Friday, 11 January 2013
Menulis
Beberapa kali terkaget - kaget dan tidak menyangka sama sekali bahwa tulisan iseng di facebook atau pun di blog yang sepi pengunjung akan dibaca habis oleh orang - orang yang sama sekali di luar dugaan.
Kadang sebuah pesan singkat nangkring di handphone dengan bunyi yang membuat mata menjadi haru. Pesan singkat yang berisi bahwa tulisan - tulisan iseng itu lahap dibaca hingga huruf terakhir.
Rasanya? Senang, bangga dan luapan perasaan lain namun harus segera dinetralisir dengan ingatan akan sebuah pertanggungjawaban yang akan diminta di yaumil akhir kelak.
Hal - hal yang seperti ini membangkitkan gairah untuk kembali menulis dengan harapan tulisan akan dibaca dan menjadi inspirasi, menjadi ilmu, dan menjadikan pembaca menjadi lebih baik.
Meskipun telah ada instruksi untuk menuliskan tentang kondisi sosial politik di daerah masing - masing, sayang hal itu belum maksimal dan bahkan belum terlaksana sama sekali. Satu - satunya yang bisa dilakukan adalah menulis di blog dan memposting beberapanya di facebook.
Menulis bisa jadi adalah kegiatan yang dapat menghilangkan kebosanan setelah jenuh membaca. Menulis berarti membuat sejarah untuk diri sendiri, mencoba merekam jejak dan menjadi bukti otentik pernah hidup di dunia. Sekarang pilihan tergantung kita, tercatat dalam sejarah sebagai pemikir, penginspirasi, pembual, plagiat atau sekedar tukang curhat.
Thursday, 10 January 2013
Catatan Hari Lahir *23 tahun
Selamat Hari Lahir!!!!!
Tanggal 8 Januari 23 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1990 alhamdulillah dilahirkan ke dunia melalui rahim seorang Ely Herawati. Berkat kerjasama yang kompak bersama Afrizal, anak perempuan pertama dari tiga bersaudara tersebut tumbuh besar dan sehat. Melalui tahun - tahun penuh syukur dengan berbagai pengalaman hidup yang tak akan mudah dilupakan begitu saja.
Lalu apa yang istimewa di usia yang ke 23 ini? Ketika menonton Shining Inheritance, salah satu drama Korea yang dibintangi oleh Lee Seung Gi dan Han Hyo Joo, terkutip satu kalimat yang diucapkan oleh nenek Hwan (diperankan oleh Ban Hjo Jung).
"Begitu kita dilahirkan, langkah demi langkah dalam setiap nafas adalah langkah menuju kematian"
Hari lahir bukan untuk dirayakan dengan penuh kemewahan dan hal - hal yang tak bermanfaat. Orang bijak sering menggunakan peringatan hari lahir sebagai momentum yang tepat untuk mengevaluasi hidup dan kehidupan
Di usia ke 23 ini, mencoba untuk meminta nasehat dari teman - teman. Dalam Islam salah satu hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya adalah memberikannya nasehat ketika ia minta dinasehati.
Nasehat - nasehat ini, semoga tak hanya menjadi milik sendiri tapi juga bisa dibaca oleh yang lainnya *semoga ini sebagai penambah amal jariyah yang bersangkutan
- Selesaikan kuliah secepatnya, jangan buat status galau lagi karena berimplikasi pada pribadi dan organisasi" (DR)
- Nurul harus lebih percaya diri lagi dan kuatkan tekad. Dengan satu visi aku pasti bisa!!" (PR)
- Dan kebaikan apa saja yang mereka lakukan maka sekali - kali mereka tidak akan terhalangi dari pahalanya, dan Allah Maha Mengetahui keadaan orang - orang yang bertaqwa (QS. Ali Imran : 115) (FP)
- Di tiap zaman selalu ada pejuang - pejuang dakwah yang kelelahan. Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, maka Allah akan menguatkannya kembali. Tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka akan banyak pejuang yang rela menggantikannya dengan ikhlas. Karena dakwah tak pernah kehabisan pejuang. Kereta dakwah akan terus melaju menghancurkan setiap penghalang dan akan berhenti di stasiun firdaus. Semoga Allah menguatkan kita di jalan dakwah, menuntun kita di kala lelah melanda, menghibur dengan janji kebenaran di kala sedih dan duka. (MT)
- Hidup itu proses. Kadang tanpa kita sadari hal - hal yang kita dapat hari ini adalah bekal yang Allah siapkan untuk perjalanan kita selanjutnya. Maka bukalah mata, hati dan jiwa kita (UM)
- Semoga umur yang telah terpakai menjadi madrasah untuk kehidupan ke depan, dan umur yang tersisa dapat digunakan sesuai dengan hak dan kewajibannya. Dan jika sudah datang pendamping yang pas, jangan tunda. Barokah. Itu karena ia adalah penyempuna kehidupan dunia dan akhirat (NS)
- Jadikanlah setiap momentum dalam hidupmu sebagai sarana uuntuk semakin dekat pada Allah. Masalah - masalah adalah kesempatan untuk lebih khusyuk berdoa padaNya. Kegembiraan adalah kesempatan untuk lebih bersyukur padaNya (ZZ)
- Be polite! Be friendly to anyone, not only when you need them *thanks madam for this advice (EL)
- Sebaik - baik nasehat adalah kematian, sebaik baik pelajaran adalah kehidupan. Sebaik - baik pengetahuan adalah Al Quran. Dan Rasulullah adalah sebaik - baik tuntunan. (WD)
- Sholat ye! (ER)
- Tetap semangat dan pantang menyerah!!! (WD)
- U go girl!!! (SM)
- Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya tiap hari, latihannya tiap saat, ujiannya mendadak, sekolahnya seumur hidup, hadiahnya kebahagiaan. Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Dan itu sungguh berat, kecuali bagi orang - orang yang khusyuk (Al Baqarah : 45). Wahai orang - orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah beserta orang - orang yang sabar (Al Baqarah : 153).
