Thursday, 22 October 2015

Lapang Dada

Mungkin orang lain sudah melakukannya. Iya, sore ini perasaan saya ga enak. Membuncah dan ingin memuntahkannya. Khawatir melukai orang lain, saya memilih untuk keluar rumah. Ibu sempat bertanya mau ke mana. Entahlah, ke mana saja asal tak diam.
Lalu saya mulai melakukan perjalanan tanpa tujuan. Ga tau harus ke mana. Sepanjang perjalanan ingin menangis tapi malu dan tak siap jika harus mengalami kecelakaan karena kurangnya konsentrasi dalam berkendara.
Sesegera mungkin saya memperlambat laju kendaraan dan mulai melihat apa pun yang bisa saya lihat.
Oh ya, mungkin dengan melihat orang lain perasaan yang menyesakkan itu bisa berdamai dan membuat saya lebih lapang dada.
Tentu saja. Di turunan batu sembilan sebelum cafe jeboonk saya melihat tiga lelaki usia 40an berjalan di tepi jalan raya. Pakaian mereka lusuh dan tampak lelah. Sepertinya mereka tukang yang bekerja di ruko seberang yang sedang dalam masa pembangunan.
Tiba tiba pikiran itu masuk. Wow tentu beban hidup mereka lebih berat daripada saya. Masalah mereka pasti lebih besar. Lihat saja wajah lelah itu, tak bersinar. Saya masih lebih baik, lucu sekali jika mengeluh lagi.
Di belokan batu delapan saya terkejut melihat seorang wanita hamil muda berjalan kaki. Yang menarik perhatian saya adalah penampilan. Tak terawat sama sekali. Perutnya jelas terlihat dengan pakaian minim yang ia kenakan. Entah apa namanya, terusan mini yang hanya sebatas paha tanpa lengan. Wajahnya legam tertutup debu jalanan seperti tak mandi berhari hari. Ia membawa tas dan berjalan cepat.
Ke mana perempuan hamil ini? Dengan usia kehamilan kira kira enam bulan apa yang ia lakukan? Kenapa harus jalan kaki? Tak bisakah suaminya menjemput? Atau suaminya yang sudah tak ada?
Saya merasa bersyukur. Entahlah apa yang saya syukuri
Pemandangan lainnya yang lebih miris bergantian saya lihat selama perjalanan tanpa arah itu. Menambah rasa syukur karena Sang Khalik menempatkan saya di sini.
Setiap kita pasti punya masalah sendiri yang membuat dada sesak dan tangis tak lagi bisa terbendung. Kadang bila diikutkan kata hati ingin sekali mengucapkan sumpah serapah untuk mengurangi rasa.
Tapi apa yang kita dapat? Tangisan putus asa mungkin bisa memperlambat rasa syukur. Lalu, apa tak boleh menangis? Ya silahkan saja
Hanya saja sore ini saya mendapatkan lagi satu cara untuk meredam emosi.

Apa Saya Salah Menyampaikan??

Loh, apa saya salah menyampaikan ya? Tak hanya satu atau dua orang yang pernah bertanya begini, "Kak, gimana ya, boleh atau tidak. Saya kan baru hijrah dengan pakaian begini. Tapi kadang kadang pengen balik lagi dengan pakaian yang dahulu kala. Trus besoknya panjang lagi (jilbabnya). Kita dosa ga kalo begitu?".
Well, kalo ngikutin aturan sih pengen aja bilang ga boleh. Aturannya begini begitu. Namun menimbang yang bersangkutan memang baru banget yaa agak berkelit biar dia ga patah semangat tuk terus berubah jadi lebih baik dalam menutup aurat.
Kita bukan orang yang berhak ngasih predikat ini dosa atau tidak. Saya menghargai proses. Perubahan yang baik itu butuh proses yang panjang n ga instan. Malah saya takut liat yang instan karena banyak kejadiannya yang instan itu malah berbalik duluan.
So saya berkata, silahkan kalo memang masih berproses. Misalnya hari ini masih pengen jeans kesayangan, silahkan. Asal diakalin dengan baju yang nutupin pinggul n jilbab ga lilitan. Berproseslah, rasakan mana yang aman dan nyaman. Saya percaya pakaian yang tertulis dalam Al Quran lah yang paling nyaman dipakai apa pun modelnya.
Malam ini saya terkejut. Syok dan hanya bisa geleng geleng kepala melihat perkembangan si penanya.
Foto yang ia pasang di akun sosmed nya bikin saya melongo. Mengerjapkan mata berulang kali sambil terus bertanya, apa ini dia???
Fotonya terus saya zoom, takut lupa wajahnya karena kami sudah lama tak bertemu. Dari komentar teman teman, saya yakin itu memang dia.
Dug! Apa saya salah menyampaikan??? Apa ia menafsirkan begini?
Well, fotonya sama sekali tak berjilbab! Waduh, is that really her?? Masih sedikit kurang yakin.
Dalam hati berulang kali saya berdoa, yaa muqallibal quluub tsabbit qalbi 'ala diinika wa la thoo'atik. Wahai Dzat yang maha membolak balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam agamaMu dan ketaatan padaMu
*untukmu sayang

