Tuesday, 2 March 2010

Ismeth for Kepri




Pak Ismeth kena cekal

wah bisa-bisa pilkada batal

beberapa partai ga mau calonnya gagal

sekarang rame-rame nyari lagi calon tunggal

kadang politik bikin kesal

tapi ga bisa nyangkal

klo politik juga bikin kantong sintal


Pak Ismeth mesti banyak sabar

walau banyak yang nyecar

tapi ibu-ibu taklim tetap semangatin beliau buat tegar

semua gara-gara damkar

apa itu benar???

gubernur kami yang tidak kekar

tapi segar

harus tidur dibalik pagar

ups, bukan sembarang pagar


kehidupan emang keras

dari yang tadinya berkalung emas

tiba-tiba sekarang mesti harap-harap cemas

lalu tidur tanpa alas

di lantai yang keras dan ruangan terbatas


dukungan rakyat kepri

akan terus membanjiri,

selama tidak ada yang iri

tapi, kami harus disodorkan bukti

agar doa kami

dikabulkan oleh ilahi rabbi

Monday, 1 March 2010

Horcrux - Horcrux Milik Voldemort



Well, ini adalah adalah sedikt catatan mengenai buku terakhir Harry Potter yang sangat fenomenal. Walupun sudah lama diterbitkan, sekitar bulan Januari 2008 lalu, namun membacanya ulang tidak akan menimbulkan kebosanan ( halah !! ).

Inti dari Deathly Hallows adala penghancuran 7 horcrux milik Voldemort, yang merupakan cabikan jiwa-jiwanya. Ini merupakan satu-satunya jalan yang mesti dilakukan oleh Potter dan kawan-kawan untuk menghabisi Lord Voldemort.

Adapun ketujuh horcrux tersebut ialah :
  • Cincin Marvolo Gaunt yang notabene adalah kakek Tom Marvolo Riddle alias Voldemort. Cincin ini berhasil dihancurkan oleh Dumbledore dengan menggunakan pedang Gryffindor.
  • Liontin yang sebelumnya disembunyikan di dalam baskom di sebuah pulau ( baca buku 6 ). Pada awalnya liontin ini dicuri oleh Regulus Black, adik Sirius Black, mantan palahap maut. Dihancurkan dengan pedang juga.Saya rasa perjalanan penghancuran yang paling panjang adalah liontin ini. Simbang deh, karena liontin ini jugalah yang mengakibatkan kematian Dumbledore di buku 6. Namun ternyata diakhir cerita ditulis bahwa umur Dumbledore emang udah ga panjang akibat kutukan cincin Marvolo.
  • Buku harian Tom Riddle ( baca seri 2 ). Horcrux ini hancur karena ditusuk dengan taring Basilisk yang punya bisa mematikan.
  • Piala mungil milik Helga Hufflepuff.
  • Diadem Ravenclaw yang sudah lama hilang. Hancur oleh api kutukan yang dibuat Crabbe saat mereka, Malfoy danGoyle, bertarung dalam Kamar Kbutuhan tempat semua benda disembunyikan.
  • Nagini, ular besar yang ngekor Voldemort ke mana-mana yang belakangan diberi mantra pelindung oleh Voldy. Tapi karena lengah akhirnya mantranya lepas dan ularnya ditebas oleh Neville Longbottom pake pedang Gryffindor.
  • Dan inilah yang paling mengejutkan. Harry Potter ternyata adalah horcrux terakhir yang tidak sengaja dibuat oleh Voldemort saat ia berusaha membunuh Harry Potter ketika ia berusia satu tahun.

Thursday, 25 February 2010

Sebuah Catatan dalam Diskusi


Diskusi kali ini sebenarnya membahas tentang empat hal yang menghambat seseorang dalam menggapai cita-citanya. Salah satu hal tersebut adalah virus merah jambu yang langsung disertai reaksi memerahnya wajah peserta diskusi dan tersipu malu.
Berikut sedikit dialog dalam diskusi tersebut:

  1. Kak, saya pernah suka sama seseorang padahal awalnya benci sekali. Begitu saya tahu saya menyukainya, saya berkorban buat dia. Contohnya waktu dia ada tugas, saya berusaha agar tugasnya selesai, padahal tugas saya ja belum kelar.

Tanggapan :
      Hmmm memang begitulah sifat perempuan. Saat ia menyukai ( mencintai ) seorang laki-laki, ia akan menyerahkan seluruh hidupnya ( mungkin agak berlebihan, maksudnya melakukan apa saja) untuk laki-laki tersebut. Tapi tidak demikian halnya dengan laki-laki.

2. Saya kembali menyampaikan apa yang juga telah disampaikan oleh seorang ustadzah dalam suatu majelis :
” Laki-laki, saat ini ia merayu kita, mengatakan betapa pentingnya kita bagi dia, tidak ada jaminan dalam sedetik kemudian ia tidak melancarkan rayuan yang sama atau bahkan lebih romantis kepada perempuan lain. ”
Hmmm jadi seperti inilah laki-laki. Jadi jika saat ini kita sedang dimabuk kepayang dengan seorang laki-laki, berpikiran seperti ini tidak ada salahnya.

Tanggapan :
Bukankah dengan begitu kita menjadi su’udzon?
Nah, bagaimanakah tanggapan anda tentang pendapat ini?


