Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Sunday, 24 January 2010

FASE KETIGA DAN APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN

      3 comments   
Ditulisan sebelumnya penulis telah memaparkan 2 fase kedudukan dan peran perempuan dalam kebangkitan Islam. Pertama, fase jahiliyah. Pada fase ini perempuan-perempuan di seluruh belahan dunia mendapat perlakuan yang sama sekali tidak berpihak kepadanya. Penyiksaan, penghinaan, direndahkan martabatnya, dan tidak diakui kebaradaannya dalam masyarakat.

Kedua, fase datangnya Islam di mana Islam mengangkat harkat dan martabat perempuan. Perempuan mendapatkan kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam kehidupan sosialnya. Perempuan juga diperbolehkan berkarya di luar rumah selama ia tidak meninggalkan tugas utamanya, yaitu mengurus rumah tangga.

Fase ketiga akan kita bahas ditulisan kali ini. Fase ketiga adalah fase kebangkitan Islam. Ini adalah masa sekarang. Saat ini muslimah adalah kelompok yang mengambil sikap pertengahan. Seperti yang telah penulis sebutkan, Islam tidak melarang perempuan untuk berkiprah di luar rumah selama ia tidak meninggalkan tugas utamanya. Dan umat Islam saat ini memerlukan muslimah-muslimah tangguh untuk membentuk masyarakat yang mulia dan menegakkan syariat Islam.
” Bila muslimah atau perempuan di suatu daerah rusak, maka kaum itu bisa rusak dan hancur pula. ”

Jadi, apa yang dapat kita, sebagai seorang muslimah, lakukan untuk menyelamatkan bangunan Islam ini??

Hal utama yang harus dilakukan ialah memperbaiki diri pribadi. Seorang muslimah harus mampu membuat dirinya baik. Karena, bagaimana maungkin ia akan membuat orang lain menjadi baik jika dirinya tidak baik?

Banyak hal yang bisa kita upayakan dalam rangka memperbaiki antara lain dengan banyak membaca buku, berdiskusi, dan mengikuti kajian-kajian Islam di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat. Dengan usaha-usaha ini maka akan terbentuk kepribadian seorang muslimah, di antaranya akhlak yang mulia, lurus akidahnya, benar dalam beribadah, mampu melawana hawa nafsu dan bermanfaat bagi orang lain.

Suri tauladan kita Rasulullah saw besabda, “ Sebaik-baik manusiaa adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. “ ( HR. Qudhy dari Jabir )
“ Bangsa ini rusak bukan karena hanya karena tindakan setan yang membabi buta, melainkan juga karena orang-orang baik memilih untuk diam. “
Statement di atas merupakan tamparan bagi kita umat Islam. Seringkali kita disibukkan dengan rutinitas sehari-hari tanpa mencermati dan menyadari kondisi social dan masyarakat saat ini.

Sebagai seorang muslimah banyak hal yang dapat kita lakukan untuk negeri ini. Lakukanlah hal yang ternudah terlebih dahulu. Di saat kita berusaha memperbaiki diri maka iringilah dengan :
1. Menulis. Tulislah beragam fenomena social masyarakat saat ini yang sudah jauh dari nilai-nilai Islam. Analisis dan berikan solusi. Kirim tulisan tersebut ke media massa atau tempel di mading sekolah atau kampus.
2. memberikan pendidikan yang bernuansa Islam kepada orang-orang sekitar kta. Mengajak mereka untuk ikut kajian Islam dan menjadikan diri teladan di masyarakat.

Beberapa hal di atas adalah langkah termudah yang dapat kita lakukan ( sebagai mahasiswa ). Yang tersulit adalah memecut diri kita untuk memulainya. Nah, maukah kita bermanfaat untuk orang lain???

Tanjungpinang, 12 Januari 2010

3 comments: