Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 7 July 2010

Menikah Kok Repot

 ,      2 comments   
Waduh ni dia nih repotnya kalo udah kepala dua alias memasuki umur 20 tahunan. Bergaul dengan orang - orang yang secara umur lebih dewasa. Topiknya gak jauh jauh dari nikah. Wuuuu....
Satu kata yang menggoncangkan dunia ( klo syahadat itu jumlah yang menggentarkan dunia ).

Sebenarnya tulisan ini lahir dari respon penulis terhadap status - status di facebook yang diramaikan oleh status - status menikah. Ataupun yang menjurus - jurus ke nikah. Tak hanya itu tulisan juga terinspirasi dari kakak yang baru saja menikah.

Dalam pikiran penulis yang dangkal ini menikah itu awalnya ya cuma ngucapin ijab kabul, terus orang yang awalnya haram jadi halal. DApat status baru, dapat temen baru yang bisa diapain aja, eh maksudnya yang bisa diajak untuk berbagi, diajak makan bareng, jalan bareng, dicurhatin habis - habisan dengan resiko mempercayai sepenuhnya. Trus buat saya pribadi dapat orang yang bisa dimintain untuk antar jemput, capek juga bawa motor tiap hari (jadi ojek aja sekalian).

Ternyata menikah gak setakat tu aja. Masih banyak hal lain yang harus dipersiapkan.
Nah, mulanya perintah nikah itu turun untuk menghindarkan manusia dari berbuat zina. Oleh Allah diberilah alternatif yaitu menikah.

Sesuai dengan perkembangan ternyata dalam pernikahan itu banyak sekali hal - hal baik di dalamnya. Mulai dari menggenapkan setengah din sampai berlimpahnya amal yang bisa dilakukan dalam pernikahan.
Walau begitu ternyata untuk saat ini penulis merasa menikah itu kok jadi dibawa ribet banget ya?

Pertama, pusing milih calonnya. Ini dia nih masalah paling utama dan numero uno. Kedua bingung cara deketin mertuanya. Trus kelimpungan mikir biaya pernikahannya. Lalu klo nikahnya udah lama, males liat mukanya ( pengen ganti kikikikik.... ). Anak banyak jadi pusing, gak punya anak kasihan si istri. Mau dicerai gak tega, dimadu dia gak rela. Halah halah halah.... Dangkal banget sih pikiran.


Nikah kok jadi repot gitu.
Pokoknya nikah tu gitu lah. Gak percaya? Coba aja.

Penulis bukannya lagi terus menerus mikirin nikah ( waduuuuh perjalanan masih panjaaaaaaaaang banget ), tapi gak mikir gak juga sih ( nah lho bingung kan ). Sebagai penulis dengan usia yang masih sangat muda ( membela diri ) pernikahan mungkin hanya sekedar dapat teman baru (hahahahha gawat banget nih ).
Tolong, jangan racuni pikiran saya dengan hal nikah menikah.

Buat teman - teman penulis yang sudah siap untuk menikah, menikah aja (jangan tunggu saya hahahahhahahaha ge er mode on ).
Hahahaha tapi lucu juga kalo pun sudah siap tapi belum mampu nah lho gigit jari. Atau puasa. Halaaaah.... Maleslah...
Sekali - sekali azizahnazi nulis tentang nikah gituuu...


Teruntuk teman yang akan berpikir mau menikah ( hah baru mau mikir!! ), mau menikah, dan yang akan menikah ( bedanya apa? ).
Sebuah buah dari pikiran yang masih dangkal

2 comments:

  1. ?????????????????????????????????????
    kok jadi rame ngomongin ini siy?!?

    ReplyDelete
  2. hahahahahha...
    ganti topik kak

    ReplyDelete