Saat Praktek Biologi



Boleh dong sekali-kali ingat2 masa SMA dulu.

Nah foto ini bikin ketawa sendiri. Ini adalah saat-saat praktek Biologi. Kayaknya lagi neliti sel daun. Duh, daun aja diteliti selnya.

Setelah penelitian ( duh gaya betul bahsanya ), di kelas mulailah ngrumpi. Maklum waktu itu jelang Ujian Akhir Nasional jadi guru banyak yang ga ngajar. Pikirnya mungkin biar kami belajar kali ya. Tapi kesempatan ini diambil untuk ngrumpi, main judi ( ohoi, yang ini cuma maenan ), lari-lari, ujung-ujungnya kantin.

Di tengah asiknya ngerumpi, muncullah foto ini.
Hahaha....entah siapa yang ngambil, tapi TOP BGT. Mantap!!!!!!

Yang ada di dalam foto ini jangan marah yaaaa

Buat yang baca, hehehe....ga usah disebutin ya orang nya

Wednesday, 24 February 2010

Al Bina


Dari kiri ke kanan :
Andi Mochammad Gerhan Firzha, Pandu Fathul Huda, Afry Saputra, Selta Ferzia, Adinda, Nabila Farhannah......

Angkatan pertama yang kami didik selama setahun penuh dengan penuh kasih sayang, kasih ibu, kasih kakak, kasih duit ( yang terakhir tidak ).
Penampilan pertama untuk Tari Persembahan. Hasil latihan Ummi Tami. Walupun hasilnya tidak begitu bagus, namun kami puas dengan penampilan anak-anak ini.

Kelas TK B yang berjumlah 40 murid merupakan kelas yang menjengkelkan pada awalnya, menyenangkan di tengahnya dan menyayangi di akhirnya.

Kesal saat tak ada yang mau mendengar kami berbicara di depan kelas
Jengkel saat mereka lebih memilih untuk bercerita dengan teman di sebelah ketimbang di depan kelas
Menyesal setelah kami marah, yang seharusnya tidak pantas kami lakukan
Sedih saat hari wisuda telah datang
Senang saat mereka sudah bisa membaca

Rindu ingin kembali ke TK
Pergi pagi-pagi menunggu murid di depan pagar
Begitu datang " Assalamu'alaikum.... "
Pujian dan senyuman dilemparkan pada mereka
Bahkan tak hanya anak-anak polos itu, tapi juga para orang tuanya

Klasikal pagi begitu mengasikkan
Hmmmm.....


Monday, 22 February 2010

Catatan Lagi Buyar

Mata nanar
Telinga mendengar
Hati di luar
Ceritanya tentang syiar
Bapaknya berkoar-koar
Berusaha agar materinya kelar
Padahal udah hampir ashar
Baru juga mau cerita tentang perang Badar
Waktu memang tak bisa ditawar
Seharusnya materi udah kelar
Tiba-tiba kak hendry bilang : Allahu akbar!!

Dari wajah yang berujar
Anak Batam udah pengen berlayar
dari tadi konsentrasi udah buyar
Ganti-gantian izin keluar
Ambil wudhu biar segar bugar

Saturday, 20 February 2010

Akhirnya !!!!!!

Bisa juga!!!

Niatan awal mau pindah kos, eh ternyata ibu kosnya nahan nih

hihihihihi.....

Komentar sekarang sudah bisa diaktifkan

Hmmm, maaf kayaknya kemarin ini blog lagi nge fans sama Desy Ratnasari

No comment!!

Wednesday, 17 February 2010

Catatan Susah

Sebulan penuh, keluyuran tak tentu arah, 

syukur2 tak kena marah, 

mencoba menatap langit cerah, 

yang ada mata jadi merah, 

duh parah..... 

Sampai - sampai lupa hapalan surah, 

mungkin hati lagi gerah,

maunya menyerah, 

ups!!!

payah....

coba

........................

.......................

Catatan Tanpa Isi

hmmmmmm........

Tuesday, 16 February 2010

Surat Buat Kak Pura

Kak, pulang yaaaaa....

Maksudnya pulang ke Pinang,

Udah ga betah nih, tapi kalo mau ditinggalin kasihan juga sama Ariq, Thoriq, Pabean, Dedi, Nia, Justine, Luthfie, and Rio.....

Huhuhuhu...

Kemarin Thoriq mau kelahi dengan Ariq,
Duuuh... kurang cepat ja, hancur lah Ariq dibantainya
Thoriq udah kayak banteng ngamuk, disuruh baca istighfar ja ga mau
Nafasnya tersengal-sengal, ingusnya keluar, air mata geramnya ga berhenti ngalir
Allah...baru kali ini Nurul ketemu yang seperti dia

Masya Allah, Kak Pura
Justine senyum-senyum terus, Nia bicaranya irit banget....

Luthfie, Pabean, sama Dedi ditambah Rio
Alhamdulillah mereka mau diatur....

Ariq, Kak Pura....
Ga bisa diam,

Nurul pusiiing...
Kak Pura, cepat pulang ke Pinang ya......

