Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 11 May 2011

Bimbingan Konseling : Prinsip dan Asas

      No comments   
Oke pagi ini saya sudah sangat sangat berniat untuk membuat sebuah tulisan sebagai persiapan untuk ujian nanti malam. Begitu sudah siap akan menulis tiba – tiba suara sms masuk berbunyi dan datang lah perintah sang ketua untuk mengirimkannya beberapa file serta beberapa hal lainnya yang patut disiapkan hari itu. Niat yang sudah di ujung jari akhirnya kembali ke kaki dan saya harus menunda untuk menulis, sebagai gantinya pagi ini saya sibuk mengedit semua surat – surat. Hoooooh……

Waktu berjalan begitu cepat dan hari sudah menunjukkan pukul 10 lewat beberapa menit ketika tugas itu selesai. Mari kembali ke niat awal untuk menuliskan hal – yang harus saya persiapkan untuk ujian bimbingan dan konseling nanti malam.

Bimbingan dan konseling pada hakikatnya berfungsi untuk memfasilitasi para siswa di sekolah untuk mengembangkan potensi dirinya serta mengambil peran dalam proses tumbuh kembangnya. Ini merupakan tulisan yang tercatat dalam buku kuning saya yang sacral itu (heee…). Seorang guru BK bukanlah seperti yang kita lihat dan alami selama ini. Persepsi kita tentang guru BK hanya sebatas guru yang bertugas untuk menangani anak – anak bermasalah, terutama dalam hal kedisiplinan dan perilaku menyimpang di sekolah. Tentu saja ini sempit sekali dan merupakan pengertian yang salah menurut saya.

Selanjutnya muncul pertanyaan di kepala saya, jika demikian seharusnya satu sekolah tidak cukup memiliki satu atau dua orang guru BK. Kira – kira jika fungsinya seperti itu, berapa ya idealnya guru BK di sekolah? Lalu seberapa besarkah pengaruh guru BK dalam keberhasilan peserta didik? Hmmm saya masih belum bisa menemukan jawabannya karena juga tidak memungkinkan dengan sistem pendidikan saat ini ( emang sistem yang gimana toh hehehe *sotoy.com )

Baiklah, kembali ke catatan berikutnya. Karena BK yang sedang saya pelajari saat ini lebih mengarah kepada bagaimana cara menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh anak – anak, maka ada beberapa prosedur yang harus dilewati ketika seorang guru atau konselor (secara dosen saya itu berprofesi semacam konselor gitu, aktif di KPAI soalnya ) menemukan seorang anak yang punya masalah ( bukan anak bermasalah lhooo ).

Pertama yang harus dilakukan ialah mengidentifikasi kasus yang sedang menimpa anak tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada peserta didik atau istilahnya call them approach. Hal ini bertujuan untuk menjalin keakraban dengan peserta didik atau anak yang sedang mendapatkan masalah tersebut. Dalam upaya mendekatkan diri dengan peserta didik dengan sendirinya ia akan belajar memahami masalahnya sendiri. Kemudian, di langkah pertama ini seorang guru BK melakukan analisis dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada peserta didik untuk mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi.

Kedua, mengidentifikasi masalah yaitu dengan cara mendeteksi peserta didik yang bermasalah tersebut dengan meggunakan instrument atau alat ungkap masalah. Adapun aspek – aspek yang diperlukan dalam mengungkapkan masalah ialah sebagai berikut; bagaimana kondisi jasmani dan kesehatan, kepribadian, interaksi sosial, financial, keadaan dan hubungan keluarga, hubungan muda mudi serta penggunaan waktu senggang.

Ketiga, melakukan diagnose, yaitu mencari factor penyebab masalah peserta didik tersebut. Factor penyebab bisa berasal dari luar juga bisa berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri. Kemudian yang keempat melakukan prognosis yaitu menganalisis apakah masalah itu bisa diatasi atau tidak.

Langkah kelima ialah dengan melakukan treatment atau upaya penyembuhan atau penyelesaian masalah peserta didik. Dan terakhir, evaluasi dan follow up untuk mengetahui apakah layanan/konseling yang sudah dilakukan berhasil atau tidak.

