memperbanyak anak. Dari Sa'id Bin Abi Hilal, bhwsanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" Menikahlah, perbanyaklah keturunan, krn aku akan berbangga dgn kalian di hadapan semua ummat pd hari kiamat kelak. (HR.  Abdur Razzaq)
Bersambung.....
📝 Ustad Muhammad Qasim Saguni, MA. حفظه الله
----------------
📝 Belajar Islam Intensif
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[18:47, 9/25/2015] ‪+62 877-3409-8443‬: 🌴⛅🏡💕
Assalamu'alaikum
💕 #Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ? #
🌴🏡Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
👪1) Punya anak,
💎2) Banyak harta.
✋Bukan. Bukan itu.
👉🌹 Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?
👉🌹 Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan diujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allaah. Maa syaa'Allaah..
💥✋ Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.
💥✋Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Tau kah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.
🌴🏡 Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah,
👉💎💕 Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allaah..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, bertambahlah hapalan-hapalan mereka..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allaah..
👉💎💕 Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allaah..
👉💎💕 Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allaah tanpa hisab..
👉🌹 Maa syaa'Allaah ♡ ♡ ♡
BaarakAllaahu fiikum
✏ kutipan nasehat indah utk semua ..😘😘
👆 copas😘😍
[11:08, 9/26/2015] ‪+62 822-9361-3511‬: 🔥 Sensitif dan Penat Setelah Pulang Kerja 🔥
🌾 Waktu suami atau istri pulang kerja , termasuk waktu yang sangat sensitif, dimana ketika seseorang baru pulang kerja biasanya masih merasakan kelelahan, dan tidak berkenan mendengar permintaan atau tuntutan apapun. Sebaliknya, dia menunggu kata-kata yang dapat menghilangkan beban dan lelahnya pekerjaan. Karena itu, hendaknya suami-istri menghindari mencela, menyalahkan dan menuntut pada saat-saat seperti ini.
🌾Sebuah penelitian yang dilakukan di salah satu negara arab menyatakan bahwa kebanyakan situasi jatuhnya talak (cerai) pada waktu selepas ashar sepulang dari kerja.
👥 Dan anda wahai suami! Bila istrimu bekerja, Anda patut mempertimbangkan jiwanya sesudah bekerja, sebagaimana hal ini juga patut dilakukan oleh istri terhadap suaminya.
💬 Allah Ta'ala berfirman :
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ
"Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya." ( Al Baqoroh: 283)
💌 Kepada para istri, hendaknya mereka menyiapkan suasana kondusif saat para suami pulang dari kerja. Karena hal ini akan membuatnya merasakan adanya perhatian istri kepadanya dan usaha istri untuk membuatnya merasa nyaman.
💓 Yang paling ideal adalah suami-istri yang ketika keluar dari tempat kerjanya, mereka menanggalkan segala beban dan kepenatan pekerjaan, lalu mereka pulang dan bertemu pasangannya dengan wajah ceria, jiwa yang tenang dan dada yang lapang.
💎 Insya Allah bisa, dengan izin Allah dan mari kita membiasakan diri saja....
---------------------------
🎀 Serial Keluarga Sakinah 🎀
📝Mawaddah center
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[05:23, 9/27/2015] ‪+62 822-9361-3511‬: 💌TANYA USTADZ💌
Istri Menuntut Agar Suami Lebih Rajin Nafkah Batin
📩PERTANYAAN📩
Bolehkah istri mennuntut agar suami lebih aktif berhubungan? Misalnya minimal tiap hari sekali. Makasih
📌JAWABAN📌
Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah, wa ba'du,
Kita ambil satu peristiwa yang terjadi di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Tersebutlah seorang sahabat bernama Rifaah al-Quradzi. Dia menikahi seorang wanita bernama Tamimah bintu Wahb. Setelah beberapa lama menjalani kehidupan berumah tangga, Rifaah menceraikan istrinya, cerai tiga. Setelah usai iddah, bu Tamimah menikah dengan Abdurahman bin Zabir al-Quradzi. Namun ternyata Tamimah tidak mencintai Abdurrahman. Dia hanya jadikan itu kesempatan agar bisa balik ke Rifa'ah.
Hingga wanita ini mengadukan masalah suaminya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam . Dia datang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan memakai kerudung warna hijau.
Mulailah si wanita ini mengadukan,
ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻟِﻲ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺐٍ ، ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥَّ ﻣَﺎ ﻣَﻌَﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺄَﻏْﻨَﻰ ﻋَﻨِّﻲ ﻣِﻦْ ﻫَﺬِﻩِ – ﻭَﺃَﺧَﺬَﺕْ ﻫُﺪْﺑَﺔً ﻣِﻦْ ﺛَﻮْﺑِﻬَﺎ -
"Suami saya ini orang baik, gak pernah berbuat dzalim kepada saya. Cuma punya dia, tidak bisa membuat saya puas dibanding ini." Sambil dia pegang ujung bajunya."
Maksud Tamimah, anu suaminya itu loyo. Tidak bisa memuaskan dirinya. Seperti ujung baju itu. Ketika tahu istrinya datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam , Abdurahman datang dengan membawa dua anaknya, dari pernikahan dengan istri sebelumnya.