Sunday, 14 February 2010

After the Election, eh Selection

Setelah seleksi hari ini, muncul lagi pertanyaan itu :
" Sudahkah saya layak untuk jadi kader AB2?? "

Mengingat, menimbang, dam memutuskan bahwa selama ini saya :

1. Kebanyakan cengengesan daripada seriusnya ( liat kader AB2 yang lain gimanaaaaa gitu. Pada serius semua. Kayaknya ga celah buat becanda lagi nih )

2. Kader AB2 itu secara IJDK mantap banget. Lah saya..... kira-kira pencapaian terbaik IJDK saya di mananya ya???

3. Belum mantap dalam menganalisis suatu masalah ( yaaaaa gara-gara banyak ketawa itu kali ya. Sebenarya ada hubungannya ga sih ketawa dengan analisis? )

4. Kerjanya lebih sedikit daripada ketawanya

5. Suka ketawa

6. Suka ketawa

7. Suka ketawa

8. Suka ketawa

9. Masih juga suka ketaawa ( ni sebenarnya mau seleksi AB2 ato seleksi muka serius sih )

10. Secara penampilan, masih jauuuuuuuuuuuh banget dari akhwat lainnya ( hmmmmm .......)


Hmmmmmm......
Hmmmmmmm.....

Apapun itu, yang penting saya sudah berusaha. Setidaknya kata Kakak yang seleksi, ikut DM2, artinya berusaha untuk jadi lebih baik, lebih baik, lebih baik, lebih, dan lebih baik lagi ( ini sih jadi lebih lebai ).

Yap, yap, yap......
Tangga menuju ke arah yang lebih baik....

Monday, 8 February 2010

Asal Mula Nama Azizahnazi

Ngomong-ngomong masalah nama email, sudah banyak protes ke saya. Alamat email yang sudah tercipta sejak masih berseragam putih abu-abu ( eh, betul ga ya )sudah ga bisa diubah lagi azizah_nazi@yahoo.com

Sudah mutlak, ga bisa diubah. Mau bikin baru malasnya selangit, mesti sosialisasi lagi ( kayak pemilu ).

Nazi di alamat email itu bukan dalam rangka kesenangan pada Partai Nasionalis Jerman zaman Perang Dunia II dulu. Nazi itu adalah singkatan dari nama lengkap saya Nurul Azizah. Jadi ceritanya waktu SMA kelas X, entah gimana di kelas itu ada dua yang bernama Nurul, Azizah juga ada. Nurul Ainun dan Martia Azizah. Waaah,, berabe nih. Guru-guru pada susah bedain. Awalnya teman-temannya juga begitu. Martia Azizah aman, soalnya dia dipanggil Martia, lah yang sama-sama Nurul gimana dong.

Akhirnya sambil iseng-iseng ( waktu itu saya duduknya paliiiiiiing belakang ), coret-coret akhirnya lahirlah nazi alias Nurul Azizah yang terinpirasi dari Adolf Hitler si Kumis Aneh ( hmmm waktu SMA saya lagi semangat banget bahas aliran kiri, alhasil pusing sendiri karena teman2 yang lain pada ga tertarik ).
Awalnya aneh juga pake nazi, apalagi beberapa teman sudah ada yang praktek dengan panggilan itu.

Dan hingga saat ini nama nazi itu udah melekat. Makanya ga mau ganti email, kalo bisa nama di seluruh jejaring sosial adalah itu.

So, bukan karena nge fans atau tergila-gila dengan Adolf Hitler si Kumis Aneh.... hihihihihihi

Wednesday, 3 February 2010

Angry

Something unpredictable and expected was happening yesterday. My friends and I were really surprised on it as we never thought about it before.

When we heard his explaination about that problem, I could say nothing, just stared at him and my friends who also did like me. Our leader was out of words, it was unlucky for him to lead something which had not been supported by the man we were thought would be.

What an evil man!!!
He wanted everybody moving, but he didn't give us something in the beginning of our moving.
Talking without action!!!!!! Just take it by yourself!!!
!!!!!
!!!!!!
!!!!!
!!!!!

I become sooooo angry!!!!

Wednesday, 27 January 2010

Galaunya Pemerintahan SBY Menuju Evaluasi 100 Hari Pertama

Tradisi program 100 hari bagi seorang presiden di Indonesia dikenal sejak masa reformasi. Waktu tiga bulan masa pemerintahan begitu dinanti-nanti oleh seluruh kalangan masyarakat yang penasaran kira-kira langkah apa saja yang sudah diambil oleh presiden. Kemudian prestasi apa saja yang sudah dicapai dalam rentang waktu tersebut.

Akhir Januari ini bertepatan dengan 100 hari pemerintahan SBY – Boediono. SBY – Boediono menetapkan lima strategi pokok selama 5 tahun yang kemudian dikembangkan menjadi 15 program kerja pilihan pada 100 hari pertama. Lima strategi tersebut adalah pertama, melanjutkan pembangunan ekonomi Indonesia untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia. Kedua, melanjutkan upaya menciptakan good government dan good corporate governance. Ketiga, demokratisasi pembangunan dengan memberikan ruang yang cukup untuk partisipasi dan kreativitas segenap komponen bangsa. Keempat, melanjutkan penegakan hukum tanpa pandang bulu dan memberantas korupsi. Kelima, belajar dari pengalaman yang lalu dan dari negara-negara lain, pembangunan masyarakat Indonesia adalah pembangunan yang inklusif bagi segenap komponen bangsa.