- Sabar dalam ketaatan kepada Allah : 1) Sabar sebelum beramal agar tidak riya 2) Sabar saat bekerja 3) Sabar setelah bekerja. Sesungguhnya hanya orang - orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (QS Az Zumar : 10) (YN)
- Melangkah ucapkan istighfar, beraktivitas ucapkan bismillah. Diucapkan pake lisan, inti dari kehidupan ini adalah ketengan dan bebas dari rasa was - was berakhirnya hidup.
- Selalu berbuat kebaikan di dalam kehidupan jangan pernah bosan mencari jalan yang baik untuk jalan menuju Allah.
- Syukuri kehidupan dan nikmat Allah yang telah diberikan. Sebaik - baiknya manusia adalah yang memiliki harapan dan hari - hari yang lebih baik dari hari kemarin, mereka itulah orang - orang yang beruntung. Maka selalu hisab diri kita dan memperbaikinya demi mendapatkan rahmat Allah (RN)
- Be yourself dan ikhlaslah dalam hal apa pun (NT)
- Ikhlas itu sulit, gapailah.... (MS)
Saturday, 5 January 2013
Ketika Akhwat Menikah
Bila ada teman yang menikah, baik itu ikhwan maupun akhwat ada dua rasa, yaitu gembira dan sedih. Jika dipersenkan 20 persen untuk gembira, sisanya sedih.
Tidak bermaksud untuk tidak senang dengan kebahagiaan orang lain, namun menikah berarti akan mengurangi kegiatan, terutama aktivitas dakwah di luar rumah yang membutuhkan banyak SDM.
Dari pengalaman yang sudah - sudah, para akhwat yang menikah mengalami perubahan aktivitas hampir 180 derajat dibanding dengan sebelum menikah. Ketika belum menikah ia adalah akhwat yang mobile, bisa dimintai tolong untuk mengurus ini dan itu, ke sana kemari dengan gesitnya, namun setelah menikah sang akhwat akan meninggalkan aktivitas tersebut almost 90 persen.
Dalam sebuah pertemuan, hal ini pernah dibahas mengapa kejadiannya menjadi seperti ini. Tergerusnya kader akhwat militan karena pernikahan mengakibatkan berkurangnya pasukan di lini terdepan. Padahal dalam sebuah pertempuran lini terdepan memiliki peranan penting dalam kemenangan.
Seorang ustdzah pernah berkata, fenomena seperti itu biasa saja karena memang ketika akhwat sudah menikah, maka medan dakwahnya otomatis akan berubah dari sebelumnya. Sedikit yang masih bisa mempertahankan aktivitas dakwahnya seperti sebelum menikah. Seorang akhwat yang sudah menikah memiliki kewajiban untuk melayani suami dan keluarga. Bagi akhwat, keluarga adalah yang paling penting dan paling utama. Suami dan anak - anaknya memiliki hak yang lebih besar terhadap diri akhwat tersebut.
Lalu sebuah pertanyaan muncul, di mana hak ummat terhadap diri akhwat itu?
Ustadzah itu melanjutkan, dulunya ia juga demikian. Menikah membuatnya seolah - olah tenggelam dari aktivitas luar. Apalagi setelah memiliki anak. Tapi tidak serta merta ia tak berbuat apa - apa. Ia menyibukkan dirinya untuk menulis buku sehingga dalam rangka waktu beliau tidak muncul, ia sudah menerbitkan buku - buku yang dapat dibaca oleh orang banyak.
Ya bisa saja seorang akhwat yang menikah berbuat demikian.
Namun ada dilema yang muncul ketika harus dihadapkan tentang fakta minimnya sumber daya manusia yang mampu membina ummat, terutama yang berasal dari kalangan muda seperti siswa dan mahasiswa.
Seperti sudah diketahui, objek dakwah perempuan lebih banyak daripada laki - laki, yang berarti ianya juga membutuhkan lebih banyak akhwat yang siap untuk diterjunkan untuk langsung membina mereka.
Ada sebuah hal yang sangat kontras yang seringkali terjadi di lapangan (telah disinggung di atas). Permasalahan tak pernah jauh dari kekurangan kader akhwat untuk membina.
Suatu waktu ada begitu banyak akhwat yang siap untuk membina dan bahkan sudah memegang beberapa kelompok binaan yang berjalan dengan baik. Lalu tiba saatnya sang akhwat menikah, kelompok itu entah ke mana.
Tidak ada yang ngantar, suami lagi keluar kota, tempat terlalu jauh dari rumah, anak sakit dan alasan - alasan lain untuk berhenti menjadi pembina.
Keadaan setiap orang memang berbeda, ia akan menjadi sama jika satu tujuan yang ingin dicapai.
Kondisi seperti inilah yang membuat sedih ketika ada undangan dari akhwat untuk menikah.
Akhwat menikah berarti mengurangi satu pembina
Akhwat menikah berarti mengurangi jumlah pasukan di lini terdepan untuk pembinaan secara berkelompok
Akhwat menikah berarti organisasi kehilangan satu kaki tempat berpijak
Terkadang geli sendiri ketika para suami sibuk menghubungi untuk mencarikan pembina bagi siswa dan mahasiswa. Saat penyakit hati muncul, ingin berkata, "Lah istri - istrinya aja pak, masak sudah menikah tidak membina lagi"
Kemudian, ada yang nyeletuk, "Istri saya sedang membina mujahid/ah kami yang baru mohon doanya agar jadi anak sholeh/ah"
Atau, "Jangan bicarakan kondisi ideal karena antum belum berada di posisi tersebut"
*selalu dalam rangka meluruskan niat, memperbaharui semangat, agar sehat dan full manfaat
Friday, 4 January 2013
Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Kampus
TANJUNGPINANG - Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul 'Ulum Tanjungpinang mengeluhkan fasilitas kampus sebagai penunjang aktivitas belajar dan mengajar. Keluhan ini disampaikan dalam acara temu ramah bersama pimpinan STAI Miftahul 'Ulum, dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi - organisasi internal kampus.
"Kami berharap kampus mampu menyediakan fasilitas hotspot yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa, terutama dalam aktivitasnya menuntut ilmu. Hotspot yang ada sekarang, menurut saya masih tidak mencukupi kebutuhan mahasiswa," ujar Sang Aji, mahasiswa tingkat akhir jurusan Ekonomi Syariah.