PERTEMUAN II


Di pertemuan selanjutnya dosen saya mulai menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling. Dalam catatan di buku kuning saya, dikatakan bahwa konseling merupakan bimbingan atau teknik yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang sedang dihadapi oleh peserta didik. Sementara itu bimbingan dijelaskan sebagai bantuan yang diberikan kepada peserta didik.

Ketika diajuka pertanyaan apa saja syarat menjadi konselor, maka untuk menjadi konselor itu merupakan hal yang tidak mudah karena memerlukan persiapan mental, fisik dan rohani serta mesti ramah pada orang yang akan dibimbing. Selain itu peserta didik yang akan dibimbing juga mesti menyatakan kesediaannya untuk mendapatkan bimbingan tersbut.
Adapun misi layanan konseling ada tiga macam, pertama pendidikan yaitu melakukan pembentukan karakter terhadap peserta didik. Kedua, pengembangan potensi peserta didik. Yang terakhir, pengentasan masalah yaitu mengeluarkan peserta didik dari permasalahan.

Berhubungan dengan pengertian konseling, maka ada dua teknik bimbingan yang biasa dilakukan yaitu grup guidance dan individual conselling. Dalam grup guidance ada banyak hal yang bisa dilakukan antara lain home run yaitu melakukan pendekatan kepada peserta didik . kemudian berwisata dan diskusi kelompok di mana masing – masing peserta terlibat untuk memecahkan masalah bersama – sama. Kegiatan lainya dapat berbentuk kegiatan kelompok, organisasi siswa, sosio drama atau bermain peran, dan psiko drama yaitu menyelesaikan masalah dari segi psikis. Sementara itu untuk individual conselling merupakan teknik bimbingan yang dilakukan face to face artinya hanya antara peserta didik dan konselor atau guru BK.

PERTEMUAN III


Cukup lama tidak mengadakan pertemuan dengan dosen cantik kami. Di pertemuan ketiga kami mulai membahas prinsip – prinsip bimbingan konseling dan asas bimbingan konseling.

Prinsip bimbingan konseling yang pertama ialah bimbingan konseling ini diperuntukkan bagi semua individu yang artinya siapapun orangnya berhak mendapatkan bimbingan konseling dan setiap konselor mengarah pada promotif, preventif, akuratif dan rehabilitative. Kedua bimbingan konseling merupakan proses individuasi yang benar – benar diberikan pada anak yang bermasalah meskipun menggunakan teknik kelompok.

Ketiga, bimbingan yang diberikan menekankan pada hal positif. Keempat, bimbingan ini merupakan usaha bersama. Selanjutnya hal esensi dalam bimbingan konseling ialah pengambilan keputusan. Terakhir, dapat dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan.

Selanjutnya mari kita bicarakan masalah asas bimbingan konseling antara lain meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan (artinya orang yang akan dibimbing harus menyatakan kerelaannya), asas keterbukaan ( tidak boleh ada fakta yang disembunyikan ), asas kegiatan ( individu harus berpartisipasi ), kemandirian ( anak yang bermasalah menjadi dewasa dalam menghadapi masalah ), serta asas kekinian. Kemudian, asas kedinamisan, keterpaduan ( kerjasama antara beberapa pihak ), keharmonisan ( tidak bertentangan dengan adat dan nilai agama ), dan keahlian ( dilakukan oleh seorang professional ). Asas yang terakhir yaitu asas ahli tangan kasus yang artinya kasus dapat dialihkan jika tidak dapat ditangani oleh pihak – pihak terkait.

Ya gitu lah catatan saya selama tiga pertemuan bimbingan dan konseling ini, pertemuan berikutnya kami lanjutkan dengan mendiskusikan kasus – kasus yang paling banyak dihadapi oleh anak – anak zaman sekarang seperti pergaulan bebas, kekerasan dalam rumah tangga dan kasus lainnya.

So semoga catatan ini bermanfaat buat teman – teman semua. Dan boleh dicopas, asal mencantumkan penulis aslinya hohhooho....

0 comments:

Post a Comment