Dari kelima strategi itu, Presiden SBY menetapkan 15 program kerja 100 hari pertama yang disampaikan setelah Sidang Kabinet pada 5 November 2009 lalu di Kantor Presiden, Komplek Istana, Jakarta.

Program – program tersebut meliputi pemberantasan mafia hukum, revitalisasi industri pertahanan, penanggulangan terorisme, meningkatkan daya listrik di seluruh Indonesia, meningkatkan produksi dan ketahanan pangan, revitalisasi pabrik pupuk dan gula, mengurai keruwetan agrarian dan tata ruang, membangun infrastruktur, mengucurkan dana Rp. 100 triliun per tahun untuk kredit Usaha Kecil dan Menengah, mencari solusi pembiayaan dan investasi, merumuskan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim dan lingkungan, reformasi kesehatan, mensinkronkan antara pendidikan dan dunia kerja, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, serta sinergi antara pusat dan daerah.

Begitu program ini muncul, banyak kalangan yang memandang negative terhadap pelaksanaannya 100 hari ke depan. Program kerja dinilai omong kosong, hanya sebagai pencitraan, dan hanya untuk menjalankan tradisi yang sudah berjalan sejak reformasi.

Dalam perjalanannya, SBY dan Boediono menghadapi berbagai permasalahan yang menuntut ketegasan dan keberanian presiden dalam mengambil sikap. Kasus-kasus yang bermunculan satu persatu benar-benar menguji pemerintahan SBY. Saat Antasari Azhar ketua KPK tersandung kasus pembunuhan, yang lain pun bermunculan. Terakhir kasus Bank Century yang sangat controversial karena melibatkan Boediono sang wakil presiden dan Sri Mulyani, Menteri Keuangan.

Orang-orang terdekat beliau yang terlibat kasus membuat presiden melemah sehingga menghambat program kerja yang telah ditetapkan. Selain itu, kesetiaan pun sulit ia dapatkan. Manakah pihak yang benar-benar berpihak padanya dan manakah pihak yang menjadi musuh dalam selimut.

Untuk masalah pembangunan, hambatan presiden adalah masalah anggaran. Sebagian besar biaya untuk pembangunan berasal dari APBN. Ini tentu saja memberatkan pemerintahan untuk mensukseskan pembangunan yang merata. Sementara itu APBD lebih banyak dihabiskan untuk gaji dan biaya-biaya birokrasi sehingga anggaran untuk pembangunan sangat kecil sekali.

Evaluasi 100 Hari SBY – Boediono
Mengenai evaluasi program kerja 100 hari SBY, maka pertanyaan yang akan muncul ialah indikator apa yang akan digunakan dalam penilaian tersebut? Di Amerika Serikat, hal tersebut dinilai dari berapa undang-undang yang mampu diloloskan demi suatu perubahan ke arah yang lebih baik dalam rentang waktu tersebut. Nah, di Indonesia indikator seperti apakah yang dapat mengevaluasi program-program ini?

Penulis mencoba mengumpulkan pendapat masyarakat mengenai program kerja 100 hari SBY – Boediono. Masyarakat menilai program ini gagal total alias tidak berhasil. Pertama, tidak tegasnya SBY dalam menyikapi kasus perseteruan antara Kapolri dan KPK beberapa waktu lalu yang juga dinilai sangat lambat penanganannya oleh masyarakat. Ini sudah cukup menjadi bukti ketidak konsistenan beliau untuk memberantas kasus korupsi. Kedua, belum maksimalnya kerja para menteri. Hingga saat ini belum ada menteri yang mampu menunjukkan prestasinya. Menurut pengamat politik dari Univesitas Airlangga, belum ada menteri yang menonjol, tapi tidak ada juga menteri yang tidak kompeten sama sekali. Ketiga, tersitanya waktu presiden dalam menyelesaikan kasus Bank Century yang berujung pada hak angket yang diajukan oleh anggota DPR. Keempat, tindakan fatal yang dilakukan oleh presiden dalam kebijakan luar negerinya dengan Cina di bidang ekonomi yang terkesan tidak mempedulikan pengusaha lokal.

Gembar-gembor 100 hari SBY Boediono menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat. Beberapa kalangan memprediksikan bahwa evaluasi ini akan berujung pada reshuffle kabinet di mana SBY kembali akan mengganti menteri-menteri yang dianggapnya tidak dapat berkerja dengan baik seperti yang pernah dilakukan pada periode sebelumnya. Kemudian mahasiswa yang ikut meramaikan jalanan tanggal 28 Januari 2010 menuntut agar SBY mundur karena sudah tidak layak untuk melanjutkan kekuasaannya. Isu impeachment terhadap presiden ini sangat sensitif sekali karena mengingatkan penulis akan pemimpin sebelumnya yaitu mantan presiden Abdurrahman Wahid dan Soeharto yang juga diturunkan oleh mahasiswa. Dan jika hal itu terjadi lagi, berarti bangsa ini harus kembali ke titik awal.

