Isu reshuffle kadang bikin deg degan.
REshuffle terheboh bulan Januari 2012 yang nyelamatin aku untuk pindah ke kestari setelah jadi aneh kelamaan di sekum. Tupoksi melenceng jauh dari amanah yang sebenarnya, tapi yang namanya kerja dakwah, kata Mbak Efte, di mana aja kita harus punya azas kemanfaatan buat orang lain. Kalo gak bermanfaat gak usah ngaku muslim deh, apalagi berani - berani teriak "gue kader dakwah" -____- #ke laut aja
Lalu sedang enak - enaknya menikmati kerjaan di kestari #meskipun yang beres gak seberapa# tiba masa untuk Mukerda 2. Heran di periode ini dua kali tiap Mukerda, aku pasti gak di tempat, meskipun yang kedua ini bisa lebih sering bolak balik. Mukerda 1 sekaligus pelantikan, aku lagi di Jakarta ikut program pertukaran pemuda. Hilang sama sekali dari peredaran organisasi. Tapi untunglah NV selalu menghubungi jika butuh sesuatu. Thumbs up buat ni anak yang ghirohnya membawa kemanfaatan dan meringankan beban orang lain. Nah pas Mukerda 2 aku lagi KKN di Bintan Buyu, meskipun gak jauh tapi kalo bolak balik lumayan capek juga.
Mukerda 2 bisa hadir almost full, karena siang aku udah harus kembali ke lokasi, ada kegiatan KKN yang gak boleh aku lewatkan. Ta'lim ibu - ibu dan aku diminta untuk jadi emsi.Mukerda 2 emang seneng kasih orang double job. Karena ketua BKM pulang kampung, maka untuk sementara DC minta aku jadi PJnya. Gubbrakkkk!!!
Aku suruh dia pikir dua kali, kalo bisa sepuluh ribu kali untuk keputusan itu. Plis plis plis.... Liat baik - baik ni ada potongan untuk kerja di bagian kemuslimahan apa enggak. Kemusliman sih iya --"
Bukan bermaksud menolak fitrah sebagai muslimah, tapi sehari - hari dari pergaulan sampe gaya lebih deket ke muslim(ah). Bener - bener gak ada potongannya. Percanya aja enggak.
Walhasil dua bulan setelah Mukerda, gak satupun kerjaan di kemuslimahan aku sentuh. Pertama, gak niat. Kedua, gak niat. Ketiga, gak niat. Keempat, sok sibuk. Kelima, bingung. Udah itu aja alasannya, nyesuain dengan pancasila yang ada lima biji.
Kemudian datang lagi isu reshuffle. Asikk tapi deg degan. Deg degan karena khawatir ditendang dari kestari (udah gue banget ini). Di sisi lain berharap didepak dari kemuslimah(an) dan digantikan dengan orang yang lebih baik, biar bidang ini berjalan.
Thursday, 20 September 2012
Tuesday, 18 September 2012
Tak Menulis Apapun
Apa yang kulakukan malam ini? Harusnya aku menulis sinopsis untuk diantar besok siang agar semuanya bisa selesai dengan cepat. Agar proposal bisa kupersiapkan dalam waktu dekat kemudian bersiap untuk diseminarkan.
Tapi jauh panggang daripada api. Bukannya menulis proposal aku terus saja menulis di blog ini. Aku ingin menulis, tapi bukan menulis sinopsis. Bukan pula menulis hal - hal berbau sosial politik yang kerap jadi konsumsi paling digemari di publik hari ini. Bukan pula tentang pendidikan yang menjadi akar permasalahan bangsa ini.
Tak ada yang ingin kutulis, hanya ingin melemaskan jari jemari di atas keyboard agar aku tak lupa letak huruf - huruf. Agar aku bisa mengetik dengan cepat tanpa harus melihat keyboard.
Tapi jauh panggang daripada api. Bukannya menulis proposal aku terus saja menulis di blog ini. Aku ingin menulis, tapi bukan menulis sinopsis. Bukan pula menulis hal - hal berbau sosial politik yang kerap jadi konsumsi paling digemari di publik hari ini. Bukan pula tentang pendidikan yang menjadi akar permasalahan bangsa ini.
Tak ada yang ingin kutulis, hanya ingin melemaskan jari jemari di atas keyboard agar aku tak lupa letak huruf - huruf. Agar aku bisa mengetik dengan cepat tanpa harus melihat keyboard.
Analisis kepribadian berdasarkan preferensi petugas upacara bendera
*saya jadikan versi notes juga, biar lebih mudah mengaksesnya dibanding timeline*
Nah, dengan ikut memperhitungkan hasil survei barusan yg dirilis di page sy, maka jadi juga analisis kepribadian berdasarkan dulu/sekarang waktu upacara bendera, kalian lebih memilih jadi petugas apa. Eh, tentu saja, karena analisis ini dibuat untuk main2, tingkat validitasnya silahkan dihitung sendiri.
Berikut kesimpulannya:
1. Jika kalian lebih menyukai menjadi pembawa acara/protokolItu bukan berarti karena kalian berbakat jadi MC kondang di televisi atau minimal MC acara sunatan tetangga. Orang2 yg lebih menyukai menjadi pembawa acara, biasanya: orang2 yg suka ngatur2, suka nyuruh2, suka nge-boss dan menyebalkan. gimana nggak? bahkan pembina upacara sj dia atur2 kapan masuk ke lapangan, kapan meninggalkan lapangan, kapan harus ceramah. andai saja dimasukkan sekalian bisa ngatur seberapa lama pembina ngomong, dijamin, petugas ini resmi sudah jd diktator di lapangan.
2. Jika kalian lebih menyukai menjadi pembawa teks pancasilaKalian keliru kalau menyangka petugas ini tdk penting, berkepribadian minder, pemalu, dsbgnya. Menurut perhitungan sy, orang2 yg mau menjadi pembawa teks pancasila adalah type manusia yg legowo, nrimo dan senantiasa apa adanya--top banget dijadiin calon menantu. Lihat saja, puncak kerendahhatian tersebut terjadi saat pembacaan pancasila berlangsung, bagaimana dia hadap ke pembina, mengangkat tangan, menyerahkan stopmap merah, itu benar2 proses yg indah, kan, setelah sejak tadi ngikutin pembina kemana saja. Dan hei, siapa pula yg sepanjang upacara berdiri di tengah2 lapangan, di samping pak kusir, eh, pembina, tapi nggak ngapa2in selain petugas ini? orang2 ini persis super hero, ada tapi tidak ada. tidak ada, eh tapi ada. demikianlah.