Thursday, 15 October 2015

Sabar

Kamu cuma perlu bersabar. Iya sabar. Satu kata yang emang berat banget buat dilakukan.
Di saat saat tertentu untuk bersabar itu mudah banget, tapi di waktu yang lain gregetaaaaaan sampe sampe pengen nabok apa pun yang bikin kita jadi ga sabaran.
Sabar itu ga ngeluh. Waaah kalo begitu sabar emang sulit banget.
Sabar dan waktu. Hmmm baidewei punya waktu ga sih buat ngobrol? Iya bentar aja. Kalo ga punya ya udah, kitanya mesti sabar.
Ini ngomong opo pagi pagi xixixixi
Yah, yang penting sabar aja. Tunggu sampe punya waktu

Monday, 12 October 2015

Islam yang Ga Islami

Ini postingan percobaan dari email sih. Pengen liat hasilnya gimana. Btw ini copasan dari chat di grup whatsapp

Copas dari grup sebelah

Ikhwah Fillah,
Semoga bisa membuka mata hati kita semua : 

ISLAM TAPI TIDAK ISLAMI 
(untuk introspeksi) 

SYAIKH Muhamad Abduh, ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.

Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :

"Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam".

Dan Abduh pun terdiam. 

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.

Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW.

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.

Hasilnya ?

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.

Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140.

Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.

Apa itu islam ?

Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami ?

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.

Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
"Seorang Muslim adalah orang yang disekitarnya selamat dari tangan dan lisannya".
Itu indikator.

Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat".
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga ... hormati tamu."

"Bicara yang baik atau diam".

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara. 

Dengan indikator-indikator diatas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :

"Saya tidak melihat Muslim disini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam". 

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.

Beliau heran melihat penduduk disana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya.
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : "mengapa harus dikunci ?"

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis.
Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.
Padahal jelas-jelas kata "iman" sama akar katanya dengan aman.

Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman.
Tetapi kita merasa tidak aman ditengah orang-orang yang (mengaku) beriman. 

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyebrangan masih merah :

"Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda".

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm.
Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si bapak tersebut justru malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya habib. Maksudnya agar Polisi melepaskan nya karena dia adalah orang suci (???)

Mengapa kontradiksi ini terjadi ?

Syaikh Basuni, ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, ulama terkemuka dari Mesir. 

Suratnya berisi pertanyaan :
"Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?"
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?") 

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.

Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya. 

Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu. Sistem pengajaran Islam menjadi dogmatis, apa kata ustas/ulama menjadi hukum yang harus di ikuti. Tidak kritis dan mendebat ustad/ulama untuk mencari kebenaran. Karena ustad/ulama juga manusia yang sumber kesalahan. Akibatnya umat Islam sekarang cenderung anti kritik dan siap berperang jika ada yang kritis mempertanyakan sesuatu. Padahal berpikir kritis adalah awal berkembangnya ilmu pengetahuan yang menjadi tonggak kemajuan peradaban.

Tidak aneh, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca dan mencari ilmu. Ajaran Islam hanya di tekankan pada hafalan dan mendengar semata. Bukan membaca, melakukan kajian kritis dengan argumentasi serta menjadi paham. Umat Islam Indonsia pun sdh meninggalkan riset  termasuk meriset dan mengkaji ulang pendapat pendapat keagamaan yang sudah tidak cocok lagi untuk perkembangan jaman. Padahal riset ini juga yang menjadi fondasi dasar berkembangnya IPTEK dan kemajuan peradaban.

Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.

Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya. 
Siapa yang salah ?

Mungkin yang salah yang membuat 'survey'... 

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama'ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama. Andaikan hafalan AQ yang jadi ukuran, Insha Allah negara negara Arab yang akan menempati rangking pertama.

Sayangnya bukan hanya itu parameter Ke Islaman ..