Abdurahman bawa dua anak untuk membuktikan bahwa dia lelaki sejati. Mendengar aduhan istri keduanya ini, Abdurrahman langsung protes,
ﻛَﺬَﺑَﺖْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﺄَﻧْﻔُﻀُﻬَﺎ ﻧَﻔْﺾَ ﺍﻷَﺩِﻳﻢِ ، ﻭَﻟَﻜِﻨَّﻬَﺎ ﻧَﺎﺷِﺰٌ ، ﺗُﺮِﻳﺪُ ﺭِﻓَﺎﻋَﺔَ
"Istriku dusta ya Rasulullah, saya sudah sungguh-sungguh dan tahan lama. Tapi wanita ini nusyuz, dia pingin balik ke Rifaah (suami pertamanya)."
Mendengar aduhan mereka, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hanya tersenyum. (HR. Bukhari 5825 & Muslim 1433).
Senyum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap laporan kasus ini, karena beliau heran. Dan beliau tidak melarangnya atau memarahi pasangan ini, menunjukkan bahwa beliau membolehkan melakukan laporan semacam ini. Sekalipun ada unsur vulgar.
Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,
ﻭﺗﺒﺴّﻤﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﺗﻌﺠﺒﺎ ﻣﻨﻬﺎ ، ﺇﻣﺎ ﻟﺘﺼﺮﻳﺤﻬﺎ ﺑﻤﺎ ﻳﺴﺘﺤﻴﻲ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﺼﺮﻳﺢ ﺑﻪ ﻏﺎﻟﺒﺎ … ﻭﻳﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻨﻪ ﺟﻮﺍﺯ ﻭﻗﻮﻉ ﺫﻟﻚ
Senyum Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena beliau heran. Bisa karena melihat wanita ini yang terus terang padahal umumnya itu malu bagi umumnya wanita… dan disimpulkan dari hadis ini, bolehnya melakukan semacam ini. (Fathul Bari, 9/466)
Yang kita garis bawahi dalam kasus ini, Tamimah menggugat suaminya dengan alasan masalah ranjang. Artinya itu bukan suatu yang bernilai maksiat, atau tidakan tercela.
📎Mengadukan Suami Karena Kurang Rajin
Dari hadis ini, sebagian ulama menyimpulkan bahwa istri boleh menuntut suami untuk meningkatkan intensitas hubungan.
Kita simak keterangan Ibnul Mulaqin,
ﻭﻓﻴﻪ : ﺃﻥ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﺒﻦ ﺃﺯﻭﺍﺟﻬﻦ ﻋﻨﺪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﻮﻁﺀ ، ﻭﺃﻥ ﻳﻌﺮﺿﻦ ﺑﺬﻟﻚ ﺗﻌﺮﻳﻀًﺎ ﺑﻴﻨًﺎ ﻛﺎﻟﺼﺮﻳﺢ ، ﻭﻻ ﻋﺎﺭ ﻋﻠﻴﻬﻦ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ
Dalam hadis ini terdapat kesimpulan bahwa istri boleh mengadukan suami mereka kepada pihak berwenang, karena kurang rajin berhubungan. Dia boleh sampaikan itu dengan terang-terangan. Dan itu tidak tercela. (at-Taudhih li Syarh al-Jami' as-Shahih, 27/653)
Allahu a'lam.
✏ Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[05:17, 9/29/2015] Muslimah Cerdas: 💝KAJIAN KELUARGA SAMARAH💝
Tujuan dan Hikmah Berkeluarga
(bagian ke 2)
3⃣ Hadits dari Dari Abu Dzar rodhiallahu 'anhu :
وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً قَالُوا  : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
...Setiap kemaluan kalian merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya dosa ?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. (HR. Muslim).
Faidah Hadits:
Berkeluarga adalah sarana untuk memproduksi banyak amal kebaikan, diantaranya:
▶ "Bersedekah". Jika sepasang suami istri berjima' berarti pasangan tersebut melakukan salah satu amal shalih yaitu bersedekah. Ulama berbeda pendapat, apakah pahala menunaikan syahwat pada istri diperoleh tanpa niat, atau harus dengan niat. Jumhur ulama berpendapat, harus disertai niat meninggalkan hal-hal yang haram, mencukupkan diri dengan yang mubah (hanya mau berjima' dengan suami istri).
▶ Dengan berkeluarga, terbuka peluang bagi suami berbuat amal shalih kepada istri dan anak-anaknya, seperti memberi nafkah, mentarbiyah (mendidik), berakhlak mulia, memberi perlindungan dll. Demikian pula sebaliknya dengan adanya keluarga akan terbuka peluang bagi istri untuk taat pada suami, berbuat baik pada suami, menjaga diri dan kehormatannya, mentarbiyah anak dll. Dengan adanya keluarga terbuka peluang bagi anak untuk masuk syurga dengan amal "birrul walidain"(berbakti pada ke dua orang tua). Sebagian besar amal kebaikan yg disebutkan di atas sulit terlaksana jika tidak ada keluarga sebagai ladang amal shalih.
4⃣ Firman Allah Jalla Wa 'Ala:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً
وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya : "Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" [Surat Ar-Rum 21].
Pelajaran dari ayat:
▶ Berkeluarga adalah sarana terbaik untuk memperoleh kebahagiaan (ketenangan ruhani)
Dr. Abdullah Nashih 'Ulwan dalam Adabul Khitbah wa Al-zifaaf wa Huququ Al-Zawjain memberikan komentar terhadap ayat tersebut: Ketenangan suami-istri dapat terjamin dengan adanya pernikahan, karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling melengkapi. Kebahagiaan meliputi keduanya, seolah tak pernah lepas dari hari kehari.
Dalam hadits yang dishahihkan oleh Syekh Al-bani rahimahullah, hadits dari Sa'id Bin Abi Waqqas radhiyallahu anhu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyebutkan bahwa ada 4 pilar utama memperoleh kebahagiaan, salah satu diantaranya adalah istri yang shalihah, dimana istri merupakan unsur pokok terbentuknya satu keluarga.