3. Jika kalian lebih menyukai menjadi pengibar bendera.Jangan berkecil hati-lah kalau nggak pernah dipilih guru jadi pengibar bendera. Karena orang2 yg menyukai menjadi pengibar bendera biasanya tidak terlalu pede--walaupun biasanya sih memang cantik2/tampan2/tinggi2/gagah2. kenapa nggak PD? Lah, bayangin, ngibarin satu bendera saja harus bertiga, malah rame2 kalau paskibraka. Alangkah ramenya? Pak RT sebelah rumah saya, ngibarin bendera, cukup sendirian, sambil pakai celana pendek dan kaos singlet, beres. nggak perlu ngajak siapapun.
Re-Post untuk Khalisah dan Syahdan
| Khalisah Adriani |
Khalisah Adriani, Syahdan Muttaqin, kalau kau besar kelak, maka ingatlah selalu:
1. Jgn sekadar belajar bahasa (entah itu bahasa indonesia, inggris atau lainnya), tp lbh penting belajar menulis.
2. Jgn sekadar belajar IPA, fisika, biologi, kimia tp juga memahami kebijakan alam dan keseimbangan.
3. Jgn sekadar belajar IPS, geografi, ekonomi, sosiologi, dsbgnya tp jg melihat dunia membentang luas dgn keberagaman dan kesamaan
5. Jgn sekadar belajar PMP, PPKN atau apalah nanti namanya, tapi jg tentang etika, moralitas dan kepedulian
6. Jgn sekadar belajar matematika, aljabar, kalkulis dsbgnya tp lbh penting belajar nalar dan sistematika
terakhir, jgn sekadar belajar agama, lengkapilah dgn akhlak dan kebermanfaatan.
*sy repost dr postingan lama, karena 2 Mei adalah hari pendidikan :)
sumber : https://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/belajar/372237279493513
![]() |
| Syahdan Muttaqin |
catatan Tere Liye dengan mengganti nama anaknya (Abdullah Pasai)
Cerita Malam
Hampir tengah malam. Lagi gilirannya Snada nyanyiin Teman Sejati versi Acapella. Sebenarnya yang lebih asik versi Borther dengan judul yang sama. Tiap denger lagu ini, aku selalu ingat nikahannya Kak Dwi and Kak Tanto tahun 2009 lalu. Pesta nikah paling asik buat aku, ketika datang ternyata nasyid futuwwah lagi tampilin beberapa lagu ngibur tamu - tamu yang ada.
Waktu itu personilnya masih lengkap. Ada Pak Noi, Sidik, Ramsy, Jamhur, Rendra. Mmmmm seingat aku mereka itu yang nampil. Setelah selesai sholat ashar, kirain lanjut lagu berikutnya, eh mereka malah kabur --" Untuk anak ingusan buat aku yang masih 19 tahun waktu itu, penampilan mereka bener - bener oke. Kak Rendra kalo gak salah main gendang bareng Kak Ramsy. Sementara tiga orang lagi nyanyi. Hmm aku lupa mereka nyanyi lagu apa.
Sejak hari itu, aku punya planning sendiri buat pesta nikah kalo waktunya udah tiba nanti. Oh ya beberapa bulan sebelum Kak Dwi nikah, aku ingat banget omongannya ke aku waktu kami lagi ke pestanya Kak Endang di dekat Mesjid Ikhwanul Muslimin Kijang. Waktu itu kami baru pulang dari Trikora bareng akhwat - akhwat pake motor. Wiiiih asik banget nih kakak - kakak itu, semua pada pake motor, padahal perjalanannya lumayan bikin pinggang capek, tapi mereka tempuh! Ini nih momen kebersamaan yang susah banget dapatnya hari ini. Mungkin salah satu faktor hari ini gak semua akhwat punya motor. Kedua, yang punya kadang masih pada gak berani perjalanan jauh begitu #padahal ini masih Kepri lho, yang kecil banget!!!
Oya waktu itu Kak Dwi bilang, kalo dia nikah dia gak mau pelaminannya ada di luar kayak pestanya Kak Endang, soalnya gak asik diliatin sama tamu - tamu. Kalo di dalam rumah, agak lebih leluasa. Naaah dua atau tiga bulan kemudian aku dapat undangan mereka nikah #pengen nyontoh, diniatin dulu trus bikin perencanaan teknis pesta biar syar'i -,-
Nah waktu Kak Dwi nikah emang pelaminannya gak di luar, tapi di ruang tamu rumahnya. Dan ini adalah pesta nikah pertama yang aku hadiri yang gak ada dangdutannya. Awalnya cuma datang sebagai tamu #dulu tuh rasanya Kijang jauuuuh banget. Eh pas mau pulang ditarik Kak Iin n Kak Endri disuruh jaga hidangan -,- Namun di sanalah ukhuwah itu berawal :')
Trus Kak Dwinya kalo gak salah pake sarung tangan untuk salaman dengan tamu. Yaaa kan ada tamu yang belum paham, jadi buat antisipasi, Kak Dwi pake sarung tangan. Pas waktu sholat, semua pada break termasuk penganten. Aku aja ketemu Kak Tanto yang lagi sholat di mushalla yang gak jauh dari lokasi pesta. Hmmm ini nih yang bener. Gak takut make up pudar cuma gara - gara wudhu. Kak Dwinya juga sholat di dalam rumah.
Pesta nikahan kedua yang aku liat hampir mirip Kak Dwi, itu nikahnya Kak Rika. Beuhh kali ini di daerah Teluk Bakau. Teluk Bakau itu daerah Bintan deket Trikora. Makin jauh -,- Aku pergi bareng Kak Fatma dan Rosmareni. Jaga hidangan. Nah aku seneng itu, di nikahan Kak Rika, cewek cowoknya pisah pintu masuk. Ada tempat masuknya sendiri sendiri. Walaupun rumahnya pas banget di tepi jalan.
Tempat makannya juga, khas banget lah. Kami ke sana jaga hidangan. Yang aku paling seneng itu, Kak Rika langsung yang nelpon aku untuk dimintai tolong buat jaga hidangan. Beda banget! Biasanya cuma pake jarkoman, eeh ini langsung orangnya. Like this! Aku harus ingat poin ini saat waktunya tiba nanti.
Awalnya aku jagain yang hidangan tempat cewek, nah karena udah sore yang jagain hidangan cowok pada capek n kabur. Akhirnya Mbak-mbak entah siapa itu minta aku yang jagain -,-
Harusnya gak masalah, tapi buat aku masalah. Kenapa? Penyakit genit muncul! Hadeeeeeh.......
Kalo ada nikahan, kalo bisa gak usah barengan rombongan guru - guru esdeite, bayangin aja yang nongol anak - anak futuwwah n ustadz2 jenggotan yang wajahnya teduh teduh #karena pake payung wkwkwk
Nah jaman itu, lagi demam korean waave eh ikhwan wave, kalo ada ikhwan ganteng dikiiiiit aja langsung sms kawan - kawan "kak aku liat si A, kereeeeen" Gubrakkk!!!!