Selain itu, mahasiswa juga menyatakan ketidaknyamanan atas toilet yang baru saja dibangun di sekitar lokasi mesjid kampus.
"Keran air yang dibuat tidak sesuai dengan yang seharusnya sehingga mahasiswa menjadi kesulitan dalam menggunakan toilet. Kami berharap sarana ini lebih diperhatikan demi kenyamanan mahasiswa yang belajar di kampus," kata Ulul Amri mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STAI Miftahul Ulum, Pauzi menyampaikan bahwa memang telah terjadi miskomunikasi tentang pembangunan di lokasi.
"Insya Allah kita akan perbaiki kembali apa - apa yang dirasa kurang nyaman oleh mahasiswa," tutup pria asal Lingga tersebut.
Pihak STAI MU Didesak untuk Aktifkan HMJ
TANJUNGPINANG - Pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul 'Ulum Tanjungpinang didesak untuk kembali mengaktifkan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Desakan ini muncul dalam pertemuan antara pihak kampus, dosen dan mahasiswa dalam acara Temu Ramah yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Miftahul 'Ulum Tanjungpinang (31/12)
"Meskipun mahasiswa yang akan menjalankan organisasi HMJ ini, namun kampus harus memberikan dukungannya, jika perlu memberikan dorongan dan motivasi kepada para mahasiswa untuk bergerak melalui HMJ," ujar Zulkarnain, salah seorang dosen.
Seperti diketahui, Himpunan Mahasiswa Jurusan merupakan organisasi internal kampus yang mengkoordinir kegiatan mahasiswa di program studi masing - masing. SEkolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang yang sudah berdiri dari tahun 1989 saat ini memiliki tiga program studi antara lain Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah.
"Kita berharap dinamika kampus akan berjalan dengan baik," tutup dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan STAI Miftahul Ulum tersebut.
Thursday, 3 January 2013
KAMMI Kepri Sosialisasikan Manhaj Kaderisasi
TANJUNGPINANG - Jelang akhir tahun, Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kepulauan Riau menggelar sosialisasi Manhaj Kaderisasi KAMMI yang dihadiri oleh puluhan kader KAMMI pada Minggu (30/12).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan Manhaj Kaderisasi KAMMI dengan tujuan agar para kader memahami arah pergerakan melalui pedoman yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI.
"Manhaj ini merupakan panduan bagi kader KAMMI untuk mencapai Indeks Jati Diri Kader (IJDK) dalam rangka mewujudkan visi dan misi KAMMI serta tagline Muslim Negarawan." ujar Ivan Irifandi, Ketua Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Kepri.
Manhaj ini telah mencakup seluruh aspek pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Melalui manhaj tersebut, kader mampu menyeimbangkan seluruh potensi yang ada di dirinya sehingga mampu menjadi model manusia muslim abad ini.
Ada sepuluh hal yang menjadi titik poin dalam peningkatan kapasitas kader KAMMI yaitu aspek aqidah, fikrah dan manhaj perjuangan, akhlaq, ibadah, tsaqofah keislaman, wawasan ke-Indonesia-an, kepakaran dan profesionalitas, kemampuan sosial politik, pergerakan dan kepemimpinan serta pengembangan diri.
Untuk mencapai standar IJDK, kader KAMMI diharapkan dapat mengikuti seluruh proses yang ada. Pertama, madrasah KAMMI yang wajib diikuti oleh setiap kader tepat setelah Dauroh Marhalah 1 sebagai gerbang utama pengkaderan. Kedua manhaj tugas baca (mantuba) di mana kader wajib untuk membaca buku - buku yang telah direkomendasikan. Ketiga, silaturahim tokoh yang dilaksanakan secara berkelompok dengan topik yang berbeda setiap tokohnya. Keempat malam bina iman dan takwa (mabit. Kelima, dauroh atau training yang menambah skill kader di bidang yang ia minati. Keenam, junior camp, yaitu kegiatan berkemah yang lebih fokus untuk melatih fisik kader. Terakhir, pengkaryaan kader di mana para kader akan ditempatkan di organisasi - organisasi yang ada di kampus sesuai dengan minat dan bakat agar kemampuan tersebut terasah.
"Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berkenan untuk mengkaji apa yang telah disusun oleh Tim Kaderisasi KAMMI sebagai bahan rujukan kurikulum yang mudah - mudahan dapat diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau. " tutupnya.
Satu Semester
Seorang sepupu pernah berkata dengan tegasnya bahwa bekerja bukanlah untuk mencari muka di hadapan bos atau pun yang lainnya. Menurutnya bekerja adalah ajang untuk unjuk kebolehan, kemahiran, keterampilan dan kedisplinan. Melalui itu semua akan terpilih individu - individu yang unggul, yang tak hanya terampil dalam pekerjaan, juga hebat secara perilaku dan tentu memiliki kompetensi.
Rencana awal saat diminta untuk melamar ke pete adalah bekerja selama satu hingga dua bulan setelah itu berhenti. Untuk memenuhi keinginan orang tua agar tak menganggur di sela - sela kegiatan kuliah dan lainnya. Tak disangka, sudah satu semester menjalani pekerjaan sebagai seorang admin yang hampir 9 jam berada di depan laptop membuat laporan ini dan itu. Sesekali keluar kantor untuk sedikit urusan di bank atau notaris.
Betah? Mungkin. Serasa menemukan keluarga baru karena dengan adanya beberapa tambahan di bagian pemasaran membuat kantor semakin ramai. Tidak seperti di awal, hanya berdua atau bertiga bahkan lebih sering sendiri di kantor.
Ujian paling tidak mengenakkan dalam sebuah pekerjaan adalah ketika atasan terlihat tidak gembira dengan hasil kerja atau merasa tidak puas dan lain sebagainya. Misalnya laporan yang salah, penampilan yang dianggap seperti anak sekolah, suka pakai ransel dan sepatu non-high heels. Yang lebih parah adalah ditengking di telpon.
