Thursday, 22 October 2015
Lapang Dada
Apa Saya Salah Menyampaikan??
Thursday, 15 October 2015
Sabar
Monday, 12 October 2015
Islam yang Ga Islami
Ini postingan percobaan dari email sih. Pengen liat hasilnya gimana. Btw ini copasan dari chat di grup whatsapp
Copas dari grup sebelah
Ikhwah Fillah,
Semoga bisa membuka mata hati kita semua :
ISLAM TAPI TIDAK ISLAMI
(untuk introspeksi)
SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.
Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.
Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :
"Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam".
Dan Abduh pun terdiam.
Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.
Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW.
Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.
Hasilnya ?
Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.
Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140.
Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.
Apa itu islam ?
Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami ?
Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.
Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
"Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya".
Itu indikator.
Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat".
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."
"Bicara yang baik atau diam".
Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara.
Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :
"Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam".
Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.
Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya.
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : "mengapa harus dikunci ?"
Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis.
Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.
Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.
Padahal jelas-jelas kata "iman" sama akar katanya dengan aman.
Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.
Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman.
Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman.
Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :
"Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda".
Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm.
Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si bapak tersebut justru malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib. Maksudnya agar Polisi melepaskan nya karena dia adalah orang suci (???)
Mengapa kontradiksi ini terjadi ?
Syaikh Basuni, ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir.
Suratnya berisi pertanyaan :
"Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?"
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?")
Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.
Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya.
Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu. Sistem pengajaran Islam menjadi dogmatis, apa kata ustas/ulama menjadi hukum yang harus di ikuti. Tidak kritis dan mendebat ustad/ulama untuk mencari kebenaran. Karena ustad/ulama juga manusia yang sumber kesalahan. Akibatnya umat Islam sekarang cenderung anti kritik dan siap berperang jika ada yang kritis mempertanyakan sesuatu. Padahal berpikir kritis adalah awal berkembangnya ilmu pengetahuan yang menjadi tonggak kemajuan peradaban.
Tidak aneh, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca dan mencari ilmu. Ajaran Islam hanya di tekankan pada hafalan dan mendengar semata. Bukan membaca, melakukan kajian kritis dengan argumentasi serta menjadi paham. Umat Islam Indonsia pun sdh meninggalkan riset termasuk meriset dan mengkaji ulang pendapat pendapat keagamaan yang sudah tidak cocok lagi untuk perkembangan jaman. Padahal riset ini juga yang menjadi fondasi dasar berkembangnya IPTEK dan kemajuan peradaban.
Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.
Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya.
Siapa yang salah ?
Mungkin yang salah yang membuat 'survey'...
Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama'ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Andaikan hafalan AQ yang jadi ukuran, Insha Allah negara negara Arab yang akan menempati rangking pertama.
Sayangnya bukan hanya itu parameter Ke Islaman ..
Wallahualam
*******
Mari kita saling berbenah... mulai dari diri kita sendiri... mulai dari sekarang....mulai hari ini... #iINSPIRASI Menjelang Musda 😊
Saturday, 19 September 2015
Terancam Keguguran
![]() |
| Hasil dari cek dua dokter. Engga keliatan sama sekali janin nya |
![]() |
| Tes urine lagi hasilnya masih positif hamil. Nambah koleksi test pack |
![]() |
| Tulisan perawat masih oke, giliran tulisan dokternya engga paham sama sekali |
Friday, 11 September 2015
Wednesday, 9 September 2015
A Lonely Trip to Jati Padang
Sunday, 6 September 2015
Sebuah Permintaan Maaf
Friday, 4 September 2015
Ed Sheeran - All of the Stars
| rambut acak acakan aja bisa ganteng gitu yah |
It's just another night
And I'm staring at the moon
I saw a shooting star
And thought of you
I sang a lullaby
By the waterside and knew
If you were here,
I'd sing to you
You're on the other side
As the skyline splits in two
I'm miles away from seeing you
I can see the stars
From America
I wonder, do you see them, too?
So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home
I can hear your heart
On the radio beat
They're playing 'Chasing Cars'
And I thought of us
Back to the time,
You were lying next to me
I looked across and fell in love
So I took your hand
Back through lamp lit streets I knew
Everything led back to you
So can you see the stars?
Over Amsterdam
You're the song my heart is
Beating to
So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home
And, oh, I know
And oh, I know, oh
I can see the stars
From America
Read more: Ed Sheeran - All Of The Stars Lyrics | MetroLyrics
Catatan Lagu
Friday, 21 August 2015
Toko Belanjo Online, Distributor Mozarella Pertama di Tanjungpinang
Mozarella? Apa itu? Hehehehe terus terang saya ga tau benda apa itu yang bernama mozarella. Kalaulah bukan karena Kak Salma yang heboh itu komat kamit di sosial media soal kegalauan dan kerinduannya dengan mozarella, bisa jadi mozarella akan jadi satu dari ribuan kata lain yang ga saya ngerti artinya.