▶ Ayat di atas juga memberikan faidah bahwa pernikahan merupakan salah satu di antara ayat-ayat Allah yg agung, pernikahan merupakan satu tanda kekuasaan Allah Ta'ala. Bayangkan jika sepasang suami-istri yang pernikahannya tidak pernah didahului dengan proses "pacaran", namun ketika mereka sdh diikat ijab-qabul, mereka akan saling mencintai, saling menyayangi, saling membutuhkan dan saling merindukan. Subhanallah.
Bersambung.... bagian (3)
✏Ustad Muhammad Qasim Saguni, MA. حفظه الله
📋 Belajar Islam Intensif
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086
[05:16, 10/6/2015] Muslimah Cerdas: 💖KAJIAN KELUARGA SAMARAH💖
Tujuan Dan Hikmah Berkeluarga (bagian ke 3, selesai)
5⃣Menikah adalah metode syar'i untuk memperkuat dan memperluas hubungan silaturrahim kekeluargaan.
▶Islam tidak melarang jika seorang laki-laki menikahi wanita yang masih keluarganya sendiri yang bukan mahramnya.  Akan tetapi bila ada beberapa alternatif calon yang telah memenuhi syarat-syarat  syar'i, maka ada anjuran dari para ulama untuk sebaiknya mencari wanita yang agak lebih jauh hubungan keluarganya. Sebab pernikahan akan menyatukan dua keluarga besar meskipun berbeda suku, bangsa dan negara.
▶Hubungan kekeluargaan semakin kuat jika keluarga calon pasangan sudah ada hubungan kekeluargaan sebelumnya. Contoh: Nabi Shallallahu 'alaihu wasallam menikahkan putrinya Fathimah dengan sepupu Nabi (Ali Bin Abi Thalib) sehingga ikatan nabi shallallahu 'alaihu wasallam dengan Ali Bin Thalib semakin kuat; Ikatan guru dengan murid, ikatan imam dan ma'mum, ikatan panglima dan prajurit, ikatan mertua dan menantu dan ikatan adik dan kakak sepupu.
▶Hubungan kekeluargaan akan bertambah luas jika kedua keluarga calon suami-istri bukan dari keluarga dekat, contoh: nabi shallallahu 'alaihu wasallam menikahi putri Abubakar Ash-Shiddiq (Aisyah) dan putri Umar Bin Khattab (Hafshah), serta nabi shallallahu 'alaihu wasallam menikahkan putrinya dengan Utsman Bin Affan dengan putri beliau (Ruqayyah kemudian Ummu Kultsum). Jadi Nabi shallallahu 'alaihu wasallam dengan empat al-khulafaa al-rasyidin selain memiliki ikatan idiologis-diniyah, juga diikat oleh silaturrahim kekeluargaan yg sangat lewat jalur pernikahan.
6⃣Keluarga adalah "mashna' u al-rijaal"  (mesin produksi manusia-manusia yang shalih dan berkualitas).
▶Al-Rijaal adalah komunitas manusia shalih; yang menggabungkan keshalihan individu (iman dan taqwa) dan keshalihan sosial (da'i dan pemimpin), manusia yang memprioritaskan akhirat dari pada dunia dengan tidak melalaikan dunianya, manusia yang memadukan ilmu dan amal. Lihat QS. 4: 34, 9: 108, 24: 37 dan 33: 23.
▶ "Rijaal"; manusia-manusia shalih dan berkualitas sepanjang sejarah,  umumnya lahir dari KELUARGA yang SHALIH, KELUARGA YANG SAKINAH. (Insya Allah akan dibahas tersendiri). Keluarga yang shalih ibarat tanah yang subur yang diatasnya tumbuh dengan kondusif tanaman yang menghasilkan buah yang berkualitas. Allah Ta'ala berfirman:
وَٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَٱلَّذِي خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدٗاۚ
كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَشۡكُرُونَ
"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur" (QS. 7: 58)
7⃣Keluarga adalah obyek sekaligus sarana da'wah.
▶Keluarga adalah obyek da'wah, sebagaimana Firman Allah Ta'ala:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. 66: 6).
Dan juga dalam ayat QS. 20: 132 Allah Jalla Wa 'Ala berfirman:
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسۡ‍َٔلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa (QS. Thaha: 132)
▶Obyek da'wah adalah seluruh anggota keluarga, di mana suami (ayah) adalah penanggungjawab utama. Karena itu "Keluarga yang ideal" yang bisa mewujudkan tujuan di point 7 di atas, adalah keluarga yang cinta dengan da'wah dan menjadikan da'wah sebagai ruh yang menggerakkan keluarga tersebut menuju kebahagiaan dunia dan syurga.
▶Keluarga sebagai sarana da'wah, yaitu sebagai alat visual (alat peraga) untuk menda'wahkan konsep keluarga Islami. Tujuan ini bisa tercapai jika seluruh anggota keluarga berkomitmen untuk mempelajari dinul Islam dan berkomitmen untuk mengamalkan Islam. Inilah keluarga idaman dan inilah keluarga teladan. Banyak keluarga sekarang ini mencari dan rindu dengan sosok keluarga teladan.
Semoga keluarga-keluarga kita menjadi keluarga sakinah, keluarga idaman dan menjadi keluarga percontohan. (selesai)
📝Ustad Muhammad Qasim Saguni, MA.
💖 MUSLIM CERDAS 💓 MUSLIMAH CERDAS 💖
💬 Share yuk mudah-mudahan teman anda mendapat faedah ilmu dari status yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin.
Donasi Dakwah :
🏧 BNI 0300586661 an. RIAN PRATAMA S.As
📲 Konfirmasi Transfer 085343601086
Daftar Grup WhatsApp :
📩 NAMA<spasi>KOTA DOMISILI<spasi>L/P
📲 085343601086