Pernah suatu hari diminta untuk memindahbukukan bilyet giro ke rekening tertentu. Masalah dimulai dari clearing cek sehingga dana tak bisa dipindakan. Konfirmasi ke pihak bank rupanya salah no rekening. Awalnya tidak mengerti ketika dana tak bisa dicairkan sehingga harus bolak balik ke lantai dua dan menunggu antrian teller hampir 30 menit.
Hasilnya? Ditengking di telpon karena waktu sudah hampir pukul tiga, waktunya untuk kas di bank tutup. Yah apa boleh buat, no rekening yang bersangkutan tidak benar sehingga harus menunggu kiriman dari mereka.
Sedih? Kesal? Mungkin.
Di saat seperti ini pandangan dan perasaan positif harus lebih dikedepankan daripada mengumpat sana - sini, mengomel dalam hati yang sia - sia. Tarik napas dalam - dalam kemudian hembuskan dan insya Allah akan lebih tenang. Setelah itu melenggang dengan santai dan tak lupa untuk menyebarkan senyum ke orang di sekitar seraya sedikit menundukkan kepala seperti Legolas atau tokoh - tokoh dalam drama Joseon :)
Kena tengking itu biasa, menunjukkan kenaikan tingkat dalam pelaksanaan tugas (loh)
Saturday, 29 December 2012
Pilar Kemenangan
Judul kajian AB2 pagi ini mengingatkan pada buku yang baru saja dibeli saat berkesempatan sekali lagi mengunjungi UI Depok beberapa waktu lalu.
Buku tersebut ditulis oleh Prof. dr. Abdul Hamid al Ghazali dengan judul Pilar - Pilar Kebangkitan Umat (Intisari Buku Majmu'atur Rasail). Kebetulan pagi ini kami mengkaji hal yang tak jauh dari isi buku ini meskipun belum sempat dibaca.
Setelah menunggu teman - teman yang sedikit terlambat, kajian subuh ini pun dimulai.
Kemenangan fikrah Islam hanya dapat dicapai dengan 4 syarat sebagai berikut :
1. Al Iman
2. Al Ikhlas
3. Hamasah (semangat)
4. Al Amal
#insya Allah akan dilanjutkan catatan ini
Saturday, 22 December 2012
Keputusan
Bismillah....
Kuputuskan untuk menunda menyusun skripsi tahun depan.
Semoga ini adalah keputusan yang benar, meskipun banyak yang bertanya dan menyayangkan kenapa aku harus menunda satu tahun padahal masih ada kesempatan untuk mengurus proposal penelitian.
Lalu ada yang berkata, menunda kelulusan artinya menunda pernikahan.
Bagiku, Allah Maha Tahu yang terbaik bagi hambaNya. Dalam hati kecil ada keinginan untuk segera menikah (lah, siapa yang ingin berlama - lama untuk beribadah?)
Usaha? Insya Allah ada, tapi mungkin belum nemu yang cocok... Bantuan sudah disebar ke sana kemari, baik melalui keluarga, adik, sepupu, teman seperjuangan, teman kuliah bahkan binaan pun ikut mencarikan hehehe.... Toh namanya juga usaha...
Doa? Aku sadar lantunan doa mungkin belum maksimal. Yang penting luruskan niat, itu yang dikatakan oleh seorang teman suatu hari ketika ia menawarkan untuk jadi penghubung. Ah, semoga berhasil :)
Oh ya, tentang kuliah. Kuliah memang amanah orang tua, siapa pun tahu dan menyadari.
Aku bukan mencoba untuk berhenti kuliah, hanya menunda. Tentu sudah mengkomunikasikan dengan orang tua sebaik mungkin. Semoga ayah dan ibu mengikhlaskan keputusan ini dan senantiasa mendoakan agar kehidupanku berjalan lancar dan selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT
Lalu setahun menganggur, apa yang akan kulakukan? Insya Allah banyak hal dan tak boleh kubiarkan seperti tahun lalu yang mungkin banyak kelalaian....
#berusaha untuk selalu jadi baik dan tersesat di jalan yang benar
Friday, 14 December 2012
Tarbiyah Dzatiyah
Bismillah...
*Saya mengingatkan diri sendiri
Semoga ini bermanfaat dalam memahami isi buku. Saya tidak sedang menceritakan kembali isi dari buku berwarna kuning ini, namun saya berharap dengan menuliskan daftar isi dan beberapa hal penting lainnya bisa memudahkan kita untuk memahami isi buku. Insya Allah jika ada kesempatan dan kesehatan, saya akan mengupas sedikit isi buku ini dan melampirkan beberapa poin penting di dalamnya.
Judul asli : At Tarbiyah Adz Dzatiyah Ma'alim wa Taujihat
Penulis : Abdullah bin Abdul Aziz Al Aidan
Penerjemah : Fadhli Bahri, Lc
DAFTAR ISI
#always trying to be the better one
*Saya mengingatkan diri sendiri
Semoga ini bermanfaat dalam memahami isi buku. Saya tidak sedang menceritakan kembali isi dari buku berwarna kuning ini, namun saya berharap dengan menuliskan daftar isi dan beberapa hal penting lainnya bisa memudahkan kita untuk memahami isi buku. Insya Allah jika ada kesempatan dan kesehatan, saya akan mengupas sedikit isi buku ini dan melampirkan beberapa poin penting di dalamnya.
Judul asli : At Tarbiyah Adz Dzatiyah Ma'alim wa Taujihat
Penulis : Abdullah bin Abdul Aziz Al Aidan
Penerjemah : Fadhli Bahri, Lc
DAFTAR ISI
1.
Definisi
Tarbiyah Dzatiyah
2.
Urgensi Tarbiyah
Dzatiyah
a.
Menjaga diri
mesti didahulukan daripada menjaga orang lain
b.
Jika anda tidak
mentarbiyah (membina) diri anda, siapa yang akan mentarbiyah anda?
c.
Hisab kelak
bersifat individual
d.
Tarbiyah dzatiyah
itu lebih mampu mengadakan perubahan
e.
Tarbiyah dzatiyah
adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqomah
f.
Sarana dakwah
yang paling kuat
g.
