Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 8 December 2011

Sebuah Nasihat

      No comments   
Adik adikku dan kakakku sayang…..

Sebuah nasihat untuk diriku dan dirimu…..

Suatu hari seseorang menceritakan perkara cintanya pada saya.

“Dia bilang dia mencintai saya kak”

Aku tersenyum sejenak

“Benarkah? Melalui apa ia ungkapkan hal tersebut?”

“Mmmm…. Sms kak”

“Tinggalkan orang yang menyampaikan perasaannya padamu tanpa engkau melihat matanya”

Di hari lain ada lagi yang bercerita dengan sedikit variasi

“Dia ngajak saya nikah kak”

“Benarkah? Kapan keluarga kalian akan bertemu?”

“Dia minta saya menunggu dua tahun lagi hingga kami menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang mapan”

“Tidak ada yang bisa menjamin perasaan seorang laki – laki pada seorang perempuan masih sama, meskipun sedetik”

Malam itu datang lagi curhatan baru

“Kak, dia serius untuk menikahi saya. Saya sudah berbicara dengan ibunya lewat telpon”

“Oh ya? Apakah ia sudah bertemu dengan ayahmu?”

“Mmm belum kak, dia menunggu waktu yang tepat”

“Tinggalkan ia. Jangan mempercayai laki – laki yang tidak berani menemui ayahmu”

Cerita di lain hari

“Kami pacaran sudah beberapa tahun kak”

Hanya tersenyum, sambil terus mendengarkan ceritanya

“Dia orangnya perhatian, romantis, penyayang sekali. Saya sudah bertemu dengan keluarganya. Keluarga saya pun sudah tahu dengan dia”

“Semoga dia adalah orang yang ditakdirkan Allah untukmu”, kataku masih tetap karena tak dapat berkata banyak. Tak ada nasihat lagi yang keluar kecuali doa semoga hubungan itu berujung di pelaminan. Namun, ada satu hal yang tersisa di benak saya, apakah pernikahan mereka akan diberkahi oleh Allah, Sang Pemilik Hati?

Tidak mudah membuat hati tetap mengarah pada Sang Pemilik yang lebih berhak.

Meski sempat tergelincir beberapa kali untunglah tidak sampai jatuh ke jurang.

Setiap kali ingin memberi nasihat, mendadak lisan berhenti karena mengingat respon kompakan yang selalu didapat, “Gak usah ngomong deeeh klo belum permah ngalamin”

Hahahaha…. Ketawa aja deh

Atau berkata dalam hati

“Terserah eloch” Hiiihihihiiii……

Siapa pula yang tidak pernah merasakan getar – getar cinta terhadap seseorang. Hanya saja mungkin cara saya dengan mereka sedikit berbeda. Semoga menggapai bahagia J


#beginilah mereka mengajarkan saya

0 comments:

Post a Comment