Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Wednesday, 25 March 2009

MASA REMAJA RASULULLAH

    
Membaca sirah nabawiyah pada awalnya, memang menyakitkan hati dan mata. Namun ternya ta ada sejuta hikmah di dalam semua itu. Jadi teringat firman Allah swt " ....bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ia baik bagimu. Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. "
Nah, walau buku tebal ini punya tulisan yang ga besar, membacanya cukup asik. Satu bab per bulan cukup deh kayaknya ^_^ Yaa....setelah itu pake perenungan.
Btw, baru aja baca bab awal tentang Rasulullah yang di usia remajanya udah bisa mencari nafkah. Terbukti dengan berhasilnya beliau menggembalakan domba penduduk Mekkah. Kejujuran jadi kunci utama keberhasilan beliau. Tak lama setelah itu beliau pun ikut pamannya, Abu Thalib berdagang ke negeri Syams. Dan dilanjutkan dengan bekerjanya beliau pada seorang pedagang kaya yang kelak menjadi istri beliau, Khadijah r.a.
Di sinilah terlihat kemandirian beliau yang bekerja agar ringan beban pamannya. Tidak itu saja, dalam sirah ini dijelaskan, bahwa beginilah seharusnya seorang kader dakwah. Ianya memiliki usaha sendiri, tidak tergantung pada orang lain, sehingga tidak adanya hutang budi yang dapat menghalanginya dalam berdakwah. Kalau guru aku, dia orang nya berusaha banget bagaimana caranya supaya saat ia minta bantuan orang tersebut, selanjutnya beliau tidak perlu merasa berhutang budi. Karena ini bakalan bikin dia susah nantinya.
Yaaa....caranya macam-macam. Kadang dikasih upah, atau ditraktir makan. Memang hitungan materi bukanlah segalanya.
Oya, klo remajanya Rasulullah saw kayak gitu, yuk mari kita lihat gimana dengan fenomena saat ini. Duh, kadang jadi ngurut dada ( belum jadi orang tua aja udah ngurut dada ). Karena pola anak muda saat ni udah ga produktif lagi. Remaja di mana pun berada punya pola yang hampir sama KONSUMTIF. Pekerjaan sampingan tidak ada, kerjanya malah ngabisin harta orang tua terus. Emang sih, rezeki ga bakal berhenti ngalir. Tapi cara pemakaiannya itu lho.
Untuk itu ngarep sih, para pemimpin redaksi majalah remaja ga cuma nampilin rubrik2 yang konsumtif gitu. Coba lebih banyak informasinya. Kan remaja ga blank gitu loh. Coba aja tanya, sama beberapa remaja tentang isu akhir-akhir ini. Rata-rata pada ga tau.
Waktu aku bikin makalah tentang Global Warming, teman2 satu kelompok pada nanyain " Global warming tu apaan ya? " ( gubrak!!! ).
Lah...isu terbesar abad ini aja rata-rata mereka pada ga ngeh, apalagi yang kecil. Emang sih....aku juga ga begitu luas wawasannya. Tapi itulah gambaran remaja kita saat ini.
Duh, jadi ga nyambung nih dengan topik awal.....