Jadi tibalah saatnya mereka datang rombongan pake angkot beberapa unit, lengkap dengan murid - murid Kak Rika yang heboh itu -,- Ni anak - anak kelebihan dosis ceria agaknya. Guru - guru cowok belok ke tempat aku yang udah panas dingin dan gemetaran bukain lauknya satu satu #untung bukan bagian yang ngasih piring ama sendok.
Ada yang iseng nanya pake senyum nanggung "antum kapan ukhti?" Alamaaaak meleleh.... "Ooooh aman tu" ngejawab pake gaya sok 'ikhwan'. Ntar kalo dibawa lembut #senyum - senyum dikulum malu - malu anak kucing, dia ngerasa menang pula :/
Hahahaha itu sekelumit kisah pesta nikah yang paling berkesan. Untuk undangan selanjutnya biasa aja, gak begitu berkesan. Malah ada yang gak sempat aku hadiri karena lagi gak di tempat.
Oh ya, ada juga ding. Nikahnya Kak Indira baru - baru ini.... Ada nasyid dari Batam segala booo
Karena kebetulan bawa kamera, jadi aku ngejepret mereka yang waktu itu lagi nyanyi. Sebenarnya ragu - ragu, tapi karena mau ambil gambar cuek aja. Eeeeh habis nyanyi mereka cerita ke tamu - tamu kalo semuanya udah punya 'buntut' alias bini kecuali si manajer. Wkkwkwkwkwkwk geer kali ya aku foto tadi. Klarifikasi nih yeeeee :p Tenang aje bang, aye kagak niat buruk kok ame fotonye
Waktu itu personilnya masih lengkap. Ada Pak Noi, Sidik, Ramsy, Jamhur, Rendra. Mmmmm seingat aku mereka itu yang nampil. Setelah selesai sholat ashar, kirain lanjut lagu berikutnya, eh mereka malah kabur --" Untuk anak ingusan buat aku yang masih 19 tahun waktu itu, penampilan mereka bener - bener oke. Kak Rendra kalo gak salah main gendang bareng Kak Ramsy. Sementara tiga orang lagi nyanyi. Hmm aku lupa mereka nyanyi lagu apa.
Sejak hari itu, aku punya planning sendiri buat pesta nikah kalo waktunya udah tiba nanti. Oh ya beberapa bulan sebelum Kak Dwi nikah, aku ingat banget omongannya ke aku waktu kami lagi ke pestanya Kak Endang di dekat Mesjid Ikhwanul Muslimin Kijang. Waktu itu kami baru pulang dari Trikora bareng akhwat - akhwat pake motor. Wiiiih asik banget nih kakak - kakak itu, semua pada pake motor, padahal perjalanannya lumayan bikin pinggang capek, tapi mereka tempuh! Ini nih momen kebersamaan yang susah banget dapatnya hari ini. Mungkin salah satu faktor hari ini gak semua akhwat punya motor. Kedua, yang punya kadang masih pada gak berani perjalanan jauh begitu #padahal ini masih Kepri lho, yang kecil banget!!!
Oya waktu itu Kak Dwi bilang, kalo dia nikah dia gak mau pelaminannya ada di luar kayak pestanya Kak Endang, soalnya gak asik diliatin sama tamu - tamu. Kalo di dalam rumah, agak lebih leluasa. Naaah dua atau tiga bulan kemudian aku dapat undangan mereka nikah #pengen nyontoh, diniatin dulu trus bikin perencanaan teknis pesta biar syar'i -,-
Nah waktu Kak Dwi nikah emang pelaminannya gak di luar, tapi di ruang tamu rumahnya. Dan ini adalah pesta nikah pertama yang aku hadiri yang gak ada dangdutannya. Awalnya cuma datang sebagai tamu #dulu tuh rasanya Kijang jauuuuh banget. Eh pas mau pulang ditarik Kak Iin n Kak Endri disuruh jaga hidangan -,- Namun di sanalah ukhuwah itu berawal :')
Trus Kak Dwinya kalo gak salah pake sarung tangan untuk salaman dengan tamu. Yaaa kan ada tamu yang belum paham, jadi buat antisipasi, Kak Dwi pake sarung tangan. Pas waktu sholat, semua pada break termasuk penganten. Aku aja ketemu Kak Tanto yang lagi sholat di mushalla yang gak jauh dari lokasi pesta. Hmmm ini nih yang bener. Gak takut make up pudar cuma gara - gara wudhu. Kak Dwinya juga sholat di dalam rumah.
Pesta nikahan kedua yang aku liat hampir mirip Kak Dwi, itu nikahnya Kak Rika. Beuhh kali ini di daerah Teluk Bakau. Teluk Bakau itu daerah Bintan deket Trikora. Makin jauh -,- Aku pergi bareng Kak Fatma dan Rosmareni. Jaga hidangan. Nah aku seneng itu, di nikahan Kak Rika, cewek cowoknya pisah pintu masuk. Ada tempat masuknya sendiri sendiri. Walaupun rumahnya pas banget di tepi jalan.
Tempat makannya juga, khas banget lah. Kami ke sana jaga hidangan. Yang aku paling seneng itu, Kak Rika langsung yang nelpon aku untuk dimintai tolong buat jaga hidangan. Beda banget! Biasanya cuma pake jarkoman, eeh ini langsung orangnya. Like this! Aku harus ingat poin ini saat waktunya tiba nanti.
Awalnya aku jagain yang hidangan tempat cewek, nah karena udah sore yang jagain hidangan cowok pada capek n kabur. Akhirnya Mbak-mbak entah siapa itu minta aku yang jagain -,-
Harusnya gak masalah, tapi buat aku masalah. Kenapa? Penyakit genit muncul! Hadeeeeeh.......
Kalo ada nikahan, kalo bisa gak usah barengan rombongan guru - guru esdeite, bayangin aja yang nongol anak - anak futuwwah n ustadz2 jenggotan yang wajahnya teduh teduh #karena pake payung wkwkwk
Nah jaman itu, lagi demam korean waave eh ikhwan wave, kalo ada ikhwan ganteng dikiiiiit aja langsung sms kawan - kawan "kak aku liat si A, kereeeeen" Gubrakkk!!!!
Jadi tibalah saatnya mereka datang rombongan pake angkot beberapa unit, lengkap dengan murid - murid Kak Rika yang heboh itu -,- Ni anak - anak kelebihan dosis ceria agaknya. Guru - guru cowok belok ke tempat aku yang udah panas dingin dan gemetaran bukain lauknya satu satu #untung bukan bagian yang ngasih piring ama sendok.
Ada yang iseng nanya pake senyum nanggung "antum kapan ukhti?" Alamaaaak meleleh.... "Ooooh aman tu" ngejawab pake gaya sok 'ikhwan'. Ntar kalo dibawa lembut #senyum - senyum dikulum malu - malu anak kucing, dia ngerasa menang pula :/
Hahahaha itu sekelumit kisah pesta nikah yang paling berkesan. Untuk undangan selanjutnya biasa aja, gak begitu berkesan. Malah ada yang gak sempat aku hadiri karena lagi gak di tempat.