Thursday, 22 October 2015

Lapang Dada

Mungkin orang lain sudah melakukannya. Iya, sore ini perasaan saya ga enak. Membuncah dan ingin memuntahkannya. Khawatir melukai orang lain, saya memilih untuk keluar rumah. Ibu sempat bertanya mau ke mana. Entahlah, ke mana saja asal tak diam.
Lalu saya mulai melakukan perjalanan tanpa tujuan. Ga tau harus ke mana. Sepanjang perjalanan ingin menangis tapi malu dan tak siap jika harus mengalami kecelakaan karena kurangnya konsentrasi dalam berkendara.
Sesegera mungkin saya memperlambat laju kendaraan dan mulai melihat apa pun yang bisa saya lihat.
Oh ya, mungkin dengan melihat orang lain perasaan yang menyesakkan itu bisa berdamai dan membuat saya lebih lapang dada.
Tentu saja. Di turunan batu sembilan sebelum cafe jeboonk saya melihat tiga lelaki usia 40an berjalan di tepi jalan raya. Pakaian mereka lusuh dan tampak lelah. Sepertinya mereka tukang yang bekerja di ruko seberang yang sedang dalam masa pembangunan.
Tiba tiba pikiran itu masuk. Wow tentu beban hidup mereka lebih berat daripada saya. Masalah mereka pasti lebih besar. Lihat saja wajah lelah itu, tak bersinar. Saya masih lebih baik, lucu sekali jika mengeluh lagi.
Di belokan batu delapan saya terkejut melihat seorang wanita hamil muda berjalan kaki. Yang menarik perhatian saya adalah penampilan. Tak terawat sama sekali. Perutnya jelas terlihat dengan pakaian minim yang ia kenakan. Entah apa namanya, terusan mini yang hanya sebatas paha tanpa lengan. Wajahnya legam tertutup debu jalanan seperti tak mandi berhari hari. Ia membawa tas dan berjalan cepat.
Ke mana perempuan hamil ini? Dengan usia kehamilan kira kira enam bulan apa yang ia lakukan? Kenapa harus jalan kaki? Tak bisakah suaminya menjemput? Atau suaminya yang sudah tak ada?
Saya merasa bersyukur. Entahlah apa yang saya syukuri
Pemandangan lainnya yang lebih miris bergantian saya lihat selama perjalanan tanpa arah itu. Menambah rasa syukur karena Sang Khalik menempatkan saya di sini.
Setiap kita pasti punya masalah sendiri yang membuat dada sesak dan tangis tak lagi bisa terbendung. Kadang bila diikutkan kata hati ingin sekali mengucapkan sumpah serapah untuk mengurangi rasa.
Tapi apa yang kita dapat? Tangisan putus asa mungkin bisa memperlambat rasa syukur. Lalu, apa tak boleh menangis? Ya silahkan saja
Hanya saja sore ini saya mendapatkan lagi satu cara untuk meredam emosi.

