Kembali aktif di dunia maya setelah diendapkan selama seminggu yang rasanya bertahun-tahun.
Pertapaan selama 4 hari semoga menghasilkan sebuah kerja nyata.
Perubahan pola pikir mudah-mudahan mampu mengangkat fenomena di masyarakat ke dalam tulisan ringan yang dibaca orang-orang
Kemauan yang besar didorong untuk jadi lebih baik semoga selalu memotivasi agar tetap bertahan
Wednesday, 31 March 2010
Saturday, 20 March 2010
Mari Membaca
Bagaimana kondisi dunia baca di indonesia? Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 dapat dijadikan gambaran bagaimana minat baca bangsa Indonesia. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 persen. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 persen, buku cerita 16,72 persen, buku pelajaran sekolah 44.28 persen, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 persen.
Data di atas saya copas dari www.tamanbaca.guahira.com yang meyebutkan Media Analisis Indonesia sebagai sumbernya ( wah, saya jadi teringat dengan mata kuliah Studi Hadis tadi malam tentang Sanad dan Perawi hadits yang sangat memusingkan kepala ).
Hmmm agak sedih sebenarnya bagaimana rendahnya minat baca anak-anak Indonesia saat ini. Jangankan membaca buku pelajaran sekolah, majalah atau buku cerita pun tak dapat membuat mereka tertarik untuk membaca ( komik tidak termasuk kategori ).
Saya memiliki sekitar 30 orang murid di TPA. Saya bertekad untuk menularkan penyakit " baca " saya ini kepada mereka ( ya walaupun penyakit itu saat ini sedang sembuh hehehehe ).
Langkah ini saya awali dengan memaksa mereka untuk membawa buku cerita, majalah, atau bacaan apapun yang mereka sukai. Setiap harinya, mereka akan saya bagikan kertas putih kosong. Setelah itu, saya kembali memaksa mereka untuk menuliskan atau menceritakan kembali apa yang sudah mereka baca. Karena itulah saya memberikan kebebasan kepada mereka untuk membawa buku apa saja yang mereka suka.
Saya berharap dengan langkah ini, setidaknya saya bisa menumbuhkan minat baca kepada 30 orang murid di bawah naungan Taman Pendidikan Al Quran Izzatul Islam, dengan tidak mengesampingkan pendidikan agama yang juga mesti mereka terima.
Data di atas saya copas dari www.tamanbaca.guahira.com yang meyebutkan Media Analisis Indonesia sebagai sumbernya ( wah, saya jadi teringat dengan mata kuliah Studi Hadis tadi malam tentang Sanad dan Perawi hadits yang sangat memusingkan kepala ).
Hmmm agak sedih sebenarnya bagaimana rendahnya minat baca anak-anak Indonesia saat ini. Jangankan membaca buku pelajaran sekolah, majalah atau buku cerita pun tak dapat membuat mereka tertarik untuk membaca ( komik tidak termasuk kategori ).
Saya memiliki sekitar 30 orang murid di TPA. Saya bertekad untuk menularkan penyakit " baca " saya ini kepada mereka ( ya walaupun penyakit itu saat ini sedang sembuh hehehehe ).
Langkah ini saya awali dengan memaksa mereka untuk membawa buku cerita, majalah, atau bacaan apapun yang mereka sukai. Setiap harinya, mereka akan saya bagikan kertas putih kosong. Setelah itu, saya kembali memaksa mereka untuk menuliskan atau menceritakan kembali apa yang sudah mereka baca. Karena itulah saya memberikan kebebasan kepada mereka untuk membawa buku apa saja yang mereka suka.
Saya berharap dengan langkah ini, setidaknya saya bisa menumbuhkan minat baca kepada 30 orang murid di bawah naungan Taman Pendidikan Al Quran Izzatul Islam, dengan tidak mengesampingkan pendidikan agama yang juga mesti mereka terima.
Wednesday, 17 March 2010
Substansi
" Pertanyaannya tidak substansi ", begitu katanya.
Nah bisakah anda semua pembaca blog ini memberikan sedikit gambaran, bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang punya makna substansi itu???
Dalam kebingungan
Nah bisakah anda semua pembaca blog ini memberikan sedikit gambaran, bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang punya makna substansi itu???