Oh ya, ada juga ding. Nikahnya Kak Indira baru - baru ini.... Ada nasyid dari Batam segala booo
Karena kebetulan bawa kamera, jadi aku ngejepret mereka yang waktu itu lagi nyanyi. Sebenarnya ragu - ragu, tapi karena mau ambil gambar cuek aja. Eeeeh habis nyanyi mereka cerita ke tamu - tamu kalo semuanya udah punya 'buntut' alias bini kecuali si manajer. Wkkwkwkwkwkwk geer kali ya aku foto tadi. Klarifikasi nih yeeeee :p Tenang aje bang, aye kagak niat buruk kok ame fotonye
Monday, 17 September 2012
Terima Kasih untuk Pelajarannya
Apa yang salah jika memposting hal - hal yang bermanfaat di grup kampus? Apa yang salah jika mengajak untuk menyukai satu page yang memiliki informasi untuk mahasiswa? Apa yang salah jika mengajak seseorang untuk bergabung di organisasi mahasiswa muslim?
Entah aku yang naif atau mereka yang belum mengerti hakikat penggunaan media sebagai sarana bagi setiap orang. Kebebasan yang menjadi hadiah reformasi terindah bagi setiap orang yang hari ini tak perlu takut untuk menyampaikan sesuatu karena semua telah mendapat perlindungan konstitusi.
Ah, mungkin mereka memandang aku terlalu memikirkan organisasi luar tanpa sekalipun peduli pada pemberdayaan organisasi kampus. Hmm bisa jadi mereka benar akan hal tersebut, karena hari ini aku merasa tidak ada kepentingan lagi di organisasi internal kampus yang dulunya kugeluti. Hari ini, aku beralih pada organisasi intra kampus yang lain untuk mempermudah pelaksanaan misi.
Hahahahha agak lebay memang mereka. Selalu tidak menyukai apa yang kulakukan dan katakan. Kucoba menerka - nerka apa yang sebenarnya tidak mereka sukai dari tindakanku.
Apa karena aku begitu getol mengajak anak - anak baru untuk gabung di KAMMI? Apa salahnya? Setiap orang berhak untuk melakukan perekrutan selama tidak melanggar aturan yang ada. Memang ada aturan di kampus yang melarang mahasiswanya bergabung di KAMMI?
Apa yang salah ketika aku lebih cenderung untuk aktif di KAMMI ketimbang di kampus? Mungkin mereka pikir aku tidak peduli pada kampus, hanya memikirkan kepentingan organisasi luar, lebih sibuk di luar. Seorang dosen pernah berkomentar ketika salah satu tulisanku ada di koran lokal. Katanya dalam penulisan status, aku lebih mendahulukan organisasi luar daripada organisasi kampus yang saat itu aku geluti. Hihihihihi dosen ini lucu sekali. Bukankah keduanya tetap kucantumkan? Ah, hal sepele dipermasalahkan. Gak substantif! Padahal ketika itu tulisanku berbicara sebagai anggota organisasi intra kampus.
Aku sadar, ini tantangan untuk membangun argumentasi yang lebih jitu sehingga mereka mati kutu. Tidak bermaksud jahat, hanya saja kalau sudah begitu geram, aku harus cari cara untuk bungkam mulutnya.
Untuk adu argumentasi, aku ingat ketika mereka mengkritik ramai - ramai saat kampus udah sepi banget. Mereka berempat plus satu dosen. Semua laki - laki. Mengajukan kritik terhadap aturan yang kubuat untuk pertandingan antar kelas. Meskipun jantungku berdenyut dan nafas terasa sesak, kupaksakan untuk tetap senyum dan menjawab apa yang mereka lontarkan dengan tenang. Tak lupa kutantang untuk berpartisipasi langsung jadi panitia (hanya bisa protes tapi gak mau jadi panitia). Jawabannya, saya bantu dengan doa aja buk, saya sibuk, ini bukan kapasitas saya bla bla
Geram? Pasti! Begitu mereka pulang, pertahanan sebagai cewek langsung lepas. Sepanjang jalan nangis sejadi - jadinya. Bukan karena mereka protes dan tak mau jadi panitia, tapi aku pikir gak adil! Lima lawan satu!! Apa apaan mereka itu --"
Memang hadiah pertandingan itu sampai hari ini belum bisa kutunaikan. Aku minta maaf jika hal itu belum sempat kupenuhi. Hhhh aku yakin mereka akan berkata bahwa aku ingkar janji, tapi mereka tidak tahu dan tak perlu tahu mengapa hal itu belum bisa kulaksanakan.
Bagaimanapun, orang - orang ini sudah membuat aku belajar menghadapi the reality in society. Belajar untuk tak banyak mengeluh dan terlalu banyak mengadu pada orang lain. Belajar juga untuk lebih hati - hati dalam memilih orang, mana yang bisa kupercayai dan mana yang tidak. Mana orang yang jujur dan tulus bekerja untuk kepentingan bersama, mana orang yang hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.
Terima kasih
Saturday, 15 September 2012
Jangan Salahkan Muslim karena Nabi Muhammad SAW Dihina
Menonton
film Innocent of Muslim bukanlah hal yang penulis sarankan untuk dilakukan bagi
seluruh umat manusia di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Dengarkanlah
nasihat ini untukmu wahai saudaraku. Menontonnya sama dengan memakan umpan yang
mereka, para pembuat film atau pun siapa pun yang memproduseri film tersebut,
lemparkan kepada kita umat muslim. Untuk apa? Tentu saja untuk membuat muslim
dunia marah dan mengecam mereka, mengeluarkan pernyataan untuk menolak dan
memboikot peredaran film tersebut.
Lebih parah untuk membuktikan pada dunia
bahwa umat muslim terlalu mudah diprovokasi. Mereka tahu betul bahwa umat
muslim akan bereaksi keras jika Rasulullah saw. kembali divisualisasikan di
media.
Melalui
tulisan ini penulis berharap kita mampu memilah film mana yang patut untuk kita
tonton, khususnya bagi umat muslim. Para ulama sudah berijma’ bahwa menggambar fisik
Rasulullah, baik wajahnya maupun seluruh tubuhnya, adalah diharamkan. Tidak
seorang pun diperbolehkan untuk melakukan hal itu. Mengapa? Hal ini bisa
mengakibatkan pengkultusan pada Rasulullah saw., padahal yang patut diesakan
hanya Allah swt.
Reaksi
yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia dinilai berlebihan oleh
sebagian kalangan karena banyak merusak fasilitas dan menimbulkan kekacauan public.
Umat Islam dinilai dunia sebagai umat anarkis yang bertindak semaunya hanya
karena rasulnya digambarkan oleh media.