Setelah browsing di google baru deh tau mozarella itu apa. Sejenis keju yang lumer di mulut yang biasa dipake untuk topping pizza. Wiww siapa sih yang ga suka pizza *oke saya ngaku, cuma jenis pizza tertentu yang saya makan. Di zaman beginian pizza ga lagi masuk dalam daftar makanan mahal. Banyak restoran yang menawarkan pizza dengan harga irit dan cucok buat kantong, meskipun lagi akhir bulan.
Okeh kembali ke soal mozarella tadi. Kak Salma ini jenis ibu-ibu kepo yang suka berkreasi di dapur. Maklum, sebelum menikah doi pernah kerja di salah satu restoran di Jakarta. Bukan jadi kasir atau waitressnya tapi doi jadi orang yang bertugas untuk icip icip. Kak Salmaaaaa you're so lucky.
Ya gitu deh, berawal dari hobi makan akhirnya jadi kerjaan. Ga heran sebagai tukang icip icip makanan, Kak Salma jago banget mengolah makanan yang berhubungan dengan keju-kejuan, mayonaise, macaroni daaaan bahan lainnya yang so pasti ga akan kamu temui di dapur saya yang belum punya dapur sendiri xixixiixi.
Waktu kami satu acara, Kak Salma rajin masak n bawain hasil masakannya. Awalnya saya ga berminat buat nyobain tapiiii demi menjaga kesopanan dan ketertiban ketika ditawari makanan, yaaa dicobalah dikit. Daaaan hasilnya, setengah makanan itu saya yang habiskan XD
Naaah, rupanya ada satu bahan makanan yang susah banget dicari Kak Salma di Tanjungpinang ini, yaitu keju mozarella. Wah, benarkah??? Rasanya ga ada makanan yang sulit dicari di sini. Berhubung Tanjungpinang kan bukan negeri yang pelosok banget.
Tapi rupanya bukan Kak Salma sendiri, temannya yang bernama Fita pun merasakan hal yang sama. Well, saya kenal dua orang ini suka bikin kreasi makanan gitu di dapur. Dan saya termasuk orang yang membantu mereka lho. Iya, bantuin makan. Kasian kalo ga dibantuin XD
Setelah berkeliling kota
No!!
Kesedihan itu dijawab Kak Salma dengan BISNIS MOZARELLA. Euuyyy emang dasar ibu-ibu kepo yang suka bisnis. Semua kegalauannya berubah menjadi bisnis.
Yaps, Kak Salma yang juga owner Toko Belanjo Online itu akhirnya memutuskan dan menetapkan bahwa, doi harus jadi distributor mozarella pertama di Tanjungpinang!!
Tring!!! Dalam hitungan waktu mozarella mozarella itu pun berdatangan ke Tanjungpinang ini. Well, siapa yang ga tergiur untuk langsung mendapatkannya. Ada begitu banyak daftar makanan yang bisa dibuat dengan menggunakan mozarella. Pasta, Lasagna, Fetucini, Roast Chicken, Steak Beef, Burger, Hotdog, Nasi Goreng, Moza Stick (dipotong stick & dibalur tepung roti lalu digoreng), Roti Bakar, Roti Goreng, aneka Risoles, Martabak dan lain-lain.
Eh tunggu dulu, kira-kira mozarella bisa ditambahin dalam adukan rendang lebaran ga??? *abaikan
Ga nyampe berapa hari, di sosial media saya udah seliweran aja tuh hasil kreasi makanan yang dibuat teman-teman. Hmmm yummy!!!!! Jadi pengen coba bikin sendiri xixixixiiii
Nah buat kamu yang pengen kreasi sendiri di rumah dapatkan keju mozarella ini di Toko Belanjo Online yang beralamat di :
Komplek Taman Mekarsari 1 blok C-12 Km.7 Tanjungpinang, Kepri
083893161264 (Salma Aziz) pin : 54860B30
Selamat mencoba!!!!
Dua Hari di Solo
Dari stasiun Tugu kami jalan kaki menuju Malioboro sambil bercengkrama. Waah udah kayak backpackeran berdua
Eka.
Di saat kami jalan itu ternyata ada keramaian di depan gedung D
PR
D Provinsi
DI
Y.
Dadakan ke Pantai Baron, Gunung Kidul
Sekali lagi harus menghadapi sifat suka dadakannya bang Rio. Liburan kali ini emang panjang. Dari hari Sabtu sampe Senin karena bertepatan dengan 17 Agustus.
Karena beberapa hari lalu udah jalan ke Solo bareng Eka and Masyitah, jadi minggu ini pengennya di rumah aja. Dan memang hari Sabtu - Minggu itu cuma d rumah aja. Seolah malas untuk bergerak keluar. Keluar juga cuma nyari makan trus pulang.
Tapi minggu sore itu setelah sholat ashar bang Rio udah siap siap mau pergi. Ya udahlah, ayok pergi jalan.
Momen berdua aja emang ga boleh dilewatkan, apalagi akhir Agustus kami udah mulai menjalani LDR-an xiixixiiii
Seperti biasa, ke mana kami akan pergi jarang saya tanyakan. Biarlah hal itu jadi kejutan. Kadang sebelum pergi bang rio udah ngasih tau tujuannya.