Wallahualam

*******
Mari kita saling berbenah... mulai dari diri kita sendiri... mulai dari sekarang....mulai hari ini... #iINSPIRASI Menjelang Musda 😊

Saturday, 19 September 2015

Terancam Keguguran

Hasil dari cek dua dokter. Engga keliatan sama sekali janin nya
Tes urine lagi hasilnya masih positif hamil. Nambah koleksi test pack
Tulisan perawat masih oke, giliran tulisan dokternya engga paham sama sekali
Baca judulnya udah lemes kali ya hehhehe.... Padahal saya belum sempat menuliskan tentang kehamilan yang menggembirakan itu eeeh udah dapat kabar beginian aja dari dokter. Biar saya ceritakan kronologisnya XD

Tapi pertama-tama saya ga mau postingan ini berisi kesedihan yang melebaykan dunia persilatan sejagat raya. Kalo kata bang Rio, udaah santai aja. Ga usah terlalu dipikirkan, semua ada hikmahnya. Ntar diganti dengan yang lebih baik. Katanya sih begitu, tapi saya ga tau gimana perasaannya yang sebenarnya. Berhubung kami sedang berjauhan kan. Mungkin di sana dia udah nangis darah kali ya? Oke itu kayaknya engga deh 

Oh iya saya nemu cerita yang hampir sama nih. Usia kehamilannya sama meski si mbak ini udah sampe tahap kuretase. Saya baca ceritanya di blog ini, makasih ya mbaaak udah sharing . 

Setelah berhasil meyakinkan diri bahwa kehamilan saya positif, emang sih agak berbeda dalam hal makan, cara jalan, cara bawa motor dan lain-lain. Informasi yang saya dapat dari bidan ketika itu usia kehamilan saya sudah 6 minggu kalo dihitung dari hari pertama haid terakhir yaitu 23 Juli 2015 yang lalu. 

(bersambung)



 

 

Wednesday, 9 September 2015

A Lonely Trip to Jati Padang


Ini cerita yang udah lama, sekitar setahun yang lalu hanya saja baru ditulis sekarang. Jadi maafkanlah kalo nanti banyak kata 'kalo ga salah'. Maklum saya belum kayak Han Hyo Joo dan Cold Eyes yang bisa mengingat setiap detil hanya dengan sekali lihat.

Januari 2014 yang lalu saya kembali ke Jakarta dalam rangka menemani Ibu berkunjung ke Gontor buat liat Uma si Tuan Putri. Sebelum ke sana kami nginap di rumah teman Ibu, Tante Mar di Jakarta Timur. Nah mumpung sedang di Jakarta saya tentu harus dan wajib berkunjung ke Jati Padang, Jakarta Selatan.

Well daerah ini pernah kami tinggali selama dua bulan di Juni-Juli 2011 yang lalu dalam rangka ikutan program BPAP dari Kemenpora, semacam program pertukaran pemuda antar provinsi. Saat itu Kepri bersama Kalimantan Tengah, Maluku, NTB dan Jakarta.

Nah singkat cerita begitu sampe Jakarta saya udah hubungin Ummi Yanti. Rinduuuu banget sama Ummi yang satu ini. Sayang kami akrabnya sudah di akhir-akhir saya tinggal di sana. Maklum, anak pemalu hehehehee

Berhubung saya ga mau ngerepotin orang lain untuk dijemput dari Klender maka saya putuskan untuk ke sana sendiri meskipun engga tahu jalan.

Sebelumnya saya tanya Ummi dulu gimana supaya bisa nyampe sana. Dijelasin deh. Naik busway jurusan ini trus turun di Kampung Pulo (eh bener g ya?). Dari sana naik angkot ke Pasar Minggu. Terakhir dari Pasar Minggu saya cukup hafal angkot mana yang harus diambil. Sip, berangkat!!!

Bismillah keluar dari rumah Tante Mar di Klender trus naik jembatann penyebarangan buat beli tiket di pemberhentian busway di seberang. Kata mereka kalo mau keliling Jakarta naik busway aja mau sejauh apa pun asal engga keluar dari bus stop nya tetap bayar segitu hahaha....

Busway adalah salah satu alat transportasi favorit saya dengan catatan kalo engga lagi rame hehhe... Kalo rame emang nyesek banget. Bukan apa apa, saya ini bukan termasuk orang dengan tinggi di atas 155 cm jadi kalo harus gelantungan itu nyiksa sekali rasanya. Belum lagi kekhawatiran akan bau badan hahha *angkat tanganmu Shaggy! 

Meskipun udah ada tempat khusus untuk wanita tapi kalo emang lagi penuh ya tetap aja desak-desakan. Apalagi ini Jakarta di mana penduduknya masih banyak yang make alat transportasi umum begitu. Engga kebayang kalo mereka semua pake motor atau mobil, entah mau semacet apa -_- 

Beberapa menit kemudian saya berhenti di Kampung Pulo (kayaknya gitu sih) dan celingak celinguk harus melangkah ke mana untuk ambil jalur selanjutnya. Karena naik angkot saya keluar dari pemberhentian busway dan mulai bengang bengong nyari angkot sesuai jurusan yang udah dibilang Ummi Yanti. 

