Unordered List

Blog Archive

Sample Text

Setiap kali aku malas baca Al Quran dan buku - buku, aku selalu ingat bahwa anak - anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang perempuan cerdas lagi sholehah

Followers

Popular Posts

Search

Type your search keyword, and press enter

Ordered List

Contact Us

Name

Email *

Message *

Thursday, 18 November 2010

Demi Allah, Aku Jadi Teroris

 ,      2 comments   
Judul : Demi Allah, Aku Jadi Teroris
Pengarang : Damien Dematra
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka
Kota penerbit : Jakarta
Tahun terbit : 2009
Tebal : 237 halaman

SINOPSIS

Ketika membaca judul dan pengarang dari novel ini, maka pembaca tak akan mengira betapa dahsyatnya kandungan novel ke sekian kalinya karya novelis yang telah menulis puluhan novel dalam bahasa Inggris dan Indonesia ini.

Pesan bahwa Islam adalah agama yang damai tersampaikan dengan baik oleh penulis. Alur cerita yang awalnya membuat pembaca sedikit mengernyitkan kening akhirnya terurai dengan semestinya seiring lembaran – lemabran yang terus dibalik untuk dibaca.

Menyisipkan tema percintaan antara dua insan, hampir di akhir cerita membuat novel ini semakin menarik. Kisah Kemala dan Prakasa yang tak disangka sebelumnya mengobok – obok perasaan pembaca. Cinta ala penjahat dan polisi pun terus bergulir hingga lembaran terakhir.

Bangunan cerita terbentuk dengan baik disertai dengan latar belakang masing – masing tokoh yang dijelaskan dengan singkat, namun mampu mendeskripsikan karakter tiap tokoh.

Penulis patut diacungi jempol akan kepiawaiannya mengolah alur cerita untuk menyampaikan pesan yang terus dipermasalahkan oleh berbagai kalangan sejak peristiwa pengeboman di beberapa tempat yang menewaskan ratusan warga asing di Indonesia.

Opini pembaca pun digiring perlahan sehingga pembaca dapat menyimpulkan sendiri mana yang baik dan mana yang benar. Penggunaan ayat – ayat Al Quran ditempatkan di bagian – bagian yang tepat sehingga kesimpulan mengapa suatu perbuatan dilakukan cukup terjawab.

Walaupun begitu, kelemahan – kelemahan tetap terlihat dalam beberapa adegan. Pertama, penulis kurang dalam menguraikan kegiatan - kegiatan yang dilakukan dalam camp pelatihan para teroris sehiingga pembaca tidak dapat membayangkan latihan seperti apa yang didapatkan oleh mereka.

Peresensi, sebagai salah satu pembaca tidak menemukan alasan – alasan pembaiatan yang dilakukan oleh kelompok Hamal dan kawan – kawan yang melibatkan pengajian Kemala, Rafa dan teman- temannya. Masih banyak hal – hal misterius yang tak terjawab dalam pembaiatan tersebut.

Terlepas hal di atas, Damien Dematra telah berhasil memukau pembaca dengan karya – karyanya. Seorang novelis yang menulis dengan otot, otak dan hati, demikian ucap seeorang motivator.

2 comments:

  1. Ya Alloh,
    Lu mau jadi teroris ya ji?
    ckckckck...

    moga kesampaian ya ji,
    haha

    ReplyDelete
  2. wahhh doa nya mudah2an mujarab ya Gie...

    ntar lu mau gabung gak? jadi kaki tangan, gimana, keren kan?

    ReplyDelete