Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 7 January 2010

RINDU UNTUK DIPERHATIKAN

      2 comments   
Penulis kembali tertarik dengan sebuah acara yang ditayangkan oleh Metro TV, The Golden Ways. Acara yang tayang setiap hari minggu ini merupakan sebauah acara motivasi yang diisi oleh Mario Teguh.
Beliau sebagai pengisi acara mampu mengeluarkan kata-kata yang dapat menyadarkan pemirsanya tentang kehidupan. Pikiran-pikiran positif dalam menghadapi permasalahan dalam hidup mewarnai acara ini di tiap episodenya.

Sebenarnya penulis melewatkan episode The Golden Ways kali ini. Namun dari tayangan sekilas yang penulis lihat, dan dari judul di atas, penulis ingin menyimpulkan sedikit uraian dari Mario Teguh

Rindu untuk diperhatikan. Diperhatikan oleh siapa? Apa yang harus diperhatikan? Mengapa harus diperhatikan? Mungkin begitulah kira-kira pertanyaan yang muncul di benak kita saat membaca kalimat tersebut. Tentu saja penafsiran setiap orang akan berbeda-beda. Apakah penampilan secara fisik yang perlu diperhatikan? Atau performance di hadapan orang banyak? Atau kemapuan khusus yang kita miliki?

Banyak dari kita yang merasa tidak mendapat perhatian sama sekali dari orang laian terutama oranag-orang terdekat. Hal ini merupakan masalah tersendiribagi kita yang benar-benar menginginkan perhatian orang lain. Nah, sebenarnya perhatian seperti apa yang kita butuhkan? Dari siapa kita bisa memperoleh perhatian itu? Dan mengapa kita ingin diperhatikan?


Tunjukkan bahwa kita layak untuk diperhatikan. Dari awal. ”


Demikianlah kata-kata kunci minggu ini. Jika kita memang ingin diperhatikan oleh orang lain, maka yang harus dilakukan bukanlah memperhatikan orang lain terlebih dahulu. Menurut penulis, dalam hal ini hukum timbal balik tidak berlaku. Konsep jika ingin diperlakukan dengan baik maka berlaku baiklah pada orang lain, juga tidak dapat dipakai.

Tunjukkan bahwa kita layak diperhatikan. Jadi yang harus dilakukan ialah membenahi diri, memperbaiki diri pribadi agar lebih mendapat perhatian. Seseorang akan diperhatikan jika ia memiliki keunikan tertentu. Jika ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang-orang di sekitarnya, jika ia sangat berbeda. Untuk itu, masing-masing kita harus meiliki modal untuk berbeda dari orang lain. Karena bagaimana kita akan diperhatikan bila kita tidak memiliki sesuatu yang layak untuk diperhatikan.

Anggota tubuh misalnya. Khususnya bagi perempuan, yang paling mendapat perhatian ( secara fisik ) adalah bagian wajah. Bagi perempuan, wajah mempunyai keistimewaan sehingga ia mendapat perhatian yang lebih. Di dalam keluarga setiap anak berhak mendapat perhatian dari ayah dan ibu. Tapi dari sekian anak-anak tersebut ada satu anak yang lebih mendapat perhatian. Apakah karena kepatuhan, kecerdasan, ataupun kenakalannya ( yang tekahir ini tidak patut dicontoh )

Begitu juga di lingkungan sekolah, kampus, organisasi, kerja, dan masyarakat. Di kelas, siswa yang cerdas akan lebih banyak mendapat perhatian dari guru dan teman-temannya. Begitu juga mahasiswa yang aktif baik di dalam maupun di luar kelas. Saat kita dapat diandalkan dalam sebuah oraganisasi atau di lingkungan kerja, perhatian dari atasan atau pemimpin akan tercurah pada kita. Demikian pula di masyarakat.

Mendapat perhatian tidak harus dengan kecedasan akal. Manusia diberikan tiga modal oleh Allah swt agar bisa menarik perhatian, akal, ruh dan jasad. Seseorang yang tidak cerdas, bisa mendapat perhatian dengan kekuatan ruhnya. Ataupun dengan potensi jasadnya. Dari ketiga modal di atas, mestilah ada salah satu di antaranya yang menonjol pada diri seorang manusia. Tinggal bagaimana seseorang tersebut mengoptimalkan apa yang sudah ada.

Yakinlah, bahwa perhatian orang lain tidak akan menghampiri kita bila kita sendiri tidak memiliki apa-apa untuk diperhatikan. Bila kita di posisi pemberi perhatian, pastilah kita akan memilih mana yang layak untuk diperhatikan. Jadi, berhentilah menyalahkan orang lain ketika tak seorang pun yang memperhatikan kita. Tepuk dada, tanya selera. Sudahkah kita layak diperhatikan????

Tg. Pinang, 7 Januari 2010
Satu Hari Menuju 20 Tahun

2 comments:

  1. Tulisan yg bagus! Kk setuju dgn pendapat nurul. Jika ingin diperhatikan atau menjadi pusat perhatian, qt jga hrs pny sesuatu yg menarik utk diperhatikan oleh org lain. Yg jelas harus beda lain dari yg lain. Kadang menjadi beda dari yg lain agak sulit dilakukan apalagi oleh seorang perempuan. Karena perempuan JAIM ato sft pemalu nya lebih GEDE’ dari PeDe nya.

    ReplyDelete
  2. yups, betul tu kak...

    jadi, ga usah memperhatikan orang lain untu dapat perhatian

    cukup biin diri jadi menarik ja uhuii..!!

    ya udah kak, ga usah jaim ja hohoho....

    ReplyDelete