Dalam kebingungan
Saturday, 13 March 2010
Malaikat Sony
-->
Malam ini saya mengawali Hari Klasikal dengan bercerita tentang Abu Nawas yang diundang oleh panitia mesjid untuk mengisi ceramah. Tapi yang akan saya ceritakan pada anda bukanlah tentang Abu Nawas, melainkan sesuatu yang membuat seluruh santri malam itu tertawa terpingkal-pingkal.
Saya melanjutkan dengan mengajak semua anak untuk menyanyikan lagu Malaikat yang dipopulerkan oleh Raihan.
Mari mengenal 10 malaikat
Dicipta Allah daripada cahaya
Ianya juga rukun iman kedua
Mari bersama kita hafal namanya
Jibril, Mikail, Ridwan, Malik
Munkar, Nankir, Raqib, Atid
Izroil, Isrofil semuanya
Sepuluh malaikat kita hapal namanya
Kemudian mereka mulai grasa grusu. Ada yang mulai ngobrol lagi dengan teman di sebelah, ada yang usil dengan mencoel teman di depan belakang kiri kanan atas bawah ( wah kayak setan dong ).
” Sebutkan satu nama malaikat yang kamu tahu ”, kata saya sambil menunjuk salah satu santri yang langsung mematung, entah karena takut dengan saya atau karena mikirin jawaban yang saya minta.
” Jibril ”
” Bagus, apa lagi? ” tunjuk saya pada santri lain.
” Mikail ”
” Ridwan ”
” Raqib ”
” Atid ”
” Munkar Nankir ” jawab salah seorang santri lagi sementara temannya yang lain bersiap dengan jawaban mereka. Di saat yang sama saya melihat seorang santri yang ternyata dari tadi sama sekali tidak memperhatikan saya.
Sambil menyipitkan mata dan bibir dibentuk sedemikian rupa ( anda tidak akan bisa membayangkan seperti apa rupa saya ) saya langsung mengarahkan perhatian semua santri kepadanya dengan berkata, ” Kamu? ”
Terkejut bukan main dia. Terperanjat dan matanya jadi besar ( bukan melotot ).
” Sony! ”
” Hahahahahahahahahahahahahahahahahaha...........!!! ” meledaklah tawa di kelas itu saat dia menyebutkan namanya sendiri. Saya yang awalnya berniat untuk marah harus mengurungkan niat karena bibir saya tidak bisa diajak kompromi untuk tidak tertawa. Dia yang ditertawakan hanya bisa bengong bingung tanpa tahu kenapa anak-anak tertawa sampai-sampai saya kewalahan untuk menenangkan mereka kembali.
Bagi saya, Hari Klasikal kali ini benar-benar membuat saya terkesan. Saat saya harus mengingat kembali wajah polos Sony ketika saya bertanya nama malaikat dan ia menjawab namanya sendiri, senyum geli tak bisa lepas dari wajah saya.
Tanjungpinang, 12 Maret 2010
Tuesday, 9 March 2010
Friday, 5 March 2010
Sekolahku
Awalnya begitu penasaran
Setelah dirasakan,
Kok waktu berjalan perlahan?
Sudah mulai bosan dengan rutinitas harian...
Pagi persiapan,
siang hadapi pelajaran,
sore jalan-jalan
malam pacaran...
Hmmmm....
Tapi ini saatnya membuat kenangan
Walau sekolahku papan
bocor ketika hujan
Aku harus tetap bertahan
Demi memperjuangkan masa depan
Karna aku adalah generasi harapan...
Tuesday, 2 March 2010
Ismeth for Kepri
Pak Ismeth kena cekal
wah bisa-bisa pilkada batal
beberapa partai ga mau calonnya gagal
sekarang rame-rame nyari lagi calon tunggal
kadang politik bikin kesal
tapi ga bisa nyangkal
klo politik juga bikin kantong sintal
Pak Ismeth mesti banyak sabar
walau banyak yang nyecar
tapi ibu-ibu taklim tetap semangatin beliau buat tegar
semua gara-gara damkar
apa itu benar???
gubernur kami yang tidak kekar
tapi segar
harus tidur dibalik pagar
ups, bukan sembarang pagar
kehidupan emang keras
dari yang tadinya berkalung emas
tiba-tiba sekarang mesti harap-harap cemas
lalu tidur tanpa alas
di lantai yang keras dan ruangan terbatas
dukungan rakyat kepri
akan terus membanjiri,
selama tidak ada yang iri
tapi, kami harus disodorkan bukti
agar doa kami
dikabulkan oleh ilahi rabbi
Monday, 1 March 2010
Horcrux - Horcrux Milik Voldemort
Well, ini adalah adalah sedikt catatan mengenai buku terakhir Harry Potter yang sangat fenomenal. Walupun sudah lama diterbitkan, sekitar bulan Januari 2008 lalu, namun membacanya ulang tidak akan menimbulkan kebosanan ( halah !! ).