Cara yang benar
dalam memperbaiki realitas yang ada
h.
Karena keistimewaan
tarbiyah dzatiyah
3.
Sebab – Sebab
Ketidakpedulian Kepada Tarbiyah Dzatiyah
a.
Minimnya ilmu
b.
Ketidakjelasan sasaran
dan tujuan
c.
Lengket dengan
dunia
d.
Pemahaman yang
salah tentang tarbiyah
e.
Minimnya basis
tarbiyah
f.
Langkanya murobbi
(Pembina)
g.
Perasaan dan
panjangnya angan – angan
4.
Sarana – Sarang
Tarbiyah Dzatiyah
a.
Sarana Pertama :
Muhasabah
-
Urgensi muhasabah
-
Skala prioritas
yang penting
-
Jenis – jenis muhasabah
-
Muhasabah atas
waktu
-
Ingat hisab
terbesar
b.
Sarana Kedua :
Taubat dari Segala Dosa
-
Hakikat dosa
-
Syarat – syarat taubat
-
Semua dosa itu
kesalahan
-
Hukuman di dunia
-
Di antara trik
jiwa kita
c.
Sarana Ketiga :
Mencari Ilmu dan Memperluas Wawasan
d.
Sarana Keempat :
Mengerjakan amalan – aman iman
-
Mengerjakan ibadah
wajib seoptimal mungkin
-
Meningkatkan porsi
ibadah – ibadah sunnah
-
Peduli dengan
ibadah dzikir
Beberapa hal yang terkait dengan sarana
keempat :
-
Urgensi shalat
lima waktu
-
Antara ibadah
dengan adat istiadat
-
Ilmu pengetahuan
tidak cukup
-
Kita tidak lupa dzikir
kepada Allah
-
Memanfaatkan sebaik
mungkin saat – saat rajin
-
Waktu – waktu dan
tempat – tempat mulia
-
Urgensi tawazun
(seimbang)
e.
Sarana Kelima :
Memperlihatkan Aspek Akhlak (Moral)
-
Sabar
-
Membersihkan hati
dari akhlak tercela
-
Meningkatkan kualitas
akhlak
-
Bergaul dengan
orang – orang yang berakhlak mulia
-
Memperhatikan etika
– etika umum
f.
Sarana Keenam :
Terlibat dalam Aktivitas Dakwah
-
Merasakan kewajiban
dakwah
-
Menggunakan setiap
kesempatan untuk berdakwah
-
Terus menerus
dan tidak berhenti di tengah jalan
-
Pintu – pintu dakwah
itu banyak
-
Kerjasama dengan
pihak lain
g.
Sarana Ketujuh :
Mujahadah (Jihad)
-
Sabar adalah
bekal mujahadah
-
Sumber keinginan
-
Bertahap dalam
melakukan mujahadah
-
Jadilah orang
yang tidak lalai
-
Siapa yang
mengambil manfaat dari mujahah?
h.
Sarana Kedelapan
: Berdoa dengan Jujur kepada Allah Ta’ala
-
Kebutuhan kita
kepada doa
-
Waktu – waktu dan
tempat – tempat terkabulnya doa
-
Syarat – syarat doa
-
Jangan minta doa
dikabulkan dengan segera
-
Bermanfaatlah untuk
anda dan orang lain
5.
Buah Tarbiyah
Dzatiyah
a.
Mendapatkan keridhaan
Allah Ta’ala dan surgaNya
b.
Bahagia dan
tentram
c.
Cintai dan
diterima Allah
d.
Sukses
e.
Terjaga dari
keburukan dan hal – hal tidak mengenakkan
f.
Keberkahan waktu
dan harta
g.
Sabar atas
penderitaan dan semua kondisi
h.
Jiwa merasa aman
#always trying to be the better one
Tuesday, 11 December 2012
Hakekat Pelajar : baca pikir dan tulis
Refleksi bodoh saya kembali mengatakan bahwa semangat pembelajar inilah yang perlu di bangun oleh seorang pelajar. menikmati setiap bacaan yang mengantri untuk di baca. menyelami dengan bahagia setiap analisa yang mengawang-awang, dan mendalami dengan suka cita setiap tulisan yang ditorehkan.
bukankah itu hakekat pembelajar ? membaca, berpikir, dan menulis
yah percuma kamu pintar tetapi tidak ada tulisan yang kamu keluarkan, intelektual mu hanya menjadi budak akan pikiran mu, dan kamu dan kepintaran mu akan hilang ditelan debu peradaban yang haus akan perubahan.
#refleksibodohmahasiswaesuda
sumber : http://ridwansyahyusufachmad.com/2012/12/03/hakekat-pelajar-baca-pikir-dan-tulis/
Thursday, 6 December 2012
Mencoba Mengingatkan Diri Sendiri
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasehati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggungjawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa"
QS. Al A'raf : 164
Suatu hari saya mendapat keluhan dari junior kampus tentang bagaimana teman - teman seperjuangan sudah sulit untuk diajak bergerak, dalam artian membuat kegiatan keislaman di kampus. Ada terbersit rasa iri di hati ketika melihat teman - teman dari kampus lain bersemangat mengadakan kegiatan di kampus, terutama kegiatan keislaman.
Begitu banyak alasan yang diajukan atas ketidakmampuan itu. Alasan pekerjaan, sibuk mengajar, membuat tugas kuliah, rumah jauh dan lain sebagainya. Kadang saya berpikir, memangnya kalau tidak mengajar bisa membuat kegiatan yang maksimal? Tidak bekerja akan memaksimalkan potensi yang ada? Ah mungkin saya juga tak lebih baik daripada mereka
Saya katakan pada junior itu bahwa sudah saatnya mencari generasi baru, tak usah terlalu banyak berharap dengan orang - orang yang sudah jelas - jelas menyatakan diri tidak bisa. Bukan menyerah dengan mereka, tapi saya pikir akan membuang energi saja, sementara masih ada yang bisa untuk diajak bekerja sama.