Mengenai masalah pemecatan beberapa menteri, tanggapan yang muncul sangat beragam. Pertama, bila memang SBY melakukan hal tersebut itu artinya bahwa susunan kabinet saat ini sudah salah dari awal. Ketidakpercayaan masyarakat kepada SBY dalam memilih orang-orang yang akan bekerja padanya untuk bersama-sama membangun Indonesia akan semakin besar. Kedua, pemecatan beberapa menteri penulis rasa tidak pantas karena 100 hari tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menilai kinerja mereka secara keseluruhan. Seharusnya menteri-menteri ini diberikan waktu lebih lama untuk membantu presiden.

Semoga evaluasi 100 hari ini dapat dijadikan cermin oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wakilnya Boediono beserta jajaran menteri akan pemerintahan mereka. Penulis berharap, reaksi masyarakat akan membuat dua penguasa ini dan menterinya, terutama sang presiden lebih tegas dalam bersikap dan menghilangkan rasa takut yang berlebihan. Tunjukkan pada masyarakat bahwa ia masih mampu memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Jika hal tersebut tidak sanggup dilaksanakan, maka pilihan terakhir adalah mundur dari kursi kepresidenan karena sudah tidak ada gunanya lagi mempertahankan rezim kekuasaannya.

Tanjungpinang, 27 Januari 2010
Dalam usaha menganalisa suatu masalah

Monday, 25 January 2010

CERITA SEMALAM

Bacalah wahai temanku, ceritaku semalam dengan sepupuku tersayang. Kau ingin tahu apa yang kami ceritakan semalam? Bacalah tulisanku ini hingga akhir.

Sepupuku Lestari. Ups, aku bukan ingin bercerita tentangnya, teman. Semalam aku diceritakan oleh sepupuku Lestari mengenai masa kuliahnya. Tentang kehidupan mahasiswa di tempat ia melanjutkan pendidikan strata satunya. Semalam ia bercerita tentang teman-temannya yang tentu saja bukan temanku. Tapi kau adalah temanku bukan? Hmmmm............. simaklah pamaparan sepupuku. Lagi kuharap padamu teman, bacalah tulisanku ini hingga akhir.

Cerita pertama semalam ialah tentang betapa rendah dan bodohnya para mahasiswi sekarang. Kau tahu teman, kerap kali laki-laki dan perempuan berstatus mahasiswa tertangkap basah di antara semak-semak di lingkungan kampus sedang berbuat hal sangat tidak pantas. Melanggar norma agama dan merusak nilai moral. Banyak juga pintu kamar kos yang didobrak oleh para mahasiswa di sekitarnya yang kemudian mendapati dua orang berlainan jenis kelamin di dalamnya. Teman, meraka melakukan sesuatu yang bisa halal jika telah memiliki ikatan sah. Sepupuku bilang dalam setahun kasus-kasus seperti itu bisa mencapai angka puluhan, temanku.

Cerita keduaku semalam, temanku, bacalah baik-baik. Ianya mengenai seorang ketua BEM Fakultas Perikanan. Ia dan teman-temannya di Badan Eksekutif Mahasiswa berorasi menolak rektor universitas yang baru. Dari seluruh BEM yang ada di universitas tersebut, hanya dialah yang berkeras menolak terpilihnya rektor baru. Apa yang terjadi dengannya setelah itu, temanku? Tragis benar nasibnya. Kuliahnya dipersulit dan dihalang-halangi. Walu begitu ia mencoba untuk tetap bertahan. Tapi apa daya, teman, kekuatan yang dimilikinya tak sebanding dengan kekuatan universitas. Akhirnya ia menyerah dan pindah ke universitas lain.

Apakah kau masih setia membaca ceritaku ini??
Mari kuceritakan cerita ketigaku semalam. Kali ini cerita kami beralih pada seorang aktivis kampus. Mulanya di awal semester ia bukanlah siapa-siapa. Hampir tidak ada kegiatan kampus pun yang ia ikuti. Kata sepupuku, anak itu benar-benar polos. Indeks prestasinya nyaris sempurna. Memasuki semester tiga ia mulai berkenalan dengan dunia organisasi dan dalam hitungan minggu gelar aktivis kamps pun disandangnya. Hal ini tak diimbangi dengan prestasi akademiknya. Perlahan Ipnya mulai turun. Saat sepupuku bertanya bagaimana tanggapan orang tuanya, ia hanya menjawab,
” Untungnya orang tua saya ga ngerti, Kak. Saya bilang aja semakin kecil angkanya, makin bagus nilainya. ”
Upss!!! Sepupuku hanya bisa geleng-geleng kepala temanku. Ambisi anak itu adalah menjadi ketua BEM Universitas. Wow, tidak main-main. Ia harus bersaing dengan ketua BEM dari fakultas lainnya. Dari penuturannya pada sepupuku, baginya ada kepuasan tersendiri saat ia berhasil mensukseskan sebuah kegiatan. Lalu, berhasilkah ia dengan ambisinya, tanyaku. Sepupuku tidak tahu.

