Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 20 February 2014

[Korean Drama] Suspicious Housekeeper : Semua Berawal dari Perselingkuhan

      No comments   
Annyeong, lama juga ya tak menulis. Beberapa waktu lalu saya sempat merasa nge jleb karena merasa tak berguna lagi. Di saat banyak teman – teman yang meneruskan tradisi membaca, menulis dan berdiskusi, saya justru tenggelam pada aktivitas yang entah apa artinya

Kali ini saya ingin membahas sebuah drama korea yang ditayangkan November 2013 lalu berjudul Suspicious Housekeeper. Sedikit catatan, meski saya penggemar drama – drama korea, akhir – akhir ini saya sudah sangat jarang menontonnya tapi hanya membaca sinopsisnya di internet. Wah thanks buat para penulis sinopsis, saya belum tentu bisa menulis se detil itu loh.

Suspicious Housekeeper (SH) adalah drama Choi Ji Woo pertama yang saya tonton setelah dia main di Winter Sonata. Well setelah drama itu memang saya tak pernah lagi menonton drama atau film yang dia perankan. Kurang info juga sih, padahal dia masuk deretan artis korea yang masih bertahan di umur yang udah ga muda lagi. Karena itu di drama SH ini dia kebagian jadi ibu – ibu tapi tetep jadi pemeran utama.

Awalnya saya pikir ini seperti reality show The Nanny yang tayang di Amerika dan sempat tayang di Metro TV beberapa tahun yang lalu. Yah tak jauh dari itu.

Drama ini bercerita tentang sebuah keluarga yang baru saja ditinggal oleh ibu yang bunuh diri karena kecewa pada suaminya yang berselingkuh dengan rekan kerjanya. Dia meninggalkan 4 orang anak yang masih di usia sekolah dan sedang butuh – butuhnya kasih sayang orang tua.

Setelah kematian ibunya, tentu mereka kerepotan untuk mengurus rumah dan Choi Ji Woo datang ke rumah itu sebagai pembantu. Sebagai pembantu ia berprinsip untuk tidak mencampuri urusan majikan. Tapi yang mengerikan dia mau melakukan apa saja yang diperintahkan bahkan membunuh sekalipun.

Episode demi episode berlalu dengan apik dan dikemas dengan baik oleh sutradara yang didukung oleh acting para pemain yang top banget. Saya merekomendasikan drama ini ditonton oleh siapa saja karena ia nya sangat minim adegan dewasa. Bahkan adegan ciuman yang biasa menjadi khas drama korea pun hanya ada di episode terakhir dengan durasi yang tidak lama. Selebihnya adalah adegan biasa namun penuh pesan.

Dari drama ini saya mengambil hikmah tentang pentingnya peran keluarga dalam kehidupan remaja.

Di episode – episode awal, digambarkan bagaimana 3 orang anak yang telah memasuki usia remaja menyelesaikan masalahnya.

Sutradara ingin memberikan pesan pada kita semua termasuk orang tua agar selalu mendampingi anak – anak dalam hal apa pun namun tidak memanjakannya.

Choi Ji Woo yang berperan sebagai Bok Nyeo menyadari bahwa keluarga ini akan menghadapi masalah besar jika sosok ayah tak mau tahu dengan keadaan anak – anaknya. Memang sang ayah sempat dihadapi dilemma karena merasa bersalah pada istrinya, ia merasa telah membunuh istrinya dan tak tahu bagaimana mencintai anak – anaknya sendiri. Ia juga merasa galau apakah ia sebenarnya ia mencintai anak – anaknya atau tidak. Hahaha ayah model apa orang ini.

Meski tak sepenuhnya berperan sebagai ibu, namun cara Bok Nyeo menyelesaikan masalah anak – anak itu mengingatkan saya pada Queen’s Classroom versi Jepang. Akutsu Maya menekankan pada tanggungjawab yang harus ditanggung oleh setiap anak dalam setiap perbuatannya.

Jangan manjakan anak dengan menjadi pembantu utama dalam menyelesaikan masalahnya. Jadikan diri kita sebagai pemeran figuran dan biarkan mereka jadi pemeran utama.

Saya pikir inilah yang harus dilakukan oleh orang tua hari ini. Memberikan suntikan pada anak – anak tentang sikap yang baik namun tak melindungi mereka ketika anak – anak tersebut berbuat salah. Ia harus berani bertanggungjawab atas segala sesuatu yang ia perbuat.

Sebagai anak pun harus menyadari bahwa apa pun ia lakukan di luar sana akan berefek pada keluarga dan orang – orang di sekitarnya. Oleh karena itu menjadi anak baik adalah pilihan mutlak bagi seorang anak untuk menjaga keluarga dan orang – orang yang dicintainya.

Kemudian, perselingkuhan menjadi kata kunci yang sebenarnya. Betapa perselingkuhan dapat menghancurkan seluruh tataran yang telah dibangun oleh seseorang.

Sebuah keluarga yang bahagia bisa mendapatkan mimpi buruk karena selingkuh. Seorang wanita yang diselingkuhi oleh suaminya ternyata mampu melakukan hal – hal yang bagi kita seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ibu.

Mungkin kita berpikir bahwa apa yang diperbuat ibu adalah salah dan memang jelas salah. Namun, apakah ia bisa terjadi dalam kehidupan kita? Tentu saja!

Goncangan jiwa yang dialami oleh seorang wanita yang diselingkuhi suaminya tentu amat dahsyat. Selingkuh menyebabkan ia meninggalkan anak – anak yang masih membutuhkannya. Perselingkuhan membuat seorang ayah melupakan anak – anaknya dan bahkan tak tahu cara mencintai mereka.

Perselingkuhan juga mengeluarkan seseorang dari tempat kerja, kehilangan pekerjaan dan menjadi hina di mata orang lain serta harus menanggung malu juga rasa bersalah.

Perselingkuhan membuat seorang anak harus membenci orang tuanya, menjadikan mereka terombang – ambing di mana seharusnya ia bisa belajar dengan baik.

Perselingkuhan yang nikmatnya sesaat namun dengan begitu dahsyatnya menghancurkan seluruh aspek kehidupan. lalu apa yang diharapkan dari sebuah perselingkuhan.

Pasangan yang berselingkuh tentu ada banyak sekali di sekitar kita, terutama di tempat kerja, tempat yang rawan dengan hal begituan. Jika tak membentenginya dengan keimanan, lalu akan jadi seperti apa keluarga dan anak – anak kita?

Semoga drama ini memberikan gambaran pada kita semua tentang pentingnya sebuah keutuhan keluarga dan peran orang tua dalam masa tumbuh kembang anak – anak.

Tinggalkan selingkuh dan jangan pernah berniat untuk melakukannya. Jika bukan karena Tuhanmu, tinggalkan perselingkuhan karena istri/suami dan anak – anakmu di rumah.

Seperti biasa, drama ini happy ending, Bok Nyeo kembali dan bersedia untuk menjadi istri sekaligus ibu dari anak – anak. Meskipun sang ayah belum dapat mengatakan bahwa ia mencintainya, ia bersyukur karena anak – anaknya menemukan seseorang yang mereka cintai dan mencintai mereka.

Trus apa kelemahan drama ini? Siapa sebenarnya Bok Nyeo itu? Saya membuat catatan kedua tentangnya.

Selamat menonton!

0 comments:

Post a Comment