Wahai orang - orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang - orang yang beriman tapi bersikap keras terhadap orang - orang kafir yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikanNya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberianNya), Maha Mengetahui
QS. Al Maidah : 54
Kedua surah dalam Al Quran ini begitu menginspirasi dan menyemangati kita ketika akan mengajak orang lain untuk sama - sama berbuat kebaikan (insya Allah). Surah Al A'raf ayat 164 mengajarkan kita untuk terus menerus mengajak orang lain, siapa pun dia selama ia masih berada dalam jangkauan kita.
Kenapa? Hanya dua alasan yang melandasi. Pertama, agar nanti di hari akhir saya bisa lepas tanggung jawab terhadap kewajiban mengajak mereka. Saya menyadari dan tahu bahwa saya termasuk salah satu orang yang tahu dan memahami tentang kewajiban mengajak orang lain untuk menjadi baik, lebih mengenal Allah dan menjauhi maksiat (meskipun saya juga sedang belajar). Wajib hukumnya jika saya tahu bahwa saya tahu. Berbeda dengan orang - orang yang tidak tahu, wallahu'alam
Mungkin alasan yang pertama ini terkesan egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Loh, bukan di dunia ini kita sedang berlomba untuk berbuat baik agar bisa selamat dunia akhirat, masuk surga dan bertemu Allah juga Rasulullah? Kita bukan sedang memikirkan materi apa yang akan kita dapatkan setelah itu. Tidak. Saya selalu mengingatkan diri sendiri dan berusaha meluruskan niat bahwa ini semata - mata dilakukan karena perkataan Allah dalam surah tersebut.
Kedua, agar mereka yang kita ajak dan kita seru untuk berbuat kebajikan mendapat hidayah dari Allah dan menjadi orang - orang yang bertakwa. Bukankah jika kita bisa menjadi penyalur hidayah bagi orang lain, hal itu lebih baik dari langit dan bumi serta isinya?? Siapa yang tak ingin dengan mendapatkan itu? Sayang hanya orang - orang beriman yang bisa meraihnya. Semoga kita berada dalam golongan tersebut. Amiin
Nah berkenaan dengan Surah Al Maidah ayat 54 ada kalanya membacanya dengan sedih, di satu sisi menjadi gembira.
Kita bahas gembiranya dulu. Satu, jika hari ini kita adalah orang yang mengganti seseorang di sebuah amanah karena alasan tertentu maka berbahagialah bahwa kita telah dipilih Allah untuk menjalankan amanah tersebut. Hal ini bisa berarti bahwa kita lebih baik dari yang sebelumnya (sekali lagi ini hanya hasil analisis saya, jika salah mohon diluruskan).
Misalnya dalam struktur kepengurusan, sering terjadi perombakan pengurus agar organisasi jadi lebih sehat. Biasanya reshuffle dilakukan jika salah satu pengurus menjadi tidak aktif dikarenakan alasan tertentu. Dan jika kita adalah orang yang menggantikan, beristighfarlah. Ini bisa menjadi berita gembira sekaligus menakutkan. Bergembira karena mungkin kita bisa lebih baik dari pengurus sebelumnya, khawatir jika ini adalah ujian bagi kita dan kita tak mampu melewatinya.
Tidak hanya dalam soal kepengurusan saja, juga eksistensi kita dalam dunia dakwah. Masihkah kita menghadiri kajian pekanan untuk sama - sama melingkar? Masihkah kita bersegera untuk menyambut seruan jamaah? Masihkah kita berada dalam koridor yang Allah ridhoi? Wallahu'alam. Penulis mengingatkan diri sendiri.
Dua, ayat ini semestinya membuat kita bersedih jika kita adalah orang yang dimaksud dalam ayat tersebut. Orang yang diganti oleh golongan yang lebih dicintai oleh Allah dan mereka pun mencintai Allah. Lalu apakah berarti cinta Allah pada kita tak sebesar cintaNya pada golongan tersebut? Bisa jadi. Penulis hanya berasumsi, selebihnya adalah urusan Allah dan penulis selalu berusaha mengingatkan diri sendiri.
Apa pun itu tak perlu gundah dan sedih jika tak ada lagi yang mau untuk diajak bergerak. Umar bin Khattab r.a menginspirasi kita dengan kata - katanya, jika ada 1000 orang yang berjihad di jalan Allah maka salah satunya adalah aku, jika ada 100 orang yang berjihad di jalan Allah maka salah satunya adalah aku, jika ada 10 orang yang berjihad di jalan Allah maka salah satunya adalah aku, jika hanya ada 1 orang yang berjuang di jalan Allah maka itu adalah aku, dan jika tidak ada lagi yang berjihad, maka dipastikan aku telah syahid!!!
Monday, 26 November 2012
Tuesday, 13 November 2012
Bunda Itu
Suatu hari aku diminta untuk mengambil undangan ke rumah seorang aktivis LSM di Kepri. Ia adalah seorang yang sudah tua, kurasa umurnya sudah mencapai 70 tahun. Namun dengan umur segitu, aku salut karena setiap bertemu beliau di sebuah acara seminar atau dialog kedaerahan yang dihadiri oleh pejabat - pejabat dan juga tokoh - tokoh masyarakat, ia selalu ada dan selalu mengkritisi pemerintah.
Dia selalu menyuarakan pada pemerintah, mengingatkan bahwa Kepri sudah terbentuk sekian tahun lamanya, namun kesejahteraan belum juga merata. Woooww ini orang tua yang idealis dan kritis, begitu pikirku.