Kesalahan saya ketika itu adalah tidak memperhitungkan waktu perjalanan. Di hari tersebut sebenarnya saya berencana untuk pergi ke dua tempat. Pertama silaturahim ke Jati Padang dan satu lagi ingin ikutan ke posko banjir Jakarta setelah nanya-nanya sama Kak Liyuda yang lagi bertugas. 

Ternyataaaaaaa, inilah Jakarta!! Entah berapa kali kami kejebak macet dan harus menunggu lama sekali agar bisa keluar dari jalur. Entah karena banjir atau memang jaraknya yang jauh. Huft.... perjalanan ke Pasar Minggu plus naik angkot lagi ke Jati Padang sukses memakan waktu hampir dua jam perjalanan. Ou em jih!! 

Saya turun di depan kantor camat karena Ummi dan Bang Abe suaminya beserta teman-teman karang taruna sedang nongkrong di markas mereka. Waaah, sambutan yang luar biasa saya dapatkan di sana. Alhamdulillah masih banyak yang ingat. 

Dan ngobrol-ngobrol pun dimulai dengan asyiknya sampai Bang Abe akhirnya menyentuh isu soal caleg-calegan saya -_- heboh deh! Dengan semangatnya teman-teman karang taruna memberikan ide ide kampanye kreatif yang bisa saya lakukan. Lucu-lucu. Bang Abe sampe bikin singkatan buat saya agar mudah diingat. NABI. Saya lupa apa kepanjangannya hahhaha yang jelas NA adalah singkatan Nurul Azizah. Kontroversi banget sih bang Abe ngasih singkatan. Nanti malah saya disangka nabi baru lagi

Dari kantor camat kami bergerak ke rumah. Waaah sudah lama sekali tidak ke sini. Inget Pak RT yang suka ngomong "Eeenak beee eng!". 

Setelah sungkeman sama emak bang Abe saya langsung ke rumah Ibu dan Bapak tempat saya selama dua bulan tinggal di sana. Rumahnya engga jauh, hanya masuk gang kecil dikit dari rumah bang Abe. 

Sayang sekali ketika itu Ibuk sedang ke Tangerang tempat anak laki-lakinya dan Bapak masih di tempat kerja. Yang ada di rumah cuma Mpok Icha dan suaminya. Yahhhh ga ketemu sama Ibuk and Bapak. Saya harap suatu hari nanti kami bisa ketemu lagi. Mereka baik! 

Ba'da Maghrib Bang Abe rupanya udah mulai calling-calling para panitia yang dulunya bertugas di Jati Padang. Dengan menggunakan mobil bang Shote kami pergi ke museum Fatahillah di Kota Tua. Ah, saya senang sekali dengan museum ini. Sungguh berkesan. 

Malam itu Ummi, Bang Abe, Bang Eral, Bang SHote, Bang Wildan, abang yang pacarnya di Bandung/Bogor hahaha saya ingat perawakannya tapi lupa nama. Berisi, ada jenggot tipis dan senyum teruuus xixixixi. Oh iyaaaaa namanya bang Komeng hehehhe. Ada juga abang-abang yang kurus dan bertugas jadi fotografer malam itu *duh Ummiiiii fotonya belum dapaaat. Tak ketinggalan si imut Alifa, anak Ummi juga turut ikut malam itu.

Kami makan di sekitar museum Fatahillah itu. Sambil ngobrol-ngobrol dan bercerita tentang segala hal. Mereka ini memang orang -orang yang sangat menyenangkan. Satu hal yang mereka ingat dari saya adalah logat melayu yang terasa khas seperti Upin Ipin. Sampe-sampe kata Ummi, ALifa selalu bilang rindu dengan tante upin ipin xixixixii..... Iye ke?? 

Setelah makan malam kami nongkrong di depan museum sambil melihat kegiatan sekeliling. Beberapa saat kami nonton penampilan entah pengamen entah pesulap. Kolaborasi gitu. Menarik dan atraktif rame yang nonton. 

Tak terasa hari sudah larut malam, bang Abe dan Ummi bersedia nganterin saya ke Klender malam itu. Duuuh agak ngerasa bersalah karena saya salah nunjukin arah dan kami harus muter yang ternyata U-Turn nya jauuuuuuh banget -_____- Alhamdulillah sampe di rumah sekitar jam 11 malam. 