Teman, cerita kami semalam berakhir dengan cerita tentang senior sepupuku. Dia adalah seseorang yang sangat idealis. Kali ini adalah ketua BEM lagi. Aktif di kampus dan juga di luar kampus. Ia benar-benar menyuarakan suara mahasiswa dan juga masyarakat. Setiap kebijakan yang bertentangan dengan idealismenya akan diprotes. Tibalah saat ia diwisuda. Prestasinya menakjubkan bagi seorang aktivis. Tak lama ia keluar dari lingkungan kampus dan teman-teman mahasiswanya, idealisme yang dulu dipertahankannya runtuh. Godaan di dunia kerja tak sanggup dilawannya. Aku jadi teringat pada pesan singkat seorang temanku. Ia bilang, terkadang kita bisa menghindari zina dan minuman keras, tapi begitu disodori materi kita sangat sulit bisa menghindar.

Keempat cerita ini sulit sekali kulupakan teman. Berjam-jam aku mendengarkan ceritanya, sampai-sampai tidak lagi menyadari bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Bisakah kau ambil hikmah dari cerita kami semalam teman??
Di kepalaku berserabutan pertanyaan-pertanyaan yang sangat ingin kuajukan kepada sepupuku atau pun siapa saja yang membaca ceritaku ini. Samakah pertanyaan kita, temanku???

Tanjungpinang, 13 Januari 2010
In reminding my friends who have been ( and almost ) graduated
Wishing they are still in the way

Sunday, 24 January 2010

FASE KETIGA DAN APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN

Ditulisan sebelumnya penulis telah memaparkan 2 fase kedudukan dan peran perempuan dalam kebangkitan Islam. Pertama, fase jahiliyah. Pada fase ini perempuan-perempuan di seluruh belahan dunia mendapat perlakuan yang sama sekali tidak berpihak kepadanya. Penyiksaan, penghinaan, direndahkan martabatnya, dan tidak diakui kebaradaannya dalam masyarakat.

Kedua, fase datangnya Islam di mana Islam mengangkat harkat dan martabat perempuan. Perempuan mendapatkan kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam kehidupan sosialnya. Perempuan juga diperbolehkan berkarya di luar rumah selama ia tidak meninggalkan tugas utamanya, yaitu mengurus rumah tangga.

Fase ketiga akan kita bahas ditulisan kali ini. Fase ketiga adalah fase kebangkitan Islam. Ini adalah masa sekarang. Saat ini muslimah adalah kelompok yang mengambil sikap pertengahan. Seperti yang telah penulis sebutkan, Islam tidak melarang perempuan untuk berkiprah di luar rumah selama ia tidak meninggalkan tugas utamanya. Dan umat Islam saat ini memerlukan muslimah-muslimah tangguh untuk membentuk masyarakat yang mulia dan menegakkan syariat Islam.
” Bila muslimah atau perempuan di suatu daerah rusak, maka kaum itu bisa rusak dan hancur pula. ”

Jadi, apa yang dapat kita, sebagai seorang muslimah, lakukan untuk menyelamatkan bangunan Islam ini??

Hal utama yang harus dilakukan ialah memperbaiki diri pribadi. Seorang muslimah harus mampu membuat dirinya baik. Karena, bagaimana maungkin ia akan membuat orang lain menjadi baik jika dirinya tidak baik?

Banyak hal yang bisa kita upayakan dalam rangka memperbaiki antara lain dengan banyak membaca buku, berdiskusi, dan mengikuti kajian-kajian Islam di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat. Dengan usaha-usaha ini maka akan terbentuk kepribadian seorang muslimah, di antaranya akhlak yang mulia, lurus akidahnya, benar dalam beribadah, mampu melawana hawa nafsu dan bermanfaat bagi orang lain.

Suri tauladan kita Rasulullah saw besabda, “ Sebaik-baik manusiaa adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. “ ( HR. Qudhy dari Jabir )
“ Bangsa ini rusak bukan karena hanya karena tindakan setan yang membabi buta, melainkan juga karena orang-orang baik memilih untuk diam. “
Statement di atas merupakan tamparan bagi kita umat Islam. Seringkali kita disibukkan dengan rutinitas sehari-hari tanpa mencermati dan menyadari kondisi social dan masyarakat saat ini.

Sebagai seorang muslimah banyak hal yang dapat kita lakukan untuk negeri ini. Lakukanlah hal yang ternudah terlebih dahulu. Di saat kita berusaha memperbaiki diri maka iringilah dengan :
1. Menulis. Tulislah beragam fenomena social masyarakat saat ini yang sudah jauh dari nilai-nilai Islam. Analisis dan berikan solusi. Kirim tulisan tersebut ke media massa atau tempel di mading sekolah atau kampus.
2. memberikan pendidikan yang bernuansa Islam kepada orang-orang sekitar kta. Mengajak mereka untuk ikut kajian Islam dan menjadikan diri teladan di masyarakat.

Beberapa hal di atas adalah langkah termudah yang dapat kita lakukan ( sebagai mahasiswa ). Yang tersulit adalah memecut diri kita untuk memulainya. Nah, maukah kita bermanfaat untuk orang lain???

Tanjungpinang, 12 Januari 2010

Thursday, 7 January 2010

3 Fase Kedudukan dan Peran Perempuan dalam Kebangkitan Islam

“ Dan orang – orang yang beriman, lelaki dan perempua, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang makruh dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu ajan diberi rahmat oleh Allah, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksan. ”
( QS. At Taubah, 9 : 71 )

Adalah tulisan ini dibuat oleh penulis dalam rangka menjelaskan secara singkat 3 fase pergerakan muslimah dan perannya dalam kebangkitan Islam. Tulisan ini penulis persembahkan untuk teman-teman penulis, yang masih memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya.