Hari itu aku pergi ke rumahnya. Dia bilang rumahnya ada kantor di sebelahnya. Rupanya dia pengelola sebuah LSM yang cukup sering kudengar kiprahnya di Kepri. Begitu memasuki kantor kecil itu, yang kulihat adalah tumpukan buku di lemari dan meja - meja. Di sudut ruangan panjang itu ada lemari buku yang penuh dengan buku entah apa namanya aku pun tak tahu, yang jelas buku - buku yang sudah tua. Di depan lemari itu ada tumpukan koran harian bermacam - macam. Di dinding ruangan tersebut ada tertempel berita tentang pelantikan pejabar eselon dan susunan kabinet Kepri yang entah tahun berapa, tapi kurasa masih baru karena beberapa di antaranya ada yang kukenali
Hmmm pantas ia begitu kritis di forum. Rupanya ini yang dikerjakan orang tua itu setiap harinya, kataku dalam hati. Di dinding lainnya aku melihat beberapa foto - foto beliau dengan beberapa pejabat di acara yang berbeda - beda. Ada pula foto - fotonya bersama teman sejawat. Ah, semua pernah muda ya :)
Dalam hati aku bergumam, sayang sekali, beliau orang yang cerdas dan pastinya tidak melewatkan satu hari pun untuk membaca dan memperhatikan kondisi kekinian. Namun, secara keislamannya belum begitu baik. Kerudung yang hanya seadanya membuatku miris bahwa ia belum sempat bertobat padahal sudah setua ini. Ah, siapa yang tahu. Mungkin di mata Allah ia lebih baik, kataku mencoba berpikir positif tentang orang tua itu.
Di meja kerja aku melihat beberapa kertas yang belum tersusun rapi, nampaknya ini adalah hari - hari sibuk sehingga tak sempat membereskan meja. Ada asbak rokok besar dengan beberapa puntung rokok di dalamnya. Hmmmm mungkin rokok sang suami.
Puas melihat - lihat ruangan kecil itu, aku duduk tenang menunggu si Ibu menyelesaikan makan malamnya. Kryuuukk... Duh perutku lapar. Teringat pada mie rebus yang sedang dimasak oleh Kak Nur di kosnya untukku malam ini. Kupikir hanya sebentar jadi kutinggalkan sejenak kosnya untuk mengambil undangan
Dia selalu menyuarakan pada pemerintah, mengingatkan bahwa Kepri sudah terbentuk sekian tahun lamanya, namun kesejahteraan belum juga merata. Woooww ini orang tua yang idealis dan kritis, begitu pikirku.
Hari itu aku pergi ke rumahnya. Dia bilang rumahnya ada kantor di sebelahnya. Rupanya dia pengelola sebuah LSM yang cukup sering kudengar kiprahnya di Kepri. Begitu memasuki kantor kecil itu, yang kulihat adalah tumpukan buku di lemari dan meja - meja. Di sudut ruangan panjang itu ada lemari buku yang penuh dengan buku entah apa namanya aku pun tak tahu, yang jelas buku - buku yang sudah tua. Di depan lemari itu ada tumpukan koran harian bermacam - macam. Di dinding ruangan tersebut ada tertempel berita tentang pelantikan pejabar eselon dan susunan kabinet Kepri yang entah tahun berapa, tapi kurasa masih baru karena beberapa di antaranya ada yang kukenali
Hmmm pantas ia begitu kritis di forum. Rupanya ini yang dikerjakan orang tua itu setiap harinya, kataku dalam hati. Di dinding lainnya aku melihat beberapa foto - foto beliau dengan beberapa pejabat di acara yang berbeda - beda. Ada pula foto - fotonya bersama teman sejawat. Ah, semua pernah muda ya :)
Dalam hati aku bergumam, sayang sekali, beliau orang yang cerdas dan pastinya tidak melewatkan satu hari pun untuk membaca dan memperhatikan kondisi kekinian. Namun, secara keislamannya belum begitu baik. Kerudung yang hanya seadanya membuatku miris bahwa ia belum sempat bertobat padahal sudah setua ini. Ah, siapa yang tahu. Mungkin di mata Allah ia lebih baik, kataku mencoba berpikir positif tentang orang tua itu.
Di meja kerja aku melihat beberapa kertas yang belum tersusun rapi, nampaknya ini adalah hari - hari sibuk sehingga tak sempat membereskan meja. Ada asbak rokok besar dengan beberapa puntung rokok di dalamnya. Hmmmm mungkin rokok sang suami.
Puas melihat - lihat ruangan kecil itu, aku duduk tenang menunggu si Ibu menyelesaikan makan malamnya. Kryuuukk... Duh perutku lapar. Teringat pada mie rebus yang sedang dimasak oleh Kak Nur di kosnya untukku malam ini. Kupikir hanya sebentar jadi kutinggalkan sejenak kosnya untuk mengambil undangan
Wednesday, 7 November 2012
Allah SWT Mencintai Nurul Azizah
Nurul Azizah Mencintai Allah SWT
Allah SWT Mencintai Nurul Azizah
Nurul Azizah dan Allah SWT Saling Mencintai
Bukti cinta Allah SWT terhadap Nurul Azizah
Allah SWT memberikan segala kemudahan dalam kehidupan Nurul Azizah sehingga ia bisa menjalankan kehidupannya dengan baik. Nurul Azizah dipilih oleh Allah SWT untuk lahir dari keluarga sederhana tapi bahagia dengan kedua orang tua yang penuh tanggung jawab mengasuh dan memelihara Nurul Azizah hingga ia menjadi manusia yang berusaha untuk menyenangkan Allah SWT.
Allah SWT juga memberi anugerahNya pada Nurul Azizah, yaitu seorang ibu yang cekatan dalam mengasuh dan mendidik Nurul Azizah. Ayah yang senantiasa menjadi ayah yang baik untuk Nurul Azizah. Menafkahi Nurul Azizah dengan rezeki yang halal dari Allah SWT serta memberi tempat tinggal yang layak.
Allah SWT juga memilihkan lingkungan yang baik dan jauh dari kehidupan yang tidak baik.
Allah SWT juga mempertemukan Nurul Azizah dengan orang - orang yang senantiasa berusaha mencintai Allah SWT dan bertemu atas dasar cinta kepada Allah SWT
Sungguh anugerah luar biasa dari Allah SWT untuk Nurul Azizah sebagai bukti cintaNya
Lalu apa yang diperbuat Nurul Azizah sebagai bukti cintanya pada Allah SWT??
#Nurul Azizah belajar memupuk kembali rasa cintanya pada Allah SWT
Tuesday, 6 November 2012
Menulis sebelum Mati
Di facebook, beredar tulisan - tulisan yang ditulis oleh salah seorang mahasiswi yang meninggal itu. Salah satunya dia menulis tentang kematian, sebulan yang lalu, kira - kira bulan Oktober kalo gak salah (maaf jika salah). Di blognya juga ada beberapa tulisan yang bermanfaat sekali untuk dibaca. Moga menjadi amal jariyah bagi beliau.