Inti dari Deathly Hallows adala penghancuran 7 horcrux milik Voldemort, yang merupakan cabikan jiwa-jiwanya. Ini merupakan satu-satunya jalan yang mesti dilakukan oleh Potter dan kawan-kawan untuk menghabisi Lord Voldemort.
Adapun ketujuh horcrux tersebut ialah :
- Cincin Marvolo Gaunt yang notabene adalah kakek Tom Marvolo Riddle alias Voldemort. Cincin ini berhasil dihancurkan oleh Dumbledore dengan menggunakan pedang Gryffindor.
- Liontin yang sebelumnya disembunyikan di dalam baskom di sebuah pulau ( baca buku 6 ). Pada awalnya liontin ini dicuri oleh Regulus Black, adik Sirius Black, mantan palahap maut. Dihancurkan dengan pedang juga.Saya rasa perjalanan penghancuran yang paling panjang adalah liontin ini. Simbang deh, karena liontin ini jugalah yang mengakibatkan kematian Dumbledore di buku 6. Namun ternyata diakhir cerita ditulis bahwa umur Dumbledore emang udah ga panjang akibat kutukan cincin Marvolo.
- Buku harian Tom Riddle ( baca seri 2 ). Horcrux ini hancur karena ditusuk dengan taring Basilisk yang punya bisa mematikan.
- Piala mungil milik Helga Hufflepuff.
- Diadem Ravenclaw yang sudah lama hilang. Hancur oleh api kutukan yang dibuat Crabbe saat mereka, Malfoy danGoyle, bertarung dalam Kamar Kbutuhan tempat semua benda disembunyikan.
- Nagini, ular besar yang ngekor Voldemort ke mana-mana yang belakangan diberi mantra pelindung oleh Voldy. Tapi karena lengah akhirnya mantranya lepas dan ularnya ditebas oleh Neville Longbottom pake pedang Gryffindor.
- Dan inilah yang paling mengejutkan. Harry Potter ternyata adalah horcrux terakhir yang tidak sengaja dibuat oleh Voldemort saat ia berusaha membunuh Harry Potter ketika ia berusia satu tahun.
Thursday, 25 February 2010
Sebuah Catatan dalam Diskusi
Diskusi kali ini sebenarnya membahas tentang empat hal yang menghambat seseorang dalam menggapai cita-citanya. Salah satu hal tersebut adalah virus merah jambu yang langsung disertai reaksi memerahnya wajah peserta diskusi dan tersipu malu.
Berikut sedikit dialog dalam diskusi tersebut:
- Kak, saya pernah suka sama seseorang padahal awalnya benci sekali. Begitu saya tahu saya menyukainya, saya berkorban buat dia. Contohnya waktu dia ada tugas, saya berusaha agar tugasnya selesai, padahal tugas saya ja belum kelar.
Tanggapan :
Hmmm memang begitulah sifat perempuan. Saat ia menyukai ( mencintai ) seorang laki-laki, ia akan menyerahkan seluruh hidupnya ( mungkin agak berlebihan, maksudnya melakukan apa saja) untuk laki-laki tersebut. Tapi tidak demikian halnya dengan laki-laki.
2. Saya kembali menyampaikan apa yang juga telah disampaikan oleh seorang ustadzah dalam suatu majelis :
” Laki-laki, saat ini ia merayu kita, mengatakan betapa pentingnya kita bagi dia, tidak ada jaminan dalam sedetik kemudian ia tidak melancarkan rayuan yang sama atau bahkan lebih romantis kepada perempuan lain. ”
Hmmm jadi seperti inilah laki-laki. Jadi jika saat ini kita sedang dimabuk kepayang dengan seorang laki-laki, berpikiran seperti ini tidak ada salahnya.
Tanggapan :
Bukankah dengan begitu kita menjadi su’udzon?