Apa Saya Salah Menyampaikan??

Loh, apa saya salah menyampaikan ya? Tak hanya satu atau dua orang yang pernah bertanya begini, "Kak, gimana ya, boleh atau tidak. Saya kan baru hijrah dengan pakaian begini. Tapi kadang kadang pengen balik lagi dengan pakaian yang dahulu kala. Trus besoknya panjang lagi (jilbabnya). Kita dosa ga kalo begitu?".
Well, kalo ngikutin aturan sih pengen aja bilang ga boleh. Aturannya begini begitu. Namun menimbang yang bersangkutan memang baru banget yaa agak berkelit biar dia ga patah semangat tuk terus berubah jadi lebih baik dalam menutup aurat.
Kita bukan orang yang berhak ngasih predikat ini dosa atau tidak. Saya menghargai proses. Perubahan yang baik itu butuh proses yang panjang n ga instan. Malah saya takut liat yang instan karena banyak kejadiannya yang instan itu malah berbalik duluan.
So saya berkata, silahkan kalo memang masih berproses. Misalnya hari ini masih pengen jeans kesayangan, silahkan. Asal diakalin dengan baju yang nutupin pinggul n jilbab ga lilitan. Berproseslah, rasakan mana yang aman dan nyaman. Saya percaya pakaian yang tertulis dalam Al Quran lah yang paling nyaman dipakai apa pun modelnya.
Malam ini saya terkejut. Syok dan hanya bisa geleng geleng kepala melihat perkembangan si penanya.
Foto yang ia pasang di akun sosmed nya bikin saya melongo. Mengerjapkan mata berulang kali sambil terus bertanya, apa ini dia???
Fotonya terus saya zoom, takut lupa wajahnya karena kami sudah lama tak bertemu. Dari komentar teman teman, saya yakin itu memang dia.
Dug! Apa saya salah menyampaikan??? Apa ia menafsirkan begini?
Well, fotonya sama sekali tak berjilbab! Waduh, is that really her?? Masih sedikit kurang yakin.
Dalam hati berulang kali saya berdoa, yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi 'ala diinika wa la thoo'atik. Wahai Dzat yang maha membolak balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam agamaMu dan ketaatan padaMu
*untukmu sayang

Thursday, 15 October 2015

Sabar

Kamu cuma perlu bersabar. Iya sabar. Satu kata yang emang berat banget buat dilakukan.
Di saat saat tertentu untuk bersabar itu mudah banget, tapi di waktu yang lain gregetaaaaaan sampe sampe pengen nabok apa pun yang bikin kita jadi ga sabaran.
Sabar itu ga ngeluh. Waaah kalo begitu sabar emang sulit banget.
Sabar dan waktu. Hmmm baidewei punya waktu ga sih buat ngobrol? Iya bentar aja. Kalo ga punya ya udah, kitanya mesti sabar.
Ini ngomong opo pagi pagi xixixixi
Yah, yang penting sabar aja. Tunggu sampe punya waktu

Monday, 12 October 2015

Islam yang Ga Islami

Ini postingan percobaan dari email sih. Pengen liat hasilnya gimana. Btw ini copasan dari chat di grup whatsapp

Copas dari grup sebelah

Ikhwah Fillah,
Semoga bisa membuka mata hati kita semua : 

ISLAM TAPI TIDAK ISLAMI 
(untuk introspeksi) 

SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.

Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :

"Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam".

Dan Abduh pun terdiam. 

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.

Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW.

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.

Hasilnya ?

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.

Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140.

Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.

Apa itu islam ?

Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami ?

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.

Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
"Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya".
Itu indikator.

Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat".
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."

"Bicara yang baik atau diam".

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara. 

Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :

"Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam". 

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.

Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya.
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : "mengapa harus dikunci ?"

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis.
Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.
Padahal jelas-jelas kata "iman" sama akar katanya dengan aman.

Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman.
Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman. 

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :

"Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda".

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm.
Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si bapak tersebut justru malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib. Maksudnya agar Polisi melepaskan nya karena dia adalah orang suci (???)

Mengapa kontradiksi ini terjadi ?

Syaikh Basuni, ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir. 

Suratnya berisi pertanyaan :
"Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?"
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?") 

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.

Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya. 

Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu. Sistem pengajaran Islam menjadi dogmatis, apa kata ustas/ulama menjadi hukum yang harus di ikuti. Tidak kritis dan mendebat ustad/ulama untuk mencari kebenaran. Karena ustad/ulama juga manusia yang sumber kesalahan. Akibatnya umat Islam sekarang cenderung anti kritik dan siap berperang jika ada yang kritis mempertanyakan sesuatu. Padahal berpikir kritis adalah awal berkembangnya ilmu pengetahuan yang menjadi tonggak kemajuan peradaban.