1. Fase Jahiliyah
Fase jahiliyah ialah fase sebelum datangnya Islam. Pada fase ini manusia berada dalam kekosongan dakwah para Rasul. Fase ini ditandai dengan rusaknya garis-garis kehidupan di masa itu.
Di fase ini, perempuan di seluruh belahan dunia mendapat perlakuan yang tidak adil dan kejam. Sama sekali tidak manusiawi. Kedudukan perempuan dalam masyarakat sama sekali tidak diperhitungkan.
Dalam ajaran Nasrani, misalnya, perempuan adalah salah satu dari 4 golongan yang tidak akan didengar perkataannya setelah orang gila, orang lanjut usia, dan anak-anak. Di Romawi, perempuan juga sangat direndahkan bahkan dihina. Tak jarang ia juga disiksa dengan kejam. Di Athena, menurut Encyclopedia Britannica, status perempuan disamakan dengan status budak. Dan di dalam UU Hammurabi wanita tak lebih dari binatang ternak. hal yang sama juga dialami oleh perempuan-perempuan di Cina yang hidup pada masa itu. Mereka dianggap sebagai warisan dan penyakit.
Bahkan di Arab, seperti kita ketahui, memiliki anak perempuan, adalah suatu penghinaan yang amat besar. Maka, setiap bayi perempuan yang lahir harus dikubur hidup-hidup. Kalaupun dibiarkan hidup, kebaradaannya sama sekali tidak diakui. Tidak mendapat warisan dan hidup miskin. Tak hanya itu, dalam tradisinya, saat suaminya meninggal istri tersebut dapat diwariskan layaknya harta pusaka. Dalam agama Hindu, seorang istri harus ikut mati dan dibakar ketika suaminya meninggal.
Inilah fenomena tentang kedudukan perempuan di masa lalu, masa sebelum Islam datang. Maka sungguh beruntung dan bersyukur bagi kita yang hidup di masa ini tidak mendapat perlakuan seperti yang telah penulis ganbarkan di atas.

2. Fase Datangnya Islam
“ Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempaun dalamkedaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan dengan ppahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.“
( QS. An Nahl : 97 )

“ Bagi laki – laki ada hak bagian dari harta peniggalan kedua orang tua dankerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian ( pula ) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atua banyak menurut bagian yang ditetapkan.”
( QS. An Nisa, 4 : 7 )

“ Hanya laki – laki yang berakhlak mulia yang menghormati perempuan dan hanya laki – laki berakhlak hina yang merendahkan perempuan. “

“ Orang yang paling sempuna agamanya adalah orang yang paling bak wataknya. Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang memperlakukan anggota keluarga perempuannya paling baik. ”
( HR. At Tarmidzi )

Ayat – ayat dan hadist di atas merupakan beberapa bukti yang menunjukkan betapa Islam begitu memuliakan perempuan. Dengan datangnya Islam maka derajat perempuan diangkat dan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki di kehidupan sosialnya. Di Arab, setelah Islam diajarkan oleh Rasulullah saw. pembunuhan terhadap bayi – bayi perempuan tidak dilakukan lagi. Kebiasaan – kebiasaan jahiliyah pun ditinggalkan oleh masyarakat yang mengikuti ajaran ini.

Perempuan yang mulanya dipandang sebelah mata, bahkan diabaikan mulai menunjukkan eksistensinya. Sejarah membuktikan banyak perempuan pada zaman Rasulullah memiliki peran yang luar biasa dalam dakwah beliau. Setelah beliau wafat pun tak sedikit perempuan-perempuan yang senantiasaa mengembangkan dirinya dan berperan di aspek kehidupan.

Islam memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berkarya dan terjun ke masyarakat tanpa meninggalkan tugas utamanya ( sebagai ibu rumah tangga bagi yang telah menikah ). Beberapa muslimah di zaman Rasulullah yang patut dijadikan teladan antara lain :
 Khadijah binti Khuwailid
Beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam. Khadijah adalah contoh muslimah ideal di zaman Rasulullah. Beliau terkenal cerdas, penuh kasih sayang dan berhati lembut. Ia berhasil mendidik putri-putrinya Fatimah, Ummu Kultsum, Zainab dan Ruqayyah menjadi perempuan solehah. Tak hanya itu ia juga piawai dalam berbisnis dan sangat dermawan.

 Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq
Aisyah adalah istri Rasulullah yang sangat cerdas. Banyak sahabat Rasulullah yang menjadikannya sebagai sumber rujukan atas berbagai persoalan di masa kekhalifahan. Beliau juga meriwayatkan 2220 hadis dair Rasulullah.

 Fatimah Az Zahra
Anak perempuan Rasulullah ini terkenal dengan kesabarannya dan selalu mendukung perjuangan ayahnya dalam menegakkan Islam.

Selain ketiga muslimah di atas, masih banyak lagi muslimah yang berpartisipasi dalam kegiatan dakwah Rasul. Mereka memelihara hak tetangganya, belajar dan mengajar serta mengkritik para penguasa.