Makasih ya Ummiiiii, bang Abe dan abang-abang karang taruna Jati Padang. Semoga silaturahim ini jadi ibadah n kita bisa ketemu lagi. Sukses ya semuanyaaaaa ^_^

Sunday, 6 September 2015

Sebuah Permintaan Maaf

Entah kenapa saya ingin sekali menuliskan hal ini di blog. Since I'm married in July, I'd like to say sorry for some people around me about the marriage. This is dedicated to all my mentees. 

Berita nikah itu, kata salah satu teman adalah berita gembira. Wajar kalo orang pengen tahu dan sedikit kepo. Cumaa ketika itu ingin sekali menjadikan berita ini sebagai sebuah kejutan bagi teman-teman. 

Khitbahan itu sekitar awal bulan April 2015 dan hanya beberapa yang tahu. Saya pikir berita nikah itu cukup adem tak banyak yang grasa grasu, menurut saya siih. Ingat pesan Nabi, sembunyikan pinangan, umumkan pernikahan. 

Harusnya kabar saya nikah itu bisa saja saya sampaikan ketika acara buka puasa bersama kami sebelum liburan. Tapi entah kenapa bibir saya berat sekali untuk mengabari mereka. Masih ada kekhawatiran, takut pernikahannya batal meskipun tinggal dua minggu lagi. 

I really wish they or other friends who were not told early ga akan ngerasa sakit hati atau merasa gimana gitu. Why? Coz I know how did it feel..... Saya pernah mengalaminya and it really hurt. 

It doesn't mean that I dont want them to know or feel the air of my happiness. I was just scared.

Friday, 4 September 2015

Ed Sheeran - All of the Stars

rambut acak acakan aja bisa ganteng gitu yah


It's just another night
And I'm staring at the moon
I saw a shooting star
And thought of you
I sang a lullaby
By the waterside and knew
If you were here,
I'd sing to you
You're on the other side
As the skyline splits in two
I'm miles away from seeing you
I can see the stars
From America
I wonder, do you see them, too?

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

I can hear your heart
On the radio beat
They're playing 'Chasing Cars'
And I thought of us
Back to the time,
You were lying next to me
I looked across and fell in love
So I took your hand
Back through lamp lit streets I knew
Everything led back to you
So can you see the stars?
Over Amsterdam
You're the song my heart is
Beating to

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

And, oh, I know
And oh, I know, oh
I can see the stars
From America

Read more: Ed Sheeran - All Of The Stars Lyrics | MetroLyrics

Catatan Lagu

Labelnya saya kasih di lyric and nikah. Loh kok nikah emang ada hubungannya? Mohon dimaklumi ya gejolak pengantin baru saya iniiih. Tenang aja, kelebayannya cuma di share di blog. Ga bakalan di share ke facebook atau jadi status bbm, yaa kecuali ada yang nge share-in, itu diluar tanggung jawab penulis xixixi.... 
Sebelum pulang ke Tanjungpinang, bang Rio udah bilang kalo lagu ini bakalan ngewakilin kami nanti hehehehe.... Awalnya saya ga ngeh dengan lagu-lagu Ed Sheeran yang sering dia putar itu. All of the Stars salah satu lagu yang saya suka tapi ga ngeh dengan artinya. Tapiii begitu searching lirik dan nyanyyiinnya sekarang, oalah jeeeeng bikin kangen berat sama si abang XD

Katanya siiih lagu ini ungkapan perasaannya si Ed Sheeeran sama Taylor Swift. Well, I dont really care about them. But this song is really hot! 

Oya setelah nikah saya cuma di Jogja selama sebulan. Pulang ke Tanjungpinang buat kelarin tugas yang you know what hahhaha.... Ngerasa haram banget nyebutin satu kata itu. Bikin jiwa bergetar dan hati engga tenang. Jadilah hingga semua kelar kami mesti jalanin LDM-an selama beberapa bulan ke depan. 

Trus ketemuannya kapan? Ga tau juga. Kerjaannya di Jogja masih belum kelar. Akhir September mungkin jadi pindah ke Jakarta, insya Allah. Yaaa kalo ga kuat menahan rindu bisa jadi tiba-tiba nongol di bandara Raja Haji Fisabilillah XD *ngarep

Friday, 21 August 2015

Toko Belanjo Online, Distributor Mozarella Pertama di Tanjungpinang



Mozarella? Apa itu? Hehehehe terus terang saya ga tau benda apa itu yang bernama mozarella. Kalaulah bukan karena Kak Salma yang heboh itu komat kamit di sosial media soal kegalauan dan kerinduannya dengan mozarella, bisa jadi mozarella akan jadi satu dari ribuan kata lain yang ga saya ngerti artinya.