Nah, bagaimanakah tanggapan anda tentang pendapat ini?
Saat Praktek Biologi
Boleh dong sekali-kali ingat2 masa SMA dulu.
Nah foto ini bikin ketawa sendiri. Ini adalah saat-saat praktek Biologi. Kayaknya lagi neliti sel daun. Duh, daun aja diteliti selnya.
Setelah penelitian ( duh gaya betul bahsanya ), di kelas mulailah ngrumpi. Maklum waktu itu jelang Ujian Akhir Nasional jadi guru banyak yang ga ngajar. Pikirnya mungkin biar kami belajar kali ya. Tapi kesempatan ini diambil untuk ngrumpi, main judi ( ohoi, yang ini cuma maenan ), lari-lari, ujung-ujungnya kantin.
Di tengah asiknya ngerumpi, muncullah foto ini.
Hahaha....entah siapa yang ngambil, tapi TOP BGT. Mantap!!!!!!
Yang ada di dalam foto ini jangan marah yaaaa
Buat yang baca, hehehe....ga usah disebutin ya orang nya
Wednesday, 24 February 2010
Al Bina
Dari kiri ke kanan :
Andi Mochammad Gerhan Firzha, Pandu Fathul Huda, Afry Saputra, Selta Ferzia, Adinda, Nabila Farhannah......
Angkatan pertama yang kami didik selama setahun penuh dengan penuh kasih sayang, kasih ibu, kasih kakak, kasih duit ( yang terakhir tidak ).
Penampilan pertama untuk Tari Persembahan. Hasil latihan Ummi Tami. Walupun hasilnya tidak begitu bagus, namun kami puas dengan penampilan anak-anak ini.
Kelas TK B yang berjumlah 40 murid merupakan kelas yang menjengkelkan pada awalnya, menyenangkan di tengahnya dan menyayangi di akhirnya.
Kesal saat tak ada yang mau mendengar kami berbicara di depan kelas
Jengkel saat mereka lebih memilih untuk bercerita dengan teman di sebelah ketimbang di depan kelas
Menyesal setelah kami marah, yang seharusnya tidak pantas kami lakukan
Sedih saat hari wisuda telah datang
Senang saat mereka sudah bisa membaca
Rindu ingin kembali ke TK
Pergi pagi-pagi menunggu murid di depan pagar
Begitu datang " Assalamu'alaikum.... "
Pujian dan senyuman dilemparkan pada mereka
Bahkan tak hanya anak-anak polos itu, tapi juga para orang tuanya
Klasikal pagi begitu mengasikkan
Hmmmm.....
Monday, 22 February 2010
Catatan Lagi Buyar
Mata nanar
Telinga mendengar
Hati di luar
Ceritanya tentang syiar
Bapaknya berkoar-koar
Berusaha agar materinya kelar
Padahal udah hampir ashar
Baru juga mau cerita tentang perang Badar
Waktu memang tak bisa ditawar
Seharusnya materi udah kelar
Tiba-tiba kak hendry bilang : Allahu akbar!!
Dari wajah yang berujar
Anak Batam udah pengen berlayar
dari tadi konsentrasi udah buyar
Ganti-gantian izin keluar
Ambil wudhu biar segar bugar
Saturday, 20 February 2010
Akhirnya !!!!!!
Bisa juga!!!
Niatan awal mau pindah kos, eh ternyata ibu kosnya nahan nih
hihihihihi.....
Komentar sekarang sudah bisa diaktifkan
Hmmm, maaf kayaknya kemarin ini blog lagi nge fans sama Desy Ratnasari
No comment!!
Niatan awal mau pindah kos, eh ternyata ibu kosnya nahan nih
hihihihihi.....
Komentar sekarang sudah bisa diaktifkan
Hmmm, maaf kayaknya kemarin ini blog lagi nge fans sama Desy Ratnasari
No comment!!
Wednesday, 17 February 2010
Catatan Susah
Sebulan penuh, keluyuran tak tentu arah,
syukur2 tak kena marah,
mencoba menatap langit cerah,
yang ada mata jadi merah,
duh parah.....
Sampai - sampai lupa hapalan surah,
mungkin hati lagi gerah,
maunya menyerah,
ups!!!
payah....
Tuesday, 16 February 2010
Surat Buat Kak Pura
Kak, pulang yaaaaa....