Tidak aneh, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca dan mencari ilmu. Ajaran Islam hanya di tekankan pada hafalan dan mendengar semata. Bukan membaca, melakukan kajian kritis dengan argumentasi serta menjadi paham. Umat Islam Indonsia pun sdh meninggalkan riset  termasuk meriset dan mengkaji ulang pendapat pendapat keagamaan yang sudah tidak cocok lagi untuk perkembangan jaman. Padahal riset ini juga yang menjadi fondasi dasar berkembangnya IPTEK dan kemajuan peradaban.

Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.

Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya. 
Siapa yang salah ?

Mungkin yang salah yang membuat 'survey'... 

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama'ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Andaikan hafalan AQ yang jadi ukuran, Insha Allah negara negara Arab yang akan menempati rangking pertama.

Sayangnya bukan hanya itu parameter Ke Islaman ..

Wallahualam

*******
Mari kita saling berbenah... mulai dari diri kita sendiri... mulai dari sekarang....mulai hari ini... #iINSPIRASI Menjelang Musda 😊

Saturday, 19 September 2015

Terancam Keguguran

Hasil dari cek dua dokter. Engga keliatan sama sekali janin nya
Tes urine lagi hasilnya masih positif hamil. Nambah koleksi test pack
Tulisan perawat masih oke, giliran tulisan dokternya engga paham sama sekali
Baca judulnya udah lemes kali ya hehhehe.... Padahal saya belum sempat menuliskan tentang kehamilan yang menggembirakan itu eeeh udah dapat kabar beginian aja dari dokter. Biar saya ceritakan kronologisnya XD

Tapi pertama-tama saya ga mau postingan ini berisi kesedihan yang melebaykan dunia persilatan sejagat raya. Kalo kata bang Rio, udaah santai aja. Ga usah terlalu dipikirkan, semua ada hikmahnya. Ntar diganti dengan yang lebih baik. Katanya sih begitu, tapi saya ga tau gimana perasaannya yang sebenarnya. Berhubung kami sedang berjauhan kan. Mungkin di sana dia udah nangis darah kali ya? Oke itu kayaknya engga deh 

Oh iya saya nemu cerita yang hampir sama nih. Usia kehamilannya sama meski si mbak ini udah sampe tahap kuretase. Saya baca ceritanya di blog ini, makasih ya mbaaak udah sharing

Setelah berhasil meyakinkan diri bahwa kehamilan saya positif, emang sih agak berbeda dalam hal makan, cara jalan, cara bawa motor dan lain-lain. Informasi yang saya dapat dari bidan ketika itu usia kehamilan saya sudah 6 minggu kalo dihitung dari hari pertama haid terakhir yaitu 23 Juli 2015 yang lalu. 

(bersambung)



 

 

Wednesday, 9 September 2015

A Lonely Trip to Jati Padang


Ini cerita yang udah lama, sekitar setahun yang lalu hanya saja baru ditulis sekarang. Jadi maafkanlah kalo nanti banyak kata 'kalo ga salah'. Maklum saya belum kayak Han Hyo Joo dan Cold Eyes yang bisa mengingat setiap detil hanya dengan sekali lihat.

Januari 2014 yang lalu saya kembali ke Jakarta dalam rangka menemani Ibu berkunjung ke Gontor buat liat Uma si Tuan Putri. Sebelum ke sana kami nginap di rumah teman Ibu, Tante Mar di Jakarta Timur. Nah mumpung sedang di Jakarta saya tentu harus dan wajib berkunjung ke Jati Padang, Jakarta Selatan.

Well daerah ini pernah kami tinggali selama dua bulan di Juni-Juli 2011 yang lalu dalam rangka ikutan program BPAP dari Kemenpora, semacam program pertukaran pemuda antar provinsi. Saat itu Kepri bersama Kalimantan Tengah, Maluku, NTB dan Jakarta.

Nah singkat cerita begitu sampe Jakarta saya udah hubungin Ummi Yanti. Rinduuuu banget sama Ummi yang satu ini. Sayang kami akrabnya sudah di akhir-akhir saya tinggal di sana. Maklum, anak pemalu hehehehee

Berhubung saya ga mau ngerepotin orang lain untuk dijemput dari Klender maka saya putuskan untuk ke sana sendiri meskipun engga tahu jalan.

Sebelumnya saya tanya Ummi dulu gimana supaya bisa nyampe sana. Dijelasin deh. Naik busway jurusan ini trus turun di Kampung Pulo (eh bener g ya?). Dari sana naik angkot ke Pasar Minggu. Terakhir dari Pasar Minggu saya cukup hafal angkot mana yang harus diambil. Sip, berangkat!!!