Penilaian
ini tentu tidak adil karena hanya melibatkan satu pihak. Tak ada asap jika tak
ada api, reaksi merupakan respon terhadap aksi. Artinya reaksi yang ditunjukkan
oleh umat Islam memiliki alasan yang kuat. Penghinaan yang terhadap nabi
tercinta mereka.
Setelah
kehebohan yang ditimbulkan oleh film Fitna, karikatur Rasulullah SAW, dan situs
– situs yang mengadakan perlombaan menggambar karikatur Rasulullah SAW,
mustahil masyarakat dunia, tidak mengetahui larangan visualisasi Rasulullah
SAW.
Nah
hari ini kita kembalikan dihadapkan pada permasalahan yang sama dan reaksi yang
muncul dari umat Islam pun tidak jauh beda. Demonstrasi di depan Kedubes AS,
membakar bendera, memboikot peredaran film. Dunia menilai umat Islam anarkis!
Now, who’s starting it first? Siapa yang memulai ini duluan?? Inilah reaksi
dari apa yang mereka lakukan.
Teroris dari Rohis? Duh Sembarangan nih Metro TV
Metro TV jangan sembarangan bikin berita dong, gak baik tau nyebarin fitnah yang gak pake dasar. Maunya apa sih? Untungnya apa kalo rohis dijelek-jelekkin begitu di pemberitaan nasional?
Aku tau laah kalo Metro TV itu emang salah satu stasiun TV informatif di Indonesia. Saingannya sih Cuma satu, TVOne. Jujur ya, selama ini aku tuh seneng nonton siaran di Metro TV. Berita – berita menarik dan opini yang disampaikan pun bikin aku mikir dan geram sama pemerintah yang asik banget dengan korupsinya. Sampe aku punya impian mau jadi pemberantas koruptor! Aku pengen jadi orang kaya dan berkuasa biar bisa memberangus koruptor – koruptor gak tahu malu itu.
Sayang, Metro TV udah nyakitin hati teman – teman aku, aku juga sakit hati loh. Tega banget deh ngeberitain kalo teroris – teroris direkrut dari kegiatan ekskul rohis. Waduh, gubrak deh! Kok Metro TV bisa narik kesimpulan begitu yah.
Aku gak tau dari mana teroris – teroris itu muncul. Eh mereka tuh kayak hantu – hantu di film horror gitu, suka muncul tiba – tiba. Kayak sekarang nih, aku lagi asik pantengin Metro TV buat ngikutin kelanjutan kasus korupsi yang seabrek itu. Eeeh gak ada angin gak ada hujan, berita – berita itu jadi ngilang trus muncul deh teroris. Aku jadi ingat lagunya Om Once, kaaaamu seperti hantu….. hihihihi
Eh yang pasti, teroris gak dari rohis!!
Di rohis tu asik, aku belajar tentang agama islam lebih banyak. Pemahaman aku makin bertambah sejak aku ikut rohis, shalatku juga gak bolong – bolong lagi. Temen – temenku yang cewek sekarang malah rame – rame pake jilbab. Pembinanya baik, kami diajak untuk sholat tepat waktu, sholat dhuha, puasa sunnah, sopan santun sama orang tua and gak nyontek. Ih mana ada teroris yang begituan!
Metro TV gak suka ya kalo anak - anak Indonesia aktif di rohis?? Ih untung ibuku tuh orangnya baik. Dia gak terpengaruh sama apa yang Metro TV beritain tentang rohis. Beliau malah nyuruh aku untuk terus aktif di rohis. Katanya sejak aku ikut rohis, prilakuku berubah banyak. Yaaa walo gak banyak banget tapi ibuku seneng loh.
Beliau bilang, aku jadi rajin sholat, ngaji, trus pake jilbab yang rapi, gak pake baju ketat2 (soalnya lingkungan rumahku banyak abang - abang genit yang suka nyuitin tiap aku lewat). Ngerasa aman gitu deh. Aku jadi rajin bantuin beliau di rumah, belajarnya juga semangat. Tau gak nilai fisika aku yang kemarin jeblok guling-guling ke jurang, sekarang udah mulai membaik. Ibu bilang sejak aku ikut rohis aku jadi begitu.
Ayahku bilang, kalo remaja Indonesia pada aktif di rohis, jamin deh, yang namanya kakaen gak betah di Indonesia hahahahaha.... Pasti si kakaen lebih milih tinggal di negara yang masih gak kenal kalo Islam itu agama yang benar. Kalo pembina rohisku bilang, rahmatan lil'alamin
Hadeeeeh Metro TV suka asal ngomong ya ternyata. Aku gak nyangka, jangan – jangan apa yang kamu beritain selama ini juga asal ngomong?? Ayo ngaku!! Kalo gini caranya aku jadi males mau nonton Metro TV. Mending ngabisin waktu di rohis aja, bikin kegiatan baksos, kajian bulanan, mentoring, silaturahim, outbond, dan lain – lain. Dan aku mau ngajak teman sebanyak – banyaknya biar mereka juga gabung di rohis.
Rohis is not a terrorist!!
Wednesday, 12 September 2012
Remove
Seharusnya dia tak perlu meremoveku dari pertemanan hanya karena masalah sepele seperti itu. Aku membalas statusnya di wallku karena statusnya benar - benar menyalahkan adikku. Memangnya dia salah apa? Salahnya adalah dia menunjukkan muka tak bersalah saat bertemu denganmu, begitu kan? Apa yang salah dengan itu? Jika kau memang pandai membaca sikapnya, tentu kau lebih bijak dari yang kukira.
Menyalahkan apa yang terjadi padamu tentu bukan sikap yang baik untuk ditunjukkan. Itu sama saja memberitahu seluruh dunia bahwa kau putus asa dengan kondisi fisik yang tak seperti dulu. Apa yang salah dengan hal itu? Bukankah kau masih memiliki kelima indra yang masih sempurna digunakan? Penglihatanmu tidak bermasalah, pendengaranmu baik, indra perasamu aku yakin sangat berfungsi dengan baik dan kulitmu masih bisa merasakan sentuhan keluargamu.
Bisa jadi kau mengatakan hal ini tidak adil bagimu padahal ada hal yang lebih tidak adil lagi bagi orang lain.
Nevermind, removing me doesn't make sense as long as it makes you relieved for times. I wonder why you only did it to me unless it was my brother who did everything wrong in your mind??
At least, I'd like you to remember what I've been written on my wall. I am absolutely sure that you will remember it, that's why you remove me :D
Menyalahkan apa yang terjadi padamu tentu bukan sikap yang baik untuk ditunjukkan. Itu sama saja memberitahu seluruh dunia bahwa kau putus asa dengan kondisi fisik yang tak seperti dulu. Apa yang salah dengan hal itu? Bukankah kau masih memiliki kelima indra yang masih sempurna digunakan? Penglihatanmu tidak bermasalah, pendengaranmu baik, indra perasamu aku yakin sangat berfungsi dengan baik dan kulitmu masih bisa merasakan sentuhan keluargamu.