Ini adalah tulisan yang panjang. Oleh karena itu fase terakhir, yaitu fase kebangkitan Islam akan penulis sambung di tulisan berikutnya. Semoga dengan melihat kembali sejarah perempuan baik sebelum datang maupun setelah datangnya Islam mampu memberikan suntikan semangat kepada kita semua.

Tanjungpinang, 7 Januari 2010
Hasil Fokat
Forum Diskusi Akhwat KAMMI Daerah Kepulauan Riau
Dalam Rangka Memperingati Hari Ibu 22 Desember 2009

RINDU UNTUK DIPERHATIKAN

Penulis kembali tertarik dengan sebuah acara yang ditayangkan oleh Metro TV, The Golden Ways. Acara yang tayang setiap hari minggu ini merupakan sebauah acara motivasi yang diisi oleh Mario Teguh.
Beliau sebagai pengisi acara mampu mengeluarkan kata-kata yang dapat menyadarkan pemirsanya tentang kehidupan. Pikiran-pikiran positif dalam menghadapi permasalahan dalam hidup mewarnai acara ini di tiap episodenya.

Sebenarnya penulis melewatkan episode The Golden Ways kali ini. Namun dari tayangan sekilas yang penulis lihat, dan dari judul di atas, penulis ingin menyimpulkan sedikit uraian dari Mario Teguh

Rindu untuk diperhatikan. Diperhatikan oleh siapa? Apa yang harus diperhatikan? Mengapa harus diperhatikan? Mungkin begitulah kira-kira pertanyaan yang muncul di benak kita saat membaca kalimat tersebut. Tentu saja penafsiran setiap orang akan berbeda-beda. Apakah penampilan secara fisik yang perlu diperhatikan? Atau performance di hadapan orang banyak? Atau kemapuan khusus yang kita miliki?

Banyak dari kita yang merasa tidak mendapat perhatian sama sekali dari orang laian terutama oranag-orang terdekat. Hal ini merupakan masalah tersendiribagi kita yang benar-benar menginginkan perhatian orang lain. Nah, sebenarnya perhatian seperti apa yang kita butuhkan? Dari siapa kita bisa memperoleh perhatian itu? Dan mengapa kita ingin diperhatikan?


Tunjukkan bahwa kita layak untuk diperhatikan. Dari awal. ”


Demikianlah kata-kata kunci minggu ini. Jika kita memang ingin diperhatikan oleh orang lain, maka yang harus dilakukan bukanlah memperhatikan orang lain terlebih dahulu. Menurut penulis, dalam hal ini hukum timbal balik tidak berlaku. Konsep jika ingin diperlakukan dengan baik maka berlaku baiklah pada orang lain, juga tidak dapat dipakai.

Tunjukkan bahwa kita layak diperhatikan. Jadi yang harus dilakukan ialah membenahi diri, memperbaiki diri pribadi agar lebih mendapat perhatian. Seseorang akan diperhatikan jika ia memiliki keunikan tertentu. Jika ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang-orang di sekitarnya, jika ia sangat berbeda. Untuk itu, masing-masing kita harus meiliki modal untuk berbeda dari orang lain. Karena bagaimana kita akan diperhatikan bila kita tidak memiliki sesuatu yang layak untuk diperhatikan.

Anggota tubuh misalnya. Khususnya bagi perempuan, yang paling mendapat perhatian ( secara fisik ) adalah bagian wajah. Bagi perempuan, wajah mempunyai keistimewaan sehingga ia mendapat perhatian yang lebih. Di dalam keluarga setiap anak berhak mendapat perhatian dari ayah dan ibu. Tapi dari sekian anak-anak tersebut ada satu anak yang lebih mendapat perhatian. Apakah karena kepatuhan, kecerdasan, ataupun kenakalannya ( yang tekahir ini tidak patut dicontoh )

Begitu juga di lingkungan sekolah, kampus, organisasi, kerja, dan masyarakat. Di kelas, siswa yang cerdas akan lebih banyak mendapat perhatian dari guru dan teman-temannya. Begitu juga mahasiswa yang aktif baik di dalam maupun di luar kelas. Saat kita dapat diandalkan dalam sebuah oraganisasi atau di lingkungan kerja, perhatian dari atasan atau pemimpin akan tercurah pada kita. Demikian pula di masyarakat.

Mendapat perhatian tidak harus dengan kecedasan akal. Manusia diberikan tiga modal oleh Allah swt agar bisa menarik perhatian, akal, ruh dan jasad. Seseorang yang tidak cerdas, bisa mendapat perhatian dengan kekuatan ruhnya. Ataupun dengan potensi jasadnya. Dari ketiga modal di atas, mestilah ada salah satu di antaranya yang menonjol pada diri seorang manusia. Tinggal bagaimana seseorang tersebut mengoptimalkan apa yang sudah ada.

Yakinlah, bahwa perhatian orang lain tidak akan menghampiri kita bila kita sendiri tidak memiliki apa-apa untuk diperhatikan. Bila kita di posisi pemberi perhatian, pastilah kita akan memilih mana yang layak untuk diperhatikan. Jadi, berhentilah menyalahkan orang lain ketika tak seorang pun yang memperhatikan kita. Tepuk dada, tanya selera. Sudahkah kita layak diperhatikan????

Tg. Pinang, 7 Januari 2010
Satu Hari Menuju 20 Tahun