Bismillah keluar dari rumah Tante Mar di Klender trus naik jembatann penyebarangan buat beli tiket di pemberhentian busway di seberang. Kata mereka kalo mau keliling Jakarta naik busway aja mau sejauh apa pun asal engga keluar dari bus stop nya tetap bayar segitu hahaha....

Busway adalah salah satu alat transportasi favorit saya dengan catatan kalo engga lagi rame hehhe... Kalo rame emang nyesek banget. Bukan apa apa, saya ini bukan termasuk orang dengan tinggi di atas 155 cm jadi kalo harus gelantungan itu nyiksa sekali rasanya. Belum lagi kekhawatiran akan bau badan hahha *angkat tanganmu Shaggy! 

Meskipun udah ada tempat khusus untuk wanita tapi kalo emang lagi penuh ya tetap aja desak-desakan. Apalagi ini Jakarta di mana penduduknya masih banyak yang make alat transportasi umum begitu. Engga kebayang kalo mereka semua pake motor atau mobil, entah mau semacet apa -_- 

Beberapa menit kemudian saya berhenti di Kampung Pulo (kayaknya gitu sih) dan celingak celinguk harus melangkah ke mana untuk ambil jalur selanjutnya. Karena naik angkot saya keluar dari pemberhentian busway dan mulai bengang bengong nyari angkot sesuai jurusan yang udah dibilang Ummi Yanti. 

Kesalahan saya ketika itu adalah tidak memperhitungkan waktu perjalanan. Di hari tersebut sebenarnya saya berencana untuk pergi ke dua tempat. Pertama silaturahim ke Jati Padang dan satu lagi ingin ikutan ke posko banjir Jakarta setelah nanya-nanya sama Kak Liyuda yang lagi bertugas. 

Ternyataaaaaaa, inilah Jakarta!! Entah berapa kali kami kejebak macet dan harus menunggu lama sekali agar bisa keluar dari jalur. Entah karena banjir atau memang jaraknya yang jauh. Huft.... perjalanan ke Pasar Minggu plus naik angkot lagi ke Jati Padang sukses memakan waktu hampir dua jam perjalanan. Ou em jih!! 

Saya turun di depan kantor camat karena Ummi dan Bang Abe suaminya beserta teman-teman karang taruna sedang nongkrong di markas mereka. Waaah, sambutan yang luar biasa saya dapatkan di sana. Alhamdulillah masih banyak yang ingat. 

Dan ngobrol-ngobrol pun dimulai dengan asyiknya sampai Bang Abe akhirnya menyentuh isu soal caleg-calegan saya -_- heboh deh! Dengan semangatnya teman-teman karang taruna memberikan ide ide kampanye kreatif yang bisa saya lakukan. Lucu-lucu. Bang Abe sampe bikin singkatan buat saya agar mudah diingat. NABI. Saya lupa apa kepanjangannya hahhaha yang jelas NA adalah singkatan Nurul Azizah. Kontroversi banget sih bang Abe ngasih singkatan. Nanti malah saya disangka nabi baru lagi

Dari kantor camat kami bergerak ke rumah. Waaah sudah lama sekali tidak ke sini. Inget Pak RT yang suka ngomong "Eeenak beee eng!". 

Setelah sungkeman sama emak bang Abe saya langsung ke rumah Ibu dan Bapak tempat saya selama dua bulan tinggal di sana. Rumahnya engga jauh, hanya masuk gang kecil dikit dari rumah bang Abe. 

Sayang sekali ketika itu Ibuk sedang ke Tangerang tempat anak laki-lakinya dan Bapak masih di tempat kerja. Yang ada di rumah cuma Mpok Icha dan suaminya. Yahhhh ga ketemu sama Ibuk and Bapak. Saya harap suatu hari nanti kami bisa ketemu lagi. Mereka baik! 

Ba'da Maghrib Bang Abe rupanya udah mulai calling-calling para panitia yang dulunya bertugas di Jati Padang. Dengan menggunakan mobil bang Shote kami pergi ke museum Fatahillah di Kota Tua. Ah, saya senang sekali dengan museum ini. Sungguh berkesan. 

Malam itu Ummi, Bang Abe, Bang Eral, Bang SHote, Bang Wildan, abang yang pacarnya di Bandung/Bogor hahaha saya ingat perawakannya tapi lupa nama. Berisi, ada jenggot tipis dan senyum teruuus xixixixi. Oh iyaaaaa namanya bang Komeng hehehhe. Ada juga abang-abang yang kurus dan bertugas jadi fotografer malam itu *duh Ummiiiii fotonya belum dapaaat. Tak ketinggalan si imut Alifa, anak Ummi juga turut ikut malam itu.

Kami makan di sekitar museum Fatahillah itu. Sambil ngobrol-ngobrol dan bercerita tentang segala hal. Mereka ini memang orang -orang yang sangat menyenangkan. Satu hal yang mereka ingat dari saya adalah logat melayu yang terasa khas seperti Upin Ipin. Sampe-sampe kata Ummi, ALifa selalu bilang rindu dengan tante upin ipin xixixixii..... Iye ke?? 