Setelah browsing di google baru deh tau mozarella itu apa. Sejenis keju yang lumer di mulut yang biasa dipake untuk topping pizza. Wiww siapa sih yang ga suka pizza *oke saya ngaku, cuma jenis pizza tertentu yang saya makan. Di zaman beginian pizza ga lagi masuk dalam daftar makanan mahal. Banyak restoran yang menawarkan pizza dengan harga irit dan cucok buat kantong, meskipun lagi akhir bulan. 



Okeh kembali ke soal mozarella tadi. Kak Salma ini jenis ibu-ibu kepo yang suka berkreasi di dapur. Maklum, sebelum menikah doi pernah kerja di salah satu restoran di Jakarta. Bukan jadi kasir atau waitressnya tapi doi jadi orang yang bertugas untuk icip icip. Kak Salmaaaaa you're so lucky.

Ya gitu deh, berawal dari hobi makan akhirnya jadi kerjaan. Ga heran sebagai tukang icip icip makanan, Kak Salma jago banget mengolah makanan yang berhubungan dengan keju-kejuan, mayonaise, macaroni daaaan bahan lainnya yang so pasti ga akan kamu temui di dapur saya yang belum punya dapur sendiri xixixiixi.

Waktu kami satu acara, Kak Salma rajin masak n bawain hasil masakannya. Awalnya saya ga berminat buat nyobain tapiiii demi menjaga kesopanan dan ketertiban ketika ditawari makanan, yaaa dicobalah dikit. Daaaan hasilnya, setengah makanan itu saya yang habiskan XD

Naaah, rupanya ada satu bahan makanan yang susah banget dicari Kak Salma di Tanjungpinang ini, yaitu keju mozarella. Wah, benarkah??? Rasanya ga ada makanan yang sulit dicari di sini. Berhubung Tanjungpinang kan bukan negeri yang pelosok banget.

Tapi rupanya bukan Kak Salma sendiri, temannya yang bernama Fita pun merasakan hal yang sama. Well, saya kenal dua orang ini suka bikin kreasi makanan gitu di dapur. Dan saya termasuk orang yang membantu mereka lho. Iya, bantuin makan. Kasian kalo ga dibantuin XD

Setelah berkeliling kota naik sepeda menjajaki swalayan yang ada di Tanjungpinang untuk menemukan mozarellah, akhirnya mereka menyerah dan berkesimpulan, mozarella ga ada di Tanjungpinang. Lalu apa yang mereka lakukan? Apa harus melaporkan hal ini pada polisi? Memasukkan mozarella dalam daftar pencarian orang hilang dan bikin selebaran di mana sekaligus nge broadcast setiap kontak di BBM??

No!!

Kesedihan itu dijawab Kak Salma dengan BISNIS MOZARELLA. Euuyyy emang dasar ibu-ibu kepo yang suka bisnis. Semua kegalauannya berubah menjadi bisnis. 


Yaps, Kak Salma yang juga owner Toko Belanjo Online itu akhirnya memutuskan dan menetapkan bahwa, doi harus jadi distributor mozarella pertama di Tanjungpinang!!

Tring!!! Dalam hitungan waktu mozarella mozarella itu pun berdatangan ke Tanjungpinang ini. Well, siapa yang ga tergiur untuk langsung mendapatkannya. Ada begitu banyak daftar makanan yang bisa dibuat dengan menggunakan mozarella. Pasta, Lasagna, Fetucini, Roast Chicken, Steak Beef, Burger, Hotdog, Nasi Goreng, Moza Stick (dipotong stick & dibalur tepung roti lalu digoreng), Roti Bakar, Roti Goreng, aneka Risoles, Martabak dan lain-lain.

Eh tunggu dulu, kira-kira mozarella bisa ditambahin dalam adukan rendang lebaran ga??? *abaikan

Ga nyampe berapa hari, di sosial media saya udah seliweran aja tuh hasil kreasi makanan yang dibuat teman-teman. Hmmm yummy!!!!!  Jadi pengen coba bikin sendiri xixixixiiii



Nah buat kamu yang pengen kreasi sendiri di rumah dapatkan keju mozarella ini di Toko Belanjo Online yang beralamat di :
Komplek Taman Mekarsari 1 blok C-12 Km.7 Tanjungpinang, Kepri
083893161264 (Salma Aziz) pin : 54860B30

Selamat mencoba!!!!