Aku jadi berpikir, seandainya suatu hari saat waktu kematianku tiba, apa yang akan kutinggalkan untuk orang - orang di sekitarku. Hal yang bermanfaat untuk mereka namun juga bisa menambah tabungan amalku meski sudah bisa lagi beraktivitas di dunia.
Setelah membaca catatan - catatan teman - teman yang memang gila menulis, aku menyimpulkan bahwa memang itulah yang seharusnya aku tinggalkan untuk mereka yang akan kutinggalkan. Sebuah tulisan. Bukan tulisan sembarangan, tapi tulisan yang menginspirasi banyak orang untuk berubah lebih baik dari hari ini.
Akhir - akhir ini aku memang jarang menulis, entah dikarenakan apa. Rasa malas yang datang bertubi - tubi membuatku harus terseok kembali untuk pulih seperti sedia kala. Ada beberapa hal yang positif dulunya kulakukan, tapi sekarang telah kutinggalkan. Aku sadar bahwa inilah fenomena lemahnya iman.
Mengenai tulisan, tahun lalu hingga awal 2012, aku lebih sering menulis di buku harian dengan bahasa yang 'aku' sekali. Tidak begitu memperhatikan EYD, tertulis apa adanya. Aku bertekad untuk menuliskan setiap detik kejadian dalam satu hari. Setiap detil perasaannya pun kutuliskan. Seperti apa orang dan keadaan saat itu berhasil kutuliskan meskipun dengan kekurangan sana - sini.
Buku itu biasa, seperti buku lainnya. Yang berbeda adalah, buku harian itu selalu kuserahkan pada Kak Pura untuk dibaca. Awalnya kupikir seharusnya rahasia tidak boleh kubagikan dengan orang lain, tapi biarlah, aku percaya padanya. Sejauh ini dari tiga cara yang dianjurkan oleh Umar bin Khattab tentang bagaimana cara mengetahui karakter seseorang yang sesungguhnya, telah kucoba selama berteman dengan beliau. Dan hasilnya alhamdulillah, kupercayakan padanya untuk membaca buku harian tersebut
Meskipun dalam buku itu kadang kutuliskan tentang dia, bagaimana hari itu aku kesal padanya, bahwa aku tidak suka dengan pendapatnya, tapi ia baca buku itu sambil tersenyum. Setelah membaca ia akan berkomentar bahwa bahasaku membuatnya geli :D
April 2012 buku itu tak pernah lagi kutulis. Kubiarkan terletak di sudut berdebu kamar tidur yang hingga hari ini belum berhasil kutata dengan rapi.
Aku jadi berpikir, seandainya suatu hari saat waktu kematianku tiba, apa yang akan kutinggalkan untuk orang - orang di sekitarku. Hal yang bermanfaat untuk mereka namun juga bisa menambah tabungan amalku meski sudah bisa lagi beraktivitas di dunia.
Setelah membaca catatan - catatan teman - teman yang memang gila menulis, aku menyimpulkan bahwa memang itulah yang seharusnya aku tinggalkan untuk mereka yang akan kutinggalkan. Sebuah tulisan. Bukan tulisan sembarangan, tapi tulisan yang menginspirasi banyak orang untuk berubah lebih baik dari hari ini.
Akhir - akhir ini aku memang jarang menulis, entah dikarenakan apa. Rasa malas yang datang bertubi - tubi membuatku harus terseok kembali untuk pulih seperti sedia kala. Ada beberapa hal yang positif dulunya kulakukan, tapi sekarang telah kutinggalkan. Aku sadar bahwa inilah fenomena lemahnya iman.
Mengenai tulisan, tahun lalu hingga awal 2012, aku lebih sering menulis di buku harian dengan bahasa yang 'aku' sekali. Tidak begitu memperhatikan EYD, tertulis apa adanya. Aku bertekad untuk menuliskan setiap detik kejadian dalam satu hari. Setiap detil perasaannya pun kutuliskan. Seperti apa orang dan keadaan saat itu berhasil kutuliskan meskipun dengan kekurangan sana - sini.
Buku itu biasa, seperti buku lainnya. Yang berbeda adalah, buku harian itu selalu kuserahkan pada Kak Pura untuk dibaca. Awalnya kupikir seharusnya rahasia tidak boleh kubagikan dengan orang lain, tapi biarlah, aku percaya padanya. Sejauh ini dari tiga cara yang dianjurkan oleh Umar bin Khattab tentang bagaimana cara mengetahui karakter seseorang yang sesungguhnya, telah kucoba selama berteman dengan beliau. Dan hasilnya alhamdulillah, kupercayakan padanya untuk membaca buku harian tersebut
Meskipun dalam buku itu kadang kutuliskan tentang dia, bagaimana hari itu aku kesal padanya, bahwa aku tidak suka dengan pendapatnya, tapi ia baca buku itu sambil tersenyum. Setelah membaca ia akan berkomentar bahwa bahasaku membuatnya geli :D
April 2012 buku itu tak pernah lagi kutulis. Kubiarkan terletak di sudut berdebu kamar tidur yang hingga hari ini belum berhasil kutata dengan rapi.
T_T
Innalillahi wa inna ilaihi rojiuuun
Kemarin ada lagi akhwat yang meninggal dalam kecelakaan bus setelah mereka pulang dari seminar nasional. Mereka mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dua - duanya teman Kiki (anak rohis di smansa dulu yang satu angkatan dengan mereka).
Semoga amal ibadah mereka diterima Allah swt dan mereka dikumpulkan kelak di jannahNya
Amin
Kemarin ada lagi akhwat yang meninggal dalam kecelakaan bus setelah mereka pulang dari seminar nasional. Mereka mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dua - duanya teman Kiki (anak rohis di smansa dulu yang satu angkatan dengan mereka).
Semoga amal ibadah mereka diterima Allah swt dan mereka dikumpulkan kelak di jannahNya
Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)