Bisa jadi kau mengatakan hal ini tidak adil bagimu padahal ada hal yang lebih tidak adil lagi bagi orang lain.
Nevermind, removing me doesn't make sense as long as it makes you relieved for times. I wonder why you only did it to me unless it was my brother who did everything wrong in your mind??
At least, I'd like you to remember what I've been written on my wall. I am absolutely sure that you will remember it, that's why you remove me :D
Monday, 10 September 2012
Notulensi Tasqif (FIQIH THAHARAH)
FIQIH
THAHARAH
ü Ridho Allah
sebuah kunci untuk membuka pintu surga.
ü Menjalani
kehidupan dengan semulia-mulianya, dengan sebaik-baiknya.
ü Semua buku
fiqih yang ada di Indonesia, selalu dimulai dengan thaharah
ü Bersuci
mencakup dua ruang lingkup : suci jasmani dan suci rohani
ü At thaharah
: mensucikan diri badan pakaian dan tempat dari najis dan hadats
ü Air adalah
sebagian dari kehidupan. Hal pokok dalam bersuci.
ü Macam –
macam air : dibagi menjadi 4 macam :
1. Air mutlak > air suci lagi mensucikan (secara sifatnya) > boleh
dipakai untuk bersuci : air sumur, air salju, air laut, air telaga, air mata
air.
2. Air musta’mar > air yang telah terpakai/digunakan : air sisa wudhu yang
telah terpakai, ketika kita mandi. Menurut imam Hambali, boleh dipakai untuk
bersuci. Imam syafi’I tidak membolehkan.
3. Air yang bercampur dengan sesuatu : contoh
air teh, air kopi. Secara sifat dia suci, tapi tidah dapat dipakai untuk
bersuci. Bagaimana jika ia tercampur dengan kotoran? Imam Syafi’I : jika kurang
dari dua kullah (60x60x60 cm), air tersebut tidak suci lagi. Tiga imam yang
lain (hanafi, hambali dan maliki), sedikit ataupun banyak jika tidak merubah
sifatnya (bau warna dan rasa), maka airnya tetap suci.
4. Air yang bercampur dengan najis (air najis) > misalnya
bercampur dengan kotoran anjing : tidak boleh lagi digunakan untuk bersuci.
ü Macam –
macam thaharah :
1.
Wudhu
Ø Al Maidah :
6 > dalil wajib thaharah
-
Ayat ini merupakan panggilan untuk orang – orang yang beriman.
-
Basuhlah mukamu, kemudian sapulah tanganmu hingga siku, sapulah
kepala, basuhlah kaki hingga mata kaki.
-
Perbedaan arjulakum dan arjulikum. Arjulakum > menghubungkannya
dengan kalimat sebelumnya. Fathah : perintah kaki itu dibasuh, bukan disapu.
Wafsahu (menyapu) untuk kepala. Arjulikum > kaki boleh disapu, bukan dibasuh.
Kedua-duanya sah.
Ø "Allah
tidak akan menerima shalat salah seorang di antara kamu jika kamu sedang
berhadats, sampai orang itu berwudhu”
Ø Orang yang
berhadats kecil menghilangkannya dengan berwudhu > ijma’ para ulama
Ø Wudhu akan
mempengaruhi aktivitas ibadah yang kita lakukan.
Ø Rukun wudhu ada 6, Al Maidah ayat 6
-
Niat
-
Membasuh muka, batasannya dari tempat tumbuh rambut di dahi sampe
dagu. Dari batas telinga kanan sampe batas telinga kiri.
-
Membasuh tangan hingga siku, jika berlebih boleh karena di hari
akhir anggota itu akan bersinar.
-
Menyapu kepala > banyak perbedaan > ada yang keseluruhan ada
yang setengah ada yang sedikit >> semuanya benar. Imam syafi’I : kalo
mengena tiga helai rambut saja, maka itu sah.
-
Menyapu kaki sampai ke mata kaki, berlebih lebih baik.
-
Tertib.
Ø Mencuci
tangan, kumur – kumur, memasukkan air ke dalam hidung, membasuh telinga, berdoa
setelah wudhu hukumnya sunnah.
Ø Shalat dua
rakaat setelah wudhu. Bilal bin Rabah selalu mengerjakan shalat dua rakaat
setelah berwudhu, sehingga Rasulullah mendengar terompah bilal lebih dulu di
surge.
Ø Niat adalah
amalan qolbi, amalah hati, tidak perlu dilafadzkan.
Ø Hal yang
membatalkan wudhu :
-
Keluar salah
satu dari lubang dubur (BAB, pipis, kentut).
-
Na’um amid :
tidur yang nyenyaaak sekali. Ada juga yang berpendapat, a. jika tidurnya duduk, ada ulama
yang berpendapat wudhunya tidak batal, kalo berbaring baru batal total. Tidur
duduk dan tidur berbaring >> tidurnya berbaring, dalam posisinya seperti
itu ia membuka rongga2 pintu – pintu, bisa jadi dia buang angina tau cairan.
Tapi dalam posisi duduk, rongga pintu tersebut terjepit sehingga tidak
mengeluarkan apa pun. Dianjurkan jika tertidur, baik duduk atau baring,
memperbaharui wudhu.
-
Memegang kemaluan dengan tidak memakai alas, baik milik sendiri
maupun orang lain (anak-anak)
-
Keluar darah (bukan dalam bentuk luka).
Ø Bagaimana
jika bersentuhan antara laki – laki dan perempuan. Ada yang tidak membatalkan
> contoh saat haji. Imam syafi’I > bernafsu atau tidak jika tanpa alas,
wudhunya batal. Imam yang lain > jika tidak batal jika tidak bernafsu
Ø Bagaimana
dengan suami istri? Aisyah berkata : Rasul mencium istri-istrinya sebelum ke
mesjid, dan beliau tidak memperharui wudhunya. Rasul pernah shalat tahajud,
kemudian tempat sujudnya dihalangi oleh kaki Aisyah, kemudian beliau
memindahkan kaki Aisyah >> tidak membatalkan
2.
Mandi wajib
Bagaimana jika setelah mandi wajib, apa harus
wudhu lagi atau boleh langsung shalat? Kaidah ushul fiqih > hal yang besar
dapat menghapus/mengganti posisi yang kecil artinya dengan mandi wajib otomatis
kita sudah menghilangkan hadats kecil. Tapi jika ingin wudhu lagi itu lebih
baik.
3.
Tayammum (pengganti
wudhu/mandi ketika tidak ditemui air)
DISKUSI
1. NATASHA >
haid memasuki mesjid
Dalam
kondisi darurat, seseorang boleh memasuki mesjid, contoh, tidak ada lagi tempat
belajar kecuali di mesjid itu karena menuntut ilmu adalah wajib. Dianjurkan
untuk mencari tempat lain.
2. HADIJAH >
tentang rambut kuku dll saat haid
Tidak ada
larangan.