Dua Hari di Solo


Yeayyyy dapat izin juga dari bang Rio untuk pergi bareng Eka ke Jogja. Gantian, hari Senin lalu bang Rio udah ninggalin saya di rumah karena harus pergi meeting di Jakarta. Emang siih cuma sehari, tapi sebagai pengantin baru, sehari itu rasanya lama banget XD. Oke oke stop lebaying. 

Awalnya susah untuk dapat izin buat ke Solo. Mau nawarin Eka tidur di rumah bingung juga ntar bang Rio tidur di mana hahahha soalnya kami tinggal di tempat yang lebih tepat disebut sebagai kos-kosan.  

Saya diantar bang Rio ke stasiun Tugu sekitar jam 10 lalu dia balik lagi ke kantor. Sekitar jam 11 kereta Prameks yang dinaiki Eka tiba di Jogja. Waaah senangnya melihat Eka yang datang dari Solo sambil bawa ayam goreng titipan Ibu. 



Dari stasiun Tugu kami jalan kaki menuju Malioboro sambil bercengkrama. Waah udah kayak backpackeran berdua 
Eka. 
Di saat kami jalan itu ternyata ada keramaian di depan gedung D
PR
D Provinsi 
DI
Y. 

Dadakan ke Pantai Baron, Gunung Kidul

Sekali lagi harus menghadapi sifat suka dadakannya bang Rio. Liburan kali ini emang panjang. Dari hari Sabtu sampe Senin karena bertepatan dengan 17 Agustus.

Karena beberapa hari lalu udah jalan ke Solo bareng Eka and Masyitah, jadi minggu ini pengennya di rumah aja. Dan memang hari Sabtu - Minggu itu cuma d rumah aja. Seolah malas untuk bergerak keluar. Keluar juga cuma nyari makan trus pulang.

Tapi minggu sore itu setelah sholat ashar bang Rio udah siap siap mau pergi. Ya udahlah, ayok pergi jalan.

Momen berdua aja emang ga boleh dilewatkan, apalagi akhir Agustus kami udah mulai menjalani LDR-an xiixixiiii

Seperti biasa, ke mana kami akan pergi jarang saya tanyakan. Biarlah hal itu jadi kejutan. Kadang sebelum pergi bang rio udah ngasih tau tujuannya.

Di tengah jalan bilangnya mau ke Gunung kKidul. Okeh, yang saya bayangkan adalah seperti ke Merapi beberapa waktu lalu. Tak begitu jauh. Kami jalan dari jam 4 sore.

Daaaaaaaaaaan perjalanan itu lama banget -_- pinggang sakit. Belum lagi di beberapa titik jalannya ga mulus. Ngantuk. Kita mau ke mana sih, bang T_T

Tapi sakitnya itu terbayarkan!!! Begitu kami masuk ke jalan entah apa namanya. Jalan kecil berkelok dan menanjak menandakan kami mulai masuk daerah pegunungan. Ditambah dengan udaranya dingin. Dan eike ga bawa jaket!

Begitu melihat pemandangan yang masya Allah luar biasa ituuuu sakit hilang, dinginnya engga siih. Sepanjang jalan saya cuma bisa bilang, "Wuaaaahhh!!!!" dengan noraknya.

Semakin dekat saya melihat banyak penunjuk jalan, Pantai Parangtritis, Pantai Baron dan lain lain. Pantai???? Bukannya kita mau ke gunung? Gimana sih?

Rupanyaaa pantai itu terletak dekat gunung. Appah??!!! Emang pantai sama gunung bisa deketan?

Dan seperti ketika pergi ke Parangtritis lalu saya cuma melongo. Pantai-pantai di sini rupanya dikelilingi gunung. Yang makin aneh adalah udara yang dingin. Sumpe lo di pantai kok adem gini?

Okeh seperti kata bang Rio, saya emang anak pulau -____-

Selama ini saya berpikir kalo pantai dan gunung ga akan bisa deketan. Hewww....

Sayang kami nyampenya udah sore banget, perjalanannya makan waktu satu setengah jam. Nyampe pantai udah jam setengah 6

Tapi masih rame banget. Lumayanlah.... Tapi soal pasir dan pantainya, saya masih merindukan Trikora. Di sini pasirnya coklat dan pengunjung hanya boleh mandi di pinggir pantai. Ga boleh ke tengah dikit karena ombaknya yang berbahaya. But untuk pemandangan, boleh tahanlaaaah...

Lain kali datengnya agak siangan biar bisa naik ke mercusuar :D

Wednesday, 12 August 2015

Pengen Jadi Blog yang Berkualitas


Baru aja baca tentang blog yang berkualitas dari postingan salah satu emak blogger. Rasanya tertohok sana sini. Jujur tiap baca postingan yang ada ngomongin alexa rank, google adsense, SEO dan istilah lainnya saya sama sekali ga ngerti. Oke mungkin lebih tepatnya belum ngerti. 