Di tengah jalan bilangnya mau ke Gunung kKidul. Okeh, yang saya bayangkan adalah seperti ke Merapi beberapa waktu lalu. Tak begitu jauh. Kami jalan dari jam 4 sore.
Daaaaaaaaaaan perjalanan itu lama banget -_- pinggang sakit. Belum lagi di beberapa titik jalannya ga mulus. Ngantuk. Kita mau ke mana sih, bang T_T
Tapi sakitnya itu terbayarkan!!! Begitu kami masuk ke jalan entah apa namanya. Jalan kecil berkelok dan menanjak menandakan kami mulai masuk daerah pegunungan. Ditambah dengan udaranya dingin. Dan eike ga bawa jaket!
Begitu melihat pemandangan yang masya Allah luar biasa ituuuu sakit hilang, dinginnya engga siih. Sepanjang jalan saya cuma bisa bilang, "Wuaaaahhh!!!!" dengan noraknya.
Semakin dekat saya melihat banyak penunjuk jalan, Pantai Parangtritis, Pantai Baron dan lain lain. Pantai???? Bukannya kita mau ke gunung? Gimana sih?
Rupanyaaa pantai itu terletak dekat gunung. Appah??!!! Emang pantai sama gunung bisa deketan?
Dan seperti ketika pergi ke Parangtritis lalu saya cuma melongo. Pantai-pantai di sini rupanya dikelilingi gunung. Yang makin aneh adalah udara yang dingin. Sumpe lo di pantai kok adem gini?
Okeh seperti kata bang Rio, saya emang anak pulau -____-
Selama ini saya berpikir kalo pantai dan gunung ga akan bisa deketan. Hewww....
Sayang kami nyampenya udah sore banget, perjalanannya makan waktu satu setengah jam. Nyampe pantai udah jam setengah 6
Tapi masih rame banget. Lumayanlah.... Tapi soal pasir dan pantainya, saya masih merindukan Trikora. Di sini pasirnya coklat dan pengunjung hanya boleh mandi di pinggir pantai. Ga boleh ke tengah dikit karena ombaknya yang berbahaya. But untuk pemandangan, boleh tahanlaaaah...
Lain kali datengnya agak siangan biar bisa naik ke mercusuar :D
Wednesday, 12 August 2015
Pengen Jadi Blog yang Berkualitas
Thursday, 6 August 2015
Merapi, Oneday yah
Ini sih jalan dadakan. Hari Senin lalu harusnya bg Rio ke Jakarta buat ikutan meeting di sana. Sayang, meetingnya diundur minggu depan. Padahal tiket udah dibeli. Biarin, kan kantor yang bayarin xixixii
Gegara pulang kantor lebih cepat malah diajak buat jalan-jalan. Bang Rio emang suka yang dadakan. Habis ashar disuruh cepat cepat siap karena perjalanan ke Merapi cukup jauh. Ya udahlah pake baju seadanya karena lagi pada di laundry
Sebelum pergi nge GPS dulu. Jujur sih, setelah nikah baru ngeh banget fungsi GPS. Hahahaa rada katrok aja sampe malu sendiri dengan bg rio. Agaknya dia pikir ini anak dari dunia mana sih, gps aja ga ngerti fungsi nya buat apa. Makasih -_-
Tengah perjalanan eeh ban motornya kempes. Ngerasa bersalah berlipat ganda. Apa motornya nyerah bawa saya? Ngambek? Segitu beratkah dirikuyuuuuu T_T
Alhamdulillah bisa juga ke Merapi. Walo bukan di jalur pendakian tapi bersyukur banget lah. Kata bg rio, dari sekian banyak orang yang dia bawa ke sana, saya termasuk yang beruntung karena saat itu merapi jelas terlihat, ga tertutup awan.
Brrrrr dinginnya udara di sana. Telinga saya seperti berada di atas pesawat. Telan ludah dulu baru normal lagi. Dinginnya bikin beku, okeh agak lebay. Tapi dingin!!!
Tangan dan pipi udah kayak ditimpuk es batu. Dingin sekali. Harusnya dihangatkan sama bang rio, dipegang kek apa kek, tapi doi cuek aja tuh. Ou em ji!!!!
Kami foto-foto di tempat yang lebih cucok sya bilang kalo itu adalah tepi jurang. Ou yeah selama berfoto saya cuma berdoa, ya Allah selamatkan kami jangan sampai terpeleset. Tempatnya ga begitu berbahaya sih, tapi tetap aja di bawahnya jurang
Saya ingat kasus kasus selfie yang berujung malapetaka. Paling anyar soal mahasiswa yang jatuh dari kawah merapi beberapa bulan lalu. Dari tempat kami foto foto saya bisa melihat puncaknya yang bisa jadi di sanalah mahasiswa itu dulu. Duh merinding!
Begitu azan maghrib kami turun untuk nyari mesjid. Gubrak banget entah karena ga jeli, ga banyak mesjid yang saya lihat di tepi jalan. Jadilah akhirnya kami sholat di pom bensin. Dan ternyata banyak juga yang sholat di sana. Mushallanya nyaman sekali
Yah, berharap suatu hari bisa ikut pendakian gunung merapi. Amin!!!!