3. MURHAYATI
> menjama’ shalat
Jama’
takdim, jama’ takhir.
Shalat safar
> shalat dalam perjalanan, kiblatnya mengikuti arah kendaraan, arah duduk
kita dalam kendaraan dan boleh langsung di jama/qashar pada saat itu
4. DWI RAHAYU
> menjawab panggilan/bersuara saat berwudhu
Wudhunya
tidak batal, itu hanya masalah adab, karena ketika wudhu ketika dianjurkan
untuk berzikir.
5. Hukum
memegang al quran ketika haidh. Mushaf yang benar2 mushaf, tidak ada
terjemahan, tajwid, tafsir dll tidak boleh dipegang sama sekali. Yang sudah
bercampur boleh dipegang. Bagaimana dengan membacanya? Terjadi perbedaan juga.
Kalo membacanya dengan niat zikrullah, diperbolehkan. Pendapat lain, boleh
membaca, tapi yang dihapal dengan tidak memegang mushaf. Pendapat lain, boleh
dengan niat untuk belajar.
6. Mazhab mana
yang harus kita ikuti? Dalam bermazhab, kita tidak boleh terlalu fanatik karena fiqih merupakan ijtihad para
ulama. Tapi kita juga tidak boleh
memudah – mudahkan. Imam syafi’I : kalau kalian menemukan pendapat imam
yang lain lebih baik, silahkan.
7. Menyentuh
kemaluan dengan sarung tangan.
8. Sakit lagi
haidh dan tidak bisa kena air.
ILMU
ITU UNTUK DITERAPKAN, BUKAN UNTUK DIKUMPUL.
Thursday, 6 September 2012
The Last Project
Facing the last project for my graduation honestly makes me confused. I am afraid of something that has not happenned at all only for I have not started it. "Dont cross the bridge before you get to the river". I heard this firstly when I was studying at an english course years ago. It means that we should do that thing so that we know how it feels, the challenges and etc.
I recognized that I was having difficulty in typing first word for the last project whereas I only need to write a word in a paper. I am quite sure after that I will continue it without any burden even right now I have no idea for the problem of mine.
Heewwww.....
While my friends, well they who were in the different subject, had done their proposal before we had KKN three months ago. They who are in the same subject are also like me, no idea for the project. No spirit to get it finish soon so we could have our graduation earlier. Hahahaha honestly I'm so surprised that I've been at this period, well what I mean that time pass so fast that no one realizes that it is the last year of me to finish the high education.
Although it takes longer than the other friends of mine, I understand for the place where I study now is a little bit different and longer than others. Others can finish in four years or less than that, but not for me. We have our own rule that until now nobody has courage to change it.
I have some problems. I seldom practice English lately either writing or speaking even reading, only listening. Well actually I watched some dramas using english subtitle. I wish it could help me in writing, not an usual writing like this but a scientific writing. What the hell!! In english department ( I dont really know, should we be grateful or feel sorry ) the last project must be written in english. It means that we have double job for the final project, doing research and make it into english.
You know, it needs much time for me to write this simple. Please imagine that I must make a research report in english by a science language -,-
Nevermind
As long as I have spirit and courage to finish it I am absolutely certain that my friends and I will have our graduation ceremmony together in the early 2013
FIGHTING!!!!!
I recognized that I was having difficulty in typing first word for the last project whereas I only need to write a word in a paper. I am quite sure after that I will continue it without any burden even right now I have no idea for the problem of mine.
Heewwww.....
While my friends, well they who were in the different subject, had done their proposal before we had KKN three months ago. They who are in the same subject are also like me, no idea for the project. No spirit to get it finish soon so we could have our graduation earlier. Hahahaha honestly I'm so surprised that I've been at this period, well what I mean that time pass so fast that no one realizes that it is the last year of me to finish the high education.
Although it takes longer than the other friends of mine, I understand for the place where I study now is a little bit different and longer than others. Others can finish in four years or less than that, but not for me. We have our own rule that until now nobody has courage to change it.
I have some problems. I seldom practice English lately either writing or speaking even reading, only listening. Well actually I watched some dramas using english subtitle. I wish it could help me in writing, not an usual writing like this but a scientific writing. What the hell!! In english department ( I dont really know, should we be grateful or feel sorry ) the last project must be written in english. It means that we have double job for the final project, doing research and make it into english.
You know, it needs much time for me to write this simple. Please imagine that I must make a research report in english by a science language -,-
Nevermind
As long as I have spirit and courage to finish it I am absolutely certain that my friends and I will have our graduation ceremmony together in the early 2013
FIGHTING!!!!!
Tuesday, 4 September 2012
[Korean Movie] Tae Guk Gi : Perang Saudara di Tengah Perang Saudara
Anda suka film perang? Silahkan melanjutkan membaca tulisan ini, jika tidak suka, saya ‘memaksa’ anda untuk tetap melanjutkan membacanya. Hehehhe……
Film ini secara tak sengaja saya temukan di youtube beberapa waktu lalu saat iseng mencari film – film lama. Kebetulan rasa penasaran saya beberapa tahun yang lalu rupanya masih ada hingga sekarang. Ketika itu ada tayangan di televisi tentang film – film di Indonesia yang dituntut karena menggunakan soundtrack yang dipakai oleh film – film luar negeri. Salah satunya adalah film ini, Tae Guk Gi atau Brotherhood of War film perang Korean pertama yang saya tonton (selama ini hanya nonton produksi Hollywood).
Diperankan oleh dua aktor yang paling ampuh membuat gadis – gadis di Korea Selatan menjerit, Jang Dong Gun dan Won Bin, di mana keduanya hanya saya lihat di drama. Oleh karena itu, dua aktor ini menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Won Bin main film perang, wowww!!
Ini bukan film perang biasa! Itu kesan yang saya dapatkan setelah menontonnya dengan bersimbah air mata. Perang saudara yang memang benar – benar perang saudara! Film ini mengisahkan dua orang kakak beradik yaitu Jin Tae dan Jin Seok yang hidup di masa perang saudara tahun 1950an, antara Korea Utara dan Korea Selatan.
Yang membuat film ini menjadi sangat mengharukan adalah hubungan antara Jin Tae dan Jin Seok, berusaha untuk saling melindungi satu sama lain meskipun ada waktu di mana yang satu sangat membenci yang lainnya.
Jin Tae sebagai kakak rela untuk menjadi tukang semir sepatu di pasar agar sang adik, Jin Seok bisa melanjutkan pendidikan. Hubungan yang akrab di antara mereka diperlihatkan di menit – menit awal. Oya, mengenai alurnya, film ini punya alur bolak balik. Dimulai dari zaman sesudah perang ketika ditemukannya pena bertuliskan nama Jin Seok di lokasi perang.