Untuk para blogger profesional dan berpengalaman, punya traffic tinggi itu penting. Menaikkan jumlah kunjungan adalah sebuah kewajiban. Hmmm jumlah kunjungan akan mempengaruhi kepopuleran sebuah blog. Dan yang lebih penting adalah ini bakalan menarik perhatian para pemilik iklan untuk pasang iklannya di blog kita. Hehehee lumayan buat jadi passive income

Tapi ya gitu, buat jadi blog yang menarik untuk dipasangin iklan, isi nya harus berkualitas dulu. Atau minimal blog berisi hal-hal informatif jadi pembaca dapat pengetahuan juga. Nah blog saya nih, isinya curhat melulu -_- 

Sebenarnya ga mesti punya tulisan berkualitas tinggi sih buat jadiin blog kita banyak pengunjungnya. Berdasarkan pengamatan mereka yang punya pengunjung banyak adalah blog-blog yang konsisten diupdate. 

Iya itu aja, kuncinya rajin nulis, rajin update dan rajin share di medsos. Kemudian, ga mesti juga harus pake EYD nulis di blog, jadi diri sendiri aja. Itu bakalan jadi branding tersendiri. Cuma saya kadang masih suka malu untuk share di media sosial karena isi blog curhatan aja hehe

Mungkin setelah ini harus lebih meningkatkan percaya diri aja untuk share tulisan-tulisan di medsos, apa pun tulisannya. Bisa jadi peningkatan percaya diri berbanding lurus dengan meningkatnya kunjungan di blog xxixixixiii

Thursday, 6 August 2015

Merapi, Oneday yah

Ini sih jalan dadakan. Hari Senin lalu harusnya bg Rio ke Jakarta buat ikutan meeting di sana. Sayang, meetingnya diundur minggu depan. Padahal tiket udah dibeli. Biarin, kan kantor yang bayarin xixixii

Gegara pulang kantor lebih cepat malah diajak buat jalan-jalan. Bang Rio emang suka yang dadakan. Habis ashar disuruh cepat cepat siap karena perjalanan ke Merapi cukup jauh. Ya udahlah pake baju seadanya karena lagi pada di laundry

Sebelum pergi nge GPS dulu. Jujur sih, setelah nikah baru ngeh banget fungsi GPS. Hahahaa rada katrok aja sampe malu sendiri dengan bg rio. Agaknya dia pikir ini anak dari dunia mana sih, gps aja ga ngerti fungsi nya buat apa. Makasih -_-

Tengah perjalanan eeh ban motornya kempes. Ngerasa bersalah berlipat ganda. Apa motornya nyerah bawa saya? Ngambek? Segitu beratkah dirikuyuuuuu T_T

Alhamdulillah bisa juga ke Merapi. Walo bukan di jalur pendakian tapi bersyukur banget lah. Kata bg rio, dari sekian banyak orang yang dia bawa ke sana, saya termasuk yang beruntung karena saat itu merapi jelas terlihat, ga tertutup awan.

Brrrrr dinginnya udara di sana. Telinga saya seperti berada di atas pesawat. Telan ludah dulu baru normal lagi. Dinginnya bikin beku, okeh agak lebay. Tapi dingin!!!

Tangan dan pipi udah kayak ditimpuk es batu. Dingin sekali. Harusnya dihangatkan sama bang rio, dipegang kek apa kek, tapi doi cuek aja tuh. Ou em ji!!!!

Kami foto-foto di tempat yang lebih cucok sya bilang kalo itu adalah tepi jurang. Ou yeah selama berfoto saya cuma berdoa, ya Allah selamatkan kami jangan sampai terpeleset. Tempatnya ga begitu berbahaya sih, tapi tetap aja di bawahnya jurang

Saya ingat kasus kasus selfie yang berujung malapetaka. Paling anyar soal mahasiswa yang jatuh dari kawah merapi beberapa bulan lalu. Dari tempat kami foto foto saya bisa melihat puncaknya yang bisa jadi di sanalah mahasiswa itu dulu. Duh merinding!

Begitu azan maghrib kami turun untuk nyari mesjid. Gubrak banget entah karena ga jeli, ga banyak mesjid yang saya lihat di tepi jalan. Jadilah akhirnya kami sholat di pom bensin. Dan ternyata banyak juga yang sholat di sana. Mushallanya nyaman sekali

Yah, berharap suatu hari bisa ikut pendakian gunung merapi. Amin!!!!