Setelah makan malam kami nongkrong di depan museum sambil melihat kegiatan sekeliling. Beberapa saat kami nonton penampilan entah pengamen entah pesulap. Kolaborasi gitu. Menarik dan atraktif rame yang nonton. 

Tak terasa hari sudah larut malam, bang Abe dan Ummi bersedia nganterin saya ke Klender malam itu. Duuuh agak ngerasa bersalah karena saya salah nunjukin arah dan kami harus muter yang ternyata U-Turn nya jauuuuuuh banget -_____- Alhamdulillah sampe di rumah sekitar jam 11 malam. 

Makasih ya Ummiiiii, bang Abe dan abang-abang karang taruna Jati Padang. Semoga silaturahim ini jadi ibadah n kita bisa ketemu lagi. Sukses ya semuanyaaaaa ^_^

Sunday, 6 September 2015

Sebuah Permintaan Maaf

Entah kenapa saya ingin sekali menuliskan hal ini di blog. Since I'm married in July, I'd like to say sorry for some people around me about the marriage. This is dedicated to all my mentees. 

Berita nikah itu, kata salah satu teman adalah berita gembira. Wajar kalo orang pengen tahu dan sedikit kepo. Cumaa ketika itu ingin sekali menjadikan berita ini sebagai sebuah kejutan bagi teman-teman. 

Khitbahan itu sekitar awal bulan April 2015 dan hanya beberapa yang tahu. Saya pikir berita nikah itu cukup adem tak banyak yang grasa grasu, menurut saya siih. Ingat pesan Nabi, sembunyikan pinangan, umumkan pernikahan. 

Harusnya kabar saya nikah itu bisa saja saya sampaikan ketika acara buka puasa bersama kami sebelum liburan. Tapi entah kenapa bibir saya berat sekali untuk mengabari mereka. Masih ada kekhawatiran, takut pernikahannya batal meskipun tinggal dua minggu lagi. 

I really wish they or other friends who were not told early ga akan ngerasa sakit hati atau merasa gimana gitu. Why? Coz I know how did it feel..... Saya pernah mengalaminya and it really hurt. 

It doesn't mean that I dont want them to know or feel the air of my happiness. I was just scared.

Friday, 4 September 2015

Ed Sheeran - All of the Stars

rambut acak acakan aja bisa ganteng gitu yah


It's just another night
And I'm staring at the moon
I saw a shooting star
And thought of you
I sang a lullaby
By the waterside and knew
If you were here,
I'd sing to you
You're on the other side
As the skyline splits in two
I'm miles away from seeing you
I can see the stars
From America
I wonder, do you see them, too?

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

I can hear your heart
On the radio beat
They're playing 'Chasing Cars'
And I thought of us
Back to the time,
You were lying next to me
I looked across and fell in love
So I took your hand
Back through lamp lit streets I knew
Everything led back to you
So can you see the stars?
Over Amsterdam
You're the song my heart is
Beating to

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

And, oh, I know
And oh, I know, oh
I can see the stars
From America

Read more: Ed Sheeran - All Of The Stars Lyrics | MetroLyrics

Catatan Lagu

Labelnya saya kasih di lyric and nikah. Loh kok nikah emang ada hubungannya? Mohon dimaklumi ya gejolak pengantin baru saya iniiih. Tenang aja, kelebayannya cuma di share di blog. Ga bakalan di share ke facebook atau jadi status bbm, yaa kecuali ada yang nge share-in, itu diluar tanggung jawab penulis xixixi.... 
Sebelum pulang ke Tanjungpinang, bang Rio udah bilang kalo lagu ini bakalan ngewakilin kami nanti hehehehe.... Awalnya saya ga ngeh dengan lagu-lagu Ed Sheeran yang sering dia putar itu. All of the Stars salah satu lagu yang saya suka tapi ga ngeh dengan artinya. Tapiii begitu searching lirik dan nyanyyiinnya sekarang, oalah jeeeeng bikin kangen berat sama si abang XD

Katanya siiih lagu ini ungkapan perasaannya si Ed Sheeeran sama Taylor Swift. Well, I dont really care about them. But this song is really hot! 

Oya setelah nikah saya cuma di Jogja selama sebulan. Pulang ke Tanjungpinang buat kelarin tugas yang you know what hahhaha.... Ngerasa haram banget nyebutin satu kata itu. Bikin jiwa bergetar dan hati engga tenang. Jadilah hingga semua kelar kami mesti jalanin LDM-an selama beberapa bulan ke depan. 

Trus ketemuannya kapan? Ga tau juga. Kerjaannya di Jogja masih belum kelar. Akhir September mungkin jadi pindah ke Jakarta, insya Allah. Yaaa kalo ga kuat menahan rindu bisa jadi tiba-tiba nongol di bandara Raja Haji Fisabilillah XD *ngarep