Masalah mulai datang saat tentara memerintahkan pemuda yang berusia 18-30 untuk naik ke atas kereta api. Rupanya mereka akan dibawa dan dilatih menjadi tentara. Jin Seok yang terperangkap akhirnya ditemukan oleh Jin Tae, sayang mereka tak bisa turun karena dihalangi oleh prajurit. Jin Tae berusaha meyakinkan tentara bahwa adiknya hanya pelajar dan meminta mereka untuk mengirimnya pulang. Jawabannya tidak!
Dimulailah latihan militer mereka. Berkenalan dengan orang – orang di kamp hingga menghadapi pertempuran yang hamper mencabut nyawa salah satunya. Jin Tae berusaha agar Jin Seok tidak dilibatkan dalam misi apapun, ia mencari cara bagaimana Jin Seok bisa dikirim pulang. Ia kemudian diceritakan bahwa sebelumnya pernah ada yang bernasib sama sepertinya kemudian prajurit tersebut bertempur mati – matian untuk mendapatkan lencana agar bisa mengajukan permohonan untuk mengirim adiknya pulang.
Mulailah Jin Tae melaksanakan misi dengan gagah berani layaknya seorang pejuang kemerdekaan hingga ia pun dianggap sebagai pahlawan oleh teman – temannya. Karena keberanian dan keberhasilannya menjalankan misi, lencana yang ia harapkan pun diterima. Namun sayang, Jin Seok seperti tidak mengenal kakaknya dikarenakan ambisi Jin Tae tersebut. Ia mulai membenci Jin Tae, apalagi setelah Jin Tae membiarkan teman kecil dan rekan mereka terbunuh. Jin Seok mengira Jin Tae hanya ingin mendapatkan lencana, meskipun akhirnya ia tahu alasan Jin Tae melakukan hal tersebut. Tapi ia sudah terlanjut benci dan menyuruh Jin Tae untuk tidak ikut campur urusannya.
Suatu hari, ketika mereka pergi ke Seoul, Jin Seok menyempatkan diri untuk singgah ke rumah menjenguk sang Ibu. Tapi ia hanya bertemu dengan Young Shin. Saya kurang paham, siapa Young Shin itu, apakah dia istri atau baru sebatas pacar Jin Tae. Rupanya ketika itu orang – orang Korea Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap warga Negara mereka yang diduga menjadi mata – mata komunis Korea Utara, dan Young Shin salah satunya. Meskipun perempuan ini mengaku bahwa ia masuk hanya untuk menjual makanan toh akhirnya ia ditembak mati juga setelah Jin Tae datang menyelamatkan Jin Seok dan Young Shin. #adegan ini mengharukan
Tentara Korea Selatan tentu mereka pengkhianat dan mengurungnya di sel beserta tawanan lain, untungnya karena Jin Tae cukup dikenal ia bisa keluar dan meminta pada yang sedang bertugas untuk turut mengeluarkan adiknya. Komandan keras kepala itu tidak percaya dan malah memerintahkan anak buahnya untuk membakar sel tersebut. Di sinilah Jin Tae merasa ia sudah kehilangan segalanya apalagi ia menemukan pena milik Jin Seok di bekas sel yang terbakar.
Jin Tae yang mengira Jin Seok sudah mati terbakar akhirnya beralih menjadi komunis dan bergabung dengan tentara Korea Utara bahkan jadi pemimpin Flag Unit. Jin Seok tidak peduli karena ia pikir tak ada gunanya mengandalkan seorang kakak yang bahkan tidak bisa lagi membedakan mana teman mana lawan.
Namun, kenangannya bersama Jin Tae membalikkan perasaannya. Jin Seok kemudian memutuskan untuk masuk ke garis musuh agar bisa bertemu dengan sang kakak. Adegan ini begitu mengharukan sekaligus mengerikan karena wajah Jin Tae ketika menjadi pemimpin Flag Unit Korea Utara tidak seperti manusia. Agaknya dia frustasi dengan kematian Jin Seok. Meskipun Jin Seok berusaha mati – matian meyakinkan Jin Tae bahwa dia adalah adiknya yang masih hidup, Jin Tae tetap tak percaya karena ia sudah gelap mata. Mungkin dalam pikirannya, “Bunuh tentara Korea Selatan!!”.
Lagipula saya mengerti mengapa sulit bagi Jin Tae untuk mengenali adiknya. Karena muka mereka dipenuhi dengan lumpur hitam dan yang tersisa hanya mata yang menyala – nyala. Mata Jin Tae yang kerasukan dan Jin Seok yang hampir mau mati putus asa karena Jin Tae tak kunjung sadar. Jin Tae baru menyadari itu adalah adiknya ketika Jin Seok berusaha membawanya ke tempat yang aman dan saat Jin Tae tak sanggup lagi untuk berdiri, Jin Seok mengingatkannya akan janji – janji yang pernah diucapkannya #aku yakin yang membuat Jin tae sadar pasti karena hanya kepada Jin Seok lah ia pernah mengatakan semuanya.
Lalu dengan gerakan heroik, Jin Tae menembaki semua tentara Korea Utara yang berlari turun mengejar tentara Korea Selatan. Ia menyuruh Jin Seok mencari tempat aman dan berjanji untuk menyusul. Jin Seok menyerahkan pena miliknya dan meminta Jin Tae mengembalikannya saat mereka bertemu nanti. Sayang, mereka tak pernah bertemu lagi setelah itu karena Jin Tae telah mati tertembak tentara Korea Utara hingga puluhan tahun kemudian, tulang belulangnya ditemukan beserta pena tersebut.
Film ini tidak fokus pada kekalahan atau kemenangan tentara Korea Utara maupun Selatan, tidak seperti film perang lain yang lebih meng’hero’kan tentara Amerika. Sejarah sudah lengkap mencatat tentang kemenangan dan kekalahan perang saudara antara Korea Utara yang komunis dan Korea Selatan yang demokratis.
Ada satu pertanyaan yang menggelitik bagi saya ketika Jin Seok meminta agar ia diizinkan untuk ikut bertempur, “Kau berperang demi negaramu atau saudaramu?”. Mungkin bisa kita lemparkan pada pejabat publik hehehhe……
Oh ya bagian akhir dari film ini sangat sangat sangat mengharukan. Ketika Jin Seok tua menyesali kematian Jin Tae dan kenangan tentang sepatu yang disemirkan Jin Tae untuk adiknya. Mungkin menjadi mengharukan karena backsoundnya.
Jika anda belum pernah menonton film ini, saya sangat sangat sangat sangat merekomendasikannya untuk ditonton bersama keluarga. Mmmm tapi untuk anak – anak harus ditemani orang tua karena ada beberapa adegan di dalam film ini yang bagi saya sangat sadis dan tanpa sensor. Tidak layak untuk dilihat anak – anak.
Selamat menonton!
http://www.youtube.com/watch?v=1Ft0HSo7oOk&playnext=1&list=PL415FA247350E53B2&feature=results_main
Subscribe to:
Posts (Atom)