Maksudnya pulang ke Pinang,
Udah ga betah nih, tapi kalo mau ditinggalin kasihan juga sama Ariq, Thoriq, Pabean, Dedi, Nia, Justine, Luthfie, and Rio.....
Huhuhuhu...
Kemarin Thoriq mau kelahi dengan Ariq,
Duuuh... kurang cepat ja, hancur lah Ariq dibantainya
Thoriq udah kayak banteng ngamuk, disuruh baca istighfar ja ga mau
Nafasnya tersengal-sengal, ingusnya keluar, air mata geramnya ga berhenti ngalir
Allah...baru kali ini Nurul ketemu yang seperti dia
Masya Allah, Kak Pura
Justine senyum-senyum terus, Nia bicaranya irit banget....
Luthfie, Pabean, sama Dedi ditambah Rio
Alhamdulillah mereka mau diatur....
Ariq, Kak Pura....
Ga bisa diam,
Nurul pusiiing...
Kak Pura, cepat pulang ke Pinang ya......
Maksudnya pulang ke Pinang,
Udah ga betah nih, tapi kalo mau ditinggalin kasihan juga sama Ariq, Thoriq, Pabean, Dedi, Nia, Justine, Luthfie, and Rio.....
Huhuhuhu...
Kemarin Thoriq mau kelahi dengan Ariq,
Duuuh... kurang cepat ja, hancur lah Ariq dibantainya
Thoriq udah kayak banteng ngamuk, disuruh baca istighfar ja ga mau
Nafasnya tersengal-sengal, ingusnya keluar, air mata geramnya ga berhenti ngalir
Allah...baru kali ini Nurul ketemu yang seperti dia
Masya Allah, Kak Pura
Justine senyum-senyum terus, Nia bicaranya irit banget....
Luthfie, Pabean, sama Dedi ditambah Rio
Alhamdulillah mereka mau diatur....
Ariq, Kak Pura....
Ga bisa diam,
Nurul pusiiing...
Kak Pura, cepat pulang ke Pinang ya......
Sunday, 14 February 2010
After the Election, eh Selection
Setelah seleksi hari ini, muncul lagi pertanyaan itu :
" Sudahkah saya layak untuk jadi kader AB2?? "
Mengingat, menimbang, dam memutuskan bahwa selama ini saya :
1. Kebanyakan cengengesan daripada seriusnya ( liat kader AB2 yang lain gimanaaaaa gitu. Pada serius semua. Kayaknya ga celah buat becanda lagi nih )
2. Kader AB2 itu secara IJDK mantap banget. Lah saya..... kira-kira pencapaian terbaik IJDK saya di mananya ya???
3. Belum mantap dalam menganalisis suatu masalah ( yaaaaa gara-gara banyak ketawa itu kali ya. Sebenarya ada hubungannya ga sih ketawa dengan analisis? )
4. Kerjanya lebih sedikit daripada ketawanya
5. Suka ketawa
6. Suka ketawa
7. Suka ketawa
8. Suka ketawa
9. Masih juga suka ketaawa ( ni sebenarnya mau seleksi AB2 ato seleksi muka serius sih )
10. Secara penampilan, masih jauuuuuuuuuuuh banget dari akhwat lainnya ( hmmmmm .......)
Hmmmmmm......
Hmmmmmmm.....
Apapun itu, yang penting saya sudah berusaha. Setidaknya kata Kakak yang seleksi, ikut DM2, artinya berusaha untuk jadi lebih baik, lebih baik, lebih baik, lebih, dan lebih baik lagi ( ini sih jadi lebih lebai ).
Yap, yap, yap......
Tangga menuju ke arah yang lebih baik....
" Sudahkah saya layak untuk jadi kader AB2?? "
Mengingat, menimbang, dam memutuskan bahwa selama ini saya :
1. Kebanyakan cengengesan daripada seriusnya ( liat kader AB2 yang lain gimanaaaaa gitu. Pada serius semua. Kayaknya ga celah buat becanda lagi nih )
2. Kader AB2 itu secara IJDK mantap banget. Lah saya..... kira-kira pencapaian terbaik IJDK saya di mananya ya???
3. Belum mantap dalam menganalisis suatu masalah ( yaaaaa gara-gara banyak ketawa itu kali ya. Sebenarya ada hubungannya ga sih ketawa dengan analisis? )
4. Kerjanya lebih sedikit daripada ketawanya
5. Suka ketawa
6. Suka ketawa
7. Suka ketawa
8. Suka ketawa
9. Masih juga suka ketaawa ( ni sebenarnya mau seleksi AB2 ato seleksi muka serius sih )
10. Secara penampilan, masih jauuuuuuuuuuuh banget dari akhwat lainnya ( hmmmmm .......)
Hmmmmmm......
