Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 10 December 2015

DM2 Terakhir

      2 comments   


Well, menuliskan ini bikin sedih sebenarnya. Gimana engga, insya Allah pertengahan Desember 2015 ini saya akan pindah ke Bandung ikut bang Rio membangun rumah tangga di sana (ciyeee). 

Jadi tanggal 2-6 Desember lalu, KAMMI Tanjungpinang ngadain dauroh marhalah 2 lagi. Daurohnya diadain di mesjid raya dompak. Hmmm tempatnya bagi saya rada serem sih xixixi... 

Berhubung demikian otomatis ini terakhir kalinya saya terlibat dalam kepanitiaan di KAMMI, organisasi ekternal yang udah banyak memberi dan berpengaruh besar dalam proses pengembangan diri saya. 



Bicara soal kepanitiaan DM2, ini adalah keempat kalinya saya terlibat setelah saya dinyatakan lulus DM2 di bulan Maret 2010 yang lalu. Melihat ke belakang rasanya saya sudah menjalaninya dengan generasi yang berbeda. 

Hehehe saya sedang mengingat hal-hal manis tentang mereka. Tiap zaman selalu ada pemudanya dan itu yang saya rasakan. Memang berbeda susunan kepanitiaan di tahun 2010 dengan tahun 2015 ini. Meski saya sadar saya belum bisa berkontribusi banyak kecuali menyediakan waktu luang di pagi hingga sore hari di mana saat itu panitia lain sedang bekerja 



Dari tahun ke tahun hanya itu yang bisa saya lakukan, juga beberapa panitia lainnya. 

Tahun ini saya di lokasi full bersama Sri dari Batam. Untuk ikhwan ada Hatta, Ari dan Deni yang benar-benar stand by hampir 24 jam di lokasi acara. Otomatis ini membuat kami saling mengenal karakter masing masing. Kadang ada hal-hal konyol yang kami jumpai dan kemudian saya yakin ini akan menjadi kenangan kami kelak. Seperti terkurung di kamar mandi mungkin XD

Meski kadang ada waktu di mana kami merasa stagnan dengan kondisi yang ada, tapi hal itu tak membuat kami harus merasa sakit hati satu sama lain. Saya pikir inilah salah satu keuntungan bergaul dengan anak laki-laki. Mereka tak mudah tersinggung dan semua hal dibawa santai. 



Panitia akhwat pinang baru bisa hadir kadang siang, sore atau malam. TErgantung dengan waktu yang mereka miliki. Hari Sabtu barulah beberapa akhwat Batam full membantu di lokasi. Ada kak Sita, Puri dan Rani. Baru kali ini rasanya banyak akhwat di lokasi selama sejarah DM2 yang saya ikuti hehehe..... 

Yaa karena DM2 berlangsung 4-5 hari memang tak mudah bagi panitia untuk menyediakan waktu. Jangankan panitia, peserta juga demikian. 

Hanya saja kendala selama ini dalam kepanitiaan adalah untuk tim instruktur dan konsumsi. Karena jumlah kami yang sedikit maka setiap orang harus mau rangkap pekerjaan. Jadi MCR juga, observer juga dan juga bagian konsumsi. 



Kadang saya kasian juga melihat Hatta dan Ari karena ketiadaan panitia harus mereka terus yang jemput konsumsi. Ga jauh sih tapi karena mereka terus kadang saya berpikir, ini kerjaan berjamaah atau gimana. Tapi semoga keikhlasan mengiringi

Sempat ada rasa kecewa terhadap teman-teman lain yang memang hanya sempat datang malam hari. Saya tahu mereka bekerja. Yaahh ga ada gunanya mengeluhkan itu lagi. Toh kita hanya harus memaklumi uzur masing-masing bukan? 



Bagi saya, DM2 tak membutuhkan banyak pantia. Saya ingat ketika saya jadi peserta DM2 tahun 2010 lalu. Ketika itu mereka benar-benar minim panitia. Sangat minim, meskipun dengan jumlah peserta yang juga minim. Hanya 10 orang

Saya perhatikan hanya ada dua akhwat dan sekitar lima orang ikhwan. Mereka bergantian berada di lokasi dan acara berjalan lancar. See, tak butuh banyak orang. 

Tapi apapun itu saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kepanitiaan DM2 selama 4 kali berturut-turut. Menyaksikan siapa yang bertahan dan siapa yang berguguran. Menguatkan konsep dan mengakarkan alasan mengapa saya berada di jalan ini. Mengapa saya melakukan ini. 



Alhamdulillah, terima kasih juga kepada KAMMI yang telah menjadi wadah saya untuk mengembangkan potensi diri dan menetapkan ke mana tujuan hidup yang sebenarnya. 

Lalu untuk teman-teman :) I really love you and I wish we'll be gathered in heaven to meet Allah and Rasulullah, talking about what we have done. Semoga segalanya adalah untukNya.

2 comments:

  1. wahhh skrng nurul jd warga bandung ya, dekat donk kita, klo ke bandung boleh ya saya mampir silahturahmi #eh

    ReplyDelete
  2. iyaaaa ini udah di bandung, ari di bandung jugaaa? waaaah bisa meet up nih XD

    ReplyDelete