Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Monday, 27 October 2014

Melingkar Bersama Murobbi Tamu

      No comments   
"Gimana? Lanjut atau engga liqonya?"
"Lanjutlah, biar kata cuma bentar, insya Allah berkah pertemuan n ilmunya akan dapat"
"Sip, lanjut ya. Legaaaa"

Karena pembina kami harus keluar kota, maka minggu ini kami mendapat kesempatan untuk bertemu dengan murobbi tamu. Wah alhamdulillah bisa melingkar bersama Bu Rojiah Iskandar. Selama ini kami hanya bertemu dalam forum besar atau ketika silaturahim ke rumahnya. Sama sekali bukan dalam agenda melingkar.

Setelah maghrib kami pun berangkat ke rumah beliau yang terletak di sebelah Kantor DPRD PRovinsi Kepri yang lama. Rupanya ada satu teman yang udah datang. Ibuk kira engga jadi karena ga ada sms lanjutan. Duh, maafin kami buk. Setelah menunggu sekitar 10 menit kami berempat dipersilahkan untuk naik ke lantai 2 rumahnya. Ini pertama kalinya aku ke lantai dua, biasanya cuma sampai ruang tamu dan kamar mandi di belakang.

Meski cuma berempat, kami senang sekali bisa hadir dan dapat kesempatan untuk melingkar bersama murobbi tamu. Beliau ga bisa lama karena setelah Isya rencananya akan ada agenda lain... Tak masalah, buatku sesedikit apa pun pertemuan melingkar itu sangat berharga. Jadi merasa bersalah saat beberapa waktu lalu tidak hadir karena alasan yang dibuat buat.

Aku berinisiatif untuk jadi MC, selain ini tugas termudah (hahahha), kupikir aku cukup ahli untuk membuat suasana kami ga kaku. Entah kenapa kupikir teman yang lain agak segan dengan ibu ini. Pikiran aku aja kali ya, ngerasa sok asik sendiri :D mianhae miaaan...

Setelah dibuka dengan basmalah kupikir untuk petugas lainnya cukup main tembak di tempat. Hahaha... Awalnya kami bilang langsung penyampaian taujih dari beliau saja. Tapi Bu Jiah menolak.
"Eeeh... agenda melingkar itu dalam kondisi apa pun jangan sampai ditiadakan ya"

Mau ga mau kami harus memilih dan melaksanakan tugas dadakan. Buatku, yang namanya kader ya mesti gitu. Siap aja dikasih tugas apa pun. Masak cuma disuruh kultum aja ngacir hehehhe gimana mau membina umat (ceileh gaya banget).

 Baiklah baiklah, kita masuk agenda utama taujih dari Bu Jiah. Kuulangi, meski pertemuan ini sebentar, namun sungguh isinya luar biasa. 



0 comments:

Post a Comment