Hmmmmmmm.....
Apapun itu, yang penting saya sudah berusaha. Setidaknya kata Kakak yang seleksi, ikut DM2, artinya berusaha untuk jadi lebih baik, lebih baik, lebih baik, lebih, dan lebih baik lagi ( ini sih jadi lebih lebai ).
Yap, yap, yap......
Tangga menuju ke arah yang lebih baik....
Thursday, 11 February 2010
Monday, 8 February 2010
Asal Mula Nama Azizahnazi
Ngomong-ngomong masalah nama email, sudah banyak protes ke saya. Alamat email yang sudah tercipta sejak masih berseragam putih abu-abu ( eh, betul ga ya )sudah ga bisa diubah lagi azizah_nazi@yahoo.com
Sudah mutlak, ga bisa diubah. Mau bikin baru malasnya selangit, mesti sosialisasi lagi ( kayak pemilu ).
Nazi di alamat email itu bukan dalam rangka kesenangan pada Partai Nasionalis Jerman zaman Perang Dunia II dulu. Nazi itu adalah singkatan dari nama lengkap saya Nurul Azizah. Jadi ceritanya waktu SMA kelas X, entah gimana di kelas itu ada dua yang bernama Nurul, Azizah juga ada. Nurul Ainun dan Martia Azizah. Waaah,, berabe nih. Guru-guru pada susah bedain. Awalnya teman-temannya juga begitu. Martia Azizah aman, soalnya dia dipanggil Martia, lah yang sama-sama Nurul gimana dong.
Akhirnya sambil iseng-iseng ( waktu itu saya duduknya paliiiiiiing belakang ), coret-coret akhirnya lahirlah nazi alias Nurul Azizah yang terinpirasi dari Adolf Hitler si Kumis Aneh ( hmmm waktu SMA saya lagi semangat banget bahas aliran kiri, alhasil pusing sendiri karena teman2 yang lain pada ga tertarik ).
Awalnya aneh juga pake nazi, apalagi beberapa teman sudah ada yang praktek dengan panggilan itu.
Dan hingga saat ini nama nazi itu udah melekat. Makanya ga mau ganti email, kalo bisa nama di seluruh jejaring sosial adalah itu.
So, bukan karena nge fans atau tergila-gila dengan Adolf Hitler si Kumis Aneh.... hihihihihihi
Sudah mutlak, ga bisa diubah. Mau bikin baru malasnya selangit, mesti sosialisasi lagi ( kayak pemilu ).
Nazi di alamat email itu bukan dalam rangka kesenangan pada Partai Nasionalis Jerman zaman Perang Dunia II dulu. Nazi itu adalah singkatan dari nama lengkap saya Nurul Azizah. Jadi ceritanya waktu SMA kelas X, entah gimana di kelas itu ada dua yang bernama Nurul, Azizah juga ada. Nurul Ainun dan Martia Azizah. Waaah,, berabe nih. Guru-guru pada susah bedain. Awalnya teman-temannya juga begitu. Martia Azizah aman, soalnya dia dipanggil Martia, lah yang sama-sama Nurul gimana dong.
Akhirnya sambil iseng-iseng ( waktu itu saya duduknya paliiiiiiing belakang ), coret-coret akhirnya lahirlah nazi alias Nurul Azizah yang terinpirasi dari Adolf Hitler si Kumis Aneh ( hmmm waktu SMA saya lagi semangat banget bahas aliran kiri, alhasil pusing sendiri karena teman2 yang lain pada ga tertarik ).
Awalnya aneh juga pake nazi, apalagi beberapa teman sudah ada yang praktek dengan panggilan itu.
Dan hingga saat ini nama nazi itu udah melekat. Makanya ga mau ganti email, kalo bisa nama di seluruh jejaring sosial adalah itu.
So, bukan karena nge fans atau tergila-gila dengan Adolf Hitler si Kumis Aneh.... hihihihihihi
Subscribe to:
Posts (Atom)







